JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 ISSN : 2985-4768 PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA TANGERANG SELATAN Haifa Ukhtina1 Email : haifaukhtina2003@gmail. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Liawati2 Email : dosen02579@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan, baik secara parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan yang berjumlah 70 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji instrumen klasik, analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan pengujian hipotesis. Tingkat pendidikan (X. dan motivasi kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan persamaan regresi Y = 2,223 0,561 (X. 0,377 (X. Nilai koefisien korelasi pengaruh antar variabel bebas dan variabel terikat diperoleh sebesar 0,878 artinya dapat disimpulkan bahwa memiliki hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi berpengaruh secara simultan sebesar 0,765 atau 76,5% sedangkan sisanya 23,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > Ftabel yaitu 113,189 > 3,13. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H3 diterima, artinya terdapat pengaruh tingkat pendidikan (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Kata Kunci: Tingkat Pendidikan. Motivasi Kerja. Kinerja Pegawai ABSTRACT This study aims to find out whether there is an influence of education level and work motivation on the performance of employees at the South Tangerang City Library and Archives Office, both partially and simultaneously. The method used is quantitative. The object of this study was employees of the South Tangerang City Library and Archives Service which amounted to 70 respondents. The data collection method used was observation and questionnaire. The data analysis used included validity tests, reliability tests, classical instrument tests, regression analysis, correlation coefficient analysis, determination coefficient analysis and hypothesis testing. Education level (X. and work motivation (X. had a significant effect on employee performance (Y) with the regression equation Y = 2. 561 (X. 377 (X. The value of the correlation coefficient of influence between the free variable and the bound variable was obtained as 0. 878, meaning that it can be concluded that it has a strong relationship. The value of the determination coefficient had a simultaneous effect 765 or 76. 5% while the remaining 23. 5% was influenced by other factors. The hypothesis test obtained a Fcal > Ftable value of 113. 189 > 3. So it can be concluded that H0 is rejected and H3 is accepted, meaning that there is an influence of education level (X. and work motivation (X. on employee performance (Y). Keywords: Education Level. Work Motivation. Employee Performance PENDAHULUAN Di masa globalisasi saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung begitu cepat dan membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek Salah satu pengaruh terbesarnya terlihat pada upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi. Baik dalam dunia usaha, organisasi sosial, maupun lembaga pemerintahan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan. Tanpa adanya individu yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang memadai, maka strategi dan program kerja yang dirancang dengan baik sekalipun akan sulit untuk direalisasikan secara optimal. Sumber daya manusia dipandang sebagai aset yang paling bernilai dan tidak dapat tergantikan, melebihi pentingnya modal maupun teknologi itu sendiri. Dengan memiliki SDM yang profesional dan berintegritas, sebuah organisasi tidak hanya mampu menjalankan program kerja dengan baik, tetapi juga dapat menghadapi tantangan global dengan lebih siap dan percaya diri. Pada dasarnya sebuah organisasi sangat memerlukan peran manusia untuk mewujudkan visi dan misi organisasi. Menurut Hasibuan, . mengatakan AuManajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Ay Sumber https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 ISSN : 2985-4768 daya manusia yang berkualitas dapat dilihat dari latar belakang tingkat pendidikannya. Karena pegawai yang berpendidikan lebih tinggi maka akan memiliki pengetahuan serta wawasan yang lebih untuk meningkatkan kinerjanya. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja organisasi, khususnya dalam instansi pemerintahan seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan ini. Kinerja pegawai yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh sistem kerja atau fasilitas yang tersedia, tetapi juga sangat ditentukan oleh Tingkat Pendidikan dan Motivasi Kerja Pegawai. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses terencana yang bertujuan untuk membimbing serta membekali generasi muda agar mampu menghadapi kehidupan dengan lebih efektif, efisien, dan terarah. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan, pola pikir kritis, serta sikap yang diperlukan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Bagi seorang pegawai, jenjang pendidikan yang dimilikinya akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas kerja. Pegawai dengan latar belakang pendidikan yang baik umumnya memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan analisis yang lebih tajam, serta keterampilan dalam menyelesaikan tugas dengan tepat dan cepat. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat pendidikan seorang pegawai, maka semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kinerja yang efektif, produktif, serta mampu berkontribusi positif terhadap pencapaian tujuan Namun dilihat dari segi penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih dapat dikatakan belum maksimal dengan timbulnya berbagai macam kendala, salah satunya yaitu berkaitan dengan latar belakang tingkat pendidikan dan tentunya motivasi yang dialami pegawai sehingga belum dapat mencapai kinerja yang Selain tingkat pendidikan ada banyak cara untuk mencapai kinerja yang baik. Salah satunya yaitu dengan cara membangkitkan motivasi pegawai untuk menyelesaikan pekerjaannya agar mencapai kinerja yang baik untuk organisasi. Motivasi merupakan suatu hal yang utama dalam membangkitkan semangat pegawai untuk menyelesaikan pekerjaannya mencapai suatu Dalam membangkitkan semangat pegawai, perusahaan harus menggunakan strategi yang tepat sehingga pegawai merasa termotivasi. Karena jika tidak, maka para pegawai akan merasa tidak memiliki semangat dan motivasi untuk bekerja dan tentunya itu akan berpengaruh terhadap kinerja para pegawai. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan layanan pelaksana urusan pemerintah daerah di bidang Perpustakaan dan Kearsipan. Kantor Sekretariat Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan ini berada di Jalan Ciater Raya No. Ciater Kec. Serpong Kota Tangerang selatan. Berikut adalah data tingkat pendidikan pegawai pada Dinas perpustakaan dan Kearsipan. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan data yang ditampilkan pada tabel 1 ditemukan fenomena di lapangan mengenai tingkat pendidikan pegawai, dimana diketahui bahwa dari total 70 pegawai, sebanyak 28 orang memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK, 6 orang dengan jenjang D3, 32 orang telah menempuh pendidikan hingga jenjang Sarjana (S. , dan ada 4 orang yang sudang mencapai pendidikan S2. Dalam data diatas terlihat cukup mencolok terutama pada jabatan tenaga administrasi, di mana masih terdapat pegawai yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana, dan pada bagian tersebut menuntut kemampuan manajerial dan administratif yang Perbedaan tingkat pendidikan ini dapat berdampak langsung pada tingkat pemahaman, kemampuan teknis, dan efektivitas kerja pegawai. Secara umum, pegawai yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memperoleh akses pengetahuan yang lebih luas, keterampilan yang lebih beragam, serta kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang lebih Hal ini menjadikan mereka lebih siap dalam menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan tugas-tugas strategis dan pengambilan keputusan yang kompleks. Pendidikan yang baik tidak hanya memperkaya wawasan teoritis, tetapi juga melatih pegawai untuk berpikir kritis, sistematis, serta mampu mengidentifikasi solusi secara lebih efektif. Sebaliknya, pegawai dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah seringkali menghadapi keterbatasan dalam memahami dan menyelesaikan persoalan yang membutuhkan pendekatan komprehensif. Keterbatasan ini dapat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas, terutama pada pekerjaan yang menuntut inovasi, kreativitas, maupun kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Selain Pendidikan, motivasi kerja juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja pegawai. Motivasi yang rendah, yang bisa dipicu oleh kurangnya kesempatan pengembangan diri atau keterbatasan Pendidikan formal, dapat menyebabkan penurunan semangat kerja, produktivitas bahkan loyalitas terhadap Pegawai yang merasa kurang dihargai atau tidak JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 memiliki kesempatan untuk berkembang cenderung menunjukkan kinerja yang menurun. Menurut Aditya Trisna dan Eddy Guridno . terdapat dua bentuk motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi Motivasi intrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari dalam diri pekerja berupa kesadaran tentang makna pekerjaan yang dilaksanakan. Motivasi ekstrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari luar diri individu, berupa suatu kondisi yang mengharuskan seseorang melaksanakan pekerjaan secara Selain itu menurut Sutrisno . AuMotivasi yaitu suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong manusia. Ay Motivasi sangat berpengaruh karena motivasi merupakan pendorong pegawai untuk melakukan pekerjaannya secara maksimal. Dalam hal ini peneliti mengacu pada pemberian kompensasi kepada Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima oleh pegawai baik secara fisik maupun non fisik. Berikut adalah data pra survei penulis mengenai motivasi yang diberikan pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan tabel 1. 2 diatas menggambarkan sejumlah pemberian motivasi materil dan non materil pada tahun 2022 - 2024. Dilihat dari tabel diatas, pada indikator Kebutuhan Fisik pada jenis pemberian motivasi Fasilitas Perlengkapan dari tahun 2022-2024 terpenuhi, selanjutnya pada indokator Kebutuhan Rasa Aman dan Keselamatan pada jenis pemberian motivasi Asuransi Kesehatan pada tahun 2022 terpenuhi tetapi pada tahun 2023-2024 tidak terpenuhi, dan pada jenis pemberian motivasi Asuransi Kecelakaan pada tahun 2022-2024 belum terpenuh. Lalu pada indikator Kebutuhan Sosial pada jenis pemberian motivasi Gathering dari tahun 2022-2024 sangat terpenuhi, dan terakhir pada indokator Kebutuhan Akan Penghargaan Sesuai Dengan Kemampuannya pada jenis pemberian motivasi Promosi Jabatan pada tahun 2022-2024 tidak merata, pemberian THR tahun 2022-2024 terpenuhi dan pemberian Insentif dari tahun 2022-2024 tidak merata. Pada tabel diatas dapat dilihat tidak semua kebutuhan pegawai terpenuhi. Penulis dapat menyimpulkan bahwa tingkat motivasi https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 kerja pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan masih rendah dan tidak merata. Dari semua indikator motivasi kerja, dapat dilihat indikator kebutuhan rasa aman dan keselamatan dalam hal asuransi kecelakaan dan indikator kemampuannya dalam hal insentif belum dapat dipenuhi oleh kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Jenis mempengaruhi kinerja pegawai dalam melakukan Menurut Suryadi . menyatakan bahwa kinerja merupakan fungsi untuk berprestasi yang diwujudkan dengan kemampuan yang perlu melakukan tanggung jawab, sehingga dapat dibentuk suatu model kondisi hasil kinerja . einginan menangani pekerjaan, kemampuan, mendapatkan apa dan bagaimana Dari pemberian motivasi diatas, maka dapat dilihat penilaian pra survei kinerja pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dibawah ini. Berdasarkan tabel 1. 3 diatas, kinerja pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan pada tahun 2022 dan 2023. Penilaian dilakukan dengan melihat empat indikator utama, yaitu kualitas, kuantitas, pelaksanaan tugas serta tanggung jawab yang dialami oleh pegawai. Pada tahun 2022, nilai rata-rata mencapai 76% dan dikategorikan dengan kategori AuCukupAy. Pada tahun 2023, nilai ratarata mencapai 70% dan dikategorikan dengan kategori AuCukupAy. Dan pada tahun 2024 terjadi peningkatan kinerja yang dialami pegawai dengan mencapai nilai rata-rata 87% dengan kategori AuBaikAy. Dilihat dari tabel diatas, penurunan kinerja terlihat pada tahun 2022 dengan nilai rata-rata 76%, dimana pada indikator kuantitas dengan nilai 65% dalam kategori AuKurangAy instansi mengalami penurunan kinerja karena hasil kinerja pegawai belum melebihi hasil yang telah ditetapkan oleh instansi. Dan penurunan kinerja dapat dilihat juga pada tahun 2023 dengan nilai rata-rata 70%, dimana pada indikator kualitas dengan nilai 60% dalam kategori AuKurangAy instansi mengalami penurunan kinerja karena kualitas pegawai belum memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh instansi. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono . , adalah suatu metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 ISSN : 2985-4768 memenuhi kaidah ilmiah secara konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional, serta sistematis. Metode kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan yang akan digunakan untuk meneliti pada populasi serta sampel tertentu, pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian, serta analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik. Menurut Sugiyono . penelitian asosiatif merupakan suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau Dalam penelitian ini strategi penelitian asosiatif digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana pengaruh variabel X . ariabel beba. yang terdiri atas tingkat pendidikan (X. , dan motivasi kerja (X. terhadap variabel Y yaitu kinerja pegawai . ariabel terika. , baik secara parsial maupun simultan. Adapun menggunakan SPSS versi 26 sebagai berikut : Metode Uji One-Sample Kolmogrow-Smirnov HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . Aureliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstrukAy. Adapun kriteria atau ketentuan dalam memutuskan pernyataan tersebut reliabel atau tidak, berikut ini untuk Jika nilai cronbachAos Alpha > 0,60 , maka instrument Jika nilai cronbachAos Alpha < 0,60 , maka instrument tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software Statistical Package for Social Science (SPSS) forwindow Versi 26, yang hasilnya sebagai berikut: Berdasarkan hasil perhitungan tabel 4. menggunakan metode Kolmogorov Smirnov Test didapatkan hasil signifikansi dari uji normalitas sebesar 0,023 dimana hasil tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat dipastikan bahwa uji normalitas pada penelitian ini berdistribusi normal. Metode Grafik Probability Plot Berdasarkan tabel 4. 11 , hasil dari item pernyataan variabel Tingkat pendidikan (X. Motivasi kerja (X. , dan Kinerja Pegawai (Y) dinyatakan reliabel sebab dibuktikan dengan hasil nilai CrombachAos Alpha lebih besar dari 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . , uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov Test dengan syarat jika signifikansi perhitungan data (Si. > 5 % . maka data berdistribusi normal dan menggunakan metode Grafik Probability Plot. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan gambar 4. 2 , grafik tersebut menunjukkan bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah variabel independent terdapat korelasi atau tidak, suatu model agresi yang baik merupakan suatu model yang tidak terjadi korelasi antara variabel independennya. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat pada nilai tolerance dan VIF. Jika nilai toleransi kurang dari 1, dan nilai VIF 00 maka tidak terjadi multikolinearitas. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 ISSN : 2985-4768 Jika titik Ae titik membentuk pola tertentu seperti gelombang besar melebar dan menyempit maka telah terjadi gangguan heteroskedastisitas. Jika titik Ae titik menyebar tanpa membentuk pola tertentu, maka tidak terjadi gangguan Adapun hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai Berdasarkan tabel 4. 13 , hasil uji multikolinearitas variabel independent menunjukkan bahwa nilai tolerance tingkat pendidikan sebesar 0,176 dan motivasi kerja sebesar 0,176 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) pada variabel tingkat pendidikan yakni 5,685 dan variabel motivasi kerja sebesar 5,685 dimana nilai tersebut kurang dari 10,00. Dapat disimpulkan bahwa model regresi ini bebas dari Uji Autokorelasi Diketahui hasil dari tabel 4. 14 berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, model regresi ini tidak ada autokorelasi, hal ini dibuktikan dengan nilai DurbinWatson sebesar 1,689 yang berada di interval 1,550 Ae 2,460. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan tabel 4. 15 hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji gleser bahwa signifikansi dari variabel independent yakni tingkat pendidikan dengan nilai signifikansi 0,661 dan motivasi kerja dengan nilai 0,369 dimana nilai-nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi masalah Pengujian ini juga dapat dilakukan dengan melihat grafik scatter plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan nilai residualnya (SRESID) dengan ketentuan sebagai berikut: https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan hasil gambar di atas, titik Ae titik pada grafik scatter plot tidak mempunyai pola penyebaran yang jelas atau tidak membentuk pola tertentu. Dengan demikian disimpulkan tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi ini layak dipakai sebagai data penelitian. Analisis Kuantitatif Analisis Regresi Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y. Dalam penulisan skripsi ini variabel X1 tingkat pendidikan, variabel X2 motivasi kerja, dan variabel Y kinerja pegawai. Pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 26 dan memberikan nilai koefisien persamaan regresi sebagai Uji Regresi Linier Sederhana Variabel (X. dan Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier sederhana pada tabel 4. 16, dapat diperoleh persamaan regresi Y = 1. 737 0,946 X1. Dari persamaan tersebut maka dapat diberi Kesimpulan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 1. 737 menyatakan bahwa jika nilai variabel tingkat pendidikan X1 tidak ada atau bernilai 0, maka kinerja Y yakni sebesar 1. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 . Nilai koefisien regresi variabel tingkat pendidikan X1 adalah 0,946 , angka ini bernilai positif diartikan apabila nilai konstanta tetap dan tidak ada perubahan data variabel tingkat pendidikan X1, maka setiap perubahan 1 unit pada variabel tingkat pendidikan X1 akan mengakibatkan terjadinya penurunan pada kinerja Y sebesar 0,946. Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Motivasi Kerja (X. dan Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier sederhana pada tabel 4. 17 , dapat diperoleh persamaan regresi Y = 6. 449 0,830 X2. Dari persamaan tersebut maka dapat diberi Kesimpulan sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 6. 449 menyatakan bahwa jika nilai variabel motivasi kerja X2 tidak ada atau bernilai 0, maka kinerja Y yakni sebesar 6. Nilai koefisien regresi variabel motivasi kerja X2 adalah 0,830 , angka ini bernilai positif yaitu menunjukkan pengaruh yang searah artinya jika motivasi kerja ditingkatkan sebesar satu kesatuan maka akan meningkatkan kinerja pegawai Y sebesar 0,830. ISSN : 2985-4768 persamaan regresi Y = 2. 223 0,561 X1 0,377 X2. Dari persamaan tersebut dapat ditarik Kesimpulan sebagai berikut : Nilai konstanta positif sebesar 2. 223 yang berarti pengaruh positif pada variabel independent . ingkat pendidikan X1 dan motivasi kerja X. Jika nilai varibel independent naik atau berpengaruh dalam satu satuan maka variabel dependen . inerja pegawai Y) akan terpenuhi atau naik. Nilai B dari X1 sebesar 0,561 merupakan nilai koefisien regresi variabel X1 terhadap Y, dapat diartikan jika variabel X1 mengalami kenaikan satu satuan, maka hasil variabel kinerja pegawai Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,561. Nilai B dari X2 sebesar 0,377 merupakan nilai koefisien regresi variabel X2 terhadap Y, dapat diartikan jika variabel X2 mengalami kenaikan satu satuan, maka hasil variabel kinerja pegawai Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,377. Analisis Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengetahui Tingkat hubungan antara variable independent dengan variable dependen. Adapun hasil yang diperoleh menggunakan program pengolahan data dengan SPSS versi 26 sebagai berikut : Uji Korelasi Linier Sederhana Tingkat Pendidikan (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi linier berganda ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y. Dalam penulisan skripsi ini variabel X1 tingkat pendidikan dan X2 motivasi kerja terhadap variabel Y kinerja pegawai. Pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 26 dan memberikan nilai koefisien persamaan regresi sebagai berikut: Berdasarkan tabel 4. 19 , nilai R . oefisien korelas. tingkat pendidikan sebesar 0,863 . Mengacu pada pedoman nilai interpretasi korelasi nilai berada pada rentang Au0,800 - 1,000Ay yang berarti tingkat hubungan tingkat pendidikan terhadap kinerja pegawai termasuk pada tingkat sangat kuat. Uji Korelasi Linier Sederhana Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil tabel 4. 18 , pada kolom B memperoleh nilai B1 variabel tingkat pendidikan sebesar 0,561 kemudian nilai B2 variabel motivasi kerja sebesar 0,377 dan untuk nilai konstanta . Maka dari hasil perhitungan regresi tersebut dapat diperoleh https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 Berdasarkan hasil tabel 4. 22 , diperoleh nilai Adjusted R Square . oefisien determinas. sebesar 0,741 yang berarti bahwa variabel tingkat pendidikan (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 74,1% sedangkan sisanya sebesar 25,9% dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Koefisien Determinasi Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel 4. 20, nilai R . oefisien korelas. motivasi kerja sebesar 0,852 . Mengacu pada pedoman nilai interpretasi korelasi nilai berada pada rentang Au0,800 - 1,000Ay yang berarti tingkat hubungan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai termasuk pada tingkat sangat kuat. Uji Korelasi Linier Berganda Tingkat Pendidikan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel 4. 21 , nilai R . oefisien korelas. sebesar 0,878. Mengacu pada pedoman nilai interpretasi korelasi nilai berada pada rentang Au0,800 1,000Ay yang berarti tingkat hubungan tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai termasuk pada tingkat sangat kuat. Analisis Koefisien Determinasi Analisis digunakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase keterkaitan hubungan antara variabel independent terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y. Dalam penulisan skripsi ini variabel X1 tingkat pendidikan, variabel X2 motivasi kerja, dan variabel Y kinerja pegawai. Pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 26 dan memberikan nilai koefisien determinasi sebagai berikut: Uji Koefisien Determinasi Tingkat Pendidikan (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan hasil tabel 4. 23 diperoleh nilai Adjusted R Square . oefisien determinas. sebesar 0,722 yang berarti bahwa variabel motivasi kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 72,2% sedangkan sisanya sebesar 27,8 % dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Koefisien Determinasi Tingkat Pendidikan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan hasil tabel 4. 24 , diperoleh nilai Adjusted R Square . oefisien determinas. sebesar 0,765 yang berarti bahwa variabel tingkat pendidikan (X. dan motivasi kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 76,5% sedangkan sisanya sebesar 23,5% dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Pengujian Hipotesis Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji T) Uji signifikansi parsial (Uji T) dilakukan dengan maksud mengetahui hasil masin Ae masing dari variabel independent . ingkat pendidikan X1 JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 dan motivasi kerja X. apakah berpengaruh signifikan . secara parsial terhadap variabel dependen . inerja pegawai Y). Dalam penulisan skripsi ini digunakan kriteria signifikansi 5% . dengan membandingkan hitung dengan ttabel yaitu sebagai berikut: Jika thitung < ttabel : berarti H0 diterima dan H ditolak Jika thitung > ttabel : berarti H0 ditolak dan H diterima . Pengaruh Tingkat Pendidikan (X. Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel 4. 25 , diperoleh nilai hitung > ttabel atau . 103 > 1. kemudian hasil nilai signifikansi tingkat pendidikan X1 terhadap kinerja pegawai Y adalah 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan H0 ditolak dan H diterima, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara variabel tingkat pendidikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel 4. 26 , diperoleh nilai thitung > ttabel atau . 409 > 1. kemudian hasil nilai signifikansi motivasi kerja X2 terhadap kinerja pegawai Y adalah 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan H0 ditolak dan H diterima, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Uji Hipotesis simultan (Uji F) dimaksudkan untuk melihat hasil pengaruh variabel independent . ingkat pendidikan X1 dan motivasi kerja X. secara simultan terhadap variabel dependen . inerja pegawai Y). Dalam penelitian ini digunakan kriteria signifikansi 5 % . yaitu membandingkan antara nilai Fhitung dengan Ftabel dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai F hitung < F tabel : berarti H03 ditolak dan H3 ditolak https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Jika nilai F hitung > F tabel : berarti H03 ditolak dan H3 diterima Berdasarkan tabel 4. 27 , dinyatakan bahwa nilai Fhitung memperoleh nilai sebesar 113. dengan tingkat signifikansi 0,000. Kemudian untuk Ftabel pada tingkat kepercayaan 95 % dengan kategori = 0,05 diperoleh nilai 3,13. Maka dapat dikatakan dari hasil perhitungan tersebut Fhitung > Ftabel atau . dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H03 ditolak dan Ha3 diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikansi secara simultan antara variabel tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Pembahasan Penelitian Pengaruh Tingkat Pendidikan (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh regresi linier sederhana Y = 1,737 0,946 , dengan nilai konstanta sebesar 1,737 artinya jika tingkat pendidikan (X. nilainya adalah 0, dan nilai kinerja akan sebesar 1,737. Dan memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,863, artinya tingkat hubungan tingkat pendidikan terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang kuat. Nilai signifikansi pada hasil uji t sign < 0,05 . ,00 < 0,. , dan nilai t hitung > t tabel . ,103 > 1,. , dimana H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap kinerja pegawai secara signifikan. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh regresi linier sederhana Y= 6,449 0,830, dengan nilai konstanta sebesar 6,449 artinya jika motivasi kerja (X. nilainya Adalah 0, dan nilai kinerja pegawai akan sebesar 6,449. Dan memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,852, artinya tingkat hubungan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang kuat. Nilai signifikansi pada uji t sign < 0,05 . ,00 < 0,. , dan nilai t hitung > t tabel . ,409 > 1,. , dimana H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai secara JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 134-143 Pengaruh Tingkat Pendidikan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh regresi linier berganda Y= 2,223 0,561 (X. 0,377 (X. , dengan nilai konstanta sebesar 2,223 artinya jika tingkat pendidikan (X. dan motivasi kerja (X. nilainya Adalah 0, dan nilai kinerja pegawai akan sebesar 2,223. Dan memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,878, artinya tingkat hubungan tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang Nilai signifikansi pada uji f sign < 0,05 . ,00 < 0,. , dan nilai f hitung > f tabel . ,189 > 3,. , dimana H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai secara simultan. ISSN : 2985-4768 DAFTAR PUSTAKA