Volume 3 (No. : 98 - 101 Tahun 2025 Peran UNICEF Membangun Masa Depan Yang Sehat Melalui Air Bersih Marisa Meryam P Isir1*. Muhammad Abdul Atho1. Putri L Mambraku1. Satrio Pamungkas1. Sofi Sofia Solossa1 Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong *Email: marisameryam@gmail. Abstract UNICEF naturally makes reference to the situation of water and sanitation issues that annoy and insecure people in India as an organization that helps establish protection for the community and also sees this as an imperative. The goal of this study is to evaluate UNICEF's contribution to the WASH (Water. Sanitation, and Hygien. program's efforts to address India's water and sanitation issues. Utilizing library research, a descriptive qualitative research methodology was applied. The study's findings demonstrate UNICEF's extensive efforts to ensure the best possible implementation of the WASH program, including its support of the education sector. Additionally. UNICEF plays a crucial role as an arena for collaboration, communication, and the development of cooperative program planning and implementation. The existence of multinational organizations can serve as an effective unifier amongst these countries to achieve goals when they have members from different regions in other This communication venue can complement one another. Such discussions organized by UNICEF with LIXIL. UNILEVER and Xylem created several outcomes to compensate for the shortcomings in WASH program actions. In addition. UNICEF has acted as an independent actor, developing programs and partnerships to address sanitation and water issues in India. It is evident that various concepts of policies are based on the framework created by UNICEF itself without any pressure from other parties. In practice. UNICEF has successfully influenced the policies of its members to focus on the survival of children and especially on clean water and sanitation. Keywords: IndiaAos Water Problems. Sanitation. UNICEF. WASH Program Abstrak UNICEF secara alamiah membuat referensi pada situasi masalah air dan sanitasi yang mengganggu dan membuat aman masyarakat di India sebagai organisasi yang membantu membangun perlindungan bagi masyarakat dan juga melihat hal ini sebagai suatu keharusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi UNICEF dalam upaya program WASH (Water. Sanitation, and Hygien. untuk mengatasi masalah air dan sanitasi di India. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan, metodologi penelitian kualitatif deskriptif diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICEF telah melakukan berbagai upaya luas untuk memastikan pelaksanaan program WASH secara optimal, termasuk dukungannya terhadap sektor pendidikan. Selain itu. UNICEF berperan penting sebagai wadah kolaborasi, komunikasi, dan pengembangan perencanaan serta pelaksanaan program bersama. Diskusi yang diselenggarakan oleh UNICEF bersama LIXIL. UNILEVER, dan Xylem menghasilkan beberapa solusi untuk mengatasi kekurangan dalam pelaksanaan program WASH. Selain itu. UNICEF juga bertindak sebagai aktor independen yang mengembangkan program dan kemitraan untuk menangani isu sanitasi dan air di India. Terlihat jelas bahwa berbagai konsep kebijakan didasarkan pada kerangka kerja yang dibuat oleh UNICEF sendiri tanpa tekanan dari pihak Dalam praktiknya. UNICEF berhasil memengaruhi kebijakan para anggotanya agar berfokus pada kelangsungan hidup anak-anak, khususnya terkait akses terhadap air bersih dan sanitasi. Kata Kunci: Masalah Air di India. Sanitasi. UNICEF. Program WASH Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 98 - 101 Tahun 2025 Pendahuluan UNICEF merupakan akronim dari United Nations ChildrenAos Fund, atau Dana Anak di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Organisasi ini telah menjangkau dan memberikan bantuan kepada lebih banyak anak dibandingkan lembaga kemanusiaan lainnya di dunia. Didirikan pada tanggal 11 Desember 1946. UNICEF awalnya bertujuan untuk menolong anak-anak yang terdampak kehancuran akibat perang di kawasan Eropa. Tiongkok, dan Timur Tengah. Pada masa awal pendiriannya, nama lengkap UNICEF adalah AuUnited Nations International ChildrenAos Emergency FundAy atau Dana Darurat Internasional untuk Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kehadiran UNICEF di Indonesia dimulai pada tahun 1948, dengan program pertamanya berupa bantuan pangan darurat untuk mencegah kelaparan di Pulau Lombok. Pada tahun 1953, cakupan mandat UNICEF diperluas untuk mencakup pemenuhan hak dan kebutuhan anak-anak di negara-negara berkembang. Sejak saat itu, istilah AuinternasionalAy dan AudaruratAy dihapus dari nama resminya, dan organisasi ini dikenal secara formal sebagai United Nations ChildrenAos FundAy. Air bersih merupakan salah satu hak serta kebutuhan dasar manusia untuk dapat bertahan hidup terutama untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan, tanpa adanya air kehidupan manusia tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sebagai salah satu kebutuhan dasar maka ketersediaan air ini harus selalu terjaga, namun ketersediaan air sendiri tidak luput dari adanya masalah. Masalah air bersihmerupakan salah satu agenda global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDG. poin keenam (Air Bersih dan Kebersiha. Permasalahan air bersih dapat terjadi di mana saja, seperti pada berbagai Negara di Benua Afrika, dan Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan ekstraksi air tanah terbesar di dunia yang mencapai 72% dari total penggunaan air keseluruhan. Tingginya tingkat ekstraksi air tanah maka akan menyebabkan cepat menipisnya cadangan air tanah dan akan meningkatkan risiko terjadinya pencemaran air akan terbuka lebar, pada saat inilah kualitas air dan kebersihan air bersih harus dijaga . Merujuk kepada data yang dikeluarkan oleh United Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) mengatakan bahwa hampir 25 juta masyarakat Indonesia masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS), baik itu di tanah lapang, sungai, parit atau pun hutan dan keadaan ini telah memperburuk kondisi air tanah di Indonesia. Indonesia sendirimasihdapat dikatakan sebagai negara dengan tingkat sanitasi yang buruk di dunia. Hal ini merujuk kepada data yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menunjukkan bahwa hampir 65% sungai di Indonesia berada dalam kondisi tercemar berat. Data yang dikeluarkan oleh BPS pada tahun 2021 keadaan sanitasi layak di Indonesia terutama di daerah Papua masih terbilang rendah . Metodologi Umumnya berfokus pada pendekatan WASH (Water. Sanitation, and Hygien. yang mencakup beberapa tahapan seperti pemetaan kebutuhan, pengembangan rencana aksi, pelaksanaan proyek, monitoring, dan evaluasi. Selain itu. UNICEF juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, serta memberikan edukasi terkait perilaku kebersihan dan sanitasi. Elaborasi metodologi UNICEF: Pemetaan Kebutuhan: Melakukan survei dan analisis untuk memahami kondisi air bersih dan sanitasi di suatu Mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling rentan dan kebutuhan Mencari tahu sumber air yang tersedia dan kualitasnya. Pengembangan Rencana Aksi: Merancang rencana aksi yang terperinci, termasuk tujuan, target, indikator, dan sumber Memastikan bahwa rencana aksi selaras dengan kebijakan dan program Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 98 - 101 Tahun 2025 pemerintah, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menentukan jenis intervensi yang paling tepat, seperti pembangunan fasilitas air bersih, peningkatan sanitasi, atau peningkatan perilaku kebersihan. Pelaksanaan Proyek: Membangun dan/atau memperbaiki fasilitas air bersih, seperti sumur bor, penampungan air hujan, atau sistem penyaluran air. Membangun fasilitas sanitasi, seperti jamban umum atau jamban keluarga yang aman. Memberikan edukasi dan pelatihan terkait perilaku kebersihan, sanitasi, dan penggunaan air yang aman. Monitoring dan Evaluasi: Memantau pelaksanaan proyek secara rutin untuk memastikan kualitas dan Mengevaluasi dampak proyek terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Melakukan penyesuaian rencana aksi berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Penyelenggaraan Air Bersih: Menawarkan layanan air bersih yang terjangkau dan berkelanjutan bagi Meningkatkan kualitas air bersih melalui pengolahan yang tepat dan pemantauan rutin. Membangun kapasitas masyarakat untuk mengelola dan menjaga fasilitas air bersih secara mandiri. Hasil dan Pembahasan UNICEF telah berhasil membantu meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di berbagai negara, terutama di negara berkembang. Program WASH dari UNICEF fokus pada pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi, serta kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak berdampak besar pada kesehatan masyarakat, terutama pada anakanak. Penyakit akibat air dan sanitasi yang buruk dapat dicegah dengan akses air bersih dan sanitasi yang layak, sehingga meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak juga memiliki dampak positif pada pembangunan secara keseluruhan. Anak-anak yang sehat dapat belajar dengan lebih baik dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat di masa depan. UNICEF bekerja sama dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak swasta untuk mencapai tujuan air bersih dan sanitasi yang layak. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa program WASH dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling UNICEF juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program WASH untuk memastikan bahwa program tersebut berjalan dengan efektif dan mencapai target yang telah Pemantauan dan evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi tantangan dan melakukan perbaikan agar program WASH dapat memberikan dampak yang lebih besar di masa depan. Kesimpulan UNICEF memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang sehat melalui air bersih. Program WASH dari UNICEF telah berhasil meningkatkan akses air bersih dan sanitasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Dampak positif dari program ini dirasakan pada kesehatan masyarakat, pembangunan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Kolaborasi dan pemantauan yang Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 98 - 101 Tahun 2025 berkelanjutan akan memastikan bahwa UNICEF dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan visi air bersih dan sanitasi yang layak untuk semua. Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih atas tersedianya artikel "Mewujudkan Kampung Bebas BAB Sembarangan" yang dipublikasikan oleh UNICEF Indonesia. Artikel tersebut sangat relevan dan bermanfaat sebagai referensi dalam penyusunan review jurnal yang sedang kami kerjakan. Sehubungan dengan itu, kami memohon izin untuk mengutip sebagian isi dari artikel tersebut sebagai bagian dari kajian ilmiah yang akan kami publikasikan melalui website ini. Kutipan akan digunakan secara bijak dan disertai dengan pencantuman sumber yang sesuai, sebagai bentuk penghargaan terhadap hak cipta dan etika akademik. Kami sangat menghargai dukungan dan izin yang diberikan, dan berharap kontribusi ini dapat memperluas wawasan serta mendorong perubahan positif di masyarakat. References