JIMP Vol 4 . (September 2. hal: 117 Ae 124 e - ISSN 2775-9679 p - ISSN 2774-9525 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ ANALISIS PERBANDINGAN METODE ALTMAN Z-SCORE. SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI POTENSI KEBANGKRUTAN PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK PERIODE 2018-2021 Tiyan Juliana Putra1*. Cotoro Mukri2. Tyahya Whisnu Hendratni3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia *E-mail koresponden: putrajulian97@gmail. Diterima 13 Maret 2024. Disetujui 18 September 2024 Abstrak perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya dan melanjutkan usahanya. Kebangkrutan biasanya ditandai dengan adanya masalah keuangan yang menimbulkan risiko yang mengindikasikan kegagalan manajemen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia. Contoh kajian ini adalah Hanjaya Mandala Sampoerna 2018-2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prediksi kebangkrutan antara model Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski. Dalam menentukan model prediksi yang paling akurat untuk memprediksi kebangkrutan Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa ketiga model memiliki tingkat akurasi yang sama untuk model Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski, yaitu nilai akurasi 100% Selain itu, berdasarkan pengujian lain menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prediksi kebangkrutan di antara ketiga model tersebut. Kata Kunci : Kebangkrutan. Laporan Keuangan. Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski Abstract Bankruptcy is a condition which states that a company is in financial trouble and the company cannot fulfill its obligations and continue its business. Bankruptcy is usually characterized by the presence of financial problems that pose risks indicating management failure. The data used in this study are company financial reports published on the Indonesian Stock Exchange's website. An example of this study is Hanjaya Mandala Sampoerna 2018-2021. The purpose of this study is to determine whether there are differences in bankruptcy prediction between the Altman Z-Score. Springate and Zmijewski models. In determining the most accurate prediction model to predict the bankruptcy of Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Based on the results of data analysis, it was concluded that the three models have the same level of accuracy for the Altman Z-Score. Springate and Zmijewski models, namely the accuracy value of 100%. In addition, based on other tests using the Shapiro-Wilk test, the t test shows that there are differences in predictions bankruptcy among the three models. Keywords: Bankruptcy. Financial Statements. Altman Z-Score. Springate and Zmijewski JIMP Vol 4 . (September 2. : 117 - 124 PENDAHULUAN Pada era sekarang ini kompetisi antar perusahaan semakin ketat bukan hanya perusahaanperusahaan berskala nasional, tetapi juga banyak perusahaan asing sehingga meningkatnya persaingan dalam dunia bisnis. Dengan adanya kompetisi yang semakin ketat antar perusahaan, maka setiap perusahaan dituntut untuk selalu meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan agar dapat menciptakan nilai dan laba perusahaan, karena lzaba merupakan cerminan keberhasilan sebuah manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya. Menurut Nurcahyono dan Sudharma . laporan keuangan dapat dijadikan dasar untuk mengukur kesehatan sebuah perusahaan melalui analisis dengan mengukur rasio keuangan. Dalam menilai sebuah perusahaan investor harus menganalisis laporan keuangan perusahaan terkait, sehingga dapat memberikan gambaran atau perkiraan dalam bentuk angka yang lebih akurat yang nantinya sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan melakukan analisis investor dapat mengetahui berapa besar risiko yang ditanggung dari investasi yang dilakukannya, karena dikhawatirkan pada kenyataannya perusahaan yang mereka investasikan memiliki risiko kebangkrutan atau perusahaan yang memiliki gejala kebangkrutan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan sehingga dapat merugikan investor. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Subsektor ini cukup menarik untuk dijadikan obyek penelitian karena di era sekarang rokok sudah seperti menjadi kebutuhan pokok lakilaki dewasa di lingkungan masyarakat indonesia. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) salah satu perusahaan yang bergengsi yang pada saat ini saling berkompetisi dengan perusahaan sejenis seperti PT. Gudang Garam Tbk (GGRM). PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), yang artinya persaingan antar perusahaan semakin meningkat dan lebih berkompetisi dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berdampak terhadap kinerja keuangan Berikut ini data keuangan singkat PT. Hanjaya Mandala Sampoerna tahun 2018-2021 Saat ini industri rokok di indonesia persaingannya semakin ketat karena masuknya rokok elektrik yang mulai meluas di indonesia dan rokok lintingan menyebabkan persaingan di industri rokok semakin Adanya kenaikan bea cukai pada rokok membuat perusahaan manufaktur industri roko mengalami kenaikan biaya dan meningkatnya harga jual yang berdampak naiknya harga produk. KAJIAN TEORI Menurut Fahmi . Jika suatu perusahaan mengalami masalah dalam likuiditas maka sangat memungkinkan perusahaan tersebut mulai memasuki kesulitan keuangan . inancial distres. dan jika kondisi kesulitan tersebut tidak cepat diatasi maka ini bisa berakibat kebangkrutan usaha . Model Springate adalah model rasio yang menggunakan Multiple Discriminat Analysis (MDA) untuk meilih 4 rasio dari semula 19 rasio keuangan yang populer dalam literatur-literatur, yang Tiyan dkk. Analisis Perbandingan Metode Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski Dalam Memprediksi Potensi dipercaya mampu membedakan secara terbaik yang dapat membedakan antara sound business yang pailit . dan tidak pailit . idak bangkru. (Wulandari et al, 2. Rasio-rasio keuangan dalam perhitungan Zmijewski memfokuskan pada seberapa mampu aset yang dimiliki perusahaan untuk menutupi hutang-hutangnya (Permana. Ahmar, & Djaddang, 2. METODE Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi terjadinya kebangkrutan pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dengan menggunakan tiga metode yaitu Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan pada perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk periode tahun 2018 Ae 2021 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan website resmi perusahaan. Pengambilan sampel didasarkan pada terjadinya penurunan laba bersih dan terjadinya kenaikan total utang yang terjadi pada tahun 2018 Ae 2021. Obyek penelitian yang akan diteliti adalah laporan keuangan yang telah di audit dari perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Periode 2018Ae 2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berdasarkan hasil perhitungan Altman Z-Score menunjukan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, pada periode 2018 - 2021 berada pada kondisi sehat ZAy > 2,6. Pada perhitungan Z1 (Working Capital to Total Asset. terdapat penurunan hasil perhitungan yaitu dari angka 0,62 pada tahun 2018 sampai diangka 0,36 pada tahun 2021. Artinya perusahaan mengalami penurunan modal operational yang mengakibatkan penurunan dalam kegiatan operasi sehingga dapat mengakibatkan penurunan pendapatan yang menyebabkan menurunnya kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek. Sedangkan pada model Springate kondisi perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk selama periode 2018 - 2021 menunjukkan hasil perusahaan dalam kondisi sehat, karena rata rata S-Score > 0,862 namun setiap tahunnya dari 2018 - 2021 mengalami penurunan. Working capital to total asset (WCTA) pada tahun 2018 - 2021 pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk mengalami penurunan nilai di setiap tahunnya dan mengalami nilai terendah di angka 0,36 terjadi pada tahun 2021 yang mengindikasi adanya peningkatan kewajiban lancar yang signifikan namun tidak diimbangi dengan peningkatan asset lancar sehingga berdampak pada penurunan Working capital to total asset (WCTA) tahun tersebut di laporan Model Zmijewski kondisi perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk selama periode 2018 - 2021 menunjukan hasil perusahaan dalam kondisi sehat, karena nilai < 0 namun setiap tahunnya dari 2018 sampai 2021 mengalami peningkatan. Return on asset (ROA) pada tahun 2018 sampai 2021 PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk mengalami penurunan nilai di setiap JIMP Vol 4 . (September 2. : 117 - 124 tahunnya dan mengalami nilai terendah di angka 13,44 yang terjadi pada tahun 2021 mengindikasi adanya penurunan dalam penggunaan aktiva untuk mendapatkan laba namun Return On Asset (ROA) di angka 13,44 masih di indikasikan bahwa Return On Asset (ROA) perusahaan masih dalam kondisi yang baik. Uji Normalitas Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Test of Normality Model Z Score Springate Zmijewski Kolmogorov-Smirnov Statistic 0,200 0,224 0,225 Sig Statistic 0,964 0,946 0,942 Shapiro Wilk Sig 0,805 0,692 0,669 Sumber : Data diolah, 2023 Hasil uji normalitas untuk masing-masing model prediksi kebangkrutan di PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk tahun 2018-2021. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah jika nilai > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,5, maka data survei tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil tabel input SPSS, nilai signifikansi model Altman Z-Score mendapatkan nilai sig sebesar 0,805 yang berarti berdistribusi normal. Springate memiliki nilai sig sebesar 0,692 yang artinya berdistribusi normal dan Zmijewski memiliki nilai 0,669 yang berarti berdistribusi normal. Uji Beda Tabel 2. Hasil Uji Paired T-Test Model Analisis Z-Score Ae Model Analisis Springate Model Analisis Z-Score Ae Model Analisis Zmijewski Model Analisis Springate Ae Model Analisis Zmijewski Model Analisis Kebangkrutan Altman Z-Score Ae Model Springate dan Model Zmijewski 0,007 0,007 0,007 Sumber : Data diolah, 2023 Berdasarkan hasil perhitungan Uji Paired T-test menurut dasar pengambilan keputusan uji paired T-test adalah jika nilai Asym. Sig < 0,05 maka hipotesis diterima. Atau bisa disebut ada perbedaan yang signifikan dan hasil dari ketiga metode dari table diatas yang memiliki nilai Asym. Sig < 0,05 yang artinya memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut hasil dari masing-masing metode: uji Paired T-test Z Score dengan Springate memiliki nilai 0. 007 yang menandakan adanya perbedaan antara Model Z-score dengan Springate. Pada uji t-test Z-Score dengan Zmijewski memiliki nilai 0. 007 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara Z-Score dengan Zmijewski. Dan pada Uji T test Springate dengan Zmijewski memiliki nilai 0. 006 menandakan adanya perbedaan yang signinifikan antara Springate dan Zmijewski. Tiyan dkk. Analisis Perbandingan Metode Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski Dalam Memprediksi Potensi Model Altman Z-Score Tabel 3. Hasil Uji Akurasi Model Altman Z-Score Keterangan Sampel Error Tipe 1 Error Tipe 2 Total Akurasi Jumlah Persentase Sumber : Data diolah, 2023 Hasil Uji Model Altman Z-Score menunjukkan bahwa Error tipe 1 model analisis kebangkrutan Altman Z-Score adalah 0%. Karena Error Tipe I merupakan kesalahan yang terjadi karena model Altman Z-Score dan nyatanya perusahaan tidaklah bangkrut namun sebenarnya yang terjadi adalah kebangkrutan. Hasil dari error tipe 1 yaitu 0% karena hasil dari sampel sama dengan keadaan perusahaan. Error Tipe II model Altman Z-Score adalah 0% karena kesalahan Tipe II adalah kesalahan yang terjadi karena model analisis kebangkrutan Altman Z-Score mengatakan perusahaan bangkrut, tetapi perusahaan tidak. Dengan demikian, hasil sampel yang tersedia adalah 0 karena hasil sampel mengatakan perusahaan dalam keadaan yang sehat. Jadi. Hasil prediksi uji akurasi model Altman Z-Score dalam analisis kebangkrutan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk adalah 100%. Model Springate Tabel 4. Hasil Uji Akurasi Model Springate Keterangan Error Tipe 1 Error Tipe 2 Total Akurasi Jumlah Sampel Persentase Sumber : Data diolah, 2023 Hasil Uji Model Springate menunjukkan bahwa error tipe 1 model analisis kebangkrutan model Springate adalah 0%. Karena error Tipe I merupakan kesalahan yang terjadi karena model Springate memprediksi bahwa perusahaan tidak benar-benar bangkrut namun sebenarnya yang terjadi adalah kebangkrutan. Hasil dari error tipe 1 yaitu 0% karena hasil dari sampel sama dengan keadaan perusahaan. Error Tipe II model Springate adalah 0%, karena error Tipe II adalah kesalahan yang terjadi karena model analisis kebangkrutan Altman Z-Score mengatakan perusahaan bangkrut, tetapi perusahaan tidak. Dengan demikian, hasil sampel yang tersedia adalah 0 karena hasil sampel mengatakan perusahaan dalam keadaan yang sehat. Jadi. Hasil prediksi uji akurasi model Springate dalam analisis kebangkrutan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. JIMP Vol 4 . (September 2. : 117 - 124 Model Zmijewski Tabel 5. Hasil Uji Akurasi Model Zmijewski Keterangan Error Tipe 1 Error Tipe 2 Total Akurasi Jumlah Sample Persentase Sumber : Data diolah, 2023 Hasil Uji Model Zmijewski menunjukkan bahwa error tipe 1 model analisis kebangkrutan model zmijewski adalah 0%. Karena error Tipe I merupakan kesalahan yang terjadi karena model Zmijewski memprediksi bahwa perusahaan tidak benar-benar bangkrut namun sebenarnya yang terjadi adalah kebangkrutan. Hasil dari error tipe 1 yaitu 0% karena hasil dari sampel sama dengan keadaan perusahaan. Error Tipe II model Zmijewski adalah 0%, karena error Tipe II adalah kesalahan yang terjadi karena model analisis kebangkrutan Altman Z-Score mengatakan perusahaan bangkrut, tetapi perusahaan tidak. Dengan demikian, hasil sampel yang tersedia adalah 0 karena hasil sampel mengatakan perusahaan dalam keadaan yang sehat. Jadi. Hasil prediksi uji akurasi model Zmijewski dalam analisis kebangkrutan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Pembahasan Hasil Semua Model Kebangkrutan Berdasarkan hasil uji Model Altman Z-Score memprediksi dari tahun 2018 sampai 2021 tidak akan terjadi kebangkrutan. Model Springate juga memprediksi hasil yang sama yaitu perusahaan mengalamai kondisi yang sehat. Begitu juga model Zmijewski yang memprediksi hasil yang sama dengan Model Altman Z Score dan Model Springate artinya seluruh model mengatakan perusahaan saat ini tidak akan bangkrut. Uji Beda Hasil uji Paired T test memberikan nilai sig < 0,05 yaitu sebesar 0,007 pada perbandingan model Altman Z Score dengan Springate yang artinya model tersebut memiliki perbedaan yang signifikan. Pada perbandingan Altman Z Score dengan Model Zmijewski memperoleh nilai sig 0,006 < 0,005 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara Model Altman Z Score dengan Model Springate dan pada perbandingan Model Springate dengan Model Zmijewski juga mendapatkan nilai sig 0,006 < 0,05 yang artinya ada perbedaan antara Model Springate dengan Model Zmijewski. Jadi hasil menunjukkan bahwa dari semua perbandingan nilai lebih kecil dari nilai sig yang artinya terdapat perbedaan antara hasil analisis potensi kebangkrutan model Altman Z-Score,. Model Springate dan Model Zmijewski. Hal ini menerima hipotesis pertama (Ha. yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara model Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski dalam memprediksi kebangkrutan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Tiyan dkk. Analisis Perbandingan Metode Altman Z-Score. Springate dan Zmijewski Dalam Memprediksi Potensi Uji Akurasi Berdasarkan hasil dari perhitungan akurasi yang dilakuan pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk diperoleh hasil bahwa dari ketiga model analisis kebangkrutan yang digunakan, model Altman z score, springate dan zmijewski memiliki akurasi yang sama tinggi. Model altman z score, model springate dan zmijewski memprediksi secara akurat selama 4 tahun sesuai dengan kenyataan perusahaan saat ini. dengan persentase sebesar 100%. Ketiga model yang digunakan pada penelitian ini merupakan model terbaik yang mendapatkan hasil perhitungan tingkat akurasi yang sesuai dengan kenyataan perusahaan saat ini. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian data penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil dari perhitungan ketiga model analisis keebangkrutan yaitu altman Z-score. Springate dan Zmijewski dalam menghitung PT. Hanjaya Mandala Samporena Tbk meemiliki hasil yang berkriteria sehat. Hasil dari analisis hipotesis Uji Paired T Test model Altman Z-Score , model Zmijewski dan model springate menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil dari uji akurat Altman Z-Score Springate dan Zmijewski memiliki hasil yang akurat karena sesuai dengan keadaan perusahaan saat ini. Saran Adapun saran-saran yang dapat disampaikan penulis dalam penelitian ini antara lain: Bagi perusahaan disarankan untuk segera mencari solusi yang tepat untuk memulihkan penurunan penjualan yang terjadi di tahun 2018-2021 dan menjaga nilai laporan keungannya agar tidak semakin mendekati potensi kebangkutan. Bagi investor sebelum menanamkan modal pada perusahaan sebaiknya melakukan analisis fundamental terlebih dahulu dan mencari tau proyek yang akan dilakukan oleh perusahaan, untuk memastikan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan baik untuk perusahaan dan juga investor Bagi akademisi diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi tentang analisis kebangkrutan sebuah perusahaan dan penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam memprediksi kebangkrutan dan juga bisa dijadikan sebagai bahan bacaan. DAFTAR PUSTAKA