J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol 2 No. 1 April 2023, hal. Program Edukasi Diet Hipertensi dalam Meningkatkan Sikap Penderita Hipertensi Mengontrol Tekanan Darah Asri Kusyania*. Diah Pitaloka Putrib. Vendi Eko Kurniawanc. Gilang Akbar Shobirind. Aditya Nuraminuddin Azize a,b,c,d,e STIKES Husada Jombang. Indonesia Email*: astikusyani84@gmail. Article Hystory Received: 14-03-2023 Revised: 04-03-2023 Accepted: 12-03-2023 Kata kunci: Hipertensi. Sikap. Edukasi Gizi. Forum Grup Diskusi Keywords: Hypertension. Attitudes. Education. Nutrition. Discussion Group Forums Abtrak: Hipertensi merupakan penyakit yang banyak terjadi dimasyarakat serta tidak terdapat gejala yang spesifik. Sikap masyarakat yang rendah tentang penatalaksanaan hipertensi menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi hipertensi. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan sikap penderita hipertensi. Metode: edukasi idiberikan dengan metode Focus Group Discusiion (FGD) dengan media leaflet dan power point selama 25 menit. Hasil: Pemberian edukasi atau informasi dapat meningkatkan sikap tentang hipertensi pada lansia, yang mana sebelum diberikan edukasi, nilai sikap paling banyak dalam kategori cukup dan sesudah diberikan edukasi, sikap subyek menjadi mengalami perubahan, yaitu sebagian besar menjadi kategori baik . Kesimpulan: Pemberian edukasi diet hipertensi dapat digunakan sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan sikap lansia tentang hipertensi sehingga tekanan darah dapat terkontrol dengan baik. Abtract: Background: Hypertension is a disease that occurs lot societys and there are no specific symptoms. Lack of concern for healthy food control un society is one of the reasons for the reasons for the increased prevalence of hypertension. Purpose: this community service aims to improve the attitude of hypertension sufferers to control high blood pressure. Method: The activity begins with problem identification and then provides education using Focus Group Discusiion (FGD) method and media leaflet and power points. After the activity, the service team evaluates the attitude of the parciticipants Results: : Education or informational activities can affect the attitude of people with hypertension, these result can be seen from the evaluation of the participantsAo attitude there was an increase after the activity as much as 93,8% of participants were in the good attitude category. There was a change in the attitude of hypertensive patients where before being given education, the most attitude values were in the sufficient category and after being given education, the subjectAos attitude changed, namely most of them became in the good category. Conclusion: Education about hypertension diet is needed by the community to change the subjectAos attitude to control blood pressure in hypertension sufferers. Hipertensi saat ini menjadi masalah kesehatan global dan hipertensi menjadi pemicu kematian (Mills et al. , 2. Penyakit hipertensi, sebagian besar tidak PENDAHULUAN Hipertensi merupakan suatu keadaan peningkatan tekanan darah, yang mana tekanan darah sistol Ou 140mmHg dan diastole Ou 90 mmHg (Mills et al. , 2. https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol 2 No. 1 April 2023, hal. terdapat gejala yang spesifik (Ewald & Haldeman, 2. Prevalensi hipertensi saat ini terus Peningkatan kejadian hipertensi lebih banyak terjadi di negara berkembang, dibandingkan negara maju (Danaei et al. , 2. WHO melaporkan, prevalensi hipertensi pada tahun 2013 terjadi di Negara Afrika sebesar 46,1% dan terendah di Negara Amerika sebesar 35% (World Health Organization. Negara PrevalensBerdasarkan hasi Riskesdas tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 37,1% (Kementrian Kesehatan RI, 2. Hipertensi merupakan faktor utama timbulnya beberapa penyakit antara lain penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal, disfungsi serebrovaskuler (Meissner, 2016. Oliveras & De La Sierra, 2014. Weldegiorgis & Woodward, 2. Beberapa faktor pemicu timbulnya penyakit hipertensi antara lain konsumsi makanan tinggi natrium dan rendah kalium, aktifitas fisik yang rendah, obesitas, konsumsi alcohol, , ras, genetik serta kebiasaan hidup yang tidak sehat (Jiang et al. , 2016. Mills et al. , 2016. Ruivo & Alcyntara, 2. Komunikasi diperlukan seseorang untuk menyampaikan pesan yang akan berpengaruh terhadap perubahan perilaku, peningkatan sikap seseorang dalam menerapkan pola hidup sehat (Liena Sofiana, 2. Menurut Azrimaidaliza et al. , . dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi, diperlukan adanya informasi terkait pola hidup sehat dalam upaya Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian edukasi tentang hipertensi dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap lansia (Fitria dan Candrasari, 2. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan meningkatkan sikap penderita hipertensi dalam menjaga pola makan agar tekanan darah dapat terkontrol. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini, masyarakat atau penderita hipertensi penatalaksanaan makan . iit hipertens. , sehingga dapat menerapkan pola makan yang sehat untuk mengontrol tekanan METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi gizi tentang penatalaksanaan makan . iit hipertens. dengan sasaran lansia. Edukasi gizi diberikan dengan menggunakan metode Focus Group Discusiion (FGD) dengan menggunakan media leaflet (Diet Hipertensi dari Kemenke. dan power point selama 25 menit . menit pemaparan materi dan 15 menit tanya jawa. Evaluasi berehasilan dari edukasi yang diberikan yaitu dengan memberikan beberapa pertanyaan tentang sikap tentang hiper tensi kepada subyek. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 01 April 2023 di Desa Jombatan Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, dengan pertimbangan di Wilayah ini prevalensi hipertensi sebesar 21% dan Sebagian besar masyarakat kurang mengetahui penatlaksanaan makan untuk penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut : Melakukan pengukuran tekanan darah Mengisi kuesioner sikap sebelum diberikan edukasi gizi . re-tes. Memberikan edukasi gizi tentang . iit hipertensi atau rendah gara. dengan metode Focus Group Discussion Mengisi kuesioner sikap sesudah diberikan edukasi gizi . ost-tes. HASIL Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Jombatan adalah sebagai berikut: Karakteristik Subyek https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol 2 No. 1 April 2023, hal. Karakteristik subyek yang dikumpulkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah umur dan jenis kelamin. Hasil dari karakteristik subyek diperoleh dengan wawancara secara langsung Adapun karakteristik subyek dapat dilihat pada tabel 1 dan tabel 2. Berdasarkan tekanan darah diatas, menunjukkan bahwa tekanan darah subyek yang terlibat dalam kegiatan ini, sebagian besar subyek tergolong hipertensi grade I . ekanan darah sistol 140-159 mm/Hg dan diastol 80-89 mmH. Sikap Lansia tentang Hipertensi Pengukuran sikap dilakukan dengan Pada pernyataan, yang mana subyek melakukan ceklist pada kolom: AuyaAy : jika subyek menganggap pernyataan tersebut benar dan AutidakAy jika subyek menganggap pernyataan tersebut salah. Adapun hasil pengkuran sikap subyek adalah sebagai Tabel 4. Sikap Subyek tentang Hipertens Sikap Pre test Post test Hipertensi Kurang Cukup Baik Total Tabel 1. Karakteristik Subyek berdasarkan Usia Umur Non Lansia (<46 Tahu. Lansia (Ou 46 Tahu. Total Berdasarkan hasil umur subyek, menunjukkan bahwa umur subyek yang masyarakat ini Sebagian besar berumur Ou 46 Tahun. Tabel 1. Karakteristik Subyek berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Hasil berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa sebagian besar subyek yang terlibat berjenis kelamin perempuan sebanyak 24 subyek . %). Tabel 4 diatas, menunjukkan bahwa, sebagian besar sikap subyek sebelum diberikan edukasi . re tes. dalam kategori cukup . ebesar 54,6%), sedangkan sikap subyek sesudah diberikan edukasi gizi . ost tes. , sebagian besar dalam kategori baik sebesar 93,8%. Berdasarkan hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran sikap subyek mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Asiah et al. , . , yang menyatakan bahwa edukasi dengan penyuluhan tentang hipertensi di Pancor Mas Depok dapat meningkatkan sikap subyek sebesar 5%. Tekanan Darah Tekanan darah subyek dilakukan sebelum memulai kegiatan edukasi gizi. Pengukuran tekanan darah dilakukan oleh dosen dan dibantu mahasiswa profesi ners. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang. Adapun hasil pengukuran tekanan darah subyek dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3. Tekanan Darah Tekanan Darah Hipertensi grade I Hipertensi grade II Hipertensi grade i Total PEMBAHASAN Prevalensi hipertensi pada laki-laki usia < 50 tahun lebih tinggi dibandingkan https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol 2 No. 1 April 2023, hal. pada perempuan, akan tetapi dengan bertambahnya usia, prevalensi hipertensi lebih tinggi terjadi pada perempuan (Choi et , 2017. Zhang & Moran, 2. Hasil dari , melaporkan bahwa, wanita usia lebih dari 60 tahun, memiliki resiko lebih tinggi untuk memiliki tekanan darah tinggi (Bantas. Meningkatkan usia dapat dapat memicu terjadinya beberapa perubahan fisiologis didalam tubuh, salah satu perubahan yang terjadi adalah adanya penebalan dinding arteri akibat dari penumpukan zat kolagen di otot sehingga menyebabkan penyempitan pembulih darah di usia > 45 tahun, serta terjadi peningkatan resistensi perifer dan penurunan sensitivitas baroreseptor . engatur tekanan dara. (Widjaya et al. , 2. Subyek atau peserta yang mengikuti kegiatas pengabdian masyarakat ini Sebagian . ebanyak 24 oran. Hasil dari kegiatan ini, 24 orang . ini memiliki hasil pengukuran tekanan darah tinggi. Hormon estrogen pada wanita berpengaruh dalam meningkatkan High Desity Lipoprotein (HDL). Kadar HDL yang tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat mencegah terjadinya arterosklerosis. Arterosklerosis Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor pelindung dalam mencegah terjadinya proses arterosklerosis. Arterosklerosis jika dibiarkan akan menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung sehingga ventrikel mendorong darah ke system vaskuler meningkatkan tekanan darah sistol dan diastole (Kusumawaty et al. , 2. adalah perempuan yang sudah mengalami menopause memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan subyek perempuan yang belum Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Edukasi Diet Hipertensi Metode Focus Group Discussion (FGD) Berdasarkan pengabdian masyarakat, bahwa hasil pengukuran sikap subyek pemberian edukasi tentang diit hipertensi. Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan sikap subyek yang mana sebelum diberikan edukasi, nilai sikap paling banyak dalam kategori cukup dan sesudah diberikan edukasi, sikap subyek menjadi mengalami perubahan, yaitu sebagian besar menjadi kategori baik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, diawali dengan pengukuran tekanan darah lansia yang hadir. Pengukuran tekanan darah dilakukan Pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter digital sangat mudah dilakukan dan hasil lebih akurat. Menurut (Zuhdi et ,2. menyatakan bahwa pengukuran tekanan darah menggunakan tensi digital memiliki hasil yang lebih baik dan lebih akurat dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan tensi pegas. Kegiatan selanjutnya . setelah Pada perempuan, hormon estrogen memiliki peranan penting dalam mengontol tekanan dara, akan tetapi setelah perempuan mengalami menopause hormon estrogen mengalami penurunan dalam melindungi pembuluh darah. (Kusumawaty et al. Hasil dari kegiatan ini juga menunjukkan bahwa subyek yang terlibat https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol 2 No. 1 April 2023, hal. dilanjutkan dengan mengisi kuesioner sikap tentang hipertensi. Jika lansia mengalami kesulitan dalam mengisi kuesioner, maka akan dibantu oleh mahasiswa dan dosen dari STIKes Husada Jombang dengan membacakan pernyataan sikap dan selanjutnya akan menuliskan pada jawaban yang disebutkan oleh subyek . Kuesioner yang diisi berisi 10 pernyataan terkait makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk penderita hipertensi. Dari hasil pengisian kuesioner tersebut, terdapat perubahan hasil sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Rata-rata jumlah pernyataan yang salah sebelum diberikan sedangkan hasil sesudah diberikan edukasi pernyataan salah dari subyek rata-rata 1-2 Kegiatan memberikan edukasi tentang diet hipertensi pada penderita hipertensi. Edukasi yang diberikan menggunakan metode Focuss Group Discussion (FGD) dengan media leaflet dan powerpoint karena dengan metode ini lebih efektif karena subyek dapat menyampaikan pendapat dan bertukar fikiran dengan subyek lain yang juga menderita hipertensi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, lansia yang menderita hipertensi dapat menerapkan pola makan yang baik dalam upaya meningkatkan sikap tentang hipertensi sehingga tekanan darah dapat terkontrol dengan baik. UCAPAN TERIMAKASIH