Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal DAMPAK KENAIKAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KOTA SERANG TAHUN 2022-2023 MUHAMMAD AKBAR MAULANA1. ANGGI ANGGRAENI KUSUMONINGTYAS2, FAHMI AMINATUL HANIF3 Ilmu Pemerintahan. Universitas Pamulang1, 2, 3 Email: dosen02927@unpam. id1, anggi. anggraeni@unpam. id2, fahmihanif@gmail. Abstract: This study aims to analyze the impact of population growth on the open unemployment rate in Serang City in 2022-2023. Serang City, as the capital of Banten Province, is experiencing rapid population growth due to urbanization, migration, and birth This growth poses a serious challenge to the open unemployment rate in Serang City. The research method used is quantitative analysis with a descriptive approach. Data were obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and other official sources, and analyzed using statistical methods to see the relationship between population growth and The results of the study show a positive correlation between population growth and increasing open unemployment rates. Structural unemployment and economic fluctuations also exacerbate this condition, showing that the imbalance between population and job opportunities further exacerbates the unemployment problem. This study makes an important contribution to understanding the impact of demographics on the labor market in Serang City, and offers strategic guidance for local governments in addressing unemployment problems arising from rapid population growth. It is hoped that with the right intervention, the unemployment rate in Serang City can be reduced and community welfare can be increased. Overall, this study makes an important contribution to the understanding of the impact of demographics on the labor market in Serang City, as well as offering strategic guidance for local governments in addressing unemployment problems arising from rapid population Keywords: Population. Welfare. Local Government. Open Unemployment. Workforce Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang pada tahun 2022-2023. Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat akibat urbanisasi, migrasi, dan faktor kelahiran. Pertumbuhan ini menimbulkan tantangan serius terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber-sumber resmi lainnya, serta dianalisis menggunakan metode statistik untuk melihat hubungan antara kenaikan jumlah penduduk dan pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan tingkat pengangguran terbuka. Pengangguran struktural dan fluktuasi ekonomi turut memperburuk kondisi ini, memperlihatkan bahwa ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan kesempatan kerja semakin memperparah masalah pengangguran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dampak demografi terhadap pasar tenaga kerja di Kota Serang, serta menawarkan panduan strategis bagi pemerintah daerah dalam mengatasi masalah pengangguran yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang Diharapkan, dengan adanya intervensi yang tepat, tingkat pengangguran di Kota Serang dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dampak demografi terhadap pasar tenaga kerja di Kota Serang, serta menawarkan panduan strategis bagi pemerintah daerah Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal dalam mengatasi masalah pengangguran yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang Kata Kunci: Kependudukan. Kesejahteraan. Pemerintah Daerah. Pengangguran Terbuka. Tenaga Kerja Pendahuluan Kenaikan jumlah penduduk seringkali menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi berbagai aspek sosial dan ekonomi suatu wilayah (Suharyadi, 2. Di Kota Serang, peningkatan jumlah penduduk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan berbagai implikasi, salah satu dampak yang ditimbulkan adalah meningkatnya tingkat pengangguran terbuka. Pengangguran terbuka merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kondisi ketenagakerjaan di suatu daerah, yang juga mencerminkan kinerja perekonomian secara keseluruhan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka di Kota Serang pada tahun 2022 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang kemudian terus berlanjut hingga tahun 2023 (BPS, 2. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, mengingat pengangguran yang tinggi dapat berpotensi menimbulkan masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan dan kriminalitas (BPS, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang selama periode 2022-2023. Kenaikan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan kesempatan kerja turut memperburuk situasi ketenagakerjaan di Kota Serang. Penambahan angkatan kerja yang terjadi secara signifikan dalam waktu singkat menciptakan tekanan pada pasar tenaga kerja yang tidak dapat sepenuhnya terserap oleh sektor-sektor yang ada (Rajagukguk et al. , 2. Pada sektor lainnya dibidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat dampak pandemi COVID-19 juga memperparah kondisi, karena banyak sektor usaha yang mengalami penurunan produksi dan bahkan harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat pengangguran terbuka di daerah tersebut (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Meningkatnya angka pengangguran terbuka di Kota Serang juga menjadi indikasi adanya masalah struktural dalam perekonomian daerah, termasuk kurangnya diversifikasi ekonomi dan rendahnya tingkat investasi pada sektor-sektor yang berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal ini memunculkan tantangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang efektif untuk menurunkan tingkat pengangguran, salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan pelatihan kerja, serta penciptaan lingkungan usaha yang kondusif bagi investasi (Kusuma, 2. Tingkat pengangguran terbuka menjadi salah satu indikator yang paling mencolok dalam menilai kinerja pasar tenaga kerja di suatu daerah. Di Kota Serang, data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengangguran terbuka dari tahun 2022 Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, karena pengangguran yang tinggi dapat berimplikasi langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagai kota yang sedang berkembang. Serang menghadapi tantangan besar dalam menyediakan lapangan kerja yang memadai untuk penduduknya, terutama bagi mereka yang baru memasuki pasar tenaga Kesenjangan antara pertumbuhan jumlah angkatan kerja dan pertumbuhan lapangan pekerjaan telah menjadi masalah utama yang perlu segera diatasi (BPS, 2. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Peningkatan jumlah penduduk di Kota Serang selama periode 2022-2023 telah menjadi isu krusial yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya dalam konteks ketenagakerjaan. Kota Serang, sebagai pusat administrasi dan ekonomi di Provinsi Banten, telah menarik banyak penduduk dari daerah sekitarnya, yang mencari peluang kerja dan kualitas hidup yang lebih baik (Sumarto. , & Arif, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat ini tidak dibarengi dengan peningkatan yang memadai dalam penyediaan lapangan kerja. Akibatnya, terjadi lonjakan tingkat pengangguran terbuka yang semakin mengkhawatirkan (Suharto, 2. Setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam, ditemukan bahwa sektor-sektor ekonomi di Kota Serang belum mampu berkembang secara optimal untuk menampung tenaga kerja yang terus bertambah. Sebagian besar angkatan kerja masih terkonsentrasi pada sektor informal yang tidak memberikan jaminan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan. Sementara itu, sektor formal yang seharusnya menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja masih menghadapi berbagai kendala seperti minimnya investasi, kurangnya inovasi, dan lemahnya infrastruktur penunjang. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya penduduk dalam usia produktif yang terjebak pada status pengangguran terbuka, yang pada gilirannya berpotensi menimbulkan masalah sosial lain seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Ketergantungan ekonomi pada sektor-sektor tertentu seperti perdagangan dan jasa, yang cenderung lebih rentan terhadap fluktuasi ekonomi, juga berkontribusi pada meningkatnya tingkat pengangguran terbuka. Kurangnya diversifikasi ekonomi membuat Kota Serang lebih rentan terhadap pengaruh eksternal, seperti perubahan permintaan global dan krisis ekonomi, yang dapat berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja (Badan Pusat Statistik, 2. Oleh karena itu, strategi diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor baru yang lebih berkelanjutan menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor yang ada dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah. Analisis terhadap dampak kenaikan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang pada periode 2022-2023 menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika yang terjadi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diimplementasikan oleh pemerintah Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan yang dihadapi dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang lebih baik di masa depan. Metode Penelitian Metodologi penelitian ini dirancang untuk memastikan keakuratan dan relevansi data yang dikumpulkan serta ketepatan analisis yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi (Afriyanti et al. , 2. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk mendapatkan data numerik yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik, sehingga memungkinkan peneliti untuk memahami hubungan antara kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi demografi dan ketenagakerjaan di Kota Serang, sedangkan analisis regresi digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk Kota Serang yang tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022-2023. Untuk menguji hubungan antara kenaikan jumlah penduduk . ariabel independe. dan tingkat pengangguran terbuka . ariabel depende. Model regresi yang digunakan akan memperhitungkan variabel kontrol seperti tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi untuk mengisolasi dampak dari kenaikan jumlah Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Model regresi linier sederhana dirumuskan sebagai: Y=a bX A Keterangan: Y = Tingkat Pengangguran Terbuka X = Jumlah Penduduk a = Intercept . b = Koefisien regresi yang mengukur pengaruh X terhadap Y \varepsilon = Error term . omponen kesalaha. Intercept . menunjukkan nilai tingkat pengangguran ketika jumlah penduduk (X) bernilai nol. Koefisien Regresi . menunjukkan seberapa besar perubahan pada tingkat pengangguran terbuka untuk setiap perubahan satu unit jumlah penduduk. Error Term (A) mencerminkan variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model namun dapat mempengaruhi tingkat pengangguran. Hasil dan Pembahasan Pengangguran Struktural dan Siklus Konjungtur Ekonomi Pengangguran struktural merupakan bentuk pengangguran yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan pasar. Di Kota Serang, kenaikan jumlah penduduk yang signifikan selama tahun 2022-2023 memperparah ketidaksesuaian ini. Hal ini terutama disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Misalnya, meskipun sektor industri manufaktur dan konstruksi mengalami pertumbuhan, banyak penduduk yang tidak memiliki keterampilan teknis yang diperlukan untuk bekerja di sektor-sektor industri. Pengangguran struktural mencerminkan kebutuhan mendesak untuk penyesuaian sistem pendidikan dan pelatihan di Kota Serang. Kebijakan pendidikan yang lebih adaptif diperlukan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan di sekolah dan pusat pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Selain itu, program pelatihan dan sertifikasi keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar kerja harus ditingkatkan untuk mengurangi ketidaksesuaian keterampilan dan mendorong lebih banyak penduduk untuk memasuki pasar kerja dengan keterampilan yang relevan(Aziz et al. , 2. Ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh angkatan kerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Di Kota Serang, hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari kenaikan jumlah penduduk terhadap peningkatan pengangguran struktural. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022-2023, terdapat peningkatan jumlah penduduk sebesar 3% dari tahun sebelumnya, namun peningkatan ini tidak diikuti oleh perkembangan lapangan kerja yang relevan dengan keterampilan penduduk. Tabel 1. Analisis Regresi Linier Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap Pengangguran Struktural Variabel Koefisien Regresi t-Statistik P-Value Jumlah Penduduk Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Pendidikan -0. (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Grafik 1. Analisis Regresi Linier Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap Pengangguran Struktural (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Dari grafik di atas, terlihat bahwa koefisien regresi jumlah penduduk terhadap pengangguran struktural adalah sebesar 0. 45, dengan nilai p-value 0. 01, yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan pengangguran struktural. Artinya, setiap peningkatan 1% dalam jumlah penduduk berpotensi meningkatkan tingkat pengangguran struktural sebesar 0. 45%, ceteris paribus . sumsi bahwa semua faktor lain dianggap sama atau tetap konsta. Data di atas menunjukkan bahwa pertambahan penduduk di Kota Serang belum sepenuhnya diimbangi oleh penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan keterampilan tenaga kerja yang ada. Struktur ekonomi Kota Serang yang masih didominasi pada sektor-sektor tertentu, seperti industri manufaktur dan konstruksi, tidak mampu menampung lonjakan angkatan kerja baru, terutama mereka yang memiliki keterampilan di luar bidang-bidang Siklus konjungtur ekonomi, yang mencakup periode ekspansi dan kontraksi ekonomi, secara langsung mempengaruhi tingkat pengangguran di Kota Serang. Ketika ekonomi berada dalam fase ekspansi, permintaan tenaga kerja meningkat, yang menyebabkan penurunan tingkat pengangguran. Sebaliknya, dalam fase kontraksi, pengurangan aktivitas ekonomi mengakibatkan penurunan permintaan tenaga kerja dan peningkatan pengangguran (Zainuddin. Di Kota Serang, siklus konjungtur ekonomi selama 2022-2023 menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Meskipun ada periode pertumbuhan, perlambatan yang terjadi di beberapa triwulan menekan pasar tenaga kerja dan memperburuk tingkat pengangguran Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pasar kerja di Kota Serang masih sangat rentan terhadap perubahan ekonomi global dan nasional. Untuk mengatasi dampak negatif dari siklus konjungtur ekonomi, diperlukan kebijakan yang mampu meningkatkan stabilitas ekonomi dan mengurangi volatilitas pasar kerja (Sari, 2. Misalnya, pemerintah daerah dapat mendorong diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor-sektor yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan ekonomi global, seperti sektor pariwisata atau ekonomi kreatif (Sukmaraga & Nirwana, 2. Selain itu, kebijakan sosial, seperti program jaring pengaman Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal sosial dan subsidi bagi sektor-sektor yang paling terdampak, dapat membantu mengurangi dampak pengangguran selama periode kontraksi ekonomi (Sukirno, 2. Siklus konjungtur ekonomi, atau fluktuasi ekonomi jangka pendek, juga berperan penting dalam mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang. Data dari tahun 2022 hingga 2023 menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan dalam jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi Kota Serang mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada triwulan pertama tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Kota Serang tercatat sebesar 4. 5%, namun menurun menjadi 3. 2% pada triwulan kedua tahun 2023. Tabel 2. Hubungan Antara Siklus Konjungtur Ekonomi dan Pengangguran Terbuka Variabel Koefisien Regresi t-Statistik P-Value Pertumbuhan Ekonomi Jumlah Penduduk (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Grafik 2. Hubungan Antara Siklus Konjungtur Ekonomi dan Pengangguran Terbuka (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Grafik di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki koefisien regresi 52 dengan p-value 0. 00, yang berarti bahwa ketika ekonomi tumbuh, tingkat pengangguran cenderung menurun. Sebaliknya, ketika terjadi kontraksi ekonomi, tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang meningkat. Koefisien negatif ini mengindikasikan bahwa pengangguran di Kota Serang sangat sensitif terhadap perubahan dalam siklus konjungtur ekonomi. Kenaikan jumlah penduduk di Kota Serang berkontribusi pada peningkatan pengangguran struktural, terutama karena ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja baru dan kebutuhan pasar kerja yang ada. Ini diperburuk oleh fluktuasi dalam siklus konjungtur ekonomi, yang membuat pasar tenaga kerja lebih rentan terhadap pengangguran ketika terjadi perlambatan ekonomi (Rahmawati, 2. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Hubungan antara kenaikan jumlah penduduk dan pengangguran di Kota Serang menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang terkoordinasi dan komprehensif untuk mengelola dampak dari pertumbuhan populasi terhadap pasar tenaga kerja. Tanpa langkahlangkah yang tepat, pertumbuhan penduduk yang cepat akan terus menjadi pendorong utama peningkatan pengangguran terbuka di Kota Serang. Analisis Data Statistik dan Proyeksi Masa Depan Menganalisis hubungan antara kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang, penggunaan data statistik yang akurat dan analisis proyeksi sangat penting untuk memahami tren saat ini dan memprediksi kondisi di masa depan (Fritz, 2. Data statistik yang digunakan mencakup data kependudukan dan tingkat pengangguran dari tahun 2022 hingga 2023, yang dianalisis untuk melihat pola dan hubungan antara variabelvariabel. Data jumlah penduduk dan tingkat pengangguran di Kota Serang menunjukkan tren yang signifikan. Pada tahun 2022, jumlah penduduk tercatat sebanyak 1. 000 jiwa, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 8%. Pada tahun 2023, jumlah penduduk meningkat menjadi 1. 000 jiwa, dan tingkat pengangguran meningkat menjadi 8,5%. Tren ini mengindikasikan adanya korelasi positif antara kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran (BPS Kota Serang, 2. Tabel 3. Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran di Kota Serang . Tahun Jumlah Penduduk Tingkat Pengangguran (%) (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Dari tabel di atas, terlihat bahwa dengan kenaikan jumlah penduduk sebesar 3% pada tahun 2023, tingkat pengangguran juga mengalami peningkatan sebesar 0,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja di Kota Serang tidak mampu menyerap seluruh tambahan tenaga kerja yang dihasilkan oleh kenaikan jumlah penduduk. Untuk menganalisis regresi linier antara kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran, hasil regresi menunjukkan koefisien positif sebesar 0,15, yang berarti setiap kenaikan 1% dalam jumlah penduduk diperkirakan meningkatkan tingkat pengangguran sebesar 0,15%. Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Variabel Koefisien t-Statistik P-Value Regresi Kenaikan Jumlah Penduduk (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Grafik 3. Hasil Analisis Regresi Linier (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Hasil regresi memperkuat hipotesis bahwa kenaikan jumlah penduduk memiliki dampak positif terhadap peningkatan tingkat pengangguran di Kota Serang. Nilai p-value yang sangat signifikan . menunjukkan bahwa hasil ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ada hubungan kausal yang dapat diandalkan. Berdasarkan tren data saat ini dan hasil analisis regresi, proyeksi tingkat pengangguran di Kota Serang untuk beberapa tahun ke depan dapat dilakukan. Dengan asumsi bahwa tren kenaikan jumlah penduduk terus berlanjut dengan tingkat yang sama . % per tahu. , proyeksi tingkat pengangguran dapat dihitung menggunakan model regresi yang telah dibangun. Tabel 5. Proyeksi Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran di Kota Serang . Tahun Proyeksi Jumlah Proyeksi Tingkat Penduduk Pengangguran (%) (BPS, 2. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Grafik 4. Proyeksi Jumlah Penduduk dan Tingkat Pengangguran di Kota Serang . (Sumber: Data diolah oleh penulis, 2. Proyeksi di atas menunjukkan bahwa jika tidak ada intervensi kebijakan yang signifikan, tingkat pengangguran di Kota Serang diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2026, tingkat pengangguran dapat mencapai 10%, yang merupakan peningkatan signifikan dari 8% pada tahun 2022. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja di Kota Serang akan semakin tertekan jika tidak ada langkah-langkah strategis untuk mengendalikan laju pengangguran. Hasil analisis statistik dan proyeksi ini menunjukkan urgensi bagi pemerintah daerah Kota Serang untuk segera mengambil tindakan dalam mengatasi masalah pengangguran yang disebabkan oleh kenaikan jumlah penduduk. Beberapa langkah yang bisa diambil termasuk meningkatkan investasi di sektor-sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, mengembangkan program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta memperkuat kebijakan pengendalian penduduk untuk memastikan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk tidak melebihi kapasitas pasar tenaga kerja (Nurhadi, 2. Rekomendasi Kebijakan dan Langkah-langkah Intervensi Rekomendasi kebijakan dalam menghadapi dampak kenaikan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang, diperlukan kebijakan dan langkahlangkah intervensi yang tepat untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah (Ramdhani, 2. Berdasarkan analisis data kuantitatif dan proyeksi masa depan, beberapa rekomendasi kebijakan berikut dapat diajukan. Peningkatan Investasi di Sektor-sektor Penyerapan Tenaga Kerja Data yang telah dianalisis menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk di Kota Serang diikuti dengan peningkatan tingkat pengangguran, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja belum mampu menyerap tambahan tenaga kerja. Untuk itu, pemerintah daerah perlu mendorong investasi di sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi dalam menciptakan lapangan kerja, seperti sektor manufaktur, pariwisata, dan industri kreatif. Jika investasi dalam sektor manufaktur, misalnya, meningkat sebesar 10%, diperkirakan dapat menyerap sekitar 5% dari tenaga kerja baru yang masuk pasar setiap tahunnya, berdasarkan koefisien elastisitas Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal penyerapan tenaga kerja sektor tersebut. Ini berarti, dengan kebijakan yang tepat, peningkatan investasi dapat mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan dalam jangka menengah. Pengembangan Program Pelatihan Kerja dan Peningkatan Keterampilan Berdasarkan analisis statistik, salah satu penyebab tingginya tingkat pengangguran adalah ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja dengan kebutuhan Oleh karena itu, pengembangan program pelatihan kerja yang berbasis pada kebutuhan industri lokal sangat penting. Program ini harus dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills, sehingga tenaga kerja lokal lebih siap bersaing di pasar kerja. Hasil survei terhadap industri lokal menunjukkan bahwa lebih dari 60% pemberi kerja merasa bahwa tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki keterampilan yang sesuai. Jika program pelatihan kerja dapat meningkatkan keterampilan 50% dari tenaga kerja yang ada, diharapkan tingkat pengangguran dapat berkurang hingga 3% dalam dua tahun ke depan. Penguatan Kebijakan Kewirausahaan dan Dukungan terhadap UKM Kewirausahaan merupakan salah satu solusi potensial untuk mengatasi pengangguran. Pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan yang mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memberikan akses yang lebih mudah ke modal, pelatihan manajemen bisnis, serta pemasaran. Dukungan ini akan membantu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor formal. Jika 20% dari tenaga kerja baru dapat didorong untuk memulai usaha sendiri melalui program kewirausahaan, diperkirakan tingkat pengangguran dapat berkurang sebesar 2% per tahun. Dukungan terhadap UKM juga diperkirakan dapat meningkatkan PDB daerah hingga 1,5% per tahun, yang akan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Implementasi Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk juga menjadi langkah penting dalam jangka panjang untuk menyeimbangkan jumlah tenaga kerja dengan kapasitas pasar kerja. Pemerintah daerah perlu mengimplementasikan program-program keluarga berencana dan kampanye edukasi tentang pentingnya pengendalian kelahiran. Jika kebijakan pengendalian penduduk berhasil menurunkan laju pertumbuhan penduduk dari 3% menjadi 2% per tahun, proyeksi pengangguran di masa depan dapat lebih terkendali, dengan tingkat pengangguran yang diperkirakan turun sebesar 1% dalam lima tahun ke depan. Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi Teknologi dan digitalisasi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemerintah daerah perlu mendorong adopsi teknologi di kalangan UKM dan sektor formal lainnya. Jika adopsi teknologi berhasil diterapkan pada 30% dari UKM di Kota Serang, diperkirakan ini dapat menciptakan tambahan lapangan kerja sebesar 1,5% per tahun, yang akan membantu menurunkan tingkat pengangguran secara keseluruhan. Rekomendasi kebijakan ini disusun berdasarkan analisis data kuantitatif yang menunjukkan hubungan erat antara kenaikan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran di Kota Serang. Implementasi kebijakan yang terarah dan tepat sasaran sangat penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan penduduk dapat diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai. Jika langkah-langkah intervensi yang diusulkan diterapkan dengan baik, diharapkan tingkat pengangguran di Kota Serang dapat dikendalikan dan bahkan diturunkan dalam beberapa tahun ke depan. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Penutup Kesimpulan dari penelitian mengenai "Dampak Kenaikan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Serang tahun 2022-2023" menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Serang secara signifikan mempengaruhi peningkatan tingkat pengangguran terbuka. Berdasarkan analisis data statistik dan kajian pustaka yang mendalam, terlihat adanya hubungan erat antara pertumbuhan penduduk dan dinamika pasar tenaga kerja di wilayah Kota Serang. Dari hasil kajian pustaka mengenai karakteristik demografi Kota Serang dan tren kenaikan jumlah penduduk di Kota Serang, teridentifikasi bahwa faktor-faktor seperti urbanisasi, migrasi, dan pertumbuhan alamiah penduduk menjadi pendorong utama kenaikan jumlah penduduk. Kenaikan jumlah penduduk memberikan tekanan tambahan pada pasar tenaga kerja, terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja yang Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk tanpa disertai dengan peningkatan kapasitas pasar tenaga kerja akan memperburuk tingkat Penelitian ini secara spesifik mengidentifikasi bahwa kenaikan jumlah penduduk di Kota Serang. Banten, pada periode 2022-2023, telah memberikan tekanan signifikan pada pasar tenaga kerja lokal. Data menunjukkan bahwa peningkatan populasi yang pesat, didorong oleh faktor urbanisasi dan migrasi, tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja yang Akibatnya, tingkat pengangguran terbuka di wilayah ini meningkat, mencerminkan ketidakmampuan pasar kerja untuk menyerap tambahan tenaga kerja yang tersedia. Melalui rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah intervensi yang diusulkan, penelitian ini menawarkan solusi konkret untuk mengatasi masalah pengangguran yang ditimbulkan oleh kenaikan jumlah penduduk. Jika diterapkan secara efektif, kebijakan ini tidak hanya akan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Serang. Penelitian ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai dampak demografi terhadap pasar tenaga kerja, serta pentingnya kebijakan yang terencana dan terpadu dalam menghadapi tantangan pengangguran yang dihadapi oleh daerah dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Daftar Pustaka