JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Volume. 3 Nomor. Periode: Januari Ae Juni 2019. p-ISSN : 2580-1112. e-ISSN : 2655-6669 Copyrighr @2019 Penulis memiliki hak cipta atas artikel ini journal homepage: https://ejournal. Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi (JIKO) Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diare Pada Siswa di Sekolah Dasar Negeri Ciputat 02 Alif Nurul Rosyidah 1 Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta Abstrak Diare merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk di Indonesia. Provinsi Banten menduduki peringkat ke enam yang mempunyai prevalensi diare yang cukup tinggi. Pada kelompok umur 5 Ae 14 tahun prevalensi diarenya sebesar 10,3%. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tata laksana yang cepat dan tepat, salah satunya mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan terhadap kejadian diare pada siswa di SDN Ciputat 02. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif correlation yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 56 responden diambil secara stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, analisa data menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan yang memiliki perilaku cuci tangan yang baik sebesar 44. 6% dan yang memiliki perilaku kurang sebesar 55. Anak SD yang menderita diare dalam tiga bulan terakhir sebesar 4%, sedangkan anak yang tidak menderita diare dalam tiga bulan terakhir sebesar Hasil uji statistik menunjukan . = 0. artinya ada hubungan antara perilaku cuci tangan terhadap kejadian diare. Peneliti menyarankan agar siswa diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan selalu disiplin melakukan praktik cuci tangan agar terhindar dari risiko terjadinya diare. Kata Kunci: Pengetahuan. Perilaku. Cuci Tangan. Kejadian Diare Abstract Diarrhea is a disease that is still a public health problem in developing countries, including in Indonesia. Banten province was ranked the six that have a fairly high prevalence of diarrhea. In the age group 5-14 years the prevalence of diarrhea was To decrease deaths due to diarrhea governance need fast and precise, one hand washing with running water using soap. The purpose of this study was to determine the relationship of the hand washing behavior of the students in the incidence of diarrhea in students in SDN Ciputat 02. This study is a quantitative research design that uses a correlation descriptive cross sectional study. The samples in this study were 56 respondents taken by stratified random sampling. Data collection using questionnaires and observation, data analysis using Fisher's exact test. The results showed that having a good hand-washing behavior was 44. 6% and that have less behavior by 55. Elementary school children with diarrhea in the last three months amounted to 80. e-mail: alifnurulrosyidah@gmail. Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diarea JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. while children who are not suffering from diarrhea in the last three months was 19. The test results showed statistically . = 0. means that there is a relationship between the behavior of handwashing on the incidence of diarrhea. Researchers suggest that students are expected to apply a clean and healthy lifestyle behaviors by always disciplined practice of washing hands to avoid the risk of diarrhea. Keywords: Knowledge. Behavior. Wash Their Hands. The Incidence of Diarrhea Pendahuluan Diare merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Pada tahun 2000 sampai tahun 2010 survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare Departemen Kesehatan didapatkan insiden diare meningkat. Pada tahun 2000 insiden diare yaitu 301/1000 penduduk, tahun 2003 insiden diare naik menjadi 374/1000 penduduk, tahun 2006 insiden diare naik menjadi 423/1000 penduduk dan tahun 2010 insiden diare menjadi 411/1000 penduduk (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan kematian semua umur, diare merupakan penyebab kematian peringkat ke-13 dengan proporsi kematian 3,5%. Sedangkan menular, diare merupakan penyebab Tuberculosis dan Pneumonia (Kemenkes RI, 2. Data dari laporan hasil riskesdas Provinsi Banten menunjukkan prevalensi diare di Provinsi Banten pada kelompok umur 5 Ae 14 tahun yang pernah didiagnosis diare oleh tenaga kesehaan dalam satu bulan terakhir sebesar 4,8%, sedangkan yang menyatakan pernah, ditanya apakah dalam satu bulan tersebut pernah menderita buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan kotoran lembek/cair sebesar 10,3%, serta yang menderita diare sudah minum oralit atau cairan gula garam sebesar 33,8%. Berdasarkan dilakukan Joni . tentang hubungan tingkat pengetahuan sikap dan perilaku kebersihan siswa SD dengan kejadian diare pada siswa SD dengan sampel 72 siswa SD kelas 4-5 di SDN Pujokusuman 1 didapatkan hubungan antara tingkat kebersihan siswa SD dengan kejadian diare pada siswa SD. Hasil dari penelitian tersebut adalah semakin kurang tingkat pengetahuan sikap dan perilaku siswa tentang kebersihan diri maka kejadian diare semakin tinggi. Hasil observasi siswa kelas V di SDN Ciputat 02 menunjukkan bahwa mereka tidak mencuci tangan sebelum dan setelah makan serta kuku tangan yang terlihat panjang dan kotor. Selain itu juga, saat jam istirahat anak sekolah membeli jajanan tanpa memperhatikan Melalui dengan siswa kelas V di SDN Ciputat 02, selama 3 bulan terakhir terdapat 4 siswa dari 10 siswa terkena diare. Setelah ditelusuri anak yang yang pernah mengalami diare kurang memahami dan tidak melakukan CTPS dengan baik dan benar, walaupun sering diajarkan oleh guru dan orang tua dirumah. Melihat kejadian diatas peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan terhadap kejadian diare pada siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciputat 02. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitinan deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diarea JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 SD Ciputat 02 sebanyak 220 siswa, sedangkan populasi keseluruhan 629 Peneliti hanya mengambil kelas 4 dan 5 karena sesuai dengan kriteria Cara mengambil sampel dalam penelitian ini adalah Austratified random samplingAy. Rumus yang digunakan dalam pengambilan sampel penilitian ini menurut pendapat Arikunto . yaitu 25% dari populasi, maka sampel yang Pengambilan memisahkan data kelas 4 dan 5. Tekniknya dengan memasukkan kertas yang berisi nomer absen siswa dari tiap kelasnya kedalam kotak, kemudian diambil sebanyak 23 siswa dari kelas 4 dan 33 siswa dari kelas 5 Hasil Penelitian Karakteristik responden Tabel-1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik di SDN Ciputat 2 . Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki Ae laki 42,9% Perempuan 57,1% Umur 7,1% 35,7% 48,2% 8,9% Kelas 41,1% 58,9% Informasi Tabel-2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Informasi Tentang Cuci Tangan di SDN Ciputat 02 . Informasi tentang Mencuci Tangan Waktu memperoleh informasi Tidak diajarkan SD kelas 1 SD kelas 2 SD kelas 3 SD kelas 4 SD kelas 5 Sumber Informasi Tidak Petugas kesehatan Media cetak Media elektronik Guru Keluarga 11 19,6% 12 21,4% 4 7,1% 6 10,7% 8 14,3% 3 5,4% 12 21,4% 11 19,6% 3 5,4% 30 53,6% 12 21,4% Pengetahuan responden Tabel-3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan tentang Cuci Tangan di SDN Ciputat 02 . Skor Jumlah Persentase Baik 96,4% Cukup 3,6% Kurang Total Perilaku responden Tabel-4. Distribusi Frekuensi Perilaku Cuci Tangan di SDN Ciputat 02 . Skor Jumlah Persentase Baik 44,6% Kurang 55,4% Total Kejadian diare Tabel-5. Distribusi Frekuensi Kejadian Diare selama tiga bulan terakhir di SDN Ciputat 02 Tahun 2014 . Skor Jumlah Persentase Tidak 80,4% Pernah 19,6% Pernah Total Analisis hubungan perilaku cuci tangan terhadap kejadian diare Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diarea JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Tabel-6. Hasil Analisis Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diare pada Siswa di SDN Ciputat 02 Kejadian Diare Perilaku Pernah Baik Kuran Total Tidak Pernah Total 1 1,8 24 10 17,9 21 Pembahasan Gambaran Karakteristik Responden di SDN Ciputat 02 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebesar 57,1%, sedangkan responden laki-laki hanya sebesar 42,9%. Hal ini sebanding dengan jumlah populasi yang menjadi tempat penelitian, dimana jumlah populasi sebanyak 119 orang untuk perempuan dan 110 orang untuk Selain pengambilan sampel yang digunakan dikehendaki dapat diambil secara acak dan memiliki peluang yang sama untuk dipilih tanpa pandang bulu. Hasil statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 11 tahun sebesar 48,2%, menurut teori usia berbanding lurus dengan perilaku. Namun pada penelitian ini usia tertua 12 tahun sebesar 8,9% lebih sedikit, hal ini dikarenakan pada usia tersebut berada di jenjang kelas yang sama, sehingga pengetahuan dan pengalaman yang didapat mereka Kelas merupakan jenjang atau tingkatan pada SD, jumlah siswa pada kelas 4 sebanyak 90 orang dan kelas 5 sebanyak 130 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dari kelas 4 adalah 23 orang . ,1%) dan responden dari kelas 5 sebanyak 33 orang . ,9%). Hal ini terjadi karena proporsi pengambilan setiap sampel dikehendaki dikelompokkan menjadi dua setelah itu diambil secara acak. Gambaran Informasi Cuci Tangan Responden di SDN Ciputat 02 Hasil penelitian mengenai waktu responden diajarkan mencuci tangan menunjukkan bahwa sebanyak 21,4% pernah diajarkan mencuci tangan saat SD kelas 5 dan TK. dan sebanyak 19,6% tidak pernah diajarkan mencuci tangan. Hal ini diperkuat oleh Wong . memori jangka pendek anak mulai berkembang dengan baik, namun memori jangka panjang anak telah Dapat disimpulkan bahwa daya ingat tentang mencuci tangan pada anak yang diajarkan pada SD kelas 5 sangat baik dibuktikan dengan nilai pengetahuan mencuci tangan yang baik pada siswa Hasil penelitian mengenai sumber informasi responden mencuci tangan menunjukkan bahwa sebanyak 53,6% diajarkan mencuci tangan oleh guru. sebanyak 19,6% tidak pernah diajarkan mencuci tangan Gambaran Pengetahuan Cuci Tangan Responden di SDN Ciputat 02 Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2. Hasil sebagian besar responden sebesar 96,4% memiliki pengetahuan tentang mencuci tangan yang baik, sebesar 3,6% cukup, sementara siswa yang memiliki pengetahuan kurang tidak ada Gambaran Perilaku Cuci Tangan Responden di SDN Ciputat 02 Hubungan Perilaku Cuci Tangan Terhadap Kejadian Diarea JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthoped. Vol. 3 No. Hasil penelitian mengenai perilaku menunjukkan bahwa sebagian besar . ,6%) memiliki perilaku cuci tangan yang kurang, dan . ,4%) memiliki perilaku cuci tangan yang baik. Hal ini sejalan dengan teori Lawrence Green dalam Notoatmodjo . bahwa perilaku terbentuk karena tiga faktor yaitu faktor predisposisi . engetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilainilai, tradisi, dan sebagainy. , faktor pemungkin . arana dan prasarana atau fasilitas yang memada. , faktor penguat. Berdasarkan segi fasilitas, masih kurangnya fasilitas yang memadai untuk siswa mencuci tangan seperti. mencukupinya sabun, tidak adanya keran air ditempat strategis . empat yang sering dikunjungi anak-ana. dan tidak adanya poster tentang pentingnya mencuci Gambaran Kejadian Diare Pada Responden di SDN Ciputat 02 Hasil penelitian mengenai kejadian diare menunjukkan bahwa sebanyak 19,6% pernah mengalami diare selama tiga bulan terakhir dan 80,4% tidak pernah mengalami diare selama tiga bulan terakhir. Diambil tiga bulan terkahir karena daya ingat anak-anak masih cukup kuat untuk mengingat kejadian tersebut, hal ini diperkuat oleh Wong . memori jangka panjang anak telah berkembang dengan baik walaupun sedikit. Hubungan Perilaku Cuci Tangan Tehadap Kejadian Diare pada Siswa di SDN Ciputat 02 Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara variabel perilaku cuci tangan dengan variabel kejadian diare . = 0,. Dimana perilaku yang baik maka kemungkinan terkena diare kecil, sedangkan perilaku yang kurang baik maka semakin besar kemungkinan untuk terkena diare. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini gambaran karakteristik siswa di SDN Ciputat 02 yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu: persentase jenis kelamin laki-laki sebesar 42,9% dan perempuan sebesar 57,1%, sedangkan untuk umur berkisar antara 912 tahun. Sebagian besar responden . ,4%) memiliki pengetahuan yang baik tentang mencuci tangan. Tingkat pengetahuan responden tersebut dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan praktik hidup bersih dan sehat. Hal ini terjadi karena pengetahuan merupakan bekal yang paling esensial dalam pembentukan perilaku seseorang. Sebagian besar responden . ,4%) memiliki perilaku yang kurang tentang mencuci tangan di sekolah. Hal ini disebabkan minimnya fasilitas untuk mencuci tangan, seperti: keran air ditempat strategis, sabun, dan poster tentang mencuci tangan. Sebagian kecil responden . ,6%) pernah mengalami diare selama tiga bulan terakhir. Hal ini disebabkan minimnya kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Hasil uji statistik pada penelitian ini menunjukan ada hubungan antara variabel perilaku mencuci tangan dengan variabel kejadian diare . = 0. Dapat disimpulkan bahwa perilaku mencuci tangan yang baik maka kemungkinan terkena diare kecil, sedangkan perilaku mencuci tangan yang kurang baik maka semakin besar kemungkinan untuk terkena diare. Daftar Pustaka