Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio PENGOLAHAN BEBERAPA FORMULASI BAGIAN LIMBAH JAGUNG MANIS(Zea Mays Saccharat. TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR. SERAT KASAR DAN ABU Tiara Yeriza Afantika. Sri Mulyani. Devi Dianti Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang Email : tiarayeriza260603@gmail. com, srimulyani2060@gmail. Submetted : 13 Agustus 2025 Reviced: 30 Agsstus 2025 Apccepted: 12 Oktoer 2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis (Zea mays saccharat. terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu. Penelitian dilakukan mode eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan ( P1=20% Daun 50%Btg Tgl 10% Kulit. P2=35un 20%Btg 20%Tkl 25%Kulit. P3=40un 25%Btg 15%Tkl 20% Kulit. P4=45un 30%Btg 10%Tkl 15%Kulit. P5=40un 30%Btg 5%Tongkol 2 5%). penelitian ini mengunakan limbah daun,batang,kulit dan tongkol jagung manis, tepung jagung, gula aren, dan EM4 sebagai bahan fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2025 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Unand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis berpengaruh sangat nyata (P<0. terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan abu. Kandungan Protein Kasar berkisar antara 9,3514,59 %. Serat Kasar 17,42-23,34 % dan Abu 9,98-13,84%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa formulasi pengolahan limbah jagung manis berpengaruh terhadap peningkatan protein kasar, penurunan serat kasar serta kandungan Abu. Kata kunci: Limbah jagung manis, fermentasi. EM4, protein kasar, serat kasar, abu. PENDAHULUAN Produktivitas kandungan serat kasar yang tinggi dan dipengaruhi ketersediaan pakan hijauan kecernaan rendah. Pemanfaatan limbah tanaman jagung manis seperti batang. Musim menyebabkan kekurangan pakan hijauan sehingga diperlukan alternatif untuk dioptimalkan agar tidak menjadi limbah menjamin pasokan pakan yang stabil. Limbah pertanian, terutama dari tanaman jagung manis, tersedia dalam jumlah melimpah dan dapat menjadi Namun pemanfaatannya masih terbatas karena //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Proses teknologi yang dapat digunakan. Fermentasi EM4 meningkatkan kandungan protein kasar Page 80 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio dan menurunkan serat kasar. EM4 juga Selain itu, fermentasi meningkatkan daya cerna pakan oleh ternak, sehingga Selain lebih banyak nutrisi yang dapat diserap. Hal ini sangat penting untuk mendukung pengolahan limbah dengan fermentasi pertumbuhan dan produksi ternak. juga membantu mengurangi dampak Perlakuan komposisi bagian limbah yang negatif limbah terhadap lingkungan. Limbah yang diolah dapat dimanfaatkan sebagai pakan berkualitas. Menurut data BPS Kota Padang Proporsi menghasilkan variasi kandungan nutrisi mencapai 17 hektar dengan produksi Penelitian mencapai 111 ton. Dari data tersebut, jumlah limbah tanaman yang dihasilkan formulasi bagian limbah jagung manis terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu, dengan harapan dapat Bagian tanaman jagung manis seperti memberikan solusi bagi peternak. daun dan batang mengandung protein MATERI DAN METODA yang lebih tinggi dibanding tongkol dan kulit, sehingga penambahan proporsi MATERI Bahan yang digunakan penelitian daun dapat meningkatkan protein kasar ini adalah beberapa bagian dari limbah hasil fermentasi. tanaman jagung diambil di Kelurahan Gurun Laweh. Kec Nanggalo. Padang, bahwa fermentasi limbah jagung dengan batang jagung manis, daun jagung EM4 meningkatkan kandungan protein manis, kulit jagung manis, tongkol kasar dan menurunkan serat kasar, jagung manis, tepung jagung. EM4, dan misalnya penelitian oleh (Anjalani dkk. Penelitian Alat Fermentasi juga menurunkan kadar abu plastik silase untuk penyimpan, tali rapia anorganik selama proses fermentasi. unuk pengikat, coper, kompor, panci. Penurunan kadar abu berkorelasi positif sendok pengaduk, kertas label dan alat dengan peningkatan kandungan bahan organik pakan. //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 81 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio METODE Penelitian p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio bagian kecil sekitar 2-3 cm untuk mempercepat proses fermentasi evaluasi yang terdiri dari 5 formulasi Menimbang masing-masing bahan dari beberapa bagian limbah jagung sesuai komposisi yaitu 300 gr dari manis sebagai perlakuan 4 ulangan dan tiap perlakukan penambahan additive tepung jagung 10% Campurkan semua dan 20% EM4 masing-masing perlakuan P1=20% Daun 50%Btg 20% Tgl 10% Kulit P2=35un 20% Btg 20%Tkl 25% Kulit P3=40un 25%Btg 15%Tkl 20% Kulit P4=45un 30%Btg 10% Tkl 15% Kulit P5=40un 30%Btg 5%Tongkol 25 % Kulit Tabel. 1 formulasi setiap perlakuan (%) Perlakuan Bahan Daun Batang Tongkol Kulit wadah besar dan aduk sampai merata Siapkan EM4 konsentrasi 20% . ml EM4 dan ditambahkan larutan saka sehingga menajadi 100 m. Dalam penelitian ini mengunakan 100 ml EM4 dalam 500 ml air saka . Setiap perlakuan diberikan Total bahan dalam Masukan ke dalam kantong plastik 2 lapis dan dipadatkan kemudian dan diikat dengan tali rafia dan inkubasi 21 hari Setelah 21 hari kantong plastik dibuka dan dibawa ke Laboratorium Setelah priode fermentasi selesai. Steel and Torrie . model matematika Rancangan Acak Lengkap sebagai berikut: kandungan zat-zat makanan (PK. SK, dan Ab. PEUBAH PENELITIAN Yij = Ei Aij PELAKSANAAN PENELITIAN Peubah penelitian ini adalah: BK. BO dan Air Menyiapkan semua bahan dan alat yang digunakan menggunakan Metoda Association of Official Analytical Chemist (AOAC). Coper masing -masing bahan . aun, //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 82 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio . Matikan lampu spritus Protein Kasar Cara pengujian kadar protein . Lepaskan pertama dilakukan menurut Sudarmadji . Semprotkan Destruksi pendingin lurus ke ujung selang . Siapkan labu kedjal yang bersih pada elemeyer penampung dan kering ) Ambil . Timbang sampel A 1gram (G) kemudian dimasukkan ke dalam yang telah berisi sampel 100 ml ) Titrasi H2SO4 0,1 sampai berubah labu Kedjal sedikit merah atau warna pink . Tambahkan selenium 1gram . Tambahkan H2SO4 ) Baca dan catat volume yang terpakai (H) . Agar tercampur rata labu kejdal di Goyangkan ) Lalu agar tercampur blangko (I). Kemdian ditaruh diatas kompor pada suhu Kadar Protein Kasar (%) = ( H- Iy0,1y0,014y6,25y10y100%G 300AC, bewarna bening, lalu di angkat dan dinginkan G = Jumlah Berat sampel . Cairan bening dipindahkan gelas piala lau diencerkan Y = Jumlah Blanko H = jumlah volume P = Pengenceran . aquades sampai150ml . Hubungkan Keterangan: Masukan 25 ml sampel ke dalam labu destilasi . Masukan 25 ml sampel ke dalam labu destilasi . Dalam elemeyer dimasukan 10 ml asam borak . Panaskan labu destiasi sampai Kandungan Serat Kasar cara pengujian serat kasar dilakukan menurut Sudarmadji . dengan langkah sebagai berikut: Timbang sampel 1gram dengan alumenium foil dengan catat beratnya (J) . Setelah sampel dalam gelas piala 500 ml larutan di dalam elemeyer 100 ml //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 83 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio . Tambahkan H2SO4 p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio kedalam cawan persolen yang sebanyak 100 ml . Goyangkan telah diketahui beratnya gelas piala Keringkan di dalam oven suhu berisi sampel agar tercampur 105AC selama 8 jam . Panaskan dan didihkan selama 30 Dinginkan dalam eksikator 15 Setelah Dinginkan, dengan kertas saring whatman 41 Timbang (M) . Setelah itu masukan ke dalam menggunakan vakum tanur selama 4 jam pada suhu Lalu bilas aquades panas A 300 Setalah 4 jam. Matikan tanur dan . Pindahkan sampel dalam gelas biarkan sampel didalamnya A 4 piala dan residu pada kertas . Dinginkan ke dalam eksikator menggunakan NAOH 0,3 N 100 . Timbang (N) Menghitung kadar serat kasar sampel . Panaskan selama 30 menit . Kertas dengan rumus:M-N-LJy100% Keterangan: dimasukan kedalam oven selama M= berat keluar oven . 1jam pada suhu 105AC N=berat setelah Tanur . Setelah dikeluarkan kertas saring whatman 41 dimasukan kedalam L= kertas saring. J= jumlah sampel Kandungan Abu . Kemudian Timbang dan beri Analisa kandungan abu dilakukan kode pada kertas saring (L) . Saring sampel dengan kertas diketahui beratnya . Bilas dengan aquades panas A300 . Tambahkan aceton 25 ml . Kemudian Kertas saring dan residu dilipat dan dimasukan menurut Sudarmadji . Cawan porselen dimasukkan ke dalam oven dan pada suhu 105AC selama 24 jam desikator selama 30 menit dan ditimbang (A). Kemudian timbang sampel A 1gram masukkan ke dalam cawan porselen Masukkan ke dalam oven suhu 105AC //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 84 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio selama 8 jam (B). Bahan dalam cawan pengolahan beberapa formulasi bagian yang sudah ditimbang dimasukkan ke limbah jagung manis, yang tinggi pada dalam tanur suhu 600AC selama 4 jam. P4 yaitu 14. 59% dan diikuti P5 yaitu Turunkan suhu tanur sampai 200AC, 34% P3. P2. 67% dan pindahkan ke dalam eksikator selama 30 rerata terendah pada perlakuan P1 yaitu menit kemudian ditimbang (C). Analisis ragam (Lampiran . % Abu = C - AB y100% beberapa formulasi limbah jagung manis Keterangan: A = Berat cawan porselin tanpa (P<0. terhadap peningkatan kandungan protein B = Berat sampel . kasar pada pengolahan limbah jagung C = Berat cawan sampel abu Hal ini disebabkan disebabkan . pengunaan limbah daun jagung manis lebih tinggi. peningkatan kadar protein kasar HASIL DAN PEMBAHASAN selama proses fermentasi disebabkan Kandungan Protein Kasar oleh aktivitas mikroorganisme dalam Rerata protein kasar dapat dilihat pada Tabel 2 Rhodopseudomonaspalustris. Mikroganisme ini mampu membentuk struktur hifa selama fermentasi, yang berperan dalam akumulasi biomassa di bawah ini. Tabel. 2 Rerata Kandungan Protein Kasar ( %) mikrobial dan secara tidak langsung meningkatkan kandungan protein kasar Ulangan Perlakuan EM4, seperti Saccharomyces cerevisiae Rerata Keterangan: Superksrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan yang berbeda nyata (P<0. substrat (Anjalani dkk, 2. Hasil DMRT formulasi bagian limbah jagung manis (P<0,. terhadap P5. P3. P2, dan P1. Perlakuan Tabel 2. Menunjukkan bahwa P5 berbeda nyata (P<0,. terhadap P3, rerata kandungan protein kasar pada P2 dan P1. Perlakuan P3 berbeda nyata //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 85 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio (P<0,. terhadap P2 dan P1. Perlakuan diikuti pada perlakuan P5 18,54%. P3 P2 berbeda nyata (P<0,. terhadap P1. 21,62%. P2 22,54% dan P1 yaitu Hal ini disebabkan karena perlakuan P4 23,34%. menggunakan daun jagung manis . %) lebih tinggi daripada P1 Analisis ragam (Lampiran . Terdapat peningkatan persentase kandungan protein kasar antar perlakuan jagung manis berbeda sangat nyata sebesar P4: 56,04%. P5: 42,67%. P3: (P<0. terhadap penurunan kandungan 29,83%, dan P2: 14,11% dibandingkan serat kasar limbah jagung manis. Hal ini P1. Hal ini sejalan dengan ( sudirman disebabkan pengolahan limbah jagung dan imbran. ,2. menyatakan bahwa kandungan protein pada daun jagung menguraikan/ menurunkan muda lebih tinggi dibandingan bagian serat kasar. bagian lainya. Munandar dkk, . bahwa Kandungan Serat Kasar EM4 bioaktifator dalam fermentasi limbah Rerata jagung manis dengan EM4, terhadap kandungan serat kasar pertanian, termasuk tongkol dan batang jagung, dapat mengurangi hemiselulosa dan NDF yang merupakan bagian dari serat kasar dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Dalam Nasution Tabel 3. Rerata Kandungan Serat Kasar (%) . tentang fermentasi limbah sabut Ulangan Perlakuan Rerata Keterangan: Superksrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan yang berbeda nyata (P<0. rerata kandungan serat kasar pada pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis terendah terdapat pada perlakuan P4 yaitu 17. 42% dan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio mikroorganisme dalam EM4 efektif menguraikan serat kasar . elulosa dan kandungan serat kasar dan meningkatkan nilai protein kasar. Hasil Tabel 3 menunjukkan bahwa EM4 DMRT formulasi bagian limbah jagung manis pada perlakuan P1 berbeda nyata sangat (P<0,. lebih tinggi dibandingkan P2. P3. P5, dan P4. Hal ini disebabkan Page 86 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio karena perlakuan P1 mengunakan 50% antara kadar serat kasar dan protein kasar, di mana peningkatan salah satu P2,P3,P4,P5 komponen umumnya disertai penurunan batang jagung berkisar 20-30%. yang lain. Penurunan kandungan serat kasar Kandungan Abu yang terdapat pada limbah jagung manis Rerata tampa fermentasi /kontrol (Lampiran . dengan yang telah difermentasi terdapat penurunan kandungan serat kasar pada perlakuan P4 sebesar 30,48%. P5 sebesar 29,27%. P3 sebesar 22,47%. P2 sebesar jagung manis dengan menggunakan EM4, terhadap dilihat pada Tabel 4 dibawah ini: 22,22% dan P1 sebesar 20,02%. Batang Ulangan kandungan serat kasar sebesar 31,38%. Perlakuan Rerata limbah jagung sebagai salah satu jenis memiliki kandungan serat kasar yang Total relatif tinggi, sehingga mempengaruhi Tabel 4. Rerata Kandungan Abu (%) kecernaan dan nilai nutrisi pakan bagi Keterangan: Superskrip yang berebda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata (P<0. yang mencerminkan karakteristik khas Hal ternak ruminansia (Tse dkk. , 2. Penurunan kandungan serat kasar disebabkan oleh aktivitas enzim selulase Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat yang dihasilkan oleh mikroba selulolitik bahwa rerata kandungan abu pada yang terdapat pada probiotik (Suwitary pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis yang terendah Menurut Anjalani dkk . terdapat pada perlakuan P4 yaitu 9. fermentasi bertujuan untuk menguraikan diikuti perlakuan P5 yaitu 10. selulosa menjadi senyawa yang lebih 64%. P2 yaitu 12. 48%, dan sederhana melalui proses depolimerisasi, perlakuan P1 yaitu 13. Analisis ragam (Lampiran . terdapat hubungan yang bersifat negatif menunjukan bahwa pengolahan beberapa Oleh //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 87 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio formulasi bagian limbah jagung manis dengan penambahan tepung jagung 10% p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio sangat nyata (P<0,. terhadap P1. Perlakuan P2 berbeda sangat nyata dan 20% EM4 berbeda nyata (P<0. jagung manis. Hal ini sejalan dengan kandungan serat kasar hasil penelitian (P<0,. terhadap P1. Hal ini disebabkan karena perlakuan P4 menggunakan daun jagung manis . %) lebih tinggi ini, karena menurunnya serat kasar berhubungan erat dengan kadar abu daripada P1. suatu bahan pakan. penurunan persentase kandungan Wibowo,. menyatakan Abu bahwa, kadar serat kasar dan kadar abu formulasi bagian limbah jagung manis sebesar 25,65% pada perlakuan P4, tingginya serat kasar akan berpengaruh 00%. P5. 26,29% ,P3. 20,70% pada positif terhadap besarnya kadar abu P2. 17,28 20,45 % dan P1. 15,60% suatu bahan pakan. Penurunan kadar abu dibandingkan tampa fermentasi/ kontrol (Lampiran . Menurut Mukthar dkk, . kandungan bahan organik akan semakin kadar abu dipengaruhi oleh jenis bahan, metode pengabuan, serta durasi dan suhu Hasil DMRT menunjukkan bahwa kandungan abu dari pengolahan beberapa formulasi limbah jagung manis pada perlakuan P4 KESIMPULAN Pengolahan bagian limbah jagung manis . ea berbeda nyata (P<0,. terhadap P5 mays sccarat. mengunakan EM4 namun berbeda sangat nyata (P<0,. Protein Kasar terhadap P3. P2, dan P1. Perlakuan P5 berbeda nyata (P<0,. terhadap P3, namun berbeda sangat nyata (P<0,. P2 dan P1. Perlakuan P3 berbeda nyata Serat Kasar kandungan Abu. Pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis . % Daun 30tang 10% Tongkol 15 (P<0,. terhadap P2 namun bebeda //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Kuli. dapat meningkatkan kandungan Page 88 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Protein Kasar 23,70%, dan menurunkan kandungan Serat Kasar 30,48% serta kandungan Abu 25,65 %. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk Uji Kecernaan zat-zat makanan secara In Vitro DAFTAR PUSTAKA