Volume . Issue . September / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Stad Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kelas Xi IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Rahmad Rifan Suna 1. Sudirman 2* 1-2 Universitas Negeri Gorontalo sudirman@ung. ABSTRACT The purpose of the study was to determine the effect of the STAD-type cooperative learning model on economic learning outcomes of 61 students of class XI social sciences 2 at SMA 1 state senior high school in Telaga. Telaga district. Gorontalo regency. All data of this quantitative research were collected from observations, questionnaires, and interviews. These data were further analyzed using a simple linear regression data analysis. The results reveal that the STAD-type cooperative model positively and significantly affects the students' learning outcomes. The more often the STAD- type cooperative model is applied, the more it will improve students' learning outcomes. The STAD-type cooperative model is one of the most critical learning models in determining learning outcomes. The quantity and influence of the STAD model contribute 48. 2% to the variables of student learning outcomes. comparison, the other 51. 8% is influenced by factors outside the variables studied, namely other cooperative learning models. Keywords: STAD-Type Cooperative Model. Learning Outcomes ABSTRAK Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Coopereative Learning Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, kuisioner dan interview pada 61 responden serta menggunakan analisis data regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Model Cooperative Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Semakin sering menerapkan model cooperative tipe STAD maka akan mampuh meningkatkan hasil belajar siswa. Karena model cooperative tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat penting dalam menentukan hasil Besar dan pengaruh dari model cooperative tipe STAD memiliki kontribusi sebesar 48,2% terhadap variabel hasil belajar siswa, sedangkan 51,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti yaitu model pembelajaran cooperative lainnya. Kata Kunci: Model Cooperative Learning Tipe STAD. Hasil Belajar Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Pendahuluan Pendidikan merupakan situasi hidup yang dapat mempengaruhi lingkungan pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung secara sinergitas di semua lingkungan kehidupan. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran disekolah. Pelaksanaan pendidikan di sekolah- sekolah sebaiknya secara terus menerus dikembangkan dengan memberi spioritas kepada usaha-usaha peningkatan mutu Salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada digarda terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik dikelas melalui proses belajar Sebagai pengajar atau pendidik guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan selalu bermuara pada faktor guru. Hal ini menunjukan bahwa betapa vitalnya peran guru dalam dunia pendidikan. Guru di tuntut memilki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dalam upaya pembelajaran peserta didik. Mengajar bukanlah sekedar menyajikan informasi ataupun gagasan seperti yang banyak dilakukan di dalam pengajaran Ilmu-ilmu Ekonomi sampai dewasa ini, mengajar mencakup membimbing siswa untuk belajar melalui kegiatan- kegiatan pemeriksaan . , menemukan . , menganalisis . , dan menguji . yang disebut berpikir reflektif . eflektive thinkin. sebagai sesuatu yang penting dalam membangun sikap dan nilai-nilai yang lebih langsung adalah tugas-tugas pengembangan Pembelajaran merupakan suatu interaksi antara guru dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik dalam rangka membelajarkan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman belajar sekaligus keterampilan. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran disamping menguasai bahan ajar atau materi ajar, tentu perlu pula mengetahui bagaimana cara materi ajar itu disampaikan dan bagaimana pula karakteristik peserta didik yang menerima materi pelajaran tersebut. Kegagalan guru menyampaikan materi ajar selalu bukan karena ia kurang menguasai bahan, tetapi karena guru tidak tahu bagamana cara menyampaikan materi pelajaran tersebut dengan baik dan tepat sehingga siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan. Salah satu masalah yang dihadapi didunia pendidikan adalah lemahnya proses Proses pembelajaran terhadap peserta didik tidak lepas dari perilakuperilaku dalam pendidikan itu sendiri yaitu guru dan siswa. Seorang guru harus memperhatikan dan menguasai benar apa yang harus dilakukan dalam mendidik agar tujuan pendidikan itu sendiri tercapai dengan baik diantaranya dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Setiap guru pasti menginginkan agar siswanya dapat memecahkan masalah-masalah dalam setiap pelajaran baik itu teori ataupun eksperimen demi meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar, khususnya mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS), namun kenyataan yang ada masih ditemukan pembelajaran yang cenderung belum efektif. Tujuan pendidikan nasional ini sejalan dengan tujuan pendidikan IPS. Pendidikan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 IPS pada kurikulum sekolah . atuan pendidika. , pada hakikatnya merupakan mata pelajaran wajib sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 37. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara indonesia yang demokratis, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta Siswa sebagai manusia dapat memiliki perbedaan dalam kemampuan, bakat, minat, motivasi, watak, ketahanan, semangat dan sebagainya. Dalam berbagai ciri tersebut, ada siswa yang lebih unggul dari siswa yang lain. Ada pula yang lebih unggul pada hampir kesemua ciri tersebut, ada pula yang lebih unggul pada sebagian ciri tertentu sedangkan pada ciri yang lainnya rendah. Selain memperhatikan penggunaan model pembelajaran, perhatian dan kegiatan siswa dalam belajar perlu diperkirakan dengan sebaik-sebaiknya karena berhubungan dengan hasil belajar siswa sebagai tujuannya. Sebab perhatian dan keaktifan siswa dalam belajar ini merupakan faktor dalam diri siswa yang tidak bisa dipisahkan yang dapat menentukan pencapaian pembelajaran yang efektif. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten. Gorontalo, bahwa perhatian dan keaktifan siswa dalam belajar masih kurang. Dan adanya siswa yang belum mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Siswa lebih cenderung duduk berkelompok dengan aktifitasnya masing-masing tanpa memperhatikan guru di depan yang sedang mengajar mengakibatkan hasil belajar siswa yang kurang. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa maka di perlukan Keaktifan dan perhatian siswa itu sendiri dalam proses pembelajaran. Guru haruslah dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. dengan demikian perlu diperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatankan hasil belajar siswa, yaitu seperti, menarik perhatian dan memberikan dorongan kepada siswa dengan cara pemilihan model pembelajaran yang tepat sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa, memberikan topik atau konsep yang akan dipelajari, meningkatkan aktivitas atau partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan memberikan umpan balik pada siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu bisa dipantau dan Pada hakikatnya pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan keaktifan siswa dapat dilakukan guna meningkatkan hasil belajar siswa dengan berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Aktivitas siswa menjadi hal yang penting, sebab lebih menekankan pada aspek kognitif, dan kemampuan mental sehingga hanya berpusat pada pemahaman bahan pengetahuan. Peningkatan hasil belajar siswa adalah persoalan penting dan mendasar yang harus menjadi tujuan oleh guru dalam menjalankan pembelajaran. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari adanya kerlibatan secara optimal baik intelektual, emosi dan fisik dan di buktikan dengan peningkatan nilai siswa dalan Perhatian siswa untuk dapat berperan aktif dalam kelas merupakan persyaratan utama dalam pembelajaran, tanpa ada keduanya hasil belajar yang ingin dicapai tidakakan optimal. Stimulus yang akan diberikan oleh guru kepada siswa tidak akan berguna jika tidak adanya perhatian dari siswa. oleh karena itu guru harus berusaha untuk menumbuhkan perhatian siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Beberapa gambaran mengenai perhatian dan keaktifan belajar siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuhkan perhatian dan keaktifan siswa guru harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, melakukan pengelolaan pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 penilaian pembelajaran, serta guru haruslah memberikan arahan Siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihannya, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Istilah model sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk tiruan dari benda yang Model juga dapat diartikan sebagai suatu contoh konseptual atau prosedural dari suatu program, sistim, atau proses yang dapat dijadikan acuan atau pedoman kreatif dalam pemenuhan akan kebutuhan siswa di sekolah dasar, telah banyak Hal itu tidak lain agar kualitas pendidikan di sekolah-sekolah seluruh negeri ini selalu dalam rangka memecahkan suatu masalah agar tujuan dapat Banyak model-model yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan di dunia, bahkan beberapa kalangan guru yang mempunyai keahlian, kemampuan, dan keterampilan serta meningkat. Slavin, dalam Astuti . 9: . Model pembelajaran tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model paling baik untuk tahap permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna peningkatan hasil belajar siswa secara maksimal. Sedangkan Menurut Anas . Model STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sederhana dan efektif untuk digunakan guru di kelas. Pendekatan pembelajaran ini memilki lima komponen. Komponen tersebut yaitu penyajian kelas, belajar secara berkelompok, kuis, nilai pengembangan, dan penghargaan terhadap kelompok. Pentingnya peranan model pembelajaran yang di terapkan perlu dipahami juga oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang di terapkan pada siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Keberhasilan Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD di tandai dengan siswa lebih berperilaku aktif dengan hasil belajar yang yang meningkat di dalam kelas. Olehnya peranan guru dalam mengelola model pembelajaran siswa sangat penting untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secara individual. MOTODE PENELITIAN Peneliti menggunakan pendekatan dan jenis penelitian berupa penelitian Tentang model penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan kata-kata atau kalimat dan gambar serta angka-angka dengan memakai sampel serta kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian diskriptif bertujuan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih jelas tentang kondisi-kondisi sosial melalui pemusatan dengan tehnik-tekhnik yang digunakan sehingga merujuk pada pengaruh untuk setiap variable-variabel Riduwan . 9 : . Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Teknik Analisis Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan atau data yang berasal dari penelitian lapangan dan observasi (Umar, 2005:. Adapun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian adalah sebagai berikut: Koefisien Korelasi Koefisien korelasi digunakan untuk menganalisis atau mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, dimana variabel independen lainnya dibuat tetap/dikendalikan. Sehingga dapat ditentukan nilai korelasi murni yang terlepas dari pengaruh-pengaruh variabel lainnya. Dalam analisis korelasi yang diperhatikan adalah arah . ositif atau negati. dan besarnya hubungan . Koefisien korelasi mempunyai harga -1 hingga 1 . ergerak dari nol hingga 1 dan memiliki nilai positif atau negati. Semakin mendekati nilai 1 maka semakin besar atau kuat hubungan variabel atau sempurna = 1, sebaliknya semakin mendekati 0 maka semakin lemah atau kecil hubungannya (Wijaya, 2011: . Koefisien Determinasi . Koefisien determinasi mencerminkan besarnya pengaruh perubahan variabel independen dalam menjalankan perubahan pada variabel dependen secara bersama-sama, dengan tujuan untuk mengukur kebenaran dan kebaikan hubungan antar variabel dalam model yang digunakan. Koefisien determinan berkisar antara nol sampai dengan satu . O R2 O . Hal ini berarti R2 = 0 menunjukkan tidak adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen, bila R2 semakin besar mendekati 1, menunjukan semakin kuatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan bila R2 semakin kecil mendekati nol maka dapat dikatakan semakin kecilnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Regresi Pengujian Persyaratan Analisis Data Sebelum melakukan analisis data dengan menggunakan regresi, terlebih dahulu dilakukan pengecekan persyaratan analisis Untuk keperluan ini, akan dilakukan pengujian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorv-Smirnov (KS) dengan prosedur sebagai berikut : Menentukan hipotesis Menentukan tingkat signifikansi Menentukan statistik uji Menentukan kriteria uji Hasil pengujian normalitas data dengan menggunakan SPSS adalah sebagai Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Tabel 4. 6 Hasil Pengujian Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Hasil analisis di atas menunjukkan hasil uji kolmogorov smirnov dikatakan normal jika p>0,05 . > 0,. artinya sebaran data normal dengan nilai signifikansi sebesar didapatkan p = 0. Jika dibandingkan dengan nilai alpha yang digunakan . maka nilai signifikansi ini masih lebih besar dari alpha sehingga Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data variabel dependen (Hasil Belajar Sisw. telah berdistribusi normal. Kesimpulan dari pengujian ini juga didukung dengan hasil plot data yang menunjukkan bahwa data dari variabel Hasil Belajar Siswa menyebar di sekitar garis lurus seperti yang tampak dalam grafik berikut ini: Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa data . menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Berdasarkan ketentuan yang ada bahwa data normal ketika titik-titik tersebut mengikuti garis diagonal, sehingga dengan terpenuhinya kriteria tersebut maka dapat dikatakan bahwa model regresi memiliki data yang berdistribusi normal. Berikut disajikan pada histogram sebagai berikut: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Berdasarkan histogram di atas dapat diketahui bahwa histogram residual menunjukkan pola distribusi garis yang seimbang dan tidak skewness kekiri sehingga Model Analisis Regresi Hasil analisis regresi yang diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS adalah sebagai berikut : Tabel 4. 7 Hasil Deskriptif Statistik Descriptive Statistics Minimu Maximu Mean Model Cooparative Tipe STAD Hasil Belajar Siswa Valid N . Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Std. Deviation Tabel 4. 8 Hasil Analisis Regresi Sederhana Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Sig. Beta Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Coefficientsa Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Berdasarkan hasil analisis diatas maka model regresi antara Model Cooparative Tipe STAD dengan Hasil Belajar Siswa didapatkan persamaan regresi bahwa Y hasil belajar siswa memperoleh 24. 816 sedangkan 0. 521 diperoleh dari cooperative tipe STAD. Hal ini menunjukan terdapat linearitas hubungan antara kedua variabel hasil belajar dengan model cooperative tipe STAD (Y = 24. 521 X) . Perhatikan nilai B pada tabel Coefficients diatas, didapatkan persamaan regresi Tanda koefisien regresi untuk variabel X yang positif menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dari model cooparative tipe stad (X) terhadap Hasil Belajar Siswa (Y). Semakin baik model cooparative tipe stad maka akan memberikan dampak terhadap peningkatan Hasil Belajar Siswa. Setiap peningkatan Model Cooparative Tipe STAD sebesar satu satuan akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0. 521 satuan. Pengujian Model Regresi Pengujian model regresi ini dilakukan dengan menggunakan uji F dengan tahapan sebagai berikut : Penentuan Hipotesis Ho : seluruh koefisien regresi tidak signifikan . odel regresi tidak signfika. H1 : minimal satu koefisien regresi signifikan . odel regresi signfika. Penentuan tingkat signifikansi Tingkat kepercayaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 95% atau dengan kata lain tingkat signfikansinya sebesar 5%. Penentuan Statistik Uji Dalam melakukan uji kebaikan model digunakan uji F. Penentuan Kriteria uji Penentuan kriteria uji didasarkan pada perbandingan antara nilai F-hitung yang diperoleh dengan F-tabel. Jika nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel maka Ho ditolak, dan jika nilai F-hitung lebih kecil dari nilai F-tabel maka Ho diterima pengujian dengan menggukan SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 4. 9 Hasil Uji Hipotesis ANOV Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. X Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Dari hasil analisis diatas dapat diketahui nilai F-hitung untuk model regresi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 antara Model Cooparative Tipe STAD dengan Hasil Belajar Siswa adalah sebesar 26. dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Jika dibandingkan dengan nilai alpha sebesar 0,05 maka nilai signifikansi ini jauh lebih kecil dari nilai alpha sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dibangun telah sesuai dengan data. Perhatikan nilai Signifikansi pada kolom sig. Didapatkan nilai sig = 0,000 . < 0,. artinya variabel x . odel cooparative tipe stad ) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel y . asil belajar sisw. pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Pengujian Hipotesis Setelah pengujian model dilakukan selanjutnya akan dilaksanakan pengujian pengaruh dari tingkat Model Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Adapun pengujian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Penentuan Hipotesis Ho : tidak terdapat pengaruh positif dari Model Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa H1 : terdapat pengaruh positif dari Model Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa Penentuan tingkat signifikansi Tingkat kepercayaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 95% atau dengan kata lain tingkat signfikansinya . sebesar 5% Penentuan Statistik Uji Dalam melakukan uji signfikansi pengaruh dalam model regresi akan digunakan uji t. Penentuan Kriteria uji Penentuan kriteria uji didasarkan pada perbandingan antara nilai t-hitung yang diperoleh dengan t-tabel. Jika nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ho ditolak, dan jika nilai t-hitung lebih kecil dari nilai t-tabel maka Ho diterima Hasil pengujian dengan menggukan SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 4. 10 Hasil Uji Hipotesis t Variabel Koefisien Regresi Konstanta Model Cooparative Tipe STAD Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Standar Error t-hitung Sig Dari hasil tabel analisis diatas diketahui nilai t-hitung untuk variabel Model Cooparative Tipe STAD adalah sebesar 5. 126 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini masih lebih kecil dari nilai alpha . sehingga Ho ditolak. Dengan kata lain pada tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Model Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa. Setelah diketahui bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Model Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa maka langkah selanjutnya adalah menganalisis besar pengaruh yang ditimbulkan oleh Model Cooparative Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa yang mereka peroleh. Untuk keperluan tersebut digunakan analisis koefisien determinasi. Nilai koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang besarnya berkisar antara 0% - 100%. Semakin besar nilai koefisien determinasi suatu model regresi menunjukkan bahwa pengaruh dari variabel bebas yang terdapat dalam model terhadap variabel tak bebasnya juga semakin tinggi. Hasil perhitungan koefisien determinasi untuk model regresi antara Model Cooparative Tipe STAD dengan Hasil Belajar Siswa adalah sebagai berikut : Tabel 4. 11 Koefisien Determinasi Mod Model ummaryb Adjusted R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah SPSS 21, 2021 Dari analisis diatas terlihat nilai koefisien determinasi dari model regresi yang telah diperoleh sebelumnya sebesar Didapatkan R = 0,482. Nilai ini berarti bahwa sebesar 48,2% variasi Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dapat diterangkan oleh baik buruknya Model Cooparative Tipe STAD. Variabel independen yg diteliti memiliki pengaruh kontribusi sebesar 48,2% terhadap variabel Hasil Belajar Siswa, sedangkan 51,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yg diteliti. Artinya bahwa variabel independen yg diteliti memiliki pengaruh kontribusi sebesar 48,2% terhadap variabel Hasil Belajar Siswa, sedangkan 51,8% lainnya dipengaruhi oleh faktorfaktor lain diluar variabel yg diteliti. Pembahasan Pada bagian ini akan dikemukakan pembahasan hasil penelitian yang mengacu ada pokok permasalahan, dan hasil analisis dekriptif dan hipotesis sebagaimana yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan bahwa variabel Model Cooparative Tipe STAD yang diterapkan oleh guru menunjukkan pengaruh yang positif terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu guru memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya, serta kualitas belajarnya. Hal ini menuntut perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelolah proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelolah proses belajar mengajar, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sehingga memungkinkan proses belajar mengajar. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 mengembangkan bahan pengajaran yang baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka Untuk memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau belajar karena memang siswalah objek utama dalam belajar. Dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sedikitnya ada lima jenis variabel yang menentukan keberhasilan belajar siswa yaitu : . melibatkan siswa secara aktif, . menarik minat dan perhatian siswa, . membangkitkan motivasi siswa, . prinsip individualitas, dan . peragaan dalam pengajaran. dalam Muhamad Nur dkk, 2000: 31-. Model pembelajaran kooperative tipe STAD dalam implementasinya sangat memerlukan tekad, inovasi dan kesabaran guru dalam merancang pembelajaran sehingga peserta didik benar-benar menjadi tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Adapun lima komponen STAD yang digunakan tersebut sebagai berikut: Presentasi Kelas, ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dilakukan oleh guru, tetapi bisa juga memasukan presentasi audio visual. Dengan cara ini para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka . Kerja sama team, fungsi utama dari team ini adalah memastikan semua anggota benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk siap mengerjakan tugas dengan baik . Tes, pada bagian tes para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara inividual untuk memahami materinya. Skor Kemajuan Individual, untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan yang dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin maksimal kepada teamnya dalam sistem skor ini, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. Penghargaan Kelompok, kelompok akan mendaptkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabilah skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Model pembelajaran Koperatife tipe STAD, guru merasa lebih ringan pekerjaannya karena untuk memahami materi pelajaran guru sudah dibantu oleh siswa sehingga penanganan kesulitan belajar siswa lebih mudah. Bagi siswa dapat memperoleh pengalaman hidup bersama melalui kerja sama dengan kelompok, mampu memberikan sikap positif dan percaya diri, karena dalam pembelajaran ada saling ketergantungan positif, ketergantungan semacam inilah selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu dalam kelompok dan keterampilan dari setiap anggota kelompok. Jadi hal yang menarik dari Koperatif tipe STAD ini adalah adanya kemudahan dalam proses kegiatan belajar megajar baik guru dan siswa sama- sama aktif didalam kelas dengan saling memberikan umpan balik sehingga materi yang di ajarkan lebih mudah dipahami dan berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian, aktifitas siswa sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswalah seharusnya banyak aktif. Dengan melihat bahwa aktifitas siswa sangat dibutuhkan, maka tentunya hal harus didukung oleh adanya minat dari siswa itu Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 sendiri dalam belajar. Untuk itu dalam meningkatkan Pemahaman siswa pada mata pelajaran ekonomi perlu adanya usaha-usaha sebagai berikut : . memberikan motivasi belajar kepada siswa, . menggunakan metode belajar mengajar yang bervariasi, . meningkatkan kerjasama orang tua dan guru. Mulyasa, . Model pembelajaran yang dapat dipahami guru agar dapat melaksanakan pemelajaran secara efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran ekonomi adalah model yang relevan dengan materi yang akan diajarkan. Dalam penerapannya, model penbelajaranharus dilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa karena masing-masing model pembelajaran memiliki tujuan, prinsip, dan tekanan utama yang berbeda-beda. Mulyasa, . Menurut Wina, . 8: . Salah satu model pembelajaran adalah STAD (Student Team Achiement Divisio. Inti dari STAD pada pembelajaran materi sistem pemerintahan pusat adalah guru menyampikan materi, kemudian para siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri atas empat atau lima orang untuk menyelesaikan soalsoal yang diberikan oleh guru, setelah selesai mereka menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok kepada guru, pra siswa kemudan diberi kuis/tes secara individu oleh guru. Skor hasil kuis atau tes tersebut disamping untuk menentukan skor individu juga digunakan untuk menentukan skor kelompoknya. Slavin . alam Wina, 2008: . mengemukakan dua alasan bahwa :pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki pembelajaran selama ini. Pertama beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar, berfikir, memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Pada model STAD siswa dikelompokan secara heterogen, kemudian siswa yang pandai menjelaskan kepada anggota yang lain sampai mengerti. Model kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotifasi dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Wina, . Oleh karena itu berdasarkan penjabaran teori pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih menekankan pada nilai moral dan norma untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa sehingga sangat tepat bila dalam pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperati tipe STAD yang memprioritaskan pola belajar membentuk kelompok untuk saling berdisikusi antar siswa yang melalui bimbingan guru Berdasarkan hasil penelitian siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, diperoleh kesimpulan bahwa Model Cooparative Tipe STAD menjadi salah satu model pembelajaran yang mempengaruhi Hasil Belajar Siswa. memiliki pengaruh kontribusi sebesar 48,2% terhadap variabel Hasil Belajar Siswa, sedangkan 51,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yangg Pengaruh yang ditimbulkan oleh Model Cooparative Tipe STAD menunjukkan sebuah pengaruh yang sangat baik. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa tanpa adanya Model Cooparative Tipe STAD yang baik akan berakibat pada menurunnya Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Dalam kegiatan kooperatif terjadi pencapaian tujuan secara bersama-sama yang sifatnya merata dan menguntungkan setiap anggota kelomponya. Pembelajaran Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 81 - 94 kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam proses pembelajaran yang memungkinkan kerja sama dalam menuntaskan permasalahan Pada akhirnya dapat dikemukakan bahwa variabel bebas yang di analisis yaitu model cooparative tipe STAD menunjukkan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, dengan asumsi faktor di luar dari pada variabel-variabel yang diteliti dianggap konstan atau tidak berubah. Kesimpulan Dari penelitian dan analisis yang telah dilakukan maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari model cooparative tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Telaga. Semakin tinggi penerapan model cooparative tipe STAD maka akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo karena model cooparative tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat penting dalam menentukan hasil belajar. Besar pengaruh dari 92 Hasil model cooparative tipe STAD memiliki kontribusi sebesar 48,2% terhadap variabel Belajar Siswa, sedangkan 51,8%, lainnya dipengaruhi oleh dari faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti yaitu model pembelajaran kooperatif lainnya. DAFTAR PUSTAKA