PERAWAT MENGABDI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 April 2025 https://jurnal. id/index. php/pmkep e-ISSN : 3047-5813 Pengabdian Kepada Masyarakat Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori Terhadap Perilaku Pasien Halusinasi Di Desa Pekutan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Bayu Seto Rindi Atmojo1*. Wahyu Widodo2 Eko Riyanti3. Dinar4 . Lina5 1,2,3Program Studi Di Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Purworejo. Indonesia, 54412 E-mail Corespondence: *bayuatmojo97@gmail. Info Artikel: Diterima : 15 Maret 2025 Diperbaiki : 17 Maret 2025 Disetujui : 26 Maret 2025 Kata Kunci: Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Halusinasi. Persepsi Sensori Keywords: Group Activity Therapy. Hallucination. Sensory Stimulation Abstrak: Gangguan halusinasi masih menjadi masalah serius di dunia saat ini, jumlah penderita gangguan halusinasi meningkat setiap tahunnya di berbagai belahan dunia. Gangguan halusinasi merupakan gangguan persepsi yang melibatkan persepsi seseorang tentang sesuatu yang tidak pernah terjadi/tidak nyata. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan satu dari beberapa jenis terapi modalitas yang digunakan sebagai upaya untuk memfasilitasi psikoterapis dan perawat. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori terhadap perilaku pasien halusinasi. Pada pengabdian masyarakat ini, kami melakukan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Populasi pada pengabdian masyarakat ini diikuti sebanyak 20 orang yang memiliki perilaku halusinasi. Skor rata-rata perilaku pre intervensi dengan 10 orang . %) menjawab dengan bena mengenai definisi dari halusinasi, sedangkan skor rata-rata post intervensi yaitu denfan 20 orang . %) menjawab dengan benar tentang beberapa gejala dan kekambuhan halusinasi. Hasil analisis didapatkan ada pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori terhadap perilaku pasien Terdapat pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori terhadap perilaku pasien halusinasi di Desa Pekutan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Abstract: Hallucination disorders are still a serious problem in the world today, the number of sufferers of hallucination disorders increases every year in various parts of the world. Hallucination disorder is a perception disorder that involves a person's perception of something that has never happened/is not real. Group Activity Therapy (TAK) is one of several types of therapeutic modalities used as an effort to facilitate psychotherapists and nurses. To determine the effect of sensory stimulation group activity therapy on the behavior of patients with hallucinations. In this community service, we carry out it using lecture and discussion methods. The population in this community service was attended by 20 people who had hallucinatory behavior. The average pre-intervention behavior score was with 10 people . %) answering correctly regarding the definition of hallucinations, while the post-intervention average score was with 20 people . %) answering correctly regarding several symptoms and recurrence of hallucinations. The results of the analysis showed that there was an influence of sensory stimulation Group Activity Therapy (TAK) on the behavior of patients with hallucinations. There is an influence of sensory stimulation Group Activity Therapy (TAK) on the behavior of hallucinating patients in Pekutan Village Bayan District. Purworejo Regency. Pendahuluan Menurut Andri . , halusinasi adalah gangguan persepsi yang melibatkan persepsi pasien tentang sesuatu yang tidak pernah terjadi/tidak nyata. Penyebab Halusinasi faktor interpersonal, faktor individu, dan faktor sosial budaya merupakan penyebab halusinasi sebanyak 52% dari 20 responden. Sebanyak 43,8% responden kehilangan kendali emosi, 36,1% responden terlalu bergantung, dan 20,1% tidak mampu berkomunikasi secara efektif. Halusinasi merupakan salah satu gangguan jiwa yang diderita oleh lansia (Tarneli, 2. Tingginya kasus halusinasi pada lansia menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemahaman lansia tentang informasi yang akurat dan Urgensi penanganan halusinasi bersifat edukatif dan antisipatif terutama menangani kasus pasien dengan halusinasi. Hal-hal tersebut diatas menjadikan alasan bahwa pentingnya memberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori kepada pasien yang mengalami halusinasi meningkatkan kemandirian pasien. Dua faktor yang mempengaruhi halusinasi yaitu faktor predisposisi dan faktor presipitasi Faktor predisposisi merupakan faktor yang mempengaruhi variasi dan kuantitas sumber penghilang stress yang tersedia bagi individu. Faktor presipitasi adalah rangsangan yang dianggap orang sebagai tantangan atau ancaman yang membutuhkan lebih banyak upaya untuk dihadapi (Muhith, 2. Hasil Riskesdas . mengalami kenaikan dibandingkan Riskesdas . dari 7 persen menjadi 7 persen(Putri et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kurang lebih 450 ribu ODGJ atau 7 ODGJ rumah tangga per 1. 000 rumah tangga (Kemenkes, 2. Riset Kesehatan Dasar . juga menemukan terdapat ART (Anggota Rumah Tangg. di Jawa Tengah yang menderita gangguan jiwa skizofrenia sebanyak 8,7% (Danu, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terdapat sekitar 317. 504 jiwa merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tercatat melakukan pengobatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Provinsi Jawa Tengah (Afriyanti et al. , 2. Salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah yaitu Purworejo mempunyai prevalensi skizofrenia yang lebih tinggi daripada prevalensi nasional yaitu sekitar 3,4%(Setiatietal. ,2. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan satu dari beberapa jenis terapi modalitas yang digunakan sebagai upaya untuk memfasilitasi psikoterapis dan perawat terhadap beberapa pasien dalam waktu yang sama (Keliat & Prawirowiyono, 2. Terapi aktivitas kelompok memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan dan memantau hubungan interpersonal yang terjalin antar anggota (Purwanto, 2. Dalam hal ini, bentuk utama dari terapi kelompok adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori. Tujuan dari terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori adalah untuk mendapatkan respon yang memadai dari masing-masing panca indera . Pasien akan memberikan respon yang tepat terhadap objek yang akan digunakan dalam kelompok berupa gambar, suara, dan video karena terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi sensori mampu memberikan rangsangan pada seluruh panca indera . (Kariana & Prihatiningsih, 2. Menurut Ningsih & Murtiani . menegaskan bahwa penerapan teknik terapi aktivitas kelompok dalam praktik keperawatan jiwa akan bermanfaat bagi pemulihan kesehatan serta pencegahan, pengobatan atau terapi. Tujuan dari terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori ini adalah untuk memotivasi proses berpikir, mengenali halusinasi, mendidik pasien tentang cara mengendalikan halusinasi, dan mengurangi perilaku maladaptif. Klien akan lebih termotivasi untuk mengubah perilaku mereka sebelumnya sebagai akibat dari terapi tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan pengabdian pada masyarakat dengan judul AuTerapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori HalusinasiAy. Metode Kegiatan Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok pada pasien halusinasi telah dilaksanakan pada tanggal 18 oktober 2023 di Desa pekutan kecamatan bayan Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dengan Ceramah untuk memberikan pemahaman kepada peserta Pendidikan Kesehatan dan Diskusi/Tanya Jawab atau pada saat diakhir acara. Media yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ppt dan leaflate untuk memberikan materi pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh peserta sejumlah 20 orang tua yang terdiri dari pasien halusinasi orang tua dan kader posyandu. Hasil dan Pembahasan Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini kami mendapatkan banyak dukungan yang baik dari Warga desa di Wilayah Desa pekutan kecamatan pekutan Kabupaten Purworejo. peserta telah bekerja sama dengan baik selama proses kegiatan Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang pencegahan terhadap Diabetes melitus pada lansia ini dilakukan selama A 40 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang terapi aktivitas kelompok stimulasi Penggunaan metode ceramah dalam pendidikan kesehatan ini dipilih untuk memberikan materi terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang sangat populer digunakan sejak zaman dahulu. Hal tersebut dikarenakan penggunan metode ceramah dirasa lebih mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak perlengkapan (Notoatmodjo,2. peserta antusias mendengarkan materi yang disampaikan, peserta juga aktif melakukan diskusi tanya Pada akhir sesi menggunakan metode tanya jawab atau diskusi tentang materimateri pendidikan kesehatan yang telah diberikan. Hasil evaluasi yang didapatkan disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Hasil Evaluasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi Evaluasi Pengetahuan Sebelum Pendidikan Kesehatan Belum ada peserta yang mengetahui tentang terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi Evaluasi Pengetahuan Setelah Pendidikan Kesehatan 20 orang . %) menjawab benar terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi Berdasar tabel 1 tampak bahwa adanya peningkatan hasil yang baik sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Adanya peningkatan menjadi 100% peserta paham dengan benar menjawab benar tentang terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kesehatan dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Gambar 1. Dokumentasi Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi Di Desa Pekutan. Kecamatan Pekutan. Kabupaten Purworejo Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi yang dilakukan di wilayah Desa pekutan. Kecamatan Bayan. Kabupaten Purworejo, berjalan dengan baik. Sebanyak 20 peserta hadir dan aktif mengikuti kegiatan pengabdian hingga selesai. Hasil pengabdian menunjukkan 100% peserta paham tentang pencegahan atau Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi. Maka Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi Desa Pekutan. Kecamatan Bayan. Kabupaten Purworejo. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa berhasil dan efektif dalam memberikan Pendidikan Kesehatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih disampaikan kepada Stikes Pemkab Purworejo yang telah bersedia mendanai seluruh kebutuhan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung. Referensi