Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati Representasi Emotional Branding DenganPendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati. Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati. Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta fitriazaly18@gmail. rohmi3005@gmail. wirasati3@gmail. Abstrak Peran Pertamina semakin strategis setelah Pemerintah melalui Undang Undang Nomor 8 tahun 1971 menunjuk perusahaan untuk menghasilkan dan mengolah migas dari ladang-ladang minyak serta menyediakan kebutuhan bahan bakar dan gas di Indonesia. Pertamina ingin menyampaikan bahwa mereka bukan hanya sekedar perusahaan BUMN yang menjual produk bahan bakar namun mereka merupakan perusahaan yang sangat peduli dengan sektor sosial khususnya lingkungan dan masyarakat. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy menggunakan emotionalbranding dengan pendekatan isu sosial yaitu mengangkat tema pemulihan hutan mangrove yang secara tidak langsung ikut serta membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin Mendeskripsikan/menggambarkan lebih dalam representasi dan makna produk dalam iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy di Instagram. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotika, pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dilakukan observasi terhadap iklan mengenai makna yang terkandung didalam iklan dan wawancara mendalam dengan key informan dan informan. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy menggunakan emotional branding dengan pendekatan isu sosial berupa kerusakan lingkungan. Kata Kunci: Representasi. Emotional Branding. Isu Sosial. Abstract Pertamina's role has become increasingly strategic after the Government through Law Number 8 of 1971 appointed a company to produce and process oil and gas from oil fields and provide fuel and gas needs in Indonesia. Pertamina wants to convey that they are not just a state-owned company that sells fuel products. but they are a company that really cares about the social sector, especially the environment and society. The Pertamina advertisement version of "They Say I'm Crazy" uses emotional branding with a social issues approach, namely the theme of restoring mangrove forests which indirectly participates in helping the economic growth of the surrounding community. The objective of this research is to describe/describe more deeply the representation and the meaning of the product in Pertamina's "They Say I'm Crazy" version of the advertisement on Instagram. The research method used in this study is Semiotics, a qualitative In this study, observations were made of advertisements regarding the meaning contained in the advertisements and in-depth interviews with key informants and informants. The Pertamina advertisement version "They Say I'm Crazy" uses emotional branding with a social issue approach in the form of environmental damage. Keyword: Representation. Emotional Branding. Social Issues. Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati PENDAHULUAN Komunikasi dan manusia merupakan dua elemen yang tidak bisadipisahkan. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasi dengan manusia lain. Dalam proses tersebut, maka dibutuhkan adanya suatu proses komunikasi agar kebutuhan bersosialisasi tercapai. Tanpa adanya komunikasi,manusia tidak akan pernah bisa berinteraksi satu sama lain. Seperti yang kita tahu, komunikasi mempunyai fungsi sebagai alat atau sebagai media yang menjembatani dalam hubungan antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok. Manusia juga dapat berkomunikasi secara verbal . isan ataupun tulisa. maupun non verbal . enggunakan bahasa tubu. , dan berkomunikasi secara langsung . atap muk. maupun tidak langsung . elalui medi. Komunikasi dilakukan dengan sengaja oleh seseorang untuk menyampaikan pesan kepadaorang lain demi memenuhi kebutuhan dan tujuannya, seperti membujuk atau menjelaskan sesuatu. Serta konsep komunikasi sebagai proses satu arah memfokuskan pada penyampaian pesan secara efektif dan menjelaskan bahwa kegiatan komunikasi bersifat persuasif atau yang biasa kita sebut sebagai iklan untuk Shimp dalam Wenats . 2, h. mendefinisikan: AuPeriklanan adalahbentuk komunikasi melalui media . ediated communicatio. , dan berbayar . , dari sumber yang jelas, bertujuan untuk mempengaruhi khalayak untuk bertindak, baik sekarang atau di masa depanAy. Seiring perkembangan zaman, teknologi pun semakin canggih. Salah satu yang dihasilkan yaitu jaringan internet. Tiap tahun terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengguna internet di Indonesia. Masyarakat Indonesiamenggunakan internet untuk bermacam kebutuhan. Salah satunya untuk mencari informasi, mendukung kegiatan belajar, bermain media sosial, bertukar pesan, streaming musik, menonton video, dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan. Data dari hasil survei We are Social dan Hootsuit dalamDatareportal. com, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna internet sebanyak 204. 7 juta dari total keseluruhan 277. 7 juta penduduk per Februari 2022. Penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 73. 7% dari jumlah penduduk Indonesia. Peningkatan pengguna internet mempengaruhi pertumbuhan penggunaan media sosial. Hal itu membuat banyaknya media baru bermunculan. Seperti yang kita tahu, masyarakat Indonesia banyak mengandalkan internet untuk keseharian mereka. Oleh karena itu periklanan di media sosial menjadi suatu strategi yang sangat tepat dilakukan oleh perusahaan karena periklanan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Di Indonesia sendiri, ada berbagai macam platform yang sering digunakan oleh masyarakat. Salah satu nya adalah Instagram. Instagram merupakan situs berbagi foto dan video dalam jaringan internet yang bisa dilakukan secara instan dan cepat. Instagram sebagai media baru alternatif hiburan masyarakat mampu memposisikan diri begitu penting karena sangat digemari untuk berbagai macam kebutuhan. Instagram sendiri memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk berinteraksi sesama pengguna, sebagai media hiburan, aktualisasi diri, tempat mencari inspirasi dan ide kreatif, bisnis online, dan masih banyak hal lainnya yangbisa dilakukan di Instagram. Dari hasil survei yang dilakukan oleh We are Social dan Hootsuit dalam Datareportal. com untuk kategori Most-Used Social Media Platform di Indonesia, menunjukkan bahwa Instagram menjadi aplikasi ke dua yang paling banyak digunakan yaitu sebesar 84,8% dari total populasi masyarakat Indonesia yang menggunakan internet. Data tersebut menunjukkan bahwa Instagram menjadi platform yang sangat strategis sebagai tempat perusahaan untuk memasang iklan. Dikutip dari https://id. org/wiki/Instagram yang diakses tanggal 13 April 2022, pukul 34 WIB, dinyatakan bahwa: AuInstagram . isingkat IG atau Inst. adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video,menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial,termasuk milik Instagram sendiriAy. Menurut Bambang dan Atmoko . 2, h. : Instagram adalah sebuah aplikasi dari Smartphone khusus untuk media sosial yang merupakan salah satu dari media digital dan mempunyai fungsi hampir sama dengan twitter, namun perbedaannya terletak pada pengambilan foto dalam bentuk atau tempat untuk berbagi informasi terhadap penggunanya. Instagram juga dapat memberikan inspirasi bagi penggunanya dan juga dapat meningkatkan kreatifitas, karena Instagram mempunyai fitur yang dapat membuat foto menjadi lebih indah, lebih artistik dan menjadi lebih bagus. Instagram bisa menjadi media iklan yang efektif karena memiliki banyak pengguna. Perusahaan dapat memperkenalkan produk kepada konsumen ataupun mempertahankan image baik mereka dengan berbagai cara seperti membuat campaign dengan memberikan informasi dan kelebihan tentang produk ataupun pendekatan dari segi jalan cerita iklan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati produk ataupun mempertahankan awareness serta posisi brand di benak masyarakat. Salah satu perusahaan yang menggunakan platform Instagram sebagai tempat untuk beriklan adalah Pertamina. Dikutip dari https://id. org/wiki/Pertamina yang diakses tanggal 13 April 2022, pukul 16. WIB, memaparkan bahwa: PT Pertamina (Perser. slinya merupakan akronim dari Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negar. adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013. Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Promosi Pertamina yang dilakukan dalam bentuk iklan telah berkembang sebagai industri kreatif yang tidak hanya mempunyai nilai jual suatu jasa atau produk. Selain bersifat persuasif iklan juga mengandung banyak makna yang menampilkan realitas sosial tertentu, dimana khalayak dapat melakukan interpretasi makna yang terdapat dalam iklan. Tanda-tanda tersebut antara lain terdiri dari tanda verbal dan tanda non-verbal. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy adalah salah satu iklan di Instagram yang tanda dan maknanya mengarah kepada suatu realitas sosial, yaitu merepresentasikan sesuatu hal dalam iklan tersebut. Representasi menurut Barker dalam Nawiroh . 4, h. adalah konstruksi sosial yang mengharuskan kita mengeksplorasi pembentukan makna tekstual dan menghendaki penyelidikan tentang cara dihasilkannya makna pada beragam konteks. Representasi dan makna budaya memiliki materialitas Mereka melekat pada bunyi,prasasti, objek, citra, buku, majalah, dan program televisi. Mereka diproduksi, ditampilkan, digunakan, dan dipahami dalam konteks sosial tertentu. Berikut beberapa scenes pada iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy: Gambar Adegan dalam Iklan Pertamina Pertamina membuat iklan dari sebuah kisah nyata yakni seseorang bernama Pak Wahyono, sempat dianggap AgilaA karena idenya untuk menyelamatkan hutan yang sudah gundul akibat pembalakan hutan di Kampung Laut Cilacap. Jawa Tengah. Melalui kelompok Krida Wana Lestari bersama PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap mengembangkan Arboretum Mangrove Kolak Sekancil (Konservasi Laguna Segara Anakan Cilaca. Lebih dari 1,2 juta pohon dengan beberapa jenis mangrove telah ditanam kembali di kawasan ini, selain itu melalui pemberdayaan masyarakat sekitar memberikan dampak tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan dampak secara ekonomi kepadamasyarakat. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy menggunakan emotional branding dengan pendekatan isu sosial yaitu pemulihan hutan mangrove yang dampaknya secara tidak langsung ikut serta membantu sektor ekonomi masyarakat setempat. Iklan ini dikemas dalam bentuk audio visual yang diangkat menjadi iklan versi AuMereka Bilang Saya GilaAy dan ditayangkan melalui official account Instagram Pertamina. Isu sosial menurut Soerjono dalam jurnal penelitian Wahyudi yang berjudul AuKritik Sosial Dalam Film The Salt Of The Earth (Analisis Isi pada Film Dokumenter The Salt of The Earth Karya Sutradara Wim Wender. Ay . 8, h. Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati Pada dasarnya, masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan, karena menyangkut tata kelakuan yangimmoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Sebab itu masalahAe masalah sosial tak akan mungkin tanpa mempertimbangkan ukuranukuranmasyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. adapun beberapa masalah sosial yang dihadapi masyarakat pada umumnya sama yaitu : kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap norma-norma masyaraka, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Menurut Thomson dalam Devi dan Sharma . 5, h. : AuEmotionalbranding bertujuan untuk membuat sebuah ikatan secara emosional dan secara proaktif dapat memperkaya kehidupan konsumen, menjadi sebuah bagian dari kenangan dan jaringan sosial konsumenAy. Sedangkan menurut Gobe dalam Mirza dan Febrina, . 6, h. : AuTujuan Emotional Branding adalah menjalin hubungan emosional mendalam antara merek dengan konsumen melalui pendekatan-pendekatan kreatif dan inovatif dalam konsep penciptaan merekAy. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy dikemas dengan sangat cinematic look sehingga memunculkan kesan beragam, iklan ini dapat memunculkan kesan tenang, prihatin yang mendalam, hingga perasaan bangga. Hal ini dikarenakan penggunaan emotional branding dengan pendekatan isu sosial sehingga dapat menarik simpati dari audience. Ketika audience melihatnya, diharapkan dapat memusatkan intensi mereka terhadap iklan. Dikutip dari hasil jurnal penelitian karya Rachmayanti dan Pamungkas yang berjudul AuPenerapan Emotional Branding Pada Iklan TVC Aqua Versi ItAos In MeAy, . 7, h. disebutkan bahwa: Iklan ini merupakan suatu kampanye dari produk Aqua dengan memberikan kesadaran pada kita bahwa hidup sehat dimulai dari diri kitasendiri. Iklan ini juga menginspirasi audience untuk mulai hidup sehat dan juga memotivasi orang-orang untuk berkarya. Informan juga mendapatkan motivasi untuk hidup lebih sehat dan mulai berkarya dari public figure yang tampil dalam iklan tersebut yang memiliki prestasi pada masingmasing bidangnya. Pada pertanyaan ini informan merasakan adanya emosi tersendiri pada dirinya ketika melihat tayangan iklan tersebut dan mereka tergerak untuk memulai hidup sehat karena apa yang Menurut Reza Syahputra, sebagai Head of Director Production House Lembayung Communication yang menaungi pembuatan iklan Pertamina versi AuMereka BilangSaya GilaAy: Jadi ini kan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Sebenarnya programnya Pertamina banyak banget. Terutama mereka lagi fokusdi bidang lingkungan dan ekonomi. Untuk aspek lingkungan dan ekonomi direalisasikan dengan mereka ikut serta dalam penanaman hutan mangrove bersama Pak Wahyono yang dampaknya pun ikut memajukan sektor ekonomi setempat seperti yang digambarkan dalam iklan ini. Iklan ini juga berusaha menyadarkan orang-orang terhadap keadaan lingkungan sekitar mereka. Hal ini dilakukan dengan cara emotional audience dibangun dulu, karena berdasarkan hasil observasi ketika sisi emosional seseorang sudah tersentuh maka mereka lebih mudah willing terhadap hal yang membuat mereka Selain itu dari sisi Pertamina, mereka mau menunjukkan ke masyarakat bahwa Pertamina itu merupakan perusahaan yang memberikan efek positif ke aspek sosial. Terlepas mungkin banyak banget isu miring seperti kilangnya bocor kemudian polusi dan lain-lain. Nah dalam iklan ini mereka ingin memberikan gambaran bahwa ini loh bentuk tanggung jawab dan pedulinya pertamina ke Masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Lalu lewat iklan ini juga Pertamina ingin mengajak masyarakat untuk peduli . terhadap lingkungan sekitar mereka. Hal itu lah yang membuat Pertamina bekerja sama dengan Lembayung Communication untuk membuat iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAydengan tujuan Pertamina ingin memperlihatkan bahwa inilah salah satu bentuk tanggung jawab serta kontribusi untuk aspek sosial terhadap lingkungan dan masyarakat dengan cara bekerja sama dan mendanai Pak Wahyono agar terus bisa melakukan pemulihan hutan mangrove yang secara tidak langsung ikut serta membantu sektor ekonomi masyarakat Pertamina ingin menyampaikan bahwa mereka bukan hanya sekedar perusahaan BUMN yang menjual bahanbakar namun mereka merupakan perusahaan yang sangat peduli dengan masyarakat. METODE Artikel ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Semiotika. Dalam Tekhnik pengumpulan data, ada 2 data yang penulis kumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori semiotika yang digagas oleh Roland Barthes karena tujuan penulis ingin mengetahui makna dari sebuah tanda dengan menggolongkan makna menjadi denotatif . akna sesungguhny. , konotatif . akna subyekti. , dan mitos . erdasarkan kebudayaan pada Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis terhadap iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy dengan menggunakan elemen-elemen berupa Heard words (Kalimat yang terdenga. Music (Musi. Seen words (Kata-kata yang terliha. Picture (Gamba. Colour (Warn. Movement (Geraka. pada tampilan iklan di Instagram. Dengan menggunakan elemen- elemen tersebut, penulis dapat mengetahui makna yang berkaitan dengan representasi emotional branding dengan pendekatan isu sosial dan makna produk yang ditampilkan pada iklan tersebut. Dari hasil penelitian penulis mengetahui bahwa penggunaan emotional branding dengan pendekatan isu sosial digunakan pengiklan untuk merangsang rasa kepedulian audience yang melihat iklan tersebut serta memperlihatkan pertanggung jawaban yang dilakukan Pertamina terhadap sektor sosial khususnya lingkungan dan ekonomi. Penggunaan emotional branding dengan pendekatan isu sosial pada iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy ditampilkan ketika iklan ini memperlihatkan perjuangan dari Pak Wahyono untuk mengembalikan hutan mangrove yang gundul menjadi seperti sediakala. Iklan ini juga memperlihatkan before-after dari keadaan hutan mangrove tersebut. Pada scene awal, sosok Pak Wahyono menceritakan keadaan hutan mangrove ketika ditebang secara liar untukpembukaan lahan budi daya tambak. Dimana terlihat suasana yang suram diiringi dengan musik yang sendu. Hingga perlahan-lahan musik berubah menjadi happy dengan penggambaran keadaan yang mulai membaik setelah Pak Wahyono dan dibantu oleh Pertamina secara bertahap menghijaukan kembali pohon mangrove sehingga menjadi massive seperti sekarang. Peran Pertamina pun juga digambarkan tersirat dalam iklan ini, dari segi bantuan dana dan pembinaan terhadap masyarakat sekitar untuk mengembangkan usaha (UMKM) mereka. Pada tahap denotasi, terlihat keadaan lingkungan sekitar dari Arboretummangrove dimulai dari lahan yang masih kosong karena pembalakan liar sampai dengan tahap dimana keadaan hutan mangrove yang telah kembali hijau seperti semula. Pada iklan ini juga memperlihatkan perjuangan dari sosok Pak Wahyono sebagai tokoh awal yang memiliki ide untuk menanam kembali pohon mangrove disana yang kemudian dibantu oleh Pertamina untuk mewujudkan ide tersebut. Hingga pada akhirnya terlihat bahwa hutan mangrove sudah mulai membaiksehingga perekonomian masyarakat setempat juga ikut terangkat. Dalam iklan ini juga banyak kalimat yang terlihat sebagai penjelasan di beberapa scene. Pada tahap konotasi, penampilan audio visual dan tentunya tema isu sosial dapat dijadikan alat untuk menyampaikan aspek emotional branding sehingga dapat menyentuh perasaan audience. Iklan ini menampilkan perjuangan dan kegigihan yang patut kita contoh dari sosok Pak Wahyono yang mencoba mengembalikan keadaan Hutan Mangrove Kolak Sekancil dari yang sebelumnya dibabat habis untuk pembukaan lahan budi daya tambak. Awalnya hal yang dilakukan Pak Wahyono mendapatkan cibiran sampai ada yang mengatakan bahwa beliau gila karena melakukan kegiatan yang dianggap masyarakat sekitar tidak masuk akal hingga Pertamina ikut membantu Pak Wahyono untuk menghijaukan kembali hutan mangrove yang pada akhirnya dapat berkembang secara massive seperti sekarang. Iklan ini juga menggunakan tone warm dan musik yang sendu sehingga dapat memunculkan cinematic look yang dapat merangsang sisi emosional audience. Warna mayoritas yang digunakan dalam iklan ini adalah hijau, coklat, biru, abu-abu, dan biru. Warna Hijau melambangkan alamdan lingkungan, tanaman hidup dan pertumbuhan yang berkesinambungan sebagai suatu esensi kehidupan alami. Hal ini selaras dengan mayoritas scene yang ditampilkan yaitu ingin memperlihatkan suasana alam dari hutan mangrove tersebut. Warna coklat melambangkan alami, bumi atau tanah. Sedangkan warna abu- abu dapat memberi efek menenangkan dan memberi fokus terhadap objek atau kalimat yang terlihat. Sedangkan warna biru memiliki makna kepercayaan, loyalitas, dan tanggung jawab yang mana terdapat pada baju anggota kelompok KridaWana Lestari dan logo Pertamina sehingga hal ini memiliki makna bahwa Kelompok Krida Wana Lestari dan Pertamina dapat digambarkan sebagai organisasi yang bisa dipercaya, memiliki loyalitas, dan tanggung jawab terlebih terhadap lingkungan sekitar maupun pembinaan masyarakat untuk menumbuhkan sektor ekonomi. Pada tahap mitos,. Mitos yang pertama digambarkan dalam iklan ini adalah masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggap bahwa perubahan kecil yang dilakukan seseorang tidak mungkin bisa membuahkan hasil positif ke banyak orang atau berdampak besar kedepannya. Namun, dalam iklan ini Pak Wahyono dapat membuktikan bahwa semua kerja keras dengan tekad yang kuat pasti akan membuahkan hasil meskipun berasal dari perubahan kecil yangdilakukan oleh individu. Mitos yang kedua adalah masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa keadaan lingkungan sekitar tidak berpengaruh signifikan bagi keberlangsungan hidup manusia. Sehingga mereka cenderung menyepelekan dan tidak memperdulikan keadaansekitar. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangannya ekosistem seperti yang digambarkan dalam iklan ini bahwa efek dari penggundulan hutan mangrove yang dibuka Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati untuk lahan budi daya tambak justru menyebabkan udang mati sehingga para nelayan terkena imbasnya. Hal ini pun berlaku dimana saja, jika ada lingkungan yang rusak maka ekosistem disekitarnya terkena Kemudian mitos yang ketiga adalah persepsi masyarakat tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hanya menghabiskan anggaran dari pemerintah tanpa memberikan pengaruh yang signifikan untuk masyarakat. Persepsi ini coba dipatahkan oleh Pertamina, dengan isi iklannya yang memperlihatkan pengabdian Pertamina kepada lingkungan dengan membantu Pak Wahyono dan warga sekitar. Pertamina mencoba menyampaikan bahwa mereka adalah perusahaan BUMN yang selalu mencoba membantu dan memberikan dampak positif pada negara dengan senantiasa memperhatikan lingkungan dan sektor ekonomi masyarakat Indonesia. Bukan hanya sekedar BUMN yang menghabiskan anggaran pemerintah seperti yang ada di persepsi masyarakat selama ini. Pada analisis makna produk diketahui bahwa penggunaan strategi emotional branding dengan mengangkat permasalahan isu sosial yang digambarkan pada iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy bertujuan untuk merangsang kepedulian orang-orang terhadap keadaan lingkungan. Iklan ini juga dijadikan sebagai media reminder ke masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan sekitar mereka karena hal tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan ekosistem disekitarnya. penggunaan emotional branding dengan pendekatan isu sosial yang diterapkan dalam iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy dilakukan karena ketika orang merasa tersentuh sisi emosionalnya maka mereka cenderung lebih peduli dengan hal yang membuat mereka tersentuh. Tentu ini selaras dengan tujuan iklannya yaitu untuk merangsang kepedulian orang-orang terhadap lingkungan, kemudian sebagai reminder juga kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan sekitar mereka. Selain itu makna lain yang coba disampaikan dalam iklan ini adalah Pertamina mau menunjukkan ke masyarakat bahwa mereka merupakan perusahaan yang memberikan efek positif kepada Indonesia. Terlepas banyaknya isu miring seperti kilang bocor, polusi dimana-mana dan lain sebagainya. Iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy juga ingin menanamkan persepsi bahwa Pertamina merupakan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap aspek sosial di sekitar. Walaupun ada dampak negatif yang timbul akibat produksi dan penggunaan produk Pertamina tapi mereka mencoba sebaik mungkin untuk membenahi dampak tersebut salah satunya dengan cara membantu Pak Wahyono untuk menanam kembali hutan Mangrove yang sebelumnya gundul hingga kini berhasil memulihkan hutan mangrove dengan massa yang besar. Pada hasil wawancara dengan lima informan dapat disimpulkan bahwa audience merasa tersentuh dan tergerak untuk memperhatikan lingkungan sekitar mereka. Pesan dari iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy cukup tersampaikan kepada audience yaitu pentingnya untuk terus peduli dengan keadaan lingkungan sekitar kita karena hal ini menimbulkan dampak langsung terhadap ekosistem disekitarnya. Selain itu aduience juga memandang Pertamina sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan aspek sosial di Indonesia khususnya lingkungan dan Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas dapat dikemukakan bahwa penyampaian sebuah pesan yang dikemas ke dalam iklan menjadi tantangan tersendiri untuk sebuah brand. Bagaimana caranya objective itu harus bisa tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami kepada masyarakat. Tentunya hal ini dilakukan dengan menerapkan berbagai teknik pengemasan yang dirasa cukup efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini juga merupakan permintaan Pertamina kepada Lembayung Communication dalam pembuatan iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy di Instagram. Iklan ini menggunakan emotional branding dengan pendekatan isu sosial kerusakan lingkungan untuk mencapai objective mereka yakni ingin menyampaikan bahwa Pertamina merupakan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap aspek sosial dengan cara memperlihatkan kisah before after Pak Wahyono bersama Pertamina ketika berjuang mengembangkan hutan mangrove di Cilacap. Kemudian sebagai reminder untuk masyarakat agar peduli kepada lingkungan sekitar mereka karena dampak positif maupun negatif yang timbul dari keadaan tersebut dapat mempengaruhi keberlangsungan ekosistem Iklan ini dikemas dengan menggunakan Emotional branding karena dinilai dapat menargetkan aspek emosi audience sehingga dapat memunculkan sisi empati dari individu tersebut. Serta menggunakan konsep pendekatan isu sosial kerusakan lingkungan sebagai tema utama dengan tujuan menimbulkan rasa kepedulian dan simpati masyarakat terhadap lingkungan sekitar mereka serta memperlihatkan dampak keadaan lingkungan tersebut terhadap ekosistem disekitarnya. Seperti yang dijabarkan oleh Keraf tentang tiga aspek yang diyakini oleh manusia terhadap lingkungan hidupnya dalam jurnal penelitian karya Zubaedah yang berjudul AuPesan Lingkungan Dalam Film (Analisis Semiotika Representasi Isu Lingkungan Pada Film Avatar 2009 dan Aquaman 2. 1, h. Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati Etika lingkungan hidup yang diyakini oleh manusia dalam lingkungan hidupnya terdiri Antroposentrisme. Biosentrisme, dan Ekosentrisme. Antroposentrisme Menurut penjelasan dari Rene Descartes. sebagai di antara makhluk hidup yang ada, manusia memiliki tempat peran yang sangat penting. Manusia memiliki kelebihan yang diberi dari pencipta yaitu jiwa yang dapat untuk berfikir dan juga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Dibandingkan dengan hewan yang merupakan makhluk yang lebih rendah. Dari penjelasan Descartes mempercayai bahwa hewan hanyalah sebuah tubuh mesin otomatis, tanpa adanya jiwa tidak adanya pemikiran atau pengetahuan yang dimiliki seperti manusia. Sama seperti contoh pada jam bahwa tuhan tampaknya telahmemberikan mengatur jam untuk bergerak dengan cara tertentu. Aspek ini seakan menjelaskan bahwa makhluk tertinggi untukmenguasai lingkungan adalah manusia sebab manusia makhluk hidup yang berakal. Tetapi, aspek ini menjadikan manusia menjadi makhluk hidup yang egois karena dengan semena-mena mengolah lingkungan tanpa memperhatikan kelangsungan kehidupan mahluk hidup di sekitarnya. Biosentrisme Dalam pemikiran Albert Schweitzer, sumber Biosentrisme percayabahwa kehidupan pada manusia itu merupakan sesuatu hal yang sakral. Orang selalu didorong untuk berusaha dan mempertahankan hidup dan juga menghormati orang lain satu sama lain. Orang yang bermoral merupakan mereka yang berkeinginan untuk membantu antar sesamanya seluruh umat manusia. Biosentrisme lebih menjelaskan mengenai hubungan khas manusia dengan alamnya yang diciptakan oleh sang Terdapat suatu nilai yang penting di dalam alam ini, yaitu nilai dalam komunitas kehidupan yang ada di bumi. Sebagai makhluk yang memiliki akal, manusia memilikitanggung jawab moral yang besar dan juga wajib dilakukan untuk kepentingan makhluk hidup seluruhnya dan juga kehidupan masa depan. Ekosentrisme Menjelaskan bahwa makhluk ekologis dapat berhubungan dengan objek biologis yang ada. Adanya tanggung jawab dan menjadi kewajiban pada moral yang tidak terbatas pada makhluk hidup. Pada kewajiban ini diemban oleh etika yang sama dan berlaku untuk semua realitas ekologis, termasuk didalamnya benda mati juga yang ada di lingkungannya di Bumi. Mengenai Ekosentrisme dikembangkan dan juga pemahamannya diperdalam melalui AuDeep EcologyAy yangdikemukakan oleh Arne Naess. AuDeep EcologyAy tidak berpusat pada manusia melainkan makhluk hidup dan juga benda mati yang berkaitan dengan usaha menyelesaikan masalah mengenai lingkungan secara Pada aspek ini berfokus pada manfaat jangka panjang dari pada manfaat jangka pendek. Oleh karena itu, ini terkait dengan kepentingan seluruh ekologi. Berdasarkan kutipan di atas penulis memahami bahwa terdapat tiga aspek yang diyakini oleh manusia tentang lingkungan hidupnya. Ketiga aspek tersebut adalah Antroposentrisme. Biosentrisme, dan Ekosentrisme. Yang pertama Antroposentrisme berkaitan dengan peran manusia yang sangat penting karena manusia merupakan makhluk tertinggi untuk menguasai lingkungan. Tetapi, aspek ini menjadikan manusia menjadi makhluk hidup yang egois karena dengan semena-mena mengolah lingkungan tanpa memperhatikan kelangsungan kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Yang kedua. Biosentrisme berkaitan dengan nilai yang penting yaitu nilai dalam komunitas kehidupan yang ada di bumi. Sebagai makhluk yang memiliki akal, manusia memiliki tanggung jawab moral yang besar dan juga wajib dilakukan untuk kepentingan makhluk hidup seluruhnya dan juga kehidupan masa depan. Dan yang ketiga yaitu Ekosentrisme. Aspek ini berfokus pada usaha menyelesaikan masalah mengenai lingkungansecara keseluruhan yang mempunyai manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, hal ini terkait dengan kepentingan seluruh ekologi. Berdasarkan uraian tersebut penulis menyimpulkan bahwa iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy menggunakan emotional branding dengan pendekatan isu sosial berupa kerusakan lingkungan. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Penggunaan emotional branding dengan pendekatan isu sosial dalam iklan Pertamina versi AuMereka Bilang Saya GilaAy digunakan pengiklan sebagai reminder terhadap masyarakat luas agar senantiasa peduli dan menjaga lingkungan sekitar karena keadaan lingkungan sangat berpengaruh terhadap ekosistem disekitarnya. Volume 8. Nomor 1. Februari 2024 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Representasi Emotional Branding Dengan Pendekatan Isu Sosial Dan Makna Produk Pada Iklan Pertamina Versi AuMereka Bilang Saya GilaAy Di Instagram Fitri Azaly Rahmawati, . ,Rohmiati Soenaryo. Wiwien Wirasati Iklan ini juga ingin menggambarkan bahwa Pertamina merupakan perusahaan BUMN yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan aspek sosial di Indonesia khususnya lingkungan dan Selain itu iklan ini sengaja dikemas menggunakan emotional branding dengan pendekatan isu sosial karena memang ingin memainkan sisi emosional audience agar mereka tersentuh dan cenderung menaruh kepedulian pada hal-hal yang membuat mereka tersentuh. SARAN