Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Hedonisme dan Impulsivitas Dalam Pembelian Produk Pakaian Melalui Cross Border E-Commerce Yustikarani Julianti Pambudi1*. Dhisa Tania Priyadi1. Anisa Rahmawati1. Dhany Surya Ratana1 Politeknik APP Jakarta Jl. Timbul No 34. Jakarta Selatan, 12630. Indonesia *Email: yustikarani. pambudi@gmail. ABSTRAK TujuanAe Untuk mengetahui pengaruh motivasi hedonik disertai dengan faktor lainnya seperti faktor eksternal dan situasional terhadap keputusan pembelian secara impulsif pada produk pakaian di cross border e-commerce. MetodeAe Pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuisioner secara random Seluruh data yang berhasil dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling, diolah menggunakan software SmartPLS. HasilAe Hasil penelitian ini diketahui bahwa motivasi hedonik tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian impulsif produk pakaian di cross borde e-commerce. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa keputusuan impulsif lebih dipengaruhi karena tampilan pada website cross border e-commerce, promosi penjualan dan ketersediaan waktu konsumen. Originalitas (Novelt. Ae Memberikan nilai keterbaharuan pada fenomena pembelian impulsif melalui cross border e-commerce timbul bukan dipengaruhi oleh adanya motivasi hedonik pengguna melainkan faktor pendukung lainnya terutama kualitas dari website cross broder ecommerce itu sendiri. ImplikasAe Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan pengembang cross border e-commerce dan penjual pada e-commerce untuk menentukan strategi yang tepat dalam peningkatan jumlah penjualan dan peningkatan kualitas pelayanan. Kata Kunci : Cross border e-commerce, motivasi hedonik, pembelian impulsif Published by Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. Indonesia | Copyright A 2024 by the Author. | This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License http://creativecommons. org/licenses/by/4. , which permitsunrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ABSTRACT PurposeAe Aims to determine the effect of knowing hedonic motivation along with other factors, such as external and situational factors, on impulsive purchasing decisions for clothing products in cross-border e-commerce. MethodologyAe This research uses a quantitative approach by collecting data through random sampling questionnaires. All data collected was analyzed using Structural Equation Modeling processed using SmartPLS software. FindingsAe The results of this research show that hedonic motivation has no influence on impulse purchasing decisions for clothing products in cross-border e-commerce. In this research, the results showed that impulsive decisions were more influenced by the appearance on the cross-border e-commerce website, sales promotions and consumer time availability. Originality/NoveltyAe Providing novelty value to the phenomenon of impulse buying through cross border e-commerce arises not influenced by the user's hedonic motivation but other supporting factors, especially the quality of the cross border e-commerce website itself. Implications Ae The results of this research can be used by cross-border e-commerce development companies and e-commerce sellers to determine the right strategy for increasing the number of sales and improving service quality Keywords : Cross border e-commerce, hedonic motivation, impulsive buying DOI: http://dx. org/10. 30596/jimb. JEL CLASSIFICATION: O16. B17 Cara Sitasi : Pambudi. Priyadi. , & Rahmawati. , & Ratana. Hedonisme dan Impulsivitas Dalam Pembelian Produk Pakaian Melalui Cross Border E-Commerce. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 25. , 1-18. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis PENDAHULUAN Perkembangan teknologi pada dunia bisnis dan perdagangan terus meningkat dengan e-commerce hadir untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara fisik untuk bertransaksi, namun cukup melalui internet. Kemudahan yang diberikan melalui e-commerce membuka ruang bisnis yang semakin luas untuk memfasilitasi dan mempermudah transaksi jual beli dalam dan luar negeri (Peng. Saat ini perusahaan dapat dengan mudah mendapatkan pembeli dari negara lain begitu pula sebaliknya melalui e-commerce. Bentuk transaksi jual beli dengan melibatkan konsumen dari berbagai negara ini disebut dengan cross border e-commerce (Qi et al. Cross border e-commerce tidak hanya menyediakan fitur virtual yang modern bagi industri retail, namun juga berperan dalam meningkatkan daya saing global (Du et al. Cross border e-commerce memberikan kemudahan dalam pembelian produk dari luar negeri yang meningkatkan motivasi pembelian produk oleh konsumen (Chen & Yang. Pembelian produk yang dilakukan tidak hanya yang telah terencana, namun juga pembelian tidak terencana atau secara impulsif. Pembelian impulsif merupakan proses yang terjadi ketika seseorang mengalami dorongan untuk membeli barang secara spontan dan tidak dapat ditolak (Solomon, 2. Proses pembelian impulsif tidak melalui perencanaan maupun pertimbangan yang matang (Kafadar & Yilmaz, 2. , sehingga terjadi dengan sangat cepat. Dalam penelitian ini pembelian impulsif secara spesifik dimaknai dengan ketidakmampuan untuk menolak keinginan berbelanja secara spontan ketika dihadapkan pada pilihan produk di platform cross border e-commerce. Di Indonesia, terdapat beberapa website e-commerce yang melayani proses transaksi dalam negeri dan cross border e-commerce. Shopee Indonesia merupakan salah satu cross border e-commerce terbesar. Berdasarkan data pada tahun 2022. Shopee merupakan ecommerce dengan market share terbesar yaitu 36% (Works, 2. Produk pakaian menjadi produk pembelian impulsif terbesar mencapai angka 40% (Ashe, 2. Indonesia, produk pakaian menjadi produk dengan transaksi tertinggi di e-commerce tahun 2020 dengan jumlah transaksi sebesar 22% dari total belanja di e-commerce (Lidwina. Banyaknya merek fast fashion memberikan semakin banyak pilihan kepada konsumen termasuk mendorong proses pembelian secara impulsif. E-commerce memfasilitasi konsumen untuk lebih mudah melakukan pembelian secara impulsif (Xu et al. , 2. Kemudahan yang dirasakan oleh konsumen bergantung pada penerimaan pengguna terhadap teknologi yang disediakan melalui e-commerce. Adapun setiap pengguna e-commerce atau secara spesifik CBEC akan merasakan penerimaan dan persepsi yang berbeda-beda saat menggunakan aplikasi. Persepsi pengguna terhaap teknologi dapat dilihat dari dua indikator yaitu kemudahan dalam penggunaan dan manfaat yang dirasakan (Noor Ardiansah et al. , 2. Semakin pengguna merasakan kemudahan dalam menggunakan aplikasi akan meningkatkan penerimaan (Kumala et al. , 2. hingga secara siginifikan menimbulkan adanya motivasi hedonik (Salimon et al. , 2. Begitupula yang terjadi ketika pengguna merasakan semakin banyak manfaat saat menggunakan atau bertransaksi melalui CBEC, meningkatkan keinginan untuk terus berbelanja (Pratminingsih et al. , 2. Timbulnya motivasi hedonik merupakan bagian dari perilaku konsumen terhadap penggunaan suatu teknologi baru, dalam hal ini CBEC. Motivasi hedonik merupakan bagian dari motivasi emosional seseorang dalam melakukan keputusan untuk membeli barang/jasa dengan harapan dapat mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Motivasi hedonik mengungkapkan suatu kesenangan semata demi memenuhi kepuasan Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis pikiran seseorang dalam pengalaman berbelanja. Motivasi hedonik secara lebih lanjut mempengaruhi timbulnya implusivitas dalam pembelian suatu produk (Hidayah & Sari. Semakin besar dorongan terhadap motivasi hedonik akan meningkatkan jumlah pembelian produk yang tidak terencana sebelumnya. Lebih dari 50% pembelian impulsif dilakukan secara online melalui e-commerce (Wu et al. , 2. Pembelian impulsif adalah keputusan pembelian yang dibuat secara spontan, tanpa pertimbangan yang matang dan cermat. Pembelian impulsif terjadi ketika seseorang mengalami perasaan terdesak secara tiba-tiba yang tidak dapat dilawan. Pembelian produk secara impulsif melalui cross border e-commerce dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor internal, eksternal (Kimiagari & Malafe, 2. dan faktorfaktor situasional (Dey & Srivastava, 2. Faktor situasional yang mempengaruhi pembelian impulsif diantaranya adalah stimulus yang diberikan melalui tampilan ecommerce (J. Kim & Lennon, 2. , promosi penjualan (Awan & Abbas, 2. , ketersediaan uang dan waktu (Foroughi et al. , 2. Faktor internal berupa motivasi dalam diri seperti motivasi hedonik memiliki pengaruh terkuat dalam keputusan pembelian secara impulsif (Akram et al. , 2. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji mengenai pembelian secara impulsif yang dipengaruhi oleh motivasi hedonik (Akram et al. , 2018. Deborah et al. , 2022. Widagdo & Roz, 2. maupun faktor lainnya (Kimiagari & Malafe, 2021. Turkyilmaz et , 2. Berdasarkan hasil analisis dari berbagai penelitian terdahulu, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji pada objek cross border e-commerce (Zhu et al. dan lebih detil lagi pada produk pakaian. Selain itu, pada penelitian ini juga fokus pada satu platform cross border e-commerce yang ada di Indonesia, yaitu Shopee. Hal ini yang menjadi tujuan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh motivasi hedonik disertai dengan faktor lainnya seperti faktor eksternal dan situasional terhadap keputusan pembelian secara impulsif pada produk pakaian di cross border e-commerce. Melalui penelitian yang dilakukan, dapat memberikan nilai keterbaharuan pada fenomena pembelian impulsif melalui cross border e-commerce timbul bukan dipengaruhi oleh adanya motivasi hedonik pengguna melainkan faktor pendukung lainnya terutama kualitas dari website cross broder e-commerce itu sendiri. Pengembangan Hipotesis Faktor internal menjadi motivasi terkuat yang memengaruhi keputusan pembelian impulsif (Akram et al. , 2. Faktor internal yang menjadi pendorong adalah adanya motivasi hedonik yang dimiliki oleh setiap individu. Motivasi hedonik merupakan aktivitas pembelian suatu produk dan atau jasa yang didorong oleh perilaku yang berkaitan dengan panca indera, fantasi, dan emosi yang menjadi kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama (Pratminingsih et al. , 2. Timbulnya motivasi hedonik diasosiakan pada fokus kepuasaan sesaat saja. Motivasi hedonik timbul dari adanya beberapa persepsi yang dirasakan oleh konsumen saat mengakses website dalam proses pembelian produk melalui e-commerce. Persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan yang dirasakan oleh pengguna mendorong peningkatan motivasi hedonik pengguna (Salimon et al. , 2. Persepsi kebermanfaatan merupakan kondisi ketika pengguna merasakan adanya nilai tambah saat menggunakan website (Nuryakin et al. , 2. Semakin tinggi persepsi kebermanfaatan yang dirasakan maka meningkatkan motivasi hedonik sebagai tindakan yang mendukung dalam pencapaian kepuasan. Selain manfaat, kemudahan dalam menggunakan teknologi atau website turut menjadi faktor pendorong meningkatnya motivasi hedonik. Persepsi kemudahan dalam penggunaan teknologi merupakan kondisi Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis ketiak pengguna membutuhkan usaha minimal untuk mendapatkan manfaat dan memahami teknologi (Halim & Keni, 2. Ketika pengguna merasakan penggunaan ecommerce tidak memerlukan usaha serta waktu lebih, maka akan meningkatkan motvasi H1. Persepsi kebermanfaatan berpengaruh signifikan terhadap motivasi hedonik. H2. Persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap motivasi hedonik. Beberapa penelitian melakukan kajian dan mendapatkan hasil bahwa motivasi hedonik memilik pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif (Hidayah & Sari, 2021. Pratminingsih et al. , 2021. Widagdo & Roz, 2. Pembelian impulsif merupakan bagian dari perilaku konsumen yang secara emosional melakukan pembelian barang tanpa proses pertimbangan yang panjang (Umar et al. , 2. Perilaku pembelian impulsif salah satunya juga timbul dari adanya keinginan untuk segera ingin memiliki barang yang dilihat melalui platform e-commerce. Dalam konteks cross border ecommerce hambatan antar negara tidak lagi menjadi penghalang dalam pembelian Proses pembelian impulsif yang dipengaruhi oleh motivasi hedonik juga terjadi pada platform e-commerce (Deborah et al. , 2. Semakin tinggi tingkat motivasi hedonik pengguna dalam menggunakan e-commerce, maka semakin tinggi kemungkinan pembelian produk secara impulsif. Hal ini disebakan karena motivasi hedonik meningkatkan keinginan untuk selalu berbelanja, melalui keinginan tersebutlah akhirnya meningkatkan pembelian secara impulsif (Cahyani & Marcelino, 2. H3. Motivasi hedonik berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif Pembelian produk secara implusif juga dipengaruhi oleh adanya dorongan dari E-commerce merupakan bentuk hasil pengembangan teknologi, yang mana proses transaksi jual beli sepenuhnya mengandalkan keunggulan visual yang dimiliki oleh website ataupun aplikasi. Tampilan yang diberikan oleh e-commerce seperti deskripsi produk, fitur dalam website, kualitas desain situs website menjadi faktor pendorong untuk melakukan pembelian pada cross border e-commerce (A. Wang et al. , 2. Kualitas website menjadi salah satu kunci dalam penjualan melalui e-commerce berdasarkan kemampuan penelusuran, kemudahan pemesanan, pencarian informasi serta kecepatan pelaksaan aktivitas (Adhi Prasetio & Aliffia Muchnita, 2. Kualitas website yang memengaruhi pembelian secara impulsif setidaknya terdiri dari beberapa komponen seperti kemudahan penggunaan, kualitas informasi dan interaksi pelayanan (Barnes & Vidgen. Kualitas yang diberikan oleh e-commerce pada tampilan website memberikan jaminan kepada pengguna untuk dapat menggunakan secara bebas (Widagdo & Roz. H4. Tampilan website berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif Faktor eksternal juga didukung dengan adanya promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual melalui cross border e-commerce. Promosi penjualan yang dimaksud merupakan rangkaian kegiatan pemasaran, dalam batas waktu tertentu (Kegan, 2. , yang memberikan nilai tambah atau insentif untuk meningkatkan penjualan secara cepat dan mendorong pembeli untuk melakukan pembelian secara spontan (Hajjat, 2. Promosi penjualan bertujuan untuk meningkatkan penjualan secara signifikan diantaranya berupa diskon, penawaran khusus, hadiah gratis hingga program loyalitas. Adanya promosi penjualan yang menarik khususnya bagi penggunan e-commerce akan rentan terhadap Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis pembelian impulsif karena adanya dorongan kuat untuk memanfaatkan penawaran sesaat tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. H5. Promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif Selain dipengaruhi oleh dorongan internal dan eksternal, keputusan pembelian secara impulsif juga dipengaruhi adanya kondisi situasional (Dey & Srivastava, 2. Kondisi situasional timbul bergantung pada ketidakpastian yang dimiliki oleh individu tersebut. Adapun yang menjadi faktor situasional adalah ketersediaan uang dan waktu yang dimiliki. Setiap individu memiliki tingkat kemampuan pembelian yang berbeda-beda sesuai dengan ketersediaan uang yang dimiliki (Foroughi et al. , 2. Kondisi ini membuat keputusan pembelian seseorang menyesuaikan dengan kemampuan finansialnya. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ketersediaan uang mempengaruhi secara signifikan terhadap pembelian impulsif (Awan & Abbas, 2020. Beatty & Ferrell, 1998. Husnain et , 2. Semakin besar ketersediaan uang yang dimiliki maka semakin besar dorongan emosional untuk memutuskan pembelian produk. Selain ketersediaan uang, ketersediaan waktu memengaruhi keputusan pembelian Argumentasi yang dibangun adalah ketika individu memiliki waktu yang lebih leluasa untuk memilih produk maka membangun emosi positif untuk tidak melakukan pembelian secara impulsif (Beatty & Ferrell, 1998. Foroughi et al. , 2. H6. Ketersediaan uang berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif H7. Ketersediaan waktu berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsifH8. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengujian hipotesis bertujuan untuk menguji bagaimana variabel berpengaruh satu dengan yang lainnya. Secara lebih spesifik, penelitian ini menguji hipotesis dari delapan variabel yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, motivasi hedonik, website stimulus, promosi penjualan, ketersediaan uang, ketersediaan waktu, dan pembelian impulsif. Variabel-variabel tersebut disusun membentuk satu model penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 1. Website Stimulus Perceived Money availability Hedonic Motivation Perceived ease of Impulsive Buying Time availability Sales Promotion Gambar 1. Kerangka Konseptual Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna cross border e-commerce Shopee yang pernah melakukan transaksi pembelian produk dari luar negeri minimal satu Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji content validity pada penelitian sebelumnya. Adapun kuesioner disebarkan secara daring dengan menggunakan platform Google form. Kuesioner terdiri atas tiga bagian yaitu pertanyaan saringan untuk memastikan responden telah sesuai dengan kriteria, pertanyaan data responden, dan bagian pertanyaan utama sesuai dengan tujuan penelitian. Bagian pertanyaan utama terdiri atas 27 pertanyaan sebagaimana yang terdapat pada tabel 1. Tabel. 1 Daftar Pertanyaan Kuesioner Variabel Perceived Usefulness Perceived Ease of Use Pertanyaan Sumber PU1: CBEC bermanfaat dalam memeroleh produk dari luar PU2: Menggunakan CBEC meningkatkan kualitas berbelanja PU3: Menggunakan CBEC membuat proses berbelanja dari luar negeri menjadi lebih cepat PEOU1: Saya merasa dapat dengan mudah berbelanja menggunakan CBEC PEOU2: Saya dapat menggunakan CBEC tanpa hambatan (Salimon et , 2. (Salimon , 2. (Changa , 2. (J. Kim Lennon. PEOU3: Saya dapat menggunakan CBEC tanpa bantuan Hedonic Motivation PEOU4: Saya merasa tahapan berbelanja produk luar negeri menggunakan Shopee dapat dengan mudah diingat HM1: Saya suka menghabiskan waktu luang dengan berbelanja HM2: Berbelanja adalah salah satu kegiatan favorit saya Website Stimulus Sales Promotion Money Availability HM3: Secara umum, berbelanja adalah kegiatan yang HM4: Saya adalah orang yang mencari kesenangan lewat WS1: Tampilan Shopee dirancang dengan baik sehingga tidak membuang-buang waktu saya dalam mencari produk luar negeri WS2: Shopee menampilkan informasi produk luar negeri yang WS3: Saya menyelesaikan transaksi dengan cepat ketika berbelanja produk luar negeri di Shopee WS4: Saya menyelesaikan transaksi dengan mudah ketika berbelanja produk luar negeri di Shopee SP1: Jika saya melihat produk luar negeri dan produk tersebut sedang diskon, maka saya cenderung untuk membeli tanpa pikir panjang SP2: Saya cenderung membeli produk dari luar negeri ketika melihat penawaran promosi yang menarik SP3: Saya cenderung membeli produk luar negeri yang tidak diinginkan karena produk tersebut sedang diskon MA1: Saya merasa tidak memiliki uang untuk melakukan (Badgaiyan Verma, (Beatty Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Variabel Time Availability Impulse Buying Pertanyaan Sumber pembelian produk dari luar negeri yang tidak MA2: Saya merasa uang yang saya miliki terbatas untuk melakukan pembelian produk dari luar negeri yang tidak MA3: Saya merasa memiliki uang lebih untuk melakukan pembelian produk dari luar negeri yang saya sukai TA1: Waktu yang saya miliki terbatas untuk melakukan pembelian produk luar negeri di Shopee TA2: Saya merasa terburu-buru saat melakukan pembelian produk luar negeri di Shopee TA3: Saya tidak terburu-buru dalam melakukan pembelian produk luar negeri di Shopee IB1: Saya membeli produk dari luar negeri yang tidak saya rencanakan di Shopee IB2: Saya merasakan ada dorongan untuk membeli produk dari luar negeri di Shopee, yang pada akhirnya saya beli IB3: Saya merasa senang saat melakukan pencarian produk luar negeri di Shopee Ferrell, 1. (Beatty Ferrell, 1. (Changa , 2. Pada penelitian menggunakan estimasi interpretasi dengan Structural Equation Model (SEM) yang dianalisis menggunkan PLS (Partial Least Squar. Penentuan jumlah sampel minimum dengan menggunakan rumus (Hair J et al. , 2. Berdasarkan rumus tersebut, maka jumlah sampel minimum yang digunakan dalam penelitian ini adalah 175 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografi Responden Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui kuesioner, terdapat 181 responden yang mengisi dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Jumlah tersebut telah memenuhi jumlah minimum responden untuk penelitian ini. Secara demografi, responden pada penelitian ini didominasi oleh responden berjenis kelamin wanita . %) dan dengan rentang usia 21 sampai 30 tahun . %). Lebih detail mengenai data demografi responden terdapat pada Tabel 2. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Tabel. 2 Data Demografi Responden Karakteristik Jenis Kelamin Tipe Wanita Laki-laki < 20 Tahun 21Ae30 Tahun 31Ae40 Tahun >40 Tahun SMA Diploma Sarjana Master Pegawai Swasta PNS Mahasiswa Ibu Rumah Tangga Lain-lain Umur Pendidikan Pekerjaan Catatan: n=181 Sumber: Data diolah, 2023 Hasil Hasil analisis SEM untuk outer model digunakan untuk mengetahui validitas dan Pengujian validitas yang dilakukan meliputi pengujian validitas konvergen . onvergent validit. dan pengujian validitas diskriminan . iscriminant validit. Sementara, uji reliabilitas dapat dilihat melalui nilai composite reliability. Validitas konvergen diukur melalui nilai loading factor >0. 70 untuk setiap indikator dan nilai Average Variance Extracted (AVE) >0,50 setiap variabelnya. Hasil uji validitas konvergen menunjukkan bahwa terdapat nilai loading factor <0. 70, sehingga dilakukan penghapusan indikator yang tidak valid untuk kemudian dilakukan pengolahan data dengan hasil nilai loading factor >0. 70 dan AVE >0. Pengujian realibilitas juga dilakukan untuk melihat konsistensi kuesioner dengan kriteria composite reliability lebih besar dari 0. 7, dengan hasil yang dapat nilai dilihat pada Tabel 3. Tabel. 3 Data Hasil Deskriptif Statistik Variabel Indikator Factor Loading AVE Perceived Usefulness PU1 PU2 PU3 PEOU1 PEOU2 PEOU3 PEOU5 HM1 HM2 HM3 Perceived Ease of Use Hedonic Motivation Composite Reliability Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Variabel Website Stimulus Sales Promotion Impulse Buying Money Availability Time Availability AVE Composite Reliability Indikator Factor Loading HM4 WS1 WS2 WS3 WS4 SP1 SP2 SP3 IB1 IB2 IB3 MA3 TA1 TA2 Sumber: Data diolah, 2023 Validitas diskriminan ditentukan dengan nilai akar dari AVE lebih besar dari nilai korelasi antar variabel melalui nilai Fornell-Larcker Criterion. Berdasarkan hasil pengolahan data, data yang tersedia telah memenuhi seluruh kriteria yang telah ditentukan. Tabel. 4 Nilai Fornell-Larcker Criterion PEOU PEOU Catatan: SP=Sales Promotion. WI=Website Stimulus. IB=Impulse Buying. HM=Hedonic Motivation. PEOU=Perceived Ease of Use. PU=Perceived Usefulness. MA=Money Availability. TA=Time Availability Adapun model hasil pengujian yang didapatkan adalah sebagai berikut. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Gambar. 1 Kerangka Model Hasil Pengolahan Data Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, empat dari tujuh hipotesis mendapatkan hasil berpengaruh secara signifikan. Ketentuan uji hipotesis yang menjadi dasar penentuan adalah nilai probability . -valu. C 0. 05, maka hipotesis dinyatakan didukung atau berpengaruh secara signifikan. Secara lebih detil hasil uji hipotesis terdapat pada Tabel 5 yang didapatkan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan aplikasi Smart-PLS. Tabel. 5 Nilai P-Values Perceived Usefulness Ie Internal: Hedonic Motivation Perceived Ease of Use Ie Internal: Hedonic Motivation Internal: Hedonic Motivation Ie Impulse Buying External: Website Stimulus Ie Impulse Buying External: Sales Promotion Ie Impulse Buying Situational: Money Avail Ie Impulse Buying Situational: Time Avail Ie Impulse Buying P-Values Keterangan Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Pembahasan Pengaruh persepsi kebermanfaatan terhadap motivasi hedonik. Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai yang didapatkan lebih kecil dari 0. 05 sehingga hipotesis ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan positif antara persepsi kebermanfaatan dan motivasi hedonik. Hal ini berarti semakin tinggi nilai variabel persepsi kebermanfaatan maka semakin tinggi pula nilai variabel motivasi hedonik. Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya pengaruh positif persepsi kebermanfaatan terhadap motivasi hedonik. Persepsi manfaat yang dirasakan oleh pengguna meningkatkan emosi positif individu untuk terus menggunakan fitur yang ada Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis hingga menimbulkan motivasi hedonik (Hong & Na, 2008. Salimon et al. , 2017, 2021. Wang & Li, 2. Manfaat paling utama yang dapat dirasakan oleh pengguna dalam penggunaan cross border e-commerce Shopee adalah akses terhadap barang-barang terutama produk fashion dari luar negeri yang semakin mudah. Pengguna hanya perlu melakukan pencarian menggunakan aplikasi cross border e-commerce Shopee namun sudah dapat mengakses produk dari berbagai negara dan setelah melakukan pembayaran tinggal menunggu proses pengiriman barang selesai. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah melakukan perbandingan produk dan harga antar negara sehingga ketika mendapatkan produk yang lebih murah dari negara lain memberikan manfaat nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi pengguna yang menimbulkan motivasi hedonik. Manfaat yang dirasakan oleh pengguna juga dapat berupa perasaan nyaman yang timbul ketika menggunakan aplikasi cross border e-commerce Shopee. Saat pengguna merasa nyaman, akan menimbulkan kepuasan yang memicu adanya motivasi hedonik (Zhou, 2. Pengaruh persepsi kemudahan terhadap motivasi hedonik. Hasil uji hipotesis mendapatkan nilai p-values lebih besar dari 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara persepsi kemudahan terhadap motivasi hedonik. Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan terdapat pengaruh persepsi kemudahan terhadap motivasi hedonik (Akram & Lavuri, 2024. Limone et al. , 2019. Salimon et al. , 2. Pada kasus spesifik pembelian produk pakaian melalui cross border e-commerce Shopee, bahwa kemudahan yang dirasakan oleh pengguna tidak memberikan adanya keterikatan emosional yang membangkitkan motivasi hedonik untuk melakukan pembelian. Cross border e-commerce Shopee merupakan aplikasi berbasis internet, sehingga kecepatan akses internet akan sangat mempengaruhi persepsi kemudahan yang dirasakan oleh pengguna (Dhir et al. , 2. Persepsi kemudahan juga didasarkan pada kemampuan literasi digital dari masing-masing Kecepatan akses internet yang semakin merata di Indonesia dan literasi digital yang terus meningkat, dapat menjadi dasar bahwa setiap pengguna telah merasakan standar kemudahan yang sama. Pihak Shopee juga terus melakukan pengembangan aplikasi yang membuat proses belanja menjadi semakin mudah. Hal ini akhirnya yang mengaburkan timbulnya motivasi hedonik walau setiap pengguna telah merasakan kemudahan dalam menggunakan cross border e-commerce Shopee. Pengaruh motivasi hedonic terhadap pembelian impulsif. Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai p-values pada hipotesis ini lebih besar dari 0. yang bermakna tidak terdapat pengaruh signifikan antara motivasi hedonik dan pembelian Pada penelitian terdahulu, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan, yang mana ketika individu memiliki motivasi hedonik yang tinggi akan mendorong untuk pembelian produk secara impulsif (Deborah et al. , 2022. Ramadania et , 2022. Rani et al. , 2. Hal ini dikarenakan pada motivasi hedonik memberikan emosi untuk terus menerus melakukan pembelian. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa individu dengan motivasi hedonik untuk berbelanja yang tinggi tetap membuat individu tersebut melakukan pembelian produk pakaian secara selektif dan penuh pertimbangan khususnya pada pembelian produk pakaian pada cross border e-commerce Shopee. Hal ini dikarenakan banyaknya pilihan produk dan harga membuat proses pembelian tidak dilakukan secara spontan. Para penguna akan cenderung terus membandingkan satu penjual dengan penjual lainnya sehingga pembelian akan tertunda dan pengguna memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir. Kondisi ini juga Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis dijelaskan dalam penelitian sebelumnya yang mana pembelian secara daring masih memiliki beberapa hambatan yaitu tertundanya kepuasan untuk mendapatkan barang karena harus melalui proses pengiriman, ketidakmampuan untuk menggunakan kelima indra dalam menyeleksi barang pilihan serta biaya pengiriman yang mahal (Aragoncillo & Orys, 2. Pengaruh tampilan website terhadap pembelian impulsif. Nilai p-values lebih kecil dari 0,05 pada hipotesis ini diambil kesimpulan bahwa variabel tampilan website berpengaruh signifikan terhadap variabel pembelian impulsif. Pengaruh signifikan pada variabel ini menunjukkan pengaruh signifikan positif pada nilai Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa semakin baik tampilan yang diberikan oleh website seperti informasi yang lengkap dan visual yang menarik akan meningkatkan kemungkinan untuk melakukan pembelian secara impulsif (Huang et al. Turkyilmaz et al. , 2015. Widagdo & Roz, 2. Adapun tampilan yang dimaksud dalam hal ini adalah pemilihan warna dan desain serta navigasi yang memudahkan pengguna dalam mengakses pilihan produk dan proses pembayaran. Semakin menarik sebuah tampilan dan mudahnya navigasi website serta aplikasi meningkatkan kenikmatan serta kenyamanan. Setidaknya terdapat tiga aspek tambahan yang mengukur kualitas serta tampilan yang meningkatkan keinginan pembelian secara impulsif yaitu kemudahan dalam penggunaan, informasi yang diberikan serta interaksi pengguna (Widagdo & Roz, 2. Rasa nyaman yang timbul inilah yang mendukung timbulnya keputusan secara spontan untuk melakukan pembelian barang dan semakin diperkuat dengan mudahnya proses pembayaran (H. Kim & Gupta, 2. Kemajuan teknologi membuat para pengembang cross border e-commerce khususnya Shopee, mampu mengembangkan website dan aplikasi yang semakin memudahkan para pengunanya untuk melakukan transaksi dan menimbulkan adanya pembelian secara impulsif. Pengaruh promosi penjualan terhadap pembelian impulsif. Promosi berpengaruh signifikan terhadap variabel pembelian impulsif. Pengaruh signifikan pada variabel ini menunjukkan pengaruh signifikan positif pada nilai parameter, yang artinya bahwa semakin tinggi nilai variabel Promosi, semakin tinggi pula nilai variabel pembelian impulsif. Sebagaimana hasil yang didapatkan pada penelitian sebelumnya, promosi penjualan seperti diskon akan menarik pelanggan untuk melakukan pembelian, karena secara psikologis konsumen merasa mendapatkan value yang lebih (Akbar et al. , 2020. Widagdo & Roz, 2021. Wiranata & Hananto, 2. Cross border ecommerce Shopee memiliki program promosi yang rutin dilakukan yaitu pay day sale dan promo Auangka kembarAy. Pada masa promosi ini para pengguna diberikan tambahan potongan biaya mulai dari 5% hingga 50% dengan nilai maksimum potongan yang Diluar dari masa promosi, terdapat pula program gratis biaya pengiriman ataupun subsidi biaya pengiriman. Promosi-promosi penjualan ini yang mendukung semakin tingginya tingkat pembelian barang secara impulsif, khususnya pada produk fashion. Promosi penjualan secara desain memang ditujukan untuk memberikan stimulasi pada para calon pembeli untuk segera melakukan proses pembayaran (Nagadeepa & Tamil Selvi. Promosi yang ada pada cross border e-commerce disiapkan dengan batasan waktu tertentu, umumnya promosi diadakan pada jam khusus atau batasan berupa hari-hari Limitasi dari segi waktu ini membuat semakin tingginya keinginan pembelian secara spontan, karena ada rasa khawatir dari para pengguna jika tidak segera dilakukan pembayaran maka belum tentu akan mendapatkan promosi yang sama dikemudian hari. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Pengaruh ketersediaan keuangan terhadap pembelian impulsif. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan hasil p-value lebih besar dari 0. Sehingga ketersediaan uang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembelian Hasil tersebut berbeda dengan penelitian terdahulu, yang mana ketersediaan uang mendukung konsumen untuk melakukan pembelian impulsif (Foroughi et al. , 2012. Wijaya & Ardyan, 2. Pada penelitian terdahulu, ketika konsumen memiliki uang tambahan yang cukup maka akan meningkatkan royalitas dalam berbelanja. Uang tersebut membuat konsumen tidak lagi dapat mengendalikan emosinya untuk melakukan pembelian secara impulsif demi kepuasaan sesaat. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini cross border e-commerce Shopee telah menyediakan fitur paylater dan cash on Fitur ini memberikan fasilitas tambahan bagi para penguna untuk melakukan proses pembelian tanpa perlu mengeluarkan sejumlah uang saat proses transaksi. Fitur paylater dapat digunakan oleh para pengguna Shopee dengan meningkatkan tingkat kepesertaan pada aplikasi. Penguna paylater dapat melakukan pembelian namun proses pembayaran dilakukan saat jatuh tempo sesuai dengan fasilitas yang dipilih. Berbeda lagi dengan cash on delivery yang mana para pengguna baru membayar produk yang dibeli saat produk telah diterima oleh konsumen. Kedua fitur ini menghapuskan perlunya ketersediaan uang tambahan untuk dapat membeli suatu produk. Emosi para pengguna semakin tidak dapat dikendalikan karena uang bukan lagi menjadi hambatan, sehingga ketersediaan uang tidak lagi meningkatkan individu untuk melakukan pembelian secara tidak rasional. Pengaruh ketersediaan waktu terhadap pembelian impulsif. Ketersediaan waktu berpengaruh signifikan terhadap variabel pembelian impulsif. Pengaruh signifikan pada variabel ini menunjukkan pengaruh signifikan positif pada nilai parameter, yang artinya bahwa semakin tinggi nilai variabel ketersediaan waktu, semakin tinggi pula nilai variabel pembelian impulsif. Hasil ini sama dengan hasil pada penelitian terdahulu yang mana ketersediaan waktu yang dimiliki akan meningkatkan emosi untuk melakukan pembelian secara spontan (Azizi et al. , 2020. Foroughi et al. , 2. Ketika pengguna pada cross border e-commerce Shopee memiliki waktu yang banyak untuk berbelanja, maka proses belanja akan lebih tenang dan membuat pengambilan keputusan dilakukan tanpa melibatkan emosi sesaat. Hal yang berbeda ketika waktu yang dimiliki terbatas atau dipengaruhi oleh promosi yang dibatas hingga sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka akan meningkatkan emosi sesaat untuk langsung melakukan pembelian. Keterbatasan waktu yang dimiliki membuat pengguna tidak memiliki banyak kesempatan untuk melihat berbagai alternatif produk yang ada sehingga pengambilan keputusan dilakukan secara spontan (Haryanto et al. , 2. SIMPULAN Temuan berdasarkan penelitian ini, didapatkan hasil bahwa motivasi hedonik tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian impulsif. Motivasi hedonik dipengaruhi oleh adanya persepsi kebermanfaatan yang dirasakan oleh konsumen, sedangkan persepsi kemudahan dalam menggunakan e-commerce tidak memberikan pengaruh terhadap timbulnya motivasi hedonik. Adapun keputusan pembelian impulsif dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu tampilan website, promosi, dan ketersediaan waktu yang dimiliki oleh Sehingga, bagi perusahaan cross border e-commerce yang ingin melakukan pengembangan dan peningkatan pembelian dapat melakukan beberapa cara yaitu dengan Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 25 No. 1, 2024, 1-18 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis meningkatkan tampilan website yang menarik dan mudah bagi para pengguna, serta peningkatan promosi penjualan. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah kesulitan dalam pengumpulan data responden, yang mana cukup sulit untuk menemukan responden yang sesuai dengan Adapun banyak ditemukan calon responden yang telah menggunakan cross border e-commerce, akan tetapi ketika didetailkan pada satu brand e-commerce tertentu dan secara khusus produk pakaian, maka terdapat pengurangan jumlah calon responden secara Sehingga, untuk penelitian berikutnya dapat memperimbangkan kriteria responden atau mengambil cross border e-commerce secara luas tidak pada satu website REFERENSI