TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Trucuk 1 Supardi1*. Marwanti2. Erika Karunia Putri3. Chori Elsera4. Mawardi5. Agus Murtana6. Ambar Winarti7 1,2,3,4Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: supardi@umkla. id1*, marwanti@umkla. id2, karuniaputri746@gmail. chorielsera@gmail. com4, marwadi@umkla. id5, agusmurtana@umkla. ambarwinarti@umkla. Abstract Background: Dietary adherence plays a very important role for people with DM, if someone who cannot manage a diet with 3j settings . chedule, type and amoun. it can cause the patient to experience an increase in blood sugar levels. According to the World Health Organization (WHO) there are about 422 million people worldwide suffering from diabetes. Objectives of the Study: The purpose of this study was to determine the description of dietary compliance of patients with Diabetes Mellitus at Trucuk 1 Health Center. Research Methods: This type of research is quantitative research with descriptive correlation research design. The sample used in this study was 93 respondents. The sampling technique used in this study was purposive The instrument used was a questionnaire. Research Results: The results of the study obtained compliance with the number of respondents' diets in the compliant category as many as 65 . 9%), the type of diet of respondents in the compliant category as many as 81 . 1%), the respondent's diet schedule in the compliant category as many as 70 . 3%), most of whom were female, totaling 51 respondents, elementary school education 21 respondents, trader jobs 20 respondents. Conclusion: It can be concluded that the results of the research compliance The number of respondents' diets in the compliant category was 65 . 9%), the type of diet of respondents in the compliant category was 81 . 1%), the respondents' diet schedule in the compliant category was 70 . 3%). Keyword: Diabetes Mellitus. Compliance. Diit Abstrak Latar Belakang: Kepatuhan diet memegang peranan yang sangat penting bagi penderita DM, apabila seseorang tidak dapat mengatur diet dengan 3 pengaturan . adwal, jenis dan jumla. dapat menyebabkan penderita mengalami peningkatan kadar gula darah. Menurut World Health Organization (WHO) terdapat sekitar 422 juta jiwa di seluruh dunia yang menderita penyakit diabetes. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Trucuk 1. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 93 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan kepatuhan jumlah diet responden dalam kategori patuh sebanyak 65 . ,9%), jenis diet responden dalam kategori patuh sebanyak 81 . ,1%), jadwal diet responden dalam kategori patuh sebanyak 70 . ,3%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 51 responden, pendidikan SD 21 responden, pekerjaan pedagang 20 responden. Kesimpulan: Dapat disimpulkan dari hasil penelitian kepatuhan Jumlah diet responden dalam kategori patuh sebanyak 65 . ,9%), jenis diet responden dalam kategori patuh sebanyak 81 . ,1%), jadwal diet responden dalam kategori patuh sebanyak 70 . ,3%). Kata Kunci: Diabetes Melitus. Kepatuhan. Diit Pendahuluan Diabetes Mellitus (DM) salah satu Penyakit yang angka kejadiannya semakin meningkat. Gangguan metabolisme dari berbagai zat seperti karbohidrat, lemak dan protein yang berhubungan dengan kekurangan sekresi insulin secara absolut atau relatif yaitu tanda dari penyakit diabetes mellitus, apabila pengetahuan penderita diabetes mellitus baik, maka sikapnya terhadap diet dapat mendorong kepatuhan diet diabetes mellitus . Kepatuhan diet memegang peran yang sangat penting bagi penderita DM, apabila seseorang yang tidak dapat mengatur pola makannya dengan pengaturan 3j . adwal, jenis dan jumla. ini dapat meningkatkan kadar gula darah, penderita DM hendaknya menjaga prinsip diet dalam pengendalian kadar gula darah sehingga kadar gula darahnya dapat tetap terkontrol . TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Menurut data dari WHO (World Health Organizatio. terdapat sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan mayoritas tinggal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, dan 1,5 juta kematian disebabkan langsung oleh penyakit ini setiap tahunnya. Jumlah dan prevalensi diabetes terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. WHO mempridiksi jumlah penderita DM di Indonesia akan meningkat menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Prevelensi DM mengalami peningkatan dan menduduki peringkat ke-4 di Indonesia menurut Badan Kesehatan Dunia . Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, secara umum memberikan Gambaran bahwa prevalensi Diabetes Mellitus meningkat secara signifikan dalam 5 tahun terakhir, pada tahun 2013 angka prevalensi Responden Diabetes Mellitus mencapai 6,9% dan pada tahun 2018 angka prevalensi Responden Diabetes Mellitus mencapai 8,5%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2019, penyakit Diabetes Mellitus menduduki peringkat kedua dengan nilai 20,57%, sedangkan Hipertensi menduduki peringkat pertama dengan nilai 57,10%. Kedua penyakit ini menjadi prioritas utama dalam pengendalian PTM (Penyakit Tidak Menula. di Jawa Tengah. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Diabetes Mellitus dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin dan Diabetes Mellitus tergantung Jumlah penderita Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin lebih banyak 42. penderita dibandingkan jumlah penderita Diabetes Mellitus tergantung insulin sebanyak 5. Berdasarkan pemikiran target tahun 2020 sebesar 37. ,2%), target tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 sebesar 6,9%, sedangkan target yang dicapai pada tahun 2020 mencapai 34. ,76%), meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 870 . ,4%) . Studi pendahuluan di Puskesmas Trucuk 1 pada tanggal 18 Maret 2024 didapatkan, pada tahun 2024 terdapat 200 penderita DM Tipe 2 dan 1343 pada tahun 2025, yang kontrol secara rutin, 20 Pasien dan dengan melakukan wawancara kepada 10 penderita Diabetes Melitus, didapatkan hasil 30% penderita mengatakan mematuhi jumlah sesuai standar diet Diabetes Melitus namun tidak memperhatian jenis dan jadwa makanan. 40% penderita mengatakan memenuhi jumlah, jadwal, dan jenis diet Diabetes Melitus seuai standar diet,sedangkan 30% penderita Diabetes Melitus mengatakan memenuhi jadwal dan jenis makanan sesuai standar diet Diabetes Melitus namun tidak memperhatikan jumlah makanan yang dimakan sehingga didapatkan hasil pemeriksaan gula darah tidak stabil. Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi . Pendekatan waktu yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Desain cross sectional menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat tanpa adanya follow up . Gambar 1. Alur Penelitian TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Tempat dan sampel penelitian. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 19 Juni 2024 di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1. Sampel dalam penelitian ini berasal dari populasi penderita Diabetes Mellitus di wilayah puskesmas trucuk 1 yaitu sebesar 1343, kemudian dipilih 93 penderita mengacu pada formulasi solvin yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Pengukuran dan pengumpulan data. Instrumen penelitian ini diakomodasi dari teori dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas oleh peneliti, dengan hasil p < 0,05, sehingga layak Komponen dalam kuesioner yang digunakan untuk mengukur kepatuhan diet DM ini terdiri dari aspek jumlah makanan, aspek jenis makanan dan aspek jadwal makan. Dari ketiga aspek itu terdiri dari 18 pertanyaan yaitu untuk jumlah makanan 5 pertanyaan, jenis makanan 8 pertanyaan dan jadwal makanan 5 pertanyaan. Pemberian skor pada tiap pertanyaan menggunakan skala likert untuk jawaban positif, jawaban selalu diberi nilai 4, sering diberi nilai 3, jarang diberi nilai 2, tidak pernah diberi nilai 1. Sedangkan untuk pertanyaan negatif maka nilai Ae nilai jawaban kuisioner jawaban tidak pernah diberi nilai 4, jarang diberi nilai 3, sering diberi nilai 2, selalu diberi nilai 1. Analisa data. Analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis univariat. Analisa univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari variabel independen dan Analisis univariat merupakan analisis terhadap tiap variabel dari hasil penelitian untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap varibel . Etika penelitian. Informend concent adalah persetujuan yang diberikan kepada orang yang berkompeten setelah mereka menerima informasi dan penjelasan yang diperlukan sehingga mereka cukup memahami informasi tersebut untuk dapat mengambil keputusan tanpa paksaan, pengaruh, ketertarikan dan ancaman yang tidak perlu dalam proses penelitian . Setelah mendapatkan peretujuan dari responden penelitian, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan yang akan dilakukann serta manfaat dari dilakukannya penelitian, setelah responden bersedia, responden menerima pernyataan peresetujuan, ketika responden sudah siap mereka harus menandatangani formular persetujuan. Semua resonden bersedia untuk menandatangani formulir pada saat penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Berikut karakteristik responden berdasarkan usia pada Tabel 1 berikut. Table 1. Karakteristik responden berdasarkan usia Variabel Usia Min Max Mean Berdasarkan Table 1 Diketahui bahwa responden usia tertinggi 89 tahun dan usia terendah 36 tahundengan standart devasi 8. 716 dan untuk rata-rata usia responden 62. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden. Berikut Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden pada Tabel 2 berikut. Table 2. Distribusi frekuensi jenis kelamin responden Jenis Kelamin Laki - laki Perempuan Total Frekuensi . Persen (%) Berdasarkan Table 2 Diketahui bahwa responden dengan jumlah terbesar berjenis kelamin Perempuan sebanyak 51 responden . 8%) dan jumlah terkecil berjenis kelamin laki-laki yaitu 42 responden . 2%). Distribusi Frekuensi Lama Menderita. Berikut Distribusi Frekuensi Lama Menderita pada Tabel 3 berikut. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Table 3. Distribusi frekuensi lama menderita Lama Menderita < 5 tahun > 5 tahun Total Frekuensi . Persen (%) Berdasarkan Table 3 Diketahui bahwa responden lama menderita < 5 tahun dengan jumlah 40 . 0%) dan responden dengan lama menderita > 5 tahun berjumlah 53 . 0%). Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan. Berikut Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan pada Tabel 4 berikut. Table 4. Distribusi responden berdasarkan pendidikan Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Total Frekuensi . Persen (%) Berdasarkan Table 4 Diketahui bahwa responden yang tidak sekolah sebanyak 24 . SD sebanyak 21 . 6%) responden. SMP sebanyak 14 . 1%) responden. SMA sebanyak 25 . 9%) responden. Perguruan Tinggi 9 . 7%) responden. Distribusi Berdasarkan Pekerjaan. Berikut distribusi berdasarkan pekerjaan pada Tabel 5 Table 5. Distribusi berdasarkan pekerjaan Pekerjaan PNS Wiraswasta Swats Petani Pedagang Lainnya Total Frekuensi . Persen (%) Berdasarkan Table 5 Diketahui bahwa responden yang berkerja sebagai PNS sebanyak 3 . 2%) responden. Wiraswasta sebanyak -. Swasta sebanyak 10 . 8%) responden. Petani 18 . 4%) responden. Pedagang 20 . 5 %) responden. Lainnya sebanyak 42 . 2%) responden. Distribusi Frekuensi Kepatuhan Penderita terhadap aspek Jumah Makanan. Jenis Makanan. Jadwal Makanan. Berikut distribusi frekuensi kepatuhan penderita terhadap aspek jumah makanan, jenis makanan, jadwal makanan pada Tabel 6 berikut. Table 6. Distribusi frekuensi kepatuhan penderita terhadap aspek jumah makanan, jenis makanan, jadwal makanan Jumlah Kepatuhan Tidak Patuh Kurang Patuh Cukup Patuh Patuh Total Jenis Tidak Patuh Kurang Patuh Cukup Patuh Patuh Total Frekuensi . Persen (%) TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Table 6. Lanjutan Jumlah Jadwal Tidak Patuh Kurang Patuh Cukup Patuh Patuh Total Frekuensi . Persen (%) Berdasarkan Table 6 Diketahui bahwa responden yang Jumlah kepatuhan diet Tidak Patuh sebanyak 0 responden. Kurang Patuh sebanyak 3 responden . 2%). Cukup Patuh sebanyak 57 responden . 3&). Patuh sebanyak 33 . 5%) responden. Jenis kepatuhan diet Tidak Patuh sebanyak 0 responden. Kurang Patuh sebanyak 46 . 5%) responden. Cukup Patuh sebanyak 47 . 5%) responden. Patuh sebanyak 0 responden. Jadwal kepatuhan diet Tidak Patuh sebanyak 0 responden. Kurang Patuh sebanyak 9 . 7%) responden. Cukup Patuh sebanyak 59 . Patuh sebanyak 25 . 9%) responden. Pembahasan Usia. Pada penelitian yang dilakukan di Puskesmas Trucuk 1 diperoleh informasi bahwa responden dengan usia tertinggi berusia 89 tahun dan usia terendah berusia 36 tahun dengan standar deviasi 8. 716, rata-rata usia responden 62,55 tahun. Hasil ini sejalan dengan penelitian Desi . Hal ini disebabkan karena pada umur 40 tahun ke atas retensi insulin pada diabetes melitus akan semakin meningkat di samping terdapat riwayat keturunan dan obesitas. WHO mengasumsikan bahwa setelah umur 30 tahun, maka kadar glukosa darah akan naik 1-2 mg/dL/tahun sedangkan pada saat puasa akan naik 5,6-13 mg/dL pada saat 2 jam setelah makan. Usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat diubah dan tidak dapat dihindari, sementara itu semakin bertambahnya usia fungsi tubuh semakin menurun dan berisiko untuk terkena diabetes melitus . Jenis Kelamin. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden pasien berjenis kelamin Perempuan . 8%). Hasil penelitian sejalan dengan (Arania et al. , 2. , risiko lebih tinggi terkena diabetes melitus tipe 2 terjadi pada wanita dibandingkan pria. Pria yang hanya memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi, wanita memiliki kemungkinan 3-7 kali lebih tinggi terkena diabetes melitus adalah penyebab kematian ke-8 dari ke-2 jenis kelamin dan penyebab kematian ke-5 pada wanita dan sering terjadi pada usia lanjut . Lama Menderita. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden yang menderita Diabetes Melitus < 5 tahun sebanyak responden . 0%) dan > 5 tahun sebanyak responden . 0%). Lama menderita merupakan rentang waktu antara diagnosis pertama pasien dengan waktu sekarang yang dinyatakan dalam tahun . Lama menderita DM berkaitan dengan pegalaman dalam mengatur perilaku diet karena orang yang lebih lama menderita DM akan lebih terampil dalam mengatur perilaku dietnya sehari Ae hari dibandingkan dengan orang yang baru terkena DM. Hal ini diakibatkan karena semakin menurunnya kemampuan sel beta pancreas dalam memproduksi insuline yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, selain itu Kesehatan organ tubuh utamnya pada system kardiovaskuler semakin lama akan semakin memburuk yang diakibatkan glukosa darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat terjadi beberapa masalah seperti arterosklerois dan penurunan viskositas darah yang dapat mengarah pada peningkatan tekanan darah dan penurunan suplai darah pada perifer tubuh dan berujung kepada timbulya masalah pada organ serta terjadinya komplikasi diabetes . Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki jenjang Pendidikan SMA . 9%). Sejalan dengan hasil penelitian Manurung . di Medan yang mendapatkan mayoritas Pendidikan pasien DM Tipe 2 yang berobat ke Poli Interna RSUP H Adam Malik adalah SMA . ,1%). Pendidikan merupakan suatu proses belajar yang mampu mengubah tingkah laku seseorang untuk mencapai kualitas hidup. Orang yang berpendidikan tinggi lebih mudah memahami dan mematuhi perilaku diet dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 akan memudahkan seseorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari, khususnya dalam mematuhi pengelolaan diet DM . Pekerjaan. Pada penelitian ini didapatkan pekerjaan menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa responden yang berkerja sebagai PNS sebanyak 3 . 2%) responden. Wiraswasta sebanyak -. Swasta sebanyak 10 . 8%) responden. Petani 18 . 4%) responden. Pedagang 20 . 5 %) Lainnya sebanyak 42 . 2%) responden. Sejalan dengan hasil penelitian . menunjukkan terdapat 22 responden . ,0%) tidak bekerja. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh orang yang tidak bekerja seperti pensiunan dan ibu rumah tangga kemungkinan besar lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang memiliki aktivitas atau pekerjaan diluar rumah. Penelitian ini juga didukung yang dikemukakan oleh (Isti Istianah et al. Pekerjaan yaitu proses seseorang berusaha untuk memperoleh penghasilan di suatu perusahaan/instansi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik itu pekerjaan sektor formal/informal . Jumlah Makanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah kepatuhan diet lebih dari separuh responden cukup patuh . 3%) terhadap jumlah makanan sesuai diet diabetes melitus di Puskesmas Trucuk 1. Penelitian ini sejalan dengan . diketahui bahwa sebanyak 51 orang . 1%) cukup patuh terhadap jumlah makanan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Sebagian besar responden cukup memenuhi porsi makan penderita diabetes melitus tipe 2. Penderita DM tetap diperbolehkan makan seperti orang normal tetapi garus mampu mengendalikannya termasuk dalam jumlah makanan yang dikonsumsi (Sudarminingsih, 2. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar cukup patuh terhadap jumlah makanan sesuai stantar diet DM, hal ini terlihat dari hasil analisis kuisioner dimana didapatkan bahwa kuisioner skor tertinggi yaitu 34. 4% yang menyatakan jarang pada pertanyaan No. 4 Ausaya makan makan sesuai dengan anjuran dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnyaAy yang artinnya banyak responden yang cukup mematuhi anjuran makan yang dianjurkan oleh dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya. Sementara itu skor terendah sebanyak 18. 5 % yang menyatakan jarang pada pertanyaan No. 5 Ausetiap hari saya selalu makan sayur dan buah sesuai dengan anjuran dokterAy. Jenis Makanan. Hasil penelitian Jenis kepatuhan diet menunjukkan lebih dari separuh responden cukup patuh . 5%) terhadap jumlah makanan sesuai diet diabetes melitus di Puskesmas Trucuk 1. Penelitian ini sejalan dengan penelitian . Berdasarkan temuan penelitian menemukan resonden cukup patuh . 1%) mengikuti pola makan pasien diabetes melitus tepi 2, mereka cukup memahami jenis makanan apa yang dapat menyebabkan diabetes. Pendekatan terapi nutrisi yang lebih individual harus dipertimbangkan dan dimasukkan ke dalam pedoman klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden cukup patuh terhadap jenis makanan sesuai dengan diet pasien diabetes melitus. Hal ini terlihat dari hasil analisis kuisione, dimana didapatkan bahwa skor tertinggi sebanyak 53. 8% yang menyatakan Jarang pada pertanyaan No. 2 Ausaya setiap hari mengkonsumsi makanan dan minuman yang terasa manis / banyak mengandung gulaAy. Menunjukkan bahwa banyak responden yang cukup mengerti tentangjenis makanan yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Sementara itu skor terendah sebanyak 10. 8% yang menyatakan jarang pada pertanyaan No. 10 yaitu pertanyaan tentang Ausaya selalu melakukan variasi makanan pada jadwal diet makan saya agar tidak terjadi kebosananAy. Jadwal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden 63. 4% cukup patuh terhadap jadwal makanan sesuai diet pasien diabetes melitus di Puskesmas Trucuk 1. Penelitian ini sejalan dengan . yang mengemukakan bahwa 78% responden cukup patuh terhadap mengatur jadwal makan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden cukup patuh terhadap jadwal makanan sesuai dengan jadwal diet diabetes melitus. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 dimana didapatkan bahwa skor tertinggi sebanyak 48. 4% yang menyatakan jarang pada pertanyaa No. 15 yaitu pertanyaan tentang Ausaya terlalu sibuk dengan urusan saya sehingga saya makan tidak tepat waktuAy. Yang artinya banyak responden yang cukup mengetahui jadwal makan dengan makan tepat waktu. Implikasi dan keterbatasan. Keterbatasan yang dialami peneliti pada waktu pelaksanaan penelitian yaitu ada beberapa responden yang mengalami kebingungan dalam memahami pertanyaan yang ada didalam kuisioner. Perbedaan waktu pengambilan data saat kegiatan prolanis pengambila data 15 menit dan saat door to door 30 menit. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif peneliti menyimpulkan bahwa: Berdasarkan karakteristik usia. Diabetes Mellitus sudah diderita pada usia produktif dengan didominasi oleh lansia, dengan rata-rata usia penderita adalah 62 tahun. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, menunjukkan bahwa penderita diabetes mellitus didominasi perempuan sebanyak 51 responden . 8%). Berdasar karak teristik lama waktu menderita, rata-rata sudah menderita lebih dari lima tahun yaitu sebanyak 53 orang . 0%), berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan perguruan tinggi lebih bisa menghindar dari Diabetes Mellitus, hanya ditemukan 9% yang menderita, sedang berdasar karakteristik pekerjaan penyakit Diabetes Mellitus ini didominasi oleh pedangang yaitu 20 . 5 %) responden. Tingkat kepatuhan penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1 pada aspek kepatuhan terhadap jumlah makanan masih rendah yaitu 35%, aspek kepatuhan terhadap jenis makanan tidak ada yang patuh, sedang kepatuhan terhadap jadwal makan masih rendah yaitu 26%. Dari temuan penelitian ini, penting memberikan pencegahan penyakit Diabetes Mellitus sejak dini karena penyakit ini juga mengenai usia-usia produktif, agar tugas keluarga bisa tertunaikan. Pada Wanita. Masyarakat yang berpendidikan rendah, kaum pedagang, lansia, perlu mendapatkan perhatian karena masing-masing mendominasi penyakit Diabetes Mellitus. Daftar Pustaka