NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PERAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SISWA KELAS VI SD NEGERI 28 DOMPU TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023 Leni Marlina1*. Mulya Yusnarti1. Hasan1. Eka Yulianti1. Suci Asmiyati1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inonesia. STKIP Yapis Dompu *Corresponding author email: sayalenimarlina@gmail. Article History ABSTRACT Received: 16 May 2024 Revised: 23 May 2024 Published: 30 May 2024 The problem that is answered in this research is, how is the role of serial image media on the ability to write essays of students of grade six elementary school 28 Dompu in the learning year 2022/2023. This thesis is descriptive research with a qualitative approach. Research conducted to describe or explain systematically, factually, accurately about the facts or phenomena being investigated. As for the informants who were the source of the data were theachers and sixth grade To obtain data, the author uses data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. And triangulation as evidence of the validity of the data obtained by the Then the conclusion is: the role of serial image media is able to make students more active because it can encourage students to be able to express ideas, opinions, and imagination to tell stories, and serial image media makes it easier for students to find vocabulary and express the contents of the image in ward a systematic essay. Keywords: Serial Image Media. Writing Essays. Elementary School Copyright A 2024. The Author. How to cite: Marlina. Yusnarti. Hasan. Yulianti. , & Asmiyati. Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas VI SD Negeri 28 Dompu Tahun Pembelajaran 2022/2023. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 840Ae847. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan satu-satunya cara yang dapat ditempuh oleh manusia dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Melalui pendidikan manusia akan terbentuk pribadi masyarakat dan masyarakat terdidik dengan memiliki kecerdasan intelegensi, emosional, dan spiritual yang terbentuk dalam aktivitas terampil, kreatif dan inovatif. Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja. Pembelajaran menulis karangan tidak diperoleh secara spontan atau alamiah akan tetapi membutuhkan latihan yang intensif dan memerlukan tahap-tahap pembelajaran. Proses berlatih menulis karangan tersebut dapat dilakukan oleh siswa secara formal melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dimulai sejak SD. Pembelajaran menulis merupakan salah satu objek keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan. Gie . alam Abidin, 2012: menyatakan bahwa Aumenulis memiliki kesamaan makna dengan mengarang, yaitu menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Ay Sejalan dengan pendapat di atas, maka menulis adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk Aumenuangkan gagasan ataupun pengalaman dalam bentuk tulisan kepada pembacaAy. Pembelajaran menulis mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, menulis karangan pada prinsipnya adalah bercerita tentang sesuatu yang ada dalam imajinasi seseorang. Penceritaan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Agar pembelajaran menulis karangan dapat terlaksana dengan baik pada jenjang pendidikan SD, diperlukan guru yang terampil untuk merancang dan mengelolah pembelajaran. Media gambar berseri merupakan suatu media visual yang berisi yakni urutan gambar, antara gambar satu dengan yang lain saling berhubngan dan menyatakan suatu peristiwa. Media ini digunakan untuk merangsang daya pikir siswa agar mampu menuangkan ide, gagasan dalam bentuk menulis karangan, kerumitan bahan yang akan disampaikan dapat diatasi dengan bantuan media. Media dapat membantu guru menjelaskan sesuat dengan kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan memanfaatkan media gambar berseri sebagai upaya karangan, siswa terinspirasi menuangkan gagasannya secara runtut dan sistematis sesuai peristiwa yang terjadi. Adapun langkah-langkah menulis menurut Semi, . 7: . terbagi menjadi empat tahap yaitu: 1. ) Tahap Pratulis adalah tahap awal dalam kegiatan menulis, tahap ini terletak pada sebelum melakukan penulisan. Di dalam tahap pratulis terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penulis mulai dari topik dari segi menarik tidaknya terhadap pembaca. ) Tahap Pembuatan mengutamakan isi sehingga semua pikiran, gagasan, dan perasaan dapat dituangkan ke dalam tulisan. ) Tahap Revisi berarti memperbaiki, dapat berupa menambah yang kurang atau mengurangi yang lebih mendukung, mempertajam perumusan penulisan dan mengubah urutan penulisan pokok-pokok Tahap Penyuntingan adalah meneliti kembali ketepatannya dengan gagasan utama, tujuan penulis dan calon pembaca dan kriteria Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SD Negeri 28 Dompu . Oe Marlina et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Ada beberapa model pembelajaran menulis menurut RafiAouddin dan Zuhdi . 1: 55-. , yaitu: a. ) Model I: Menjiplak. Sesuai dengan tingkat kesulitannya, ada berbagai macam menjiplak dalam belajar bahasa Indonesia: . menjiplak huruf, . menjiplak kata, . menjiplak kalimat, dan . menjiplak wacana sederhana. ) Model II: Menyalin. Menyalin biasanya dimulai dari tingkatan kata, kalimat, sampai pada Menyalin bisa dari kata, kalimat, dan wacana yang menggunakan huruf lepas ke huruf lain atau sebaliknya. ) Model i: Menatap. Menatap biasanya dilakukan dengan cara mengamati objek agar siswa dapat membahasakan objek tersebut. Objek tersebut bisa berupa gambar dan kalimat serta objek asli. ) Model IV: Menyusun. Kegiatan menyusun yang paling sederhana adalah menyusun huruf menjadi kata, dilanjutkan dengan menyusun kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi wacana. Model V: Melengkapi. Kegiatan melengkapi dapat berupa melengkapi kalimat yang sebagian katanya dihilangkan dan bisa juga melengkapi kalimat kalimat dalam wacana. ) Model VI: Menulis Halus. Menulis halus bertujuan agar siswa dapat menulis dengan tepat, terbaca, dan rapi. Menulis halus bisa dalam bentuk kalimat atau wacana dengan penggunaan huruf lepas atau latin. ) Model VII: Dikte. Dikte adalah kegiatan mendengarkan kata, kalimat, atau wacana kepada siswa dan meminta mereka untuk menuliskan apa yang telah didengar. Dikte dapat dipadukan dengan aspek pembelajaran ) Model Vi: Mengarang. Mengarang merupakan bahasa tulisan memiliki sifat yang tetap, artinya bahwa apa yang dinyatakan dengan lambang bahasa tulisan harus benar-benar mencerminkan maksud penulisannya. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Finoza . 4: . mengemukakan Aubahwa mengarang merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk menyampaikan melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Ay Sedangkan menurut Targian . bahwa Aumengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca. Ay Dari disimpulkan bahwa karangan adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca. Akhadiah, dkk . 3: . menjelaskan karangan yang baik memiliki beberapa ciri, diantaranya: bermakna jelas, merupakan kesatuan yang bulat, singkat dan padat, memiliki kaidah kebahasaan dan Selain itu. Darmadi . mengungkapkan bahwa beberapa ciri karangan yang baik adalah: signifikan, mengorganisasikan yang baik ekonomis, mempunyai pengembangan yang memadai, menggunakan bahasa yang dapat diterima dan mempunyai kekuatan. Media gambar merupakan media yang terdiri dari beberapa buah gambar yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang merupakan satu rangkaian. Menurut Purwanto dan Alim . 7: . , peranan gambar seri dalam pembelajaran menulis adalah membantu siswa dalam memperoleh konsep tentang suatu topik tertentu dengan mengamati gambar seri yang dibentangkan di depan kelas kemudian siswa diminta untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Gambar seri merupakan sebuah gambar yang dapat menimbulkan suatu ingatan yang dapat menimbulkan suatu Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SD Negeri 28 Dompu . Oe Marlina et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan ingatan pada suatu rangkaian kejadian tertentu (Indriana, 2011: . Selain itu, gambar seri juga dapat membantu siswa dalam menemukan gagasan atau ide dalam Media gambar seri sangat cocok digunakan untuk melatih keterampilan ekspresi tulis . dan keterampilan ekspresi lisan . erbicara dan bercerit. Media gambar seri bisa dipasang di papan tulis sehingga siswa satu kelas dapat melihat dengan langsung. Bisa pula gambar disajikan dalam kertas gambar dan dibagikan sesuai jumlah siswa yang ada di kelas sehingga masing-masing siswa bisa melihat gambar seri dengan lebih jelas. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena dalam jenis kualitatif langsung permasalahan yang belum diketahui secara kemudahan bagi orang yang ingin mengetahui tentang semua pembahasan dalam penelitian tersebut. Lokasi penelitian ini ialah di SD Negeri 28 Dompu yang beralamat di Jln. Lintas Sumbawa Desa Katua Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Penentuan lokasi penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal ingin mendeskripsikan pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri di SD Negeri 28 Dompu khususnya di kelas VI. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini ialah guru dan siswa kelas VI dengan teknik pengumpulan datanya berupa observasi/pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Untuk memulai proses pembelajaran, guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus dan Rencana Proses Pembelajaran (RPP) agar kegiatan pembelajaran mempunyai tujuan sehingga guru dapat lebih mudah memaparkan pada siswa tentang materi pembelajaran yang akan di jelaskan seperti pembelajaran menulis karangan dengan media gambar Dari hasil observasi guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dilihat sebagai berikut: AuBerdasarkan hasil pengamatan, guru telah mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran, terlihat dari aspek observasi guru menyediakan gambar berseri yang diambil dari buku atau dari Ay AuSelanjutnya, berdasarkan hasil pengamatan guru membagikan gambar berseri pada masing-masing kelompok. Ay AuDari aspek lainya terlihat guru sangat baik dalam memberikan kesempatan pada siswa untuk memperhatikan dan menganalisis Ay AuSelanjutnya guru juga telah memberikan kesempatan pada siswa untuk mendiskusikan hasil dari analisis gambar yang kemudian dicatat pada kertas. Ay AuTerlihat guru juga telah memberi kesempatan pada masing-masing kelompok siswa untuk membacakan hasil diskusinya. Ay AuPerangkat selanjutnya guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan Ay (O/G/19. 10/2. Dari hasil observasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dilihat sebagai berikut: AuBerdasarkan hasil pengamatan bahwa siswa kurang disiplin karena hanya sebagian Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SD Negeri 28 Dompu . Oe Marlina et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan siswa yang patuh dan taat dalam peraturan dalam kelas. Ay AuBerdasarkan hasil pengamatan terlihat siswa kurang siap dalam menerima pembelajaran karena masih ada siswa yang bermain sendiri, sehingga tidak siap menerima pembelajaran. Ay AuBerdasarkan hasil pengamatan terlihat siswa dalam memperhatikan gambar sangat baik, aktif berdiskusi dengan teman kelompoknya, serta siswa fokus dengan gambar dan kemampuan siswa dalam menulis karangan sangat baik terlihat dari aspek observasi Ay (O/S/19. 10/2. Dari Hasil wawancara dengan guru kelas VI dalam proses pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri, guru telah mempersiapkan Silabus. RPP dan media pembelajaran yang sesuai untuk menunjang proses pembelajaran dan agar tujuan pembelajaran menjadi lebih terarah. Wawancara selanjutnya terkait dengan pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri. AuRespon siswa bagus, pembelajaran menjadi menyenangkan, siswa gagasannya dalam sebuah tulisan. Ay (WCR/G/19. 10/2. AuPenerapan media gambar berseri berjalan dengan baik di kelas VI, karena siswa merasa termotivasi belajar dalam hal menulis. Guru mengatakan saya senang melihat perubahan dari siswa. Guru berharap agar siswa tidak bosan dan jenuh untuk menuangkan ide/ gagasan mereka. Ay (WCR/G/19. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada saat proses pembelajaran penting bagi guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus. Rencana Proses Pembelajaran (RPP), dan media pembelajaran yang sesuai untuk menunjang proses pembelajaran dan agar tujuan pembelajaran menjadi lebih terarah. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 serta guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang ada di RPP. Guru juga menggunakan media gambar berseri pada pelajaran menulis karangan dan respon siswa sangat bagus karena siswa mampu mengungkapkan gagasan dan menuangkan imajinasi dari gambar yang dilihat dalam sebuah karangan. Dari hasil wawancara siswa, pada saat proses pembelajaran menulis karangan berlangsung dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri di kelas VI berjalan dengan baik, ketika siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran siswa akan bertanya pada teman sebangku atau pada guru, proses pembelajaran menulis dengan media gambar berseri sangat diterima baik oleh siswa dan juga dapat membuat siswa lebih mudah menuangkan idenya dalam sebuah tulisan. Dari hasil dokumentasi dilihat dari RPP yang dirancang oleh guru kelas VI pada pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri adalah sebagai AuBerdasarkan hasil analisa RPP yang telah dirancang oleh guru kelas VI, menunjukan bahwa guru mencantumkan media gambar berseri sebagai media pembelajaran dalam RPP dengan alokasi waktu pembelajaran 6x35 menit . kali pertemua. , dan guru tersebut juga menggunakan media gambar berseri dalam Ay (DOK/RPP/19. 10/2. Guru memberikan tugas pada siswa untuk membuat sebuah karangan dengan menggunakan media gambar berseri adalah sebagai berikut: AuGuru senang siswa dapat menerima adanya media gambar berseri dalam Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SD Negeri 28 Dompu . Oe Marlina et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Ay (DOK/G/19. 10/2. Sedangkankan termotivasi belajar mereka dengan adanya media gambar berseri dalam pembelajaran menulis karangan. AuSiswa merasa senang dengan adanya Ay (DOK/S/19. 10/2. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa media gambar berseri sudah sangat diterima baik dengan siswa, dilihat dari antusias siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Pembahasan Tahap Awal Pembelajaran Menulis Karangan dengan Media Gambar Berseri Observer melakukan pengamatan pada siswa kelas VI yaitu pada tanggal 19 Oktober 2022. Pada tahap tahap awal pembelajaran menulis karangan, guru telah perangkat-perangkat pembelajaran seperti silabus. Rencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Dengan adanya silabus dan RPP tujuan perencanaan guru dalam proses belajarmengajar menjadi lebih terarah. Sodang, . 4: . menyatakan perencanaan adalah proses melakukan bagaimana mencapai suatu tujuan itu ditetapkan. menyiapkan Silabus dan RPP guru melakukan absensi pada siswa setelah melakukan absensi guru mulai menjelaskan materi yang akan diterapkan pada siswa materi pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri. Guru menggunakan metode simulasi, percobaan, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah pada siswa karena metode ini Volume 5. Issue 2. Mei 2024 sangat cocok diterapkan pada pembelajaran menulis karangan. Berdasarkan pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri dapat disimpulkan bahwa pada tahap awal guru menyiapkan silabus dan RPP dan mencantumkan adanya media gambar berseri serta menggunakan enam metode pembelajaran. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Karangan dengan Media Gambar Berseri Dalam pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri, berdasarkan hasil observasi bahwa guru sudah sangat baik dalam melaksanakan dan menerapkan proses pembelajaran, walaupun ada dua atau tiga orang siswa kurang disiplin dalam kepatuhan di kelas karena masih ada siswa yang bermain sendiri, tetapi keaktifan siswa dalam memperhatikan gambar, kemampuan dalam bersdiskusi juga kemampuan dalam Arifatuzzakiyah, . 0: . menyatakan bahwa mengarang berarti merangkai. dijelaskan bahwa pembelajaran menulis karangan merupakan komunikasi tidak Sedangkan Finoza, . 4: . menyatakan bahwa karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan mengulas topik dan tema tertentu. Berdasarkan tahap pelaksanaan dapat disimpulkan bahwa guru telah sangat baik mempersiapkan pembelajaran, guru telah menyediakan media gambar berseri yang sesuai dengan materi yang diajarkan, walaupun masih ada dua atau tiga siswa terlihat tidak disiplin pada saat proses pembelajaran berlangsung, namun sebagian besar siswa memperhatikan dengan baik Peran Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SD Negeri 28 Dompu . Oe Marlina et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan gambar berseri yang dibagikan guru kemudian menuangkan idenya dalam sebuah Tahap Evaluasi Pembelajaran Menulis Karangan dengan Media Gambar Berseri Evaluasi yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri adalah evaluasi non tes yaitu wawancara dan pengamatan terlihat siswa senang dan menerima adanya media gambar berseri dalam pembelajaran menulis karangan. tahapan evaluasi terlihat siswa antusias menerima media gambar berseri karena media ini dapat memotivasi mereka dalam proses belajar terutama dalam hal menulis. Stufflebeam, . 3: . menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses mengambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. Purwanto, . 2: . menyatakan evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dicapai oleh siswa. Sedangkan Arikunto, . 3: . mengungkapkan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditunjuk untuk mengukur keberhasilan program Berdasarkan tahap evaluasi dapat disimpulkan bahwa pada tahap evaluasi pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri dengan evaluasi non tes dari hasil observasi, terlihat antusias siswa menerima adanya media gambar berseri di pembelajaran menulis karangan, karena dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan imanjinasi yang mereka Volume 5. Issue 2. Mei 2024 KESIMPULAN Berdasarkan paparan data di atas pembelajaran menulis karangan dengan media gambar berseri di SD Negeri 28 Dompu. Bahwa dengan adanya media gambar berseri di pembelajaran menulis karangan dapat meningkatkan semangat belajar siswa khususnya dalam hal menulis, karena siswa dapat mengembangkan gagasan, ide, pendapat dan imajinasi untuk Dengan menggunakan media gambar berseri siswa akan lebih mudah menemukan kosa kata dan mengungkapkan isi gambar ke dalam bentuk tulisan. DAFTAR PUSTAKA