Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index PROBLEMATICS OF LEARNING SOCIAL STUDIES IN MI/SD PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS DI MI/SD Zainal Abidin. Dinda Mustika Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Email: zai082334040798@gmail. dm4082935@gmail. ABSTRACT Social studies learning in MI/SD has an important role in shaping students' character and knowledge about the nation and its environment. However, in practice, social studies learning in MI/SD is still faced with various These problems include: Lack of student interest: Students often consider social studies as a boring and uninteresting subject. Less varied learning methods: Monotonous and less creative learning methods make students easily bored and less active in learning. Limited learning resources: Limited books, teaching aids and other learning media make social studies learning less effective. Teacher skills: Some social studies teachers in MI/SD do not have adequate skills in managing effective and interesting social studies The importance of overcoming social studies learning problems in MI/SD: Increase students' interest and motivation to learn. Improving the quality of social studies learning with more varied and creative methods. Increase the availability and quality of learning resources. Improving teacher skills in managing social studies learning. Kata Kunci: Social sciences learning problems in MI/SD, various problems, strategies for overcoming problems. ABSTRAK Pembelajaran IPS di MI/SD memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan siswa tentang bangsa dan lingkungannya. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPS di MI/SD masih dihadapkan pada berbagai Problematika tersebut meliputi: Kurangnya minat siswa: Siswa seringkali menganggap IPS sebagai mata pelajaran yang membosankan dan kurang menarik. Metode pembelajaran yang kurang variatif: Metode pembelajaran yang monoton dan kurang kreatif membuat siswa mudah jenuh Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index dan kurang aktif dalam belajar. Keterbatasan sumber belajar: Keterbatasan buku, alat peraga, dan media pembelajaran lain membuat pembelajaran IPS kurang efektif. Keterampilan guru: Beberapa guru IPS di MI/SD belum memiliki keterampilan yang memadai dalam mengelola pembelajaran IPS yang efektif dan menarik. Pentingnya mengatasi problematika pembelajaran IPS di MI/SD: Meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dengan metode yang lebih variatif dan kreatif. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas sumber belajar. Meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran IPS. Kata Kunci: Problematika Pembelajaran IPS Di MI/SD. Macam-Macam Problematika. Strategi Mengatasi Problematika. PENDAHULUAN IPS Merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Mata pelajaran ini memuat pelajaran yang terkait dengan kehidupan sosial. Dengan adanya pelajaran IPS disekolah dasar diharapkan siswa mempunyai pengetahuan tentang konsep dasar ilmu sosial, kepekaan terhadap masalah sosial di lingkungannya, dan peranan manusia sebagai makhluk sosial. Mengajar mata pelajaran IPS di MI/SD tentu membutuhkan kemampuan khusus mengingat kaarakteristik siswa MI/SD yang masih senang dengan aktivitas bermain. Pelaksanaan pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik siswa mengakibatkan pola interaksi nyang terjadi dalam proses pembelajaran kurang mengaktifkandan kuran menarik bagi siswa. Kraakteristik ini menuntut guru IPS di MI/SD untuk memiliki kemampuan melakasanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tingkat usia anak MI/SD. Oleh karena itu seorang guru harus benar-benar memahami karakteristik dan mengetahui tahap perkembangan pada anak SD. Pembelajaran IPS bisa berlangsung dengan lancar dan kondusif serta dapat tercapai tujuan pembelajaran, jika guru mempunyai dan menerapkan kompetensinya sebagai pendidik. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Guru memiliki tiga peran utama sebagai pengelola pembelajaran yakni sebagai pengelola pembelajaran yakni sebagai perencana, pelaksana dan evaluator terhadap hasil dan proses belajar mengajar yang telah Guru sebagai perencana pembelajaran harus dapat melaksanakan kegiatan untuk menatapkan pekerjaan pembelajaran yang akan dilakukan guna mencapai tujuan. Dengan demikian, tugas pertama guru sebagai perencana adalah mengembangkan tujuan pembelajaran yang umum menjadi tujuan-tujuan yang husus dan operasional. Guru sebagai pelaksana pembelajaran harus mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang menitik beratkan pada upaya bagaimana langkah yang dilakukan supaya tujuan pembelajaran dapat dicapai. Dengan demikian, aktivitas guru pada tahap pelaksanaan pembelajaran yaitu mengorganisasikan pembelajaran, menyampaikan materi pembelajaran, dan menata interaksi anatara sumber belajaran yang ada supaya bisa berfungsi dengan optimal. Seorang guru IPS dituntut untuk mampu mengembangkan desain pembelajaran yang inovatif dab bermakna bagi peserta didik. Pengajaran IPS juga tidak mudah diterapkandalam pembelajaran dikelas apabila tidak menggunakan pendekatan interdisipliner. Tuntutan pengajaran IPS adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang diarsakan oleh guru-guru IPS. Tugas dan tanggung jawab utama seorang guru/pengajar adalah mengelola pengajaran lebih efektif, dinamis,efisien, dan positif, yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktid di antara dua subjek penegajaran, guru sebagi penginisiatif awal, pengarah, pembimbing. Diana Susanti. Yulia Septi Wahyuni. Desti Ayu Anastasha. Problematika Pembelajaran Ilmu Penegtahuan Sosial Di Tingakat Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tahun ajaran 2022-2023. Inovatife/ Journal Ofsocial Science Research Voll, 3 No 6, 2023, https://jinnovative. org/index. php/Innovatife Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index sedang peserta didik sebagai yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pengajaran. Pengelola pemeblajara IPS pada tingakat sekolah dasar tentu berbeda denag pengelolaan pembelajaran ips pada tingakt sekolah Pembelajaran IPS di MI/SD tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik siswa, dimana pada usia MI/SD masih senang bermain dan melakukan sesuatu secara langsung. Sementara karakteristik pembelajaran IPS sendiri tidak hanya mengutamakan pengetahaun semata, melainkan mampu membentuk karakter dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari . METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami problematika dalam pembelajaran ips di MI/SD merupakan pendekatan yang menekankan pada proses pemecahan masalah. Metode ini mengajak siswa untuk aktif berpikir kritis, menganalisis, dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sosial. problematika merupakan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran IPS di MI/SD. Metode ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir Metode problenmatika tetap layak untuk diterapkan dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Problematika Pembelajaran IPS di MI/SD Problematika berasal dari bahasa inggris, yakni dari kata problematic yang berarti masalah. Pengertian problematika yakni berasal dari kata problem yang bermakna persoalan atau masalah. Problematika di sini merupakan semua hal yang menimbulkan masalah. Pengertian ini juga merujuk kepada segala hal yang belum dapat ada solusi atau pemecahan. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Masalah merupakan suatu konsep yang menunjukkan bahwa ada suatu disparitas anatara harapan ideal atau kondisi yang ideal dengan realita yang terjadi secara empiris. Kesenjangan inilah yang kemudian meuhnculkan masalah. Apabila kondisi yang senjang tersebut terjadi secara terus menerus tanpa ada pemecahan, setuasi ini juga dapat disebut sebagai atau telah terjadi masalah. Masalah yakni suatu persoalan atau kendala yang perlu dipecahakan. Soekanto menjelaskan bahwa problematika yakni suatu halangan yang terjadi pada kelansungan auatu proses atau masalah. Problema merupakan suatu hal yang belum dapat dipecahkan dan dapat Syukir problematika yakni suatu kesenjangan yang mana antara harapan dan kenyataan yang diharapkan dapat menyelesaikan atau dapat diperlukan. Problematika merupakan sebagai persoalan yang berbagai persoalan yang muncul dan dihadapi dalam kehidupan manusia dan harus diupayakan solusi untuk mengatasinya. Apabila tidak ada atau belum diatasi maka persoalan ini akan menimbulkan persoalan/kendala Pembelajaran IPS di MI/SD Ilmu penegtahaun sosial (IPS) Adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah dasar yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang terkait denagn masalah sosial. Mata pelajaran ilmu penegtahuan sosial mencakup materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. IPS diajarkan disekolah dasar, ditujukan agar peserta didik menjadi manusia dan warga Negara yang baik, seperti yang diharapkan melalui diri mereka sendiri, orang tua, masyarakat, dan Taat Wulandari. Identifikasi Prblematika Pembelajaran IPS, https://id. com/document/565550982/ Problematika Pembelajaran IPS. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index 3 Pembelajaran ips di sekolah dasar yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan antara mengenal konsep-konsep yang berkaitan kemmapuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, mempunyai rasa ingin tahu, inkuiri, memcahkan masalah dan keterampilan di kehidupan sosial, memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetesi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat local, nasional dan dunia. Dengan demikian pembelajaran ips di sekolah dasar pada dasarnya dimaksudkan untuk penegembangan pengetahuan, sikap nilai moral, dan keterampilan peserta didik agar menjadi manusia dan warga Negara yang baik, seperti yang diharapkan oleh diri mereka sendiri, orang tua, masyarakat, dan agama. Melalui mata pelajaran ips diarahkan dengan tujuan untuk dapat menjadi warga dunia yang cinta damai. Ruang lingkup amata pelajaran ilmu penegtahuan sosial (IPS) terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut:6 Manusia tempat dan lingkungan Waktu dan berkelanjutan perubahan System sosial dan budaya Perilaku ekonomi dan kesejahteraan IPS SD sebagai pendidikan global( global educatio. yang meliputi mengajar peserta didik tentang kebhinekaan bangsa, budaya, peradaban,percakapan terbuka, dan transportasi anatar bangsa di https://etheses. acid/9599/3/932600919-bab2. Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Untuk Sekolah Dasar/MI, (Jakarta: Terbitan Depdiknas, 2. , hal 575. Edi Susrianto Indra Putra. Implementasi Pembelajaran Pendidikan IPS Di Sekolah DsaarAoAo. Jurnal Pendidikan Edukasi . Vo. 8 No. 1, hal 33. Edi Susrianto Indra Putra. AoAoImplementasi Pemeblajaran Pendidikan IPS Di Sekolah DasarAoAo, hal Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Gross mengemukakan bahwa pendidikan ips bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang baik dalam kehidupannya masyarakat. IPS juga bertujuan untuk menegmbangkan kemampuan peserta didik menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan pada setiap nsoal yang di hadapi. Pendidikan ips membantu peserta didik dalam memmecahkan masalah yang dihadapi sehingga akan menjadikan semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial 7 Selain itu, awan mutakin mengemukakan bahawa tujuan utama ips adalah mengembangkan peserta didik agar peka terhada masalah sosial yang terjadi masyarakat, memiliki sikap mental yang positif terhadap perbaikan segala ketimbangan yang terjadi, dan sehari-hari Mata pelajaran ips di sekolah dasar juga tidak lepas dengan materi ASEAN yang amna materi ini mengajarkan agar peserta didik daapat menegtahui Negara Teatangga Indonesia yang berada di kawasan asea tenggara. Aiandonesia telah bergabung dalam bebrapa organisasi internasional dengan menjalin kerja sama yang baik antara beberapa negara baik di asia dan sekitar sekuruh dunia. ASEAN adalah organisasi internasional yang terdiridari negar-negara di asia tenggara. ASEAN berdiri pada tahun 1967 dan sejak didirikan Indonesia pernah menjabat sebagai ketua ASEAN pada tahun 1976, 2003, dan 2011. ASEAN terdiri dari negara yang berbeda di kawasan asia tenggara seeprti. Thailand, los, kamboja. Myanmar, dan lain sebaginya. Indonesia dapatb menjadi bagian dari ASEAN selain memliki wilayah geografis yang sama dengan negara-negara di asia tenggara yang Triantro. Model Pembelajaran Terpadu. Konsep, strategi dan Implementasi dalam KTSP, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. ,hal173. Supardi. Dasar-Dasar Ilmu Sosial, ( Yogyakarta: Ombak, 2. , hal 185. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index lainnya. Indonesia juga memiliki dasar kebudayaan, masa depan, hingga kepentingan di berbagai bidan dengan negara-negara tersebut. Macam-Macam Probematika Problematika pembelajaran IPS di tingkat SD dan SMP cukup beragam dan saling berkaitan. Berikut beberapa contohnya: Kurangnya Minat Siswa: Materi IPS Terasa Membosankan: Banyak siswa menganggap IPS sebagai mata pelajaran yang kering dan kurang menarik dibandingkan dengan mata pelajaran lain seperti IPA atau Matematika. Metode Pembelajaran Kurang Menarik: Metode pembelajaran yang monoton, seperti ceramah dan menghafal, membuat siswa kurang termotivasi untuk belajar. Keterbatasan Fasilitas: Kurangnya fasilitas belajar seperti buku, alat peraga, dan kunjungan lapangan membuat pembelajaran IPS menjadi kurang efektif. Keterbatasan Guru: Keterbatasan Kompetensi Guru: Tidak semua guru IPS memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang IPS, terutama dalam hal metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya: keterbatasan waktu Guru seringkali dan sumber daya untuk mempersiapkan pembelajaran IPS yang efektif. Kurangnya Integrasi dengan Mata Pelajaran Lain: Kesulitan Mengintegrasikan IPS dengan Mata Pelajaran Lain: Pembelajaran IPS seringkali terisolasi dari mata pelajaran lain, sehingga siswa kesulitan melihat keterkaitannya dengan kehidupan Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index . Kurangnya Kolaborasi Antar Guru: Kurangnya komunikasi dan pembelajaran IPS dengan mata pelajaran lain menjadi sulit. Faktor Eksternal: Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat: Kondisi ekonomi dan sosial masyarakat dapat memengaruhi minat dan motivasi siswa untuk belajar IPS. Peran Orang Tua: Peran orang tua dalam mendukung pembelajaran IPS di rumah juga sangat penting. Solusi: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis teknologi. Meningkatkan Kompetensi Guru: Guru perlu mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang IPS. Meningkatkan Fasilitas Belajar: Sekolah perlu menyediakan fasilitas belajar yang memadai, seperti buku, alat peraga, dan kesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan. Mendorong Integrasi Pembelajaran: Guru perlu mengintegrasikan pembelajaran IPS dengan mata pelajaran lain dan melibatkan siswa dalam kegiatan yang relevan dengan kehidupan nyata. Meningkatkan Peran Orang Tua: Sekolah perlu melibatkan orang tua dalam mendukung pembelajaran ips di rumah. Permasalahan Dalam Pembelajaran IPS Permasalahan dalam pembelajaran ips di era globalisasi telah mengantarkan kita pada perubahan yang sangat cepat seiring dengan perkembangan zaman yang dibarengi tambahnya tingkat pemahaman Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index dan juga pengetahuan manusia dibidang sains dan tekmologi yang akhirnya membawa banyak dampak bagi kehidupan manusia secara umum baik positif maupun negatif. Untuk mengiri kemajuan yang berjalan sengat cepat sampai saat ini kita masih menggantungkan harapan pada pendidikan untuk tetap mengawal dan menjaga kehidupan sosial masyarakat yang terus Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk membangun. Selanjutnya fungsi dan tujuan pendidikan yang tertuang dalam undang-undang nomor 20 tahun 2023 adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Melihat kondisi yang dihadapi, membelajar IPS sepantasnya mulai membenahi diri, baik dari bergeser dari tatanan epistimologi kearah penegembangan inovasi ndan juga solusi dan juga solusi bagi perkembangan pendidikan ips ke depanya. Di mana hal ini sangatlah sesuai dengan tujuan utama penddikan ips yaitu mempersiapkan warga negara yang dapat membuat keputusan reflektif dan berpartipasi dengan sukses dalam kehidupan kewarganegaraan dilingkungan masyarakat, bangsa, dan negara. Begitupun dengan fungsi dari ips yang hakikatnya adalah membekali nak didik dengan pengetahuan sosial yang berguna, keterampilan sosial dan intelektual dalam membina perhatian serta kepedulian sosialnya sebagai sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam merealisasikan tujuan nasional. Pembelajaran ips di sekolah juga belom maksimal dalam melaksanakandan membiasakan pengalaman nilai-nilai kehidupan demoratis, sosial kemasyarakatan de4ngan melibatkan siswa dan Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index komunitas sekolah dalam berbagai aktivitas kelas dan sekolah. Selain itu, dalam pembelajaran ips lebih menekankan pada aspek penegtahuan, fakta dan konsep yang bersifat hapalan belaka. Inilah yang dituding sebagain kelmahan yang menyebabkan AoAokegagalanAoAo pembelajaran IPS di sekolah/madarsah di Indonesia. Masalah lain yang terjadi pada pemeblajaran ips saat ini: akibat dari pengaruh budaya pada masa lalu terhadap mata pelajaran ips, yang menganggap ips cenderung kurang menarik, pendekatan indoktrinatif, second class, dianggap sepele, membosankan, dan bermacam-macam kesan negative lainnya telah menyebabkan mata pelajaran tersebut menghadapi dilemma, belum lagi dengan fakta dilapangan yang menunjukkan ips masih dalam posisi pembelajaran konvesional. Pendekatan Teacher Centered pada pendekatan ini guru lebih banyak melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan bentuk ceramah . Pada saat mengikuti pembelajaran atau mendengarkan ceramah, siswa terbatas memahami sambil membuat catatan, bagi yang merasa memerlukanya. Guru menjadi pusat peran dalam pencapaian hasil pembelajaran seakan-akan menjadi satu-satunya sumberilmu. Guru hanya memberikan informasi satu arah karena yang ingin dicapai adalah bagaimana guru bisa mengajar dengan baik sehingga yang ada hanyalah transfer pengetahuan . ransfer of knowlag. Pendekatan teacher center dimana proses pembelajaran lebih berpusat pada guru hanya akan membuat guru semakin cerdas tetapi siswa hanya memiliki pengalaman mendengar paparan saja. Out put yang dihasilkan oleh pendekatan belajar seperti ini tidak lebih hanya yang kurang mampu Muhammada kaulan karima danramadani. Permasalahan Pembelajaran Dan strategi Pemechannyanya, http://ripository. id/5722/1/ Strategi Pembeajarannya. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif, (Bandung: Falah Production,2. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index penegtahuan, takut berpendapat , tidak berani mencoba yang akhirnya cenderung menjadi pelajaran yang pasif dan miskin kreativitas. Paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan berpusat kepada guru . eacher cente. yang selama ini masih dilakukan oleh guru dalam pembelajaran ips membuat siswa kurang aktif serta AoAomiskinAoAo akan kreativitas. Dominasi metode ekspositori pembelajaran ips yang didominasi ekspositori maksudnya siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung. Kepada sekelompok siswa. Sedamgkan menurut djaramah dan aswan adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa, begitu pula yang diungkapkan oleh ani wiayati bahwa metode ceramah adalah cara penyampaian bahan ajar dengan komunikasi lisan. Pengertian telah di kemukakan di atas dapat disampaikan bahwa metode ceramah . merupakan cara penyampaian bahan ajar atau materi secara lisan kepada siswa. Metode inin termasuk dalam strategi pembelajan ekspositori yaitu pembelajran yang berpusat pada guru ( Teacher centre. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak di gunakan, hal ini terjadi karena gyry menganggap metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk melakasanakan bahan/materi serta urutan pembelajaransudah dikuasai. Strategi Dalam Mengatasi Problematika Banyaknya permasalahan dalam pembelajran IPS sebgaimana yang telah di jabarkan di atas, maka pembelajaran ips perlu melkaukan benhan diri. Dimana harus mampu mengubah paradigm siswa tentang Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index pemeblajran ips yang menonton, membosankan. Maka strategi itu perlu di lakukan: Memberikan perhatian Pembnelajran pada hakikatnya merupakan suatu proses pencipta kondisi mengorganisasikan lingkungan seseorang sehingga memungkinkan terciptanya perbuatan atau kondisi dari peserta didik. Untuk itu, guru harus berusaha menarik perhatian siswa untuk belajar. Perhatian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pemeblajaran perhataian adalah pemusatan tenaga psikis atau aktivtas jiwa yang tertuju epada suatu obyek dan mengeampingan obyek yang lai. Oleh Karena itu guru harus tanggap terhadap tingkah laku anak, maka yang perlu dierhatikan guru adalah pengajaran itu harus menari perhatian anak. Perhatian terhadap pebelajaran ips aan timbul pada sisa apabila bahan pelajarn sesuidengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaranitu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan daam kehidupa shari-hari, akan mengembangkitkan perhatian dan juga motivasi mempelajarinya. Peberian Motivsi Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai daya penggerak yang diartikan sebgai daya penggerk yang teah menjadi Pendapat lain juga mengatakan bahamotivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organism yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan atau perangsang. Tujuan adalah yang mebatasi/menentukan tingkah laku organism itu. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 2 September 2025: 147-161 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Dapat disimpulkan bahwa motivasi adalh suatu kdisi atau status internal yang mengarahkan periaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai satu tujuan. Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa . Menurut Djamarah ada tiga fungsi motivasi yakni . motivasi sebagai pendorong perbuatan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk mempengaruhi sikap yang apa seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar. motivasi sebagai penggerak perbuatan. Dorongan psikologis melahirkan sikp terhadap anak didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terpendung. motivasi sebagai pengarah perbuatan. Anak didik yang mepunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan perbuatan yang perlu diabaikan. KESIMPULAN Problematika pembelajaran IPS di MI/SD merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Minat belajar siswa yang rendah. Materi yang dianggap membosankan, metode pembelajaran yang kurang menarik, dan fasilitas belajar yang terbatas membuat siswa kurang antusias untuk belajar IPS. Keterbatasan guru. Keterbatasan kompetensi, waktu, dan sumber daya membuat guru kesulitan menghadirkan pembelajaran IPS yang efektif. Kurangnya integrasi dengan mata pelajaran lain. Pembelajaran IPS seringkali terisolasi, sehingga siswa kesulitan melihat keterkaitannya dengan kehidupan nyata. DAFTAR PUSTAKA