A gain yang diinginkan customer adalah desain yang inovatif dan kreatif, bahan baku berkualitas . enyerupai kulit asli dan dapat di emboss, diwarnai DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. serta ditipiska. , kualitas jahit yang rapi dan kuat, asesori yang menarik dan up to date dan lem yang kuat agar produk tasnya tahan lama sangat penting. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Gambar 2 Budaya Organisasi (Cameron dan Quin. Sedangkan Budaya organisasi menurut Robbins adalah sebagai berikut: Gambar 3 Dimensi Budaya Organisasi (Robbin. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Kepemimpinan merupakan aspek penting dalam pengembangan organisasi. Kepemimpinan berbicara mengenai kemampuan untuk mempengaruhi dan kemampuan untuk menentukan target. Kualitas seorang pemimpin yang baik sangat dipengaruhi oleh Budaya Organisasi. Budaya Organisasi yang berbeda memerlukan pemimpin dengan kualitas yang berbeda. Kecocokan antara budaya organisasi dan kualitas pemimpin perlu diperhatikan. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pembuatan Business Model Canvas (Osterwalde. diusulkan HKI melalui wawancara dengan manajer menengah sebagai berikut: Gambar 4 Business Model Canvas PT TIJ DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Nilai Rata-rata Budaya CLAN Hirarki 3,1 Adhokrasi Market Gambar 5 Diagram Radar Budaya Organisasi Budaya yang diharapkan belum sesuai dengan yang seharusnya yaitu budaya adhokrasi sesuai dengan karakteristik budaya organisasi yang berorientasi pada inovasi dengan ciri sebagai berikut tipe Pemimpin yang sesuai adalah innovator, entrepreneur dan visionary. Penggerak nilai adalah output inovatif, transformasi dan agility . Keberhasilan didukung oleh daya inovasi, visi dan sumber daya baru yang menghasilkan efektivitas. Nilai budaya organisasi menurut Robbins . saat ini sedikit didominasi oleh: attention to detail . erhatian pada deti. dengan nilai 3,1 yaitu Karyawan diharapkan menunjukkan presisi . , analisis dan memperhatikan detail . dan team orientation nilai 2,9 yaitu pekerjaan di atur pada tim bukan individu. Budaya organisasi yang diharapkan sama tetapi dengan nilai yang lebih tinggi dan ditambah innovative and risk taking yaitu karyawan didorong untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko serta people orientation budaya memperhatikan orang . Staf menyadari bahwa industri fashion memerlukan tidak hanya detil tetapi juga inovatif dengan tetap memperhatikan insani. Gambar 6 Budaya Orgaisasi menurut Robbins Kepemimpinan yang sesuai adalah Kepemimpinan tranformasional dan berdasar nilai yang sesuai dengan budaya adhokrasi. Ukuran keberhasilan kegiatan PKM ini dapat dilihat dari hasil pre test nilai nya 2,86 dan post test 3,10 terjadi peningkatan pemahaman baik pengetahuan maupun keterampilan peserta. Proses pembuatan Business Model Canvas perlu diperjelas dari awal dengan merumuskan segemen pasar, competitive advantage . eunggulan bersain. , problem worth solving/ job to be done dan emphaty map menggunakan value proposition canvas. Dengan meningkatnya keompetensi para staf dan manajemen menegah PT TIJ dapat secara terus menerus melakukan perbaikan . ontinuous DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Business Model Canvas secara mandiri dan melakukan pengembangan lebih luas lagi. Faktor pendorong keberhasilan PKM ini adalah pada saat pelatihan peserta sangat antusias bertanya dan mendiskusikan. Pimpinan PT TIJ sangat mendukung kegiatan ini dan bersedia menyediakan waktu bagi para staf dan jajaran manajemen menenggah untuk mengikuti pelatihan ini. Kekurangan atau halangan dalam kegiatan ini adalah pengisian kuesioner tidak didamping cenderung tidak memahami sehingga pengisian kuesioner perlu diulang dan didampingi agar alat ukur valid dan reliabel yang disesuaikan dengan konteks industry fashion. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Osterwalder. and Y. Pigneur . Business Model Generation. Wiley Aulet. Disciplined Entrepreneurship Workbook. Willey. Kim. Cameron & Robert. E Quinn. Diagnosing and Changing Organizational Culture, 3rd ed. San Fransico. Josey Bass Lindsay Portnoy. Design to Learn Using Design Thinking to Bring Purpose anad Passion to the Class room. ACD. Elisa Faizaty. Melynda Oktavia, and M. Dwinanda Ilmawan, . AuImplementasi Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Untuk Pemetaan Budaya Organisasi PT. Semen Indonesia (Perser. Tbk,Ay Jurnal Manajerial, vol. 07, no. 1, pp. 37Ae53, 2020, doi: 30587/manajerial. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Evangeline Nneji. Olalekan Asikhia, and N. Evangeline, . AuOrganizational Culture and Organizational Performance,Ay International Journal of Advances in Engineering and Management (IJAEM), vol. 3, no. 1, pp. 361Ae372, 2021, doi: 10. 35629/5252-0301361372 Richard. L Daft. Organization Theory& Design. 13 th edition. Cengage DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech.