JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA PENGGILINGAN PADI DI DESA MOKONG KECAMATAN MOYO HULU (STUDI KASUS DI USAHA PD PIO IJO) Lukman Hakim1. Siti Nurwahidah2. Syahdi Mastar3. M Aries Zukhri Angkasa4. Surya Prabu Wijaya5 1,3,4,5 Magister Agribisnis Universitas Samawa Sumbawa Besar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samawa Sumbawa Besar Email: lhakem009@gmail. com, siti nurawahidah@gmail. prabusurya272@gmail. Received: 2 Juni 2025 Revised: 25 Juni 2025 Published: 12 Juli 2025 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha penggilingan padi di desa mokong kecamatan Moyo Hulu . tudi kasus di PD Pio Ij. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 1 orang. Pemilihan lokasi ini dipilih . tudi kasu. yaitu terdapat hanya satu usaha penggilingan padi yang cukup berkembang di desa Mokong kecamatan Moyo Hulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya, penerimaan pendapatan. BEP, dan revenue cost ratio (R/C). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap . ixed cos. yang dikeluarkan usaha penggilingan padi PD Pio Ijo perbulan adalah Rp 3. 673,624-/bulan. Rata-rata jumlah biaya variabel dari proses penggilingan padi yaitu sebesar Rp 840,400. Rata-rata penerimaan sebesar Rp 59. 109,000-/bulan, rata-rata pendapatan Rp 40. 594,976-/bulan. Hasil analisis refenue of cost ratio (R/C) diperoleh nilai sebesar Rp. 3,19 dengan demikian, usaha penggilingan padi PD pio Ijo di desa mokong Kecamatan Moyo Hulu layak diusahakan. Kata Kunci: Penggilingan Padi. Pendapatan. Analisis kelayakan PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara agraris beriklim tropis yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Kebutuhan pangan indonesia masih bergantung pada kegiatan pertanian terutama tanaman padi. Padi (Oryza Sativa L) merupakan salah satu pangan utama yang hasil olahannya menjadi beras yang mana sebagian besar penduduk indonesia mengkonsumsinya. Penggilingan padi . ice milling uni. memiiki peran yang sangat penting dalam sistem agribisnis padi. Penggilingan padi merupakan pusat pertemuan antara produksi, pascapanen, pengolahan dan pemasaran gabah/beras. Sehingga dituntut untuk dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Penggilingan padi merupakan salah salah satu unsur dalam penanganan pascapanen JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 yang memerlukan proses penanganan dan pengolahan sehingga merupakan mata rantai penting dalam suplai beras yang dituntut untuk dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mendukung ketahanan pangan. Penggilingan padi secara tradisional dahulu dilakukan dengan cara menumbuk padi menggunakan lesung dan alu. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi maka diciptakan mesin penggilingan padi. Menurut Suprayono dan Setyono . penanganan pascapanen adalah tindakan yang dilakukan atau disiapkan pada tahap pasca panen agar hasil pertnian, khususnya tanaman pangan siap dan aman digunakan oleh konsumen atau diolah lebih lanjut oleh industri. Penanganan pasca panen meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani agar hasil pertanian mempunyai daya simpan dan daya guna yang tinggi. Usaha penggilingan padi milik Pd Pio ijo sudah beroperasi sejak tahun 2009. Awalnya usaha ini hanya memiliki 1 buah mesin penggiling padi dan 2 buah pick up. Pada tahun 2022 usaha penggilingan padi ini menambah 1 buah mesin penggiling padi baru yang menggunakan tenaga listrik. Usaha ini sudah berjalan selama 15 tahun Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian adalah: . Untuk mengetahui pendapatan usaha penggilingan padi di PD. Pio Ijo Dusun Pelita Desa Mokong dan . Untuk mengetahui kelayakan ekonomi usaha penggilingan padi secara ekonomis di PD. Pio Ijo Dusun Pelita. Desa Mokong. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 1 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dan sampel dalam penelitian ini adalah pemilik usaha penggilingan padi di pelita Desa Mokong Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa Besar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pendapatan yang di peroleh dan apakah layak atau tidak untuk dijalankan dari usaha penggilingan padi, dengan rumus sebagai berikut: Break event point (BEP) adalah suatu alat analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapat keuntungan atau profit. Berikut untuk menghitung BEP (Soekartawi, 2. Revenue Cost Ratio merupakan analisis yang melihat perbandingan antara penerimaan atau revenue (R) dan biaya atau cost (C). tujuannya adalah untuk mengetahui layak atau tidak usaha tani itu dilaksanakan (Soekartawi, 2. Kriteria kelayakan usaha yaitu jika R/C ratio>1 berarti usaha tersebut untung atau layak untuk diusahakan, jika R/C ratio < 1 menunjukkan usaha tersebut rugi atau tidak layak diusahakan dan jika R/C ratio = 1 usaha dalam keadaan tidak untung dan tidak rugi (Soekartawi, 2. Benefit Cost Ratio merupakan alat analisis untuk mengukur tingkat kelayakan dalam proses produksi usaha tani (Soekartawi, 2. Kriteria kelayakan usaha yaitu jika B/C ratio>1 berarti usaha tersebut untung atau layak untuk diusahakan, jika B/C ratio < 1 menunjukkan usaha tersebut rugi atau tidak layak diusahakan dan jika B/C ratio = 1usaha dalam keadaan tidak untung dan tidak rugi (Soekartawi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pendapatan Pendapatan usaha penggilingan padi adalah selisih antara penerimaan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan dan dapat didefinisikan sebagai sisa dari pengelolaan nilai penerimaan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengukur berhasilnya suatu usaha penggilingan padi dapat diilakukan dengan analisis pendapatan, dengan melakukan analisis ini dapat diketahui gambaran usaha penggilingan padi saat ini sehingga dapat melakukan evaluasi untuk perencanaan kegiatan usaha penggilingan padi di masa yang akan datang. (Soekartawi, 2. Gambaran penerimaan, biaya usaha dan pendapatan dapat dilihat pada Tabel 1. JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 Tabel 1. total Pendapatan Usaha Penggilingan Padi . er\Jul. Variabel Jumlah Persentase (%) Penerimaan Ongkos Penggilingan 35,03 Dedak 64,97 Total Biaya produksi Biaya tetap 19,84 Biaya variabel 80,16 Sub total Pendapataan Sumber: Data Primer, diolah 2024 Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa data pendapatan usaha penggilingan padi sebesar Rp. 000 yang terdiri dari ongkos penggilingan padi sebesar 20. 709,000 yang dihasilkan dari penggilinggan padi per 1 bulan dengan jumlah 69. 030 Kg dengan harga penggilingan perkilonya Rp. Ongkos penggilingan padi tersebut menyumbang 35,05% dari total penerimaan. Pendapatan penjualan dedak sebesar Rp. 000 yang dihasilkan dari penjualan dedak per 1 bulan dengan jumlah 000 Kg dengan harga Rp. 600 perkilo nya. Penjualan dedak tersebut menyumbang 64,97% dari total penerimaan. Sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan adalah Rp. 437 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 611,037 yang didapat dari total keseluruhan biaya tetap seperti biaya penyusutan alat seperti Rice Millin Unit (RMU) sebanyak 2 unit, timbangan 300 Kg sebanyak 1 unit, sekop sebanyak 2 unit, mobil pick up untuk mengangkut sebanyak 2 unit, dinamo listrik sebanyak 1 unit, mesin Ps 100 sebanyak 1 unit dan Gedung produksi sebanya 1 unit. dengan tingkat penerimaan persentase sebesar 19,84%. Sedangkan biaya variabel sebesar Rp. 840,400 yang didapat dari pembelian seperti Karung, oli mesin, solar, bahan bakar mobil angkutan, listrik, spidol, gaji supir dan gaji buruh dengan persentase 80,16%. Analisis Kelayakan Ekonomi Kelayakan ekonomi dilakukan untuk mengetahui suatu pembangunan proyek yang layak dan menguntungkan bagi wilayah sekitarnya (Torang Surya Siagian & Sejahtera Surbakti, 2. Kelayakan ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan nilai BEP. R/C ratio dan B/C ratio. JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 Break Event Point (BEP) BEP Produksi Usaha Penggilingan Padi P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 BEP produksi dalam usaha penggilingan padi yaitu perbandingan antara total biaya dengan harga jual selama 1 bulan produksi. Jumlah BEP produksi dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. BEP Produksi Usaha Penggilingan Padi di Usaha PD Pio Ijo Uraian Jumlah Total Biaya . (R. Harga Penggilingan Padi . (Rp/K. Harga Penjualan Dedak . (Rp/K. BEP Produksi Penggilingan Padi . (K. BEP Produksi Penjualan Dedak . (K. Sumber: Data Primer Diolah, 2024 BEP Berdasarkan Tabel 1 diatas terlihat BEP Produksi penggilingan padi sebesar 838 Kg sedangkan untuk jumlah produksi penggilingan padi dalam 1 bulan 030 Kg, terdapat selisih 4. 192 Kg. BEP Produksi untuk penjualan dedak 157 Kg dan jumlah produksi dedak dalam 1 bulan adalah 15. 000 Kg, sehingga terdapat selisih 2. 843 Kg Karena nilai BEP >1 untuk kedua usaha tersebut artinya usaha penggilingan padi tersebut telah mendapatkan keuntungan yang BEP Harga Usaha Penggilingan Padi BEP Harga adalah perbandingan total biaya dengan jumlah produksi. BEP harga dalam penelitian usaha penggilingan padi yaitu berapa minimal harga yang harus ditawarkan agar modal sebagai biaya produksi dapat dikembalikan. Tabel 2. BEP Harga Usaha Penggilingan Padi di Usaha PD Pio Ijo Uraian Jumlah Total Biaya . (R. Jumlah Produksi Penggilingan Padi . (K. Jumlah Produksi Penjualan Dedak . (K. BEP Harga Penggilingan Padi . (R. BEP Harga Penjualan Dedak . (R. Sumber: Data Primer Diolah, 2024 BEP Berdasarkan Tabel 2 diatas diketahui bahwa BEP harga yang bisa ditawarkan untuk biaya penggilingan padi/kg adalah Rp. Sementara harga giling yang telah ditetapkan sebesar Rp. Ini berarti harga giling padi lebih besar dari BEP Harga, maka usaha penggilingan padi layak di usahakan. Pada penjualan dedak BEP harga yang bisa ditawarkan untuk harga jual dedak/Kg adalah Rp. Sementara harga jual yang telah ditetapkan sebesar Rp. Ini JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 berarti harga jual dedak lebih besar dari BEP Harga, maka usaha penggilingan padi layak di usahakan. Revenue Cost Ratio (R/C) Nilai R/C rasio yaitu perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya selama 1 priode produksi. Analisis kelayakan usaha digunakan untuk mengetahui masih layak atau tidaknya usaha penggilingan padi ini dijalankan. Perhitungan R/C Ratio dapat terlihat sebagai berikut : Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh hasil R/c Ratio sebesar 2,29 yang artinya usaha PD Pio Ijo telah mendapatkan keuntungan 2,29 kali dari modal/ biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi, atau dengan kata lain setiap Rp. 000 biaya yang dikeluarkan maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. Hal ini juga dapat terlihat dari penerimaan yang diperoleh pada setiap Rp. 451,437 per bulannya. Benevit Cost Ratio (B/C) Ratio Nilai B/C Ratio adalah perbandingan antara pendapatan dengan total biaya. B/C ratio merupakan suatu pengujian kelayakan pada suatu usaha. Perhitungan hasil analisis pendapatan atas biaya (B/C) ratio dapat dilihat sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan diatas ini dapat dilihat dari perbandingan dari total pendapatan dengan total biaya produksi yaitu Rp. 1,29, yang artinya usaha pengguilingan padi di PD Pio Ijo layak untuk diusahakan. Hal ini juga berarti bahwa setiap Rp. 000 biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha untuk menjalankan usahanya maka akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp. Pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha penggilingan padi PD. Pio Ijo di Desa Mokong Kecamatan Moyo Hulu yaitu sebesar Rp. 257,563/bulan dan total biaya sebesar Rp. 437/bulan. JSEP Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Samawa Volume 5 No 2 2025 P-ISSN: 2807-6176 E-ISSN: 2807 4033 KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Biaya tetap yang dikeluarkan untuk usaha penggilingan padi PD. Pio Ijo dengan rata-rata Rp. 611,037/bulan. Untuk biaya variabel yang dikeluarkan sebesar Rp. 840,400/bulan, rata-rata Rp. 451,437/bulan. Penerimaan total yang diterima dari hasil penggilingan padi PD. Pio Ijo dengan rata-rata Rp. 709,000/bulan. pendapatan bersih diterima sebesar 563/bulan. Jumlah BEP dengan jumlah produksi penggilingan padi sebesar 69. 030 Kg lebih besar dari BEP produksi sebesar 64,838 Kg dan jumlah produksi dedak 000 Kg lebih besar dari BEP produksi sebesar 12,157 Kg. Harga jual Rp. 300/Kg lebih besar dari BEP harga sebesar Rp. 281/Kg dan harga jual dedak Rp. 600/Kg lebih besar dari BEP harga sebesar Rp1. 296/Kg. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar Rp. 2,29 dan nilai B/C ratio sebesar Rp. 1,29. Ini menunjukkan bahwa usaha penggilingan padi PD. Pio Ijo Desa Mokong Kecamatan Moyo Hulu layak diusahakan. Saran Kepada PD Pio Ijo untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan usaha yang telah dilakukan selama 15 tahun karena merupakan salah satu usaha yang berkembang di Desa Mokong Kecamatan Moyo Hulu. DAFTAR PUSTAKA