AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 Pemanfaatan Limbah Kain Perca Menjadi Produk Yang Memiliki Nilai Jual Pada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Mintaragen Kota Tegal Aan Umaroh1. Ari Mulyani2. Ika Titi Hidayati3. Intan Latifah Sari4. Khoerunisa5. Mahes Solekhudin6. Muhammad Iqbal7. Saeful Umam8. Sekha Rakhmani9. Agus Riyanto10 1-10Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pendidikan Profesi Guru. Universitas Pancasakti Tegal. Kota Tegal. Indonesia Email: @muhiq1509@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak - Kain perca yaitu salah satu kain dari limbah konveksi yang memproduksi pakaian. Konveksi menghasilkan banyak limbah kain perca yang memiliki sifat anorganik yaitu sulit untuk diolah karena tidak dapat terurai dan tidak dapat di kompos. Melihat permasalahan tersebut, perlu adanya penanganan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah kain perca dengan memanfaatkannya menjadi produkproduk yang memiliki nilai jual seperti konektor masker, tas jinjing, gantungan kunci, tatakan gelas, bros dan lain sebagainya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali ibu-ibu PKK Kelurahan Mintaragen Kota Tegal keterampilan dalam mengolah limbah kain perca menjadi produk yang memiliki nilai jual, dengan keterampilan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat pada perekonimian warga dan meminimalisir pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi yang dilakukan pada konveksi,dan mitra yang akan diajak kerjasama pada program ini, metode wawancara dilakukan pada konveksi dan kelurahan mintaragen terkait program yang akan dilaksanakan, metode sosialisasi dan pelatihan yang ditujukan pada mitra yaitu ibu-ibu PKK Kelurahan Mintaragen Kota Tegal. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuannya, yaitu memberdayakan ibu-ibu PKK untuk mengembangkan keterampilan dalam mengolah bahan yang semula dianggap limbah menjadi produk bernilai jual. Dari total peserta, sekitar 85% berhasil menghasilkan produk yang layak jual setelah mengikuti serangkaian pelatihan selama 3 Peserta menunjukkan peningkatan keterampilan menjahit, kreativitas dalam desain, serta ketelitian dalam menyelesaikan produk. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta terkait daur ulang dan kewirausahaan. Kata Kunci: Limbah Kain Perca. Produk Bernilai Jual. Pemberdayaan Masyarakat Abstract - Patchwork is one of the fabrics from convection waste that produces clothing. Convection produces a lot of patchwork waste which has inorganic properties, that is, it is difficult to process because it cannot be decomposed and cannot be composted. Seeing this problem, it is necessary to take action to minimize environmental pollution due to rag waste by utilizing it into products that have sales value such as mask connectors, tote bags, key chains, coasters, brooches and so on. The aim of this activity is to equip PKK women in Mintaragen Village. Tegal City, with skills in processing patchwork waste into products that have sales value, with these skills it is hoped that they can provide benefits to the residents' economy and minimize environmental pollution. The method used in this activity is the observation method carried out at the convection and the partners who will be invited to collaborate in this program, the interview method carried out at the convection and Mintaragen sub-districts regarding the program to be implemented, the socialization and training method aimed at partners, namely mothers PKK. Mintaragen Village. Tegal City. Overall, this program succeeded in achieving its goal, namely empowering PKK women to develop skills in processing materials that were previously considered waste into products of marketable value. Of the total participants, around 85% succeeded in producing products that were worth selling after attending a series of training over 3 meetings. Participants demonstrated improved sewing skills, creativity in design, and thoroughness in completing products. The evaluation results showed a significant increase in participants' skills and knowledge regarding recycling and entrepreneurship. Keywords: Rag Waste. Products Worth Selling. Community Empowerment PENDAHULUAN Bangsa Indonesia memiliki warisan budaya yang kaya, termasuk dalam seni kain dan keterampilan menjahit. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai teknik dan metode tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan karya-karya tekstil yang beragam dan unik. Kreativitas ini terus berkembang seiring dengan adaptasi dan inovasi dalam masyarakat. Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 590 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 Salah satu bentuk kreativitas yang kami kembangkan pada masyarakat adalah bentuk keterampilan seni rupa, baik seni dalam membentuk sebuah pola, seni dalam merangkai, dan seni dalam menjahit yang nantinya akan dibentuk sebuah karya seni berupa bross, gantungan kunci, pengikat masker, tatakan gelas, dan juga ikat rambut yang bermodalkan dari kain perca. Pemberdayaan masyarakat dan kreativitas sesungguhnya bukan fenomena yang sama, tetapi keduanya dapat saling melengkapi. Kedua hal tersebut dapat bersinergi dengan baik melalui penciptaan lingkungan yang kondusif (Musthofa B. M, 2015: . Masalah sampah adalah masalah yang tidak akan habis, karena selama manusia masih hidup mereka akan selalu menghasilkan sampah. Produksi limbah selalu berbanding lurus dengan peningkatan populasi. Semakin banyak populasi meningkat, semakin tinggi limbah yang dihasilkan. Sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang menjengkelkan, kotor, bau, sulit terurai menjadi tanah, mengganggu mata, mengganggu kesehatan dan bahkan menyebabkan banjir. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pelatihan untuk memberikan keterampilan dan pelatihan dalam penggunaan limbah plastik menjadi seni kerajinan (Hamdani, 2022: . Adapun penelitian pengabdian masyarakat yang kami laksanakan adalah memanfaatkan limbah kain perca yang mulanya hanya dianggap sebagai limbah atau sampah yang pada akhirnya akan dibuang dan tidak berguna. Hal yang menjadikan dasar akan kegiatan ini adalah melihat betapa banyaknya limbah sampah berupa kain perca yang terbuang sia-sia. Padahal dengan limbah kain perca tersebut dapat diolah kembali menjadi barang atau produk yang siap pakai atau bahkan siap dijual kembali. Produk-produk hasil kerajinan tangan dari masyarakat ini bisa memiliki nilai jual dan bisa memperbaiki ekonomi dan menambah uang saku walaupun hanya bernilai jual yang relatif Penelitian pengabdian masyarakat ini berfokus pada masyarakat PKK atau ibu-ibu PKK kelurahan Mintaragen Tegal sebagai mitra dari kami, hal ini sejalan dengan keterampilan ibu-ibu PKK yang cukup memadai dalam membuat kerajinan tangan dari limbah kain perca, baik keahlian menjahit, keahlian merangkai, menempelkan, dan memasarkan. Program pemanfaatan limbah kain perca memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan, baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari program tersebut: pengurangan limbah, program ini membantu mengurangi jumlah limbah tekstil yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan mengubah kain perca menjadi barang berguna, volume sampah yang dihasilkan berkurang secara signifikan, peluang ekonomi dan kerja, pembuatan kerajinan tangan dari limbah kain perca membuka peluang usaha dan pekerjaan baru. Ini dapat membantu meningkatkan pendapatan bagi pengrajin lokal dan komunitas serta menciptakan lapangan kerja dalam industri kreatif, pendidikan kesadaran sosial, program ini dapat digunakan sebagai alat pendidikan untuk mengajarkan pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang, baik di sekolah maupun dalam komunitas, mempertahankan budaya dan tradisi, program ini juga dapat membantu melestarikan teknik dan tradisi kerajinan tangan yang telah ada sejak lama, serta mempromosikan warisan budaya lokal. Bentuk mengimplementasikan program pemanfaatan limbah kain perca, kita tidak hanya mengatasi masalah limbah tetapi juga menciptakan dampak positif yang luas dalam berbagai aspek METODE Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, sosialisasi dan pelatihan kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat. Metode observasi dilakukan oleh tim untuk menganalisis masalah yang terjadi di masyarakat. Salah satunya adalah limbah tekstil yang ada pada salah satu konveksi di Tegal. Observasi juga dilakukan untuk mencari sasaran atau target untuk mengadakan sosialisasi terkait limbah tekstil dan pelatihan dalam rangka membuat limbah tekstil menjadi barang memiliki nilai jual. Metode wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari sumber mengenai limbah tekstil yang dihasilkan oleh konveksi Wawancara ini juga dilakukan agar tim dapat menentukan solusi yang tepat dalam mengurangi limbah tekstil yang ada. Metode ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai limbah tekstil dan pemanfaatnya menjadi produk yang memiliki nilai jual. Metode ini ditunjukan kepada masyarakat dan kelompok PKK Kelurahan Mintaragen Kota Tegal Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 591 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 untuk melatih kreativitas mereka agar dapat mengolah limbah tekstil menjadi produk yang dapat Pelatihan dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat dan kelompok PKK Kelurahan Mintaragen Kota Tegal agar lebih aware terhadap limbah tekstil yang ada. Prosedur pelaksanaanya antara lain : Melakukan observasi dan wawancara kepada konveksi dan masyarakat di desa Mintaragen. Observasi dilakukan kepada konveksi untuk menganalisis masalah yang terjadi. Observasi dilakukan kepada pihak ketiga yaitu panti asuhan dan aparat desa Mintaragen agar dapat bekerja sama untuk melaksanakan proyek ini. Kemudian melakukan perizinan dan membangun kemitraan. Perizinan disampaikan kepada pemiliki konveksi, ketua kelompok PKK Kelurahan Mitaragen dan kepada desa Mintaragen. Kemitraan dibangun dengan pihak konveksi, kelompok PKK Kelurahan Mitaragen dan masyarakat desa Mintaragen. Selanjutnya adalah mempersiapkan sumber daya. Sumber daya dipersiapkan dengan pembagian tugas peran dan tanggung jawab. Langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi atau mensosialisasikan tentang limbah tekstil dan solusi yang akan dilakukan. Setelah itu melaksanakan pelatihan, pelatihan dengan masyarakat desa Mintaragen dan kelompok PKK Kelurahan Mintaragen sembari melakukan pendampingan. Pendampingan dilaksanakan saat kegiatan sosialiasi dan pelatihan berlangsung. Dan yang terakhir melakukan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan selesai. Alat dan bahan yang digunakan antara lain : kain perca, benang, jarum, kancing baju, lem tembak beserta alatnya, pita karet peniti bros, kardus, botol bekas, kayu triplek, kabel rol. Alat dan bahan tersebut digunakan untuk keperluan pembuatan aksesoris atau kerajinan tangan dari kain perca yang di mana limbahah kain perca akan di rubah menjadi barang yang bernilai jual. Instrumen yang digunakan pembuatan produk aksesoris atau kerajinan tangan dari kain perca adalah teknik jahit dan lem. Teknik jahit digunakan untuk menghubungkan beberapa sisi kain sehingga membentuk bentuk yang indah misalnya seperti bunga. Teknik jahit yang digunakan adalah teknik jelujur dan flannel. Kedua teknik ini digunakan untuk membuat produk seperti : bros, pengait masker, ikat rambut, tatakan gelas. Sedangkan teknik lem digunakan untuk membuat produk bros, tatakan gelas dan ecobrick yaitu dengan cara memberikan lem pada bagian pengait yang bertujuan untuk merekatkan peniti bros, karus tatakan gelas, dan botol ecobrick. Artikel yang ditulis oleh Lubis. dalam jurnal JASA Padi (Journal of Animal Science and Agronomy Panca Bud. Vol 3 No 1 . dengan judul AuPengabdian masyarakat pemanfaatan daun sukun (Artocarpus altili. sebagai minuman kesehatan di Kelurahan Tanjung SelamatKotamadya Medan. Ay Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Selamat. Kecamatan Medan Tuntungan. Di kelurahan ini memiliki beberapa kelompok perwiridan ibu-ibu dan kelompok PKK. Namun kelompok perwiridan itu belum memiliki kegiatan maksimal selain Kegiatan kelompok PKK memiliki kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyand. bagi anak bayi dan balita. Untuk kegiatan maksimal maka diperlukan tambahan informasi dan keterampilan agar lebih meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan kelompok tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan adalah mengikuti pelatihan pembuatan bahan mentah menjadi bahan baku yang dapat dipasarkan, misalnya dengan pembuatan kue, minuman yang siap dijual dipasaran, dan lain-lain. Melihat banyaknya terdapat tanaman sukun di daerah ini, salah satu upaya peningkatan penghasilan dapat dilakukan dengan membuatminuman kesehatan dari daun sukun. Target luaran yang diharapkan adalah masyarakat memperoleh pengetahuan berupa informasi dan teknologi dari kalangan Perguruan Tinggi, yang dapat meningkatkankreativitas dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam di lingkungannya,meningkatkan nilai ekonomis dari tanaman sukun. Metode pengabdian dilakukan dengan ceramah dandilanjutkan dengan diskusi . anya jawa. dan praktek langsung pembuatan Artikel yang ditulis oleh Utami. , & Prasetyo. dengan judul AuPemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kemampuan pemasaran Ay dalam jurnal Journal of Millennial Community. Vol. 2 No 1. Keberhasilan dalam sebuah pemberdayaan dapat dilihat dari antusias serta partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan dari berbagai kegiatan pelatihan ataupun proses pembelajaran. Sebuah tanggung jawab yang menuntut fasilitator pembangunan masyarakat adalah menginformasi dan mengkomunikasikan inovasi. Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 592 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 dalam rangka pemberdayaan masyarakat agar lebih berdaya, mampu melaksanakan, dan menerapkan nilai-nilai sosial. Penelitian kualitatif dilakukan di Desa Kalirejo. Kecamatan Kokap. Kulonprogo, bertujuan meningkatkan kemampuan pemasaran sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat desa yang memiliki potensi produk olahan emping. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis, penelitian ini menunjukkan kemajuan penting dalam menghasilkan produk olahan emping yang baik sehingga dapat dipasarkan ke berbagai wilayah, tidak hanya dilingkungan desa. Selain mengidentifikasi masalah, dan penerapan pemberdayaan masyarakat, penelitian ini juga memberikan rekomendasi bahwa pemasaran sebagai hal yang penting untuk memperoleh keuntungan yang signifikan dalam penjualan produk. Dengan mengetahui teknik, strategi, bauran pemasaran yang tepat akan menghasilkan benefit, laba dan keuntungan yang Artikel yang ditulis oleh Sunarsi. Kustini. Lutfi. , dkk. Dengan judul AuPenyuluhan wirausaha home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas. Ay dalam jurnal Jurnal Pengabdian pada Maayarakat Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Vol. 1 No 4. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha skala home industry untuk meningkatkat ekonomi keluarga masyarakat Desa Cidokom. Selain itu juga untuk menggerakkan masyarakat sekitar agar sadar menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan sadar pengelolaan sampah yang baik dan Metode pengabdian dengan penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta praktek langsung pengolahan barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat turut berkontribusi membangun desa Cidokom melalui ibu-ibu PKK nya berbagi pengetahuan, mendorong masyarakat untuk pengembangan sumberdaya yang dimiliki secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Wirausaha home industry daur ulang barang bekas ini dimaksudkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuannya dan berkarya sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar. Artikel yang ditulis oleh Susilo. , & Karya. Dengan judul AuPemanfaatan limbah kain perca untuk pembuatan furnitur. Ay dalam jurnal Product Design Journal. Sampah atau limbah merupakan salah satu permasalahan yang selalu ada di tiap daerah. Ada banyak cara untuk menganggulangi atau mengolah limbah tersebut seperti misalnya dengan cara pemupukan dan pengomposan, serta pembakaran. Limbah kain merupakan salah satu jenis limbah yang sulit diolah karena merupakan limbah anorganik yang tidak mudah terurai sehingga tidak dapat Meskipun bukan menjadi limbah yang terbanyak, namun perlu diperhatikan karena masih sedikit industri yang mengolah limbah kain jika dibandingkan dengan kertas, plastik, dan lain-lain yang pengolahannya sudah lebih canggih dengan beragam teknologi. Dengan proses yang baik dan benar, limbah kain perca ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah dan berkesan jauh dari limbah sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan melakukan berbagai eksplorasi dan mencari cara pengolahan limbah kain yang potensial dan aman bagi lingkungan, penulis membuat furnitur yang memaksimalkan pemanfaatan limbah kain perca Artikel yang ditulis oleh Munir. Thoyyibah. , & Ni'mah. Dengan judul AuPemanfaatan limbah kain perca menjadi produk bernilai ekonomis bagi Ormas PKK Desa Bugel. Ay dalam jurnal Jurnal Abdimas Singkerru. Vol 1 No 2. Limbah kain perca merupakan limbah anorganik yang sulit diurai oleh lingkungan. Limbah kain perca ini kerap kali menjadi permasalahan karena banyakanya industri konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca menumpuk untuk kemudian dibakar dan menjadi pencemaran lingkungan karena menimbulkan asap dan gas yang tidak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemanfaatan kembali limbah kain perca tersebut menjadi produk-produk yang memiliki daya jual dan nilai estetika. Kegiatan pengabdian ini menggandeng Ormas PKK di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara untuk mendaur ulang limbah kain perca menjadi produk yang memiliki daya jual dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti masker, tempat tisu dan konektor masker yang sangat dibutuhkan dalam masa pandemi yang diakibatkan oleh virus Covid-19 seperti sekarang ini. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dimulai dari kunjungan lapangan/observasi awal mengenai keadaan dan permasalahan mitra, penawaran solusi dan sosialisasi program, pelaksanaan program yang diawali dengan ceramah mengenai pentingnya pemanfaatan limbah kain perca dan Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 593 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 demonstrasi serta praktek pembuatan ketiga produk terebut. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggugah kesadaran dan kepedulian Ormas PKK terhadap keberadaan sampah anorganik di sekitar lingkungan khususnya kain perca serta membekali ibu-ibu kreatifitas pengolahan limbah kain perca menjadi barang yang memiliki daya jual sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Kegiatan Kegiatan pemberdayaan ibu-ibu PKK di Kelurahan Mintaragen dalam mengolah limbah kain perca menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan Kegiatan ini melibatkan 22 anggota PKK dari berbagai latar belakang yang memiliki minat dan keinginan untuk meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan limbah kain perca. Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan pada tanggal 26 Juni 2024, 5 Juli 2024, dan tanggal 12 Juli 2024 yang diselenggarakan di balai kelurahan Mintaragen yang terletak Jl. Halmahera No. Kegiatan pemberdayaan pada hari pertama, diawali dengan pembukaan, dan penyampaian materi sekaligus pemberian motivasi mengenai kesadaran akan limbah dan pengelolaannya, khususnya limbah kain perca yang apabila diolah dengan baik akan menjadi barang yang memliki daya jual. Dilanjutkan dengan pemaparan contoh produk yang dapat dihasilkan dari kain perca, seperti bros, ikat rambut, konektor masker, tatakan gelas, ecobrick, gantungan kunci, dan hiasan totebag. Penjelasan materi tersebut disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim dosen dan tim pengabdi. Pada pertemuan kedua, kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan produk dari kain perca yakni bros, ikat rambut, konektor masker, dan ecobrick. Dalam pembuatan produk dipandu oleh tim pengabdi. Peralatan dan bahan yang akan digunakan sudah disediakan oleh tim pengabdi. Pada pertemuan ketiga, kegiatan diawali dengan pembukaan, dan dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan produk dari kain perca yakni tatakan gelas, gantungan kunci, dan hiasan totebag. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuannya, yaitu memberdayakan ibu-ibu PKK untuk mengembangkan keterampilan dalam mengolah bahan yang semula dianggap limbah menjadi produk bernilai jual. Dari total peserta, sekitar 85% berhasil menghasilkan produk yang layak jual setelah mengikuti serangkaian pelatihan selama 3 pertemuan. Peserta menunjukkan peningkatan keterampilan menjahit, kreativitas dalam desain, serta ketelitian dalam menyelesaikan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan peserta terkait daur ulang dan kewirausahaan. 2 Pembahasan Pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui program ini memiliki dampak positif dalam beberapa aspek, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Pertama, dari segi ekonomi, kegiatan ini membuka peluang baru bagi para ibu rumah tangga untuk memiliki penghasilan tambahan dari produk-produk yang mereka hasilkan. Dengan memanfaatkan bahan yang murah dan mudah didapat, seperti limbah kain perca, biaya produksi dapat ditekan, sehingga margin keuntungan menjadi lebih besar. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK mengenai pentingnya kewirausahaan dan bagaimana memulai bisnis kecil dari rumah. Dari segi sosial, program ini berhasil memperkuat ikatan antara anggota PKK melalui kegiatan yang melibatkan kerja sama, saling berbagi pengetahuan, dan gotong royong. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga membangun solidaritas dan rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Banyak peserta yang awalnya merasa ragu dengan kemampuan mereka kini menjadi lebih percaya diri dan bersemangat untuk terus belajar dan mengembangkan ide-ide kreatif lainnya. Secara lingkungan, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mengurangi jumlah limbah tekstil yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan mengolah kain perca menjadi produk baru, para ibu-ibu PKK secara langsung berperan dalam mengurangi polusi dan mempromosikan prinsip ekonomi sirkular. Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 594 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 Pelaksanaan pelatihan pemanfaatan limbah kain perca oleh tim pengabdi. Dalam kegiatan pelatihan ini tim pengabdi menyiapkan semua kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang akan dibutuhkan seperti kain perca berbagai bentuk dan motif, jarum, benang, gunting, karet elastis, serta berbagai macam bentuk pola untuk membuat bros, ikat rambut, gantungan kunci, tatakan gelas, hiasan totebag, ecobrcik ataupun konektor masker. Selanjutnya dalam praktik pembuatannya, peserta berkumpul secara berkelompok dengan mengikuti penyampaian materi dari tim mengenai langkah-angkah dalam pembuatan produk. Peserta sejumlah 22 orang ini dibagi menjadi tiga kelompok kecil yang didampingi tim pengabdi sebagai tutor. Masing-masing kelompok diajari secara langsung tahap pemilihan bentuk yang diinginkan, mulai dari pembuatan pola dasar yang dilakukan dengan menggambar di kertas, menggunting bahan mengikuti pola, sampai dengan proses menjahit dan merapikan sehingga menjadi produk yang diinginkan. Tahap tahap pelatihan pembuatan produk- produk serta hasil produk pemanfaatan kain perca tersebut sebagaimana terlihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Gambar 1. Pembuatan Hiasan Totebag Gambar 2. Hasil Produk Dari Ibu-Ibu PKK Beragam produk yang ditampilkan pada gambar 3 menunjukkan bahwa kegiatan ini sukses dalam meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah limbah kain perca. Keterampilan ini dapat menjadi bekal awal bagi para peserta untuk terus mengembangkan diri dalam menciptakan produk bernilai ekonomi dari limbah kain perca, yang pada akhirnya dapat membantu menambah penghasilan keluarga. Antusiasme peserta sangat tinggi selama kegiatan pengabdian ini, karena Aan Umaroh | https://journal. id/index. php/amma | Page 595 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 590-597 acara dikemas dalam bentuk kompetisi, kelompok yang berhasil menyelesaikan produk paling cepat akan mendapatkan produk yang dibuatnya. Penghargaan ini juga diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi mitra dalam mengikuti kegiatan dan mendorong mereka untuk memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diambil simpulan bahwa dengan adanya kegiatan projek kepemimpinan dengan tema Au Pemberdayaan Masyarakat PKK Kelurahan Mintaregen dalam Mengolah Limbah Kain Perca Menjadi Produk KomersilAy ini berhasil menunjukkan bahwa pengolahan limbah kain perca menjadi produk komersil dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membantu menanggulangi masalah lingkungan dengan mendaur ulang kain perca limbah konveksi dengan baik. Projek ini melibatkan anggota PKK dalam pelatihan kererampilan kreatif guna mengubah kain perca yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi seperti bros, ikat rambut, konektor, gantungan kunci, tatakan gelas, hiasan tote bag, dan ecobrik. Sehingga harapan nantinya juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi program berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Kegiatan proyek kepemimpinan berupa pelatihan pengolahan limbah kain perca menjadi produk komersil dapat terlaksana dengan baik atas dukungan yang telah diberikan dari beberapa pihak. Kami mengucapkan terima kasih dengan sebesar-besarnya kepada pihakpihak yang telah terlibat membantu: Dr. Taufiqulloh. Hum. Rektor Universitas Pancasakti Tegal. Dr. Beni Habibi. Pd. Direktur Program Profesi. Universitas Pancasakti Tegal. Agus Riyanto. Pd. Dosen Pembimbing Proyek kepemimpinan Kelompok 1. Imron Rosyadi. Kepala Kelurahan Mintaragen. Kota Tegal. Endah Pujiwati. TP PKK Kelurahan Mintaragen. Kota Tegal. Pengurus PKK Kelurahan Mintaragen. Kota Tegal. Anggota Tim Proyek Kepemimpinan Kelompok 1. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam menyelesaikan kegiatan proyek kepemimpinan. Terima kasih atas kebaikannya, semoga Allah Swt. Membalas amal baik dan selalu mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. DAFTAR PUSTAKA