Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Vol. 1 No. http://journal. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L. ) DENGAN METODE DPPH Buanasari1*. Warlan Sugiyo. Arini Chyntia Apriyanti Akademi Farmasi Nusaputera Semarang. Dept. Kimia Farmasi Email : buanasari. only@gmail. ABSTRAK Asam jawa banyak dimanfaatkan untuk kesehatan. Manfaatnya sudah banyak digunakan masyarakat asia. Penelitian sebelumnya banyak mengkaji buah dan bijinya. Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap hasil ekstraksi dan aktivitas antioksidan ekstrak. Metode y a n g d i g u n a k a n remaserasi dengan variasi konsentrasi pelarut . , 50, 70%. dan waktu . , 5 dan 7 har. Uji aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode DPPH-Scavenging activity, dengan menghitung persen penghambatan pada absorbansi 528nm. Hasil penelitian menggunakan IR spektroskopi menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun asam jawa mempunyai kandungan fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid dan ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan paling besar pada konsentrasi etanol 30%v (DPPH-SA= 61,50A1,56 %). Pengujian aktivitas antioksidan berdasarkan lamanya waktu perendaman tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak (DPPH-SA= 57,60A1,27 %). Hasil penelitian menunjukkan adanya gugus antioksidan yaitu fenol pada spektrofotometer IR, sehingga ekstrak daun asam jawa memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat. Kata kunci : Antioksidan. Asam Jawa. DPPH. Fenolik. Tamarind. PENDAHULUAN Daun asam jawa (Tamarindus indica ) merupakan salah satu tanaman dari Leguminosae sumber antioksidan alami yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai jenis Pohon asam ditemukan terutama di India. Afrika. Pakistan. Bangladesh. Nigeria dan sebagian besar negara tropis seperti Indonesia. Berdasarkan pada data farmakologinya, daun asam jawa diketahui dapat berkhasiat untuk nyeri perut, diare dan disentri, infeksi cacing, penyembuhan luka, malaria, demam, sembelit, inflamasi, dan peradangan (Kuru, 2. Berdasarkan sebelumnya dilakukan oleh (Assagaf, 2. menunjukkan bahwa daun asam jawa dapat menurunkan kadar kolesterol didalam darah dengan dosis 0,0134 gram/200 gram BB. Buah dan biji tanaman asam jawa menunjukkan efek anti-bakteri, antiinflamasi dan anti-diabetogenic (Maiti et al. Paula et al. , 2. Sebagian besar terkonsentrasi pada buah dan biji tanaman, menggunakan pelarut polar, hal tersebut karena pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan buah dan biji asam jawa (Luengthanaphol et al. , 2004. Razali et al. Siddhuraju, 2007. Soong and Barlow. Sudjaroen et al. , 2. Banyaknya penelitian tentang potensi dari asam jawa, maka pada penelitian ini peneliti mengkaji potensi bagian dari daun asam jawa sebagai sumber antioksidan alami dengan pelarut etanol. METODE PENELITIAN Bahan Bahan utama penelitian ini adalah daun asam jawa (Tamarandus indica L. yang didapat dari daerah Semarang. Jawa Tengah. Bahan lain yang digunakan DPPH (Sigma Aldrich, kemurnian 90%), metanol (Merck, kemurnian 96%), etanol (Merck, kemurnian 96%), air suling, pereaksi Mayer, pereaksi Wagner. MgSO4. HCl pekat, dan FeCl3. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan elektrik (Satoriu. , spektrofotometri Uv-Vis Hitachu U-218. Fourier Transform Infared SHIMADZU, peralatan gelas . , kertas saring, mesh 100 dan aluminium foil. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Metode Persiapan bahan baku Menyeragamkan ukuran bahan dan kadar air, yaitu 100 mesh dengan kadar air kurang dari 10%b/b. Daun asam jawa (Tamarandus indica L. ) dibersihkan dan diangin-anginkan matahari selama 5-10 hari. Daun kering dihaluskan dengan ukuran 100 mesh dilanjutkan dengan pengeringan sampai didapatkan kadar air kurang dari 10%b/b. Ekstraksi Pelarut digunakan etanol karena aman untuk makanan dan pelarut yang baik dibandingkan pelarut metanol, nHexane dan aceton dalam mengekstrak beberapa tanaman dan cukup baik dalam mengekstrak oleoresin dan aldehyd tanaman kayu manis (Jos et al. , 2. Simplisia daun yang sudah dikeringkan dan dihaluskan timbang 250 gram, kemudian dimasukkan dalam bejana tertutup, lalu ditambahkan 1000 mLetanol dengan perbedaan konsentrasi yaitu etanol 30%, 50%, 70%, perendaman dilakukan selama 3 hari kemudian disaring. Filtrat pertama yang diperoleh dikumpulkan, untuk penyarian berikutnya ditambahkan pelarut yang sama selama 5 hari hingga 7 hari, sari daun asam Kemudian semua filtrat diuapkan hingga menjadi ekstrasi kental. Kemudian ekstrak kental kualitatif dan kuantitatif dengan metode DPPH. Uji Kualitatif Fitokimia Pengujian ekstrak etanol daun asam jawa yang meliputi identifikasi alkoloid, flavonoid, saponin dan fenolik. Identifikasi gugus juga dilakukan dengan spektrofotometer FTIR. 1,1 Diphenyl 2-Picryl Hydrazyl (DPPH)Scavenging Activity Test. Pengujian DPPH scavenging activity dilakukan dengan metode (Banerjee et al. Dimasukkan A 0,5 gram sampel ke dalam tabung sentrifus yang berisi pelarut metanol sebanyak 10 mL, yang digunakan untuk melarutkan senyawa antioksidan untuk diuji secara spektrofotometer. Campuran tersebut dikocok selama 10 menit pada 150 rpm, lalu didiamkan selama 12 jam dalam keadaan gelap. Vol. 1 No. http://journal. selama 10 menit, supernatan yang di peroleh dipindahkan ke dalam tabung yang Residu diekstrak lagi dengan menambahkan 5 mL pelarut. Ekstrak diencerkan 2,5X nya menggunakan Kedua ekstrak dicampurkan dan disimpan dalam keadaan gelap pada suhu 4AC. Diambil ekstrak dari daun asam jawa sebanyak 0,2 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 3,8 mL larutan DPPH 0,16 mM. Campuran dikocok selama 1 menit dengan vortex, kemudian didiamkan pada suhu kamar dan gelap selama 30 menit. Absorbansi gelombang 517 nm. Aktifitas ekstrak terhadap DPPH diekspresikan sebagai : HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode remaserasi untuk mengekstrak daun asam Metode ini biasanya dilakukan untuk mengekstrak sampel tumbuhan. Sampel yang digunakan adalah daun asam jawa yang sudah dikeringkan dengan kadar air 9,55A0,54 % dan ukuran 100 mesh sebelum Skrinning Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa. mengidentifikasi senyawa bioaktif atau senyawa yang mempunyai aktivitas yang menguntungkan, yaitu sebagai antioksidan. Pengujiannya metode kualitatif yang dilakukan (Marliana, et al. Hasil skrinning disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengujian Kualitatif Skrining Fitokimia Pengujian Hasil Alkaloid - Wagner - Mayer Flavonoid Saponin Fenolik Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 Yield (%. Gambar 1. Hasil Spektrum IR Ekstrak Asam Jawa Penentuan gugus fungsional isolat aktif menggunakan FT-IR Spektrum IR dapat memberikan informasi adanya gugusgugus fungsional tertentu dan juga tipe ikatan antar atom dalam struktur Serapan kuat dan tajam pada 3620,73 cm-1 mengindikasikan adanya OH jenis phenol. Pita 3100,15 cm-1 C-H dan pita 2012,36 cm-1 C=C adanya Aromatic Ring. Pita tajam pada 1724,63 cm-1 menunjukkan gugus aryl eter. Pita 971,10 cm-1 menunjukkan alkenes trans AeRCH=CHR. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur dari isolat aktif kemungkinan mengandung gugus AeOH, -CH2, -C=C, dan AeRCH=CHR. Pada penelitian (Akbar, 2. didapatkan bahwa serapan gelombang 2947,22 dan 2832,89 menunjukkan C-H didalam gugus C-H alifatik, adanya gugus karbonil pada C=C aromatic ring muncul pada panjang gelombang 1654,00, kemudian O-H teridentifikasi pada penelitian ini. Pengaruh Konsentrasi Etanol terhadap Yield Ekstrak. Pelarut yang sering digunakan untuk ekstraksi di antaranya metanol, etanol dan Dalam penelitian ini digunakan etanol karena lebih aman untuk obat dan makanan dibandingkan metanol. Air juga merupakan pelarut yang aman dan murah namun efektifitasnya dalam mengekstrak masih campuran air etanol. Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap hasil randemen dilakukan dengan variasi konsentrasi 30,50 dan 70%v etanol dengan waktu maserasi 3 hari. Hasil randemen yang didapatkan disajikan pada Gambar 2. Rendemen atau yield terbesar dihasilkan oleh ekstrak dengan pelarut etanol 30%v dengan hasil rendemen . ,68%) dan dengan kenaikan konsentrasi randemen Zou et al. , . menggunakan campuran etanol air untuk mengambil senyawa aktif pada daun mangga dan hasil terbaiknya dengan etanol 40%. Yield tertinggi ekstrak daun petai dengan ekstraksi metode lain juga didapatkan konsentrasi etanol sekitar 40% yang memberikan yield terbesar dari range konsentrasi 0-100% (Buanasari et al. Hasil ekstraksi variabel ini juga menemukan campuran etanol dan air sangat baik untuk mengambil kandungan zat aktif dalam daun asam jawa, dan etanol 30%v memberikan yield ekstrak terbesar dibandingkan 50 dan 70%v. Konsentrasi Etanol (%. Gambar 2. Profil Randemen dengan Variasi Konsentrasi Pelarut. Pengaruh Konsentrasi Etanol terhadap DPPH-SA. Hasil ekstrak pada variabel ini juga diuji DPPH-SA nya dan disajikan pada Gambar Profil grafik menunjukkan karakteristik yang sama dengan pengaruh yield ekstrak. DPPH-SA (%) Hasil penelitian di duga bahwa ektrak etanol daun asam jawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan fenolik. Pengujian dilakukan juga menggunakan FTIR spektrofotometri sebagai berikut: Vol. 1 No. http://journal. Konsentrasi Etanol (%. Gambar 3. Profil DPPH-SA dengan Variasi Konsentrasi Pelarut. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 ISSN 2621-9360 DPPH-SA (%) DPPH-SA terbesar di dapatkan pada ekstrak dengan pelarut 30%v yaitu sebesar 61,50A1,56 % dan menurun dengan bertambahnya konsentrasi etanol diatas Rentang variabel dalam penelitian ini cukup jauh sehingga perbedaan nilai DPPH-SA sangat terlihat. Buanasari et al. dalam mengekstrak daun petai juga mendapatkan hasil yang similar yaitu dengan semakin besar yield yang dihasilkan memungkinkan kandungan zat aktif yang diperoleh juga besar sehingga nilai aktivitas antioksidannya juga besar. Pengaruh Lama perendaman terhadap DPPH-SA. Lama perendaman yang dilakukan selama 3,5,dan 7 hari tidak mempengaruhi ataupun menambah aktivitas antioksidan Hasil pengaruh lama perendaman terhadap DPPH-SA ditunjukkan pada Gambar 4. Proses penangkapan radikal bebas ini melalui mekanisme pengambilan hidrogen dari senyawa antioksidan oleh radikal bebas, sehingga radikal bebas menangkap satu elektron dari antioksidan radikal bebas sintetik yang digunakan yaitu DPPH. Senyawa DPPH bereaksi dengan senyawa antioksidan melalui pengambilan aton hidrogen dari senyawa antioksidan untuk mendapatkan pasangan elektron (Bustillos et al. , 2. Lama Perendaman (Har. Gambar 4. Profil DPPH-SA dengan Variasi Lama Perendaman. Senyawa yang bereaksi sebagai penangkal radikal bebas akan mereduksi DPPH yang dapat diamati dengan adanya perubahan warna DPPH dari ungu menjad kuning ketika elektron ganjil dari radikal DPPH telah berpasangan dengan hidrogen dari senyawa penangkal radikal Vol. 1 No. http://journal. bebas akan membentuk DPPH-H tereduksi (Molyneux, 2. Gambar 5. Reaksi Kimia Penghambatan Radikal DPPH Perbedaan sama disetiap lamanya yaitu 56,7A1,27 %. KESIMPULAN Ekstrak etanol daun asam jawa mempunyai kandungan fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid serta memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak didapatkan konsentrasi etanol 30%v memiliki aktivitas terbesar (DPPH-SA= 61,50A1,56 %). Pengujian aktivitas antioksidan berdasarkan lamanya waktu perendaman tidak mempengaruhi aktivitas antioksidan dengan nilai DPPHSA= 57,60A1,27 % di semua lama UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih disampaikan kepada Lab Fitokimia Akfar Nusaputera dan UPT UNDIP Semarang dan Lab. Pangan Unimus Semarang untuk sarana yang diberikan dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA