Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. PENATAAN JALAN DESA MELALUI PROGRAM PENANAMAN POHON DAN TANAMAN HIAS DI SEPANJANG JALAN POROS DESA WISATA MASMAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH Eva Febriani1 & Titi Laily Hajiriah2* Program Studi Kehutanan. Fakultas Sains. Teknik, dan Terapan. Universitas Pendidikan Mandalika. Jalan Pemuda Nomor 59A. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Sains. Teknik, dan Terapan. Universitas Pendidikan Mandalika. Jalan Pemuda Nomor 59A. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia *Email: titilailyhajiriah@undikma. Submit: 19-04-2025. Revised: 26-04-2025. Accepted: 29-04-2025. Published: 30-04-2025 ABSTRAK: Pembangunan infrastruktur jalan desa merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penataan jalan desa melalui program penanaman pohon dan tanaman hias di sepanjang jalan poros Desa Wisata Masmas bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan menarik. Program ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada manfaat ekologis yang dihasilkan dari penanaman pohon, seperti peningkatan kualitas udara, pengurangan suhu, dan penyediaan habitat bagi berbagai spesies. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, sehingga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, penanaman tanaman hias diharapkan dapat menarik wisatawan yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian lokal. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi identifikasi lokasi strategis untuk penanaman, pemilihan jenis pohon dan tanaman hias yang sesuai, serta pelatihan bagi masyarakat tentang cara merawat Hasil dari program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun sosial ekonomi. Dengan demikian, penataan jalan desa melalui program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan gambaran tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mewujudkan desa yang ramah lingkungan dan berdaya saing. Kata Kunci: Jalan Desa. Penanaman Pohon. Penataan. Tanaman Hias. ABSTRACT: The development of village road infrastructure is one of the important aspects in improving the quality of life of the community. The arrangement of village roads through a tree and ornamental plant planting program along the main road of Masmas Tourism Village aims to create a more beautiful and attractive environment. This program not only focuses on aesthetics, but also on the ecological benefits resulting from tree planting, such as improving air quality, reducing temperatures, and providing habitat for various species. This activity involves the active participation of the local community in the planning and implementation process, thereby increasing a sense of ownership and responsibility for the environment. In addition, planting ornamental plants is expected to attract tourists which in turn can improve the local economy. The methods used in this program include identifying strategic locations for planting, selecting appropriate types of trees and ornamental plants, and training for the community on how to care for plants. The results of this program are expected to provide long-term positive impacts, both in terms of the environment and socio-economics. Thus, the arrangement of village roads through this program is expected to be a model for other villages in an effort to create a better and more sustainable environment. This activity provides an overview of the importance of collaboration between the government, community, and related parties in realizing an environmentally friendly and competitive village. Keywords: Village Roads. Tree Planting. Arrangement. Ornamental Plants. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. How to Cite: Febriani. , & Hajiriah. Penataan Jalan Desa Melalui Program Penanaman Pohon dan Tanaman Hias di Sepanjang Jalan Poros Desa Wisata Masmas Kabupaten Lombok Tengah. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 81-93. https://doi. org/10. 36312/nuras. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Desa Masmas adalah desa yang terletak di Kecamatan Batukliang Utara. Kabupaten Lombok Tengah. Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merupakan pemekaran dari Desa Peresak sejak 15 Agustus 1998. Luas desa ini adalah 3,46 kmA yang merupakan sekitar 2,09% dari total luas Kecamatan Batukliang Utara yang mencapai 165,32 kmA. Desa Masmas meliliki program visi AuMewujudkan Masyarakat Sejahtera melalui Program Desa Wisata yang Bersih. Indah. Rapi. Agamis, dan Berdaya SaingAy dengan Misi: . mengadakan program GSB (Gerakan Subuh Berjamaa. 2 kali seminggu. membuat program Jumpaberlian (Jumat Pagi Bersihkan Lingkunga. membuat gerakan GZB (Gerakan Ziarah Berjamaa. membuat program soft trekking but showing the real life of villagers. membuat Taman Dewimas. menghidupkan UMKM. membuka jalan-jalan . meningkatkan jalan-jalan yang sudah ada. menata setiap fasilitas Desa Masmas termasuk salah satu desa yang berada di daerah lereng Gunung Rinjani, sehingga Desa Masmas termasuk desa yang selalu hijau dengan kesuburan alamnya, banyak rerimbunan pepohonan dan hamparan sawah. Desa Masmas memiliki 11 dusun, di antaranya Dusun Punikasih. Dusun Goaklauk. Dusun Selusuh. Dusun Langgalawe. Dusun Batulilih. Dusun Senyiur. Dusun Antak-antak. Dusun Selojan. Dusun Keranji. Dusun Gelogor, dan Dusun Senurus. Desa Masmas masih dipenuhi oleh areal persawahan yang ditanami padi dan sebagian besar warga Desa Masmas memiliki ternak sapi di belakang rumah. Wisata yang ditonjolkan oleh Desa Masmas selain panorama alam, aktivitas pertanian seperti pemandangan areal persawahan yang sangat indah yang ditambah dengan pemandangan Gunung Rinjani yang sangat indah, dan proses belajar mengajar di sekolahan menjadi daya pikat wisatawan. Desa Masmas memiliki paket wisata khusus untuk mancanegara, dimana wisatawan mancanegara di ajak berkeliling desa melihat pemandangan yang ada, mengajak wisatawan untuk merasakan bagaimana cara menanam padi dan sebagainya. Selain itu, wisatawan mancanegara mengenakan sarung tenun khas Lombok untuk digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada warga Desa Masmas yang mayoritas beragama Islam. Desa Masmas juga memiliki embung yang digunakan untuk menampung air Embung tersebut digunakan untuk mengairi sawah-sawah yang ada di Desa Masmas. Selain itu, di embung tersebut hidup beberapa jenis ikan, sehingga warga memanfaatkan hal itu dengan memancing di embung tersebut. Desa Masmas telah dilengkapi dengan area khusus untuk berfoto yang menampilkan latar belakang hamparan sawah yang memukau. Lokasi-lokasi alami di sekitar embung juga menyajikan pemandangan yang estetis, khususnya saat matahari terbenam. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Di Desa Masmas terdapat gubug sayur, yaitu sebuah lokasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana untuk kegiatan budidaya tanaman, khususnya sayur-sayuran dan buah-buahan. Tempat ini berfungsi sebagai area pertanian terpadu yang mendukung ketahanan pangan lokal serta mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Di gubug sayur juga diletakkan beberapa spot foto yang dijadikan sebagai tempat foto teruntuk warga Desa Masmas, wisatawan domestik, maupun wisatawan Di Desa Masmas juga terdapat hasil kerajinan berupa tas ketak yang diproduksi oleh warga Dusun Antak-antak. Tas ketak merupakan tas yang terbuat dari ketak atau rotan yang dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli. Harga tas ketak dibandrol sesuai dengan ukuran dan bentuk tas ketak yang di buat, sehingga untuk wisatawan yang berwisata di Desa Masmas untuk membeli oleholeh berupa tas ketak. Status Desa Masmas sebagai desa wisata mempunyai struktur organisasi dan tata kerja desa, yaitu 22 orang perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa. Sekretaris Desa. Kepala Seksi Pemerintahan. Kepala Seksi Kesejahteraan dengan satu stafnya. Kepala Seksi Pelayanan. Kepala Urusan Umum. Tata Usaha dengan satu stafnya. Kepala Urusan Keuangan dengan satu stafnya. Kepala Urusan Perencanaan, dan sebelas Kepala Dusun yang bertugas membantu Kepala Desa dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi yang diwadahi dalam sekretariat desa. Desa Masmas di Kecamatan Batukliang Utara memiliki potensi yang signifikan dalam pengembangan ekowisata dan pertanian. Beberapa aspek penting dari potensi desa ini meliputi: . ekowisata, yaitu memiliki pemandangan alam yang indah, termasuk areal persawahan dan latar belakang Gunung Rinjani yang menarik . pertanian, yaitu masyarakat desa terlibat dalam pertanian padi dan peternakan sapi yang dapat dijadikan daya tarik wisata edukatif. kearifan lokal, yaitu tradisi dan budaya masyarakat setempat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk kegiatan tradisional seperti panen padi. kerajinan tangan, yaitu hasil kerajinan berupa tas ketak yang diproduksi oleh warga Dusun Antak-antak. Tas ketak merupakan tas yang terbuat dari ketak atau rotan yang dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli. Harga tas ketak dibandrol sesuai dengan ukuran dan bentuk tas ketak yang di buat, sehingga untuk wisatawan yang berwisata di Desa Masmas untuk membeli oleh-oleh berupa tas ketak. Pengembangan potensi ini didukung oleh partisipasi masyarakat dan peran pemerintah desa dalam memfasilitasi kegiatan pariwisata. Pemerintah desa juga mendorong pelatihan dan pendampingan kepada warga agar memiliki keterampilan dalam mengelola usaha pariwisata secara profesional (Karyaningtyas et al. , 2. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, serta memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama destinasi wisata (Nurhidayati et al. Yuliani et al. , 2. Ke depannya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pariwisata dan memperluas jaringan promosi hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan atau kendala utama yang ditemukan di desa terkait salah satu tujuan pembangunan desa berupa penataan jalan untuk mewujudkan Desa Masmas yang asri, yaitu kurangnya melakukan pembangunan adalah satunya, yaitu penanaman pohon Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. maupun tanaman hias. Selain itu, kurangnnya pemahaman masyarakat terkait tumbuhan apa saja yang cocok ditanami di pinggir jalan, sehingga tanaman yang di tanam terbuang sia-sia karena tidak cocok dengan lahan lokasi tanam. Terkait permasalahan tersebut, solusi pemecahan masalah tersebut adalah dengan melakukan penanaman secara serentak bersama masyarakat desa diikuti dengan memberikan pemahaman atau penjelasan kepada masyarakat terkait tanaman apa saja yang cocok di tanami di pinggir jalan, terutama pada jalan poros atau jalan umum Desa Masmas. Dengan adanya penjelasan dan gerakan penanaman serentak, maka pembangunan Desa Masmas menuju desa yang asri dapat tercapai dengan mudah. Pengawasan dari pihak desa sangat diperlukan untuk mewujudkan Desa Masmas yang asri melalui peraturan dan kebijakan dari pihak desa yang jelas tentang penanaman dan pemeliharaan tanaman. METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat yang menekankan pada pelibatan aktif warga dalam setiap tahap kegiatan. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Maret - April 2025 di Desa Wisata Masmas. Lombok Tengah. Sasaran kegiatan adalah kelompok Karang Taruna dan warga Dusun Peresak yang aktif dalam program penghijauan desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, koordinasi dengan Kepala Dusun, penyusunan materi pelatihan, dan pelaksanaan program penanaman pohon serta tanaman hias. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan observasi partisipatif dan dokumentasi perkembangan tanaman selama dua bulan setelah penanaman. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Berikut adalah tahapan metode pelaksanaan yang telah dilakukan. Perencanaan dan Persiapan Tahap awal dilakukan dengan diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat setempat untuk menentukan lokasi strategis penanaman, jenis tanaman yang sesuai, serta kebutuhan jumlah bibit. Hasil diskusi digunakan sebagai dasar penyusunan proposal pengajuan bibit ke instansi penyedia, serta sebagai acuan dalam perancangan desain penataan tanaman. Selain itu, dibentuk tim pelaksana dan tim pemantau untuk mengawasi kelangsungan kegiatan. Pembersihan Lokasi dan Penghapusan Tumbuhan Liar. Penggalian Tanah, dan Media Tanam Kegiatan ini mencakup pembersihan lokasi dari sampah dan tanaman liar, pengolahan media tanam melalui penggalian tanah, serta persiapan ajir . enanda tanama. untuk mencegah kerusakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penanaman Melaksanakan penanaman secara gotong-royong, memastikan setiap bibit ditanam dengan benar, dan diberi perawatan yang cukup. Memberi tanda/ajir yang menandai bahwa tanaman tersebut dipelihara agar tidak dicabut oleh pihak yg tidak bertanggung jawab, serta melakukan dokumentasi kegiatan terkait penanaman. Setelah proses penanaman selesai dilakukan, dilakukan penyiraman secara menyeluruh untuk memastikan bibit mendapatkan kelembapan yang cukup. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Pemeliharaan Melakukan pemeliharaan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama untuk memastikan pertumbuhan tanaman. Evaluasi dan Pemantauan Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap tingkat keberhasilan tumbuh tanaman, identifikasi masalah . eperti tanaman mati atau rusa. , serta penilaian partisipasi masyarakat. Pemantauan dilakukan secara berkala setiap dua minggu untuk memastikan keberlanjutan kegiatan. Laporan akhir disusun berdasarkan dokumentasi dan temuan lapangan. Secara detail, jadwal kegiatan terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jadwal Kegiatan Pengabdian. No. Waktu Kegiatan Tempat Pelaksanaan 02 November 2024 Lorong bunga dan sayur di Dusun Selusuh. 01 Desember 2024 Jalan poros Dusun Punikasih tepat di depan/ di sekitar rumah Kepala Desa. 15 Desember 2024 Jalan poros Dusun Punikasih tepat di depan/ di sekitar rumah Kepala Desa. 18 Desember 2024 Di Bukit Selow Dusun Selojan. 19 Desember 2024 Di sepanjang jalan Senyiur menuju Keranji. HASIL DAN DISKUSI Hasil Kegiatan pengabdian dimulai dengan survei lokasi dan koordinasi bersama aparatur desa, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat pada 3 Februari Penanaman pohon dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut oleh tim pelaksana bersama tim dan warga setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeliharaan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, termasuk penyiraman dan pemasangan ajir untuk menjaga kestabilan tanaman. Monitoring berkala juga dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan penanaman, serta memberikan edukasi lanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat respon positif dari warga yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjaga lingkungan sekitar. Gambar 1. Peta Desa Wisata Masmas. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Jenis Bibit yang Ditanam Bibit yang ditanam adalah jenis tanaman hias yang bertujuan untuk estetika atau keindahan. Tanaman hias ini dipilih berdasarkan bentuk, warna, dan keunikan daunnya, bunganya, atau keseluruhan tampilan tanamannya. Tanaman-tanaman tersebut tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan efek menenangkan, meningkatkan kualitas udara, serta menciptakan suasana yang asri. Pohon Ketapang Kencana (Terminalia mantal. Gambar 2. Penanaman Ketapang Kencana. Kegiatan penanaman Ketapang Kencana merupakan upaya pelestarian lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara, memperindah lanskap, dan menciptakan ruang hijau yang asri. Pohon Ketapang Kencana (Terminalia mantal. , dikenal dengan bentuk tajuknya yang rindang dan bertingkat, sangat cocok ditanam di area perkotaan, taman, maupun sepanjang jalan karena mampu memberikan keteduhan dan memperbaiki estetika lingkungan (Nurdin et , 2. Dalam kegiatan ini, partisipasi aktif dari masyarakat, pelajar, atau instansi terkait menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan menjaga keberlanjutan ekosistem. Pohon Pucuk Merah (Syzygium myrtifoliu. Gambar 3. Penanaman Pucuk Merah. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Kegiatan penanaman Pucuk Merah merupakan salah satu bentuk aksi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penghijauan kawasan pemukiman, perkantoran, maupun ruang terbuka hijau. Tanaman Pucuk Merah (Syzygium olein. dikenal karena keindahan daunnya yang berwarna merah cerah di pucuk, sehingga selain berfungsi sebagai penyerap polusi dan pelindung dari sinar matahari, juga memberikan nilai estetika yang tinggi (Ulfa et al. , 2. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sejuk, bersih, dan sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam melalui aksi tanam pohon. Pohon/Bunga Tabebuya (Tabebui. Gambar 4. Bibit Tabebuya. Tabebuia merupakan tanaman hias berbunga indah yang semakin populer digunakan dalam program penghijauan dan penataan lanskap kota. Dikenal dengan bunga-bunganya yang menyerupai bunga sakura dan mekar serempak dalam warnawarna cerah seperti kuning, pink, atau ungu. Bibit pohon ini biasanya ditanam di taman kota, pinggir jalan, atau area terbuka lainnya karena perawatannya relatif mudah dan tahan terhadap kondisi cuaca tropis (Jamlean, 2. Pohon Kayu Putih (Malaleuca leucadendr. Gambar 5. Bibit Kayu Putih. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Kayu Putih (Melaleuca cajuput. adalah tanaman khas Indonesia yang dikenal karena daunnya yang dapat disuling menjadi minyak kayu putih yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti meredakan masuk angin, pegal, dan gigitan serangga. Pohon ini tumbuh baik di daerah tropis dan tahan terhadap kondisi tanah yang kurang subur, sehingga sering di tanam di lahan-lahan reboisasi atau penghijauan. Selain nilai ekonomis dari hasil penyulingan daunnya. Kayu Putih juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, serta memperbaiki kualitas udara (Ariyanti, 2. Penanaman Kayu Putih merupakan langkah strategis yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bunga Kertas (Bougainville. Gambar 6. Penanaman Bunga Kertas. Kegiatan penanaman Bunga Kertas merupakan langkah penghijauan yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian tanaman hias lokal yang tahan terhadap cuaca panas dan minim perawatan. Bunga Kertas atau bougenville dikenal dengan warna-warna cerah dan mencolok, seperti ungu, merah, pink, dan oranye yang mampu memberikan kesan hidup dan semarak pada taman, pagar, atau jalanan (Dekoruma, 2. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar dengan cara sederhana namun berdampak positif. Penanaman Bunga Kertas juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian flora sekaligus meningkatkan estetika kawasan secara alami. Pelaksanaan Kegiatan . Penanaman di Batulilih-Keranji Pelaksanaan penghijauan dilakukan bersama dengan Kepala Dusun dan masyarakat desa setempat di sepanjang jalan Dusun Batulilih menuju Dusun Keranji. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, di mana warga dari berbagai kalangan ikut serta membawa bibit pohon, alat bercocok tanam, serta perlengkapan lainnya. Penanaman dimulai sejak pagi hari dengan pembagian kelompok kerja berdasarkan sektor jalan yang telah ditentukan sebelumnya. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 7. Penanaman di Batulilih-Keranji. Penanaman di Lorong Bunga Penanaman di Lorong Bunga dilakukan bersama masyarakat Dusun Selusuh dikarenakan lokasi Lorong Bunga berada di Dusun Selusuh. Gambar 8. Penanaman Bunga di Lorong Sayur. Penanaman di Dusun Punikasih Penanaman dilakukan bersama Kepala Desa dan tim beserta masyarakat Gambar 9. Penanaman di Dusun Punikasih. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Penanaman di Bukit Selow Penanaman di Bukit Selow dilakukan bersama Kepala Dusun Selojan yang bertujuan untuk pemeliharaan salah satu tempat wisata di Desa Masmas untuk menikmati keindahan Kecamatan Kopang dari atas. Gambar 10. Penanaman Di Bukit Selow. Adapun tujuan dari pelaksanaan program ini adalah selain menunjang keberhasilan program desa, yaitu penataan jalan untuk meciptakan Desa Masmas yang asri, juga agar masyarakat menyadari betapa pentingnnya menjaga lingkungan sekitar, yaitu salah satunya adalah penghijauan/penanaman. Selain itu, kegiatan ini juga di harapkan mampu menjadi sebuah pengetahuan dan pengalaman bagi generasi mendatang di tingkat desa tersebut dalam meningkatkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan penghijauan di masa yang akan datang. Diskusi Kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon dan tanaman hias di Desa Wisata Masmas merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berhasil dari sisi pelaksanaan teknis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekologis yang signifikan. Pertama dari segi estetika dan tata lingkungan, penanaman berbagai jenis tanaman seperti Ketapang Kencana. Pucuk Merah. Tabebuya. Kayu Putih, dan Bougainvillea berhasil memperindah kawasan jalan desa. Hal ini mendukung tujuan utama kegiatan, yaitu menciptakan suasana desa yang lebih asri dan menarik, terutama sebagai bagian dari pengembangan desa wisata. Sebagaimana dikemukakan oleh Supriadi et al. , estetika lingkungan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya tarik wisata daerah. Kedua, keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan keberhasilan aspek partisipatif dari program pengabdian. Proses gotong-royong dan kolaborasi dengan Kepala Dusun. Kepala Desa, dan warga menunjukkan bahwa kegiatan ini mendorong munculnya rasa memiliki terhadap lingkungan. Hal ini mendukung pendapat Nasution . yang menyatakan bahwa keberlanjutan program lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat lokal sebagai aktor utama. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Ketiga dari sudut pandang ekologis, jenis tanaman yang dipilih memberikan manfaat lingkungan seperti penyediaan oksigen, penurunan suhu sekitar, serta perlindungan dari erosi tanah. Tanaman seperti Ketapang Kencana dan Kayu Putih dikenal memiliki daya serap karbon yang tinggi dan adaptif terhadap kondisi lahan Tanaman hias seperti Bougainvillea dan Pucuk Merah selain mempercantik, juga berfungsi sebagai pelindung dan penyaring debu. Selain itu, penanaman yang dilakukan di lokasi strategis, seperti Bukit Selow mendukung pengembangan potensi wisata lokal. Bukit ini menjadi tempat wisata alam yang menawarkan panorama Kota Kopang dari ketinggian. Penambahan tanaman memperkuat daya tarik kawasan ini dan diharapkan dapat menjadi titik awal berkembangnya wisata berbasis alam di desa. Secara tidak langsung, program ini juga memberikan dampak edukatif bagi masyarakat dan generasi muda. Proses penanaman, pemeliharaan, hingga evaluasi memberikan pembelajaran langsung tentang pentingnya menjaga kelestarian Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan lingkungan yang mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan sejak dini (Rahayu et al. , 2024. Widodo. Dengan demikian, pelaksanaan program ini tidak hanya mencapai target teknis, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Keberhasilan ini dapat dijadikan contoh bagi desa lain untuk mengembangkan model penataan lingkungan berbasis kolaboratif dan berkelanjutan. SIMPULAN Program penataan jalan desa melalui penanaman pohon dan tanaman hias di Desa Wisata Masmas berhasil dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan aparatur desa. Jenis tanaman yang ditanam, seperti Ketapang Kencana. Pucuk Merah. Tabebuya. Kayu Putih, dan Bunga Kertas tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga membawa manfaat ekologis bagi lingkungan Kegiatan ini turut mendukung program desa dalam menciptakan lingkungan yang asri, sehat, dan menarik, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pelaksanaan program ini juga memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam praktik penghijauan yang diharapkan mampu ditularkan kepada generasi selanjutnya. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tim pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. SARAN Diperlukan komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait untuk melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap tanaman yang telah ditanam, agar manfaat estetika dan ekologisnya dapat bertahan dalam jangka UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur dan penghargaan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: . Pemerintah Desa Masmas. Lombok Tengah yang telah memberikan izin dan dukungan penuh dalam pelaksanaan program ini. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 81-93 Email: nurasjournal@gmail. Kerjasama yang baik antara tim dan pemerintah desa sangat berkontribusi terhadap kelancaran dan keberhasilan kegiatan. seluruh anggota tim yang terlibat yang telah berkontribusi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Kerja keras, komitmen, dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh setiap individu sangat berarti dalam mencapai tujuan bersama. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Masmas. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi program-program selanjutnya, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. REFERENSI