Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Pengaruh Birth ball Terhadap Nyeri Persalinan di Praktik Mandiri Bidan Wilayah Bandung Raya Dini Farhani1*. Desi Hidayanti2. Saur Sariaty3. Tati Suheti4 1,2,3Jurusan Kebidanan Bandung. Poltekkes Kemenkes Bandung 4Jurusan Keperawatan Bandung. Poltekkes Kemenkes Bandung *Email korespondensi: dfarhan25grt@gmail. Info Artikel Dikirim: 30 Agustus 2024 Diterima: 10 Agustus 2024 Dipublikasi: September 2024 Kata Kunci: Birth Persalinan. Kesehatan Ibu Nyeri Sistem Keywords: Birth ball. Labor Pain. Maternal Health System Abstrak Latar Belakang : Nyeri persalinan merupakan salah satu jenis nyeri yang paling intens rasa nyerinya yang mungkin dialami seorang wanita. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa ibu yang mengalami nyeri berat saat persalinan berlangsung sebanyak 54% dan 46% mengalami nyeri ringan hingga sedang. Oleh karena itu, dibutuhkan terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan salah satunya dengan menggunakan birth ball. Birth ball adalah terapi fisik atau latihan sederhana dengan menggunakan bola, dimana latihan ini diterapkan pada ibu hamil dan ibu melahirkan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh birth ball terhadap nyeri persalinan di Praktik Mandiri Bidan Wilayah Bandung Raya. Metode: desain penelitian Pre-Experimental Design dalam bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Prakrik Mandiri Bidan I dan Prakrik Mandiri Bidan R dengan besar sampel 35 orang. Skala nyeri diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS) dengan durasi pengambilan data selama 30 menit. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh birth ball terhadap nyeri persalinan dengan p-value 000 < 0. Simpulan : Berdasarkan penelitian ini bidan dapat memberikan asuhan komplementer salah satunya dengan birth ball untuk mengurangi nyeri persalinan sehingga persalinan dapat berjalan secara fisiologis. Abstract Background: Labor pain is recognized as one of the most intense and agonizing experiences for Previous studies have indicated that 54% of women undergo severe pain during childbirth, while 46% experience mild to moderate pain. Therefore, non-pharmacological therapies are essential for alleviating childbirth pain, and one such therapy is the utilization of a birth ball. The birth ball involves physical therapy and simple exercises using an exercise ball, specifically designed for pregnant and postpartum women. Objective: to investigate the impact of birth ball therapy on labor pain among selfpracticing midwives in the Bandung Raya region. Method: a pre-experimental design method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 35 women who gave birth at self-practicing midwives I and self-practicing midwives R. Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS) with a data retrieval duration of 30 minutes. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Result: the study revealed significant impacts of birth ball therapy on childbirth pain, with a p-value of 0. 000 < 0. Conclusions: Based on these findings, midwives can incorporate complementary care, such as birth ball therapy, to effectively reduce childbirth pain and promote physiological births. PENDAHULUAN Nyeri persalinan merupakan salah satu jenis nyeri yang paling intens yang dialami seorang wanita (Rejeki, 2. Nyeri yang dirasakan ibu bersalin merupakan hal yang normal karena hal tersebut dipengaruhi oleh faktor fisiologis dalam tubuh (ByezSuyrez et al. , 2. Nyeri persalinan juga merupakan suatu pengalaman subjektif yang artinya nyeri yang dirasakan oleh setiap ibu bersalin dapat berbeda-beda tidak semuanya sama (Nutter et al. , 2. Nyeri persalinan muncul karena adanya proses kelahiran janin yang ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang bersifat teratur, dimana kontraksi ini akan mendorong janin untuk keluar melalui serviks dan vagina sehingga mendorong serviks menjadi menipis dan melebarkan diameter vagina (Nutter et al. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Nyeri yang muncul menjelang kecemasan dan rasa takut pada ibu bersalin (Sari et al. , 2. Nyeri persalinan dapat menimbulkan stress yang akan menyebabkan pelepasan hormon stress yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid (World Health Organization, 2. Hormon ini akan menyebabkan ketegangan otot polos dan vasokontriksi pembuluh darah sehingga pengurangan aliran darah dan oksigen ke uterus yang membuat impuls nyeri bertambah banyak. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 24% ibu hamil mengalami kecemasan, hal itu dapat menurunkan toleransi terhadap nyeri (Ulfa. Berdasarkan data penelitian di Indonesia, ibu primigravida mengalami nyeri persalinan yang berat sebanyak 54%, 46% mengalami nyeri sedang dan ringan, mengalami nyeri berat sebanyak 37%, dan nyeri sedang sebanyak 63%. Berdasarkan data tersebut, jika ibu bersalin tidak dapat beradaptasi dengan nyeri persalinan yang dirasakan, maka akan menyebabkan ibu bersalin mengalami kecemasan yang akan mengganggu proses persalinan (Sagita, 2. Nyeri pada persalinan dapat diatasi farmakologis yang telah terbukti dapat membantu meredakan nyeri persalinan atau mempercepat kemajuan persalinan (Sintya Dewi et al. , 2. Terapi non farmakologis ini bisa berupa akupuntur, terapi panas, terapi dingin, teknik nafas dalam, mendengarkan musik, dan pijat punggung (Darma et al. , 2. Terapi lain yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan birth ball (Taavoni et al. , 2. Birth ball adalah salah satu metode non farmakologi untuk menggunakan bola yang sering disebut dengan bola fitness atau bola swiss (Yeung et , 2. Birth ball ini dilakukan dengan posisi tegak selama kala I persalinan, duduk di atas bola, dan menggerakkan panggul yang membuat ibu menjadi nyaman serta membantu kemajuan persalinan dengan menggunakan gravitasi sambil meningkatkan pelepasan endorphin karena elastisitas dan lengkungan bola merangsang reseptor di panggul yang bertanggung jawab untuk mensekresi endorphin (Taavoni et al. , 2. Birth ball dapat meredakan nyeri persalinan dengan meningkatkan dimensi panggul, mobilitas, dan posisi janin (Yeung et al. Beberapa penelitian mengatakan bahwa birth ball dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat penurunan janin (Gallo et , 2. Dalam systematic review Macvandi didapatkan hasil bahwa birth ball dapat menjadi alat yang efektif bagi ibu bersalin dalam mengurangi nyeri persalinan. Meta analisis Macvandi juga menunjukkan bahwa birth ball memberikan perbaikan yang (Makvandi et al. , 2. Penelitian lain mengungkapkan bahwa sebanyak 66% melaporkan penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan birth ball, 8% melaporkan nyeri yang lebih dari sebelumnya, 26% melaporkan bahwa tidak ada perubahan dalam tingkat Henrique at all, dalam penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) menunjukkan hasil bahwa birth ball menunjukkan hasil yang signifikan setelah diberikan intervensi (Henrique et al. , 2. namun dibutuhkan RCT yang ketat untuk mengevaluasi pengaruh birth ball terhadap nyeri persalinan (Makvandi et al. , 2. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Berdasarkan data di atas, tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin meneliti pengaruh birth ball terhadap nyeri persalinan pengalaman yang menyenangkan ketika bersalin, membuat ibu merasa nyaman, dan nyeri yang dirasakan berkurang. menguji perbedaan rata-rata sebelum dan setelah diberikan intervensi menggunakan uji paired sample t-test. Penelitian ini sudah mendapatkan surat layak etik dari Komite Etik Poltekkes Kemenkes Bandung 20/KEPK/EC/II/2023 METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan PreExperimental Design dalam bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini merupakan penelitian yang sengaja memberikan treatment/perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian dengan menilai rasa nyeri sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan Lokasi yang digunakan ialah Praktik Mandiri Bidan I dan Praktik Mandiri Bidan R. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan maret-april 2023. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang akan bersalin yang mencakup kriteria inklusi yaitu usia kehamilan Ou37 minggu, janin tunggal, presentasi kepala, pembukaan Ou4cm, ketuban utuh, dan ibu bersedia menjadi responden. Jumlah besar sampel yang didapatkan dari penelitian ini adalah 35 orang. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive karena memiliki kriteria untuk menentukan sampel. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah wawancara dan Visual Analogue Scale. Uji statistik yang digunakan ialah Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Untuk HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Klasifikasi Skor Nyeri Dengan Menggunakan VAS Skor Nyeri Klasifikasi Berdasarkan AufacesAy Pain Rating Scale Tidak Sakit Sedikit Sakit Sedikit Lebih Sakit Lebih Sakit Lagi Sangat Sakit Sakit Yang Paling Parah Tabel 2. Rata-Rata Skor Nyeri Sebelum dan Setelah Diberikan Intervensi Variabel n Mean SD MinMax Sebelum 197 5-9 Setelah 114 4-8 Sumber : data primer, 2023 Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi birth ball adalah 7. 09 dan setelah diberikan intervensi rata-rata nyerinya adalah Tabel 3. Perbedaan Rata-Rata Nyeri Sebelum dan Setelah Diberikan Intervensi Sebelum Setelah Mean Std. Error Mean Mean Std. Error Mean PValue Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Berdasarkan tabel 3 nilai rata-rata nyeri sebelum dan setelah diberikan intervensi p-value 00 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan pada masing-masing variabel. Tabel 4. Pengaruh Birth ball terhadap Nyeri Persalinan Sebelum Setelah Mean P - Value Different Mean Mean Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui rata-rata skor nyeri sebelum diberikan intervensi birth ball yaitu 7. 09 dengan standar Setelah diberikan intervensi selama 30 menit rata-rata skor nyeri menurun menjadi 5. 63 dengan standar selisih rata-rata sebelum dan setelah diberikan intervensi adalah 1. 46 dan selisih standar deviasi sebelum dan setelah diberikan intervensi adalah 0. 083 dengan pvalue = 0. 000 <0. 05 yang artinya Ho ditolak atau terdapat pengaruh dari birth ball terhadap nyeri persalinan di PMB wilayah Bandung Raya. Nyeri persalinan adalah rasa ketidaknyamanan yang dialami seseorang menjelang masa-masa melahirkan dan rasa nyeri yang dirasakan ini bersifat subjektif atau tidak semuanya sama (Puspita, 2. Nyeri persalinan terjadi karena adanya kontraksi uterus yang bersifat teratur, dimana kontraksi ini akan mendorong janin untuk keluar melalui serviks dan vagina sehingga mendorong serviks menjadi menipis dan melebarkan diameter vagina (Nutter et al. Mahdi . menjelaskan bahwa nyeri persalinan terbagi sesuai tahap Persalinan kala I ditimbulkan oleh stimulus yang dihantarkan melalui saraf pada leher rahim . dan rahim uterus bagian bawah (WHO, 2. Nyeri ini berasal dari kontraksi uterus dan aneksa yang akan bertambah dengan adanya kontraksi isometrik pada uterus yang melawan hambatan oleh leher rahim atau uterus dan perineum (Maryunani, 2. Birth ball dapat meredakan nyeri persalinan karena dengan menggunakan birth ball dapat meningkatkan kelenturan panggul, mobilitas, dan posisi janin sehingga secara kesejahteraan psikososial wanita dan tindakan selama kelahiran (Raidanti & Mujianti, 2. Pada saat memasuki kala I, ibu dan suami dapat melakukan birth ball dengan saling berpegangan tangan atau memegang perut ibu dengan lembut dan duduk diatas bola perlahan mengayunkan dan menggoyangkan pinggul ke depan dan ke belangan, sisi kanan, kiri, dan melingkar akan membuat ibu menjadi lebih relaks (Asriani, 2. Birth ball ini dapat membuat daerah sekitar anus menjadi lentur, mengurangi robekan jalan lahir, dan membantu menjaga janin sejajar panggul (Raidanti & Mujianti, 2. Birth ball dapat mengurangi nyeri persalinan karena terdapat mekanisme endogen dan pengalihan perhatian dan pikiran ibu (Fitria & Wahyuny, 2. Mekanisme endogen merupakan mekanisme teori yang menerapkan pijatan non-nyeri ke area nyeri. Mekanisme ini bekerja pada komponen diskriminatif sensorik dan sistem saraf dari nyeri, membuat nyaman di bagian tulang belakang, dan mampu memperluas dan melenturkan tulang panggul dan persendian (Noviyanti, 2. Birth ball ini Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 akan menurunkan nyeri persalinan karena tekanan pada filamen saraf yang terletak pada sendi iliosakral dan daerah sekitarnya juga menurun (Raidanti & Mujianti, 2. Intervensi birth ball yang diberikan kepada responden di dalam penelitian ini untuk mengukur nyeri persalinan yang dirasakan yaitu selama 30 menit (Sutriningsih et al. , 2. Dengan duduk di atas bola lalu menggoyang-goyangkan pinggul ke depan dan ke belakang, ke samping kanan dan kiri, gerakan memutar, berdiri dan bersandar di atas bola, berlutut dan bersandar di atas bola, dan duduk bersandar di atas bola dapat memberikan pengaruh terhadap nyeri yang dirasakan oleh ibu bersalin. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui rata-rata skor nyeri sebelum diberikan intervensi birth ball 09 dengan skor nyeri minimal 5 dan skor maksimal 9. Setelah diberikan intervensi selama 30 menit rata-rata skor nyeri menurun menjadi 5. 63 dengan skor minimal 4 dan skor maksimal 8. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan penurunan setelah diberikan intervensi atau negative rank sebanyak 28 orang, responden yang mengalami kenaikan skor nyeri atau positif rank sebanyak 1 orang, dan responden yang skor nyerinya sama sebanyak 6 orang. Hal ini menghasilkan nilai output Nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikasi 5% . -value = 0. 000 <0. yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh dari birth ball terhadap penurunan nyeri persalinan di Bandung Raya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian systematic review Macvandi yang mengatakan bahwa birth ball dapat menjadi alat yang efektif bagi ibu bersalin dalam mengurangi nyeri persalinan. Meta analisis Macvandi juga menunjukkan bahwa birth ball memberikan perbaikan yang signifikan terhadap nyeri persalinan. Selain itu juga, birth ball dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan, mempercepat kemajuan persalinan, dan membuat ibu menjadi nyaman saat berada dalam proses persalinan (Makvandi et al. , 2. Di dalam penelitian Sutriningsih . juga menyebutkan bahwa hasil analisis bivariat menunjukkan nilai <0. 001 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh antara penggunaan birth ball dengan penurunan nyeri pada ibu bersalin kala I fase Berdasarkan hasil penelitiannya juga menyebutkan bahwa pada kelompok intervensi menunjukkan hasil bahwa dengan menggunakan birth ball tingkat nyeri yang dirasakan ibu menjadi berkurang dan nyeri yang dirasakan tidak berada di level yang sangat menyakitkan lagi (Sutriningsih et al. Dalam studi literatur mengenai efektifitas birth ball terhadap nyeri persalinan didapatkan bahwa dalam 12 jurnal yang membahas mengenai birth ball ini didapatkan hasil seluruh jurnal penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan nyeri persalinan setelah penggunaan birth ball. Selain itu juga dari keseluruhan jurnal memiliki p value <0. 005 yang artinya terdapat hubungan atau pengaruh antara penggunaan birth ball dengan penurunan nyeri persalinan. Dengan menggunakan metode non farmakologis ini selain menurunkan nyeri persalinan selama kala I fase aktif, juga dapat meningkatkan efikasi diri ibu bersalin, mengurangi penggunaan obat analgesia ataupun epidural saat proses persalinan, mampu meredakan kenyamanan ibu saat proses bersalin (Ajeng et al. , 2. Penelitian ini juga sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa birth ball yang dilakukan selama 30 menit dengan minimal gerakan 20 kali dapat memberikan kenyamanan pada ibu dan mengurangi rasa Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 sakit yang dirasakan karena terdapat mekanisme endogen dan pengalihan perhatian dan pikiran ibu (Raidanti & Mujianti, 2. Dengan penggunaan birth ball ini bisa menjadi alternatif dalam mengurangi nyeri persalinan sehingga persalinan bisa terjadi secara fisiologis, alami, sehingga kondisi maternal dan neonatal dalam kondisi yang optimal dan terhindar dari kondisi patologis dan keinginan ibu untuk bersalin secara caesar. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa pemberian birth ball memiliki pengaruh terhadap nyeri persalinan yaitu penurunan nyeri persalinan. Saran untuk penelitian selanjutnya lebih dikaji lebih dalam mengenai karakteristik setiap individu terhadap penggunaan birth ball ini karena nyeri yang dirasakan ibu berbeda-beda dan karakteristik tiap orang pun berbeda. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terima kasih kepada ibu Tati Suheti. Per. Pend. Pd. Kes. selaku pembimbing utama, ibu Desi Hidayanti. SST. MPH, selaku pembimbing pendamping, dan ibu Saur Sariaty. SKM. Kes, yang telah membimbing, memberikan arahan dan motivasi dalam penulisan penelitian ini. Tidak lupa juga penulis ucapkan terima kasih kepada keluarga dan teman-teman yang sudah memberikan dukungan baik moril maupun materiil serta kasih sayang disetiap langkah kaki penulis. DAFTAR PUSTAKA