Jurnal Surya Beton Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 02116-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON https://jurnal. id/index. php/suryabeton Perencanaan Ulang Bangunan Pasar dengan Struktur Baja pada Tanah Lunak (Studi Kasus: Pasar Wage Karangkandri Kabupaten Cilaca. Rizal Fathurahman1,*. Arif Kurniawan Suksmono1,Mukti Agung Wibowo1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik dan Sains. Universitas Muhammadiyah Purwokerto 1 Email:rizalfathurahman. rf@gmail. Abstrak. Pasar merupakan tempat berkumpul untuk berjual-beli sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi. Perencanaan ulang bangunan pasar ini menggunakan struktur baja karena memiliki bobot yang ringan serta pelaksanaan yang mudah, sehingga mempunyai keuntungan untuk dibangun pada tanah yang lunak. untuk bagian struktur bawah menggunakan fondasi tiang pancang. Perencanaan ulang bangunan pasar ini disesuaikan dengan SNI 1729:2020. SNI 2847:2019. SNI 1727:2020. SNI-1726-2019. Analisis struktur atas menggunakan software Etabs V. 18 dengan kontrol perhitungan manual dan Analisa struktur bawah menggunakan perhitungan manual. Perencanaan ulang bangunan pasar ini merupakan Sistem Rangka Baja Pemikul Momen Biasa. Hasil dari perecanaan banguanan pasar ini yaitu perencanaan atap yang digunakan untuk rafter menggunakan profil baja (IWF 6,5. dengan gording (UNP 140. , balok/regel (IWF 200. 5,5. Kolom (IWF . dengan mutu baja ASTM A36/M36. Tebal pelat lantai 2 . dengan menggunakan besi OI12100 mm. Sambungan pada ujung rafter ke rafter, rafter pada kolom, menggunakan baut A-325 ukuran M16 berjumlah 4 buah, dengan Pelat BJ370 tebal 10 mm, sambungan pada kolom ke Base Plate menggunakan baut A325 ukuran M16 berjumlah 6 buah, dengan Pelat BJ370 tebal 16 mm. Panjang angkur baut 550 mm. Struktur bawah . yang digunakan adalah tiang pancang prestressed spun pile kelompok dengan tiang berjumlah 4 buah. Dimensi penampang tiang diameter 600 mm, dengan kedalaman tiang sebesar 14,5 m. tiang pancang mampu menahan beban Qall total = 342,18 kN. Pile cap yang digunakan berukuran 2,80x2,80x0,6 m, menggunakan tulangan tarik D19Ae100 mm, tulangan tekan D19Ae100 mm. Kata Kunci : perencanaan ulang bangunan, bangunan struktur baja, tanah lunak. Abstrack. Market is a place for buying and selling as a center for socio-economic activities. The redesign of this market building uses a steel structure because it is light in weight and easy to implement and beneficial to built on soft ground. For the lower structure, it uses a pile foundation. The re-planning of this market building is adjusted to SNI 1729:2020. SNI 2847:2019. SNI 1727:2020. SNI-1726-2019. Upper structure analysis uses Etabs V. software with manual calculation control and lower structure analysis uses manual calculations. The re-planning of this market building is a Normal Moment Resisting Steel Frame System. The result of this market building planning is the roof planning used for rafters using steel profiles (IWF 300. 6,5. with purlins (CNP . , beams/regels (IWF 200. 5,5. , columns (IWF 400. with ASTMA36/36M steel 2 floor slabs thick . using OI12-100 mm. The connection at the end of the rafter to the rafter, the rafter to the column, uses 4 M16 size A-325 bolts, with a 10 mm thick BJ370 plate, the connection at the column Ae Base Plate uses 6 M16 size A-325 bolts with a 16 mm BJ370 plate. Length of anchor bolt is 550 mm. The lower structure . used is a group of prestressed spun piles with 4 piles. The cross-sectional dimension of the 600 mm, with a pile depth of 14. 5 m. piles are able to withstand a total load Qall = 342. 18 kN. The pile cap used measures 2,80x2,80x0,6 m. It uses tensile reinforcement D19-100 mm and compression reinforcement D19 Ae 100 mm. Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Keyword : Building Re-planning. Steel Structure Buildings. Soft Soil. Pendahuluan Perkembangan infrastruktur konstruksi di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Dampak pentingnya membangun infrastruktur bagi manusia didasarkan pada kebutuhan akan berbagai aktivitas yang menunjang kehidupan sehari-hari. Perencanaan yang tepat diperlukan untuk infrastruktur bangunan yang efektif, stabil, dapat dipelihara, kuat, tahan lama, dan mudah dikerjakan. Setelah beton, baja adalah bahan bangunan yang paling umum. Material berbahan dasar logam ini memiliki banyak keunggulan terutama kekuatan dan kecepatan pengerjaannya sehingga banyak diminati sebagai material konstruksi baik gedung tinggi maupun jembatan. Keamanan dan keselamatan suatu bangunan sangat ditentukan oleh ketahanan strukturnya, baik struktur atas maupun struktur Struktur bangunan di bawah konstruksi ini disebut fondasi. Pasar Wage Karangkandri merupakan pasar milik Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPUKUKM) sedang membangun Pasar Wage yang berada di Jl Lingkar Timur Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Metode Penelitian Lokasi Perencanaan ulang bangunan pasar wage karangkandri akan berlokasi di Jalan Lingkar Timur. Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Gambar 1. Lokasi Perencanaan Bangunan Pasar Wage Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Perencanaan ulang bangunan pasar menggunakan data denah pasar terkait dengan perubahan pada bagian strukturnya. Peraturan Ae peraturan yang dipakai sebagai pedoman pada proses perencanaan ulang bangunan pasar ini, yaitu SNI 1729:2020. SNI 1726:2019. SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Perencanaan ulang bangunan pasar ini diawali dengan perhitungan pembebanan dan analisis struktur menggunakan program software Etabs V. 18 dan kontrol dengan perhitungan manual. Beban gempa menggunakan metode Respon Spektrum. Perhitungan daya dukung aksial dan daya dukung lateral tanah fondasi menggunakan data hasil sondir dengan perhitungan manual. Hasil Penelitian Data Umum Fungsi Bangunan Lokasi Bangunan Panjang Bangunan Lebar Bangunan : Pasar : Desa Karangkandri Kec Kesugihan Kab Cilacap : 33 m : 20 m Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Luas Bangunan : 660 m2 Tinggi Bangunan : 6,35 m Tinggi Atap : 2,77 m Tinggi Bangunan Atap : 9,12 m Jumlah Lantai : 2 Lantai Data Teknis Sifat Mekanis Baja Mutu Mutu baja : ASTM A36/36M Tegangan putus minimum . ceyc ) : 400 MPa Tegangan leleh minimum . ceyc ) : 250 MPa Modulus Elastisitas (E) : 200. 000 MPa Modulus Geser (G) : 80. 000 MPa Angka Poisson . uN) : 0,3 Koefisien Pemuaian . : 12 x 10-6/0 c Sifat Mekanis Beton : 4. 700 OoyceAyca MPa : 1,1. 107 KN/m2 : 0,2 Modulus Elastisitas (E) Modulus Geser (G) Angka Poisson . uN) Perencanaan Struktur Atas Gambar 2. Permodelan Struktur 3D Perencanaan Gording Gambar 3. Data Properties Gording = 140 mm = 60 mm = 86,4 = 14,8 Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . = 605 = 62,7 cm4 = 16 kg/m fy = 250 Mpa Kontrol Lentur : Mx maks = 6,82 kN/m = 6820000 Nmm My maks = 1,01 kN/m = 101000 Nmm Mu O yo. yoMnx = yo x Zx x fy = 0,9 x 86400 x 250 = 19440000 Nmm > Mux = 6820000 Nmm yomny = yo x Zy x fy = 0,9 x 14800 x 250 = 3330000 Nmm > Muy = 101000 Nmm (Ama. (Ama. ycAycycu ycAycyc ob x Mnx yob x Mn. < 1 )<1 0,9 x 19440000 0,9 x 3330000 0,393 < 1 Kontrol Lendutan : i ijin (Ama. Mmax = 140 ya iy = = 140 6000 Mmax 200000 x 627000 = 25 mm = Ooix 2 iy 2 = Oo0,0292 7,8862 = 7,886 mm < i ijin = 25 mm ix = E. Ix = 200000 x 6050000 = 0,029 mm (Ama. Perencanaan Rafter Gambar 4. Gambar Properties Rafter = 7,886 mm Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Tabel 1. Kontrol Perhitungan Manual Rafter Kondisi Leleh Kondisi (LTB)/Tekuk Torsi Lateral (Yiel. Klasifikasi Penampang Jenis Profil Elemen Sayap yyA < yyAp < yyAr KOMPAK Elemen Badan yyA < yyAp < yyAr Tergolong KOMPAK IWF 8,3 10,74 28,28 43,38 106,34 161,22 6,5. Displasment Analisa Kuat Geser Mn= Mp yo Mn Mu O Lendutan Lendutan Ket. yo Mn Ijin Luar Vn yo Vn Vu N/. N/. N/. N) . N) . N) 120,25 146,93 Mn= Mp Lp 4,03 2,75 2,3 132,93 Aman 12,26 28,20 VnOu Aman 274,9 274. 9 24,60 Aman Sumber : hasil analisa data Perencanaan Balok/Regel Gambar 5. Gambar Properties Balok/Regel Tabel 2. Kontrol Perhitungan Manual Balok/Regel Kondisi Leleh (Yiel. Klasifikasi Penampang Jenis Profil Kondisi (LTB)/Tekuk Torsi Lateral Elemen Sayap yyA Elemen Badan yyA < < yyAp < yyAr yyAp < yyAr Tergolong Mn= Mp Lp Lr KOMPAK KOMPAK IWF 6,25 10,74 28,28 43,45 106,34 161,22 5,5. N/. 46,00 4,33 2,75 1,67 Sumber : hasil analisa data Displasment Analisa Kuat Geser Mn= Mp yo Mn Mu O Lendutan Lendutan Ket. yo Mn Ijin Luar Vn yo Vn Vu . N/. N/. N) . N) . N) 67,16 60,45 Aman 4,22 16,60 Aman 151,8 151,8 1,18 VnOu Aman Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Perencanaan Kolom Gambar 6. Gambar Properties Kolom Tabel 3. Kontrol Perhitungan Manual Kolom Kuat Lentur Teg. Kuat Teg. Kritis Teg. Kritis Penampag Kritis Batas Kondisi (LTB)/Tekuk Lentur Batasan Pemikul TekukTekukkondisi Klasifikasi Profil Momen Lentur dan Kolo TekukLeleh Torsi Lateral Aksial Puntir Puntir Plastis Lentur (Maksimu Klasifikasi Penampang Jenis Profil Elemen Elemen Sayap Badan yyA yyAr tergolong tergolong Fe langsing langsing Mn= M n= Lp Lr Lb Mn= Mp yyApf yyArf yyApw yyArw (MP. N) . N) . N/. yyApf > yyArf IWF 7,69 15,83 46,75 42,14 3652 233,48 108941 239,77 2016,9 1815,21 10,75 28,28 106,35 161,22 297,5 yyA yyAr yyA yyAr Fcr Fcr (MP. yyApw < yyArw . N/. Sumber : hasil analisa data Perencanaan Pelat Lantai . ,0 m x 3,5 . Mutu Baja Tulangan, fy = 240 MPa Mutu Beton, fAoc = 24,9 MPa / K-250 Tebal Pelat, h = 120 mm Tebal Selimut Beton, p = 10 mm Tulangan yang digunakan. D = D12 Tinggi efektif arah X, dx = h-p-D/2 = 104 mm Tinggi efektif arah Y, dy = h-p-D-D/2 = 92 mm 1,1 8,51 Mrx Mry . N/. N/. N/. N/. N/. N/. 2,03 297,5 267,75 20,12 1815,21 54,40 267,75 Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Gambar 7. Gambar penulangan Pelat Lantai Perencanaan Sambungan Baut A-325. Pelat BJ370 Baut M16 Pelat tebal 10 mm fnt = 825 MPa fnv = 585 MPa Gambar 8. Gambar Sambungan pada ujung Rafter Gambar 9. Gambar Sambungan Rafter ke Kolom Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Gambar 10. Gambar Sambungan Kolom-Base Plate Analisis Struktur Bawah Pada struktur pasar menggunakan struktur baja ini direncanakan untuk menggunakan fondasi tiang pancang. Fondasi tiang pancang yang digunakan adalah tiang pancang prestressed spun pile kelompok dengan dimensi penampang OI60 cm. = Ap qc oi JHL = . ,84 x . ,4 x 458,. = 87589,04 Kg = 858,96 kN Qall = Qu / SF = 858,96 / 10 = 85,89 kN = 303,58 kN = Qu 303,58 = 85,89 = 3,534 OO 4 tiang Q all total = Eff x n x Q all = 0,996 x 4 x 85,89 = 342,18 kN Dipakai 4 buah tiang pancang dengan susunan m . umlah baris tian. umlah tiang dalam bari. Gambar 11. Gambar Penulangan Pile cap Penulangan pile cap . ,80 m x 2,80 m x 0,6 . Tulangan tarik D19 Ae 100 Tulangan tekan D19 Ae 100 Rizal Fathurahman dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan perencanaan bangunan pasar dengan struktur baja pada tanah lunak untuk bangunan Pasar Wage Karangkandri Kabupaten Cilacap, antara lain sebagai berikut: Perencanaan struktur atas dengan mengacu pada standar peraturan yang berlaku di Indonesia menghasilkan desain sebagai berikut: Perencanaan atap yang digunakan untuk rafter menggunakan profil baja IWF 300. 6,5. 13 dengan gording menggunakan profil baja UNP 140. Perencanaan balok/regel menggunakan profil baja IWF 200. 5,5. Perencanaan kolom menggunakan profil baja IWF 400. Perencanaan Pelat Lantai dengan ukuran 300 x 350 cm menggunakan tipe pelat 2 arah dengan tebal 12 cm. penulangan menggunakan besi D12 Ae 100 mm pada arah x dan y. Sambungan pada ujung rafter ke rafter menggunakan baut A-325 ukuran M16 berjumlah 4 buah, dengan Pelat BJ370 tebal 10 mm. Sambungan pada tumpuan rafter pada kolom menggunakan baut A-325 ukuran M16 berjumlah 4 buah, dengan Pelat BJ370 tebal 10 mm. Sambungan pada kolom Ae Base Plate menggunakan baut A-325 ukuran M16 berjumlah 6 buah, dengan Pelat BJ370 tebal 30 mm. Panjang angkur baut 550 mm Perencanaan struktur bawah . dengan mengacu pada standar peraturan yang berlaku di Indonesia menghasilkan desain sebagai berikut: Struktur bawah . yang digunakan adalah tiang pancang prestressed spun pile kelompok dengan tiang berjumlah 4 buah. Dimensi penampang tiang OI60 cm memiliki Qall = 342,18 kN. Pile cap yang digunakan berukuran 2,80 m x 2,80 m x 0,6 m, menggunakan tulangan tarik D19 Ae 100, tulangan tekan D19 Ae 100. Saran Sebelum perencanaan struktur sebaiknya dilakukan estimasi awal pada ukuran element struktur, sehingga tidak terjadi penentuan dimensi elemen struktur berulang-ulang. Dalam perencanaan elemen-elemen struktur seperti jenis sambungan dan penulangan sebaiknya digunakan ukuran yang seragam untuk mempermudah pelaksanaan di lapangan. Penentuan jenis fondasi bisa disesuaikan dengan data pengujian tanah, sehingga dapat menghasilkan perencanaan yang baik dan efisien. Pemilihan metode pelaksanaan maupun penggunaan bahan dan peralatan berpedoman pada faktor kamudahan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, pengalaman tenaga kerja serta segi ekonomisnya. Daftar Pustaka