e-ISSN: 3046 Ae 5389 p-ISSN: 3046 Ae 5559 Volume. No. 1, 2024 CONSTRUCTIVISM: Journal of Research in Education PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM MENULIS ANEKDOT MENGGUNAKAN STRATEGI GENIUS LEARNING PADA SISWA KELAS X ATPH DI SMK NEGERI 3 ALASA Fince Putra Jaya Zalukhu1. Heking Trisman Harefa2 Fiman Astrid Nan Dindah Gulo3. Mei Siska Putri Mendrofa4 1, 2, 3, 4 Universitas Nias. Jl. Yos Sudarso No. 118/E-S. Gunungsitoli. Nias. Sumatera Utara, 22865 Indonesia Email: fincezalukhu62@gmail. Article History Received: 16-01-2024 Revision: 11-02-2024 Accepted: 17-02-2024 Published: 21-02-2024 Abstract. Writing skills are an important component of language learning. many students still experience difficulties in developing ideas and organizing their writing effectively. This study aimed to improve studentsAo anecdote writing skills through the implementation of the Genius Learning strategy. The research employed Classroom Action Research conducted in two cycles. The participants were 32 students of class X ATPH at SMK Negeri 3 Alasa. North Nias. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The results of the study showed that studentsAo anecdote writing skills improved significantly after the implementation of the Genius Learning strategy. The average score increased from 53 in the pre-action stage to 75. 58 in cycle I and further improved to 85. 00 in cycle II. In addition, the learning process also showed positive changes in studentsAo participation, attention, and learning enthusiasm. The findings indicate that the Genius Learning strategy creates a more engaging and meaningful learning environment, which supports students in developing their writing skills. Therefore, the Genius Learning strategy can be considered an effective instructional strategy for improving studentsAo anecdote writing skills in Indonesian language learning Keywords: Anecdote Writing Skills. Genius Learning Strategy. Classroom Action Research. Writing Instruction How to Cite: Zalukhu. Harefa. Gulo. , & Mendrofa. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot Menggunakan Strategi Genius Learning pada Siswa Kelas X ATPH di SMK Negeri 3 Alasa. CONSTRUCTIVISM: Journal of Research in Education, 1 . , 40-47. http://doi. org/10. 54373/cjre. PENDAHULUAN Salah satu aspek peningkatan kualitas pendidikan adalah peningkatan kualitas Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah bagian integral dari upaya untuk meningkatkan kualitas manusia, yang mencakup aspek kemampuan, kepribadian, dan tanggung jawab sebagai warga negara (Sutama, 2. Marsigit . alam Sutama, 2. menyatakan bahwa ahli-ahli kependidikan telah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru dan kualitas pembelajarannya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran merupakan komponen utama dari peningkatan kualitas pendidikan secara nasional. Proses pendidikan saat ini dianggap terlalu mementingkan, menurut Anies . alam Asmani, 2. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bersifat Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A Karena keterampilan menulis tidak dapat dipelajari hanya dari teori, tetapi juga dari praktik dan latihan yang konsisten. Untuk menulis dengan baik. Anda harus menguasai banyak elemen bahasa, serta elemen di luar bahasa, yang akan membentuk isi karangan. Mayoritas orang menyukai menulis. Menulis bahkan dianggap sebagai keharusan bagi beberapa orang. Misalnya, reporter yang bekerja untuk media cetak atau elektronik melaporkan suatu peristiwa dengan rangkaian kata-katanya. Hal serupa dikatakan Tarigan . bahwa tulisan dapat membantu memahami apa yang terjadi dalam pikiran dan pikiran kita. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, bahan-bahan tentang menulis sudah disediakan mulai dari jenjang sekolah dasar, tetapi banyak tulisan siswa masih buruk. Pembelajaran menulis harus ditingkatkan, terutama dalam praktik. Menulis mengajarkan siswa untuk menggunakan kata secara kreatif dari dunia nyata. Tulisan yang teratur akan membuat pembaca memahami maksud penulis. Siswa akan lebih mudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah jika guru memberikan pemahaman yang tepat tentang apa yang mereka Dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas tahun 2013, salah satu kompetensi dasar adalah menulis anekdot secara lisan maupun tulisan dengan mengikuti standar menulis Kurikulum 2013 menyatakan bahwa tujuan dari anekdot adalah menceritakan suatu peristiwa yang tidak biasa dan lucu. Namun, teks anekdot dimasukkan sebagai materi pelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia baru. sesuai dengan prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia yang diterapkan dalam kurikulum, yaitu berbasis teks. Salah satu teks yang harus dipelajari siswa adalah teks anekdot. Ada teks anekdot baru di SMA. MA, dan SMK. Dari angket pengetahuan awal tentang menulis anekdot, ada beberapa penyebab timbulnya kendala dalam praktik menulis yang dikemukakan oleh siswa kelas X ATPH SMK Negeri 3 Alasa. Siswa mengalami kesulitan untuk memasukkan ide ke dalam kegiatan pembelajaran menulis, terutama menulis anekdot, karena masalah ini. Siswa remaja kurang responsif terhadap kegiatan pembelajaran yang tidak bervariasi. Tujuan penelitian ini, adalah untuk dapat meningkatkan keterampilan menulis anekdot siswa kelas X ATPH SMK Negeri 3 Alasa tahun 2023/2024 dengan menerapkan strategi genius learning. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Perencanaan tindakan, tindakan, observasi, dan refleksi adalah langkah pertama dalam desain penelitian tindakan Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 3 Alasa yang berlokasi di Jalan Kecmatan Alasa. Kabupaten Nias Utara. Subjek yang menerima tindakan adalah siswa kelas X ATPH yang berjumlah 32 siswa. Waktu perencanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A April 2023 karena bertepatan dengan semester genap, dimana kompetensi inti menulis anekdot Data penelitian tindakan ini berasal dari guru, siswa, dokumen hasil pembelajaran, dan proses pembelajaran. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara metode observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah angket, pedoman penilaian keterampilan menulis, catatan lapangan dan lembar observasi. Dalam analisis data, peneliti membandingkan isi catatan yang dilakukan dengan kolaborator, kemudian data diolah dan disajikan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Keberhasilan siswa dalam menulis cerita adalah indikator keberhasilan produk, menurut strategi genius Keberhasilan diperoleh jika telah terjadi peningkatan skor sebesar 75% dari jumlah siswa sesudah diberikan tindakan. HASIL Deskripsi Awal Ketrampilan Menulis Anekdot Sebelum pelaksanaan tindakan dimulai, dilakukan observasi mengenai minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis anekdot. Informasi awal tentang pengalaman siswa saat menulis kisah diperoleh dari angket. Data dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Hasil Angket Pratindakan Pertanyaan Tidak Apakah Anda merasa senang menulis? Apakah kegiatan menulis anekdot sering dilakukan disekolah? Apakah Anda mengetahui manfaat yang akan diperoleh jika mampu menulis Apakah Anda sering merasa kesulitan menuangkan ide ketika menulis Apakah Anda memiliki keinginan agar dapat menulis anekdot dengan baik? Menurut Anda, perlukah menggunakan strategi pembelajaran untuk mendukung keberhasilan menulisanekdot? 53,33% 46,67% 26,67% 73,33% 76,67% 23,33% Melalui angket informasi awal tabel tersebut diketahui bahwa tingkat minat siswa kelas X ATPH SMK Negeri 3 Alasa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis anekdot masih rendah, dibuktikan dengan persentasi sebanyak 53,33% siswa. 76,67% siswa masih merasa kesulitan menuangkan ide dalam menulis anekdot. Hal ini karena siswa jarang Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A belajar menulis cerita baik di rumah maupun di sekolah. Namun demikian, mereka sadar bahwa pembelajaran menulis anekdot memerlukan banyak latihan dan siswa berkeinginan dapat menulis anekdot dengan baik dibuktikan dengan 90% siswa yang berminat. Pembelajaran yang dilakukan selama ini dirasa belum membuat siswa mahir dalam menulis, khususnya menulis Sebagai hasil dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa menghadapi sejumlah masalah saat belajar. Salah satu masalah tersebut adalah mengubah ide-ide menjadi Selanjutnya setelah mendapatkan informasi awal keterampilan siswa dalam menulis anekdot, peneliti bersama kolaborator mengadakan tes sebelum siswa dikenai tindakan . kegiatan menulis anekdot. Siswa diminta untuk menulis cerita pendek yang memiliki tema bebas. Tabel 2. Hasil observasi proses pembelajaran menulis anekdot siswa pada Pratindakan. No. Aspek Indikator Persentase Situasi Belajar Keantusiasan siswa mengikuti Perhatian/ Fokus Perhatian siswa terhadap penjelasan guru Keaktifan Peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar Proses Belajar Suasana belajar mengajar di kelas Keterangan: : Baik Sekali . %-100%) : Baik . %-75%) : Cukup . %-50%) : Kurang . %-25%) Hasil tulisan siswa pada saat dilakukan tes awal menulis anekdot dirasa masih kurang, belum sesuai dengan apa yang diharapkan Rata-rata nilai yang dicapai siswa kelas X ATPH SMK Negeri 3 Alasa hanya 64,53. Dari informasi awal keterampilan menulis dan hasil tes awal yang diperoleh tersebut, maka perlu dilakukan pembenahan dan inovasi yang kreatif dalam pembelajaran menulis anekdot. Melalui pembelajaran menulis anekdot dengan strategi genius learning, pembelajaran menulis anekdot akan lebih efektif, menyenangkan, serta dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis anekdot. Data . Pembelajaran menulis anekdot dilakukan dalam dua siklus, dan strategi pembelajaran genius digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis anekdot secara bertahap, yaitu . menciptakan suasana kondusif di kelas, . menghubungkan pengalaman awal mengenai menulis, . memberikan gambaran besar mengenai keseluruhan materi, . menetapkan tujuan bersama yang akan dicapai, . pemasukan informasi, yaitu mulai dari proses kerangka karangan, pengembangan ide menjadi karangan anekdot, penyuntingan, revisi, presentasi, . aktivasi, yang berarti meningkatkan pemahaman siswa, dan . mengulangi dan menyimpulkan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, guru harus selalu memperhatikan seluruh siswanya dalam kegiatan Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A praktik menulis anekdot, mulai dari membuat ide pokok . raf kasa. anekdot, praktik menulis anekdot, penyuntingan, revisi, dan mempublikasikan hasil tulisan anekdot di depan kelas. Data . Keterampilan siswa dalam menulis anekdot telah meningkat berkat penggunaan strategi pembelajaran genius. Peningkatan keterampilan menulis anekdot siswa dari awal sebelum diberi tindakan sampai setelah diberi tindakan pada siklus II. Secara keseluruhan, setiap aspek penulisan kisah mengalami peningkatan yang signifikan selama Siklus II. Skor ratarata keterampilan menulis anekdot yang diperoleh pada tes pratindakan adalah 64,53. Pada tes siklus I skor rata-rata yang diperoleh adalah 75,58. Pada siklus II, skor rata-rata adalah 85,00. Data . DISKUSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis anekdot siswa sebelum tindakan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata awal siswa yang hanya mencapai 64,53. Rendahnya kemampuan tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, menyusun struktur cerita, serta menggunakan bahasa yang efektif dalam penulisan anekdot. Kondisi ini juga diperkuat oleh hasil angket awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide ketika menulis. Temuan ini sejalan dengan pendapat Tarigan . yang menyatakan bahwa keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang kompleks dan tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan memerlukan latihan yang berkelanjutan serta pengalaman belajar yang memadai. Selain itu, hasil observasi pada tahap pratindakan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih relatif rendah. Aspek perhatian siswa terhadap penjelasan guru serta keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran berada pada kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung sebelumnya belum mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan partisipatif. Menurut Sudjana . , keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dan termotivasi dalam kegiatan belajar. Penerapan strategi Genius Learning dalam penelitian ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam proses pembelajaran. Strategi Genius Learning menekankan pada penciptaan suasana belajar yang menyenangkan, keterlibatan aktif siswa, serta pengembangan potensi belajar secara optimal melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang terstruktur. Gunawan . menjelaskan bahwa strategi Genius Learning dirancang untuk mengoptimalkan potensi Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A otak siswa melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini, penerapan strategi Genius Learning dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menghubungkan pengetahuan awal siswa, memberikan gambaran umum materi, menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan informasi melalui kegiatan menulis, serta melakukan pengulangan dan refleksi. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari merancang ide cerita, menulis draf awal, melakukan revisi, hingga mempresentasikan hasil tulisan di depan kelas. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Genius Learning mampu meningkatkan keterampilan menulis anekdot siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 64,53 pada tahap pratindakan menjadi 75,58 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 85,00 pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, serta meningkatkan kualitas tulisan yang dihasilkan. Temuan ini mendukung pendapat Rose dan Nicholl . yang menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas belajar yang aktif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas proses belajar serta hasil belajar siswa. Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan strategi Genius Learning juga memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan berani mengemukakan ide dalam kegiatan menulis. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang inovatif dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan berbahasa mereka. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi Genius Learning merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis anekdot siswa. Strategi ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan strategi pembelajaran yang inovatif seperti Genius Learning perlu dipertimbangkan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis Zalukhu et al. Peningkatan Keterampilan dalam Menulis Anekdot A KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian tindakan kelas, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan menulis anekdot masih rendah sebelum tindakan. Karena materi anekdot tidak ada dalam kurikulum sebelumnya, kegiatan praktik menulis anekdot tidak pernah Dengan menggunakan strategi pembelajaran genius, kualitas pembelajaran menulis anekdot meningkat. Ada peningkatan dan perubahan positif pada aspek situasi belajar, perhatian, keaktifan, dan proses belajar. Pembelajaran menulis anekdot menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan. Dengan menggunakan strategi pembelajaran genius, hasil menulis anekdot dapat ditingkatkan. Seperti yang ditunjukkan oleh skor rata-rata menulis anekdot sebelum diberi tindakan adalah 64,53. skor meningkat menjadi 75,58 setelah diberi tindakan pada akhir siklus I. dan menjadi 85,00 pada akhir siklus II. Ini menunjukkan peningkatan 20,47 poin dari sebelumnya. Secara keseluruhan, setelah siklus kedua berakhir, semua komponen dan aturan untuk menulis cerita telah berkembang pesat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran genius berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan siswa ATPH SMK Negeri 3 Alasa kelas X untuk menulis anekdot. REFERENSI