Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Kemampuan Literasi Informasi Kesehatan Anak Para Followers dalam Memanfaatkan Konten Edukasi di Instagram @buminalabooks untuk Melawan Hoaks Elok Nafilah. Elnovani Lusiana. Fitri Perdana Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran elok19001@mail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi kesehatan anak para followers dalam memanfaatkan konten informasi kesehatan anak di Instagram @buminalabooks untuk mengatasi hoaks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi pustaka. Informan pada penelitian ini berjumlah 5 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa semua informan pernah menemukan berita hoaks di media sosial Instagram, namun mereka berusaha untuk mengatasinya dengan mencari informasi kesehatan anak dari sumber kredibel. Kemampuan literasi informasi 5 informan dalam mencari informasi pada Instagram @buminalabooks berbeda-beda. Sebagian besar informan sudah memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengidentifikasi kesenjangan informasi, merencanakan strategi pencarian informasi, mengumpulkan informasi, mengevaluasi informasi yang telah diperoleh, mengelola informasi, dan mengaplikasikan informasi pada kehidupan seharihari. Namun, sebagian besar informan belum dapat mengumpulkan informasi dengan perangkat lunak tertentu, hanya satu informan yang membuat rangkuman dan memanfaatkan Canva untuk membuat konten hasil Seluruh informan juga belum memanfaatkan kutipan dan bibliografi untuk mengelola informasi, namun mereka berpendapat bahwa hak cipta merupakan suatu yang penting. Kata Kunci: Hoaks. Literasi Informasi. Kesehatan Anak. Media Sosial. Instagram. Followers. Buminalabooks. ABSTRACT This study aims to determine the ability of child health literacy of followers in utilizing child health information content on Instagram @buminalabooks to overcome hoaxes. This research uses a qualitative method where the data collection uses interviews, observations, and literature studies. The informants in this study amounted to 5 people. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the discussion show that all informants have found hoax news on Instagram social media, but they try to overcome it by looking for child health information from credible sources. The information literacy skills of 5 informants in finding Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 information on Instagram @buminalabooks are different. Most informants already have the ability to identify information needs, identify information gaps, plan information search strategies, collect information, evaluate information that has been obtained, manage information, and apply information to daily life. However, most informants have not been able to collect information with specific software, only one informant made a summary and utilized Canva to create the summarized content. All informants have not utilized citations and bibliography to manage information, but they think that copyright is important. Keywords: Hoax. Information Literacy. Child Health. Social Media. Instagram. Followers. Buminalabooks. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Golden Age atau usia emas merupakan masa-masa kritis bagi tumbuh kembang seorang anak. Disebut demikian karena pada masa ini sekitar 80% atau sebanyak 100 milyar sel otak pada manusia sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Masa ini juga hanya berlangsung satu kali seumur hidup sehingga akan sangat berpengaruh untuk kehidupan sang anak di masa depan (Rijkiyani et al. , 2. Periode ini berlangsung selama 1000 hari pertama sejak bayi di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun dan merupakan masa yang tepat untuk mengoptimalkan stimulasi kecerdasan dan kesehatan fisik (Sugeng et al. , 2. Optimalisasi tumbuh kembang anak tidak bisa dipisahkan dari peran kedua orang tua karena untuk menciptakan anak yang sehat dan cerdas harus dimulai dari kesadaran untuk melakukan pola asuh dan perawatan yang baik. Oleh karena itu, para orang tua harus dibekali dengan informasi kesehatan anak dan ilmu parenting yang maksimal sebelum merencanakan program Hal pertama yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut yaitu dengan mencari informasi dari berbagai sumber, salah satunya adalah media sosial. Saat ini, penggunaan media sosial sebagai media untuk mencari informasi lebih diminati oleh masyarakat dari pada media lain seperti buku, surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Berdasarkan data dari Hootsuite (We are Socia. yang merupakan lembaga yang menyediakan data tentang tren internet di seluruh dunia, bahwa terdapat 167 juta atau 60,4% dari total Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 populasi merupakan mengguna media sosial dimana salah satu media sosial yang populer digunakan yaitu Instagram dengan pengguna sebanyak 89,15 juta orang (Kemp, 2. Popularitas Instagram sebagai media yang dipilih untuk menelusuri informasi kesehatan bahkan mencapai 64,4 % jika dibandingkan dengan media sosial yang lain (Anisah et al. , 2. Terdapat beberapa alasan penggunaan media sosial khususnya Instagram dalam hal pencarian informasi kesehatan yaitu dapat dengan mudah menyebarkan informasi kesehatan secara luas dengan tampilan visual yang menarik, perolehan informasi yang mudah, serta memiliki manfaat yang baik (Fardila et , 2. Selain itu, media sosial lebih banyak menyediakan informasi sehingga masyarakat lebih bebas mengakses informasi yang diinginkan (Rachmawati & Agustine, 2. Meskipun media sosial dinilai memberikan banyak kemudahan dalam pencarian informasi, hal ini justru menyebabkan masyarakat kebingungan dan lebih sulit untuk memilih dan memahami informasi yang kredibel atau Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi bahwa pada periode Agustus 2018 Ae Mei 2023 kasus hoaks atau berita bohong di Indonesia didominasi oleh isu tentang kesehatan sebanyak 2. 278 item (Husna. Contoh kasus yang teridentifikasi hoaks oleh Tim AIS adalah berita di media sosial Instagram bahwa vaksin Covid-19 berbahaya untuk anak-anak, bertujuan untuk genosida, anak-anak kebal terhadap virus Covid-19 sehingga penyebab meninggalnya bukan karena virus ini (Lia, 2. Kacaunya masih Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 banyak orang yang mendukung narasi bohong tersebut dengan menyuarakan pendapat dengan membuat tagar #tolakvaksin. Dikarenakan informasi hoaks tentang kesehatan anak yang banyak beredar, masyarakat sebagai pengendali utama arus informasi perlu melakukan antisipasi dengan meningkatkan literasi informasi kesehatannya. Para pasangan yang sedang dalam program kehamilan atau sedang dalam proses pengasuhan anak usia dini wajib memiliki kemampuan literasi informasi kesehatan sebab seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa anak dalam masa kandungan sampai dua tahun atau masa golden age merupakan periode kritis sehingga orang tua harus mengoptimalkan diri tentang pengetahuan tentang kesehatan anak dari sumber yang kredibel dan terpercaya agar terhindar dari informasi hoaks yang akan membahayakan kesehatan anak. Tingginya isu tentang informasi kesehatan ini kemudian dimanfaatkan oleh salah satu penerbit mandiri di bidang kesehatan yaitu Buminala Books. Buminala Books merupakan self-publishing asal Bandung yang bergerak di bidang psikologi dan kesehatan anak memiliki perhatian besar untuk meningkatkan kualitas literasi informasi kesehatan para orang tua. Buminala Books memiliki komitmen untuk membuat buku yang sudah terkurasi oleh para ahli dan memberikan ilmu yang terbebas dari informasi bohong . Selain menyediakan terbitan buku yang berkualitas. Buminala Books juga memanfaatkan media sosial Instagram sebagai platform daring untuk menyediakan konten edukatif yang membahas berbagai macam informasi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 mengenai kesehatan dan psikologi anak yaitu pada akun @buminalabooks. Sejak unggahan pertamanya pada 20 Januari 2020. Instagram @buminalabooks hingga saat ini pada tanggal 18 Agustus 2023 sudah mengunggah sebanyak 425 postingan dan memiliki followers sebanyak 41,7 Buminala Books pada Instagram-nya menyajikan berbagai bentuk konten informasi kesehatan dengan berbagai fitur yang disediakan oleh Instagram seperti melalui feeds, story. Live IG, dan reels. Dalam penelitian berjudul AuSocial Media and Health LiteracyAy, disebutkan bahwa media sosial merupakan alat yang efektif digunakan sebagai media literasi kesehatan, hal ini karena media sosial dinilai dapat membantu mengomunikasikan informasi kesehatan dengan cara yang mudah dimengerti oleh masyarakat sehingga banyak dokter atau profesional kesehatan yang memanfaatkannya (Helen dalam Anisah et al. , 2. Sejak berdiri pada tahun 2020. Buminala Books menggandeng sejumlah psikolog anak, dokter anak, serta ahli kesehatan lainnya untuk berkolaborasi memberikan konten edukasi yang menarik dan terpercaya agar masyarakat khususnya para orang tua dapat memperoleh informasi yang kredibel secara mudah dan murah melalui pemanfaatan konten edukatif di Instagram @buminalabooks. Berdasarkan American Library Association (ALA) pada tahun 1998, literasi informasi memiliki pengertian yaitu kemampuan untuk mengetahui kapan informasi diperlukan termasuk kemampuan untuk melakukan pencarian informasi, menemukan informasi, melakukan analisis, melakukan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menggunakannya untuk memecahkan masalah (Komariah et al. , 2. Sedangkan literasi informasi kesehatan berarti kemampuan seseorang untuk mencari, menemukan, menganalisis, mengevaluasi, mengomunikasikan, dan memecahkan permasalahan (Anisah et al. , 2. Literasi informasi memiliki empat model, yaitu The Big 6. The Seven Pillars of Information Literacy. The Empowering 8, dan The Seven Faces of Information Literacy. Keempat model tersebut memiliki ciri khasnya masingmasing untuk diterapkan pada pembelajar tertentu. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Seven Pillars of Information Literacy yang dikenalkan oleh SCONUL (Standing of National and University Librarie. pada tahun 1999. Model ini dulunya digunakan oleh para pustakawan dan guru untuk membantu menyampaikan keterampilan informasi kepada peserta didik mereka. Namun seiring perkembangan informasi, sejak tahun 2011 model ini diperbarui dan diperluas agar relevan dengan komunitas dan pengguna yang berbeda. Definisi teori The Seven Pillars of Information Literacy yaitu sebagai berikut: AuInformation literate people will demonstrate an awareness of how they gather, use, manage, synthesis and create information and data in an ethical manner and will have the information skills to do so effectivelyAy (SCONUL, 2. Masing-masing pilar berarti seperangkat kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi seorang yang melek literasi informasi, adapun ketujuh pilar tersebut yaitu: . Identify, artinya mampu mengidentifikasi kebutuhan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 informasi pribadi. Scope, artinya dapat mengakses pengetahuan dan mengidentifikasi kesenjangan. Plan, artinya dapat membangun strategi untuk menemukan informasi dan data. Gather, artinya dapat menemukan dan mengakses informasi dan data yang dibutuhkan. Evaluate, artinya dapat meninjau proses penelitian, membandingkan, serta mengevaluasi informasi dan data. Manage, artinya dapat mengatur informasi secara profesional dan etis. Present, artinya dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh, menyajikan hasil, mensintasi pengetahuan lama dan baru serta menciptakan pengetahuan dan menyebarkannya dengan berbagai cara. Dalam penelitian terdahulu berjudul AuLiterasi Informasi Melawan Hoaks Bidang Kesehatan di Komunitas OnlineAu, model literasi informasi The Seven Pillars of Information Literacy digunakan untuk menggambarkan literasi informasi di dalam sebuah komunitas online di Facebook bernama Indonesia Hoaxes dalam melawan hoaks di media sosial. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa anggota yang bergabung di dalam komunitas tersebut sudah memiliki kesadaran untuk mengidentifikasi informasi, cakupan, merencanakan, mengumpulkan informasi, mengevaluasi, mengelola, serta menyajikan informasi dimana literasi informasi sudah terbentuk setiap saat karena admin komunitas akan mengunggah informasi hoaks sekaligus kebenarannya dan anggota komunitas bisa berdiskusi, berkomentar, bahkan menambahkan informasi (Juditha, 2. Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana kemampuan literasi informasi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kesehatan anak orang tua dengan memanfaatkan media sosial Instagram untuk memerangi hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi kesehatan orang tua yang memiliki anak usia dini dengan memanfaatkan informasi dari Instagram @buminalabooks sebagai sumber informasi yang kredibel dan terpercaya untuk melawan hoaks. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk menggali dan menangkap makna yang menurut sejumlah orang merupakan masalah sosial atau kemanusiaan (Creswell, 2. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini @buminalabooks memanfaatkan media sosial Instagram Buminala Books sebagai media edukasi untuk melawan hoaks. Selain itu, metode kualitatif berfokus untuk mencari makna, konsep, dan deskripsi mengenai suatu fenomena berdasarkan kejadian sebenarnya atau setting alami yang disajikan secara naratif (Yusuf. Penelitian ini akan mendeskripsikan kemampuan literasi informasi followers-nya Instagram @buminalabooks sebagai media untuk melawan hoaks secara nyata tanpa mengubah apapun yang terjadi di lapangan maupun campur tangan peneliti. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu dua bulan, yaitu sejak bulan Juli Ae Agustus 2023. Subjek penelitian merupakan informan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian. Perolehan subjek penelitian dilakukan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian (Sugiyono, 2. Adapun subjek dari penelitian ini merupakan informan dengan kriteria sebagai orang tua yang memiliki anak usia dini sekaligus mengikuti media sosial Instagram @buminalabooks dan menyimak konten informasi kesehatan anak yang disajikan. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang orang tua yang merupakan followers @buminalabooks. Pemilihan subjek tersebut karena dinilai dapat melengkapi data penelitian yang dibutuhkan. Sedangkan objek penelitian atau inti permasalahan yang akan diteliti merupakan kualitas literasi informasi kesehatan followers @buminalabooks. Pengumpulan wawancara, observasi, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan dibutuhkan dapat diperoleh. Adapun metode wawancara dilakukan secara daring melalui fitur Direct Message di Instagram karena lokasi peneliti dengan informan yang tidak berdekatan. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung akun media sosial Instagram @buminalabooks untuk melihat interaksi yang terjadi pada konten-konten informasi kesehatan anak. Sementara itu, metode studi pustaka dilakukan dengan mengambil rujukanrujukan ilmiah sebagai penelitian terdahulu dan membantu memperkuat Teknik analisis data pada penelitian ini merujuk pada Miles dan Huberman menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kesimpulan (Sugiyono, 2. Reduksi data dilakukan dengan merangkum data yang sesuai dengan fokus penelitian, data penelitian ini difokuskan pada memanfaatkan konten pada Instagram @buminalabooks untuk mencegah Penyajian data penelitian ini memanfaatkan uraian dengan skema Sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan dengan pencatatan halhal yang perlu diperjelas dan menentukan sebab-akibat dari penelitia Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Keterkaitan Informasi Hoaks di Media Sosial dengan Kemampuan Literasi Informasi Pada aspek ini, analisis dilihat dari tanggapan para followers Instagram @buminalabooks terhadap pengalaman mereka terkait munculnya berita hoaks tentang kesehatan anak yang beredar di media sosial Instagram, tanggapan terkait berita hoaks yang ditemukan, dan cara mencegah hoaks. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan informan, bahwa informan sering menemukan informasi bohong di Instagram, salah satunya yaitu tentang bahaya cara menggendong anak usia dini dengan metode Mshape karena akan berakibat pada bentuk kaki anak menjadi mengangkang. Kehadiran informasi hoaks yang beredar di media sosial Instagram tersebut menjadi satu hal yang membingungkan bagi informan karena sulit membedakan mana informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan. Selain itu, pengaruh lingkungan akan informasi hoaks yang sudah ada turun temurun di masyarakat juga menjadi tantangan berat bagi orang tua dalam hal membuat keputusan. Berikut ini merupakan kutipan wawancara dengan salah satu informan terkait hoaks: AuKita kadang sebagai ibu baru tuh bingung mana berita yang benar dan yang salah, ditambah doktrin dari luar yang bikin ibu makin pusing nentuin mana yang terbaik buat anaknya. Kalau di anak aku sih contohnya vaksin ya, karena ada yang bilang vaksin itu berbahaya efeknya nanti di masa depan. Cuma karena kekuatan ga punya, akhirnya ikut lingkungan sekitar deh. Tapi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 waktu vaksin polio aku ngeyel ikutan sih. Ay Informasi kepercayaan yang sudah mengakar kuat di masyarakat. Kepercayaan masyarakat akan suatu informasi hoaks menurut Laras Sekarsih yang merupakan dosen Psikologi Media dari Universitas Indonesia bisa diakibatkan karena dua hal, yaitu opini dan keterbatasan pengetahuan (Juditha, 2. Opini bisa diartikan apabila masyarakat menyukai suatu hal tentang seseorang, kebijakan, atau produk tertentu sehingga akan menerima begitu Sedangkan dikarenakan masyarakat tidak mengetahui kebenaran informasi yang diberikan sehingga tidak dapat membedakan informasi yang benar atau salah. Jika budaya ini terus dibiarkan, maka informasi hoaks akan sulit untuk dicegah karena pengendali utama arus informasi merupakan masyarakat itu sendiri dan yang lebih parahnya akan berakibat fatal bagi kesehatan anak karena para orang tua termakan berita hoaks. Meskipun demikian, banyaknya informasi hoaks yang beredar di media sosial Instagram tidak menjadikan para orang tua percaya begitu saja dan menelan mentah-mentah tanpa tau kebenarannya. Kehadiran media sosial dimanfaatkan juga oleh para praktisi kesehatan untuk menyediakan informasi yang berkualitas. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mencegah informasi hoaks dan mengecek kebenaran informasi. Berikut ini merupakan kutipan wawancara salah satu informan yang melakukan pencegahan informasi hoaks dengan membekali diri melalui informasi yang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 didapatkan dari berbagai sumber, yaitu sebagai berikut: AuBiasanya aku sebelum ngelakuin sesuatu ke anak search dulu di sumber terpercaya kaya di IG atau Google. Kadang suka kesel kalo bapaknya aja suka asal kasih makanan tanpa cari tau itu boleh atau engga. Ay Penjelasan dari informan di atas juga mewakili jawaban-jawaban informan lain, mereka juga melakukan pencarian informasi pada sumber yang Hal ini menunjukkan bahwa informan sudah dengan bijak menanggapi informasi hoaks yang beredar di media sosial dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menambah pengetahuan tentang informasi kesehatan anak. Kemampuan Mengidentifikasi Kebutuhan Informasi untuk Mencegah Hoaks Pada aspek ini, analisis dilakukan melalui beberapa pertanyaan tentang bagaimana kemampuan followers @buminalabooks dalam mengidentifikasi dan memahami kebutuhan informasi pribadi. Dalam teori SCONUL, aspek Identify dibagi lagi menjadi 7 . kategori, yaitu: . memiliki kesadaran tentang perlunya mencari informasi, . mengetahui tujuan saat mencari informasi, . mengetahui cara menentukan kata kunci saat mencari informasi, . mengetahui batas pencarian informasi, . memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mencari informasi baru, . memiliki rasa tanggung jawab untuk mencari informasi, dan . dapat mengelola waktu dengan efektif saat mencari informasi. Berdasarkan hasil wawancara, salah satu informan menyebutkan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 bahwa penting bagi orang tua untuk mencari informasi kesehatan agar dapat memberikan perlakuan yang terbaik. Berikut merupakan kutipan wawancara tentang kesadaran perlunya mencari informasi kesehatan anak: AuBiar ga serba asal-asalan. Karena kalo asal-asalan bukannya membaik malah memburuk. Yang ribet pasti ibunya. Ay Hasil tersebut menunjukkan bahwa informan sudah memiliki kesadaran tentang perlunya mencari informasi tentang kesehatan anak untuk mencegah Pencarian informasi tentang kesehatan anak dilakukan karena apabila orang tua tidak mengetahui tentang kebenaran informasi, maka akan merugikan kesehatan anak dan menyulitkan orang tua. Penyediaan Instagram @buminalabooks dimanfaatkan dengan baik oleh orang tua untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam mencegah hoaks, hal ini terlihat pada tanggapan informan yang sudah mengetahui secara jelas tujuan dalam pencarian informasi. Berikut merupakan kutipan wawancara tentang tujuan pencarian informasi: AuTujuannya InsyaAllah samampuku ya. Karena jujur aku masih banyak salah dan masih banyak hal yang harus aku pelajari. Aku juga pelupa, jadi kadang belum konsisten dalam Ay Hasil Instagram @buminalabooks yaitu agar konten yang tersedia dapat dijadikan sebagai Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 sumber pengetahuan yang akan diterapkan pada proses pendampingan tumbuh kembang anaknya. Selain itu, hasil wawancara tersebut sekaligus menunjukkan bahwa informan sudah memiliki rasa tanggung jawab untuk kebutuhan informasi dan pengetahuannya karena memiliki tujuan yang jelas. Pada aspek kemampuan menentukan kata kunci, seluruh informan sudah dapat menentukan kata kunci, biasanya kata kunci muncul karena adanya ketertarikan terhadap suatu konten tema kesehatan anak dari video @buminalabooks yang muncul di beranda, kemudian informan ingin mencari tau lebih dalam tema tersebut atau memang memiliki kebutuhan akan tema Hal ini juga menunjukkan bahwa informan sudah dapat menentukan batas pencarian informasi melalui tema yang dicari. Para informan sudah memanfaatkan dengan baik pengetahuan yang didapatkan dari posyandu, lingkungan keluarga, dan buku untuk melakukan pencarian informasi lebih lanjut karena biasanya mereka masih merasa informasi yang dimiliki masih kurang. Pada aspek mengelola waktu, informan tidak secara khusus mengelola waktu pencarian informasi karena biasanya mereka mencari informasi di Instagram @buminalabooks jika memiliki waktu luang saja, hal ini menurut informan sudah dilakukan secara efektif karena telah membagi waktu untuk melakukan pencarian informasi tentang kesehatan anak dengan kegiatan sehari-harinya. Kemampuan Mengakses dan Mengidentifikasi Kesenjangan Informasi untuk Mencegah Hoaks Pada aspek Scope, menurut SCONUL terdapat 5 . indikator untuk Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . mengetahui informasi yang belum diketahui, . mengidentifikasi jenis informasi yang paling dibutuhkan, . mengetahui keberadaan sumber informasi, . mengidentifikasi alat pencarian informasi, serta . mengidentifikasi format yang berbeda. Berdasarkan hasil wawancara, semua informan sudah mengetahui informasi yang belum diketahui, sebagai contoh pada kasus hoaks tentang bahaya vaksin bagi anak, sebelumnya informan tidak mengetahui kebenaran informasi tersebut. Maka dari itu, informan akan melakukan pencarian Instagram @buminalabooks atau media sosial lainnya sehingga jelas bahwa informan berusaha mengatasi kesenjangan informasi dengan cara mengeksplorasi lebih dalam informasi yang dibutuhkan. Sebagian besar informan juga sudah mengerti bagaimana cara mencari sumber informasi, kebanyakan dari mereka akan menggunakan media sosial dari sumber yang kredibel seperti @buminalabooks dan akun sejenis. Selain itu semua informan sudah dapat mengidentifikasi berbagai fitur yang dimanfaatkan oleh @buminalabooks untuk menyebarkan konten informasi kesehatan anak seperti Reels . ideo pende. Feeds . oto berupa tulisa. , dan Instagram Story. Kemampuan Merencanakan Strategi Pencarian Informasi untuk Mencegah Hoaks Pada aspek Plan, menurut SCONUL terdapat 4 . indikator untuk menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . menentukan pertanyaan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pencarian informasi secara jelas, . menentukan strategi pencarian kata kunci yang tepat, . memilih alat pencarian yang sesuai, serta . menguasai padanan kata untuk membantu penelusuran informasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, semua informan sudah dapat menentukan pertanyaan pencarian informasi dengan jelas dengan membuat satu kata kunci untuk dicari. Strategi pencarian kata kunci dengan cara menuliskan kata kunci yang sudah disiapkan di kolom pencarian Instagram dengan menambahkan tagar, jika tagar pada kolom pencarian sudah muncul, maka informan akan meng-klik tagar tersebut dan membaca informasi untuk memverifikasi kebenaran informasi hoaks. Dalam pencarian informasi kesehatan anak pada Instagram @buminalabooks, terdapat informan yang melakukan pencarian kata kunci dengan memanfaatkan judul pada Feeds/ Reels seperti pada kutipan wawancara berikut: AuKalau saya carinya lewat judul sih mba. Kalau judulnya menarik . palagi kalau belum tau/menimbulkan rasa penasara. , dan karena memang Terus kalau dirasa kontennya menarik dan edukatif saya scroll ke bawah dulu. Ay Hal di atas menunjukkan bahwa informan dapat menentukan sumber informasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan informasinya terkait hoaks dan informan tidak menutup diri pada informasi yang edukatif dan menarik yang akan menjadi pengetahuan baru bagi mereka. Selain itu, informan juga mampu mengidentifikasi padanan kata untuk membantu pencarian informasi karena terkadang istilah-istilah medis tentang kesehatan anak seringkali Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 berbeda penyebutannya dalam beberapa sumber informasi seperti kata kunci Autumbuh kembangAy seringkali disingkat dengan AutumbangAy. Kemampuan Mengumpulkan Informasi untuk Mencegah Hoaks Pada aspek kemampuan Gather, menurut SCONUL terdapat 8 . indikator untuk menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . mengumpulkan berbagai alat penelusuran informasi, . membandingkan informasi dari berbagai sumber, . mengakses informasi secara lengkap, . menggunakan teknik untuk mengumpulkan data yang baru, . tetap up to date dengan informasi baru, . berinteraksi dengan orang lain untuk membagikan informasi, . mengidentifikasi ketika informasi belum terpenuhi, dan . memanfaatkan bantuan ahli. Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan, selain dari sumber Instagram @buminalabooks, mereka juga memanfaatkan media lain seperti buku, webinar, konsultasi dokter, dan juga informasi dari influencer guna memenuhi kebutuhan informasi kesehatan anak untuk mencegah hoaks. Bahkan salah satu informan sudah dapat membandingkan informasi yang didapatkan dari Instagram @buminalabooks dengan sumber informasi yang lain seperti pada wawancara berikut ini: AuKalo saya dapet informasi dari IG @buminalabooks sih saya akan bandingkan dengan sumber lainnya. Kalo ada yang lebih update dan ada bukti risetnya terutama dalam segi agama dan medis, ya saya ikut sumber lain. Ay Sementara itu dalam aspek lain, informan sudah memiliki kemampuan untuk mengakses informasi secara lengkap. Sebagai contoh, setelah melihat Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 tayangan konten tentang pentingnya milestone atau pedoman waktu pada tumbuh kembang anak pada Instagram @buminalabooks, muncul keinginan pada informan untuk mendapatkan informasi secara lengkap dengan membeli produk Kalender Milestone Buminala Books dan mempelajarinya lebih dalam. Hal ini juga menunjukkan bahwa informan sudah bisa mengidentifikasi akan informasi yang belum terpenuhi dengan memanfaatkan ahli kesehatan sebagai sumber informasi karena produk yang diproduksi oleh Buminala Books bersumber dari ahlinya. Pada aspek mengumpulkan informasi, kebanyakan informan belum secara teratur melakukan pencatatan atau pengumpulan informasi tentang kesehatan anak dengan bantuan aplikasi atau catatan. Kebanyakan informan hanya akan mengingat atau menyimpan informasi tersebut menggunakan fitur Instagram save dan akan membacanya lagi apabila diperlukan. Namun demikian, salah satu informan sudah dengan baik melakukan pengumpulan informasi kesehatan anak dengan membuat rangkuman materi seperti yang diutarakan pada wawancara berikut ini: AuBiasanya ditulis dan dirangkum kak, saya juga ikut webinarnya @buminalabooks, jadi setiap selesai sesi saya mencoba untuk membuat Ay Informan juga sudah dapat mengomunikasikan informasi dengan baik kepada orang lain. Beberapa informan akan membagikan informasi kepada suaminya dan berdiskusi apakah informasi kesehatan anak yang didapatkan dari konten Instagram @buminalabooks dapat diterapkan dalam proses Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 parenting anaknya. Selain itu dalam aspek lain, informan sudah up to date untuk terus mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan pesatnya informasi yang ada di media sosial agar tidak ketinggalan informasi baru, namun mereka berpendapat bahwa tetap harus memperhatikan kredibilitas sumber agar terbebas dari hoaks. Kemampuan Mengevaluasi Informasi untuk Mencegah Hoaks Pada aspek kemampuan Evaluate, menurut SCONUL terdapat 8 . indikator untuk menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . membedakan informasi yang dimiliki dengan informasi dari sumber lain, . memilih materi yang sesuai dengan kebutuhan informasi awal, . menilai kualitas, akurasi, relevansi sumber informasi yang ditemukan, . menilai kredibilitas data, . membaca secara kritis dan mengidentifikasi poin, . sebelumnya, . menilai dan mengevaluasi secara kritis temuan, . mengetahui kapan harus berhenti melakukan pencarian informasi. Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan, informan menuturkan bahwa informasi yang disajikan pada Instagram @buminalabooks dapat memberikan informasi dan pengetahuan baru tentang tumbuh kembang anak dan keterampilan apa saja yang harus dikuasai anak pada usia tertentu. Informasi yang disajikan oleh Instagram @buminalabooks juga sangat menarik dan dapat menjawab pertanyaan akan informasi yang dibutuhkan di awal. Semua informan juga sepakat menyatakan bahwa Instagram @buminalabooks merupakan sumber informasi terpercaya, sebagai contoh pada kutipan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 wawancara berikut ini: AuInformasi dari IG @buminalabooks sangat kredibel. Apalagi beberapa kali berkolaborasi dengan dr. Utami ya, karena dari dulu suka ikutin konten beliau, jadi InsyaAllah makin yakin dengan isi konten @buminalabooks. Ay Selain itu, informan juga menjelaskan bahwa konten edukasi tentang kesehatan anak sangat berguna untuk mencegah informasi hoaks yang kian menghantui para orang tua karena setelah mendapatkan informasi tersebut, mereka dapat mengetahui mana informasi yang benar dan salah. Semua informan juga selalu membaca konten informasi kesehatan anak yang diberikan oleh @buminalabooks dengan seksama sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi. Selain itu, semua informan akan berhenti mencari informasi apabila kebutuhan informasi yang dicari sudah dapat dipenuhi. Kemampuan Mengelola Informasi Secara Profesional dan Etis untuk Mencegah Hoaks Pada aspek kemampuan Manage, menurut SCONUL terdapat 6 . indikator untuk menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . menggunakan perangkat lunak bibliografi untuk mengelola informasi, . mengutip sumber cetak dan elektronik dengan gaya referensi tertentu. tepat dalam membuat format bibliografi, . memiliki kesadaran tentang hak cipta, perlindungan data, dan plagiarism. memenuhi standar perilaku dan menjaga integritas akademik, . menggunakan perangkat lunak dan teknik manajemen data yang tepat. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar infroman belum mengerti Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dengan konsep kutipan dan bibliografi sehingga mereka belum memiliki kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak bibliografi dan melakukan kutipan dengan format tertentu. Hal ini terjadi karena semua informan merupakan ibu-ibu yang menggunakan informasi kesehatan anak secara praktis atau untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan untuk kegiatan akademisi yang memang mewajibkan seseorang untuk dapat mengutip sumber informasi. Salah satu informan yang gemar membuat konten hasil ringkasan informasi kesehatan anak juga mengaku terkadang lupa untuk mencantumkan sumber informasi yang dikutip seperti pada kutipan wawancara berikut: AuSaya sih kadang dicantumkan sumbernya, tapi kadang juga enggak. Suka lupa soalnya. Tapi penting banget sih buat cantumin sumber karena biar ga kena hak cipta juga. Dan sebenernya sebagai bentuk apresiasi kita terhadap penulis sumber. Ay Hal di atas menunjukkan bahwa meskipun informan terkadang belum mempraktekkan pencantuman sumber informasi pada konten yang diunggah ke media sosial, namun informan sudah memiliki kesadaran akan pentingnya hak cipta pada setiap konten yang dibuat. Semua informan juga sepakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumber informasinya karena ditakutkan merupakan informasi hoaks yang akan merugikan bagi orang lain. Sementara itu pada data yang sudah didapatkan, para informan belum memanfaatkan perangkat lunak untuk mengelola informasi. Hanya satu informan saja yang memanfaatkan aplikasi editing Canva untuk keperluan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 membuat konten yang akan diunggah ke media sosial. Kemampuan Menerapkan Pengetahuan yang Diperoleh untuk Mencegah Hoaks Pada aspek kemampuan Present, menurut SCONUL terdapat 9 . indikator untuk menyusun pertanyaan wawancara, yaitu: . menggunakan informasi dan data yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan awal, . membuat ringkasan secara tertulis, . menggabungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, . menganalisis dan menyajikan data dengan tepat, . menggabungkan dan menilai sumber informasi, . mengomunikasikan informasi dengan berbagai format tulisan, . berkomunikasi secara lisan secara efektif, . memilih tempat publikasi yang sesuai, . mengembangkan profil diri untuk menjalin komunitas. Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan, salah satu informan menyebutkan bahwa informasi pada Instagram @buminalabooks berguna untuk kehidupan sehari-hari karena setelah melihat informasi tentang kesehatan mata pada anak, informan lalu membeli buku berjudul Aku Berkacamata yang diterbitkan oleh Buminala Books dan ilmu yang diperoleh kemudian diterapkan untuk dapat mendeteksi gangguan penglihatan pada Meskipun semua informan sudah menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, namun sebagian besar dari mereka tidak mencatat informasi yang diperoleh dan hanya menyimpan informasi tersebut melalui fitur Instagram save. Meskipun sebagian besar informan tidak mengomunikasikan informasi kesehatan anak yang telah diperoleh melalui Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 media sosial, namun mereka sudah dapat mengomunikasikan informasi secara lisan dengan efektif kepada rekan atau keluarganya. Hanya satu informan saja yang mengumpulkan dan merangkum informasi dari Instagram @buminalabooks lalu membagikannya kepada orang lain melalui media sosial miliknya seperti pada kutipan wawancara berikut ini: AuSaya biasanya posting informasinya lewat media sosial. Selain IG. WA, saya juga posting lewat FB juga. Saya senang berbagi dengan ibu-ibu, sekaligus bisa diskusi juga. Ay Hal di atas menunjukkan bahwa salah satu informan sudah dapat mengkomunikasikan informasi dengan berbagai format tulisan secara kreatif melalui penciptaan konten. Informan tersebut juga sudah secara efektif memilih media yang digunakan untuk menyebarkan informasi yaitu Instagram. Whatsapp, dan Facebook karena dinilai dapat menjadi media sosial yang efektif untuk berbagi dan berdiskusi. Selain itu, informan ini juga memanfaatkan bio di Instagram miliknya untuk mengembangkan profil dan melebarkan koneksi pada sesame pegiat parenting yaitu dengan menulis profil diri sebagai seorang ibu dan menyimpan postingan story pada Instagram Highlights dengan judul yang berelasi seperti AuPre MathAy. AuSTEAMAy. AuPre WritingAy. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, informasi hoaks menjadi satu hal yang perlu diberikan perhatian khusus terutama oleh orang tua yang memiliki anak usia golden age. Hal ini terjadi karena pada masa golden age, optimalisasi tumbuh kembang anak perlu dimaksimalkan dan orang tua harus dibekali dengan kemampuan literasi informasi kesehatan anak agar mereka terhindar dari hoaks yang akan membahayakan anaknya. Jika dilihat dari hasil wawancara yang sudah dilakukan, setiap informan memiliki pengalaman dalam menemukan berita hoaks di media sosial Instagram. Meskipun begitu, mereka tidak langsung percaya dan berusaha untuk melakukan pencegahan dan verifikasi informasi hoaks dengan melakukan pencarian informasi pada Instagram @buminalabooks dan akun Kemampuan literasi informasi kesehatan anak pada 5 informan sebagian besar sudah bagus. Mereka sudah dapat mengidentifikasi dan memahami kebutuhan informasi pribadi, dapat mengidentifikasi kesenjangan informasi, dapat merencanakan strategi pencarian informasi yang tepat. Namun, sebagian besar informan belum dapat mengumpulkan informasi dan mengumpulkan informasi menggunakan metode yang efektif karena mereka belum memanfaatkan perangkat lunak bibliografi atau perangkat lunak tertentu untuk mengelola informasi. Mereka hanya menyimpan informasi tersebut dengan fitur Instagram save. Meskipun begitu, ada satu informan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 yang sudah dapat mengumpulkan dan mengelola informasi dengan cara mencatat dan merangkum serta membuat konten yang akan dipublikasikan pada media sosial Instagram. Whatsapp, dan Facebook. Hal yang penting juga bahwa seluruh informan sudah membagikan informasi kredibel kepada orang lain dan berupaya untuk menghentikan informasi hoaks tentang kesehatan anak yang beredar di media sosial. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA