BIOLOVA Universitas Muhammadiyah Metro http://scholar. id/index. php/biolova/ DOI : History Article Received: Februari 2026 Approved: Maret 2026 eISSN 2716-473X p ISSN 2716-4748 Published: Maret 2026 HUBUNGAN PENGETAHUAN ISLAMI PESERTA DIDIK KELAS IV MI MUHAMMADIYAH TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DI SEKOLAH Adi Kurniawan1. Agus Sutanto2. Handoko Santoso3 MIT Muhammadiyah Sukarame, 2,3 Magister Pendidikan Biologi,Universitas Muhammadiyah Metro E-mail : 1 adikurniawan645@gmail. com, 2 sutanto11@gmail. com, 3 handoko. umm@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan islami terhadap pengelolaan sampah plastik disekolah MIT Muhammadiyah Sukarame dan untuk mengetahui hubungan pengetahuan islami terhadap sikap peduli lingkungan peserta didik di sekolah MIT Muhammadiyah Sukarame. Metode penelitian ini menggunakan ex-post facto. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2024 yang bertempat di MIT Muhammadiyah Sukarame Kota Bandar Lampung. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan didapatkan hasil bahwa pada aspek pengelolaan sampah mendapatkan rata-rata sebesar 78%. Pengetahuan Islami sebesar 81% dan sikap peduli lingkungan 80%. Pengetahuan Islami memiliki hubungan yang erat dan signifikan terhadap pengelolaan sampah plastik peserta didik di sekolah MIT Muhammadiyah Sukarame. Hal ini ditunjukan dari hasil nilai Sig. Uji korelasi Pearson antara pengetahuan islami dengan pengelolaan sampah plastik adalah 0,00 < 0,05. Hal ini juga didukung dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0,73. sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan islami peserta didik memiliki hubungan korelasi yang kuat dengan pengelolaan sampah plastik. Kemudian pada sikap peduli lingkungan didapatkan nilai Pearson Correlation sebesar 0,75. sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan islami peserta didik memiliki hubungan korelasi yang kuat dengan sikap peduli lingkungan. Kata kunci: pengetahuan islami, pengelolaan sampah, sikap peduli lingkungan. Abstrack: The aim of this research was to determine the relationship between Islamic knowledge and plastic waste management at the MIT Muhammadiyah Sukarame school and to determine the relationship between Islamic knowledge and the environmental care attitudes of students at the MIT Muhammadiyah Sukarame school. This research method uses ex-post facto. This research was carried out in June 2024 at MIT Muhammadiyah Sukarame. Bandar Lampung City. Based on the results of research in the field, it was found that the waste management aspect received an average of 78%. Islamic knowledge was 81% and environmental care was 80%. Islamic knowledge has a close and significant relationship to the plastic waste management of students at the MIT Muhammadiyah Sukarame school. This is shown by the results of the Sig value. The Pearson correlation test between Islamic knowledge and plastic waste management is 0. 00 < 0. This is also supported by the Pearson Correlation value of 0. So it can be concluded that students' Islamic knowledge has a strong correlation with plastic waste management. Then for environmental care attitudes, the Pearson Correlation value was 0. So it can be concluded that students' Islamic knowledge has a strong correlation with environmental care attitudes. Key word: islamic knowledge, waste management, environmental concern How to Cite Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan islami peserta didik kelas IV MI Muhammadiyah terhadap pengelolaan sampah plastik dan sikap peduli lingkungan di sekolah. BIOLOVA 7. This is an open access article under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Dewasa ini, isu lingkungan banyak dibicarakan. Penebangan hutan secara ilegal, penggunaan sumber daya yang tidak berkelanjutan tanpa penurunan kualitas ekosistem alam merupakan penyebab utama dari kerusakan lingkungan. Lingkungan mencakup segala sesuatu yang ada disekitar kita baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat serta interaksi yang kompleks antara semua komponen tersebut (Feriansyah, 2. Ekosistem ini terkena dampak negatif dari ekspansi populasi yang berbahaya, dan pembangunan yang terburu-buru. Faktor-faktor ini tidak hanya menguras sumber daya alam, tetapi juga mencemari lingkungan sebagai akibat dari aktivitas manusia Masalah manusia tidak akan muncul jika hubungan manusia dengan lingkungan bersifat positif (Barkatin. Lailan, dan Hari, 2. Pengetahuan mempengaruhi kepedulian terhadap Hal ini diharapkan dapat menjadi sumber daya yang nyata untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan Kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab terhadap isu-isu kerusakan lingkungan yang muncul di lingkungan merupakan salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan kepada generasi muda di Indonesia (Ardianti, 2. Karakter seseorang merupakan faktor yang memungkinkan mereka hidup berdampingan dan bekerjasama dalam lingkup keluarga, komunitas,bangsa. Pembangunan karakter adalah topik yang senantiasa relevan untuk dibahas dalam rangka memperbaiki karakter generasi penerus serta masyarakat Indonesia secara Seseorang menunjukkan perilaku tidak terpuji yang bahkan dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Handoko, 2. Menurut Narut dan Nardi . Peduli lingkungan adalah sikap melestarikan lingkungan alam secara Rendahnya kesadaran ini ditunjukkan oleh perilaku anak-anak yang membiarkan sampah berserakan dan mencoret-coret fasilitas kelas. Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan menjadi akar penyebab kecenderungan ini (Arofah. Peduli lingkungan adalah pola pikir dan cara bertindak yang selalu berupaya menjaga lingkungan tempat tinggalnya dan menemukan cara-cara kreatif untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Agar sikap peduli lingkungan ini pada akhirnya dapat berperan sebagai agen perubahan, maka sikap ini harus ditanamkan sejak Menurut Narut dan Nardi . , peduli lingkungan adalah perilaku yang pengetahuan dan perasaan cinta terhadap lingkungan. Ada tiga elemen kunci yang membentuk sikap peduli . , yang berkaitan dengan kepercayaan seseorang terhadap ide dan konsep. komponen afeksi . , yang berkaitan dengan kondisi emosional seseorang. komponen konasi . , yang berkaitan dengan kecenderungan perilaku seseorang. Oleh karena itu, kesadaran lingkungan ini sangat erat kaitannya dengan kebiasaan yang sudah tertanam sejak lahir. Secara umum, pengetahuan pengelolaan sampah di Indonesia masih sangat Hal ini sering kali 95 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 membuang sampah sembarangan di tempat yang telah ditentukan tanpa Pengurangan sampah dan penanganan sampah merupakan dua tujuan utama pengelolaan sampah saat ini, yang dilakukan sesuai dengan UU No. Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun Peduli lingkungan didefinisikan oleh Lestari dan Hidayati . sebagai sikap dan tindakan yang secara lingkungan alam di sekitarnya dan membuat rencana untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Selain mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan yang sudah Siswa yang mempraktikkan konservasi lingkungan tidak hanya lingkungan tempat mereka tinggal, tetapi juga pentingnya menjaga kesehatan mereka sendiri dan orang Dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat, nilai-nilai kepedulian lingkungan dan inkuiri dapat diperkuat. Perilaku siswa mengadopsi pandangan-pandangan ini baik secara sekaligus maupun bertahap (Rahmat, 2. Peraturan Pemerintah No. Tahun lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam dan kelangsungan perikehidupan. Kondisi lingkungan hidup yang semakin menurun merupakan kenyataan yang terjadi saat ini. Permasalahan sampah di Indonesia masih sangat tinggi terutama di beberapa daerah terpencil di Indonesia. Setiap tahun, jumlah Menurut data statistik sampah tahun 2014, setelah Cina. Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. (Jalal, 2. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengumumkan pada tanggal 10 Juni 2015, dalam acara Dialog Penanganan Sampah Plastik. Indonesia 000 ton sampah per hari, atau 64 juta ton per tahun. Praktik pengelolaan sampah di Indonesia adalah sebagai berikut, menurut temuan survei tahun 2012 yang dilakukan di beberapa kota: 69% sampah diangkut dan ditempatkan di tempat pembuangan akhir, 10% dikubur, 7% dikompos dan didaur ulang, 5% dibakar, dan 7% lainnya tidak dikelola. Islam, sebagai agama yang ideal, mengajarkan manusia tentang lingkungan selain menjelaskan aspek-aspek teologis dan seremonial Pemikiran Islam menyatakan bahwa manusia harus dapat hidup berdampingan secara damai dengan alam dan juga dengan Allah, pencipta mereka, dan orang lain. Khususnya dalam Islam, menjaga kebersihan lingkungan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk menjalankan Umat Islam diwajibkan untuk berwudhu sebelum memulai ibadah shalat, menggarisbawahi pentingnya kebersihan dan kesucian bagi umat Islam (Efendy. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan observasi lapangan pada keadaan pengelolaan sampah di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Sukarame di dapatkan fakta bahwa kesadaran peserta didik terhadap pengelolaan sampah di sekolah masih sangat minim karena masih banyak peserta didik yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan tidak memilah sampah sesuai dengan kriteria seharusnya sampah dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Islam dan sikap terhadap kepedulian lingkungan di kalangan siswa, serta hubungan antara pengetahuan Islam dan pengelolaan sampah di sekolah. 96 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 METODE Penelitian ini menggunakan metodologi ex post facto yaitu mengukur peristiwa yang telah terjadi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4-5 Juni 2024 di MIT Muhammadiyah Sukarame Kota Bandar Lampung. Adapun jumlah sampel penelitian yang digunakan berjumlah 48 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket . uesioner tertutu. , dan wawancara pada peserta didik MIT Muhamadiyyah Sukarame berbasis lingkungan mendapatkan hasil didapatkan hasil 78%, dan pada aspek melaksanakan dan mengelola sarana didapatkan hasil 84%. Sehingga ratarata pada indikator pengelolaan lingkungan adalah 78% dan termasuk kedalam kategori baik Kemudian Pengetahuan Islami Peserta Didik didapatkan hasil seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : HASIL Persentase Hasil Setiap Indikator pada Angket Pengetahuan Islami Pengelolaan Lingkungan Peserta Didik Persentase Hasil Setiap Indikator pada Angket Pengelolaan Lingkungan Nilai Keagamaan Gambar1. Diagram Aspek Pengelolaan Lingkungan Keterangan : M1: Mengembangkan berwawasan lingkungan M2: Melaksanakan Kurikulum Berbasis Lingkungan M3: Melaksanakan lingkungan berbasis partisipatif M4: Melaksanakan dan mengelola sarana pendukung ramah lingkungan Berdasarkan gambar 1, terlihat pada aspek mengembangkan kebijakan berwawasan lingkungan didapatkan hasil 77%, melaksanakan kurikulum Gambar Diagram Islami Kebersihan Lingkungan Sekolah Pengetahuan Pada Indikator nilai keagamaan didapatkan hasil 85% sehingga termasuk kedalam kategori sangat baik sedangkan pada indikator kebersihan lingkungan sekolah didapatkan hasil 77% yang termasuk kedalam kategori Rata-rata pada aspek pengetahuan islami yaitu 81% sehingga termasuk kedalam kategori sangat baik. Kemudian pada aspek Sikap Peduli Lingkungan di dapatkan hasil seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini: 97 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Presentase Hasil Setiap Indikator pada Angket Sikap Peduli Lingkungan Persentase Hasil Setiap Indikator pada Angket Pengetahuan Islami Gambar 3. Diagram Sikap Peduli Lingkungan. Berdasarkan Gambar 3, yang telah disajikan terlihat bahwa indikator mendapatkan hasil 86% dengan kategori sangat baik. , pada indikator mencintai kerapian dan kebersihan lingkungan mendapatkan hasil 83% yang termasuk kedalam kategori sangat Selanjutnya dalam indikator bijaksana dalam menggunakan sumber daya alam mendapatkan hasil 76% dan termasuk kedalam kategori baik. Pada indikator mendukung penghijauan diperoleh hasil 77% yang masuk kedalam kategori baik Pada indikator terakhir yaitu membuang sampah diperoleh hasil 76% yang masuk kedalam kategori baik. Sehingga diperoleh rata-rata pada aspek sikap peduli lingkungan sebesar 80% dan termasuk kedalam kategori sangat Dari pembelajaran yang menitikberatkan pada kegiatan praktik lapangan atau pembelajaran yang menghasilkan output berupa karya akan menjadikan peserta didik menjadi terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah dari Kemudian dengan penanaman nilai-nilai islam didalam setiap kegiatan pembelajaran akan membuat peserta didik menjadi lebih termotivasi dalam menjaga kebersihan diri dan Pada saat diperoleh hasil persentase hasil setiap angket, langkah selanjutnya yang dilakukan pada saat telah diperoleh data Pengetahuan Islami (X). Pengeolaan Sampah (Y. dan Sikap Peduli Lingkungan (Y. , yaitu menentukan ada atau tidaknya korelasi antara Ketiga Variabel Adapun Interpretasi Koefisien dari Korelasi tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Interpretasi Koefisien Korelasi Tingkat Korelasi Kategori 0,80 Ae 1 Sangat Kuat 0,60 - 0,79 Kuat 0,40 - 0,59 Sedang 0,20 - 0,39 Rendah 0,00- 0,19 Sangat Rendah Tabel 2. Interpretasi Koefisien Kolerasi Correlations lingku Samp Islami ngan Penget P C ,750 ,732** ,000 ,000 Islami N Sikap P C ,750** 1 ,559** Peduli S ,000 ,000 Pengol P C ,732** ,559** 1 ,000 ,000 Sampa N Keterangan : PC : Pearson Correlation Sig : Sig. -taile. N : Jumlah Sampel 98 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Nilai Sig. didasarkan pada informasi yang telah disediakan pada Mengingat koefisien korelasi antara pengetahuan Islam dan sikap peduli lingkungan pada uji korelasi Pearson sebesar 0. 00 < 0. 05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara keduanya. Hal ini sesuai dengan nilai Sig. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan 0,00 < 0,05 antara pengetahuan Islam dan sikap kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan Islam dan penanganan sampah plastik. Nilai Korelasi Pearson sebesar 0,75 dan 0,73 menunjukkan hubungan yang baik antara ketiga variabel tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan islami peserta didik memiliki hubungan korelasi yang kuat dengan sikap peduli lingkungan dan pengelolaan sampah plastik. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Islami Terhadap Pengelolaan Sampah Pengetahuan mendapatkan hasil 85% sehingga termasuk kedalam kategori sangat baik hal ini dikarenakan pembiasaan peserta didik setiap harinya sebelum memulai aktivitas pembelajaran di awali dengan membaca doa dan membaca alquran sehingga peserta didik dan warga sekolah lainnya terpatri di dalam dirinya untuk menerapkan ajaran agama islam di dalam kehidupan sehari-hari dampaknya terlihat pada indikator didapatkan hasil 77% yang termasuk kedalam kategori baik (Riduwan . 5: . Hal ini dikarenakan peserta kebersihan diri dan lingkungan Keadaan tersebut tentu saja lingkungan pendidikan yang baik dalam hal ini guru PJOK karena telah menyampaikan materi kebersihan lingkungan kepada peserta didik secara berkesinambungan dan juga peran dan dorongan dari orang tua atau wali murid karena telah memberikan pembiasaan kepada peserta didik dirumah untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kemudian peran dari guru agama islam mencontohkan, menganjurkan dan memotivasi peserta didik supaya dapat menjaga kebersihan lingkungan baik di sekolah maupun dirumah. Dalam upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan pengetahuan, dan pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Agama Islam memainkan peran yang sangat penting dan menguntungkan bagi para siswa dalam lingkungan pendidikan formal. Karena pendidikan adalah sarana yang digunakan untuk meningkatkan sikap, perilaku, pola kognitif, dan/atau tingkat etika dan moral yang mulia (Eva. Berdasarkan gambar yang telah disajikan pada gambar 1 pada indikator pengelolaan sampah terlihat bahwa pada aspek mengembangkan kebijakan melaksanakan kurikulum berbasis partisipatif termasuk kedalam kategori baik atau peduli sedangkan pada aspek melaksanakan dan mengelola sarana termasuk kedalam kategori sangat Dalam kegiatan pengelolaan MIT Muhammadiyah Sukarame sampah yang terbagi menjadi dua yaitu kotak sampah kuning untuk jenis sampah anorganik dan kotak sampah 99 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 berwarna hijau untuk jenis sampah Kedua MIT Muhammadiyah Sukarame telah menuliskan beberapa lingkungan sekolah dibeberapa titik di sekolah dan proses pembelajaran yang sekolah sebagai media pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat (Ganefati, dkk 2. Kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi dengan kemampuan mereka dalam mendeskripsikan kondisi lingkungan, bahaya yang terkait dengan masalah lingkungan, dan dampak dari masalah Bacaan berupa fakta atau data mengenai isu-isu lingkungan yang pemanasan global, eksploitasi sumber daya, dan hilangnya keanekaragaman hayati, disertakan dalam instrumen Peserta didik kemudian diminta untuk mengidentifikasi isu-isu Alat bantu pertanyaan meminta siswa untuk memutuskan seberapa besar upaya yang tepat untuk dilakukan dalam mengatasi masalah lingkungan yang dibahas dalam bahan bacaan. Karena banyaknya informasi yang berhubungan dengan isu lingkungan kemampuan kognitif siswa masuk dalam kategori kurang. Hal ini berarti bahwa meskipun mereka memiliki pengetahuan lingkungan yang baik, menerapkan pengetahuan tersebut Menurut penelitian di MIT Muhammadiyah Sukarame, kapasitas kognitif siswa dalam mengenali, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah lingkungan termasuk dalam kategori buruk, sementara indikator pengetahuan lingkungan mereka termasuk dalam kategori cukup baik. Kurangnya pengalaman belajar siswa, atau ketidakmampuan mereka untuk terlibat langsung dengan isu-isu lingkungan di kapasitas kognitif. Hingga saat ini, sebagian besar pembelajaran dilakukan di ruang kelas dengan panduan buku teks dan materi tambahan dari guru yang berkaitan dengan isu-isu Pengalaman belajar harus diciptakan untuk mengembangkan keterampilan mengamati, menanya, mengkomunikasikan, karena, seperti yang dinyatakan oleh Suryawati dkk. , pembelajaran merupakan kegiatan untuk mendeteksi masalah di lingkungan sekitar melalui pendekatan Peningkatan pengetahuan agama di kalangan siswa akan menghasilkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan lingkungan sekolah yang bersih dan teratur. Dalam kegiatan pengelolaan MIT Muhammadiyah Sukarame sampah yang terbagi menjadi dua yaitu kotak sampah kuning untuk jenis sampah anorganik dan kotak sampah berwarna hijau untuk jenis sampah Kedua MIT Muhammadiyah Sukarame telah menuliskan beberapa lingkungan sekolah dibeberapa titik di sekolah dan proses pembelajaran yang sekolah sebagai media pembelajaran. Hal ini sejalan dengan keyakinan (Eva, 2. bahwa Guru Pendidikan Agama Islam dalam memiliki peran yang signifikan dan bermanfaat dalam membantu siswa lingkungan sekolah serta pengetahuan dan pemahaman mereka tentang Pendidikan Agama Islam. Pentingnya 100 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Pendidikan Agama Islam kepada siswa mengembangkan karakter semacam ini meluas melampaui sekelompok orang tertentu ke semua aspek dan lapisan masyarakat, di mana pendidikan dan pembelajaran berlangsung baik di lingkungan pendidikan formal maupun Karena pendidikan adalah sarana di mana siswa dipengaruhi untuk mengubah sikap, perilaku, dan pola pikir mereka serta menjunjung standar moral yang lebih tinggi. Suasana sekolah yang bersih membuat belajar lebih menyenangkan, terasa sejuk saat disentuh, dan membuat ruang kelas bebas dari Karena baik untuk kehidupan sehari-hari, maka kita harus selalu Pendidikan lingkungan sejak dini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya lingkungan bagi manusia, yang akan membantu menghasilkan generasi masa depan yang akan terhadap lingkungan mereka dan Hal ini akan membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah (Aryanti. Hubungan Pengetahuan Islami Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Berdasarkan Pengetahuan didapatkan hasil rata-rata sebesar 81 % sehingga termasuk kedalam kategori sangat baik. Hal ini disebabkan salah satunya pembelajaran non formal yang didapatkan peserta didik saat berada di lingkungan rumah seperti ditempat pendidikan al quran yang berada di mendapatkan pengetahuan baru selain pengetahuan agama yang diajarkan di perilaku menjaga kebersihan diri dan lingkungan semakin terpatri didalam diri setiap peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan. Sikap peduli lingkungan pada aspek menjaga kelestarian lingkungan kegiatan yang dinilai adalah kegiatan kebersihan lingkungan kelas, dari hasil yang di dapatkan bahwa rata-rata peserta didik telah menjaga kebersihan lingkungan kelas nya masing-masing sehingga menimbulkan suasana kelas yang bersih dan nyaman pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Kegiatan positif yang dihasilkan dari kegiatan ini diakibatkan karena lingkungan tersebut dilaksanakan secara harian dan mingguan misalnya pada kegiatan harian peserta didik melaksanakan piket kelas pada saat pagi hari dan setelah kegiatan belajar Kemudian jenis kegiatan mingguan dilaksanakan pada saat hari sabtu di setiap akhir bulan untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah bersama warga sekolah lainnya. Penggabungan nilai karakter peserta lingkungan sekitar diharapkan dapat meningkatkan rasa peduli terhadap alam dan mengurangi kerusakan lingkungan sekitar (Triana,2. Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia, kebersihan sangatlah penting. karena aktivitas mencakup interaksi langsung antara manusia dan lingkungannya. Kegiatan sehari-hari kita akan lebih nyaman dilakukan di lingkungan yang bersih dan terawat. Demikian pula, dengan menjaga kebersihan sekolah, baik pendidik maupun peserta didik akan merasa nyaman dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar (Chan et , 2. Ada beberapa strategi untuk 101 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 sekolah, seperti membersihkan ruang kelas setiap hari, mendaur ulang bendabenda yang tidak diinginkan menjadi kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Pembinaan akhlak peserta didik juga memberikan dampak positif yang signifikan, seperti perubahan pola pikir, prinsip dan tingkah laku (Surawan,2. Islam lingkungan, termasuk jalan raya, pekarangan, persediaan air, dan tempat makan dan minum. Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW, yang menyatakan bahwa kebersihan adalah Pepatah Aukebersihan adalah sebagian dari imanAy perlu diulang kembali di lembaga pendidikan dan tempat lain yang relevan. Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting untuk kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini akan membantu menciptakan warga negara yang bertanggung jawab menumbuhkan kesadaran akan isu-isu lingkungan (Aryanti. Selanjutnya pada indikator mencintai kerapian dan kebersihan lingkungan mendapatkan hasil 83% yang termasuk kedalam kategori sangat Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa sebagian besar peserta didik telah menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah khusus nya kelas karena pada aspek ini kegiatan yang dinilai adalah perilaku peserta didik dalam menyoret sarana dan prasarana sekolah misalnya dinding kelas atau pun meja dan kursi. Perilaku siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, yang memiliki dampak signifikan terhadap sikap mereka terhadap kepedulian lingkungan baik di sekolah maupun di Hal ini sejalan dengan Hastuti . melestarikan lingkungan dan mencari permasalahan lingkungan. Siswa yang lingkungan mengacu pada tindakan individu atau kelompok yang bertujuan melakukan hal yang benar untuk melindungi lingkungan. Karena masih dalam tahap pertumbuhan dan memiliki emosi yang belum stabil, peserta didik rentan terhadap pengaruh eksternal dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berhasil atau tidaknya suatu tujuan pendidikan akan ditentukan oleh proses pembelajaran yang dilakukan guru dan peserta didik di dalam kelas (Larasati. Oleh karena itu, agar perilaku positif dapat menjadi teladan, pendidik harus selalu memberikan contoh yang Selanjutnya dalam aspek bijaksana dalam menggunakan sumber daya alam mendapatkan hasil 76% dan termasuk kedalam kategori baik, di dalam aspek ini jenis kegiatan yang dinilai adalah bagaimana cara peserta didik menggunakan sumber daya air dan listrik secara bijaksana. Dalam penilaian aspek ini masih terdapat memanfaatkan air secara berlebihan pada saat berwudhu dan penggunaan Ac serta listrik secara berlebihan. Pada penghijauan diperoleh hasil 77% yang masuk kedalam kategori baik. Kegiatan penghijauan sangat penting diterapkan utamanya pada lingkungan sekolah, karena selain sebagai penghasil oksigen, penghijauan dapat menyejukkan lingkungan sekolah, dan dapat menghasilkan pemandangan yang indah (Purwantiningsih, 2. Pada aspek ini dibagi menjadi beberapa pemeliharaan taman oleh masing- 102 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 masing kelas, merawat tanaman dilingkungan sekolah, membawa berbagai jenis tanaman dan ikut serta dalam kegiatan penanaman. Pada aspek terakhir yaitu membuang sampah diperoleh hasil 76% yang masuk kedalam kategori Selain pasar, rumah, tempat usaha, dan kantor, sekolah juga dapat menjadi sumber sampah terbesar karena jumlah pengunjungnya yang sangat banyak. Mengingat bahwa siswa merupakan mayoritas penyewa. Pengelolaan sampah di sekolah merupakan masalah yang perlu ditangani secara serius. Sampah tidak hanya memiliki dampak yang merugikan tetapi juga cepat terurai, sehingga lingkungan menjadi lebih cepat kotor, tidak nyaman, dan tidak sehat (Harjanti, 2. Berdasarkan penjelasan di atas. Lingkungan hidup merupakan karunia ALLAH SWT kepada kita dan wajib dijaga serta dilestarikan. Supaya dapat menjadi sumber dan penunjang demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup manusia. Korelasi Pengetahuan Islami Terhadap Pengelolaan Sampah dan Korelasi Pengetahuan Islami dan Sikap Peduli lingkungan Peserta Didik MIT Muhamadiiyah Sukarame Korelasi Pengetahuan Islami Terhadap Pengelolaan lingkungan dan Korelasi Pengetahuan Islami Terhadap Sikap Peduli lingkungan Peserta Didik MIT Muhamadiiyah Sukarame Berdasarkan nilai Sig. Uji korelasi Pearson dapat dikatakan bahwa hubungan antara pengetahuan islami peserta didik terhadap pengelolaan sampah plastik sebesar 0,75 > 0,0 dan sikap peduli lingkungan diperoleh hasil sebesar 0,73 > 0,0, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan islami terhadap pengelolaan sampah plastik dan sikap peduli lingkungan peserta didik MIT Muhammadiyah Sukarame dengan kategori korelasi kuatOleh karena itu, jika siswa MIT Muhamadiyah Sukarame lingkungan yang tinggi, mereka akan mengelola sampah plastik dan memiliki sikap peduli lingkungan yang Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menemukan adanya lingkungan mahasiswa Tadris IPA di Institut Agama Islam Negeri Kediri dengan sikap peduli lingkungan. Dengan demikian, mahasiswa Tadris IPA di Institut Agama Islam Negeri Kediri juga akan memiliki sikap kepedulian lingkungan yang lebih tinggi jika semakin banyak informasi lingkungan yang mereka miliki (Dewi & Anggraini, 2. Manusia dan lingkungannya memiliki interaksi timbal balik yang saling berhubungan dan saling Ada kalanya kita tidak dapat membedakan antara sebab dan akibat dari perilaku dalam kaitannya dengan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, agar manusia dapat mengelola lingkungan dengan baik, mereka perlu memiliki pengetahuan tentang lingkungan (Fauzi et al. , 2. Anak-anak dapat belajar nilai pelestarian lingkungan dari tindakan terkecil sekalipun, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik, sumber daya alam (SDA) dengan bijak, dan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan dan pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat, karena dipengaruhi oleh lingkungan, maka lingkungan akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi umat manusia. Selain itu, salah satu fungsi pendidikan adalah pengembangan kesadaran lingkungan pada siswa. Selain itu, 103 | Kurniawan. Sutanto. Santoso. , 2026. Hubungan pengetahuan. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari dan diarahkan untuk memiliki kemahiran dalam mengelola lingkungan (Santika et al. , 2. Malik bin Anas melaporkan dalam Al-Muwaththa' bahwa Khalifah Abu Bakar meninggalkan sebuah wasiat yang memiliki hubungan kuat dengan pendidikan lingkungan. AuAku memberikan sepuluh hal yang harus Jangan bangunan, membunuh wanita, anakanak, atau orang tua, menebang pohon buah-buahan, menyembelih domba atau unta kecuali jika Anda berniat untuk memakannya, membakar pohon mengkhianati orang lain, atau membuat kerusakan. Malik. (H. Malik. Yahya bin Dari Sa'i. Dari 10 arahan tersebut, empat di antaranya menahan diri untuk tidak menebang pohon yang menghasilkan buah, menghancurkan bangunan, menahan diri untuk tidak membunuh unta demi keuntungan pribadi, dan menahan diri untuk tidak membakar tanaman (Efendy. Berdasarkan rangkuman di atas, ajaran lingkungan hidup Islam dengan tegas menyerukan kepada umatnya untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup. Dalam hal melindungi lingkungan, bahkan Nabi pun telah memberikan contoh yang positif. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai umat Islam untuk menggunakan meningkatkan pengetahuan umat Islam mengenai lingkungan secara khusus. Salah satu kunci untuk mewujudkan tindakan seseorang yang mendukung kepedulian terhadap lingkungan adalah kesadaran akan pelestarian lingkungan. Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting untuk mengembangkan sikap dan kemauan untuk peduli terhadap lingkungan, yang akan memahami keseimbangan ekosistem KESIMPULAN Berdasarkan temuan investigasi dan diskusi selanjutnya, dapat dikatakan bahwa sikap siswa terhadap konservasi lingkungan dan kemampuan mereka dalam mengelola sampah plastik di MIT Muhammadiyah Sukarame berkorelasi kuat dengan pengetahuan mereka tentang Islam. SARAN