Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Penerapan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan Pada Khingguan Jember Siti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Administrasi Niaga. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pembangunan Jember. Indonesia *Email: fitriatul0515@gmail. com1, iandgraha@gmail. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2024-07-30 Diperbaiki : 2024-08-01 Disetujui : 2024-08-06 ABSTRAK Sumber daya manusia sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat mengembangkan dan mengelola kinerja secara optimal. Penilaian kinerja pada sumber daya manusia yang ada juga perlu dilakukan, tetapi pada Khingguan ini banyak karyawan yang masih menghiraukan penilaian kinerja harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem penilaian kinerja karyawan pada Khingguan. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan induktif, unit analisis yang diteliti dalam penelitian ini yaitu karyawan bagian sales perusahaan Khingguan, data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu dari manager perusahaan, area sales manager dan karyawan dengan cara wawancara dan observasi langsung, jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Penemuan pada penelitian kali ini yaitu sistem penilaian kinerja pada Khingguan menggunakan metode Key Performance Indicators (KPI) dan penilaian kinerja karyawan pada Khingguan menjadi lebih baik dengan diadakannya evaluasi lebih ketat dengan memberi punishment terhadap karyawan yang menghiraukan penilaian kinerja tersebut. Kata Kunci: Manajemen SDM. Kinerja Karyawan. Key Performance Indicator ABSTRACT Human resources are needed so that companies can develop and manage performance optimally. Performance assessment of existing human resources also needs to be done, but in Khingguan, many employees still ignore daily performance assessments. This study aims to determine how the implementation of the employee performance assessment system is carried out in Khingguan. The method used in this study is a qualitative method, with an inductive approach, the unit of analysis studied in this study is the sales employees of Khingguan company, the data obtained in this study are from the company manager, area sales manager and employees by means of interviews and direct observation, this type of research is descriptive. The findings in this study are that the performance assessment system in Khingguan uses the KPIs method and employee performance assessments in Khingguan are getting better with stricter evaluations by giving punishment to employees who ignore the performance assessment. Keywords: Human Resources Management. Performance Employee. KPIs Alamat Korespondensi Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Dunia perdagangan saat ini sedang menghadapi kemajuan, manusia sebagai sebuah aset yang ada pada perusahaan harus terus menerus berkarya dan memiliki sifat yang energik, sehingga manusia harus menjadi perhatian yang luar biasa bagi perusahaan, karena aset manusia merupakan sumber daya yang vital, berharga dan tentunya sangat diperlukan bagi kelancaran Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 manajemen untuk melakukan aktivitas di perusahaan. Aset manusia menjadi sebuah bagian yang sangat mendasar terhadap pergerakan perusahaan, karena kualitas kinerja dan pencapaian kinerja akan ada hubungannya dengan sumber daya manusia (Saridawati, 2. Biasanya dimana sumber daya manusia mendapat perhatian yang luar biasa dari perusahaan dimana ia bekerja, karena sumber daya manusia merupakan sumber daya yang sangat penting, berharga dan tentunya sangat penting bagi administrasi untuk menjalankan aktivitas di dalam perusahaan, karena sumber daya manusia merupakan sumber daya yang terus menerus memegang peranan yang dinamis dalam menjaga organisasi (Sutrisno, 2. Menurut Suryani & FoEh, . manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pemberian kompensasi, pengintragasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh individu, perusahaan maupun masyarakat. Penilaian pada kinerja karyawan disini berguna untuk mengetahui sejauh mana tujuan perusahaan tercapai, sehingga perusahaan bisa segera bertindak untuk mengambil keputusan. Penelitian yang ditulis oleh Lubis & Kusumanto, . strategi yang harus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan yaitu dengan memberikan reward, memenuhi hak karyawan, memberikan jenjang karir kepada karyawan, menjalin keakraban antara atasan dan bawahan, serta system penilaian kinerja yang transparan. Hal ini menjadikan sebuah bukti bahwa kinerja karyawan harus ada pada sebuah perusahaan agar sebuah perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Ratnawati & Regasari, . Key Performance Indicator (KPI) merupakan sebuahpenilaian mendasar untuk menilai seberapa baik kinerja pada karyawan, sehingga Key Performance Indicatordibutuhkan penilaian yang adil dalam menilai kinerja karyawan tersebut. Key Performance Indicator harus memiliki penilaian yang terukur sehingga perhitungannya Pengukuran dalam hal ini meliputi output kerja serta hasil kerja yang ada. Key Performance Indicator menjadi sebuah informasi terkait seberapa jauh target kerja terhadap progress yang dicapai karyawan. Menurut Sholikha & Pujianto, . Ketika perusahaan menggunakan penilaian kinerja dengan metode Key Performance Indicator terdapat banyak perubahan yang terjadi diantaranya HRD dapat dengan mudah mengevaluasi atau menilaian kinerja karyawannya, menjadikan motivasi bagi karyawan untuk bekerja, menjadikan karyawan untuk sensntiasa terus bertumbuh dan mendapatkan hasil kinerja yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Hal ini perusahaan akan bisa semakin lebih baik dan terus berkembang lagi kedepannya. Melihat penelitian yang ditulis oleh Fitriana et al. , . adanya sistem penilaian kinerja Key Performance Indicatormempermudah manajer dalam mengawasi kinerja karyawan, sehingga dalam proses memperbaiki lebih memudahkan perusahaan serta perancangan terkait sistem penilaian kinerja dapat dilakukan menggunakan cara menghitung nilai dari setiap indikator yang ada pada Key Performance Indicator yang telah disusun sebelumnya, jika perusahaan memiliki penilaian maka perusahaan akan mudah dalam memperhitungkan skor kinerja secara keseluruhan pada perusahaan itu sendiri. Penelitian yang ditulis oleh Bianco et al. , . menunjukkan bahwa pada penilaian kinerja karyawan dengan mengunakan metode Key Performance Indicator dapat mengurangi penggunaan kertas pada evaluasi kinerja karyawan karena telah dilakukan dengan cara digital dan dapat mempercepat proses evaluasi penilaian kinerja karyawannya yang semula bisa mamakan waktu 3-4 hari menjadi hanya 2 hari saja. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana para pekerja dapat bekerja dalam perusahaan dengan baik atau belum, guna mewujudkan tujuan bersama perusahaan. Hasil penilaian pelaksanaan kinerja tersebut nantinya akan diperlukan sebagai masukan dalam pertimbangan perusahaan kepada pihak karyawan atau pekerja perusahaan. Hal ini sering dilakukan oleh perusahaan untuk mensurvei eksekusi yang diberikan oleh para pekerjanya. Apabila hal ini sudah dilakukan oleh perusahaan, nampaknya perusahaan tentu membutuhkan kemajuan yang besar bagi perusahaan dan bagi para karyawan yang bekerja di dalam perusahaan Kinerja merupakan sebuah hasil penanganan khusus yang dilaksanakan oleh seluruh komponen organisasi pada suatu aset yang telah ditentukan. Berkaitan dengan ini, kinerja merupakan hasil terhadap proses untuk mencapai tujuan organisasi. (Tsauri, 2. Penelitian kali ini memilih Khingguan Jember sebagai objek penelitiannya. Khingguan ini bergerak dibidang jasa distributor makanan dan minuman ringan. Pada Khingguan seorang area branch manajer yang bertugas menilai karyawan akan melakukan penilaian kinerja karyawan dengan melihat laporan kinerja harian. Namun pada Khingguan disini banyak karyawannya yang masih menghiraukan penilaian kinerja, hal ini menyebabkan target pada Khingguan menurun. Berangkat dari masalah diatas perlu adanya pembenahan dalam hal terkait penilaian kinerja karyawannya, penilaian kinerja karyawan tersebut nantinya harus bisa memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan dari perusahaan maupun kebutuhan karyawan itu sendiri. Oleh karena itu perusahaan harus terus melakukan penilaian kinerja kepada karyawannya, agar perusahaan dapat terus berkembang menjadi persahaan yang lebih unggul dan maju, maka dari itu hal yang perlu diperhatikan yaitu kinerja yang diolah dan dinilai. Jika kinerja karyawan tidak dinilai, maka karyawan tidak memiliki rasa empati untuk timbal balik pada perusahaan dan tidak mempunyai motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh karyawan, hal ini nantinya akan menjadi tolak ukur perusahaan dalam mengapresiasi karyawannya. KAJIAN PUSTAKA Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia menurut Hidayat & A. Anwar, . merupakan bagian dari administrasi perusahaan, aset manusia juga dapat diterjemahkan sebagai suatu ilmu atau strategi yang dapat dimanfaatkan secara ideal untuk mewujudkan suatu tujuan organisasi, sumber daya manusia juga didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia bukan mesin dan juga bukan semata-mata menjadi sumber daya untuk berbisnis. Sedangkan pengertian lain menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu kemampuan yang mengkoordinasikan daya fikir dan daya fisik yang dimiliki oleh setiap pekerja serta perilaku dan sifat-sifatnya yang dapat timbul dari keturunan atau kecenderungan alamiahnya, serta pelaksanaan pekerjaannya yang dipengaruhi oleh keinginan untuk memenuhi (Bukit et. al, 2. Pengertian lain menurut Palguna & Utari, . manyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu yang digunakan untuk mangatur karyawan dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Dilihat dari beberapa uraian tadi dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan dari sejumlah individu secara efektif dan digunakan untuk mencapai tujuan bersama perusahaan, bisa juga sebagai ilmu yang digunakan agar bisa mengatur bagaimana keryawan dalam menjalankan suatu aktivitas yang diharuskan perusahaan untuk mencapai tujuan yang maksimal dengan efektif dan efisien. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Penilaian Kinerja Karyawan Penilaian kinerja karyawan merupakan sebuah proses untuk melakukan evaluasi pelaksanaan kerja tiap individu karyawan, penilaian kinerja disini dapat dilakukan untuk memberikan sebuah informasi tentang dapat dilakukannya sebuah penepatan gaji (Ilhami, 2. Sedangkan pengertian lainnya tentang penilaian kinerja adalah sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengukur standar yang ditetapkan oleh manajemen sumber daya manusia, standar ini penting adanya karena dalam penilaian kinerja diperlukan identifikasi secara jelas apa yang seharusnya karyawan lakukan dalam bekerja (Suherman & Yadewani, 2. Pendapat lain mengemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan suatu proses sosial dan proses komunikasi yang digunakan sebagai alat pengukur, penilaian kinerja juga diartikan sebagai suatu sosiopsikologis dan bukan merupakan sebuah keunikan (Kamaroellah, 2. Penilaian kinerja menurut Rosmanah, . yaitu proses pengevaluasian suatu kinerja yang telah dilakukan oleh setiap individu karyawan untuk mengetahui seberapa baik kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan pada periode tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat tadi, maka dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja merupakan proses yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja setiap karyawan pada perusahaan untuk dapat mengetahui seberapa baik kinerja karyawan tersebut pada suatu periode tertentu dan bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk perusahaan dalam memberikan suatu umpan balik kepada karyawan. Key Performance Indicator Pengertian lainnya menurut Lestira et al. , . KPI atau Key Performance Indicator menjadi media yang berfungsi sebagai tolak ukur suatu kunerja diperusahaan yang dilakukan dengan menggunakan nilai dan rentang angka. Key Performance Indicator digunakan untuk memastikan terkait berhasil atau tidaknya target yang telah ditetapkan dalam suatu instansi. Key Performance Indicator ini dalam proses implementasinya bersifat dinamis, oleh karena itu akan terjadinya sebuah inovasi serta terobosan baru dalam memenuhi target Key Performance Indicator. Sedangkan menurut Jalal & Safitri, . Key Performance Indikator menjadi ukuran rentang waktu yang penerapanya bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dalam menentukan target organisasi. Key Performance Indicator disini bersifat kuantitatif yang artinya pengakuratan data dalam melakukan tahapan penilaian kinerja organisasi yang memilki perbagai sudut pandang dan memiliki data yang akurat, serta menjadi penentuan tujuan awal dalam penyusunan strategi Pengertian lain dari Key Performance Indikator menurut Haholongan, . adalah sekumpulan dari data maupun informasi yang berisikan hasil dari suatu kinerja yang telah ditargetkan manajemen perusahaan untuk masing-masing karyawannya. Key Performance Indikator juga merupakan salah satu rangkaian indikator penting dari penerapan strategi bisnis yang sifatnya terukur serta memberikan sebuah informasi terkait strategi tersebut sejauh mana bisa tercapai. Tujuannya memfokuskan kinerja tersebut berhasil dilaksanakan pada saat ini dan masa depan (Sagita, 2. Dilihat dari beberapa pengertian tadi bisa ditarik kesimpulannya jadi KPI atau bisa disebut juga Key Performance Indikator marupakan alat ukur penilaian kinerja karyawan yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk menilai bagaimana kinerja para karyawan yang ada pada perusahaannya. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 METODE Pada penelitian saat ini jenis penelitian yang diterapkan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu dalam penelitiannya menjelaskan sejelas-jelasnya apa yang terjadi dilapangan. Menurut (Sugiyono, 2. Penelitian kualitatif bisa disebut juga penelitian yang dilakukan secara nyata terhadap objek yang telah ditentukan, bisa disebut juga penelitian yang dilakukan dengan menggunakan penjelasan yang berkaitan dengan apa yang terjadi pada objek penelitian yang Tujuan penelitian kualitatif menjadi bentuk evaluasi dari kondisi objek yang alamiah bagaimana sistem penilaian kinerja karyawan pada Khingguan. Penelitian yang sifatnya deskriptif data yang diperoleh meruakan bukti akurat dari fokus penelitian yang akan digunakan pada hasil penelitian untuk menjawab permasalahan yang ada terhadap fokus penelitian itu Pengambilan sampel penelitian disini menggunakan teknik purposive karena pada penelitian kualitatif apa yang akan dicari merupakan suatu masalah yang alami jadi tidak semua orang dapat dijadikan sampel. Adapun pemilihan informan disini yaitu informan yang tau mengenai penilaian kinerja dan terlibat secara langsung pada penilaian kinerja tersebut di Khingguan. Proses pengambilan data primer yang digunakan oleh peneliti adalah hasil dari wawancara dengan informan dan observasi lapangan serta dokumentasi, untuk data sekunder itu sendiri yaitu data yang diberikan perusahaan kepada peneliti maupun buku dan jurnal. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis data menurut (Miles & Huberman, 2. terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu. reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama peneliti mengumpulkan data di lapangan dan setelah data semua terkumpul, maka yang selanjutnya dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis data yang berlangsung dengan tahapan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Lalu pada uji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kinerja karyawan pada Khingguan ini terus mengalami perubahan pada setiap bulannya, artinya kinerja karyawan disini tidak bisa langsung sempurna dengan mengalami kenaikan terus menerus setiap bulannya, dikarenakan banyak karyawan yang menghiraukan penilaian kinerja harian, tetapi hal ini akan terus dievaluasi oleh pihak perusahaan. Sejak tahun 2022 sistem penilaian kinerja karyawan pada Khingguan disini sudah menggunakan Key Performance Indicator (KPI), untuk proses penilaian kinerja karyawan dilakukan setiap hari dan direkap pada akhir bulan. Dilihat dari rekap penilaian bulanan ini maka perusahaan bisa menentukan bonus yang akan diberikan kepada karyawan. Pada penelitian kali ini, peneliti mendapatkan data primer dari 4 informan dengan kriteria seseorang yang berada pada area yang diteliti, telah bekerja selama 1 tahun lebih dan mengetahui tentang masalah yang ada. Berikut tabel beberapa informan yang diambil oleh peneliti. Jabatan Area Sales Manajer Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Tabel 1. Informan Penelitian Keterangan Informan Pendukung Jumlah Informan ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Branch Manajer Karyawan Bagian Sales Karyangan Bagian Logistik Sumber. Data Diolah Tahun 2024 Informan Utama Informan Pendukung Informan Pendukung Menurut Bapak Hendrik selaku branch manajer bahwasanya hasil rekap penilaian kinerja karyawan pada Khingguan selama 4 bulan terakhir mengalami penurunan, dikarenakan karyawan banyak yang menghiraukan penilaian kinerja harian. Pada rekap penilaian kinerja karyawan Bulan Januari sampai dengan April ini mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak relevan, hal ini di sampaikan oleh branch manager Khingguan dengan memberi bukti rekap penilaian kinerja bulanan, berikut grafik hasil rekap penilaian kinerja 4 bulan terakhir. Kinerja Karyawan Khingguan Januari Februari Maret April Gambar 1. Grafik Rekap Penilaian Kinerja Khingguan Sumber. Khingguan Tahun 2024 Dilihat dari grafik diatas bahwasanya kinerja karyawan pada bulan Januari ke Februari mengalami penurunan dan sempat mengalami kenaikan lagi pada bulan Maret hingga akhirnya turun lagi pada bulan April, hal ini disebabakan karena dalam pelaksanaan kinerja karyawan masih ada karyawan yang menganggap pelaksanaan laporan kinerja harian ini sebagai hal sepele atau menghiraukan penilaian kinerja harian tersebut. Sehingga saat rekap penilaian kinerja bulanan mengalami naik turun, dalam hal ini akan berakibat pada target penjualan yang telah ditentukan sebelumnya belum bisa tercapai. Target yang ditentukan perusahaan setiap bulan yaitu 300 Juta Rupiah dan setiap sales dalam satu bulan ditarget 50 Juta Rupiah. Berikut merupakan bagan target penjualan pada Khingguan 4 bulan terakhir. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Target penjualan pada 4 bulan terakhir Januari Februari Maret April Gambar 2. Target Penjualan Khingguan Sumber. Khingguan Tahun 2024 Grafik diatas menunjukkan jika kinerja karyawan kurang bagus maka penjualan produk akan kurang memenuhi target, kinerja pada bulan Januari memasuki kriteria bagus sehingga penjualan juga akan memenuhi target, selanjutnya pada bulan Februari mengalami penurunan kinerja karyawan sehingga mengakibatkan penjualan belum bisa memenuhi target, lalu pada bulan Maret disini sedikit mengalami kenaikan penjualan karena kinerja karyawan pada bulan Maret juga mengalami kenaikan dan pada bulan April kinerja karyawan turun maka penjualan pun akan ikut turun. Pada Khingguan pelakasaan penilaian kinerja harian ini menggunakan sistem KPI (Key Performance Indikato. dalam melaksanakan penilaian kinerjanya. KPI (Key Performance Indikato. menurut (Slamet, 2. merupakan salah satu alat ukur kinerja karyawan berupa matrik finansial maupun non-finansial yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kemajuan karyawan dalam mencapai kinerjanya. Pembahasan Melihat penelitian yang ditulis oleh Syarifudin et al, . bahwasanya penilaian kinerja karyawan menggunakan metode Key Performance Indikator maka kinerja setiap pwgawai dapat dievaluasi dengan cara yang lebih obyektif dan terukur, dalam hal ini akan mengurangi unsur subjektivitas yang sering terjadi oada proses penilaian kinerja karyawan. Melalui Key Performance Indikator setiap pegawai juga menjadi lebih paham lagi terkait hasil kerja yang diharapkan oleh setiap individu karyawan tersebut, hal ini dapat mendorong karyawan untuk senantiasa mencapai target kinerja yang telah ditentukan sebelumnya oleh perusahaan itu sendiri. Pada penelitian yang ditulis oleh Syarifudin et al, . bahwa penerapan Key Performance Indikator pada PT Jaswita Jabar berjalan dengan optimal sehingga perusahaan dapat mencapai target yang diinginkan dan dapat meningkatkan produktivitas kinerja perusahaan yang baik. Selain itu perusahaan juga akan mampu lebih memaksimalkan lagi kinerja karyawanya dengan memberikan reward maupun punishment berupa pelatihan dan pengembangan karyawan pada setiap karyawan yang berkaitan, karyawan yang telat mengisi Key Performance Indikator akan mendapatkan nilai 0 dan tidak akan mendapatkan reward. Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Setiawan & Purba, . Fokus Key Performance Indikator sebagai suatu sistem manajemen perusahaan ada 3 hal yaitu. focus pada pengukuran kinerja karyawan, pencapaian sebuah visi dan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 misi dan pengambilan keputusan. Literatur pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa Key Performance Indikator berguna untuk meningkatkan sebuah kinerja pada suatu organisasi, dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik, dapat menentukan indikator keselamatan bahkan juga dapat memantau dashboard sistem. Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Lestira et al. , . bahwasanya strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan didasarkan pada metode Human Resources Scorecard. Hal ini dilihat dari semua perspektif operasional dengan strategi untuk meningkatkan jumlah karyawan yang berpartisipasi dalam studi koordinasi dan perspektif pelanggan. Perusahaan dianjurkan untuk menegur karyawan secara langsung melalui manajer umum jika jumlah karyawan yang mengikuti survei orientasi kurang dari jumlah yang diharapkan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan harus menargetkan berapa banyak karyawan yang harus disertifikasi, perusahaan memberikan informasi mengenai manfaat dan dokumentasi apa yang harus disiapkan untuk sertifikasi. Dalam meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan perlu mengoptimalkan biaya dasar pemberian layanan dengan mengkategorikan dan mengelompokkan biaya, biaya harus disajikan secara konkrit agar tidak merugikan perusahaan. Pada penelitian kali ini Khinguan menerapan penilaia kinerja Key Performance Indikator agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya, ketika Key Performance Indikator belum berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan maka perusahaan akan melakukan perbaikan dengan cara melakukan pengevaluasian lebih ketat lagi terhadap penilaian kinerja harian maupun rekap bulanan dan memberikan punishment berupa potongan gaji sebesar 10% dari gaji yang diterima karyawan pada setiap harinya serta mengurangi bonus atau malah tidak menerima sama sekali jika karyawan tidak memenuhi target penjualan pada setiap harinya. Menurut area sales manajer pada Khingguan, penggunakan penilaian kinerja menggunakan metode Key Performance Indikator bertujuan agar perusahaan dapat mengetahui bagaimana kinerja yang dilakukan oleh karyawan apakah karyawan telah tepat, fokus dan terukur serta bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Hal ini karena adanya 2 aspek yang akan diukur pada penilaian kinerja karyawan, kedua aspek tersebut yaitu aspek finansial dan Penilaian kinerja karyawan dapat dilihat hasilnya dengan menilai kemampuan karyawan, kedisplinan dan omset penjualan. Dari aspek yang telah disebutkaan sebelumnya maka diturunkan dalam beberapa indikator-indikator kunci yang digunakan untuk mengukur penilaian kinerja karyawan. Berikut beberapa indikator yang digunakan oleh Khingguan yaitu. Specific Specific disini diartikan sebagai hal yang jelas atau detail, pada Khingguan apa saja tugas yang harus dilakukan oleh karyawan ataupun target yang ditentukan perusahaan harus dirumuskan dengan jelas, hal ini diharapkan agar para karyawan dapat memahami dengan mudah terkait tugas yang harus dilakukannya, dalam hal ini atasan akan menjelaskan terkait tugas yang harus dilakukan oleh karyawannya pada awal karyawan masuk atau pada awal karyawan itu bekerja, setiap bagian memiliki tugas yang berbeda. Misalnya untuk penilaian kinerja bagian sales marketing ada penilaian tersendiri yaitu jumlah target penjualan yang harus berhasil diperoleh tiap individu karyawan minimal sejumlah 50 Juta setiap bulannya, jika karyawan bagian sales dapat memenuhi hal tersebut maka akan mendapatkan bonus. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Measurable Maksud dari measurable yaitu terukur, yang berarti dalam menentukan tujuan perusahaan atau sebuah target yang telah ditentukan oleh perusahaan harus diukur, hal ini dilakukan agar atasan dapat terus mengawasi bagaimana kinerja yang dilakukan oleh karyawan. Misalnya target pertahun pada Khingguan yaitu 3 Miliyar hal ini telah diukur oleh branch manajer dengan melihat bagaimana target setiap karyawan pada rekap bulanan, maka atasan dapat menentukan target tahunan tersebut. Attainable Attainable diartikan sebagai hal yang dapat dicapai pada Khingguan disini dalam membuat tujuan perusahaan tidak semena-mena tanpa memikirkan apakah tujuan tersebut memungkinkan untuk bisa dicapai, tujuan harus dibuat secara realistis dan masuk akal untuk dapat dicapai atau bisa dijangkau oleh para sumber daya manusa perusahaan yang tersedia. Sebelum menetapkan tujuan pastikan untuk mempertimbangkan sumber daya yang tersedia dan kemampuan untuk mencapainya, namun hal ini bukan berarti tujuan yang ditentukan perusahaan menjadi terlalu mudah. Relevant Sebuah tujuan yang ditetapkan harus dapat relevan atau sesuai dengan keingian ataupun kebutuhan jangka panjang dari sebuah perusahaan, pastikan untuk mempertimbangkan sebuah tujuan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menjadikan tujuan sebagai bagian pertama dari tujuan jangka panjang tersebut. Time bound Time bound merupakan sebuah waktu atau deadline waktu yang telah ditentukan perusahaan untuk membatasi suatu pekerjaan. membuat tujuan perusahaan harus memiliki tanggal ataupun waktu tertentu, maka membuat tujuan juga harus bersamaan membuat kerangka waktunya atau bisa disebut juga deadline. Pada Khingguan waktu yang telah ditentukan yaitu maksimal 20 jam untuk mencapai target harian dan nantinya target tersebut yang akan dilaporkan pada pihak Penilaian kinerja menggunakan metode Key Performance Indikator adalah langkahlangkah terukur yang digunakan perusahaan untuk mengukur bagaimana kinerja karyawannya dari waktu ke waktu. Penggunaan Key Performance Indikator disini dapat memberikan pandangan kepada perusahaan untuk memberikan besaran gaji kepada karyawannya. Pada penilaian kinerja ini Khingguan melakukan evaluasi lebih ketat terkait bebrapa karyawan yang menghiraukan penilaian kinerja ini, selain tidak mendapatkan bonus lebih karyawan ini juga diberi hukuman berupa potong gaji 10% dari gaji harian atau mengganti target hari kemaren yang belum terpenuhi. Berikut rekap hasil penilaian kinerja karyawan pada bulan Mei dan Juni pada Khingguan bagian sales marketing. Tabel 2. Rekap Penilaian KPI Bulan Mei Keterangan Performance Indicators Unit Pengukuran % pertumbuhan penjualan dibanding bulan sebelumnya Market share Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Target ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 Skor kepuasan pelanggan . kala 1-5 AoAodimana 5 sangat puasAoA. % ketersediaan produk di took Rata-rata jumlah penjualan Rata-rata jam untuk menyelesaikan target penjualan Angka 4,50 Rupiah Jam Rp 50 juta Maks 20 Jam Sumber. Khingguan Tahun 2024 Tabel 3. Rekap Penilaian KPI Bulan Juni Keterangan Performance Indicators Unit Pengukuran % pertumbuhan penjualan dibanding bulan sebelumnya Market share Skor kepuasan pelanggan . kala 1-5 AoAodimana 5 sangat Angka puasAoA. % ketersediaan produk di took Rata-rata jumlah penjualan Rupiah Rata-rata jam untuk menyelesaikan target penjualan Jam Target 4,50 Rp 50 juta Maks 19 Jam Sumber. Khingguan Tahun 2024 Dilihat dari tabel diatas, hasil rekap penilaian kinerja karyawan pada bulan Mei semakin membaik dengan diadakannya evaluasi yang semakin ketat dengan memberikan hukuman kepada Berarti dalam hal ini Khingguan berhasil membuat karyawannya lebih patuh lagi terhadap peraturan yang ada dan tidak lagi menghiraukan penialaian kinerja karyawan yang ada pada Khingguan, atasan Khingguan mengadakan evaluasi lebih ketat dan memberikan punishment terhadap karyawan yang mencoba menghiraukan penilaian kinerja ataupun tidak mematuhi peraturan yang ada. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Khingguan ini merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa distributor, sistem penilaian kinerja karyawan di Khingguan terus mengalami perubahan menuju ke arah perbaikan. Jika sebelumnya jika sebelumnya banyak karyawan yang menghiraukan penilaian kinerja lalu pada bulan Mei ini sudah tidak ada lagi karyawan yang mengiraukannya hal ini dikarenakan adanya hukuman dan evaluasi lebih ketat pada penilaian Sistem rekap Key Performance Indicator dilakukan setiap 1 bulan sekali yang dikelola oleh brach manajer, yang kemudian penilaian satu tahun disatukan untuk mendapatkan rasio atau rata-rata penilaian kinerja karyawan di Khingguan. Implikasi penggunakan Key Performance Indicator pada Khingguan di bulan Mei dan Juni ini semakin baik dari 4 bulan sebelumnya, dikarenakan pada hal ini banyak karyawan yang jera ketika mereka menghiraukan penilaian kinerja harian, hal ini disebabkan perusahaan mengeluarkan kebijakan baru ketika karyawan itu tidak memenuhi target yang telah ditentukan sebelumnya. Penilaian kinerja ini penting adanya, agar perusahaan dapat melihat bagaimana kinerja setiap individu karyawan yang diberikan untuk perusahaan, hal ini perusahaan akan menentukan seberapa gaji maupun reward yang harus diberikan perusahaan kepada karyawannya. Saran untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap referensi yang lebih relevan, dalam hal ini peneliti menyadari bahwasanya penelitian saat ini masih terdapat kelemahan dan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ASiti Fitriatul Maghfiroh1*. Alifian Nugraha2 banyaknya kekurangan dalam pembahasan dalam artikel ini, peneliti saat ini berharap agar penelitian ini dapat dikembangakan lagi pada penelitian selanjutnya. REFERENSI