Jurnal Tarbiyah. Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Vol 10 No. 01 Januari-Juni 2026 http://jurnal. id/index. php/tarbiyah SEJARAH AWAL MADRASAH DI DUNIA ISLAM Emroni. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Pos el: emroni@gmail. Abstrak Artikel ini mengkaji sejarah awal kemunculan madrasah di dunia Islam dengan menempatkannya dalam konteks dinamika sosial, politik, dan keagamaan yang Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa perkembangan lembaga pendidikan Islam tidak terjadi secara linear, melainkan melalui proses historis yang kompleks dan dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat serta kepentingan kekuasaan. Secara historis, pendidikan Islam telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad saw. melalui halaqah di rumah al-Arqam, kemudian berkembang dalam bentuk al-Kuttab, masjid. Darul Kutub, hingga mencapai bentuk institusional yang lebih terstruktur dalam madrasah. Transformasi tersebut menunjukkan adanya proses institusionalisasi pendidikan dari model informal menuju sistem yang lebih terorganisir. Penelitian ini menelaah berbagai teori tentang asal-usul madrasah, termasuk pandangan yang menyatakan bahwa madrasah merupakan perkembangan dari masjid, masjid-khan. Darul Ilmi, hingga inspirasi dari institusi non-Islam di kawasan Asia Tengah. Perbedaan teori tersebut menunjukkan bahwa kelahiran madrasah tidak dapat dilepaskan dari interaksi budaya dan dinamika intelektual lintas wilayah. Selain itu, artikel ini menyoroti faktorfaktor utama yang mendorong lahirnya madrasah, seperti kebutuhan kaderisasi birokrasi, penguatan legitimasi politik penguasa, fungsi integrasi sosial, serta persaingan ideologis antara kelompok Sunni dan Syiah. Kajian ini menegaskan bahwa sejarah madrasah merupakan refleksi dari relasi erat antara pendidikan, agama, dan politik dalam peradaban Islam. Kata Kunci: Sejarah Pendidikan Islam. Madrasah. Politik Pendidikan. SunniAe Syiah. Institusi Keilmuan. Emroni. Awal Mula MadrasahA Pendahuluan Islam agama yang mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ayat-ayat Alquran dan hadis memberikan arahan agar umatnya menuntut ilmu pengetahuan seperti dalam Q. Az Zumar: 9 yang artinya "Apakah dapat disamakan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui". Dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya "Siapa yang berjalan di suatu jalan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga", dan banyak lagi ayat Alquran maupun hadis yang menyuruh umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan. Ini berarti Islam menyuruh umatnya untuk pintar dan cerdas. Islam anti kebodohan. Kebodohan adalah musuh Islam. Dengan pengetahuan . gama dan umu. yang dimiliki umat Islam, menjadi pelopor dalam membangun peradaban manusia. Ini terlihat masamasa kejayaan Islam sewaktu masa Daulah Umayyah dan Abbasiyah. Di sisi lain Islam sebagai sebuah agama juga perlu disosialisasikan dan dikembangkan. Islam agama universal. Agama yang diperuntukkan untuk semua manusia. Semenjak awal disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. , hingga saat ini. Islam terus maju dan berkembang, salah satunya dilakukan melalui aktivitas pendidikan. Karena itu eksistensi dan kesinambungan sebuah agama, salah satunya lebih banyak dilakukan oleh aktivitas lembaga pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan, selain sebagai upaya penanaman dan mengembangan ajaran agama . roses Islamisas. , juga dimaksudkan sebagai upaya mempertahankan ekstensi umat Islam. Dalam kasus Indonesia misalnya, penyebaran Islam yang dilakukan oleh wali songo salah satunya melalui lembaga pendidikan pondok pesantren. Di tempat inilah para daAoi dididik untuk mengembangkan dan menyiarkan ajaran agama kepada orang-orang nonmuslim, di tempat ini pula masyarakat muslim termasuk mereka yang baru masuk Islam diberikan pengajaran agama. Sartono Kartodirdjo, dkk. , menyatakan. AuPesantren-pesantren atau pondok-pondok merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama IslamAy1. AuJika tanpa adanya pesantren dan kemudian madrasah serta sekolah Islam, mungkin di Indonesia tidak terdapat apa yang disebut sebagai masyarakat IslamAy2. Lebih jauh Dhofier dalam mengutip pendapat Soebardi dan Johns menyimpulkan sebagai berikut. Lembaga-lembaga pesantren itulah yang paling menentukan watak keislaman dari kerajaan-kerajaan Islam, dan yang memegang peranan paling penting bagi penyebaran Islam sampai ke pelosok-pelosok. Untuk dapat betul-betul memahami sejarah Islamisasi di wilayah ini, kita harus mulai mempelajari lembaga-lembaga pesantren . embaga pendidika. tersebut karena lembaga-lembaga inilah yang menjadi anak panah penyebaran Islam di wilayah ini. Aktivitas lembaga pendidikan Islam, tidak terlepas dari situasi kondisi sosial budaya dan politik masyarakat yang ada saat terjadinya peristiwa itu. Masyarakat dengan segala dinamikanya, sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi pendidikan yang ada. Seringkali terjadinya perubahan sosial, salah satunya sebagai akibat dari perubahan orientasi pendidikan. Atau sebaliknya, adanya keinginan masyarakat untuk merubah dirinya, tidak jarang menjadikan pendidikan sebagai agent social of change harus Sartono Kartodirdjo, dkk. Sejarah Nasional. Jilid V, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1. , h. Team Penyusun Departemen Agama RI. Standarisasi Pengajaran Agama di Pondok Pesantren, (Jakarta: Proyek Pembinaan dan Bantuan Kepada Pesantren Departemen Agama, 1982/1. , h. Zamachsyari Dhofier. Tradisi Pesantren, (Jakarta. LP3ES, 1. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. mengalami perubahan, sesuai hajat keinginan masyarakat yang bersangkutan saat itu. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, "Lembaga kemasyarakatan dalam bidang pendidikan, ekonomi, pemerintahan, agama, rekreasi dan sebagainya adalah merupakan saluran-saluran terjadinya perubahan sosial. "4 Lembaga pendidikan sering kali pula menjadi corong penguasa untuk menyampaikan, menanamkan dan memperkuat pesan-pesan politik dan keagamaan yang jadi anutan penguasa kepada masyarakat, sekaligus sebagai upaya menangkis politik dan paham keagamaan kelompok lain. Munculnya lembaga pendidikan dalam Islam dalam kasus Madrasah Nizamul Mulk, salah satunya lebih karena persoalan politik dan aliran/paham keagamaan. Dalam konteks ini peran tokoh agama . lama, gur. berperan banyak dalam ikut menentukan arah Menurut Azra, "Tradisi keislaman di kalangan ulama sepanjang sejarah Islam sangatlah dekat dengan lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan seperti mesjid, madrasah, ribat dan bahkan rumah guru". Lembaga Pendidikan Islam Awal Awal mula pendidikan dalam Islam dimulai pada Rasulullah saw. , yaitu semenjak beliau mulai menyebarkan ajaran Islam. Pada masa ini, pendidikan dimulai di rumah salah seorang sahabat bernama Arqam. Pada masa-masa berikutnya tumbuh bermacam lembaga pendidikan Islam, sesuai perkembangan waktu dan negeri di mana Islam itu berkembang. Menurut Asma Hasan Fahmi, "Lembaga-lembaga pendidikan Islam adalah merupakan hasil pikiran setempat yang dicetuskan oleh kebutuhan-kebutuhan sesuatu masyarakat Islam dan perkembangannya yang digerakkan oleh jiwa Islam dan berpedoman kepada ajaran-ajarannya dan tujuan-tujuannya. Dalam perkembangannya, lahirlah beberapa lembaga pendidikan Islam yang memegang peran penting dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan baik berkenaan ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu keduniawian. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tersebut diantaranya al-Kuttab. Mesjid. Darul Kutub, dan Madrasah. Al-Kuttab, lembaga pendidikan yang sudah ada di tanah Arab sebelum datangnya agama Islam. Al-Kuttab merupakan tempat untuk memberi pelajaran tingkat rendah, berupa pelajaran baca tulis. Di tempat inilah untuk pertama kali orang belajar membaca dan menulis. Perkembangan Al-Kuttab di tanah Arab sangat lamban sekali. Sampai masa kedatangan Islam, orang-orang Quraisy yang pandai menulis dan membaca hanyalah 17 orang7, setelah itu pelajaran di al-Kuttab terus digalakkan sehingga pada masa Islam pelajaran di tempat ini tersebar di seluruh negeri Islam, dan mereka yang pandai baca tulis terus berkembang. Bahkan oleh Rasulullah saw. , para tawanan Quraisy yang memberikan pengajaran baca tulis kepada orang-orang Islam akan dibebaskan dari tawanan perang. Al-Kuttab dalam perkembangannya, terutama pada masa kekuasaan Islam tidak saja menjadi tempat untuk belajar membaca dan menulis huruf Arab, namun juga tempat mempelajari Alquran, dan juga ilmu alat. Di tempat ini, lama belajar tidak ditentukan, melainkan tergantung kepada kecerdasan anak. 8 Bagi anak yang cerdas dan rajin lebih Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Setangkai Bunga Sosiologi, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, 1. , h. Azyumardi Azra. Histografi Islam Kontemporer, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. , h. Asma Hasan Fahmi. Sejarah dan Filsafat Pendidikan, alihbahasa Ibrahim Husien, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Ahmad Syalabi. Sejarah Pendidikan Islam, alihbahasa H. Mochtar Jahja dan M. Sanusi Latief, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Mahmud Yunus. Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA cepat dan maju dalam pelajaran. Ini dikarenakan sistem pengajaran di Kuttab dilaksanakan secara individual. Sementara waktu belajar dilakukan untuk pelajaran Alquran pada pagi hari sampai tinggi matahari, pelajaran menulis waktu dhuha sampai zuhur, dan pelajaran ilmu alat . ahu, sharaf syair, tarik. setelah zuhur sampai akhir siang. Mesjid, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga dimanfaatkan berbagai kegiatan salah satunya adalah tempat pendidikan. Mesjid merupakan lembaga pendidikan tertua dalam Islam. Di mesjid selain diberikan pendidikan dasar sebagaimana di al-Kuttab . aca tuli. juga menjadi tempat pendidikan tingkat tinggi. Artinya, tidak saja mengajarkan baca tulis Alquran, namun juga berbagai cabang disiplin ilmu-ilmu agama lainnya seperti, akidah, fikih dan tasawuf. Ada beberapa mesjid yang menjadi tempat pendidikan tinggi, di antaranya. Mesjid JamiAo Umar bin Ash. Mesjid JamiAo Ahmad bin Thulun, dan Mesjid alAzhar. Belajar di mesjid tidak terikat oleh umur, jenis kelamin atau keahlian. Mereka yang berkeinginan mendalami ilmu dipersilahkan datang ke tempat itu. Karena itu pelajar yang mengikuti pendidikan di mesjid-mesjid tersebut terbagi dalam dua kategori: Murid-murid yang terdaftar belajar di situ, dan mereka senantiasa belajar di sana kecuali sesudah tamat belajar dan sudah memperoleh ijazah dari guru yang khusus. Mereka ini belajar mulai pagi sampai sore hari, bahkan untuk beberapa tahun lamanya. Pelajar-pelajar yang tidak terdaftar. Mereka tidak terikat, bebas untuk mengikuti kegiatan sesuai keinginan mereka tanpa terikat kurikulum. Darul Kutub, muncul pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid, ketika itu Islam dan umat Islam mengalami perkembangan. Islam sudah dianut oleh berbagai bangsa, tidak lagi hanya oleh orang Arab namun sudah dianut oleh bangsa-bangsa Persia. Romawi, dan Darul Kutub merupakan tempat koleksi dari bermacam kitab dari berbagai disiplin ilmu dan bahasa, seperti layaknya perpustakaan saat ini. Di tempat ini selain tempat untuk mempelajari, memperdalam, menelaah, diskusi berbagai isi kitab, juga dimaksudkan sebagai tempat untuk menterjemahkan kitab-kitab berbahasa asing, khususnya berbahasa Yunani (Gree. ke dalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya, terutama pada masa kejayaan Islam. Darul Kutub selain tempat penterjemahan juga untuk menulis dan mengembangkan berbagai disiplin ilmu, baik ilmu aqli seperti filsafat, kedokteran, kesusasteraan dan lainnya, juga ilmu-ilmu Beberapa Darul Kutub yang terkenal di antaranya. Baitul Hikmah, di Bagdad. Darul Hikmah di Kairo, dan lainnya. Menurut Moh. Athiyah, perpustakaan-perpustakaan dalam Islam telah berkembang sedemikian rupa sehingga dapat dibanggakan. Di sebagian besar besar mesjid, sekolah-sekolah, gedung-gedung pendidikan dan Darul Hikmah, terdapat perpustakaan-perpustakaan yang berisi berbagai jenis buku, dan referensi yang jarang bandingannya untuk dipergunakan oleh para siswa, ulama, pembaca-pembaca dan penyalin-penyalin setiap waktu. Selain tempat-tempat tersebut, aktivitas pendidikan dalam Islam juga dilaksanakan di istana-istana, sanggar sastra, rumah-rumah, dan zawiyyah/arrabth. Di istana dilaksanakan pendidikan rendah, biasanya diberikan khusus pada anak-anak raja atau bangsawan Gurunya datang ke istana untuk memberikan pengajaran, dan rencana pelajaran diatur oleh orang tua murid. 11 Sanggar . sastra yang bersahaja muncul ketika zaman Asma Hasan Fahmi, op. , h. Moh. Athiyah al-Abrasyi. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, terjemahan Bustani A. Gani dan Djohar Bahri, (Jakarta: Bulan Bintang, tth. ), h. Ahmad Syalabi, op. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. Bani Umayyah. Dalam perkembangannya terutama masa Bani Abbasiyah salon sastra ini tidak sembarang orang bisa hadir, tetapi untuk lapisan tertentu saja yang menghadirinya. Seseorang yang menghadiri salon tidaklah mempunyai kebebasan memilih waktu datang dan pulang, kecuali diberi tanda oleh khalifah. Salon-salon sastra ini mempunyai tata susila dan adat kebiasaan yang sudah menjadi tradisi. Di tempat ini dibicarakan permasahan lebih luas dan mendalam. Rumah-rumah ulama juga menjadi tempat pendidikan Islam. Kendati sebagain ulama tidak menyetujui pendidikan dilaksanakan di rumah, mengingat rumah sebagai tempat istirahat untuk keluarga. Masa Nabi rumah Arqam dijadikan sebagai tempat awal mula pendidikan agama. Rumah-rumah ulama sering juga dijadikan sebagai tempat halaqatud dars tempat mengaji dan mendalami agama. 12 Zawiyyah seringkali dijadikan tempat menimba ilmu pengetahuan agama. Di kalangan ulama terutama kaum sufi seringkali mendirikan Zawiyyah sebagai tempat untk mendalami ajaran agama dan beribadat. Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Kata Madrasah berasal dari bahasa Arab dari kata kerja darasa yang berarti belajar, kata ini juga bisa berasal dari kata darrasa yang berarti mengajar. Dengan demikian kata madrasah berarti tempat belajar, atau tempat mengajar. Menurut Natsir . istilah madrasah sebagai tempat pendidikan Islam yang memberikan pendidikan dan pengajaran yang berada di bawah naungan Departemen Agama (Kementerian Agama, pen. Jelasnya madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan Islam, lebih dikaitkan dengan sekolah-sekolah yang lebih spesifik agama Islam, atau lebih sering disebut sekolah-sekolah Islam. Lebih khusus lagi, madrasah dalam konteks pemerintah, adalah merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang didalamnya memuat kurikulum terdiri dari materi pelajaran agama dan pelajaran umum. Pada madrasah, mata pelajaran agama lebih banyak dari mata pelajaran umum, sementara di sekolah-sekolah umum, kendati mata pelajaran umum dan agama juga ada, tetapi pelajaran agama lebih sedikit dari yang diberikan di madrasah. Lembaga pendidikan madrasah terdiri dari lembaga pendidikan tingkat Ibtidaiyah. Tsanawiyah. Aliyah, juga termasuk Mu'allimin. Mu'allimat dan Diniyah13 Di Indonesia, sebelum adanya madrasah pendidikan Islam terjadi di rumah, surau, mesjid, dan pondok pesantren. Lembaga pendidikan madrasah baru dikenal sejak memasuki awal abad ke-20 ketika masuknya arus pembaruan pemikiran Islam dari Timur Tangah ke tanah air. Menurut Azra, gagasan modernisme Islam yang menemukan momentumnya sejak awal abad ke-20 pada lembaga pendidikan direalisasikan dengan pembentukan lembaga-lembaga pendidikan modern yang diadopsi dari sistem pendidikan kolonial Belanda. Pemrakarsa pertama dalam hal ini adalah organisasi-organisasi 'modernis" Islam, seperti Jamiat Khair. Al Irsyad. Muhammadiyah dan lainnya. Istilah madrasah, di dunia Islam pertama kali dimunculkan pada masa khalifah Bani Abbasiyah, sewaktu Khalifah Harun ar-Rasyid menyediakan fasilitas belajar ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu penopang lainnya di lingkungan AuklinikAy (Bimaristai. yang dibangunnya di Bagdad. Komplek ini dikenal dengan sebutan Madrasah Bagdad. Madrasah Nizhamiyah yang didirikan oleh Nizhamul Mulk wazir Bani Saljuk . 3-1092 M) adalah Asma Hasan Fahmi, op. , h. Ridlwan Nasir. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal Pondok Pesantren di Tengah Arus Perubahan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , h. Azyumardi Azra. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, (Jakarta: Logos, 1. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA madrasah pertama yang didirikan di dunia Islam15, pendapat serupa juga dikemukan oleh Ahmad Syalabi. Pendapat lain menyatakan, madrasah dalam bentuk lembaga pendidikan menurut AlMaqrizi sebagaimana dikemukakan oleh Asma Hasan Fahmi, mula-mula didirikan adalah Madrasah Al-Baihaqiyah oleh Abi Ishaq al Isfirayini penduduk Naisyapur. 17 Richard Bulliet sebagaimana dikutip oleh Azra dalam "Pendidikan Tinggi Islam dan Kemajuan Sains" (Sebuah Penganta. untuk buku Pendidikan Tinggi Dalam Islam oleh Charles Michael Stanton menyatakan ekstensi madrasah-madrasah lebih tua di kawasan Nishapur Iran. Pada sekitar tahun 400 H/1009 M terdapat Madrasah al-Bayhaqiyyah yang didirikan Abu Hasan 'Ali al-Bayhaqi . 414/1. Bulliet bahkan lebih jauh menyebut 39 madrasah di wilayah Persia, yang berkembang dua abad sebelum Madrasah Nizhamiyyah yang tertua adalah Madrasah Miyan Dahiya yang didirikan Abu Ishaq Ibrahim ibn Mahmud di Nishapur. Pendapat serupa juga didukung oleh Naji Ma'ruf seorang sejarawan pendidikan Islam, yang menyatakan di Khurasan telah berkembang madrasah 165 tahun sebelum kemunculan Madrasah Nizhamiyyah. Demikian pula 'Abd al-'Al mengemukakan, pada masa Sultan Mahmud al-Ghaznawi . erkuasa 388-421/998-1. juga terdapat Madrasah Sa'idiyyah. 18 Kemudian berdiri pula lembaga pendidikan sejenis . didirikan oleh Amir Nashr bin Sabkatkin, dan Madrasah Nizhamiyah . H) di Bagdad . da pula yang menyebutnya di Khurasa. didirikan oleh Nizhamul Mulk, wazir Bani Saljuk. Madrasah Nizhamiyah dapat disamakan dengan fakultas-fakultas masa sekarang, mengingat guru-gurunya adalah ulama-ulama termasyhur pada saat itu, seperti Syiraz. Al Ghazali. Ibnu Shibbagh, dan lainnya19. Madrasah Nizhamiyah termasyhur di dunia Islam saat itu, berdiri hampir di semua wilayah kerajaan, tidak ada satu negeri pun kecuali di situ terdapat Madrasah Nizhamiyah. Madrasah ini terkenal karena keteraturannya. kurikulum, tujuan, guru dan dana, di samping didukung dan ditangani oleh pemerintah secara resmi. Karena itu, tidaklah heran kalau kepopulerannya melebihi madrasah-madrasah lain, sehingga, sebagian sejarawan berpendapat Madrasah Nizhamiyah adalah madrasah pertama di dunia Islam. Madrasah lain yang berdiri sesudahnya adalah madrasah An Nuriyah al-Kubra . H/1167 M) di Damaskus. Istilah madrasah saat itu, berbeda dengan madrasah yang ada di Indonesia. Konotasi madrasah di Indonesia, hanyalah sebuah lembaga pendidikan agama (Isla. yang berada di tingkat dasar sampai menengah. Sementara madrasah di dunia Islam waktu itu, adalah merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi, semacam perguruan tinggi. Materi pengajaran jauh lebih dalam, dan yang mengajarnya pun adalah para ulama tingkat tinggi. Stanton menyebut madrasah . alam bentuk klasikny. dapat disebut sebagai akademi . sebagaimana kita kenal sekarang20 atau seperti disebut Azra madrasah sebagai "The institution of higher learning" Ae lembaga keilmuan . Tetapi menurut Azra, jika madrasah ini sama dengan "universitas" sebagai universitas litterarum atau universitas magistrorum Ae yakni lembaga pendidikan yang mengembangkan penyelidikan bebas berdasarkan nalar Ae maka pandangan itu agak keliru. Dalam tradisi Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah. Inseklopedia Islam Indonesia, (Jakarta: Jembatan, 1. , h. Ahmad Syalabi, op. ,h. Asma Hasan Fahmi, op. , h. Azyumardi Azra, "Pendidikan Tinggi Islam dan Kemajuan Sains (Sebuah Penganta. " dalam Charles Michail Stanton. Pendidikan Tinggi Dalam Islam, terjemahan Afandi dan Hasan Asari, (Jakarta: Logos, 1. , h. Mahmud Yunus, op. , h. Charles Micheal Stanton. Pendidikan Tinggi Dalam Islam, terjemahan Afandi dan Hasan Asari, (Jakarta: Logos, 1. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. pendidikan Islam, institusi pendidikan tinggi lebih dikenal dengan nama al-jami'ah, yang secara historis berkaitan dengan mesjid jami'Aemesjid besar tempat menunaikan shalat Jum'at. Lebih jauh Azra menyatakan, lembaga-lembaga pendidikan Islam apakah madrasahAesekalipun menyelenggara-kan advanced educationAeataupun al-jami'ah yang dimaksud sebagai lembaga pendidikan tinggi, tidak pernah menjadi universitas yang difungsikan semata-mata untuk mengembangkan tradisi penyelidikan bebas berdasar nalar, sebagaimana terdapat di Eropah masa modern. 21 Menurut Nasir istilah madrasah di tanah Arab ditujukan untuk semua sekolah secara umum. Asal Mula Madrasah Di kalangan sejarawan terdapat berbagai pandangan tentang teori asal mula madrasah di dunia Islam. Menurut George Makdisi, transformasi madrasah berawal dari mesjid secara tidak langsung. Asal muasal pertumbuhan madrasah merupakan hasil tiga tahap: tahap mesjid, tahap mesjid-khan dan tahap madrasah (Maksum. 1999: . Ada dua macam mesjid menurut Makdisi, yaitu: Mesjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan pengajian Mesjid Khan, yaitu mesjid yang dilengkapi dengan bangunan khan . srama, pemondoka. yang masih bergandengan dengan mesjid. Di tempat ini disediakan tempat penginapan guru dan peserta pengajian. Untuk selanjutnya dari tempat inilah berkembang menjadi madrasah. Pendapat ini didukung pula oleh Stanton yang menyatakan madrasah berawal dari mesjid-khan. Makdisi lebih menekankan pada Mesjid Khan . esjid yang dilengkapi bangunan pemondokan bagi santr. sebagai dasar kelahiran madrasah. Berbeda dengan Syalabi yang lebih menekankan adanya kegiatan pengajian dalam mesjid mengganggu orang beribadah, sehingga perlu ruangan/tempat tersendiri untuk kegiatan pengajian/belajar tersebut. Menurut Syalabi, madrasah merupakan transformasi dari mesjid . anpa perantara, mesjidkha. Disebutkannya ada alasan yang menyebabkan terjadinya perubahan itu. Pertama, mesjid selain untuk tempat beribadah . juga kegiatan pengajaran . Dari masing-masing lingkaran pengajian . terdengar suara guru dan pelajar yang menimbulkan bermacam keramaian, sehingga mengganggu orang beribadah. Dengan demikian amat sukarlah menjadikan mesjid sebagai tempat belajar di samping tempat Kedua. Ilmu pengetahuan telah banyak berubah, disebabkan perubahan zaman dan kemajuan pendapat manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi seirama dengan perkembangan masyarakat, sehingga diperlukan cara atau metode baru untuk Tentunya saja membuat ketidaknyamanan dalam melaksanakan ibadah kalau ini dilaksanakan di mesjid. Ketiga. Syalabi dalam mengutip pendapat Von Kremer menyatakan, ada sebagian orang yang menghabiskan waktunya untuk mengajar. Mereka perlu nafkah hidup Karena itu sekolah-sekolah . adrasah, pen. ) itu akan menjamin bagi mereka penghasilan yang mencukupi keperluan-keperluan hidup mereka sehari-hari. Pendapat lain menyatakan asal mula madrasah berawal dari lembaga pendidikan Darul Ilmi. Pendapat ini dikemukakan oleh J. Pederson dan Youssef Eche yang menyatakan, bahwa madrasah merupakan duplikasi dari lembaga pendidikan Darul al-Ilmi. Karena Azyumardi Azra, loc. Ridlwan Nasir, loc. Charles Micheal Stanton, loc. Ahmad Syalabi, op. ,h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA madrasah memiliki komponen-komponen bangunan yang hampir serupa dengannya. Yang membedakannya ialah madrasah mempunyai kelas belajar yang cukup, sedang al-Kuttab atau Darul al-Ilmi memiliki perpustakaan yang lebih lengkap. Selanjutnya dikatakan. Darul al-Ilmi yang lebih dulu berkembang pada masa Dinasti Fatimiyyah, dijadikan sebagai media pendidikan dan propaganda SyiAoah. Sedang madrasah merupakan lembaga pendidikan dan sekaligus propaganda Sunni. Pendapat yang agak berbeda dikemukakan oleh Gary Leiser seperti dikutip oleh Mahmud Arif, disimpulkan bahwa kemunculan madrasah diinspirasi oleh vihara Budha di Asia Tengah. Alasannya, institusi-institusi madrasah pertama kali dibangun di wilayah Naisapur. Merv, dan Bukhara . awasan yang masuk wilayah Asia Tenga. pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Ghaznawi . -1030 M). Nama Bukhara sendiri sangat mungkin terambil dari kata vihara karena di wilayah ini pernah berdiri tempat peribadatan Budha. Gary Leiser dalam Arif juga mengemukakan tentang asal mula madrasah di dunia Islam, ditambahkannya ada pendapat lain yang menyatakan bahwa madrasah dari khanat . empat-tempat singga. para pelajar ketika berkelana menuntut ilmu dari ulama terkenal. Kebiasaan menuntut ilmu dalam masyarakat muslim tidak hanya di mesjid atau tempattempat khusus, tetapi juga di kalangan ulama seringkali membuka halaqah-halaqah tertentu sesuai bidang keahlian. Ketika itulah umat Islam berdatangan ke tempat-tempat pengajian tersebut untuk menuntut ilmu agama. Oleh ulama atau masyarakat seringkali disediakan disediakan tempat singgah untuk menampung mereka, selanjutnya dari tempat inilah berkembang menjadi madrasah. 27 Sedangkan menurut Ira M. Lapidus dalam madrasah, sebagai sebuah perguruan yang terorganisir secara formal, diduga berasal dari Khurasan. Di sinilah Hukum Islam (Syari'a. diajarkan di rumah-rumah pribadi, yang kemudian disediakan tempat menginap bagi para guru dan pelajar yang datang dari negeri jauh. Dari berbagai teori dan pendapat di atas, mencerminkan bahwa asal mula madrasah di dunia Islam terdapat perbedaan pendapat. Perbedaan ini dimungkinkan sebagai akibat cara pandang yang berbeda dan kondisi sosial budaya masyarakat yang berbeda pula. Faktor Kelahiran Madrasah Aktivitas pendidikan Islam terus mengalami dinamika sejalan dengan perkembangan yang terjadi. Munculnya perkembangan baru ilmu pengetahuan dalam Islam dan umat Islam, sebagai akibat terjadi interaksi budaya dengan masyarakat lain, menuntut lahirnya institusi-institusi baru dalam pendidikan, sehingga transmisi keilmuan dalam Islam terus berjalan sejalan dengan perkembangan waktu dan tempat di mana masyarakat Islam itu Selain itu perkembangan dunia pendidikan Islam juga tidak terlepas dari perkembangan sosial politik, budaya dan keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut M Sirozi, lembaga-lembaga dan proses pendidikan berperan penting dalam membentuk perilaku politik masyarakat. Begitu juga sebaliknya, lembaga-lembaga dan proses politik di suatu negara membawa dampak besar pada karakteristik pendidikan. Selanjutnya Sirozi dalam mengutip pendapat Rasyid menyatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga pendidikan merupakan salah satu konstalasi politik. Peranan yang Maksum. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya, (Jakarta: Logos, 1. , h. Mahmud Arif. Pendidikan Islam Tranformatif, (Yogyakarta: LkiS, 2. , h. Ibid. Ira M. Lapidus Sejarah Sosial Umat Islam, buku 1, terjemahan Ghufran A. Mas'adi (Jakarta: Rajawali Press, 2. , h. Sirozi. Politik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo, 2. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. dimainkan oleh mesjid-mesjid dan madrasah-madrasah dalam mengokohkan kekuasaan politik para penguasa dapat dilihat dalam sejarah. Di lain pihak, ketergantungan kepada uluran tangan para penguasa secara ekonomis, membuat lembaga-lembaga tersebut harus sejalan dengan nuansa politik yang berlaku. Munculnya jenis lembaga pendidikan madrasah sebagai sebuah wahana baru dalam dunia pendidikan Islam . aat it. , tidak terlepas dari berbagai faktor yang berkaitan dengan kepentingan politik dan kebijakan penguasa yang terjadi saat itu. Pertama, dalam upaya melawan golongan Syiah. Sejak terjadi Perjanjian Tahkim, umat Islam terpecah ke dalam beberapa kelompok yaitu Syi'ah. Khawarij dan Ahlus Sunnah (Sun. Dalam perjalanannya dua kelompok yaitu Syi'ah dan Ahlus Sunnah (Sun. saling berupaya untuk menyebarkan kepercayaan, ideologi dan politik masing-masing salah satunya melalui lembaga pendidikan. Gerakan Syiah bukan saja bergerak dalam bidang politik, namun juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan yang selaras dengan paham dan ajaran yang Di lingkungan masyarakat Syi'ah Mesir telah berdiri institusi pendidikan Al Azhar yang didirikan oleh ash-Shigli jauh sebelum berdirinya Madrasah Nizhamiyah, yaitu pada 359 H/970 M. Sebutan al-Azhar merujuk pada nama Fatimah az-Zahra salah seorang putri Rasulullah SAW. Pada masa Bani Fatimiyah ini juga telah berhasil membangun sebuah lembaga keilmuan yang disebut Darul Hikam atau Darul Ilmi. Bangunan ini khusus untuk propaganda doktrin ke-Syiahan. Bani Saljuk dibawah kepemimpinan wazir Nizam Al Mulk mendirikan Madrasah Nizhamiyah di Bagdad. Berdirinya madrasah ini saat itu salah satunya dimaksudkan untuk mempromosikan dan mengembangkan ajaran Suni . azhab negara saat it. , di samping upaya membendung perkembangan paham dan ajaran lain yang berbeda dengan mazhab negara saat itu seperti. Syi'ah. Mu'tazilah, dan lainnya. Lapidus menyatakan, dalam berbagai hal terdapat kesadaran betapa pentingnya pengajaran tersebut untuk menangkis serangan paham Syi'isme dan dan Isma'ilisme. Madrasah tidak hanya sebuah perguruan, tetapi juga sebagai pusat untuk propaganda agama dan sikap politik. Mesir kala itu merupakan salah satu pusat kaum Syi'i berusaha mengembangkan pemahaman ajaran Syi'ah dengan mendirikan pendidikan Al Azhar, sewaktu pemerintah diambil alih oleh keluarga Ayyubiyin dihidupkan kembali mazhab Ahlus Sunnah. Secara politis keluarga Ayyubiyin berada di bawah dinasti Abbasiyah di Bagdad, dengan demikian keluarga ini juga bekerja untuk mengembangkan dan menanamkan kepercayaankepercayaan Ahlus Sunnah kepada masyarakat. Bani Saljuk merupakan pendukung dan pengikut paham Ahlus Sunnah. Mereka berpendapat jalan yang terbaik untuk menyiarkan ilmu pengetahuan agama, karena manakala manusia telah mendapat kesempatan untuk mempelajari ajaran-ajaran yang sebenar-benarnya, niscaya mereka akan dapat memperbedakan antara yang hak dengan yang bathil, yang baik dengan yang buruk, karena itu mereka dirikanlah sekolah-sekolah . adrasah, pen. ) untuk maksud tersebut. Upaya untuk menghilangkan pengaruh paham dan ajaran Syi'ah, selain dilakukan melalui pengajaran di lembaga pendidikan "Madrasah Nizhamiyah" juga dilakukan secara berantai oleh para alumni madrasah ini di tengah masyarakat. Mereka jadi guru. Ibid. , h. Ajid Thohir. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam, (Jakarta: Raja Grafindo, 2. ,h. Ira M. Lapidus, op. , h. Syalabi, op. ,h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA memberikan pengajaran sesuai ajaran ahlus Sunnah, sehingga paham dan ajaran ini semakin berkembang dan dengan sendirinya paham dan ajaran Syi'ah semakin menurun. Kedua, pendirian madrasah tidak terlepas dari upaya kaderisasi terhadap calon-calon Mereka yang akan diangkat sebagai pegawai pemerintah adalah mereka yang sudah memiliki pengetahuan yang distandarisasikan dalam berbagai pengetahun, dan ini hanya didapat di lembaga pendidikan Madrasah yang didirikan oleh pemerintah. Ketiga, akan memperkuat kedudukan penguasa saat itu. Ini dipahami, mengingat mereka yang duduk dalam jajaran birokrat adalah kader-kader yang didik di madrasah. Mereka sudah dibekali sesuai AukepentinganAy penguasa. Keempat, sebagai alat pemarsatu bangsa. Salah satu fungsi pendidikan sekolah . adrasah, pen. ) adalah mentransmisi Demi kelangsung hidup bangsa dan negara, kepada generasi muda disampaikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa itu. Setiap warga negara diharapkan menghormati pahlawannya, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang dan dengan demikian merasap rasa kesatuan dan persatuan 34 Shafik Ghorbal menyatakan, suatu lembaga keagamaan yang selain dari untuk memelihara syari'ah dan peribadatan, diharapkan juga sebagai alat mempersatukan masyarakat dengan jalan menguasai pendidikan. Di bawah Bani Saljuk, perguruanperguruan tinggi, atau madrasah didirikan dan ditugaskan untuk melaksanakan rencana pendidikan yang teratur dalam mata-mata pelajaran agama dan ilmu adab. Kelima, menurut Asma Hasan Fahmi, banyaknya bermunculan madrasah pada abad itu, merupakan satu alat untuk menyatakan satu sikap baru dalam berpikir dan untuk melahirkan gelora semangat keagamaan yang meluap-luap, sehingga terjadinya perang salib antara umat Islam dan Kristen36. Perang Salib terjadi masa Dinasti Maluk berkuasa. Perang Salib yang terjadi antara umat Islam dan Kristen merupakan konflik Timur dan Barat. Madrasah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan menjadi tempat penanaman ideologi dan gelora keberagamaan. Pengajaran di Madrasah Eksistensi madrasah saat itu sebagai pendidikan tingkat tinggi, bukanlah sebagai tempat pendidikan formal seperti sekarang. Kurikulum pengajaran di madrasah sepenuhnya diberikan oleh guru . uru besa. yang mengajar di madrasah itu, sehingga kemungkinan tidak terdapat kesamaan kurikulum dengan madrasah lain dimungkinkan Dari sisi pendidikan, madrasah merupakan sebuah sekolah informal. Ia tidak memiliki sebuah program tertentu secara khusus atau sebuah kurikulum kelas. Melainkan sebuah madrasah sangat memuliakan seorang guru besarnya. pelajar-pelajar yang telah ditunjuk untuk mengajarkan sebuah teks, mereka yang dapat belajar secara langsung kepada sang guru besar. Guru besar ini memiliki otoritas untuk menentukan kurikulum dan materi pelajaran yang diajarkan kepada murid-muridnya, sebagaimana di Madrasah Nizhamiyah Bagdad. Namun demikian menurut Mahmud Yunus, rencana pengajaran hanya ilmu-ilmu syari'ah saja dan tidak ada ilmu-ilmu hikmah . Beliau mengemukan bukti-bukti: Nasution. Sosiologi Pendidikan, (Bandung: Jemmars, 1. , h. Shafik Ghorbal, "Lembaga Pendidikan Tinggi Arab Liga Arab" dalam Kenneth W. Morgan. Islam Jalan Lurus, terjemahan Abu Salamah dan Khaidir Anwar, . : Pustaka Jaya, 1. , h. Asma Hasan Fahmi, op. , h. Ira M. Lapidus, op. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. Tak ada seorang juga di antara ahli sejarah yang mengatakan bahwa di antara mata pelajarannya terdapat ilmu kedokteran, ilmu falak dan ilmu-ilmu pasti. Hanya disebutkan di antara mata pelajarnya ialah nahu, ilmu kalam dan fikih. Guru-guru yang mengajar di madrasah Nizamiyah adalah ulama-ulama Syari'ah, seperti Abu Ishaq As-Syaraz. Al Ghazali. Al Qazwaini. Ibnul Jauzi dan lainnya. Dan tiada dikenal seorang guru filsafat. Pendiri madrasah Nizhamiyah bukanlah orang yang membela filsafat dan bukan pula orang membantu filsafat. Zaman berdirinya madrasah Nizhamiyah, bukanlah zaman filsafat, melainkan zaman menindas filsafat dan orang-orang filosof. Sebagai madrasah yang mengembangkan ilmu-ilmu Syari'ah, maka mazhab yang dikembangkan adalah dalam empat mazhab, kendati mazhab Syaf'i lebih menonjol, tetapi diberikan pula ajaran dan paham imam mazhab yang lain seperti Maliki. Hanafi dan Hambali. Cabang-cabang ilmu lain juga diajarkan seperti tauhid. Alquran, hadis dan Lebih pengajaran pada ilmu pengetahuan agama (Syari'a. sebagai akibat mengikuti semangat masa, yang berusaha melawan sekaligus menghilangkan ajaran dan paham keagamaan Syi'ah, mengingat ajaran dan paham ini telah tumbuh dan berkembang sewaktu pemerintah Bani Buwaihi dan Bani Fatimiyyah berkuasa. Pendidikan di madrasah sangat tergantung pada seorang guru . Ulama mengajarkan ilmu agama sesuai keahliannya. Baik guru maupun murid sama-sama aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan Murid tidak terikat usia, siapa yang hendak belajar dapat mengikuti pengajian sesuai disiplin ilmu yang diberikan oleh guru. Murid dapat berpindah-pindah untuk mengikuti halaqah lain. Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada tingkat kemampuan dan kecerdasan murid, karena itu batas berakhirnya pendidikan lebih tergantung pada kemampuan murid. Sementara kelulusan murid ditentukan oleh seorang guru yang dilakukan dengan memberikan ijazah tanpa ujian tertulis. Murid yang memiliki kecakapan diberikan ijin . untuk mengajarkan ilmu tersebut. Lahirnya Beberapa Madrasah Madrasah Nizamiyah Madrasah ini didirikan oleh pembesar Bani Saljuk, yaitu Nizam Al Mulk. Madrasah ini berdiri di beberapa kota seperti, di Balk. Naisabur. Harat. Ashfahan. Basrah dan lainnya. Bahkan hampir tidak ada kota besar yang tidak terdapat Madrasah Nizamiyah. Syalabi menyatakan, ada orang yang mengatakan bahwa Nizhamul Mulk mendirikan sebuah sekolah pada tiap-tiap negeri Irak dan Khurasan. 39 Di antara madrasah Nizhamiyah yang paling terkenal adalah Madrasah Nizhamiyah di Bagdad, didirikan pada tahun 457 H Berdirinya madrasah Nizamiyah ini, lebih disebabkan keinginan untuk mengembangkan aliran Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sun. sekaligus upaya membendung dan menyaingi keberadaan lembaga pendidikan yang dikelola oleh orang-orang Syiah. Mazhab fikh yang diajarkan adalah fikh SyafiAoiyyah. Menurut Stanton, salah seorang yang berjasa dalam mengembangkan ajaran AsyAoariyah dalam bidang mutakallim yang dianut kaum sunni adalah al-Ghazali, wibawa dan daya tarik al-Ghazali -ilmuwan, mutakklim, dan sufi abad ke-11 memudahkan diterimanya AsyAoariyah, tidak saja dalam tulisan dan Mahmud Yunus, op. , h. Ahmad Syalabi, op. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA ceramah-ceramahnya tetapi juga dalam peranannya sebagai mudarris pada Madrasah Nizhamiyah40. Berkenaan dengan kurikulum di Madrasah Nizhamiyah, pada prinsipnya lebih banyak ditentukan oleh ulama yang memiliki kewenangan dalam keilmuannya. Stanton menyatakan, sepanjang masa klasik Islam, penentuan kurikulum pendidikan tinggi Islam di tangan ulama, kelompok orang-orang berpengetahuan dan diterima sebagai otoritatif dalam soal-soal agama dan hukum. Madrasah Nuruddin Zinki Nama madrasah ini diambil dari nama pendirinya yaitu Nuruddin Zinki. Madrasah Nuruddin Zinki berdiri di Damaskus Syiria tahun 563 H/1167 M. Madrasah Nuruddin Zinki ini selain di Damaskus juga tersebar di berbagai kota di negeri ini. Di madrasah ini, selain tempat belajar juga disediakan perpustakaan, tempat guru, pelajar, tempat ibadah dan berbagai perlengkapan lainnya. Madrasah Nuruddin Zinki ini mengajarkan bemacam ilmu agama mulai dari akidah, syariah, akhlak dan bahasa Arab. Khusus tentang fikh mazhab yang diajarkan adalah fikh Hanafi. Madrasah Al-Muntasiriyah Madrasah Al-Muntasiriyah didirikan oleh Khalifah Al Muntasir di Bagdad pada abad ke-13 M. Madrasah ini merupakan madrasah terbesar pada masanya. Di madrasah ini tidak mengajarkan mazhab tertentu tapi keempat mazhab, yang berkembang dalam dunia Islam. Setiap mahasiswa yang belajar di madrasah ini tidak dipungut bayaran tapi gratis. tempat ini disediakan perpustakaan yang lengkap, asrama, rumah guru, rumah sakit, dan berbagai peralatan lainnya. Madrasah An-Nasiriyah Madrasah An-Nasiriyah didirikan oleh Sultan Al-Adil Zaenuddin Katbaga Al-Mansuri, kemudian diselesaikan pada waktu Sultan Muhammad bin Qalaoun pada tahun 703 H. Di madarasah ini diajarkan berbagai disiplin ilmu agama. Khusus pelajaran fikh diajarkan oleh para ulama terkenal. Bagi ulama bermazhab syafiAoi diajarkan mazhab SyafiAoi, demikian ulama lain sesuai dengan mazhab yang dianutnya. Di tempat ini disediakan tempat belajar, perpustakaan yang lengkap, asrama, dan fasilitas lain yang Penutup Aktivitas pendidikan dalam Islam terus maju dan berkembang seirama dengan perkembangan zaman dan di mana umat Islam itu berada. Aktivitas pendidikan dalam Islam yang dimulai sejak Islam mulai dikembangkan dilaksanakan di rumah Al Arqam, terus mengalami dinamika. Munculnya perkembangan baru dunia pendidikan Islam dalam bentuk "madrasah", tidak terlepas dari perjalanan sejarah umat Islam. Kehadiran madrasah sebagai wahana baru dunia pendidikan Islam ketika itu, memunculkan berbagai teori di kalangan para ahli, ada yang menyatakan madrasah berawal dari mesjid, mesjid khan, dan ada pula dari vihara, dan khanat . empat-tempat singga. para pelajar. Charles Michail Stanton, op. , h. Ibid. , h. Moh. Athiyah al-Abrasyi, op. , h. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. Demikian pula kemunculan madrasah ketika itu merupakan refleksi dari kondisi sosial, budaya dan politik umat Islam saat itu. Keinginan masyarakat, ulama dan penguasa untuk menjadikan umat Islam lebih maju dan berkembang, untuk menjadi perekat pemarsatu bangsa, sebagai upaya mencetak kader birokrasi diwujudkan melalui lembaga pendidikan madrasah, kendati yang menjadi faktor utama adanya dinamika politik dan paham/aliran keberagamaan yang berkembang saat itu, terutama pertarungan antara kelompok Suni dengan Syi'ah. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Emroni. Awal Mula MadrasahA DAFTAR PUSTAKA Abrasyi. Mohd. Athiyah, al-. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, terjemahan H. Bustami A Gani dan Djohar Bahri. Jakarta. Bulan Bintang, tth. Arif. Mahmud. Pendidikan Islam Transformatif. LkiS. Yogyakarta, 2008. Azra. Azyumardi, "Pendidikan Tinggi Islam dan Kemajuan Sains (Sebuah Penganta. ", dalam Charles Michael Stanton. Pendidikan Tinggi Dalam Islam, terjemahan H. Afandi dan Hasan Asari. Jakarta. Logos, 1994. ___. Histografi Islam Kontemporer. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama, 2002. ___. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta. Logos. Dhofer. Zamachsyari. Tradisi Pesantren. Jakarta. LP3ES, 1982. Fahmi. Asma Hasan. Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam, alih Bahasa Ibrahim Husein. Jakarta. Bulan Bintang, 1979. Ghorbal. Shafik "Lembaga Pendidikan Tinggi Arab Liga Arab" dalam Kenneth W. Morgan. Islam Jalan Lurus, terjemahan Abu Salamah dan Khaidir Anwar, t. Pustaka