Akhmad Ramidi Manajemen Dakwah Sosial di Madrasah Dalam Membangun Literasi Digital Beretika Author Name: . Ismul Hadi. Maliki STUniversitas Pendidikan Mandalika Universitas Islam Negeri Mataram Corresponding Author: ismulhadi777@gmail. ARTICLE HISTORY Received: 20 Okt 2025 Revised: 19 Nov 2025 Accepted: 23 Des 2025 HOW TO CITE THIS ARTICLE (APA) Ismaul Hadi. Maliki. Manajemen Dakwah Sosial di Madrasah dalam Membangun Literasi Digital Beretika. Mudabbir : Jurnal Manajemen Dakwah, 6 . , 123Ae154. https://doi. org/10. 20414/mudabbir. The readers can link to article via https://fdikjournal-uinma. id/index. php/mudabbir/article/view/13981 SCROOL DOWN TO READ THIS LICENCES Abstract: The development of digital technology has brought significant changes to the learning patterns, social interactions, and media behavior of students in madrasahs. This condition demands adaptive management of Islamic education through the integration of social dakwah management and ethical digital literacy. This study aims to conceptually examine the role of social dakwah management in strengthening ethical digital literacy to shape students' character in the digital era. The method used is a literature study by reviewing various credible and up-to-date academic sources, both books and journal articles relevant to Islamic education, dakwah, and digital literacy. The study results indicate that digital literacy from the perspective of Islamic education emphasizes not only technical mastery of technology but also ethical, critical, and spiritual aspects based on Islamic moral values. The success of implementing this strategy is greatly influenced by the role of educators as digital da'wah agents, the support of madrasa leadership, and parental involvement in monitoring and guiding the use of digital media. The sustainable formation of students' digital ethics relies on the synergy of these three elements. Keywords: Social DaAowah management, digital literacy, digital ethics. Islamic Education. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan signifikan terhadap pola perilaku sosial peserta didik, termasuk di lingkungan madrasah. Akses informasi yang semakin terbuka, intensitas penggunaan media sosial, serta interaksi virtual yang tinggi memengaruhi cara peserta didik berkomunikasi, bersikap, dan membangun relasi sosial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan digital peserta didik tidak selalu berbanding lurus dengan kematangan etika dan tanggung jawab sosial dalam Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik belajar. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital mengakses informasi, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar 1. Kemudian dijelaskan dalam hasil penelitian2bahwa lembaga pendidikan Islam memikul tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik, terutama di tengah arus perubahan zaman yang sangat cepat. 3 serta4 menegaskan bahwa literasi digital peserta didik harus dipahami secara multidimensional, mencakup aspek teknis, kritis, dan etis, karena tanpa pendampingan nilai, teknologi digital berpotensi memengaruhi perilaku sosial dan moral peserta didik. Kondisi ini menempatkan lembaga pendidikan, khususnya madrasah, pada posisi strategis sekaligus menantang dalam mengelola dampak perkembangan teknologi digital. Hal ini sejalan dengan temuan 5 Sari yang menyatakan bahwa teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial peserta didik secara mendasar sehingga lembaga pendidikan Islam perlu menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Oleh karena itu, tantangan tersebut menjadi salah satu PR utama dalam menjadikan pendidikan madrasah sebagai pendidikan sosial yang mampu membentuk karakter peserta didik secara optimal di era digital. Transformasi digital tersebut melahirkan budaya belajar baru yang menuntut pendidik tidak hanya menguasai perangkat dan media teknologi, tetapi juga memahami perubahan karakter dan perilaku peserta didik. 6menjelaskan bahwa literasi digital dalam pendidikan tidak cukup dipahami sebagai kemampuan teknis menggunakan teknologi, melainkan harus mencakup dimensi kritis dan etis agar peserta didik mampu menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Literasi digital adalah kemampuan individu untuk memahami, mengakses, menggunakan, serta mengevaluasi informasi yang bersumber dari berbagai media dan teknologi Hajri. Pendidikan Islam di era digital: Tantangan dan peluang pada abad 21. AlMikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4. , 33Ae41. https://doi. org/10. 37680/almikraj. Nurhabibi. Arifannisa. Ismail. Kuswandi. Anggraeni. , & Aji. Strategi lembaga pendidikan Islam dalam membentuk karakter siswa di era digital. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian, dan Inovasi, 5. https://doi. org/10. 59818/jpi. Livingstone. , & Third. Children and young peopleAos rights in the digital age. New Media Society, 19. , 657Ae670. https://eprints. uk/68759/7/Livingstone_Children and young peoples rights_2017_aut hor LSERO. Livingstone. Audiences in an age of datafication: Critical questions for media research. Television & New Media, 20. , 170Ae183. Sari. Transforming the Islamic education curriculum for the Society 5. 0 era: Integrating technology, ethics, and pedagogy. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 17. , 5635Ae5643. https://doi. org/10. 35445/alishlah. Buckingham. The Media Education Manifesto. Cambridge: Polity Press. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab7. Konsep ini, sebagaimana diperkenalkan oleh Gilster tahun 1990. Dalam konteks pendidikan Islam, perubahan ini menjadi tantangan tersendiri karena madrasah memiliki mandat untuk membentuk kepribadian peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan Madrasah juga sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam memainkan peran krusial, tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai benteng moral dan spiritual yang mampu mengarahkan peserta didik agar tidak hanyut dalam arus budaya digital yang cenderung sekuler dan 9menegaskan bahwa pendidikan Islam di era digital harus mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai moral dan spiritual agar peserta didik tidak kehilangan identitas keislamannya. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital di madrasah perlu diarahkan secara terencana agar berfungsi sebagai sarana penguatan akhlak, bukan sekadar alat bantu pembelajaran. Salah satu pendekatan yang relevan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer adalah dakwah sosial yang dikelola secara sistematis melalui prinsipprinsip manajemen pendidikan. Konsep dakwah sosial tidak hanya dipahami sebagai penyampaian ajaran keagamaan secara verbal, tetapi juga sebagai proses pemberdayaan dan transformasi sosial yang bertujuan memperkuat perilaku sosial dan moral peserta didik. 10menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui dakwah merupakan paradigma yang menempatkan peserta didik dan komunitas sebagai subjek perubahan nyata, bukan sekadar objek ceramah. Selain itu, menunjukkan bahwa dakwah yang terintegrasi dengan program pemberdayaan sosial mampu mendorong perubahan sosial, termasuk dalam ranah pendidikan. Hajri. Pendidikan Islam di era digital: Tantangan dan peluang pada abad 21. AlMikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4. , 33Ae41. https://doi. org/10. 37680/almikraj. Januaripin. NafiAoa. Jubaedah. , & Munasir. Strategi internalisasi nilai-nilai akhlak dalam pendidikan madrasah di era digital. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10. https://doi. org/10. 51169/ideguru. Nata. Pendidikan Islam di era milenial. Jakarta: Prenadamedia Group. Ansori. Revitalisasi dakwah sebagai paradigma pemberdayaan masyarakat. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 2. , 33Ae45. Choiriyah. Dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Al-Basyar: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital Pendekatan ini dijelaskan juga oleh12 bahwa dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat dapat memperkuat karakter dan integrasi sosial ketika diadaptasi ke dalam sistem pembelajaran formal dan kehidupan sekolah. Dakwah dalam konteks pendidikan mencakup keteladanan, pembiasaan nilai, pembimbingan, dan penciptaan budaya sekolah yang religius dan sosial, sehingga berperan tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pembentukan perilaku sosial peserta didik secara holistik. Penerapan dakwah sosial di era digital saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kemajuan teknologi, antara lain rendahnya literasi digital pelaku kegiatan dakwah dan sasaran dakwah, yang berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan media digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan yang efektif serta meningkatnya risiko distorsi informasi dalam penyebaran konten keislaman secara daring13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram. YouTube. TikTok, dan Twitter memiliki potensi besar dalam mendukung dakwah sosial yang interaktif dan menjangkau masyarakat luas, namun membutuhkan kemampuan literasi digital yang memadai agar pesan yang disampaikan tetap relevan, akurat, dan bertanggung jawab14. Kemudian pada peneltian15 menunjukkan bahwa platform seperti Tiktok. Facebook, dan instagram merupakan konten yang dinamis dan menarik secara visual, terutama video pendek, merupakan format yang paling efektif untuk menarik perhatian audiens dalam daAowah Di lingkungan sekolah dan madrasah, dakwah sosial dapat diwujudkan melalui kegiatan pembinaan keagamaan berbasis media digital, program penguatan karakter sosial, serta pemanfaatan platform digital sebagai media edukasi nilai-nilai Islam. Sementara itu, di lingkungan masyarakat, dakwah sosial dapat dilakukan melalui penyebaran konten keagamaan yang moderat dan edukatif, serta pemberdayaan komunitas dalam memanfaatkan media digital secara bijak untuk memperkuat solidaritas sosial dan kesadaran keagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah Asyirotul Ridho, & Kurniawati. Mengintegrasikan dakwah dan pemberdayaan masyarakat: Membangun generasi Islami yang mandiri. AKSIOLOGI: Journal of Community Development, 1. , 19Ae25. https://doi. org/10. 63199/aksiologi. Nawawi. Penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi Generasi Z. Indonesian Journal of Research and Service Studies, 2. Nawawi. Penggunaan media sosial sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi Generasi Z. Indonesian Journal of Research and Service Studies, 2. Chalim. Rahmah. Rudiana. , & Jasafat. Digital daAowah: Effective strategies in spreading Islam through social media. Journal of Noesantara Islamic Studies, 2. , 33Ae42. https://doi. org/10. 70177/jnis. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi sosial tetap relevan dan dibutuhkan, namun memerlukan adaptasi strategi agar mampu menjawab tantangan masyarakat modern. Namun demikian, tanpa pengelolaan yang terarah, pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan berpotensi melemahkan pembinaan karakter peserta pendampingan nilai dapat memengaruhi pola interaksi sosial, etika komunikasi, dan kemampuan refleksi moral peserta didik. Dalam praktik di madrasah, kondisi ini tampak pada meningkatnya penggunaan gawai di lingkungan sekolah yang tidak selalu diimbangi dengan pengawasan etika, seperti kecenderungan peserta didik menggunakan bahasa yang kurang santun dalam komunikasi digital, menurunnya kualitas interaksi tatap muka antarsiswa, serta berkurangnya kepedulian sosial akibat dominasi aktivitas individual di ruang digital. Selain itu, pemanfaatan media sosial dan platform pembelajaran daring tanpa panduan nilai sering kali memunculkan sikap pasif, ketergantungan pada gawai, dan rendahnya disiplin belajar, yang pada akhirnya berdampak pada pembentukan karakter peserta didik. Kondisi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak cukup hanya berperan sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus berfungsi sebagai institusi pembinaan sosial dan moral yang mampu membimbing peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan digital secara bijak dan beretika. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan pengelolaan dakwah sosial yang terencana dan berkelanjutan di lingkungan madrasah sebagai strategi untuk membangun literasi digital yang beretika. Sejumlah kajian menegaskan bahwa pembinaan karakter dan etika digital tidak dapat berjalan efektif tanpa pendekatan institusional yang sistematis dan berorientasi nilai. 17menekankan bahwa pendidikan di era digital harus mengintegrasikan dimensi etika, refleksi moral, dan tanggung jawab sosial agar peserta didik tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi subjek yang sadar nilai. Dalam konteks pendidikan karakter, 18menunjukkan bahwa pengembangan digital citizenship memerlukan manajemen pendidikan yang mencakup perencanaan nilai, implementasi berkelanjutan, serta evaluasi perilaku peserta didik dalam ruang Livingstone. Audiences in an age of datafication: Critical questions for media Television & New Media, 20. , 170Ae183. Livingstone. , & Third. Children and young peopleAos rights in the digital age. New Media Society, 19. , 657Ae670. https://eprints. uk/68759/7/Livingstone_Children and young peoples rights_2017_aut hor LSERO. Ribble. Digital Citizenship in Education . rd ed. Eugene. OR: International Society for Technology in Education (ISTE). JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital Sejalan dengan itu,19menegaskan bahwa dakwah sosial yang dikelola melalui prinsip-prinsip manajemen meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, memiliki potensi besar dalam membentuk perilaku sosial dan moral peserta didik ketika terintegrasi dalam sistem pendidikan formal. Oleh karena itu, penelitian tentang manajemen dakwah sosial di madrasah menjadi penting untuk dikaji secara mendalam sebagai upaya strategis dalam memperkuat karakter peserta didik sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi digital secara adaptif dan Kajian Teori Manajemen Dakwah Sosial Dakwah merupakan upaya sadar dan terencana untuk menyampaikan, mengajak, serta membimbing individu atau masyarakat agar memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ajaran secara lisan, tetapi juga mencakup tindakan nyata yang bertujuan memperbaiki kondisi moral, spiritual, dan sosial Menurut20 mentransformasikan sikap batin dan perilaku warga masyarakat menuju suatu tatanan kebaikan individu dan kebaikan sosial. Dakwah sosial merupakan upaya menyampaikan atau menyeberluaskan ajaran islam kepada individu atau masyarakat unutk meningkatkan pemahaman, keimanan, akhlak, dan perilaku sosial sesui nilai-nilai islam. Dakwah sosial merupakan pengembangan dari konsep dakwah yang menekankan pada dimensi sosial dan kemasyarakatan. Penelitian dalam bidang pengembangan masyarakat Islam menunjukkan bahwa dakwah sosial berperan penting dalam membangun kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial umat melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual21. Menurut22, manajemen dakwah merupakan suatu disiplin ilmu yang Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Munir. , & Ilaihi. Manajemen dakwah. Prenadamedia Group. Cipta. , & Zakirman. -F. A systematic literature review study on daAowah and Islamic economic empowerment. MawaAoizh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 5. , 102Ae131. https://doi. org/10. 32923/maw. Kaddas. Manajemen dakwah: Teori dan praktik . Inovasi Publishing Indonesia. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen dengan aktivitas dakwah dalam rangka menyebarkan ajaran Islam secara terencana dan sistematis pada ranah Dengan demikian, manajemen dakwah sosial dapat dipahami sebagai suatu tatanan pengelolaan dan pengorganisasian kegiatan dakwah yang berfokus pada internalisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam dimensi sosial secara efektif dan berkelanjutan. Madrasah sebagai Lembaga Dakwah Sosial Peran Strategis Madrasah dalam Pembinaan Sosial Keagamaan Madrasah memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membina sikap sosial dan keagamaan peserta didik secara komprehensif. Dalam perspektif dakwah, madrasah berfungsi sebagai pusat internalisasi nilainilai Islam yang diwujudkan melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah bertujuan untuk pembentukan karakter dalam menanamkan nilai kepeduliaan sosial, tanggung jawab, dan etika keislaman23 . Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga sarana dakwah sosial yang strategis dalam membangun kebaikan individual dan kebaikan sosial secara simultan. Karakteristik Dakwah Sosial di Lingkungan Madrasah Dakwah sosial di lingkungan madrasah memiliki karakteristik yang khas karena dilakukan dalam konteks pendidikan formal yang terstruktur dan Dakwah sosial di madrasah tidak hanya berupa penyampaian informasi agama, tetapi juga terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran, kehidupan sekolah, dan pembentukan perilaku peserta didik. Karakteristik utama dakwah sosial di madrasah mencakup pendekatan keteladanan . , pembiasaan nilai melalui praktik sehari-hari, pembimbingan oleh pendidik sebagai role model, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini selaras dengan kajian yang menunjukkan bahwa pendidikan Islam, termasuk dalam lingkungan madrasah. Dea Ayunda. Puspita. Alfa. , & Nasution. Inovasi pendekatan sistem pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam: Strategi pembentukan karakter di era digital di Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3. , 145Ae153. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital menekankan pada interaksi sosial yang mendukung pembentukan moral dan perilaku sosial siswa melalui kurikulum holistik dan pembiasaan nilai 24. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa dakwah dan pendidikan Islam di sekolah Islam memberi kontribusi penting terhadap pembentukan karakter sosial peserta didik melalui integrasi nilai agama dalam pembelajaran dan aktivitas kehidupan sekolah. Misalnya, studi yang menganalisis peran pendidikan Islam di madrasah menyatakan bahwa program keagamaan dan interaksi sosial yang berlandaskan nilai Islam berperan besar dalam memperkuat kepedulian sosial dan keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial Dengan demikian, dakwah sosial di madrasah lebih bersifat integratif, menyeluruh, dan kontinu, karena dilaksanakan sekaligus sebagai bagian dari proses pendidikan formal yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Dakwah sosial di lingkungan madrasah tidak hanya mentransmisikan nilai keagamaan secara verbal, tetapi juga mendorong siswa untuk menjadi aktor aktif dalam kehidupan sosial yang beretika dan responsif terhadap tantangan zaman melalui pengalaman belajar yang bermakna dan Tantangan Dakwah Sosial di Madrasah Di era digital, madrasah menghadapi tantangan signifikan dalam mengimplementasikan dakwah sosial secara efektif. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara komunikasi dan interaksi sosial peserta didik, sehingga dakwah sosial tidak lagi dapat hanya menggunakan pendekatan Salah satu tantangan utama adalah rendahnya pemahaman dan kemampuan literasi digital di kalangan peserta didik dan bahkan pendidik, yang menyebabkan kesulitan dalam memfilter dan mengevaluasi informasi keagamaan yang tersebar secara digital. hal ini sejalan dengan temuan dalam penelitian tentang integrasi kerangka kurikulum literasi digital di madrasah Lestari. Maallah. Syamsuriah, & Taufik. Madrasah sebagai sistem sosial: Dinamika interaksi kelas dan peran stakeholder dalam membentuk ekosistem pembelajaran Islami. Journal of Humanities. Social Sciences, and Education (JHUSE), 1. , 1Ae12. Suwarno. Naura. Lestari. , & Siswanto. Mengintegrasikan dakwah budaya dan struktural dalam pengembangan masyarakat: Kerangka transdisipliner untuk transformasi sosial Islam. DIRASAH: Jurnal Kajian Islam, 2. , 504Ae521. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi yang menekankan kebutuhan panduan yang bermakna untuk navigasi konten digital yang etis dan relevan dengan nilai Islam26. Selain itu27 menegaskan bahwa literasi digital yang hanya berfokus pada keterampilan teknis belum cukup tanpa kemampuan untuk menyaring dan memilih konten digital yang akurat dan bertanggung jawab, sehingga tantangan ini memperlemah efektivitas dakwah sosial jika tidak diatasi melalui penguatan strategi dakwah berbasis literasi digital beretika. Selain itu, kondisi literasi digital peserta didik di madrasah aliyah menunjukkan bahwa meskipun siswa mampu mencari informasi, pemahaman kritis mereka terhadap konten digital keagamaan masih perlu peningkatan, terutama dalam mengevaluasi akurasi dan relevansi informasi yang diterima secara daring28. Dengan demikian, madrasah dituntut untuk mengembangkan kapasitas literasi digital dan strategi manajemen dakwah sosial yang adaptif, inklusif, dan sesuai nilai Islam agar tantangan era digital ini dapat diatasi secara Literasi digital dalam persfektif pendidikan islam Pengertian Literasi Digital Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang bersumber dari media digital secara kritis dan bertanggung jawab. 29mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai format digital dengan menekankan aspek berpikir kritis, bukan sekadar penguasaan teknologi. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi digital mencakup kemampuan teknis sekaligus keterampilan berpikir kritis dan etika digital dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk pembelajaran Kurniawan. Abu Bakar. , & Nur Kholis. Integrating Quranic framework for digital Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 15. https://ejournal. id/index. php/tadzkiyyah/article/view/16422 Aprianti. Anshori. , & Dewi. The role and challenges of Islamic religious education teachers in scientific publication in the digitalisation era . INTIQAD: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 16. https://doi. org/10. 30596/21911 Hasibuan. Siregar. , & Lubis. Literasi digital peserta didik madrasah aliyah dalam memahami konten keagamaan di media digital. Jurnal Pendidikan Islam, 12. , 145Ae160. Gilster. Digital literacy. New York: John Wiley & Sons. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital Penelitian lain juga menegaskan bahwa literasi digital harus diarahkan pada kemampuan menyaring informasi berdasarkan nilai-nilai Islam seperti amanah, tanggung jawab, dan kemanfaatan, sehingga peserta didik mampu menggunakan media digital secara produktif dan sesuai nilai keagamaan 31. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya berorientasi pada efektivitas penggunaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan adab dan karakter peserta didik. Urgensi Literasi Digital di Madrasah Literasi digital menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di madrasah karena kehadiran teknologi digital telah merubah lanskap pembelajaran dan interaksi peserta didik secara fundamental. Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut peserta didik dan pendidik untuk mampu mengakses, memahami, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab dalam konteks pendidikan dan dakwah sosial. Hasil studi literatur oleh32 menunjukkan bahwa literasi digital merupakan komponen penting dalam pendidikan Islam karena tidak hanya mencakup kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta etika digital yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, terutama ketika bermedia sosial dan mengakses informasi keagamaan secara online. Selain itu, penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam mengidentifikasi bahwa literasi digital diperlukan untuk menjawab tantangan sekolah Islam dalam memahami dan mengelola informasi digital, termasuk pemahaman terhadap konten pembelajaran digital serta penyusunan strategi pedagogis Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Rahmat. , & Utomo. Pendidikan dan bimbingan keagamaan berbasis literasi digital: Strategi pemanfaatan teknologi dalam menanamkan Islam moderat dalam keberagamaan. Jurnal Indonesia Studi Moderasi Beragama, 2. , 24Ae34. https://doi. org/10. 64420/jismb. Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi yang adaptif terhadap tuntutan era digital33. Sementara itu, studi34 tentang integrasi literasi digital ke dalam kurikulum madrasah menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan digital dalam pembelajaran formal tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global, termasuk kebutuhan pasar kerja dan ketahanan terhadap informasi yang tidak valid atau bersifat negatif. Literasi digital beretika dalam dakwah sosial Konsep Etika Digital dalam Islam Etika digital dalam Islam merujuk pada nilai-nilai moral dan prinsip keagamaan yang menjadi landasan perilaku pengguna teknologi digital, seperti kejujuran . , sopan santun . , tanggung jawab . mAna. , serta menjauhi kebohongan . dan fitnah . ftirA) dalam interaksi digital. Dalam perspektif Islam, aktivitas digital bukan semata aktivitas teknis, tetapi aktivitas bermoral yang tetap diawasi oleh prinsip akhlak yang juga berlaku di dunia nyata, karena setiap ucapan dan tindakan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT35. Selanjutnya ditegaskan kembali dalam penelitian36 bahwa etika digital merupakan seperangkat nilai dan norma moral yang mengatur perilaku individu dalam menggunakan teknologi dan media sosial, mencakup kejujuran dalam menyampaikan informasi, penghormatan terhadap privasi orang lain, penghindaran perundungan siber, serta integritas dalam berkomunikasi di ruang digital. Penelitian oleh37 menegaskan bahwa etika digital dalam Islam menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab dalam penggunaan media digital sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik dan pemahaman PAI dalam menghadapi tantangan era digital. Bali. , & Rohmah. Urgensi literasi digital di madrasah ibtidaiyah: Minority logic analyze di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4. , 2465Ae2476. Luthfiah. Digital literacy in madrasah curriculum: Preparing students for the global Islamic Journal Teaching Learning, 1. https://jtlm. id/index. php/jt/article/view/2 Setiawan. Fadloli. Chalim. , & Amalia. Etika digital dalam perspektif pendidikan agama Islam. Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 9. Aprilia. Lestari. Sahara. , & Suttrisno. Strategi guru MI dalam membentuk etika digital pada peserta didik di era media sosial. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2. , 34Ae46. https://doi. org/10. 62383/hardik. Setiawan. Fadloli. Chalim. , & Amalia. Etika digital dalam perspektif pendidikan agama Islam. Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 9. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga perilaku online mereka mencerminkan moral Islam. Selain itu, artikel Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Digital Remaja Muslim oleh38 menunjukkan bahwa PAI sangat efektif dalam menanamkan nilai etika digital kepada remaja dengan pendekatan kontekstual dan integratif, yaitu melalui penguatan nilai-nilai Islam seperti amanah, tanggung jawab, dan sopan santun saat bermedia digital. Dengan demikian, konsep etika digital dalam Islam bukan hanya sekadar pedoman teknis penggunaan media digital, tetapi merupakan penerapan langsung prinsip moral Islam dalam konteks digital modern, yang berfungsi untuk menjaga kehormatan, integritas, dan kesejahteraan sosial di ruang siber. Integrasi Literasi Digital Beretika dalam Dakwah Sosial Integrasi literasi digital beretika dalam dakwah sosial berarti memasukkan nilai-nilai moral dan etika digital ke dalam strategi, konten, serta cara penyampaian dakwah yang menggunakan media digital. Literasi digital beretika membantu penyampai dakwah untuk mengoptimalkan media daring secara bertanggung jawab, menghindari penyebaran konten negatif, memverifikasi informasi, serta menyampaikan pesan dakwah dengan adab dan moral Islam yang baik. Hal ini bukan hanya terkait aspek teknis penggunaan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan etika komunikasi, moderasi pesan dakwah, serta verifikasi fakta sehingga dakwah yang disampaikan tetap kredibel dan sesuai nilai Islam. Penelitian39 menekankan bahwa etika dakwah di era digital menjadi sangat penting sebagai respons terhadap transformasi media yang luas. Penelitian tersebut menyatakan bahwa dakwah digital yang efektif bukan hanya menjangkau audiens yang luas, tetapi juga harus menjaga nilai etika komunikasi dan moral governance sehingga informasi tetap valid, tidak provokatif, dan sejalan dengan prinsip moral Islam. Peran Dakwah Sosial dalam Membentuk Etika Bermedia Peserta Didik Sayuti. Peran pendidikan agama Islam dalam membangun etika digital remaja Muslim. Adz-Zikr: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10. http://ejournal. id/index. php/adzzikr/ Marzuky. Fatimah. , & Sariningsih. DaAowah ethics in the digital era in media transformation and moral governance. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam, 10. , 67Ae78. https://doi. org/10. 31538/altsiq. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi Dakwah sosial di lingkungan pendidikan memiliki peran signifikan dalam menanamkan etika bermedia digital kepada peserta didik. Dakwah sosial berbasis literasi digital beretika dapat menjadi ruang pendidikan moral digital, di mana siswa diajarkan cara berinteraksi, bertukar pendapat, dan mengonsumsi konten digital secara bijak dan beradab. Pendidikan agama Islam khususnya memiliki peran strategis untuk memperkuat nilai-nilai moral digital karena berlangsung secara sistematis dan terintegrasi dalam proses pembelajaran keagamaan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam (PAI) berperan penting dalam menginternalisasi nilainilai etika digital kepada remaja Muslim melalui penguatan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesopanan dalam penggunaan teknologi informasi, sehingga siswa tidak mudah terjebak dalam penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau konten negatif lainnya di ruang digital40. Selain itu, program yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital dan etika bermedia sosial juga terbukti efektif dalam membekali santri atau siswa dengan keterampilan untuk mengenali konten tidak valid dan secara bertanggung jawab41. Studi menunjukkan bahwa intervensi literasi digital dengan pendekatan nilai Islam dapat membantu peserta didik menghindari misinformasi, hoaks, serta praktik media negatif yang dapat merusak karakter dan moral. Dengan demikian, dakwah sosial di madrasah bukan hanya berfungsi sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran etika digital, memperkuat karakter mahasiswa/santri agar memiliki literasi digital yang beradab dan bertanggung jawab di tengah arus informasi digital yang semakin Kerangka teoritis manajemen dakwah sosial berbasis luterasi digital Hubungan Manajemen Dakwah Sosial dan Literasi Digital Beretika Manajemen pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah yang berorientasi pada pembinaan dan transformasi sosial masyarakat. Dalam Sayuti. Peran pendidikan agama Islam dalam membangun etika digital remaja Muslim. Adz-Zikr: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10. http://ejournal. id/index. php/adzzikr/ Maknuni. , & Ishaq. Peningkatan literasi digital dan etika bermedia sosial bagi santri Dayah Darul MutaAoalimin. BA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2. , 18Ae23. https://doi. org/10. 58477/ba. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital konteks pendidikan Islam, dakwah sosial tidak dapat dilepaskan dari dinamika perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola komunikasi, interaksi sosial, dan pembentukan nilai peserta didik. Oleh karena itu, literasi digital beretika menjadi landasan penting dalam pengelolaan dakwah sosial di madrasah, karena kemampuan ini memungkinkan penyelenggara dakwah untuk menggunakan media digital secara bertanggung jawab, menyaring informasi yang relevan, serta menjaga kredibilitas dan moral pesan dakwah yang disampaikan. Penelitian yang dilakukan oleh42 menunjukkan bahwa literasi digital dalam pendidikan Islam mencakup aspek berpikir kritis dan etika digital, bukan sekedar keterampilan teknis dalam menggunakan media digital. Temuan ini relevan dengan konteks manajemen dakwah sosial karena dakwah berbasis digital membutuhkan pemahaman etis untuk menghindari penyebaran konten negatif, hoaks, atau ujaran kebencian, sehingga pesan dakwah tetap konsisten dengan nilai-nilai Islam. Lebih jauh, kajian tentang literasi digital dalam43 juga menyatakan bahwa literasi digital mencakup dimensi etis, kognitif, dan spiritual, dan keduanya wajib diintegrasikan dalam upaya pembinaan peserta didik agar dapat berinteraksi dan bertindak secara moral di ruang digital. Hal ini menegaskan bahwa manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika saling terkait dan saling dakwah sosial di era digital yang dikelola dengan optimal harus mempertimbangkan literasi digital beretika sebagai komponen inti untuk meningkatkan efektivitas dan moralitas penyampaian pesan dakwah. Implikasi Teoretis bagi Pengelolaan Madrasah Secara teoretis, integrasi manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika memberikan implikasi penting bagi pengelolaan madrasah. Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat dakwah sosial yang bertanggung jawab membentuk Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Zaimina. , & Zahra. Literasi digital dalam pembelajaran akidah akhlak di era Society 5. 0: Analisis pustaka tematik. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. http://aladabiyah. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi karakter dan etika digital peserta didik. Penelitian44 menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam memperkuat kompetensi literasi digital siswa, termasuk aspek etika dan moral dalam pemanfaatan teknologi, sehingga madrasah perlu memperkuat strategi pedagogis yang sejalan dengan nilainilai Islam dalam konteks digital. Implikasi lainnya adalah perlunya pengelola madrasah mengintegrasikan literasi digital beretika ke dalam kebijakan, kurikulum, dan program kesiswaan sebagai bagian dari strategi dakwah sosial. Penelitian45 menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang menggabungkan pendekatan nilai-nilai Islam dan literasi digital mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik di era Dengan demikian, kerangka teoritis manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika menjadi pijakan konseptual dalam membangun madrasah yang adaptif, religius, dan berdaya saing di era digital, karena pengembangan literasi digital tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan perilaku bermedia yang bertanggung jawab sesuai nilai Islam. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. , yaitu pendekatan penelitian yang berfokus pada pengkajian, analisis, dan sintesis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Studi pustaka dilakukan tanpa pengumpulan data lapangan, melainkan melalui penelaahan kritis terhadap teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang bersumber dari literatur akademik yang kredibel dan mutakhir. Menurut46 studi literatur berperan penting dalam membangun landasan konseptual dan kerangka teoretis yang kuat dalam penelitian pendidikan dan sosial. Sumber data penelitian terdiri atas buku akademik internasional dan artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam tujuh tahun terakhir. Literatur yang digunakan Sukmawati. Mutmainna. Harmiati, & Safira. Digital literacy in Islamic elementary education: The role of teachers in strengthening student competencies . Journal of Indonesian Islamic Studies, 5. , 47Ae56. https://ejournal. id/index. php/jiis/ Rahimi. Saputra. Suroto, & Adan. Implementation of digital literacy in Islamic education: TeachersAo strategies for character building in the era of growing social media use. Fitrah: Journal of Islamic Education, 6. , 177Ae186. Creswell. , & Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed . th SAGE Publications. https://spada. id/pluginfile. php/510378/mod_resource/content/1/creswell. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital difokuskan pada tema manajemen dakwah, dakwah sosial, literasi digital, etika digital, serta pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Pemilihan sumber didasarkan pada kriteria relevansi dengan fokus penelitian, kualitas akademik, serta reputasi penerbit atau jurnal ilmiah bereputasi internasional. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis, yaitu teknik analisis yang menekankan pada identifikasi konsep, pengelompokan tema, dan penafsiran makna dari teks ilmiah. 47menjelaskan bahwa analisis isi memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman sistematis dan mendalam terhadap pola pemikiran serta kecenderungan konseptual dalam literatur. Hasil analisis kemudian disintesis untuk merumuskan kerangka konseptual mengenai manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika dalam konteks pengelolaan madrasah di era digital. Hasil dan Pembahasan Hasil kajian pustaka mengungkap bahwa pendidikan sosial berbasis dakwah di madrasah merupakan pendekatan terpadu yang menggabungkan nilai-nilai sosial, ajaran Islam, dan literasi digital sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang berakhlak sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pembentukan karakter di era digital membutuhkan strategi yang sistematis dan terintegrasi, baik melalui kurikulum, keteladanan, kegiatan pembiasaan, maupun pemanfaatan media digital. Dalam konteks ini, manajemen dakwah sosial memiliki peran strategis sebagai kerangka pengelolaan dakwah yang memastikan literasi digital beretika dapat diinternalisasi secara efektif di lingkungan madrasah. Perkembangan teknologi informasi tidak hanya mengubah pola pembelajaran dan interaksi sosial peserta didik, tetapi juga memunculkan tantangan baru terkait etika bermedia, tanggung jawab sosial, serta pembentukan karakter. Dalam konteks ini, dakwah sosial yang dikelola secara sistematis melalui prinsip-prinsip manajemen: meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, menjadi instrumen penting dalam membentuk perilaku digital peserta didik agar selaras dengan nilai-nilai Islam4849. Madrasah diposisikan tidak hanya sebagai lembaga transfer Krippendorff. Content analysis: An introduction to its methodology . th ed. Thousand Oaks. CA: Sage Publications. Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Zaimina. , & Zahra. Literasi digital dalam pembelajaran akidah akhlak di era Society 5. 0: Analisis pustaka tematik. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. http://aladabiyah. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial-keagamaan yang bertanggung jawab membimbing peserta didik untuk menggunakan media digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Temuan literatur menunjukkan bahwa pembentukan literasi digital beretika tidak dapat dilakukan secara parsial atau insidental, melainkan memerlukan integrasi yang menyeluruh antara kebijakan madrasah, kurikulum, budaya sekolah, keteladanan pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah sosial 5051. Dakwah sosial di madrasah bukan hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral digital, seperti kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan sikap kritis dalam menilai informasi yang diterima secara daring. Strategi ini sejalan dengan konsep literasi digital beretika yang menekankan dimensi teknis, kognitif, dan moral dalam pemanfaatan media digital untuk tujuan pendidikan dan dakwah 5253. Berdasarkan analisis artikel dan buku terbaru, pembahasan Hasil dan Pembahasan difokuskan pada beberapa aspek utama, yaitu: Implementasi Manajemen Dakwah Sosial di Madrasah : mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dakwah sosial yang terintegrasi dalam pembelajaran formal serta kegiatan pembiasaan nilai. Peran Literasi Digital Beretika dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: menekankan penguatan etika bermedia, kemampuan menyaring informasi, dan penginternalisasian nilai-nilai Islam melalui media digital. Integrasi Manajemen Dakwah Sosial dan Literasi Digital Beretika dalam Praktik Madrasah: membahas cara-cara madrasah memadukan manajemen dakwah dan literasi digital beretika ke dalam kurikulum, budaya sekolah, dan program Sukmawati. Mutmainna. Harmiati, & Safira. Digital literacy in Islamic elementary education: The role of teachers in strengthening student competencies . Journal of Indonesian Islamic Studies, 5. , 47Ae56. https://ejournal. id/index. php/jiis/ Rahimi. Saputra. Suroto, & Adan. Implementation of digital literacy in Islamic education: TeachersAo strategies for character building in the era of growing social media use. Fitrah: Journal of Islamic Education, 6. , 177Ae186. Setiawan. Fadloli. Chalim. , & Amalia. Etika digital dalam perspektif pendidikan agama Islam. Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 9. Marzuky. Fatimah. , & Sariningsih. DaAowah ethics in the digital era in media transformation and moral governance. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam, 10. , 67Ae78. https://doi. org/10. 31538/altsiq. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital Implikasi Teoretis dan Praktis bagi Pengelolaan Madrasah: menekankan pentingnya kebijakan, pelatihan guru, dan strategi pedagogis yang adaptif, religius, dan responsif terhadap tantangan era digital. Keempat aspek tersebut menunjukkan bahwa manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika merupakan pendekatan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan untuk membangun madrasah yang religius, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era digital. Berikut rincian dari keempat aspek Implementasi Manajemen Dakwah Sosial di Madrasah Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa implementasi manajemen dakwah sosial di madrasah perlu dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan melalui empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan manajerial ini penting agar dakwah sosial tidak berjalan secara sporadis atau insidental, melainkan terarah sebagai bagian integral dari sistem pengelolaan madrasah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan Islam yang menekankan keterpaduan antara tujuan, proses, dan hasil pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman54. Pada tahap perencanaan, madrasah perlu merumuskan visi dan misi dakwah sosial yang selaras dengan tujuan pendidikan Islam serta penguatan literasi digital Perencanaan ini mencakup integrasi nilai-nilai dakwah sosial ke dalam kurikulum formal, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan mata pelajaran umum yang relevan, penyusunan program pembinaan karakter berbasis nilai Islam, serta penetapan kebijakan penggunaan media digital yang beretika di lingkungan madrasah. Penelitian55 menegaskan bahwa literasi digital dalam pendidikan Islam harus dirancang secara sistemik sejak tahap perencanaan agar tidak berhenti pada aspek teknis penggunaan media, tetapi menyentuh dimensi etika dan Hal ini penting mengingat intensitas penggunaan media digital oleh peserta didik yang semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan problem moral apabila tidak diiringi dengan penguatan etika Islam. Secara penerapan langsung, tahap perencanaan dapat diwujudkan melalui penyusunan pedoman etika bermedia digital madrasah, pengembangan silabus yang Mulyasa. Manajemen pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi memuat nilai dakwah sosial dan literasi digital Islami, serta perencanaan program tahunan seperti pekan literasi digital Islami, kajian dakwah sosial berbasis media, dan pelatihan literasi digital bagi guru dan peserta didik. Praktik ini sejalan dengan temuan56 yang menunjukkan bahwa integrasi literasi digital ke dalam perencanaan pembelajaran PAI mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap nilai moral dalam penggunaan media digital. Tahap pengorganisasian menuntut keterlibatan seluruh unsur madrasah dalam pelaksanaan dakwah sosial. Dakwah sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Pendidikan Agama Islam, tetapi juga kepala madrasah sebagai pengambil kebijakan, wali kelas sebagai pendamping peserta didik, guru mata pelajaran sebagai teladan dalam penggunaan media digital, serta pembina kegiatan ekstrakurikuler sebagai penggerak pembiasaan nilai. 57menegaskan bahwa pengorganisasian pendidikan karakter yang efektif memerlukan pembagian peran yang jelas dan sinergis agar nilainilai yang ditanamkan dapat terinternalisasi secara konsisten. Dalam praktiknya, pengorganisasian dapat dilakukan dengan membentuk tim penguatan dakwah sosial dan literasi digital beretika, menetapkan koordinator program, serta mengintegrasikan tugas dakwah sosial ke dalam struktur organisasi Langkah ini memastikan setiap program memiliki penanggung jawab yang jelas dan dapat dipantau keberlanjutannya. Pada tahap pelaksanaan, dakwah sosial di madrasah diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan pembiasaan nilai. Pelaksanaan ini mencakup pembelajaran berbasis nilai dalam kelas, keteladanan pendidik dalam penggunaan media digital yang santun dan bertanggung jawab, serta pemanfaatan media sosial madrasah sebagai sarana dakwah yang edukatif, moderat, dan inspiratif. Pembelajaran dapat diarahkan pada diskusi etika bermedia, analisis konten digital dari perspektif Islam, serta proyek pembuatan konten dakwah digital oleh peserta didik. Penelitian58 menunjukkan bahwa praktik langsung literasi digital dalam pembelajaran Zaimina. , & Zahra. Literasi digital dalam pembelajaran akidah akhlak di era Society 5. 0: Analisis pustaka tematik. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. http://aladabiyah. Mulyasa. Manajemen pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Saputra. , & Syahputra. Penanaman paham literasi digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12. https://aladabiyah. id/index. php/adabiyah/article/view/1093 Al-Adabiyah JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital PAI efektif dalam menanamkan sikap kritis, bertanggung jawab, dan beretika dalam Selain itu, kegiatan pembiasaan seperti kultum digital, kampanye antihoaks, dan gerakan literasi digital Islami menjadi bentuk konkret dakwah sosial di era Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pelaksanaan dakwah sosial dan dampaknya terhadap perilaku peserta didik. Evaluasi tidak hanya berfokus pada ketercapaian program, tetapi juga pada perubahan sikap, pola interaksi sosial, dan etika bermedia digital peserta didik. 59menegaskan dalam penelitiannya bahwa evaluasi sangat perlu dilakukan agar dapat mengetahui hal apa yang perlu diperbaiki, serta kekurangan atau kendala yang di hadapi maupun hal-hal yang perlu dipertahankan. Evaluasi dapat dilakukan melalui observasi perilaku, penilaian sikap dalam pembelajaran, refleksi guru, serta analisis aktivitas peserta didik pada media digital Evaluasi yang berkelanjutan memungkinkan madrasah melakukan perbaikan program secara adaptif sesuai dengan tantangan perkembangan teknologi dan sosial60. Dengan demikian, implementasi manajemen dakwah sosial di madrasah yang dijalankan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi mampu memperkuat fungsi madrasah tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat dakwah sosial yang membentuk peserta didik berkarakter Islami dan beretika dalam menghadapi tantangan era digital. Peran Literasi Digital Beretika dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Temuan literatur menegaskan bahwa literasi digital beretika memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menggunakan perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kesadaran etis, serta tanggung jawab moral dalam memproduksi dan mengonsumsi informasi digital61. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi digital diarahkan untuk membentuk peserta Choiriyah. Dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Al-Basyar: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2. Mulyasa. Manajemen pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Buckingham. The Media Education Manifesto. Cambridge: Polity Press. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi didik yang mampu menyaring informasi, menghindari hoaks, serta menggunakan media digital secara produktif dan beradab sesuai dengan nilai-nilai Islam62. Di lingkungan madrasah, literasi digital beretika berperan sebagai instrumen pembinaan karakter yang relevan dengan realitas kehidupan peserta didik di era Penelitian63 menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mampu memperkuat sikap jujur, tanggung jawab, dan kedisiplinan peserta didik dalam bermedia. Hal ini menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari konteks digital yang menjadi ruang sosial baru bagi peserta didik. Penerapan literasi digital beretika di madrasah dapat dilakukan melalui beberapa strategi utama. Melalui pembelajaran berbasis analisis kritis konten digital, di mana guru mengajak peserta didik menganalisis berita, unggahan media sosial, atau video digital dari perspektif nilai Islam, seperti kejujuran, tabayyun, dan tanggung jawab Pendekatan ini membantu peserta didik membangun kesadaran bahwa tidak semua informasi digital layak dipercaya dan disebarkan 64. Literasi digital beretika diterapkan melalui diskusi etika bermedia dalam perspektif Islam yang diintegrasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam maupun kegiatan keagamaan madrasah. Diskusi ini mencakup adab berkomunikasi di media sosial, etika berkomentar, larangan menyebarkan fitnah dan hoaks, serta tanggung jawab moral atas jejak digital. Penerapan literasi digital beretika diwujudkan melalui kegiatan pembiasaan dan keteladanan, seperti penggunaan bahasa yang santun dalam grup daring kelas, penegakan aturan etika digital madrasah, serta keteladanan guru dalam bermedia Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai model perilaku digital yang Islami. Madrasah dapat mengembangkan program literasi digital Islami sebagai bagian dari dakwah sosial, seperti kampanye anti-hoaks, pelatihan pembuatan konten Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Saputra. , & Syahputra. Penanaman paham literasi digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12. https://aladabiyah. id/index. php/adabiyah/article/view/1093 Al-Adabiyah Zaimina. , & Zahra. Literasi digital dalam pembelajaran akidah akhlak di era Society 5. 0: Analisis pustaka tematik. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. http://aladabiyah. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital dakwah digital, dan pengelolaan media sosial madrasah yang edukatif. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk menjadi subjek aktif dakwah sosial digital, bukan sekadar konsumen informasi. Kemudian65menegaskan bahwa dalam konteks pembelajaran di era digital di lingkungan madrasah berfokus pada pembentukan etika digital peserta didik melalui proses pengajaran, pembiasaan, dan pendampingan yang terintegrasi dengan penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan pengajaran berbasis teknologi, agar siswa mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai etika secara utuh dalam kehidupan digital. Dengan demikian, literasi digital beretika berfungsi sebagai sarana dakwah sosial yang strategis di madrasah karena mampu mengintegrasikan penguasaan teknologi dengan pembentukan akhlak. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya menjadi individu yang cakap secara digital, tetapi juga memiliki integritas moral, tanggung jawab sosial, dan kesadaran etis dalam menghadapi arus informasi di era Integrasi Manajemen Dakwah Sosial dan Literasi Digital Beretika dalam Praktik Madrasah Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas dakwah sosial di madrasah sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan manajemen dakwah sosial dengan literasi digital beretika secara terpadu. Integrasi ini bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan proses pendidikan yang mensinergikan kebijakan institusional, kurikulum berbasis nilai Islam, dan budaya sekolah yang religius serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Integrasi Kebijakan dan Kurikulum Di tingkat kebijakan, madrasah perlu menetapkan pedoman penggunaan media digital yang tidak hanya teknis tetapi juga normatif, mencakup ketentuan etika, moderasi pesan, dan tanggung jawab moral dalam bermedia. Perumusan pedoman ini sejalan dengan temuan66 yang menyatakan bahwa literasi digital dalam pendidikan Islam harus mencakup aspek kritis dan etis, bukan sekadar kemampuan teknis, agar pesan dakwah yang disampaikan melalui media digital tetap sesuai nilai keislaman serta tidak terdistorsi oleh konten negatif seperti hoaks atau ujaran kebencian. Aprilia. Lestari. Sahara. , & Suttrisno. Strategi guru MI dalam membentuk etika digital pada peserta didik di era media sosial. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2. , 34Ae46. https://doi. org/10. 62383/hardik. Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi Sebagai pembelajaran yang mengintegrasikan nilai Islam dengan keterampilan digital, misalnya melalui pengembangan proyek pembelajaran PAI yang memuat analisis konten digital berdasarkan prinsip moral Islam, atau melalui kurikulum yang menggabungkan literasi digital berbasis Al-QurAoan dan hadis yang menjadi rujukan Temuan67 menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum literasi digital berbasis kerangka Al-QurAoan di madrasah memberikan landasan nilai yang kuat serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menavigasi media digital secara etis dan bertanggung jawab. Integrasi dalam Pembelajaran dan Praktik Aktivitas Sekolah Dalam pembelajaran yang memanfaatkan media digital sebagai sarana penyampaian materi sekaligus pembinaan nilai. Madrasah dapat mendorong peserta didik membuat konten dakwah digital yang edukatif, moderat, dan sesuai dengan ajaran Islam sebagai bagian dari tugas atau proyek pembelajaran. Selain itu, diskusi etika bermedia digital dalam kelas yang dipandu oleh guru PAI dapat memfasilitasi pemahaman peserta didik terhadap implikasi moral dari setiap aktivitas online. Sesuai dengan hasil penelitian68 menunjukkan bahwa praktik meintegrasikan pembelajaran dalam era digital seperti guru memulai pembelajaran dengan tayangan video edukatif yang relevan dengan tema karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, atau etika Penggunaan media audiovisual terbukti meningkatkan fokus peserta didik dan memberikan konteks yang konkret terhadap nilai yang sedang dipelajari. Setelah itu, guru mengaitkan video dengan ayat Al QurAoan dan hadis yang mendasari nilai tersebut, sehingga peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dan realitas kehidupan digital mereka. Integrasi ini juga dapat diwujudkan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong penggunaan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab, seperti klub media digital Islami, lomba karya tulis dakwah berbasis digital, atau pelatihan pembuatan konten multimedia keagamaan. Pendekatan semacam ini memperkuat Kurniawan. Abu Bakar. , & Nur Kholis. Integrating Quranic framework for digital Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 15. https://ejournal. id/index. php/tadzkiyyah/article/view/16422 Barus. Zulfan, & Hasanuddin. Integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan karakter peserta didik di era digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JURPAI), 1. , 94Ae https://doi. org/10. 62712/jurpai. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital hubungan antara dakwah sosial dan kecakapan digital peserta didik, menjadikan media digital bukan hanya alat komunikasi tetapi juga media dakwah yang bernilai. Penguatan Budaya Sekolah dan Lingkungan Sosial Budaya sekolah yang kuat terhadap nilai Islam dan literasi digital beretika memiliki peran penting dalam membangun keterpaduan antara dakwah sosial dan kehidupan digital peserta didik. Sekolah harus mempromosikan nilai toleransi, moderasi, dan adab dalam bermedia sosial melalui berbagai mekanisme internal seperti kode etik digital sekolah, orientasi bagi peserta didik mengenai adab online, serta pengawasan penggunaan media digital di lingkungan madrasah. Temuan dari penelitian69 bahwa literasi digital yang baik mencakup dimensi etis dan kognitif yang disinergikan dengan kurikulum kontekstual serta budaya sekolah yang mendukung praktik media digital yang bertanggung jawab. Hal ini menegaskan bahwa integrasi manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika bukan sekadar respons terhadap perkembangan teknologi, tetapi strategi pendidikan yang mampu menyatukan dimensi spiritual, sosial, dan digital secara holistik di kehidupan madrasah. Peran Pendidik dan Kepemimpinan Madrasah Integrasi etika digital dalam pembelajaran di madrasah sangat ditentukan oleh peran strategis pendidik dan kepemimpinan madrasah dalam mengimplementasikan kebijakan serta praktik pendidikan yang berkelanjutan. Etika Digital dalam Pembelajaran menegaskan bahwa guru perlu dibekali pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai etika digital agar mampu menjadi teladan dalam membangun budaya pembelajaran yang aman, beradab, dan bermartabat di ruang siber. Dalam konteks ini, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik literasi digital, tetapi juga sebagai agen dakwah digital yang memanfaatkan teknologi secara pedagogis sekaligus menanamkan nilai-nilai etika Islam dalam setiap muatan pembelajaran. Di sisi lain, kepala madrasah memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas pendukung, kebijakan yang kondusif, serta program pelatihan berkelanjutan bagi guru Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 Yaqin. Etika digital dalam pembelajaran: Membangun karakter dan etika di dunia Basya Media Utama. https://basyamediautama. com/etika-digital-dalam-pembelajaran membangun-karakter-dan-etika-di-dunia-pendidikan/ JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi agar integrasi etika digital dapat berjalan secara konsisten dan sistematis. Temuan 71 turut menguatkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua merupakan faktor kunci dalam pembentukan etika digital peserta didik, terutama melalui keterlibatan aktif orang tua dalam seminar dan workshop yang difasilitasi oleh guru madrasah guna menyelaraskan nilai-nilai etika digital di sekolah dan di rumah. Sejalan dengan itu,72menekankan pentingnya intervensi pedagogis yang terstruktur dan berkelanjutan agar pendidik tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Dengan demikian, keberhasilan integrasi etika digital dalam pembelajaran di madrasah tidak hanya bergantung pada kompetensi dan keteladanan pendidik serta dukungan kepemimpinan madrasah dalam penyediaan kebijakan dan fasilitas yang berkelanjutan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua melalui monitoring dan pendampingan di lingkungan keluarga, sehingga terbentuk sinergi yang kuat antara sekolah dan rumah dalam menanamkan nilai-nilai etika digital secara konsisten pada peserta didik. Implikasi Teoretis dan Praktis bagi Pengelolaan Madrasah Temuan kajian pustaka menunjukkan bahwa manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika merupakan dua konsep yang saling terkait dan saling memperkuat dalam konteks pengelolaan madrasah di era digital kontemporer. Secara teoretis, integrasi kedua konsep ini tidak saja menjadi respons terhadap perubahan teknologi, tetapi juga menjadi landasan konseptual bagi pengembangan model pendidikan Islam yang adaptif, moral, dan kontekstual. Literatur tentang literasi digital dalam pendidikan agama Islam menegaskan bahwa kemampuan digital harus dipadukan dengan nilai-nilai agama, sehingga pembelajaran tidak hanya melahirkan kompetensi teknis tetapi juga kesadaran moral dan etika dalam bermedia digital73. Implikasi Teoretis Secara teoretis, integrasi manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika memperkaya kajian pendidikan Islam dengan menambahkan dimensi baru yang Aprilia. Lestari. Sahara. , & Suttrisno. Strategi guru MI dalam membentuk etika digital pada peserta didik di era media sosial. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2. , 34Ae46. https://doi. org/10. 62383/hardik. Bahri. Pengembangan kompetensi guru dalam literasi digital dan etika siber: Studi interdisipliner antara pendidikan dan teknologi informasi. EduFalah Journal, 1. , 188Ae200. https://gerbangjurnal. id/index. php/efjhe/ Azis. , & Rusydiyah. Literasi digital dalam pendidikan Islam: Menavigasi tantangan dan peluang media sosial untuk pembelajaran agama. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 100Ae117. https://ejournal. iaihnw-lotim. id/an-nahdlah/index. php/an-nahdlah/article/view/729 JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital relevan dengan tantangan abad ke-21. Kajian literatur menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya membutuhkan kecakapan teknis, tetapi juga kerangka nilai yang menopang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan bermoral 74. Dari perspektif manajemen pendidikan Islam, integrasi ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis nilai yang holistik, di mana literasi digital ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan etika peserta didik. Ini sejalan dengan hasil analisis tematik yang menunjukkan bahwa literasi digital dalam pendidikan Islam harus mencakup dimensi kognitif, teknis, etis, dan spiritual yang seimbang, untuk menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya efisien tetapi juga bermakna secara nilai75. Secara konseptual, implikasi teoretis ini menguatkan landasan teori pendidikan Islam yang berpijak pada integrasi nilai tradisional dengan tuntutan modernitas Dengan demikian, kerangka teoritis manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika dapat dijadikan pijakan konseptual baru bagi penelitian selanjutnya di bidang pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik di era digital. Implikasi Praktis Secara praktis, pengelolaan madrasah perlu merevisi dan memperkuat berbagai aspek operasional agar integrasi manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika dapat berjalan efektif. Beberapa implikasi praktis yang perlu diperhatikan oleh pengelola madrasah adalah sebagai berikut: Penguatan Kebijakan Internal Madrasah perlu mengembangkan kebijakan internal yang eksplisit mengatur penggunaan media digital dan literasi digital beretika. Kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis . isalnya tata tertib penggunaan gawai dan interne. , tetapi juga mencakup pedoman etika bermedia sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian seputar integrasi literasi digital dalam pembelajaran menunjukkan bahwa tanpa kerangka Saputra. , & Syahputra. Penanaman paham literasi digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12. https://aladabiyah. id/index. php/adabiyah/article/view/1093 Al-Adabiyah Zaimina. , & Zahra. Literasi digital dalam pembelajaran akidah akhlak di era Society 5. 0: Analisis pustaka tematik. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. http://aladabiyah. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi kebijakan yang jelas, peserta didik sering kali menghadapi risiko paparan konten negatif, hoaks, atau perilaku bermedia yang tidak etis76. Pengembangan Kapasitas Guru Guru perlu mendapatkan pelatihan dan pengembangan profesional untuk membangun kompetensi literasi digital yang kuat sekaligus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran digital. Peran guru tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai fasilitator etika digital yang membimbing peserta didik dalam penggunaan media yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian tentang literasi digital dalam pendidikan menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam memfasilitasi kesadaran etika digital dan mendukung peserta didik dalam menginterpretasikan konten digital melalui lensa nilai Islam 77. Strategi Pedagogis yang Relevan Madrasah perlu mengadopsi strategi pedagogis yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai Islam pada semua mata pelajaran, tidak hanya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Misalnya, pembelajaran berbasis proyek digital yang melibatkan analisis etika konten digital atau pembuatan konten dakwah digital beretika dapat menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran. Pendekatan ini memperluas pemahaman peserta didik tentang literasi digital sebagai praktik moral, bukan sekadar keterampilan teknis. Penguatan Infrastruktur Digital Dukungan infrastruktur digital yang memadai juga menjadi faktor penting dalam pengelolaan madrasah yang berorientasi pada literasi digital beretika. Madrasah perlu memastikan akses internet, perangkat digital, serta platform pembelajaran daring yang aman dan mendukung kegiatan dakwah sarat nilai moral. Tanpa dukungan infrastruktur, implementasi literasi digital sering terkendala oleh keterbatasan fasilitas yang menghambat efektivitas pembelajaran digital. Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan Evaluasi tidak hanya mengukur pencapaian akademik, tetapi juga menilai perubahan perilaku, etika bermedia, dan internalisasi nilai Islam dalam konteks digital. Monitoring berkelanjutan terhadap penggunaan media digital oleh peserta didik serta Hasanah. , & Sukri. Implementasi literasi digital dalam Pendidikan Islam: tantangan Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 11. https://journal. id/index. php/equilibrium/article/view/10426 Pujia Unismuh Makassar Sukmawati. Mutmainna. Harmiati, & Safira. Digital literacy in Islamic elementary education: The role of teachers in strengthening student competencies . Journal of Indonesian Islamic Studies, 5. , 47Ae56. https://ejournal. id/index. php/jiis/ JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Visual Religion dan Gerakan Hijrah: Analisis Film ketika Mas Gagah pergi di era Digital umpan balik dari guru dan orang tua dapat membantu madrasah menyesuaikan program pembinaan karakter yang lebih responsif terhadap dinamika perkembangan Dengan demikian, integrasi manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika bukan hanya sekadar framework teoritis, tetapi memiliki implikasi nyata dalam pengelolaan madrasah. Pendekatan ini dapat menciptakan madrasah yang religius, berkarakter, adaptif, mampu menjawab tantangan kompleks di era digital, dan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cakap teknologi tetapi juga beretika dan memiliki moral Islami yang kuat. Kesimpulan Berdasarkan hasil kajian pustaka dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa manajemen dakwah sosial berbasis literasi digital beretika merupakan pendekatan strategis dan relevan dalam pengelolaan madrasah di era Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola belajar, interaksi sosial, serta perilaku bermedia peserta didik, sehingga madrasah dituntut tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi pembinaan sosial, moral, dan spiritual yang adaptif terhadap dinamika zaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi manajemen dakwah sosial yang dijalankan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter peserta didik. Integrasi dakwah sosial dengan literasi digital beretika memungkinkan madrasah memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukatif dan dakwah, sekaligus membentengi peserta didik dari dampak negatif media digital seperti hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi etika bermedia. Literasi digital dalam perspektif pendidikan Islam tidak hanya menekankan penguasaan teknis, tetapi juga dimensi kritis, etis, dan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai akhlak Islami. Selain itu, temuan kajian menegaskan bahwa keberhasilan integrasi manajemen dakwah sosial dan literasi digital beretika sangat ditentukan oleh peran pendidik dan kepemimpinan madrasah. Guru berperan sebagai pendidik, teladan, sekaligus agen dakwah digital yang menanamkan nilai etika bermedia melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan nilai. Sementara itu, kepemimpinan madrasah memiliki tanggung jawab strategis dalam merumuskan kebijakan, menyediakan sarana pendukung, serta mengembangkan program dan budaya sekolah yang kondusif bagi pembinaan karakter dan etika digital peserta didik secara berkelanjutan. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 2. Desember 2025 Akhmad Ramidi Namun demikian, pembentukan etika digital peserta didik tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada madrasah. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa monitoring dan pendampingan orang tua memiliki peran penting dalam memperkuat internalisasi nilai etika digital di lingkungan keluarga. Sinergi antara madrasah dan orang tua menjadi kunci dalam memastikan konsistensi nilai, pengawasan penggunaan media digital, serta pembinaan perilaku bermedia peserta didik di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, pengelolaan dakwah sosial berbasis literasi digital beretika menuntut kolaborasi yang kuat antara pendidik, kepemimpinan madrasah, dan orang tua agar pembentukan karakter peserta didik dapat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai Islam di tengah tantangan era digital. Daftar Pustaka