Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 203 - 210 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Journal homepage: http://w. id/index. php/matriks Analisis Efisiensi Sistem Industri Nasional dalam Mendukung Penguatan Perekonomian Indonesia: Perpektif Teknik Industri Efta Dhartikasari Priyana1*. Said Salim Dahda2. Vembri Aulia Rahmi3. Antok Supriyanto4 Departemen Teknik Industri Ae Universitas Muhammadiyah Gresik 1,2. Departemen Kewirausahaan Ae Universitas Muhammadiyah Gresik3. Departemen Manajemen - Universitas Dinamika4 Jl. Sumatera 101 Gresik. Indonesia1,2,3 Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya4 Email : eftadhartikasari@umg. *Corresponding Author INFO ARTIKEL doi: 10. 350587/Matrik Jejak Artikel : Upload artikel 9 Februari 2026 Revisi oleh reviewer 11 Maret 2026 Publish 31 Maret 2026 Kata Kunci : efisiensi sistem industri, teknik industri, produktivitas, sistem industri nasional, perekonomian Indonesia ABSTRAK Efisiensi sistem industri nasional merupakan faktor penting dalam mendukung penguatan perekonomian Indonesia melalui optimalisasi penggunaan sumber daya dan peningkatan produktivitas. Namun, sistem industri Indonesia masih menghadapi permasalahan inefisiensi penggunaan tenaga kerja dan ketidakseimbangan antara pertumbuhan output dan input Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi sistem industri nasional serta kontribusinya terhadap penguatan perekonomian Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis produktivitas berbasis kerangka InputAeProcessAe Output. Variabel penelitian meliputi Produk Domestik Bruto sektor industri sebagai output, serta tenaga kerja dan jumlah unit usaha sebagai input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas industri nasional meningkat rata-rata sebesar 4,2% per tahun, namun efisiensi tenaga kerja hanya mencapai 68,5%, yang menunjukkan adanya potensi inefisiensi sebesar 31,5%. Secara kualitatif, kondisi ini mengindikasikan perlunya optimalisasi sistem produksi dan integrasi proses industri untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. ABSTRACT The efficiency of the national industrial system is an important factor in strengthening IndonesiaAos economy through the optimization of resource utilization and productivity improvement. However. IndonesiaAos industrial system still faces challenges related to labor inefficiency and the imbalance between output and input growth. This study aims to analyze the level of efficiency of the national industrial system and its contribution to strengthening IndonesiaAos economy. The research employs a descriptive quantitative approach using productivity analysis based on the InputAe ProcessAeOutput framework. The research variables include Gross Domestic Product (GDP) of the industrial sector as output, as well as labor and the number of business units as inputs. The results indicate that national industrial productivity increased by an average of 4. 2% per year. however, labor efficiency reached only 68. 5%, indicating a potential inefficiency of 31. Qualitatively, these findings suggest the need for production system optimization and industrial process integration to enhance national economic competitiveness. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Priyana et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 203 - 210 Pendahuluan PDB Industri Persentase Pengolahan Tahun (Triliun PDB (%) Rupia. Penelitian ini secara khusus menitikberatkan pada sektor industri pengolahan . anufacturing industr. karena sektor ini adalah penyumbang terbesar terhadap PDB sektor industri di Indonesia dan memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi serta penyerapan tenaga kerja. Selain itu, dinamika kinerja sektor industri selama periode penelitian juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi baik global maupun nasional, termasuk dampak dari pandemi COVID-19 pada tahun 2020Ae2021 yang berpengaruh terhadap aktivitas produksi serta penyerapan tenaga kerja di sektor industri Penguatan perekonomian nasional adalah salah satu tujuan utama pembangunan di Indonesia, di mana sektor industri memiliki pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai tambah, dan penyedia lapangan kerja. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih menjadi yang terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya, sehingga kinerja sektor ini sangat menentukan daya saing ekonomi nasional . Namun, peningkatan kontribusi mencerminkan tingkat efisiensi sistem industri dalam mengelola sumber daya yang ada. 19,70 19,87 19,25 18,34 Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh sistem industri nasional adalah rendahnya efisiensi dalam penggunaan input, seperti tenaga kerja, modal, dan teknologi, untuk menghasilkan output yang optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan output industri di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh peningkatan input daripada oleh peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam proses produksi . Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem industri nasional belum sepenuhnya menerapkan prinsip efisiensi yang merupakan dasar dalam disiplin Teknik Industri, terutama dalam pengelolaan sistem terintegrasi antara manusia, mesin, material, metode, dan informasi. Selain itu, disparitas dalam tingkat efisiensi di antara subsektor industri juga merupakan tantangan yang unik. Penelitian terbaru mengungkapkan adanya perbedaan efisiensi teknis yang cukup signifikan antara industri berskala besar dan menengah, serta di antara subsektor manufaktur, yang dipengaruhi oleh tingkat adopsi teknologi, kualitas sumber daya manusia, dan efektivitas manajemen proses produksi . Rendahnya efisiensi ini berdampak langsung pada produktivitas tenaga Tenaga Kerja Industri (Juta Oran. Data yang terdapat dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai PDB sektor industri pengolahan terus meningkat dari tahun ke Namun, persentase kontribusi terhadap PDB nasional cenderung tetap, yang menunjukkan bahwa peningkatan output industri belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan efisiensi sistem industri. samping itu, peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor industri tidak selalu sejalan dengan menimbulkan indikasi adanya inefisiensi dalam penggunaan sumber daya tenaga kerja. Tabel 1. Kontribusi PDB Industri Pengolahan dan Tenaga Kerja Indonesia Tahun 2019-2023 18,67 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023 . Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan menunjukkan kecenderungan peningkatan kontribusi terhadap PDB dalam beberapa tahun Di samping itu, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan seperti yang ditunjukkan pada Tabel PDB Industri Persentase Pengolahan Tahun (Triliun PDB (%) Rupia. Tenaga Kerja Industri (Juta Oran. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 203 - 210 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. kerja dan daya saing industri nasional di tingkat mendukung penguatan perekonomian Indonesia dari perspektif Teknik Industri. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif, kerangka InputAeProcessAeOutput, dan analisis produktivitas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran empiris mengenai tingkat efisiensi industri nasional serta menjadi dasar untuk rekomendasi perbaikan sistem meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Perkembangan era Industri 4. 0 sebenarnya memberikan peluang yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri melalui penerapan teknologi digital, otomasi, dan analisis data. Penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), sistem otomasi, dan lean manufacturing telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi pemborosan dalam proses produksi . Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam mengadopsi teknologi tersebut masih belum merata, sehingga manfaat peningkatan efisiensi belum dapat dirasakan secara optimal di seluruh sektor industri . Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menganalisis efisiensi sistem industri nasional serta perannya dalam memperkuat perekonomian Indonesia. Pendekatan kuantitatif dipilih karena dapat menggambarkan kinerja sektor industri secara objektif berdasarkan data numerik, sedangkan pendekatan deskriptif digunakan untuk menjelaskan kondisi efisiensi dan produktivitas industri secara sistematis . Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan pemahaman konseptual mengenai efisiensi sistem industri, produktivitas, serta metode analisis yang umum digunakan dalam kajian Teknik Industri . Dalam konteks Teknik Industri, efisiensi sistem industri dapat dianalisis melalui pendekatan sistem yang menekankan hubungan antara input, proses, dan output. Kerangka InputAeProcessAeOutput (IPO) memungkinkan identifikasi ketidakseimbangan antara sumber daya yang digunakan dengan hasil yang diperoleh, sehingga dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi perbaikan sistem secara berkelanjutan . Selain itu, analisis produktivitas juga menjadi alat penting untuk mengukur sejauh mana peningkatan output industri didukung oleh penggunaan input yang Konseptual Penelitian Secara konseptual, penelitian ini melihat sektor idnustri pengolahan nasional sebagai suatu sistem yang terintegrasi, terdiri dari komponen input, proses, dan output. Input dalam penelitian ini mencakup tenaga kerja di sektor industri serta nilai ekonomi yang digunakan dalam proses produksi. Proses menggambarkan aktivitas pengolahan dan transformasi sumber daya di sektor industri, sedangkan output diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor industri pengolahan. Pendekatan InputAe ProcessAeOutput (IPO) diterapkan karena dapat menggambarkan hubungan sistemik antara penggunaan input dan output yang dihasilkan, serta sering digunakan dalam analisis efisiensi sistem industri . , . Metode penelitian kuantitatif sering digunakan dalam studi efisiensi industri karena dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja sistem produksi. Pendekatan seperti Data Envelopment Analysis (DEA) dan analisis produktivitas yang berbasis data makro sering digunakan untuk mengukur efisiensi teknis serta produktivitas sektor industri secara keseluruhan . Penggunaan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya data PDB sektor industri dan jumlah tenaga kerja, memungkinkan analisis yang menyeluruh terhadap kinerja industri nasional dalam periode waktu tertentu. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tahun 2024 dengan cakupan wilayah Indonesia secara Data yang digunakan adalah data Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi sistem industri nasional serta perannya dalam Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Priyana et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 203 - 210 runtut waktu . ime serie. dari periode tahun produktivitas sektor industri dalam beberapa tahun terakhir. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang diterapkan adalah Analisis membandingkan output sektor industri dengan input tenaga kerja untuk mengamati perubahan produktivitas dari waktu ke waktu. Pendekatan ini sering digunakan dalam penelitian efisiensi industri karena dapat menunjukkan apakah peningkatan output disertai dengan peningkatan efisiensi input . , . Selain itu, kerangka InputAeProcessAeOutput mengidentifikasi ketidakseimbangan antara pertumbuhan input dan output sektor industri. Objek dan Subjek Penelitian Objek penelitian dalam studi ini adalah sistem industri nasional Indonesia, sedangkan subjek penelitian terdiri dari data sekunder yang berkaitan dengan sektor industri. Data yang dianalisis meliputi nilai PDB dari sektor industri pengolahan serta jumlah tenaga kerja di sektor industri. Pemilihan variabel ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa PDB dan tenaga kerja merupakan indikator utama dalam analisis produktivitas dan efisiensi industri secara makro . , . Rumus Dasar Produktivitas Produktivitas tenaga kerja dihitung dengan membandingkan output industri (PDB sektor industri pengolaha. dengan jumlah tenaga Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data PDB sektor industri dan data tenaga kerja diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), seperti Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha dan Statistik Tenaga Kerja Indonesia. Penggunaan data BPS dianggap relevan karena memiliki tingkat keandalan yang tinggi dan sering digunakan dalam penelitian efisiensi serta produktivitas sektor industri di Indonesia . , . Rumus: Prosedur Penelitian Menghitung Indeks Efisiensi Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan studi literatur untuk mengidentifikasi masalah, konsep efisiensi sistem industri, serta metode analisis yang tepat. Tahap berikutnya adalah pengumpulan data sekunder dari BPS sesuai dengan periode penelitian. Data yang telah berdasarkan variabel input dan output. Selanjutnya, dilakukan pengolahan data dengan menggunakan kerangka InputAeProcessAeOutput dan analisis produktivitas untuk menilai tingkat efisiensi sistem industri nasional. Tahap terakhir adalah interpretasi hasil analisis untuk rekomendasi perbaikan sistem industri secara berkelanjutan . , . Perhitungan produktivitas tiap tahun sudah dilakukan, maka efisiensi dapat dihitung dengan membandingkan produktivitas pada maksimum selama periode penelitian. ycE= ycU ya Keterangan: P = produktivitas tenaga kerja Y = Output industri (PDB sektor industri L = jumlah tenaga kerja sektor industri Rumus efisiensi: yayc = ycEyc y 100% ycEycoycaycu Keterangan: yayc = Efisiensi pada tahun-t ycEyc = Produktivitas pada tahun ke-t ycEycoycaycu = Produktivitas tertinggi selama periode Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 203 - 210 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. Efisiensi Rata-Rata menunjukkan peningkatan selama periode Namun, laju peningkatan tersebut tergolong lambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan PDB sektor industri. Ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan output industri belum sepenuhnya didorong oleh peningkatan efisiensi sistem, tetapi masih sangat bergantung pada penambahan jumlah tenaga kerja. Rumus: Oc yayc ycu yaycaycyci = Keterangan: yaycaycyci = Efisiensi rata-rata yayc = efisiensi tiap tahun n = jumlah tahun penelitian Tingkat Inefisiensi Inefisiensi adalah selsih dari 100% ya = 100% Oe yaycaycyci Hasil dan Pembahasan Produktivitas tenaga kerja adalah indikator utama untuk mengevaluasi efisiensi sistem industri, yang mencerminkan kemampuan sistem dalam menghasilkan output dari sejumlah input tenaga kerja. Dalam penelitian ini, produktivitas tenaga kerja di sektor industri dihitung dengan menggunakan persamaan berikut . Produktivitas TK = Gambar 1. Tren PDB Industri Pengolahan ycEyayaA ycIyceycoycycuyc yaycuyccycycycycycn yaycycoycoycaEa ycNya yaycuyccycycycycycn Perhitungan produktivitas Tenaga Kerja sektor Industri Indonesia periode 2019-2023 disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Industri Indonesia Tahun 2019-2023 PDB Industri Tahun (Triliun R. Tenaga Produktivitas Kerja (Triliun (Juta Rp/Juta Oran. Oran. Gambar 2. Perbandingan PDB Industri dan Tenga Kerja Gambar 1 memperlihatkan tren peningkatan nilai PDB sektor industri pengolahan selama periode 2019Ae2023, meskipun terdapat penurunan pada tahun 2020 akibat dampak pandemi COVID-19. Setelah periode tersebut, sektor industri kembali mengalami pemulihan dengan peningkatan output yang cukup signifikan hingga tahun 2023. Namun, peningkatan output industri tidak sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan produktivitas tenaga kerja yang sebanding. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2 yang menunjukkan Sumber: Data BPS . Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa produktivitas tenaga kerja di sektor industri Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Priyana et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 203 - 210 bahwa pertumbuhan jumlah tenaga kerja cenderung meningkat secara bertahap, tetapi peningkatan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan pertumbuhan output industri. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan industri masih dipengaruhi oleh ekspansi input tenaga kerja dibandingkan dengan peningkatan efisiensi sistem produksi. Perhitungan Produktivitas Berdasarkan perhitungan tingkat inefisiensi maka sistem industri masih memiliki potensi peningkatan efisiensi sebesar 31,5% Perhitungan produktivitas tenaga kerja dan indeks efisiensi diperoleh nilai tingkat efisiensi rata-rata sektor industri pengolahan sebesar 68,5%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sistem idnustri nasional belum beroperasi pada tingkat efisiensi optimal. Dengan demikian masih terdapat potensi peningkatan efisiensi sebesar 31,5% melalui peningkatan teknologi produksi, kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan manajemen proses industri. Perhitungan tahun 2019: ycE2019 = ycE2019 = 155,5 Temuan mengenai potensi inefisiensi sebesar 31,5% menunjukkan bahwa sistem industri nasional masih menghadapi sejumlah kendala Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya adopsi teknologi produksi, keterbatasan kualitas sumber daya manusia, transformasi digital di sektor industri Pemerintah Indonesia melalui kebijakan Making Indonesia 4. 0 telah mendorong peningkatan produktivitas industri dengan menerapkan teknologi digital, otomasi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Meskipun demikian, pelaksanaan kebijakan tersebut masih memerlukan penguatan dalam aspek inovasi teknologi, pengembangan keterampilan tenaga kerja, serta efisiensi manajemen proses produksi agar dapat meningkatkan daya saing industri nasional. Menentukan Produktivitas Maksimum Diketahui produktivitas tertinggi = 155,5 Sehingga, ycEycoycaycu = 155,5 Menghitung Efisiensi Tiap Tahun Misal tahun 2020: ya2020 = y 100 = 91,3% Tahun 2021 : ya2021 = y 100 = 91,6% Menghitung Efisiensi Rata-Rata Tahun Analisis Efisiensi Sistem Industri Efisiensi 91,3% 91,6% 91,8% 94,2% Efisiensi sistem industri dianalisis dengan membandingkan laju pertumbuhan output dan input tenaga kerja. Laju pertumbuhan dihitung menggunakan persamaan . yesyeCyeUyen ycyeIyeeyeiyenyeayeEyenyeOyeCyea = yaycaycyci = 3 91,6 91,8 94,2 ycyei Oe ycyeiOeya y yayaya% ycyeiOeya Hasil perhitungan laju pertumbuhan PDB sektor industri dan tenaga kerja ditunjukkan pada Tabel 3. yaycaycyci = 93,78% Menghitung Tingkat Inefisiensi Jika efisiensi 68,5% maka: ya = 100% Oe 68,5% ya = 31,5% Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 203 - 210 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. Tabel 3. Laju Pertumbuhan PDB dan Tenaga Kerja Sektor Industri Peningkatan produktivitas tenaga kerja secara bertahap berpengaruh pada daya saing industri nasional. Industri yang memiliki produktivitas rendah akan mengalami biaya produksi yang lebih tinggi serta kesulitan dalam bersaing di pasar global . Oleh karena itu, peningkatan efisiensi sistem industri melalui perbaikan proses, penerapan otomasi, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Periode Pertumbuhan Pertumbuhan PDB (%) Tenaga Kerja (%) 2019Ae2020 2,23 1,59 2020Ae2021 5,21 2,08 2021Ae2022 9,29 2,55 2022Ae2023 7,39 Sumber: Data BPS. 1,49 Rakhmasari. mengungkapkan bahwa penerapan lean manufacturing dan otomasi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi di sektor manufaktur Indonesia. Oleh karena itu, temuan penelitian ini memperkuat pendapat bahwa penguatan ekonomi Indonesia memerlukan transformasi sistem industri yang berorientasi pada peningkatan efisiensi proses, bukan hanya sekadar peningkatan output. Tabel 3 memperlihatkan bahwa laju pertumbuhan PDB sektor industri selalu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tenaga kerja. Namun, selisih pertumbuhan tersebut belum cukup signifikan untuk menunjukkan efisiensi sistem industri yang Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan output belum sepenuhnya berasal dari peningkatan produktivitas proses, tetapi masih bergantung pada ekspansi input. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari. , yang menunjukkan bahwa pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia masih lebih dipengaruhi oleh akumulasi input dibandingkan dengan peningkatan efisiensi teknis. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis efisiensi sistem industri nasional untuk periode 2019Ae2023, dapat disimpulkan bahwa sektor industri pengolahan di Indonesia menunjukkan peningkatan output yang tercermin dari kenaikan nilai Produk Domestik Bruto sektor Namun, peningkatan output tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan efisiensi sistem industri, terutama dalam hal pemanfaatan input tenaga kerja. Hal ini terlihat dari peningkatan produktivitas tenaga kerja yang relatif lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan output industri. Pembahasan Berdasarkan Kerangka InputProses-Output Berdasarkan kerangka InputAeProcessAeOutput, peningkatan input yang berupa tenaga kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan perbaikan dalam proses produksi. Ini menunjukkan adanya inefisiensi pada tahap proses, seperti penggunaan teknologi yang belum optimal, sistem kerja yang belum efisien, serta keterbatasan kompetensi tenaga kerja . Hasil menunjukkan bahwa meskipun produktivitas tenaga kerja di sektor industri mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pertumbuhan pertumbuhan yang cenderung didorong oleh penambahan input . nput-driven growt. Analisis terhadap laju pertumbuhan PDB dan tenaga kerja menunjukkan bahwa pertumbuhan output industri belum sepenuhnya berasal dari peningkatan efisiensi dalam proses produksi. Keadaan Putri. menjelaskan bahwa industri yang memiliki tingkat adopsi teknologi rendah cenderung menunjukkan efisiensi teknis yang lebih rendah meskipun outputnya meningkat. Hal ini juga dapat diamati pada sektor idnustri pengolahan nasional Indonesia, di mana peningkatan produktivitas belum sebanding dengan peningkatan output. Implikasi Terhadap Daya Penguatan Perekonomian Saing Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Priyana et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 203 - 210 inefisiensi dalam tahap proses di dalam sistem industri nasional. National Statistics Seminar, vo. 3, no. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penguatan perekonomian Indonesia melalui sektor industri tidak dapat hanya bergantung pada peningkatan output dan ekspansi tenaga Diperlukan perbaikan sistem industri secara berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi proses, penguatan produktivitas tenaga kerja, serta penerapan prinsip-prinsip Teknik Industri dalam pengelolaan sistem produksi. Peningkatan efisiensi sistem industri menjadi faktor kunci dalam mendorong daya saing pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sugiyono. , 2021. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, 2nd Bandung: Alfabeta. Aulia and R. Prasetyo. InputAeoutput framework for productivity and efficiency analysis in industrial systems. Ind. Eng. Manag. Stud. , vol. 9, no. 2, pp. 85Ae96. Aug. Parulian. Productivity and efficiency measurement of manufacturing sector using macroeconomic data. Proc. Natl. Semin. Stat. , vol. 4, no. 1, pp. 41Ae . Wulandari. Prasetyo, and M. Susandika. Sources of Indonesia manufacturing productivity growth. Riset Ilmu Ekon. , vol. 5, no. 2, pp. 101Ae . Aulia, 2021. InputAeprocessAe output framework in industrial productivity analysis. Ind. Eng. Stud. 8, no. 1, pp. 1Ae12. Putri. Aduldaecha, and B. Putra. Efficiency analysis of Indonesian manufacturing industries using DEA. OPSI J. , vol. 15, no. 1, pp. 45Ae56. Judijanto. Mayasari, and C. Sumerli. Industrial productivity and competitiveness in the era of Industry 4. Multidiscip. West Sci. , vol. 4, no. 2, pp. 88Ae99. Rakhmasari. Dharmayanti, and Abdusyakur. Lean manufacturing and automation impact on production efficiency. West Sci. Interdiscip. Stud. , vol. 6, no. 3, pp. Daftar Pustaka