p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. September 20XX Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business MINDSET ATAU CIRCLE? ANALISIS LITERASI DAN FAKTOR SOSIAL DALAM PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA Vionelda Bubu Oki1. Wehelmina M. Ndoen2. Darwin Zebua3. Petrus E. De Rozari4 1,2,3,4 Universitas Nusa Cendana. Kupang. Indonesia Email: elldaoky@gmail. Article History Received: 12-11-2025 Revision: 08-12-2025 Accepted: 14-12-2025 Published: 27-12-2025 Abstract. Financial behavior among students is an important aspect that determines an individualAos ability to manage financial resources wisely. In todayAos modern era, various factors such as the level of financial literacy and the social environment influence how students make financial decisions. This study aims to analyze the influence of financial literacy and social factors on the financial behavior of students in Oesapa Village. The method used in this study is This study was conducted in Oesapa Village, with a sample size of 100 students using random sampling techniques and collecting data in the field using questionnaires. The data analysis method used SPSS. The results of this study show that, partially, financial literacy has a positive and significant effect on the financial behavior of students in Oesapa Village, and social factors have a positive and significant effect on the financial behavior of students in Oesapa Village. Simultaneously, financial literacy and social factors affect the financial behavior of students in Oesapa Village. Keywords: Financial Literacy. Social Factors. Financial Behavior. Abstrak. Perilaku keuangan mahasiswa merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kemampuan individu dalam mengelola sumber daya keuangan secara bijak. Di era modern saat ini, berbagai faktor seperti tingkat literasi keuangan dan lingkungan sosial turut memengaruhi bagaimana mahasiswa mengambil keputusan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan faktor sosial terhadap perilaku keuangan mahasiswa di kelurahan oesapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan oesapa, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik random sampling dan untuk mengumpulkan data di lapangan menggunakan Metode analisis data menggunakan Spss. hasil penelitian ini menunjukan bahwa, secara parsial literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa di kelurahan oesapa dan faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa di kelurahan oesapa. Secara simultan literasi keuangan dan faktor sosial terhadap perilaku keuangan mahasiswa di kelurahan oesapa. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Faktor Sosial. Perilaku Keuangan. How to Cite: Oki. et al. Mindset Atau Circle? Analisis Literasi dan Faktor Sosial Dalam Perilaku Keuangan Mahasiswa. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7560-7574. 54373/ifijeb. Oki. et al. Mindset Atau Circle? Analisis Literasi Dan Faktor A PENDAHULUAN Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong kompleksitas ekonomi modern serta meningkatkan kebutuhan akan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Menurut Otoritas Jasa Keuangan . , kemajuan sektor jasa keuangan membawa tantangan bagi individu untuk mengelola keuangan secara bijak di tengah kemudahan akses terhadap produk keuangan digital. OECD . mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan dalam mengambil keputusan keuangan yang efektif untuk mencapai kesejahteraan finansial. Literasi keuangan berkaitan erat dengan manajemen keuangan pribadi yang mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian keuangan. Individu dengan tingkat literasi keuangan tinggi umumnya mampu merencanakan alokasi pendapatan, mengatur pengeluaran, serta mengendalikan konsumsi dengan bijak (Widayati, 2012. Chinen & Endo, 2. Namun, kemampuan mengelola keuangan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan semata, tetapi juga oleh faktor sosial seperti pengaruh keluarga, teman sebaya, gaya hidup, dan media sosial (OJK. Faktor sosial memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keuangan individu. Lingkungan keluarga yang membiasakan kebiasaan finansial yang baik cenderung menghasilkan individu yang mampu mengelola uang secara bijak (Hariani & Andayani, 2. Sebaliknya, tekanan teman sebaya dan pengaruh sosial dapat mendorong perilaku konsumtif dan pengeluaran berlebihan (Sari et al. , 2. Norma budaya juga turut memengaruhi orientasi keuangan seseorang, di mana sebagian masyarakat menilai konsumsi dan penampilan sebagai ukuran status sosial (Dwi et al. , 2. Perilaku keuangan sendiri mencerminkan cara seseorang mengelola keuangannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perencanaan, penganggaran, pengeluaran, tabungan, dan Menurut Anisyah et al. , perilaku keuangan dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan kemampuan kognitif individu. Devi et al. juga menegaskan bahwa perilaku keuangan yang sehat ditandai dengan kemampuan mengatur dan mengendalikan keuangan pribadi secara konsisten. Dengan demikian, perilaku keuangan menjadi cerminan dari tingkat literasi keuangan dan pengaruh sosial yang dimiliki seseorang. Survei OJK . menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan Indonesia menjadi 49,68% dan inklusi keuangan 85,10%, namun kesenjangan penerapan pengetahuan keuangan masih ada. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tingkat literasi keuangan mencapai 51,59%, lebih rendah dibandingkan inklusi keuangan 85,97%, menandakan perlunya peningkatan pemahaman keuangan di masyarakat. Meskipun angka literasi keuangan Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A mengalami peningkatan dari 63% hingga 70%, tetapi masih terdapat tantangan dalam penerapan pengetahuan keuangan yang efektif di masyarakat, sehingga diperlukan edukasi keuangan yang lebih merata dan aplikatif (OJK, 2. Mahasiswa sebagai kelompok yang mulai hidup mandiri juga menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan pribadi. Banyak di antara mereka mengalami kesulitan mengatur pengeluaran, menabung, atau menahan dorongan konsumtif akibat pengaruh sosial dan gaya hidup (Safryani et al. , 2. Berdasarkan observasi awal di Kelurahan Oesapa, sebagian mahasiswa Universitas Nusa Cendana, yang berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Fakultas Sains dan Teknik (FST). Fakultas Pertanian. Kelautan dan Perikanan (FPKP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), masih sering mengalami kehabisan uang bulanan sebelum waktunya, yang biasanya karena hal yang tidak terduga. Alasan pengeluaran atau kebutuhan tak terduga, kesalahan pengelolaan keuangan pribadi . agal menyisihkan uang untuk kebutuha. pemborosan hidup dan pengeluaran. Kondisi ini menunjukkan pentingnya literasi keuangan dan faktor sosial dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa. METODE Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengujian pengaruh antarvariabel secara statistik. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang tinggal di Kelurahan Oesapa. Kota Kupang, khususnya dari Fakultas FKIP. FST. FPKP, dan FISIP selama bulan Juni hingga Juli 2025. Variabel penelitian terdiri dari literasi keuangan (X. , faktor sosial (X. , dan perilaku keuangan (Y). Literasi keuangan mencakup pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan, faktor sosial meliputi pengaruh keluarga, teman sebaya, status sosial, serta media, sedangkan perilaku keuangan menggambarkan kemampuan individu dalam merencanakan dan mengendalikan keuangan Populasi penelitian berjumlah 6. 000 mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kelurahan Oesapa. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 98 responden dan dibulatkan menjadi 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling agar setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi responden. Data yang digunakan bersifat kuantitatif dengan sumber primer dan Data primer diperoleh dari jawaban responden melalui kuesioner Google Form, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS melalui tahapan analisis deskriptif, uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, dan Model regresi linear sederhana dan berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan faktor sosial terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Uji hipotesis dilakukan dengan uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi (RA) untuk mengukur kekuatan hubungan antarvariabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengkorelasikan skor masingmasing item pernyataan dengan total skor menggunakan Pearson Correlation melalui program SPSS IBM V27. Instrumen dinyatakan valid apabila nilai rhitung lebih besar dari rtabel. Untuk menentukan rtabel digunakan rumus df = N Oe 2, di mana df adalah derajat kebebasan dan N adalah jumlah responden. Pada penelitian ini jumlah responden sebanyak 100 orang, sehingga diperoleh df = 100 Oe 2 = 98. Berdasarkan tabel distribusi r Product Moment pada taraf signifikansi 5%, nilai rtabel untuk df = 98 adalah sebesar 0,197. Dengan demikian, kriteria uji validitas adalah jika rhitung > 0,197 maka item kuesioner dinyatakan valid, sedangkan jika rhitung O 0,197 maka item dinyatakan tidak valid. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Butir Instrumen X1. X1. Literasi Keuangan X1. X1. Faktor Sosial X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Perilaku Keuangan Sumber: hasil olah data . Rhitung Rtabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Dengan tingkat signifikan 5% dan jumlah sampel 100 maka diperoleh nilai rtabel 0,197. Sehingga untuk melihat rhitung dapat dilihat pada tabel 1. semua butir pernyataan lebih besar dari rtabel, maka semua variabel dalam penelitian ini dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten. Pengujian ini dilakukan dengan menghitung koefisien Cronbach Alpha dari masing-masing instrumen dalam satu variabel. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal apabila memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,7 (Ghozali, 2013:47-. Hasil uji reliabilitas menggunakan Program SPSS IBM V27, ditunjukan dalam tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Koefisien Variabel Jumlah Koefisien Cronbach Pertanyaan Alpha Kriteria Keterangan Literasi keuangan (X. Reliabel Faktor sosial (X. Reliabel Perilaku keuangan (Y) Reliabel Sumber : hasil olah data . Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien cronbach alpha > 0,70. Hal ini dapat disimpulkan bahwa instrumen atau pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini, baik dari variabel X dan Y merupakan alat ukur yang reliabel atau dapat Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah dalam variabel dependen, independen atau keduanya pada persamaan regresi memiliki distribusi data normal atau tidak. Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Sumber : hasil olah data . Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Hasil pengolahan data pada gambar 1. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa titik-titik residual menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi residual mendekati distribusi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas telah terpenuhi, sehingga model regresi layak digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk melihat apakah model regresi ditemukan ada atau tidaknya korelasi antar variabel bebas. Mengacu pada nilai yang dipakai untuk menunjukan adanya multikolinearitas adalah nilai toleransi . alue toleranc. > 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Berikut disajikan hasil uji multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardize Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Literasi Keuangan Faktor Sosial Dependent Variable: Perilku Keuangan(Y. Sig. <,001 Collinearity Statistics Toleran VIF <,001 <,001 Sumber : hasil olah data . Berdasarkan tabel 3. hasil perhitungan nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas dan tidak terjadi korelasi antara variabel independen . Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Adapun hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan grafik scatterplot ditunjukan pada gambar. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Gambar 2. Hasil Uji Heterokestisitas Sumber : hasil olah data . Dengan melihat grafik scatterplot pada gambar 2. diatas terlihat tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar secara acak diatas dan dibawah angka 0 . pada sumbu Y. Hal ini menunjukan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi Heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear sederhana Statistik Regresi Sederhana Analisis data adalah cara mengelola data yang terkumpul kemudian dapat memberikan interprestasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana yaitu untuk mengetahui signifikansi pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan Pengaruh Literasi Keuangan (X. terhadap Perilaku Keuangan (Y) Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan (X. terhadap perilaku pengelolaan keuangan (Y). Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linear sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Literasi Keuangan Dependent Variable: Perilaku Keuangan (Y) 43,233 Sig. <,001 <,001 Sumber : hasil olah data . Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh persamaan: Y = 13. Nilai konstanta 13. 601 berarti jika literasi keuangan bernilai nol, maka nilai perilaku pengelolaan keuangan sebesar 13. 601 satuan. Nilai koefisien regresi 0. 022 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan literasi keuangan akan meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan sebesar 0. 022 satuan. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Artinya, semakin tinggi literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam mengelola keuangan. Pengaruh Faktor Sosial (X. terhadap Perilaku Keuangan (Y) Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial (X. terhadap perilaku pengelolaan keuangan (Y). Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear sederhana Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Faktor Sosial Dependent Variable: Perilaku Keuangan (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. <,001 <,001 Sumber : hasil olah data . Diperoleh hasil persamaan regresi: Y = 13. Nilai konstanta 13. 467 berarti jika faktor sosial bernilai nol, maka perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa tetap sebesar 13. 467 satuan. Nilai koefisien regresi 0. 021 berarti setiap peningkatan satu satuan faktor sosial akan meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan sebesar 0. 021 satuan. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial dari lingkungan seperti keluarga, teman, atau masyarakat, maka semakin baik pula perilaku mahasiswa dalam mengelola keuangan. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen . yakni literasi keuangan (X. , faktor sosial (X. terhadap variabel dependen (Y) yakni perilaku keuangan mahasiswa. hasil analisis linear berganda dapat dilihat pada table: Tabel 6. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardize Coefficients Std. Error Beta (Constan. Literasi Keuangan Faktor Sosial Dependent Variable: Perilaku Keuangan(Y. Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF <,001 <,001 <,001 Sumber : hasil olah data . Dengan demikian model persamaan linear berganda yang dihasilkan dari hasil analisis diatas Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Y = 12. 882 0,026X1 0,023X2 Dari persamaan regresi linear berganda dapat dijabarkan sebagai berikut: Konstanta . sebesar 12,882 menunjukkan bahwa jika variabel literasi keuangan (XCA) dan faktor sosial (XCC) diasumsikan bernilai nol, maka nilai perilaku keuangan mahasiswa adalah 12,882 satuan. Besarnya koefisien regresi dari variabel literasi keuangan (XCA) adalah 0,026, hal ini menunjukkan bahwa jika literasi keuangan meningkat sebesar 1 satuan, maka perilaku keuangan mahasiswa akan meningkat sebesar 0,026 satuan, dengan asumsi variabel lain Besarnya koefisien regresi dari variabel faktor sosial (XCC) adalah 0,023, hal ini menunjukkan bahwa jika faktor sosial meningkat sebesar 1 satuan, maka perilaku keuangan mahasiswa akan meningkat sebesar 0,023 satuan, dengan asumsi variabel lain Uji Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial atau secara masing-masing. Uji t dapat dilihat pada tabel Tabel 7. Hasil Uji Parsial (Uji . Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. <,001 Collinearity Statistics Toleran (Constan. Literasi Keuangan <,001 Faktor Sosial <,001 Dependent Variable: Perilaku Keuangan(Y. Sumber : hasil olah data . Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel literasi keuangan (X. diperoleh nilai thitung 269, sedangkan ttabel sebesar 1. engan df = 94 dan = 0,. Karena thitung > ttabel . 269 > 1. dan nilai signifikansi < 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Pengaruh Faktor Sosial Terhadap Perilaku Keuangan Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel faktor sosial (X. diperoleh nilai thitung Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A 558, sedangkan ttabel sebesar 1. Karena thitung > ttabel . 558 > 1. dan nilai signifikansi < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan . ji F) adalah pengujian terhadap koefisien regresi secara bersama . Uji F dalam penelitian ini digunakan untuk menguji signifikasi pengaruh variabel literasi keuangan (X. dan faktor sosial (X. terhadap perilaku keuangan mahasiswa (Y). Berikut hasil uji F disajikan dalam tabel berikut: Tabel 8. Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regressio Residual Total Dependent Variable: Perilaku Keuangan(Y. Predictors: (Constan. Literasi Keuangan(X. ,Faktor Sosial(X. Sig. <,001b Sumber : hasil olah data . Karena Fhitung > Ftabel . 879 > 3. dan nilai signifikansi < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel literasi keuangan (X. dan faktor sosial (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y1. Maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel literasi keuangan (X. dan faktor sosial (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa (Y). Uji Koefisien Determinasi Analisis determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dapat dilihat pada gambar Tabel berikut: Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Mode R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Literasi Keuangan(X. ,Faktor Sosial(X. Dependent Variable: Perilaku Keuangan(Y. Durbin-Watson Sumber : hasil olah data . Berdasarkan hasil Model Summary. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,222 mengindikasikan (R X 100%) = 22,2% variasi yang terjadi pada Y1 dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas (X1 dan X. , sedangkan sisanya yaitu sebesar 77,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti gaya hidup dan kondisi ekonomi pribadi. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A DISKUSI Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kelurahan Oesapa. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 4,269 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,984 serta nilai signifikansi < 0,05. Artinya, semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa, semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengatur keuangan, seperti mengendalikan pengeluaran, menabung, serta membuat perencanaan keuangan pribadi. Besarnya pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan mahasiswa diperoleh sebesar 22,2% berdasarkan nilai koefisien determinasi. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki kontribusi yang cukup penting dalam membentuk kebiasaan finansial mahasiswa agar lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap keuangannya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 3,558 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,984 dan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian, lingkungan sosial seperti keluarga, teman sebaya, dan masyarakat sekitar berperan penting dalam membentuk pola pikir serta kebiasaan mahasiswa dalam mengelola Mahasiswa yang berada di lingkungan dengan dukungan sosial positif cenderung memiliki perilaku keuangan yang lebih baik, seperti kebiasaan menabung, berhemat, dan menghindari perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil uji simultan . ji F), diperoleh nilai Fhitung sebesar 13,879 dengan Ftabel sebesar 3,09, yang berarti bahwa literasi keuangan dan faktor sosial secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemahaman mahasiswa terhadap konsep keuangan seperti perencanaan pendapatan, tabungan, dan pengendalian pengeluaran, serta semakin kuat dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, maka semakin baik perilaku keuangan mereka. Hal ini sejalan dengan teori Theory of Planned Behavior (TPB, 1. yang menjelaskan bahwa perilaku keuangan terbentuk melalui kombinasi sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian yang dipengaruhi oleh literasi keuangan dan faktor sosial. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan (SHOLEH, 2. yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Universitas Pamulang. Begitu pula dengan penelitian Arsanti & Riyadi, . yang menemukan bahwa literasi keuangan serta faktor demografis seperti jenis kelamin dan pendapatan orang tua turut memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa. Penelitian Putra & Sinarwati, . juga mendukung hasil ini dengan menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pengendalian diri Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang berarti semakin tinggi literasi keuangan maka semakin bijak perilaku keuangan mereka. Berbeda dengan hasil penelitian Fadhilah et al. yang menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Perbedaan ini diduga karena adanya variabel lain seperti gaya hidup dan tekanan sosial yang lebih dominan. Namun, penelitian ini justru memperkuat temuan bahwa di lingkungan mahasiswa Undana Kelurahan Oesapa, literasi keuangan dan faktor sosial memiliki peranan penting dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat. Selain itu, temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian Arsanti & Riyadi, . serta Putri, . yang menegaskan bahwa faktor sosial berpengaruh terhadap perilaku ekonomi seseorang, meskipun dalam konteks yang berbeda. Heka menemukan bahwa tidak semua aspek sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks pengelolaan keuangan mahasiswa, pengaruh sosial justru berperan penting dalam membentuk perilaku finansial yang positif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Literasi Keuangan dan Faktor Sosial terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kelurahan Oesapa, dapat Literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan Semakin tinggi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep dasar keuangan seperti pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan pinjaman, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak dan bertanggung jawab. Faktor sosial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan Lingkungan sosial seperti keluarga, teman sebaya, serta norma dan budaya yang berlaku memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan dan keputusan keuangan mahasiswa, terutama dalam pengeluaran, menabung, serta menghindari perilaku konsumtif. Secara simultan, literasi keuangan dan faktor sosial bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa dengan kontribusi sebesar 22,2%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman finansial dan dukungan sosial saling melengkapi dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A meskipun masih ada 77,8% faktor lain seperti gaya hidup, uang saku dan kondisi ekonomi pribadi. REKOMENDASI Peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain yang memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa, seperti gaya hidup, uang saku, dan kondisi ekonomi pribadi, serta mempertimbangkan penggunaan metode campuran untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam. Selain itu, penelitian di universitas atau lokasi lain dapat meningkatkan generalisasi hasil, dan pengaruh program edukasi literasi keuangan terhadap perilaku mahasiswa juga layak dieksplorasi. REFERENSI