Cakrawala: Jurnal Kajian Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Vol. 8 No. ISSN: 2580-9385 (P) ISSN: 2581-0197 (E) DOI: https://doi. org/10. 33507/cakrawala. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter Islami di Sekolah Dasar Islam Terpadu Diningrum Citraningsih STAI Terpadu Yogyakarta citra@gmail. Abstract The rapid development of science and technology and communication has become an important concern for educational institutions. Education that seeks to produce the nation's next generation who are progressive and become agents of change needs to equip students with the cultivation of noble character. Islam, which exists as a teaching that prioritizes morals, will be maximized with effective and efficient management of Islamic character education. The aim of this research is to find out the strategies carried out by school principals as leaders in Islamic educational institutions in developing students' Islamic character, and how to overcome problems that occur in its implementation. The principal's strategy at SDIT Mufidatul Ilmi is to carry out his function as a manager by creating formulas and guidelines for character education and directing all stakeholders in implementing the program, as an innovator by making breakthroughs in character education that are able to integrate curricula and programs that have been prepared with the independent learning curriculum so that values Islam is maintained, as an educator, this is done by guiding teachers and students and providing role models whenever and wherever they are. The school principal establishes good communication and collaborates with parents and local government to establish cooperation and harmonious relationships to support the success of Islamic character education. Keywords: Strategy. Principal. Education. Islamic Character Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan komunikasi yang begitu cepat menjadi perhatian yang penting bagi lembaga pendidikan. Pendidikan yang berupaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berkemajuan dan menjadi agen perubahan perlu membekali siswa dengan penanaman karakter mulia. Islam yang hadir sebagai ajaran yang mengedepankan akhlak akan lebih maksimal dengan pengelolaan pendidikan karakter Islam yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pemimpin dalam lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan karakter Islami siswa, dan cara mengatasi permasalahan yang terjadi dalam implementasinya. Strategi kepala sekolah di SDIT Mufidatul Ilmi melakukan fungsinya sebagai manager dengan membuat rumusan dan pedoman pendidikan karakter serta mengarahkan semua stakeholder dalam pelaksanaan program, sebagai inovator dengan melakukan terobosan pendidikan karakter yang mampu mengintegrasikan kurikulum dan program yang telah disusun dengan kurikulum merdeka belajar agar nilai-nilai Islam tetap terjaga, sebagai educator dilakukan dengan pembimbingan kepada para guru dan siswa serta memberikan teladan kapanpun dan dimanapun berada. Kepala sekolah menjalin komunikasi yang baik dan berkolaborasi dengan orang tua siswa dan pemerintah setempat agar terjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis untuk mendukung keberhasilan pendidikan karakter Islami. Kata kunci: Strategi. Kepala Sekolah. Pendidikan. Karakter Islami PENDAHULUAN Di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, tantangan dalam dunia pendidikan semakin kompleks. Teknologi membuat segalanya lebih mudah. Berbagai website dapat diakses melalui internet, dimana tanpa penggunaan yang tepat, teknologi bisa merusak kualitas tingkah laku atau kepribadian siswa1. Peserta didik tidak hanya dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi tetapi juga pada berbagai pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam dan norma yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruhpengaruh negatif tersebut. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan pribadi peserta didik yang bermoral dan beretika. Usaha mengembangkan karakter . yang mencakup kebiasaan dan semangat yang baik, sehingga siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dewasa merupakan proses dari pendidikan karakter2. Esensi pendidikan karakter mempunyai kesamaan dengan pendidikan moral dan akhlak, yaitu bertujuan untuk membentuk peserta didik agar memiliki sifat dan perilaku yang mulia. Pembentukan karakter luhur perlu dilakukan melalui proses pendidikan karakter, dimulai dari lingkungan keluarga di rumah dan lingkungan Apri Eka Budiyono. AuPERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL,Ay NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan 4, no. 3 (August 30, 2. : 755Ae65, https://doi. org/10. 55681/NUSRA. V4I3. Ajmain Ajmain and Marzuki Marzuki. AuPeran Guru Dan Kepala Sekolah Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di SMA Negeri 3 Yogyakarta,Ay SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 16, no. 1 (June 19, 2. : 109Ae23, https://doi. org/10. 21831/SOCIA. V16I1. sekitar, hingga pendidikan formal di sekolah3. Dalam Desain Induk Pendidikan Karakter. Kementerian Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang maju, unggul, dan bermartabat guna mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Oleh karena itu, memperkuat pendidikan karakter sebagai inti pendidikan, bersama dengan intelektualitas, sangat penting untuk mengatasi berbagai perilaku menyimpang di kalangan generasi muda bangsa ini4. Peraturan Presiden (Perpre. Nomor 87 Tahun 2017 menjelaskan tentang penguatan pendidikan karakter, yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah Gerakan ini melibatkan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Perpres ini bertujuan untuk membina peserta didik menjadi generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik, guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan5. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim, pendidikan karakter Islami menjadi relevan terutama di sekolah-sekolah berbasis agama Islam. Pendidikan karakter Islami tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi berdasarkan ajaran Islam. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, pendidikan karakter Islami bagi peserta didik menjadi salah satu indikator yang harus dirumuskan agar berhasil mewujudkan generasi Islami yang siap menghadapi arus golablisasi. Pemerintah perlu berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan di Indonesia untuk mewujudkan implementasi pendidikan karakter Islam. Hak atau Siti Saudah. AuPenguatan Pendidikan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler ROHIS Di SMP Negeri 5 Purworejo,Ay Cakrawala Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Dan Studi Sosial (December 143Ae53, https://doi. org/10. 33507/CAKRAWALA. V7I2. Santi Susanti. Bukman Lian, and Yenny Puspita. AuImplementasi Strategi Kepala Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 4, no. 2 (August 31, 2. : 1644Ae57, https://doi. org/10. 31004/JPTAM. V4I2. Rani Putri Prihatin and Shobaihatul Khoiroh. AuKepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Di SMAN 1 Yogyakarta,Ay Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia 1, no. (January 31, 2. : 1Ae14, https://doi. org/10. 14421/NJPI2021. V1I1-1. kewenangan yang diberikan pemerintah bagi satuan pendidikan untuk menentukan metode dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Islami. Salah satunya dapat melalui peran kepala sekolah sebagai pemimpin. Berbagai strategi dan upaya yang inovatif yang diberlakukan kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan penerapan pendidikan karakter di sekolahnya6. Pada satuan pendidikan, kepala sekolah memegang peran sentral dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pengembangan sekolah. Dalam konteks pendidikan karakter Islami, kepala sekolah harus mampu merancang dan mengimplementasikan strategi yang efektif untuk membangun karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Peran kepala sekolah tidak hanya sebagai manajer dan pemimpin administratif tetapi juga sebagai teladan dalam penerapan nilai-nilai Islami di lingkungan sekolah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian tentang strategi kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter Islami bagi peserta diidk merupakan penelitian lapangan . ield reseac. dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini akan menjelaskan kejadian yang berlangsung secara real maupun fakta dengan mengumpulkan data dan informasi secara obyektif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah peneliti melakukan wawancara testruktur dengan stakeholer terkait di SDIT Mufidatul Ilmi dengan mengajukan pertanyaan secara umum dan khusus yang sudah disusun di pedoman wawancara sesuai teori yang relevan. Hal ini bertujuan agar informasi yang didapatkan dari beberapa informan dapat mendalam dan peneliti dapat mengeksplorasi dan memahami fakta yang terjadi di lapangan. Untuk memperoleh data yang valid dan kredibel, peneliti juga melakukan observasi non participant melalui dokumen pendukung dan media sosial untuk mengamati dan mendapatkan data yang sebenarnya serta menelaah bukti dokumentasi sebagai pelengkap data penelitian. Kemudian data-data tersebut dianalisis dan dibuat kesimpulan. Data dianalisis menggunakan analisis data model Miles dan Hubberman, yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing. M Salam. AuPeran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Gentala Pendidikan Dasar 2, no. 2 (December 8, 2. : 329Ae45, https://doi. org/10. 22437/GENTALA. V2I2. Untuk menguji keabsahan data, dilakukuan uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability7. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter Islami Pengembangan pendidikan karakter Islami merupakan bagian dari visi sekolah SDIT Mufidatul Ilmi yaitu AuTerwujudnya Pendidikan Islami yang Berkualitas. Profil Pelajar Pancasila. Cerdas Berliterasi, dan Merdeka BelajarAy. Kepala sekolah membuat perumusan program pengembangan pendidikan karakter Islami mengacu pada salah satu varaibel dalam visi sekolah tersebut. Program yang dibuat berdasarkan pemikiran kepala sekolah dan para guru yang dituangkan melalui diskusi di awal semester agar dapat menindaklanjuti visi sekolah dan perbaikan program sebelumnya. Dengan pedoman pada visi dan misi sekolah, memudahkan stakeholder yang terlibat untuk membuat kebijakan yang disepakati dan program-program yang dilaksanakan. Dalam manajemen pengelolaan lembaga pendidikan yang menyoroti pada pendidikan karakter yang dimaksud adalah rangkaian kegiatan yang direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan- kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan kom-ponen terkait lainnya, sebab manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah8. Lebih lanjut, kepala sekolah juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, diantaranya mengajak orang tua siswa untuk berperan dalam membantu mengembangkan pendidikan karakter islami pada siswa. Karena pada dasarnya pihak sekolah hanya merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program-program tersebut. Dengan dukungan dan bantuan dari orang tua ataupun pihak lain termasuk dari Dinas Pendidikan, maka program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Adanya kolaborasi dengan stakeholder eksternal agar terbangun kerjasama antar sekolah dengan keluarga, pemerintah dan mitra dalam proses Sugiyono Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta. Yuslaini. AuPENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA: DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAMAy . , http://repository. id/6003/1/Yuslaini - 1786108028. pendidikan karakter Islami. Kemudian sekolah melakukan sosialisasi langsung yang diterapkan di lingkungan peserta didik. Setelah diterapkan, maka dilakukan evaluasi secara kontinu untuk mengetahui ketercapaian program tersebut untuk diputuskan keberlanjutan program tersebut atau tidak. Jika, banyak dampak positif yang didapat, maka program menjadi salah satu program unggulan di lingkungan Disamping itu, kepala sekolah yang mempunyai kewenangan dalam membuat keputusan yang tepat, terutama di sekolah, karena mereka adalah perantara atau mediator di sekolah dengan berbagai kepribadian dan latar belakang yang berbeda, karena konflik dapat muncul kapan saja 9. Kemampuan kepala sekolah untuk melakukan adaptasi dan pengembangan pendidikan karakter Islami dilakukan agar nilai-nilai Islam yang dibangun tidak tergerus dengan kebijakan dari pemerintah tentang kebaharuan kebijakan. Penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka, dimana salah satunya yaitu menjadikan siswa di sekolah memiliki karakter profil pelajar pancasila, artinya dalam perencanaan dan penerapan terjadi kolaborasi antara program yang sudah dirancang, namun tentu saja esensinya tetap sama yaitu menjadikan siswa di sekolah berkarakter Islami. Sejalan dengan peran sebagai innovator, kepala sekolah harus mempunyai strategi yang tepat untuk beradaptasi yang baik dengan lingkungan, berusaha mendapatkan gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, menjadi teladan kepada stakeholder sekolah, mencari, berani melakukan model-model pembaharuan di sekolah10. Pendidikan karakter Islami yang diterapkan adalah dengan metode student centered learning (SCL), yaitu membuat program yang berpusat pada siswa. Tujuannya untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih memahami Islam secara teoritis dan praktis, yang mana akan tercermin dari pribadi yang sholeh/sholeha. Penerapan mtode tersebut meudahkan siswa dalam penyerapan keilmuan dan meningkatkan kemandirian, kemampuan kolaborasi dan komunikasi, sehingga kunci keberhasilan dilaksanakan oleh kepala sekolah dan para guru11. Selain itu. Dita Prihatna Wati et al. AuAnalisis Kepemimpinan Kepala Sekolah Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 6, no. 5 (June 21, 2. : 7970Ae77, https://doi. org/10. 31004/BASICEDU. V6I5. Diningrum Citraningsih and Suprih Hidayat. AuStrategi Kepala Sekolah Dalam Optimalisasi Kinerja Guru Di SD Negeri 2 Gombong,Ay SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam 1, no. (January 15, 2. : 54Ae68, http://staitbiasjogja. id/jurnal/index. php/saliha/article/view/3. Zulvia Trinova. AuPEMBELAJARAN BERBASIS STUDENT-CENTERED LEARNING PADA cara membentuk karakter siswa juga dapat dilakukan dengan pembiasaan12. Program yang disusun oleh kepala sekolah dengan para guru bersifat terjadwal yang dilakukan untuk agar peserta didik terbiasa melakukan kegiatan yang bernilai Islam yang berdampak secara sadar tanpa ada paksaan. Membiasakan peserta didik dengan perilaku religius sejak usia dini sangat penting agar karakter tersebut dapat dengan mudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Tanpa pembiasaan sejak dini, menanamkan karakter positif pada anak akan jauh lebih sulit ketika mereka tumbuh dewasa. Selain itu, rutinitas pembiasaan ini juga dapat meningkatkan minat dan ketertarikan orang tua serta masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. Pelaksanaan pendidikan karakter disekolah khususnya pada tingkat dasar tentunya harus dipersiapkan sejak awal dan harus mendapatkan pendampingan secara kontinu dari pihak sekolah melalui guru yang ada di sekolah. Apabila pendampingan pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara terus menurus tidak akan bisa membentuk karakter siswa yang baik dan yang diharapkan dimasa yang akan datang, hal ini tentunya harus membutuhkan pemahaman dan dukungan dari berbagai pihak baik dari internal sekolah maupun pihak eksternal yang ada di luar Implementasi program sekolah dalam pengembangan pendidikan karakter Islami, diantaranya: Melaksanakan shalat Dhuha berjamaah setiap Pagi Melaksanakan shalat dzuhur dan asyar berjamaah Membiasakan anak-anak untuk menghafal hadist dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah ataupun di Membaca surat Al Kahfi dan Al Matsurat setiap Kamis dan Jumat Pagi MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM,Ay Al-Ta Lim Journal 20, no. 1 (February 20, 2. 324Ae35, https://doi. org/10. 15548/JT. V20I1. Hasan Baharun and Mahmudah Mahmudah. AuKONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH BERBASIS PESANTREN,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 8, no. 1 (July 20, 2. : 149Ae73, https://doi. org/10. 22373/JM. V8I1. Lathifah Ummul Fauzieyah and Suyatno Suyatno. AuPendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Islam Terpadu,Ay Jurnal Basicedu 8, no. 1 (January 27, 2. : 306Ae18, https://doi. org/10. 31004/BASICEDU. V8I1. Mukhlas and Imron. AuIMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA SOCIETY 5. 0,Ay PROCEEDING UMSURABAYA, vol. April 12, 2021, http://journal. um-surabaya. id/index. php/Pro/article/view/7881. Melaksanakan Bina Pribadi Islam setiap Jumat setelah melaksanakan Shalat Dhuha, membaca Al Kahfi Di setiap semester melaksanakan Mabit (Malam Bina Pribadi Iman dan Takw. Di setiap hari-hari besar Islam mengundang tokoh agama untuk memberikan tausyiah tentang pendidikan karakter ataupun topik lainnya yang berfungsi untuk membentuk karakter Islami bagi siswa. Pendidikan nilai-nilai keagamaan sejak dini sangat perlu dilakukan untuk menanamkan dan membekali siswa serta membentuk karakter Islami yang kuat agar mampu bertahan dan berjuang di masa depan. Agar siswa mampu memahami dengan baik dan melaksanakan dengan suka cita, maka sekolah membuat program kegiatan dengan design yang menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, mampu menumbuhkan kecintaan siswa dalam menjalankan program sekolah yang berotientasi pada pembentukan karakter Islami. Kepala sekolah bersama para guru menyepakati untuk memberikan teladan bagi siswa dalam mewujudkan karakter Islami, khususnya bagi kepala sekolah yang bertanggung jawab atas output sekolah. Sebagai contoh, kepala sekolah tidak segan mengambil sampah yang terbuang sembarangan di depan peserta didik, ikut menyambut anak datang ke sekolah setiap pagi, ikut serta melaksanakan shalat berjamaah, bersikap ramah dengan semua orang, selalu bermusyawarah di setiap pengambilan kebijakan. Segala sesuatu tindakan dari pemimpin atau kepala sekolah harus dapat dipertanggung jawabkan, karena kepala sekolah adalah yang menjadi contoh utama di sekolah. Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan kepala sekolah sebagai educator bagi guru dan siswa, kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru, membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek dan memberi contoh mengajar15. Dalam menjalankan pengembangan pendidikan karakter Islami peserta didik sesuai perencanaan dan prosedural, kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara kontinyu, baik terjadwal ataupun setiap harinya. Apabila ada peserta didik yang melanggar aturan, maka diberlakukan konsekuensi sesuai kesepakatan Citraningsih and Hidayat. AuStrategi Kepala Sekolah Dalam Optimalisasi Kinerja Guru Di SD Negeri 2 Gombong. Ay yang berlaku yaitu ditegur atau diberi sanksi. Hal ini ditujukan agar peserta didik mampu memahami dan menyadari pentingnya program aturan yang dibuat sekolah, sehingga proses pengembangan pendidikan karakter Islami dapat berjalan dengan mudah dan terkendali. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Islami Implementasi mengembangkan pendidikan karakter Islami mendapat dukungan dari berbagai unsur, diantaranya dari lembaga pendidikan yang dikelola merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam dan visi yang tercantum juga mewujudkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islami, sehingga dalam merumuskan program utamanya adalah mencetak siswa yang memiliki karakter yang mulia atas dasar nilai-nilai Islam yang diharapkan dapat berdampak terhadap kehidupan siswa sehari-hari, tidak mudah terpengaruh dengan arus kemajuan zaman yang negatif, serta selalu menjaga shalat dan berpegang teguh pada Al-Quran sebagai pedoman dalam hidup, mampu menjadi generasi yang berbudi pekerti baik, berkarakter islami, dan paham dengan ilmu agama serta perannya sebagai manusia yang bermanfaat untuk pribadi ataupun masyarakat. Adapaun kendala yang dihadapai diantaranya ketika dalam penyusunan program, ada beberapa pihak yang belum mampu menyepakati program yang akan dilaksanakan, bahkan saat pelaksanaan ada terdapat pihak eksternal yang tidak memberikan izin kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan, contohnya, dalam melaksanakan Mabit ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti program tersebut . Namun, dengan menjalin komunikasi yang baik antar kepala sekolah dan para guru, kepala sekolah dengan orang tua siswa, guru dengan orang tua siswa sehingga ketika ditemukan konflik atau hambatan yang dihadapi dilakukan koordinasi Membangun pertemuan rutin, diskusi, program pengembangan untuk orang tua16. KESIMPULAN Khusnul Anam Muslihin. Abdul Adib, and Rina Setyaningsih. AuPENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF SUNNAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU BINA PRIBADI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR AL QURAoAN DARUL FATAH KELURAHAN BUKIT MERAPIN KECAMATAN GERUNGGAN KOTA PANGKALPINANG,Ay UNISAN JURNAL 3, no. 1 (March 16, 2. : 11Ae21, http://journal. id/index. php/unisanjournal/article/view/2051. Pendidikan karakter Islami merupakan upaya yang sangat penting dalam membentuk generasi muda yang bermoral dan berintegritas. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin, panutan dan penggerak utama sangat vital dalam mengatur dan mengembangkan serta mengimplementasikan strategi pendidikan karakter Islami yang efektif. Kolaborasi dengan tujuan kerjasama yang harmonis dengan berbagai unsur stakeholder sekolah dilakukan sebagai upaya keberhasilan pembentukan karakter Islami peserta didik. Perumusan program-program kegiatan dengan mengacu pada nilai-nilai Islam yang disepakati bersama dijalankan secara terukur dan terkontrol. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan sekolah dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat berdasarkan nilainilai Islam untuk menjadi generasi berkarakter Islami yang siap menghadapi perubahan dan pembaharuan peradaban. DAFTAR PUSTAKA