PENGARUH MANAJEMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI PEMANFATAAN ASET TETAP BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU Muhammad Ridwan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasoin Jl. Yani Km. 5 Banjarmasin tanbu@gmail. Abstract: This study aims to determine and analyze the Influence of inventory, legal audit and asset assessment in partially and simultaneously to the optimization of fixed assets in the Regional Financial and Asset Management Agency of Tanah Bumbu Regency. This research method uses a survey method with 63 respondents and then analyzes the data using the instrument test and multiple linear regression analysis. The results showed that the Inventory has a partial influence to the optimization of fixed assets, which is indicated by t count as 9,122. Legal audit partially influences to the optimization of fixed assets, which is indicated by t count as 8. The asset assessment has a partial Influence to the optimization of fixed assets, which is indicated by t count as 2. Inventory. Legal audit and Asset Assessments are simultaneously influence to the optimization of fixed assets in the Regional Financial and Asset Management Agency of Tanah Bumbu Regency, which is indicated by F count as 81. Keywords: Inventory. Legal audit. Asset Assessment and Optimization of fixed Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inventarisasi, legal audit dan penilaian secara parsial dan secara simultan terhadap optimalisasi aset tetap di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan jumlah responden sebanyak 63 orang kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan uji instrument dan analisis regresi liniear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inventarisasi berpengaruh secara parsial terhadap optimalisasi aset tetap yang ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 9,122. Legal audit berpengaruh secara parsial terhadap optimalisasi aset tetap yang ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 8,452. Penilaian berpengaruh secara parsial terhadap optimalisasi aset tetap yang ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 2,513. Inventarisasi. Legal audit dan Penilaian berpengaruh secara simultan terhadap optimalisasi aset tetap Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 81,750. Kata kunci: Inventarisasi. Legal audit. Penilaian dan Optimalisasi Aset 524 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Latar Belakang Pengelolaan aset daerah merupakan salah satu dari kunci keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah. Pentingnya pengelolaan aset secara tepat dan berdayaguna, dengan didasari prinsip pengelolaan yang efesien dan efektif diharapkan akan mampu member kekuatan Pemerintah Daerah membiayai pembangunan daerahnya. Pengelolaan aset daerah yang optimal dengan mengedapankan good governance disatu sisi diharapkan akan mampu meningkatkan kepercayaan pengelolaan keuangan negara dari masyrakat. Tanah dan bangunan mempunyai karakteristik yang unik karena sifatnya yang terbatas tetapu kebutuhan manusia akan tanah dan bangunan terus meningkat, sehingga tanah dan bangunan mempunyai nilai. Hidayati dan Harjanto . 3: 82-. mengatakan bahwa nilai tanah dan bangunan dipengaruhi oleh karakteristik fisik yang benar-benar peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Keberadaan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagr. Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2006 tentang pengelolaan Barang Milik Negara Daerah, serta dengan adanya pembaharuan Permendagri No. Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, telah membawa pengelolaan barang milik daerah. Pasal 1 Undang- Undang (UU) Nomor 17 Tahun Keuangan Negara menjelaskan bahwa yang dapat dinilai dengan uang tidak hanya mencakup hak dan kewajiban, tetapi segala sesuatu yang dapat dijadikan milik negara sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut baik berupa barang maupun uang. Regulasi-regulasi ini menunjukkan bahwa posisi aset pemerintah daerah sangatlah penting dalam pengelolaan keuangan Salah pengelolaan barang . daerah adalah (Wardhana, 205:. Karena inventarisasi aset ini merupakan hal yang sangat penting di dalam siklus pengelolaan aset. Aset tetap sebagai komponen utama dari aset daerah, oleh Pemerintah Daerah selanjutnya harus dapat dimanfaatkan sebagai aset yang produktif dan berguna, sehingga berdampak positif dalam pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya terutama tanah merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan dan keberadaan manusia. Salah satu bentuk pengelolaan aset adalah konsep real property, yaitu suatu hak perorangan atau badan hukum untuk memiliki dalam arti menguasai tanah dengan suatu hak atas tanah, misalnya hak milik atau hak . yang didirikan diatasnya atau tanpa bangunan. Pengertian penguasaan di penguasaannya secara fisik atas tanah dan/atau bangunan yang disebut real Sedangkan merupakan kepemilikan sebagai konsep hukum . enguasaan secara yuridi. yang dilandasi dengan sesuatu hak atas tanah (Siregar, 2. Menurut Siregar . 4: 518-. dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset dan barang daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, ada beberapa tahap manajemen aset yang dapat dilakukan guna meningkatkan pengelolaan aset-aset yang dimiliki yaitu inventarisasi aset, legal audit, penilaian aset, serta pegawasan dan pengendalian aset, di mana jika keempat tahapan manajemen aset ini dijalankan dengan baik maka akan memberikan manfaat yang meningkatkan efesiensi, efektivitas dan 525 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 mengelola aset yang lebih tertib, akuntabel, dan transparansi. Adanya sehubungan dengan manajemen aset yang terdiri dari inventariasi aset, legal audit, pengendalian aset, serta optimalisasi Sehubungan dengan kondisi temuan penelitian oleh Aulia, dkk . yang menyebutkan pengaruh yang positif antara inventarisasi aset, legal audit, pengendalian aset berpengaruh positif terhadap optimalisasi pengelolaan aset tetap . anah dan banguna. pada pemerintah daerah. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotabaru yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2003 tanggal 8 April 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan undangundang tersebut. Kabupaten Tanah Bumbu selalu merayakan hari jadinya pada tanggal 8 April setiap tahunnya. Ibu kota kabupaten terletak di Batulicin, dam pusat pemerintahan kabupaten berada di Kelurahan Gunung Tinggi yang dulunya bernama Desa Pondok Butun. Adapun yang menjadi sentra kegiatan usaha dan ekonomi adalah kecamatan Simpang Empat, yang dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Batulicin. Kabupaten Tanah Bumbu terdiri dari 10 kecamatan, 5 kelurahan, dan 144 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 310. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 066,96kmA dan jumlah penduduk sebanyak 913 jiwa . asil Sensus Penduduk Indonesia 2. , dan pada tahun 2019 berdasarkan proyeksi penduduk, jumlah penduduk Tanah Bumbu mencapai 3181 Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi di berbagai sektor dan untuk menunjang optimalisasi potensi daerah yang ada dan peningkatan pelayanan publik. Pemerintah Daerah didukung oleh sarana dan prasara yang Sarana dan Prasarana yang merupakan aktiva tetap . ixed ase. yang dimiliki Pemerintah Daerah tersebut diklasifikasikan berupa: tanah, jalan dan jembatan, instalasi dan jaringan, bangunan gedung, alatAealat besar, alat angkutan, alat bengkel dan alat ukur, alat pertanian, alat kantor dan alat rumah tangga, alatAealat studio, alatAealat kedokteran, alatAealat laboratorium, buku perpustakaan, barang bercorak seni dan budaya. Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu adalah pelaksanaan manajemen aset atau pengelolaan asetnya yang meliputi prosedur penatausahaan inventarisasi dan identifikasi aset daerah secara fisik dan yuridis yang belum terlaksana dengan baik Ketidaktertiban pengelolaan data base aset, sehingga asetaset yang dikelola Pemerintah Daerah Hal ini menyebabkan Pemerintah Daerah akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dalam pengoptimalisasi dan pemanfaatan aset di masa yang akan datang. Implikasi atas pemanfaatan dari pengelolaan aset yang tidak optimal adalah tidak diperolehnya nilai yang terkandung dalam aset itu sendiri, misalnya dari aspek ekonomi adalah tidak diperolehnya revenue yang sepadan dengan besarnya nilai aset yang dimiliki atau dengan kata lain tingkat pengembaliannya rendah. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan suatu kajian yang mendalam tentang optimalisasi dari pemanfaatan aset tanah dan bangunan yang dimiliki/dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sragen. Kajian-kajian tersebut tersebut meliputi optimalisasi potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal yang dimiliki aset sehingga diharapkan daerah dapat menggali sumber-sumber pendapatannya dalam rangka kemandirian daerah dalam hal pendanaannya, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan manajemen aset di daerah. Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan diatas, rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut : 526 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Apakah inventarisasi secara parsial berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu? Apakah legal audit secara parsial berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu? Apakah penilaian secara parsial berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu? Apakah inventarisasi, legal audit dan penilaian secara simultan berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu? Studi Literatur Manajemen keuangan merupakan suatu bidang pengetahuan yang cukup menyenangkan sekaligus menantang, karena mereka yang senang dalam bidang manajemen keuangan akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan seperti corporate finance managers, perbankan, real estate, perusahaan asuransi bahkan sektor pemerintahan yang lain, sehingga karir akan berkembang (Musthafa:2013:. Pentingnya manajemen keuangan, seperti dikemukakan diatas, bahwa mempelajari Manajemen Keuangan (Financial Managemen. dapat menjelaskan tentang beberapa keputusan yang harus dilakukan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan atau keputusan pemenuhan kebutuhan dana dan keputusan kebijakan Mahsun . mengatakan bahwa manajemen aset sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan properti di lingkungan Pemda untuk mencerminkan ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas. Permasalahan klasik yang sering dijumpai dalam pengelolaan aset properti adalah status hukum properti yang tidak jelas. Artinya, mempunyai hak kepemilikan atas aset tersebut sering menjadi sengketa di antara unit-unit yang adaKurangnya kebudayaan efisiensi untuk manajemen aset ini perjanjian menjadi tidak optimal serta tidak adanya hubungan yang relevan antara Pemda sebagai pemilik dengan para penyewa dan manajer. Harus dipahami oleh Pemerintah Daerah bahwa sasaran akhir atau tujuan utama pengelolaan aset adalah terjadinya optimalisasi dalam pemanfaatan aset Kenyataan sampai saat ini aset daerah masih dikelolah seadanya, sebatas . encatatan Aset dikonsultasikan dengan arus kas negatif, dibanding sebagai aset yang produktif dan Kondisi pemanfaatan terhadap aset daerah tersebut membuktikan bahwa aset daerah sebagai sumber daya lokal daerah menunjukan utilitasnya yang masih rendah, hal ini pemerintah daerah di Indonesia belum ada pemahaman pengelolaan aset daerah secara utuh dalam kerangka manajemen aset . ublic/ corporate real properti Britton et al. 9 dalam Siregar 2. , mengatakan Audefine good asset management in terms of measuring the value of properties . in monetary terms and employing the minimum amount of expenditure on its managementAy. Manajemen aset itu sendiri telah berkembang cukup pesat bermula dengan berkembang menjadi dinamis, inisiatif, dan strategis. Manajemen aset memiliki ruang lingkup utama untuk mengontrol biaya pemanfaatan ataupun penggunaan asset Pemerintah Daerah. Selain itu, ada upaya pula untuk melakukan inventarisasi asetaset Pemda yang tidak digunakan. Namun dalam perkembangan ke depan, ruang lingkup manajemen aset lebih berkembang akuntabilitas pengelolaan aset, land audit 527 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 yaitu audit atas pemanfaatan tanah, property survey dalam kaitan memonitor perkembangan pasar properti, aplikasi sistem informasi dalam pengelolaan asset dan optimalisasi pemanfaatan aset. Perkembangan yang terbaru, manajemen aset bertambah ruang lingkupnya hingga mampu memantau kinerja operasionalisasi aset dan juga strategi investasi untuk optimalisasi aset (Siregar, 2. Mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset dan barang daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah pengadaan, penyimpanan dan penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, pengamanan, pemanfaatan, perubahan status hukum serta penatausahaannya, pengendalian dan Menurut Peraturan Menteri Keuangan No. 109/PMK. 06/2009 penertiban barang milik daerah mencakup kegiatan inventarisasi, penilaian dan pelaporan serta tindak lanjutnya. Tujuan mewujudkan pengelolaan BMD yang baik dan menindaklanjuti temuan BPK, maka objek penertiban BMD adalah seluruh BMD yang berasal dari APBD dan perolehan yang sah. Inventarisasi Siregar . menyatakan bahwa manajemen aset sendiri dapat dibagi dalam lima tahapan kerja, yang Inventarisasi aset terdiri atas dua aspek yuridis/legal. Aspek fisik terdiri atas bentuk, luas, lokasi, volume/ jumlah, jenis alamat dan lain-lain. Aspek yuridis/legal adalah status penguasaan, masalah legal yang dimiliki, batas akhir penguasaan dan lain-lain. Proses kerja yang dilakukan adalah pendataan, kodifikasi/ labeling pengelompokan dan pembukuan/ administrasi sesuai tujuan manajemen aset. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 152 tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah adalah kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, pencatatan data dan pelaporan barang dalam pemakaian. Melalui kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak Buku inventaris tersebut memuat data yang meliputi nomor, spesifikasi barang, bahan, asal/ cara perolehan barang, ukuran barang/ konstruksi, satuan, keadaan barang, jumlah barang dan harga, keterangan. Legal audit Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 152 tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah, legal audit juga merupakan tindakan pengamanan atau tindakan pengendalian, penertiban dalam upaya pengurusan barang daerah secara fisik, administrasi dan tindakan hukum. Pengamanan tersebut menitikberatkan pada penertiban pengamanan secara fisik dan administrasi, sehingga barang daerah tersebut dapat dipergunakan/ dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain. Pengamanan terhadap barang tidak bergerak . anah dan banguna. dapat pemasangan plang tanda kepemilikan dan penjagaan. Penguasaan dan pemilikan tanah dan bangunan . eal propert. meliputi hubungan-hubungan hukum, dan manfaat yang berkaitan dengan kepemilikan real estate. Sebaliknya real estate meliputi tanah dan bangunan itu sendiri, segala benda yang keberadaanya secara alami di atas tanah yang bersangkutan, dan semua benda yang melekat dengan tanah itu, misalnya bangunan dan pengembangan tapak. Benda tak bergerak . eal propert. berupa tanah dan bangunan yang melekat diatasnya, 528 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 serta hak-hak yang terkait dan juga terkandung didalamnya (Siregar 2004: Penilaian Penilaian aset merupakan suatu proses kerja untuk melakukan penilaian atas aset yang dikuasai/dimiliki. Biasanya ini dilakukan oleh konsultan penilaian yang independen. Hasil dari nilai tersebut akan dimanfaatkan untuk mengetahui nilai kekayaan maupun informasi untuk penetapan bagi aset yang akan dijual. Menurut Siregar . penilaian aset merupakan suatu proses kerja untuk melakukan penilaian atas aset yang dikuasai. Penilaian barang daerah dilakukan dengan pendekatan salah satu atau kombinasi dari perbandingan data pasar, kalkulasi biaya dan kapitalisasi pendapatan. Perbandingan data pasar berdasarkan estimasi harga pasar pada saat penilaian atas barang Kalkulasi berdasarkan estimasi biaya pengganti atau biaya reproduksi barang pada saat penilaian dikurangi dengan biaya Kapitalisasi pendapatan berdasarkan barang daerah yang memiliki karakteristik menghasilkan Penilaian barang daerah dilaksanakan oleh lembaga independen yang bersertifikat di bidang pekerjaan penilaian barang, sesuai dengan peraturan perundangan, dan ditunjuk oleh Kepala Daerah. Mekanisme penilaian barang sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI). Optimalisasi Aset Tetap Siregar . menyatakan bahwa optimalisasi aset merupakan proses kerja dalam manajemen aset yang jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki aset tersebut. Dalam tahapan ini, aset-aset yang dikuasai oleh pemerintah daerah diidentifikasi dan dikelompokan atas aset yang memiliki potensi dan tidak memiliki Aset yang memiliki potensi sektor-sektor unggulan yang menjadi tumpuan dalam strategi pengembangan ekonomi nasional, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka Kriteria untuk menentukan sektor-sektor unggulan tersebut harus terukur dan transparan. Aset yang tidak dapat dioptimalkan, harus dicari permasalahan legal, fisik, nilai ekonomi yang rendah ataupun faktorfaktor lainnya. Pemerintah Daerah biasanya memiliki aset yang berada di bawah pengusaannya. Namun cukup banyak aset yang belum dioptimalkan Pendapatan Asli Pemerintah Daerah. Siregar . menyatakan studi optimalisasi aset Pemerintah Daerah dapat dilakukan dengan . identifikasi aset-aset Pemerintah Daerah yang ada, . pengembangan data base aset Pemerintah Daerah, . studi untuk menentukan pemanfaatan aset dengan nilai terbaik . ighest and best us. atas aset-aset Pemerintah Daerah dan memberikan hasil dan laporan kegiatan baik dalam bentuk data-data terkini maupun dalam bentuk rekomendasi, . pengembangan strategi optimalisasi aset-aset milik Pemerintah Daerah. Optimalisasi Pemerintah Daerah dapat dilakukan dengan adanya perantara investasi guna memasarkan aset-aset Pemerintah Daerah yang potensial dan kerja sama dengan investor, membuat dan MOI . emorandum of invesmen. antara Pemerintah Daerah dan investor, dan memberikan jasa konsultansi kepada Pemerintah Daerah berkenaan dengan kerjasama dengan investor. Metode Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 529 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 yang beralamat di Jl. Dharma Praja No. Kelurahan Gunung Tinggi. Kecamatan Batulicin. Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah Eksplanatori yang dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Populasi dari penelitian ini adalah pihak yang berwewenang dan terlibat dalam pengelolaan aset daerah. Dalam hal ini terdiri dari Pemegang kekuasaan pengelola Barang Milik Daerah yaitu Kepala Daerah. Pengelola Barang Daerah yaitu Sekretaris Daerah. Kuasa Pengguna Barang yaitu Kepala UPTD. Pengurus Barang SKPD, dan Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah yang semuanya berjumlah 219 orang. Untuk mendapatkan sampel yang dapat mewakili populasi, maka dalam penentuan sampel penelitian ini digunakan rumus Slovin . alam Umar, 2014:. Dari jumlah populasi tersebut dengan tingkat kelonggaran ketidaktelitian ditetapkan sebesar 10%, maka dengan menggunakan rumus di atas diperoleh sampel sebesar 69 orang pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Pengumpulan data dalam peneiitian ini melalui Kuesioner. Wawancara. Dokumentasi dan Observasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah optimalisasi asset tetap (Y) yang merupakan proses kerja dalam manajemen mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki aset tersebut (Siregar, 2. Sedangkan variable independen terdiri dari Inventarisasi (X. Legal audit (X. , dan Penilaian (X. Pengukuran data dalam penelitian ini adalah angket atau daftar pertanyaan yang disusun berdasarkan kisi-kisi teoritik dalam bentuk skala Likert's. Pertimbangan menggunakan daftar pertanyaan karena pada penelitian survei, penggunaan kuesioner merupakan hal yang pokok untuk mengumpulkan data. Metode digunakan dalam rangka membuktikan hipotesis adalah analisis regresi linier berganda yang dibantu dengan perangkat komputer program "SPSS For Window Versi 20". Uji asumsi klasik sebagai uji persyaratan suatu analisis regresi linier Dalam pengujian ini uji asumsi klasik terdiri dari uji multikolonieritas, uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Asumsi klasik penting dilakukan karena merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam model regresi agar model tersebut menjadi valid sebagai alat penduga. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Setiap independent, maka akan meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel Hasil Penelitian Dan Pembahasan Gambaran Umum Obyek Penelitian Kabupaten Tanah Bumbu adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Indonesia. Sebelumnya kabupaten ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Kotabaru. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotabaru yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2003 tanggal 8 April 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Ibu kota kabupaten terletak di Batulicin, dan pusat pemerintahan kabupaten berada di Kelurahan Gunung Tinggi. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu nomor 1 530 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pembentukan. Kedudukan. Tugas pokok dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah adalah merupakan gabungan dari Bagian Keuangan dan Bagian Aset Sekretariat Daerah. Pengelolaan Keuangan yang Baik mewujudkan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, akuntabel, tertib dan disiplin dalam batasan perundang-undangan yang berlaku. Penetapan Visi tersebut merupakan perwujudan cita-cita dalam rangka Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu, agar dapat berjalan dinamis dan tercapai dalam kurun waktu 5 . Tahun kedepan. Adapun Visi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu periode 2016-2020 AuTerwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel serta tertib penatausahaan barang milik daerahAu. Misi adalah landasan Strategis dalam mencapai tujuan organisasi yang secara bersama-sama akan diusahakan terwujud oleh seluruh komponen Atas dasar itu semua, maka sesuai visi, tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang ada maka ditetapkan misi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah: Terciptanya manajemen pengelolaan keuangan dan Aset daerah yang efektif dan efisien. Tertatanya administrasi pengelolaan aset daerah sehingga tercapai data dan nilai aset daerah yang Rekapitulasi Tanggapan Responden Kuisioner berjumlah 69 eksemplar, semua karakteristik responden yang menjadi subjek dalam penelitian penelitian ini terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan golongan. Dalam kuisioner responden tidak perlu mencantumkan identitas pribadi atau nama untuk kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Dari hasil kuisioner yang dilakukan maka hasil kuisioner nampak pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur No. Umur (Tahu. 21 - 30 31 - 41 41 - 50 > 51 Total Frekuensi Persentase (%) 0,00 66,70 29,00 4,30 100,00 Sumber : Data primer, diolah Berdasarkan hasil kuisioner responden yang paling banyak adalah mereka yang berada pada rentang usia antara 31 - 40 tahun sebanyak 46 orang dengan tingkat persentase 66,67%, diikuti usia antara 41 - 50 tahun yaitu sebanyak 20 orang dengan tingkat persentase 29,0% dan responden yang paling sedikit adalah mereka yang berada pada usia lebih dari 51 tahun sebanyak 3 orang dengan tingkat persentase 4,3%. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Data jenis kelamin responden pada table 2 berikut: Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Pria Wanita Total Frekuensi Persentase (%) 58,00 42,00 100,00 531 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Sumber : Data primer, diolah Berdasarkan dari jenis kelamin, responden dibagi menjadi dua, yaitu pria dan wanita. Dari hasil kuisioner yang disebarkan ditemukan bahwa Dari hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 40 orang dengan tingkat persentase 58% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 29 orang dengan tingkat persentase 42%. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terdapat empat klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan tingkat pendidikan responden. Hasil perhitungan persentase mendapatkan mayoritas dari mereka berdasar berlatar belakang pendidikan sarjana (S. dengan jumlah 28 orang dengan tingkat persentase mencapai 40,6%. Kelompok lain yang memiliki jumlah banyak adalah responden yang berlatar belakang pendidikan SLTA dengan jumlah 27 orang dengan tingkat persentase mencapai 39,1%. Kemudian berlatar pendidikan Magister (S. dengan jumlah 10 orang dengan tingkat persentase mencapai 14,5% dan yang berpendidikan Diploma sebanyak 4 orang dengan tingkat persentase mencapai 5,8%. Perincian sebaran pendidikan diperlihatkan pada tabel 5,3 Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan No. Pendidikan Diploma Sarjana (S. Magister (S. SLTA Total Frekuensi Persentase (%) 39,10 5,80 14,50 40,60 100,00 Sumber : Data primer, diolah Karakteristik Responden Berdasarkan Golongan Data responden berdasarkan golongan dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Golongan No. Kategori Golongan Golongan II Golongan i Golongan IV Non PNS Total Frekuensi Persentase (%) 23,20 40,60 2,90 33,30 100,00 Sumber : Data primer, diolah Pengelompokan berdasarkan golongan memperlihatkan bahwa responden yang paling banyak memiliki golongan i . sebanyak 28 orang dengan tingkat persentase 40,6%, responden dengan Non PNS (PTT dan Kontra. sebanyak 23 orang dengan tingkat persentase mencapai 33,3%, kemudian responden golongan II . sebanyak 16 orang dengan tingkat persentase 23,2%. Responden yang paling sedikit adalah golongan IV . yaitu sebanyak 2 orang dengan tingkat persentase 2,9%. Analisis Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dengan menginterpretasikan nilai rata-rata masing-masing indikator pada variabel penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai indikator apa saja yang membangun konsep Dengan deskripsi variabel yang dioperasionalkan dalam penelitian menunjukkan gambaran penelitian responden terhadap variabel dependen dan variabel independen serta indikator masing-masing Inventarisasi (X. 532 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Variabel inventarisasi (X. pada penelitian ini diukur melalui indikatorindikator dari variabel tersebut. Penilaian variabel inventarisasi dipersepsikan bagus dan positif terhadap jawaban pernyataan-pernyataan mengenai inventarisasi, terlihat dari nilai mean total inventarisasi sebesar 3,77 yang masuk pada kategori tinggi/bagus . ntara 3,34 5,. Untuk mengetahui gambaran variabel inventarisasi disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5 Frekuensi/ Prosentase Indikator Variabel Inventarisasi Penilaian responden terhadap variabel legal audit pada tabel 6 dipersepsikan bagus dan positif terhadap jawaban dari pernyataanpernyataan mengenai legal audit, dilihat dari nilai mean total legal audit sebesar 3,71, yang masuk ada kategori tinggi/bagus . ntara 3,34 5,. Penilaian (X. Variabel penilaian (X. pada penelitian ini diukur melalui tiga indikatorindikator dari variabel tersebut. Untuk variabel penilaian, disajikan dalam tabel 7 berikut Tabel 7 Frekuensi/ Prosentase Indikator Variabel Penilaian No Indikator Sumber : Data primer, diolah X31 X32 X33 STS F % Distribusi Jawaban Responden Mean Kategori F % F 0 16 23,19 29 42,03 24 34,78 4,12 Tinggi 0 28 40,58 8 11,59 33 47,83 4,07 Tinggi 0 46 66,67 20 28,99 3 4,35 3. 38 Tinggi Mean Total Penilaian 4,10 Tinggi Legal Audit (X. Variabel legal audit X2 pada penelitian ini diukur melalui tiga indikatorindikator dari variabel tersebut. Untuk variabel dengan audit, variabel dengan audit, disajikan dalam tabel 6 berikut. Tabel 6 Frekuensi/ Prosentase Indikator Variabel Legal Audit Sumber : Data primer, diolah Penilaian responden terhadap variabel penilaian pada tabel 7 dipersepsikan bagus dan positif terhadap jawaban dari pernyataanpernyataan mengenai penilaian terlihat dari nilai mean total penilaian sebesar 4,10 yang masuk pada kategori tinggi/bagus . ntara 3,34 - 5,. Optimalisasi Aset (Y) No Indikator X21 X22 X23 STS F % Distribusi Jawaban Responden Mean Kategori F % F 0 34 49,28 32 46,38 3 4,35 3,55 Tinggi 0 12 17,39 14 20,29 43 62,32 4,45 Tinggi 0 60 86,96 9 13,04 0 - 3,13 Sedang Mean Total Legal Audit 3,71 Tinggi Sumber : Data primer, diolah Variabel optimalisasi aset pada penelitian ini diukur melalui 4 indikatorindikator dari variabel tersebut. Untuk variabel optimalisasi aset disajikan dalam tabel 8 berikut. 533 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Tabel 8 Frekuensi/ Prosentase Indikator Variabel Optimalisasi Aset No Indikator STS F % Distribusi Jawaban Responden F % F 2,90 37 53,62 30 43,48 41 59,42 33 47,83 Mean Total Optimalisasi Aset 43,48 56,52 40,58 52,17 Sumber : Data primer, diolah Penilaian responden terhadap variabel optimalisasi aset pada tabel 8 dipersepsikan bagus dan positif terhadap jawaban dari pertanyaanpertanyaan mengenai optimalisasi aset terlihat dari nilai mean total optimalisasi aset sebesar 4,48 yang masuk pada kategori tinggi/bagus . ntara 3,34 - 5,. Mean Kategori 4,41 4,57 4,41 4,52 4,48 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi keseluruhan atau dengan kata lain instrumen tersebut valid. Validitas dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi product moment kriteria pengujian yang digunakan pada instrumen tersebut jika nilai r Ou 0,234 (R Tabe. Adapun hasil uji validitas dari setiap item penelitian variabel dalam penelitian ini masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 9 Hasil Uji Validitas Variabel Inventarisasi (X. Item (Indikato. X11 X12 X13 r Hitung Cut of Point Status 0,384 0,779 0,737 0,234 0,234 0,234 Valid Valid Valid Uji Instrumen Sumber : Data primer, diolah penulis Pengujian instrumen dalam penelitian yang menggunakan pengukuran dapat digunakan atau tidak dalam proses pengumpulan Dalam dilakukan proses validitas dan reliabilitas jawaban kuisioner. Dengan dilakukan proses pengujian ini diharapkan hasil hipotesis sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hasil uji validitas yang terlihat pada tabel 9 maka diperoleh angka korelasi . yang ternyata hasilnya lebih besar apabila dibandingkan dengan cut of point yang disyaratkan yaitu sebesar 0,234. Nilai Correction Item Total Total Correlation . variabel Inventarisasi (X. berada diantara 0,384 - 0,779. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai r hitung > 0,234 . ut of poin. , sehingga menunjukkan bahwa semua butir pernyataan pada kuisioner Inventarisasi (X. adalah valid atau mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, sehingga dapat digunakan untuk analisis sehingga dapat digunakan untuk analisis Uji Validitas Pengujian validitas instrumen yaitu menghitung koefisien korelasi antara skor item dan skor totalnya dalam taraf signifikan 95% atau =0,05 (Santoso, 2. Uji validitas dengan metode ini dilakukan mengkorelasikan skor jawaban yang diperoleh masingmasing item dengan skor total dari keseluruhan item. Hasil korelasi ukuran statistik. Koefisien korelasi kesesuaian antara fungsi item 534 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Tabel 10 Hasil Uji Validitas Variabel Legal Audit (X. Item (Indikato. X21 X22 X23 r Hitung Cut of Point Status 0,679 0,689 0,326 0,234 0,234 0,234 Valid Valid Valid Sumber : diolah penulis Data Item Total Total Correlation . variabel Penilaian (X. berada diantara 0,374 - 0,838. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai r hitung > 0,234 . ut of poin. , sehingga menunjukkan bahwa semua butir pernyataan pada kuisioner Penilaian (X. adalah valid atau mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, sehingga dapat digunakan untuk analisis sehingga dapat digunakan untuk analisis Berdasarkan hasil uji validitas yang terlihat pada tabel 10 maka diperoleh angka korelasi . yang ternyata hasilnya lebih besar apabila dibandingkan dengan cut of point yang disyaratkan yaitu sebesar 0,234. Nilai Correction Item Total Total Correlation . variabel Legal Audit (X. berada diantara 0,326 - 0,689. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai r hitung > 0,234 . ut of poin. , sehingga menunjukkan bahwa semua butir pernyataan pada kuisioner Legal Audit (X. adalah valid atau mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, sehingga dapat digunakan untuk analisis sehingga dapat digunakan untuk analisis Tabel 12 Hasil Uji Validitas Variabel Optimalisasi Aset (Y) Item (Indikato. Tabel 11 Hasil Uji Validitas Variabel Penilaian (X. Item (Indikato. X31 X32 X33 r Hitung Cut of Point Status 0,374 0,838 0,434 0,234 0,234 0,234 Valid Valid Valid Sumber : diolah penulis Data Berdasarkan hasil uji validitas yang terlihat pada tabel 11 maka diperoleh angka korelasi . yang ternyata hasilnya lebih besar apabila dibandingkan dengan cut of point yang disyaratkan yaitu sebesar 0,234. Nilai Correction r Hitung Cut of Point Status 0,517 0,635 0,484 0,260 0,234 0,234 0,234 0,234 Valid Valid Valid Valid Sumber : diolah penulis Data Berdasarkan hasil uji validitas yang terlihat pada tabel 12 maka diperoleh angka korelasi . yang ternyata hasilnya lebih besar apabila dibandingkan dengan cut of point yang disyaratkan yaitu sebesar 0,234. Nilai Correction Item Total Total Correlation . variabel Optimalisasi Aset (Y) berada diantara 0,260 - 0,63 Hasil ini menunjukkan bahwa nilai r hitung > 0,234 . ut of poin. , sehingga menunjukkan bahwa semua butir pernyataan pada kuisioner Optimalisasi Aset (Y) mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, sehingga dapat digunakan untuk analisis sehingga dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji Reliabilitas Uji kehandalan instrumen merupakan 535 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 instrumen itu sendiri. Instrument yang baik harus konsisten dengan butir yang diukur. Kehandalan instrumen dalam penelitian akan dianalisis dengan teknik alpha cronbach dengan menggunakan bantuan sarana komputer program SPSS. Nilai batas atau . ut of poin. yang diterima untuk tingkat alpha cronbach adalah Ou 0,60, walaupun ini bukan merupakan standar absolute (Sekaran, 2. Adapun hasil uji reliabilitas dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 13 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Inventarisasi (X. Legal Audit (X. Penilaian (X. Optimalisasi Aset (Y) Cronbach's Alpha 0,715 0,675 0,658 0,690 Cut of Point 0,60 0,60 0,60 0,60 Tabel 14 Hasil Regresi Linear Berganda Koefisien Regresi Variabel Bebas (Constan. Inventarisasi (X. Legal Audit (X. Penilaian (X. F Hitung Sig . Analisis Regresi Linear Berganda 0,545 0,531 0,165 0,727 0,042 0,059 0,048 9,151 9,122 8,452 2,513 Untuk melihat pengaruh inventarisasi, legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi aset, maka digunakan analisa Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan program SPSS 25. dapat dilihat rangkuman hasil empiris penelitian sebagai berikut: Berdasarkan tabel 14 diatas, persamaan regresi linear berganda yang diperoleh dari hasil analisis yaitu: Y = 6,656 0,382X1 0,495X2 0,122X3. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna bahwa pengaruh inventarisasi, legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi aset adalah positif dimana saat inventarisasi, legal audit dan penilaian membaik akan meningkatkan optimalisasi asset. Hal ini mengindikasikan bahwa saat inventarisasi, legal audit dan penilaian meningkat maka akan diikuti peningkatan optimalisasi Sumber : Data primer, diolah 6,656 0,382 0,495 0,122 0,790 81,750 0,000 Std. Error t. Hitung Sumber : Data primer, diolah Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dari tabel 13 pengujian CronbachAos Alpha dapat diketahui bahwa nilai koefisien reliabilitas yang diukur . ut of poin. adalah Ou 0,60. Berdasarkan hasil pengolahan data pada uji reliabilitas ini diperoleh nilai koefisien reliabilitas (CronbahcAos Alph. untuk variabel inventarisasi (X. sebesar 0,715. variabel legal audit (X. sebesar 0,675. variabel penilaian (X. 0,658 optimalisasi aset (Y) sebesar 0,690. Karena seluruh nilai komersial CronbahcAos Alpha pada masingmasing variabel berada diatas ambang batas . ut off poin. 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel memiliki tingkat keandalan yang dapat diterima. Unstandardized Standardized Hasil Uji Hipotesis Uji Parsial dengan T-Test Nilai t hitung untuk variabel Inventarisasi Optimalisasi Aset diperoleh menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan karena harga Sig 0,000 0,000 0,000 0,014 536 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 signifikan yang diperoleh kurang dari 0. 05, hal ini Inventarisasi (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Optimalisasi Aset (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis 1 inventarisasi secara parsial Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Nilai t hitung untuk variabel Legal Audit Optimalisasi Aset diperoleh menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan karena harga signifikan yang diperoleh kurang dari 0. 05, hal ini berarti bahwa variabel Legal Audit (X. pengaruh yang signifikan terhadap Optimalisasi Aset (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis 2 yang menyatakan Legal Audit Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Nilai t hitung untuk variabel Penilaian Optimalisasi Aset diperoleh menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan karena harga signifikan yang diperoleh kurang dari 0. 05, hal ini Penilaian (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Optimalisasi Aset (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis 3 yang menyatakan Penilaian secara parsial berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Uji Simultan dengan F-Test (Anova. Uji F untuk menentukan serentak/bersama-sama variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik atau apakah variabel independen secara bersama-sama yang signifikan terhadap variabel dependen. Pada tabel Anova dapat dilihat pengaruh variabel independen Inventarisasi (X. Legal Audit (X. dan Penilaian (X. terhadap variabel independen Optimalisasi Aset (Y) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu simultan/bersama. Berdasarkan tabel 4. 14 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis dengan komputasi SPSS for windows 25 diperoleh F hitung = 81. dengan harga signifikansi Karena harga signifikansi kurang dari 0. maka nilai F hitung yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama terdapat yang signifikan Inventarisasi. Legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi Badan 537 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis menyatakan inventarisasi, legal signifikan secara simultan terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, diterima. Uji Koefisien Determinasi (R Squar. Derajat hubungan antar inventarisasi, legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi aset secara bersama-sama atau secara simultan dapat diketahui dari harga korelasi secara simultan atau R sebagaimana pada tabel 4. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai R square sebesar 0,790. Hal Ini bahwa kuat pengaruh secara bersama-sama inventarisasi, legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi aset masuk dalam kategori Besarnya pengaruh inventarisasi, legal audit dan penilaian dapat diketahui dari harga koefisien Squar. yang menunjukkan bersama-sama inventarisasi, legal audit dan penilaian memiliki pengaruh 79,0% optimalisasi aset. Sedangkan selebihnya sebesar 21,0% adalah pengaruh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model ini. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang penelitian sebagai berikut: Pengaruh Inventarisasi Terhadap Optimalisasi Aset Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh inventarisasi terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t 122 dengan harga 000 menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh tersebut signifikan karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0. Hal ini berarti bahwa variabel inventarisasi memiliki pengaruh optimalisasi aset. Berdasarkan nilai koefisien regresi menunjukkan tanda positif yaitu sebesar 0,382 maka dapat disimpulkan bahwa inventarisasi optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Artinya inventarisasi aset menyebabkan peningkatan optimalisasi aset tetap di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Pengaruh Legal Audit terhadap Optimalisasi Aset Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh legal audit terhadap optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t 452 dengan harga 000 menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan karena harga signifikan yang diperoleh kurang Hal ini berarti bahwa 538 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 variabel legal audit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap optimalisasi aset. Berdasarkan nilai koefisien regresi menunjukkan tanda positif yaitu sebesar 0,495 maka dapat disimpulkan bahwa legal audit optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Artinya optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Pengaruh Penilaian Optimalisasi Aset Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan bahwa terdapat optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t sebesar 2,513 dengan harga signifikan 0,014 menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh tersebut signifikan karena harga signifikan yang diperoleh kurang dari 0,05. Hal ini berarti bahwa variabel penelitian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap optimalisasi Berdasarkan nilai koefisien regresi menunjukkan tanda positif yaitu sebesar 0,122 maka dapat optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Artinya bahwa peningkatan peningkatan optimalisasi aset tetap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Pengaruh Inventarisasi. Legal Audit dan Penilaian terhadap Optimalisasi Aset Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan bahwa terdapat independen Inventarisasi. Legal Audit dan Penilaian terhadap variabel independen Optimalisasi Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu secara simultan/bersama. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh diperoleh F hitung = 81. 750 dengan harga signifikansi sebesar 0. Karena harga signifikansi kurang dari 0. maka nilai F hitung yang diperoleh Hal bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan Inventarisasi. Legal audit dan penilaian terhadap optimalisasi asset tetap di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan menjelaskan kesimpulan sebagai berikut: Inventarisasi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap optimalisasi aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Legal Audit berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Penilaian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap optimalisasi aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Inventarisasi, legal audit dan penilaian berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap optimalisasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. 539 Kindai. Vol 16. Nomor 3. Halaman 523-541 Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, secara terperinci dapat dikemukakan saran-saran baik untuk pengembangan pengetahuan maupun untuk kepentingan Adapun saran-saran penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu inventarisasi, legal audit dan penilaian yang menjadi faktor-faktor penting yang berpengaruh secara langsung terhadap optimalisasi aset. Peneliti merekomendasikan kepada pejabat yang berwenang untuk memberikan perhatian khusus melalui pemberian punishment dan reward inventarisasi sebagai faktor yang optimalisasi aset. Peneliti merekomendasikan kepada penelitian berikutnya agar dapat menambahkan variabel independen manajemen agar dapat diperoleh hasil optimalisasi aset. Peneliti juga merekomendasikan untuk penelitian berikutnya agar memperluas lingkup penelitian agar dapat diperoleh jumlah responden dan observasi yang lebih banyak sehingga hasil penelitian yang diperoleh lebih baik secara Bohn. Henning 2002. Government Asset and Liability Management in an Era of Vanishing Public Debt. Department Economics. University of California at Santa Barbara. Bloomquisht. Rob, dan Jim Oldach, 2005. Optimizing Plant Assets, through Improved Reliability Practices. The Journal Orbit. Vol 25 No. halaman 31- 37. Carn. Black dan J. Rabianski. Operational and Organisational Issue Facing Corporate Real Estate Executive and Managers. Journal of Real Estate Research, 17. : 281-99. Hasanuddin, 2016. Pengaruh Manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Pemanfatan Aset Tetap Dinas Pertanian Peternakan Propinsi Sulawesi Barat. Indriantoro. Nur dan Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan /Manajemen. BPFE. Edisi Pertama. Yogyakarta. Jusmin, 2013. Pengaruh Manajemen Aset Tetap Terhadap Tingkat Optimalitas Aset Tetap (Tanah dan Banguna. Pada Pemerintah Daerah Di Kota Baubau. Daftar Pustaka