Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KORELASI GAYA BELAJAR VISUAL. AUDITORI. DAN KINESTETIK DENGAN PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI DI SMK NEGERI 1 KEBUMEN Faizah Fitriasih. Umi Arifah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: faizahfitri812@gmail. Abstract This study aims to determine the relationship between visual, auditory, and kinesthetic learning styles and students' level of understanding of Islamic Religious Education material in eleventhgrade students at SMK Negeri 1 Kebumen. The method used was quantitative with a correlational The study subjects included all 504 eleventh-grade students, with sampling conducted using a simple random sampling technique. Referring to Arikunto's opinion, if the population is less than 100, then all students should be included in the sample. However, if the population is large enough, the sampling can range from 10% to more than 50%, depending on the researcher's capabilities and field conditions. In this study, the researchers selected a sample of 20% of the population, or 108 students. Data collection was conducted using a questionnaire containing indicators of visual, auditory, and kinesthetic learning styles (VAK), as well as an instrument to measure understanding of Islamic Religious Education material designed based on the characteristics of each learning style. The collected data were analyzed using various statistical tests, such as instrument validity and reliability tests, as well as prerequisite tests including normality, linearity, and Pearson Product Moment correlation tests. The analysis results showed a very strong relationship between learning styles and material comprehension, with the respective contributions of: visual learning styles at 20,8%, auditory at 23,1%, and kinesthetic at 21,3%. Keywords: learning styles, visual, auditory, kinesthetic, understanding of material Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan tingkat pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Negeri 1 Kebumen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 504 orang, dengan pengambilan sampel dilakukan melalui teknik simple random sampling. Mengacu pada pendapat Arikunto, apabila jumlah populasi kurang dari 100, maka sebaiknya semua dijadikan Namun jika populasi cukup besar, maka pengambilan sampel dapat berkisar antara 10% Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. hingga lebih dari 50%, tergantung pada kemampuan peneliti dan kondisi lapangan. Dalam studi ini, peneliti memilih sampel sebanyak 20% dari populasi, yaitu sejumlah 108 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang memuat indikator gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik (VAK), serta instrumen untuk mengukur pemahaman terhadap materi PAI yang dirancang berdasarkan karakteristik masing-masing gaya belajar. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan berbagai uji statistik, seperti uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta uji prasyarat yang meliputi normalitas, linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara gaya belajar dan pemahaman materi, dengan kontribusi masing-masing: gaya belajar visual sebesar 20,5%, auditori 23,1%, dan kinestetik 21,3%. Kata kunci: gaya belajar, visual, auditori, kinestetik, pemahaman materi. PENDAHULUAN Pendidikan adalah upaya sadar dan sistematis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi peserta didik secara intelektual, emosional, dan spiritual, guna membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, cerdas, dan mampu berkontribusi dalam 1 Hal ini selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan bahwa pendidikan adalah proses sadar dan terencana guna mengembangkan potensi individu secara menyeluruh. Di antara komponen penting dalam sistem pendidikan Indonesia adalah Pendidikan Agama Islam (PAI), yang berperan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral dan spiritual, serta memperkuat keyakinan siswa sejak dini. 3 Dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik, berperan membentuk toleransi dan integritas siswa, serta menanamkan nilainilai keislaman yang relevan dengan tantangan masa kini, khususnya di jenjang SMK. Keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan metode mengajar, namun juga oleh sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan. Beberapa pokok bahasan seperti Zakat. Infaq. Munakahat, dan Mawaris sering dianggap rumit, sehingga pemahaman mendalam sangat diperlukan. Namun demikian, penguasaan materi tidak hanya Abd Rahman et al. AuPengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur PendidikanAy 2, no. 1Ae8. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. AuIntroduction and Aim of the Study,Ay Acta Pydiatrica 71 . : 6Ae6, https://doi. org/10. 1111/j. Lia Syahfitri et al. AuAnalisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Materi Agama Islam Pada Kelas V Di SDN 054903 UPL. Kayu BalokAy 5, no. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ditentukan oleh kualitas pengajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik siswa, termasuk gaya belajar mereka. Menurut para ahli, belajar merupakan proses psikologis yang kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kecerdasan, minat, motivasi, kesiapan, dan kondisi emosional siswa. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta unsur-unsur instrumental seperti kualitas guru, sarana pembelajaran, dan metode belajar yang digunakan. Sugihartono menyebut gaya belajar sebagai ciri khas individu dalam memahami informasi, sementara Nasution menganggapnya sebagai kecenderungan tetap dalam merespons dan memproses rangsangan. 5 Deporter dan Hernacki mengklasifikasikan gaya belajar menjadi tiga: visual, auditori, dan kinestetik. Gaya Belajar Visual Gaya belajar visual mengandalkan kemampuan indera penglihatan, siswa memahami materi lewat gambar, diagram, warna, atau peta konsep yang membantu mereka mengolah informasi secara terstruktur. Gaya Belajar Auditori Gaya belajar bergantung pada kemampuan pendengaran, siswa tipe ini menyerap informasi melalui penjelasan lisan, diskusi, dan rekaman, serta unggul dalam komunikasi Parni. AuFaktor Internal Dan Eksternal Pembelajaran,Ay Tarbiya Islamica 5, no. : 17Ae30. Deisye Supit et al. AuGaya Belajar Visual. Auditori. Kinestetik Terhadap Hasil Belajar Siswa,Ay Journal on Education 5, no. : 6994Ae7003, https://doi. org/10. 31004/joe. Malim Soleh Rambe and Nevi Yarni. AuPengaruh Gaya Belajar Visual. Auditorial. Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang,Ay Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran 2, no. 291Ae96. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Gaya Belajar Kinestetik Gaya belajar kinestetik menekankan pada pengalaman langsung dan aktivitas fisik, siswa lebih paham saat melakukan praktik langsung seperti simulasi atau eksperimen. Pemahaman materi merupakan indikator penting dalam keberhasilan proses belajar. Menurut Bloom, pemahaman berarti kemampuan individu untuk mengerti, menafsirkan, serta mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. 7 Dalam konteks pembelajaran, pemahaman mencakup aspek kognitif, emosional, dan praktis, yang memungkinkan siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga menerapkannya secara tepat dalam berbagai situasi. Kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kecerdasan, motivasi, dan bakat, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan pengaruh sosial. Keterpaduan semua faktor tersebut sangat menentukan sejauh mana siswa mampu menyerap serta menerapkan ilmu yang dipelajari. Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Islam. PAI tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik bertanggung jawab kepada Allah SWT dan sesama manusia. 8 Tokoh seperti Al-Syaibany dan Fadhil Al-Jamaly menekankan bahwa pendidikan agama bertujuan mengubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik secara 9 Tujuan PAI mencakup tiga dimensi utama: mendekatkan diri kepada Tuhan, menciptakan kebahagiaan dunia dan akhirat, serta membentuk pribadi yang tunduk pada ajaran Ilahi. 10 Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap PAI sangat diperlukan dalam mencetak generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Linda Kusmawati and Gigin Ginanjar S. AuPeningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Perkalian Melalui Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme Pembelajaran Matematika Di Kelas 3 Sdn Cibaduyut 4,Ay Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang . 262Ae71, https://doi. org/10. 36989/didaktik. 8 Umi Arifah. AuPemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Islam Multistakeholder Pendidikan,Ay Cakrawala: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Dan Studi Sosial 1, no. : 68Ae83, https://doi. org/10. 33507/cakrawala. 9 N Nurhestia. AuPengaruh Gaya Belajar Kinestetik Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Bengkulu,Ay http://repository. id/4811/http://repository. id/id/eprint/4811. 10 Ade Imelda Frimayanti. AuImplementasi Pendidikan Nilai Dalam Pendidikan Agama Islam [Implementation of Values Education in Islamic Religious Educatio. ,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. , 240. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Penelitian oleh Anisa Kurnia dan Zikri Neni Izka menunjukkan bahwa gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik secara simultan berkontribusi sebesar 15,8% terhadap kemandirian belajar siswa. 11 Ini menunjukkan bahwa gaya belajar memainkan peran yang tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan. SMK Negeri 1 Kebumen sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasional yang telah mencatatkan prestasi membanggakan, termasuk keberhasilan siswa dalam seleksi SNBP, masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. 12 Hal ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara gaya belajar siswa dan pemahaman mereka terhadap materi PAI. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kecenderungan belajar siswa agar hasil belajar dapat ditingkatkan secara optimal. Untuk menjaga fokus kajian, penelitian ini dibatasi hanya pada korelasi antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kebumen. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah yang diangkat adalah: AuApakah terdapat korelasi antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen?Ay Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Tujuannya adalah untuk mengetahui korelasi antara gaya belajar . isual, auditori, dan kinesteti. dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kebumen, sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 108 siswa, dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala Likert 11 Anisa Kurnia and Zikri Neni Izka. AuPengaruh Gaya Belajar ( Visual . Auditori . Dan Kinestetik ) Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas Tinggi SDN Pekayon 10Ay 1, no. : 68Ae78. Arif Widodo. AuPrestasi Membanggakan! 19 Siswa SMK Negeri 1 Kebumen Lolos SNBP 2025,Ay 2025, https://smkn1kebumen. id/2025/03/prestasi-membanggakan-19-siswa-smk-negeri-1-kebumen-lolos-snbp-2025/. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. untuk mengukur variabel gaya belajar dan variabel pemahaman materi. Sebelum digunakan, instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan perhitungan rhitung terhadap rtabel dan Cronbach Alpha. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, serta uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 16. Metode ini dipilih untuk mengetahui seberapa kuat korelasi antara gaya belajar masing-masing siswa dan tingkat pemahaman mereka terhadap materi PAI. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian Uji instrumen penelitian digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan dapat dikatakan valid dan reliabel. Pada uji instrumen ini, peneliti mengambil responden sebanyak 36 siswa. Setelah dilakukan penyebaran angket untuk uji instrumen, maka diperoleh: Uji Validitas Menurut Ghozali, validitas bertujuan memastikan bahwa kuesioner benar-benar mencerminkan variabel yang diteliti. 13 Instrumen dinyatakan valid jika setiap item pertanyaan memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel dan bernilai positif. Dalam penelitian ini, dengan jumlah responden 36, diperoleh derajat kebebasan . 36 Ae 2 = 34 dan rtabel sebesar 0,329. Jika rhitung > 0,329, maka item dinyatakan valid. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut: Table 1. 1 Hasil Uji Validitas Variabel X dan Variabel Y RHitung 0,496 0,504 0,679 RHitung Kondisi H>T H>T H>T Kondisi Ket Valid Valid Valid Ket Q21 Q22 Q23 RHitung 0,573 0,504 0,664 RHitung Kondisi H>T H>T H>T Kondisi Ket Valid Valid Valid Ket 0,512 0,592 0,545 H>T H>T H>T Valid Valid Valid Q24 Q25 Q26 0,359 0,769 0,272 H>T H>T HT H>T H>T H>T H>T H>T H>T H>T Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Q27 Q28 Q29 Q30 Q31 Q32 Q33 Q34 0,551 0,480 0,384 0,517 0,683 0,692 0,738 0,647 H>T H>T H>T H>T H>T H>T H>T H>T Q15 0,529 H>T Valid Q35 0,227 HT H>T H>T H>T Q36 Q37 Q38 Q39 0,336 0,472 0,603 0,577 H>T H>T H>T H>T Q20 0,279 HT Valid Hasil pengujian validitas terhadap variabel X1 (Q1 Ae Q. menunjukkan bahwa keseluruhan pernyataan sebanyak 10 item dinyatakan valid. Variabel X2 (Q11 Ae Q. , menunjukkan 9 pernyataan valid sementara 1 item tidak valid. Variabel X3 (Q21 Ae Q. , menunjukkan 9 pernyataan valid sementara 1 item tidak valid. Variabel Y (Q31 Ae Q. , menunjukkan 9 pernyataan valid sementara 1 item tidak valid. Dari hasil tersebut diperoleh 37 item valid dan 3 item tidak valid. Instrumen yang valid dapat digunakan sedangkan instrumen yang tidak valid dihapus. Uji Reliabilitas Menurut Ghozali, reliabilitas mengukur konsistensi kuesioner dalam menilai Instrumen dikatakan reliabel jika hasilnya stabil dan dapat dipercaya. Dalam SPSS, reliabilitas diuji menggunakan Cronbach Alpha, dan instrumen dinyatakan reliabel jika nilai > 0,60. 14 Detail hasil uji reliabilitas disajikan dalam tabel di bawah ini: Ibid, 20. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Table 1. 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Variabel Y Variabel Reliability Coeffisients 10 Item 9 Item 9 Item 9 Item Conbarch Alpha 0,783 0,694 0,700 0,747 Ket Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa X1 bernilai 0,783. X2 bernilai 0,694. X3 bernilai 0,700, dan Y bernilai 0,747. Karena ketiga nilai tersebut > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel. Analisis Deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kebumen. Berdasarkan hasi persebaran angket kepada 108 responden, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 2. 1 Analisis Deskrptif Variabel X dan Variabel Y Variabel Jumlah Instrumen GB. Visual (X. GB. Auditori (X. GB. Kinestetik (X. Pemahaman Materi (Y) Skor Maksimal Variabel Skor Diperoleh Persentase Variabel Gaya Belajar Visual (X. Berdasarkan hasil penelitian yang dirangkum pada tabel di atas, diperoleh data bahwa skor diperoleh pada variabel gaya belajar visual sebesar 4. 240 dari total skor . x 50 = 5. Kemudian dihitung untuk mencari besarnya persentase gaya belajar visual pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen dengan cara: ycE= yce y 100% ycA Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. y 100% 108 ycu 50 ycE= y 100% ycE= ycE = 0,785 y 100% ycE = 78,5% . ibulatkan menjadi 79%) Gaya Belajar Auditori (X. Berdasarkan hasil penelitian yang dirangkum pada tabel di atas, diperoleh data bahwa skor diperoleh pada variabel gaya belajar auditori sebesar 3. 917 dari total skor . x 45 = 4. Kemudian dihitung untuk mencari besarnya persentase gaya belajar auditori pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen dengan cara: yce y 100% ycA ycE= y 100% 108 ycu 45 ycE= y 100% ycE= ycE = 0,805 y 100% ycE = 80,5% . ibulatkan menjadi 81%) Gaya Belajar Kinestetik (X. Berdasarkan hasil penelitian yang dirangkum pada tabel di atas, diperoleh data bahwa skor diperoleh pada variabel gaya belajar kinestetik sebesar 3. 997 dari total skor . x 45 = 4. Kemudian dihitung untuk mencari besarnya persentase gaya belajar kinestetik pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen dengan cara: y 100% ycA ycE= y 100% 108 ycu 45 ycE= y 100% ycE= ycE = 0,824 y 100% ycE = 82,4% . ibulatkan menjadi 82%) Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Pemahaman Materi (Y) Berdasarkan hasil penelitian yang dirangkum pada tabel di atas, diperoleh data bahwa skor diperoleh pada variabel pemahaman materi sebesar 4. 133 dari total skor . x 45 = 4. Kemudian dihitung untuk mencari besarnya persentase gaya belajar kinestetik pemahaman materi pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen dengan yce y 100% ycA ycE= y 100% 108 ycu 45 ycE= y 100% ycE= ycE = 0,851 y 100% ycE = 85,1% . ibulatkan menjadi 85%) Pengujian Prasyarat Analisis data Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memastikan apakah data tiap variabel berdistribusi normal, yang merupakan syarat analisis statistik parametrik. 15 Pengujian dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS 16. Hasilnya disajikan dalam tabel di bawah ini: Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta Cetakan Ke-19, 2. , 96. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Tabel 3. 1 Uji Normalitas Residual One-sample Kolmogorov Smirnov Berdasarkan hasl uji normalitas residual dengan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,810. Karena nilai tersebut > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi secara normal. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk memastikan apakah hubungan antara dua variabel bersifat linier berdasarkan data penelitian. 16 Pengujian dilakukan menggunakan SPSS 16. Terdapat dua parameter signifikansi yang digunakan sebagai acuan, yaitu: Signifikansi Linearity . Apabila nilai signifikansi > 0,05 maka sebaran data dianggap tidak linier, . Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka sebaran data dianggap linier. Signifikansi Deviation from Linearity . Apabila nilai signifikansi > 0. 05 maka sebaran data dianggap linier, . Apabila nilai signifikansi < 0. 05 maka sebaran data dianggap tidak linier. Rincian hasil uji linearitas disajikan secara lengkap pada tabel di bawah ini: Andi Ibrahim, dkk. Metodelogi Penelitian, (Makassar : Gunadarma Ilmu, 2. , 85. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Table 3. 2 Hasil Uji Linearitas Instrumen Berdasarkan p deviation from linearity Linearity Deviation Ket Coeffisients from Linearity 10 Item 0,746 Linear 9 Item 0,271 Linear 9 Item 0,154 Linear Merujuk pada tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi Deviation from Linearity Variabel untuk variabel X1 adalah 0,746, variabel X2 sebesar 0,271, dan variabel X3 sebesar 0,154. Ketignya > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara variabel gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi menunjukkan pola sebaran data yang linier. Analisis Korelasi Product Moment Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kebumen. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur keterkaitan antara variabel bebas dan terikat, serta mengidentifikasi sejauh mana keterkaitan antara keduanya tersebut. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Karl Person. 17 Dengan demikian, metode ini populer dengan sebutan korelasi Pearson Product Moment. Dalam menganalisa data menggunakan rumus product moment menurut Sugiyono18 , yaitu: Oc XY Oo(Oc X 2 ) (Oc Y 2 ) Dimana: = koefisien korelasi antara x dan y OcXY = jumlah perkalian x dan y OcX 2 = jumlah kuadrat dari ycu Fatchor Rachman Utsman. Panduan Statistika Pendidikan, ed. Abdul Wahid Hasan and Ach. Maimun Syamsuddin (Jogjakarta: DIVA Press, 2. Ibid, 15. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. OcY 2 = jumlah kuadrat dari y Langkah berikutnya adalah menguji koefisien korelasi dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis yang telah dirumuskan, dengan ketentuan: yaycu O yuU = 0 lawan ya1 O yuU O 0 Metode pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan apabila nilai rhitung > nilai rtabel berdasarkan jumlah sampel (N) pada taraf signifikansi 5%. Sebaliknya, jika nilai rhitung < rtabel, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Untuk menentukan tingkat keeratan hubungan antara variabel gaya belajar dan pemahaman materi, digunakan tabel nilai r menurut Sugiyono19, yaitu: Tabel 3. 3 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisian 0,000 Ae 0,199 0,200 Ae 0,399 0,400 Ae 0,599 0,600 Ae 0,799 0,800 Ae 1,000 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Analisis Korelasi Product Moment dilakukan melalui aplikasi IBM SPSS Statistics 16, dan hasilnya disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 3. 4 Hasil Perhitungan Korelasi Product Moment dengan SPSS Ibid, 13. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi gaya belajar visual memiliki nilai ycycuyc = 0,456, auditori ycycuyc = 0,480, dan kinestetik ycycuyc = 0,462. Dengan merujuk pada nilai rtabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (D. sebesar N Ae 2, dan jumlah responden sebanyak 108 orang, maka diperoleh Df = 108 Ae 2 = 106 dan nilai r sebesar 0,1591. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa: Gaya Belajar Visual diperoleh rhitung = 0,456. Gaya Belajar Auditori rhitung = 0,480. Gaya Belajar Kinestetik rhitung = 0,462. Dapat disipulkan bahwa ketiga variabel X memiliki rhitung > rtabel. Maka, hipotesis Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Ketiganya berada pada rentang 0,400Ae0,599, yang termasuk kategori korelasi positif sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antara masingmasing gaya belajar X1. X2. dengan pemahaman materi (Y) terdapat korelasi yang signifikan dan erat berada pada kategori sedang. Langkah selanjutnya adalah menilai sejauh mana keterkaitan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan pemahaman materi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen. Hal ini dilakukan dengan memasukkan masing-masing nilai korelasi ke dalam rumus koefisien determinasi, yaitu KD = rA y 100%. Dengan demikian, diperoleh hasil sebagai berikut: Gaya Belajar Visual Gaya Belajar Auditori Gaya Belajar Kinestetik KD = r 2 ycu 100 % KD = r 2 ycu 100 % KD = r 2 ycu 100 % KD = 0,4562 ycu 100 % KD = 0,4802 ycu 100 % KD = 0,4622 ycu 100 % KD = 0,208 ycu 100 % KD = 0,231 ycu 100 % KD = 0,213 ycu 100 % KD = 20,8 % KD = 23,1 % KD = 21,3 % Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat disimpulkan: Korelasi antara gaya belajar visual dengan pemahaman materi yaitu 20,8%. Korelasi antara gaya belajar auditori dengan pemahaman materi yaitu 23,1%. Korelasi antara gaya belajar kinestetik dengan pemahaman materi yaitu 21,3%. Berdasarkan persentase masing-masing gaya belajar, tampak bahwa distribusi gaya Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 370-386 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. belajar siswa cukup merata, dengan visual sebesar 20,8%, auditori 23,1%, dan kinestetik 21,3%, serta tingkat pemahaman materi mencapai 85%, yang dikategorikan baik. Pola ini menunjukkan adanya keterkaitan antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan tingkat pemahaman materi Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kebumen. Penelitian tersebut selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurfazilah, yang menunjukkan kontribusi ketiga gaya belajar dalam meningkatkan kemandirian belajar, dibuktikan dengan nilai rhitung 0,5526 > rtabel 0,3610 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, terdapat hubungan positif antara gaya belajar dan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Hasil penelitian yang diperoleh selama proses penelitian lapangan dengan judul AuKorelasi Gaya Belajar Visual. Auditori, dan Kinestetik Dengan Pemahaman Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XI di SMK Negeri 1 KebumenAy, dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara ketiga jenis gaya belajar tersebut dengan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Besarnya korelasi gaya belajar visual . engutamakan media gambar dan grafi. sebesar 20,8%. gaya belajar auditori . ebih menyerap informasi lewat suara dan diskus. sebesar 23,1%. gaya belajar kinestetik . ebih efektif melalui praktik langsun. sebesar 21,3%. Dapat disimpulkan bahwa gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik tidak berdiri sendiri dalam mempengaruhi pemahaman materi PAI, melainkan saling melengkapi. Penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI di SMK Negeri 1 Kebumen menerapkan strategi pembelajaran berbasis multisensori, yaitu penggunaan slide dan video . , diskusi dan ceramah . , serta simulasi ibadah, kuis praktik, atau kajian kelompok interaktif . Dengan demikian, pemahaman materi PAI dapat meningkat, khususnya jika siswa mendapatkan peluang untuk belajar melalui semua DAFTAR PUSTAKA