Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung 10 Lantai Tahan Gempa Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus di Kota Padang Alfiyah Diah Salsabila1. Soerjandani Priantoro Machmoed*2 1,2 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Indonesia Email: 1ads26@mhs. id, 2soerjandani@uwks. *Penulis Korespondensi Abstrak Kota Padang dikategorikan memiliki risiko wilayah gempa tinggi dengan tingkat desain seismik D, sehingga Gedung Hotel DAME 10 lantai beban lateral akibat gempa perlu diperhitungkan. Perencanaan gedung hotel ini bertujuan untuk mendapatkan hasil struktur yang dapat memikul gaya oleh beban gempa dan direncanakan untuk memikul lentur dengan konsep strong column weak beam yang sesuai pada pedoman. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa dan kerugian material yang diakibatkan oleh gaya gempa. Struktur gedung hotel didesain mempunyai daktilitas tinggi atau penuh dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pedoman yang digunakan dalam perencanaan struktur gedung hotel yaitu SNI 2847:2019 untuk pembebanan struktur dan SNI 1726:2019 untuk pembebanan gempa, serta perhitungan beban mati dan beban hidup menggunakan pURG 1987. Setelah analisa dilakukan, didapatkan bahwa nilai simpangan antar lantai terpenuhi dengan tidak melebihi batas simpangan izin (OIa ijin = 100 m. Detailing struktur gedung hotel sesuai dengan SNI 2847:2019 didapatkan nilai Oc ycAycuyca Ou 1,2 Oc ycAycuyca = 3521,54 ycoycAyco Ou 1399,872 ycoycAyco telah terpenuhi, serta kontrol kuat geser untuk hubungan balok kolom sesuai dengan SNI 2847:2019 dimana yuoycOycu Ou ycOyc = 3696070,84 ycA Ou 2379184,02 ycA telah terpenuhi. Dapat disimpulkan bahwa struktur gedung yang direncanakan mampu menahan keruntuhan saat gempa terjadi. Kata kunci: beton bertulang, gedung tahan gempa, perencanaan gedung. SRPMK, strong column weak beam Abstract The city of Padang is categorized as having a high earthquake risk with a seismic design level of D. Therefore, the lateral load due to earthquakes on the 10-story Hotel DAME building must be considered. The design of this hotel building aims to achieve a structural system capable of withstanding forces from earthquake loads and is planned to resist bending using the strong column, weak beam concept in accordance with guidelines. This approach helps minimize casualties and material losses caused by seismic forces. The hotel building structure is designed to have high or full ductility using the Special Moment Resisting Frame (SMRF) method. The structural design guidelines used include SNI 2847:2019 for structural loading. SNI 1726:2019 for seismic loading, and pURG 1987 for dead load and live load calculations. After conducting the analysis, it was found that the inter-story drift value meets the permissible drift limit (OIa allowable = 100 m. The structural detailing of the hotel building complies with SNI 2847:2019, with the calculated moment capacity satisfying OcMnc Ou 1. 2OcMnb = 3521. 54 kNm Ou 1399. 872 kNm. Additionally, the shear strength check for beam-column connections meets SNI 2847:2019, where iVn Ou Vu = 3,696,070. 84 N Ou 2,379,184. 02 N. It can be concluded that the planned building structure is capable of withstanding collapse during an earthquake. Keywords: reinforced concrete, earthquake-resistant building, building design, special moment resisting frame systems, strong column weak beam PENDAHULUAN Gerbang utama untuk wisatawan mancanegara adalah Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kota Padang . Wisatawan mancanegara yang tiba di Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau pada statistika tahun 2021 mengalami penurunan yang awalnya 21. 660 orang pada tahun 2020 menjadi 1. 538 orang pada tahun 2021. Kota Padang merupakan daerah rawan gempa. Hal ini dipengaruhi adanya pertemuan dua lempeng benua besar dan patahan . Semangko serta pada pertemuan lempeng terdapat patahan . Mentawai pada Provinsi Sumatera Barat . Kemampuan gedung bertingkat tinggi untuk menahan strukturnya agar tidak langsung runtuh setelah gempa bumi terjadi dan melindungi penghuni di dalamnya merupakan konsep terpenting dalam Halaman - 24 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Hal ini dikarenakan Indonesia terletak di wilayah yang sering terjadi gempa dengan intensitas tinggi hingga sedang. Oleh karena itu, perencanaan dan pengawasan pembangunan harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi bangunan tahan gempa untuk semua bangunan penting di Kota Padang, terutama bangunan terutama bangunan infrastruktur dan bangunan penting lainnya berdasarkan pada pedoman . Indonesia memiliki 3 . macam sistem struktur yang direncanakan cocok untuk menahan beban gempa Bangunan di zona gempa rendah sampai sedang direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB). Di daerah dengan gempa sedang. Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) digunakan untuk perencanaan bangunan. Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) digunakan untuk perencanaan bangunan di daerah dengan tingkat kekuatan gempa yang Terdapat beberapa persyaratan tertentu yang harus diperhatikan untuk SRPMK dimana kolom yang direncanakan harus lebih kuat daripada balok . Wilayah kota Padang terletak di zona gempa dengan intensitas yang kuat serta memiliki parameter gerak tanah (SS) 1,2 Ae 1,5 g berwarna coklat tua. SRPMK merupakan desain struktur untuk beton bertulang yang memiliki daktilitas tinggi atau penuh. Kemampuan struktur berulang kali mengalami simpangan pasca elastik dalam skala besar dikenal sebagai daktilitas. Kemampuan ini menjadikan struktur tersebut tetap mampu mempertahankan kekuatannya setelah mengalami deformasi, sehingga struktur tersebut tetap mampu berdiri dan tidak langsung runtuh meski diguncang oleh skala gempa magnitudo tinggi. Oleh karena itu, jumlah korban jiwa dan kerugian materi karena gempa dapat diminilasir, serta struktur bangunan akan lebih kuat daripada sistem rangka lainnya . Perencanaan ini memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk menghasilkan nilai simpangan horizontal . pada perencanaan sesuai dengan pedoman SNI 1726-2019, menghasilkan analisa perhitungan struktur gedung beton bertulang serta desain suatu bangunan tahan gempa di daerah dengan intensitas gempa tinggi menggunakan metode SRPMK, menghasilkan dimensi penampang pada elemen kolom, balok, dan sambungan yang mampu menahan gaya gempa tinggi. Manfaat yang didapat dalam perencanaan ini yaitu perencana diharapkan mampu merencanakan serta menganalisis struktur, sehingga didapatkan dimensi dari setiap elemen struktur gedung yang mampu menahan gaya lateral gempa yang terjadi. Sehingga dapat menambah wawasan serta memberi referensi dalam merencanakan struktur gedung tahan gempa dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Batasan pertimbangan struktural untuk struktur hotel yang akan dibahas yaitu hanya merencanakan struktur atas dan struktur bawah serta tidak menganalisis RAB, sistem utilitas bangunan, desain saluran air bersih dan kotor, instalasi sistem kelistrikan, sentuhan akhir, arsitektur. MK, dan implementasi lapangan. II. METODE PENELITIAN Langkah Ae langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan struktur gedung Hotel AuDameAy ini ditunjukkan dalam diagram alir rencana . yaitu hubungan antara setiap tahapan. Proses penyelesaian perencanaan struktur gedung Hotel AuDameAy digambarkan dalam flowchart mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Diagram alir pada Gambar 1 dan Gambar 2 merupakan gambaran umum mengenai perencanaan struktur Gedung Hotel DAME. Gambar 1. Diagram Alir (Flowchar. Halaman - 25 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Gambar 2. Diagram Alir (Flowchar. (Lanjuta. Tahapan awal hingga selesai yang digunakan untuk perencanaan ini antara lain: Studi literatur Studi litratur yang dilakukan berupa peraturan, buku pustaka, dan penelitian terdahulu. Peraturan yang - SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung - PPIUG 1983 tentang Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung - SNI 1727:2020 tentang Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain - SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung . Pengumpulan data Pengumpulan data berupa data tanah lokasi perencanaan serta gambar perencanaan yang meliputi denah lantai gedung, tampak gedung, dan potongan . Preliminary design Tahap awal ini berfungsi untuk memperkirakan dimensi yang akan digunakan pada setiap elemen pada struktur gedung hotel. Pembebanan Pembebanan merupakan proses perhitungan beban gravitasi suatu bangunan yang meliputi beban mati (D), beban hidup (L), beban angin (W), dan beban air hujan (R atau A) yang direncanakan berdasarkan peraturan PPIUG 1983, serta beban gempa (E) yang mengacu pada peraturan SNI 1726:2019. Kombinasi pembebanan dilakukan untuk mendapatkan beban terbesar dari kombinasi beban Ae beban tersebut. Struktur bangunan gedung dirancang menggunakan kombinasi pembebanan untuk kuat perlu. Hal ini bertujuan guna mendesain komponen bangunan mengacu pada SNI 1726:2019. Perencanaan struktur sekunder Perencanaan yang diperlukan untuk struktur sekunder, yaitu balok anak, pelat atap, balok lift, pelat lantai, dan tangga. Kontrol kekuatan Degan mengontrol kekuatan, integritas struktur bangunan dipantau untuk melihat apakah bangunan tersebut dapat menahan beban, dimana momen yang dikeluarkan harus lebih besar daripada momen ultimate. Mn>Mu. Perencanaan struktur keseluruhan Program bantu komputer digunakan untuk melakukan pendekatan mekanika/analisis struktur 3 dimensi . D) untuk portal. Metode Analisis Ragam Spektrum Respon digunakan untuk analisis beban gempa dalam analisis dinamik. Gaya Ae gaya dalam dan simpangan antar lantai yang terjadi akan muncul sebagai akibat dari metode yang digunakan. Halaman - 26 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Kontrol simpangan Nilai simpangan horizontal . yang terjadi tidak boleh melebihi dari simpangan izin yang telah ditentukan (OI