Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 PENGEMBANGAN WORKSHEET TEMATIK-INTEGRATIF PADA MATA PELAJARAN IPA TERPADU UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KERITIS SISWA Hunaepi1. Muhali2. Saiful Prayogi3 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi 2Dosen Program Studi Pendidikan Kimia. Dosen Program Studi Pendidikan Fisika hunaepibio@ymail. Abstract: The research was conducted to improve the Critical Thinking Capability in detail: . Describe the thematic-integrative worksheet on integrated IPA Subjects, . Measure the critical thinking skills of students as the effect of the thematic-integrative Worksheet material, and . Describe the student's response to the teaching material Worksheet thematic-integrative. The resulting product development is an thematic-integrative Worksheet to support a learning process that can improve critical thinking skills. The thematic-integrative worksheets developed have met the criteria of validity and according to the expert. The test results have shown that the thematicintegrative Worksheet teaching materials are more effective. All learning tools used are in valid categories and are eligible for use. The results of the first trial showed that students' critical thinking skills were averaged 76. ritical categorie. , while the second test reached an average of 4 . ery critica. Based on the analysis result, it is found that the thematic-integrative worksheet developed can develop critical thinking skill. Kata Kunci : Worksheet thematic-integrative, integrated-IPA subject. Critical Thinking Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Secara rinci dapat dikemukakan tujuan khusus yakni: . Mendeskripsikan kelayakan Worksheet tematik-integratif Mata Pelajaran IPA terpadu yang dikembangkan, . Mengukur kemampuan berpikir kritis siswa setelah selesai melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu dengan mengunakan bahan ajar Worksheet tematik-integratif, dan . Mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran IPA terpadu dengan menggunakan bahan ajar Worksheet tematik integratif. Bahan ajar yang dihasilakan berupa Worksheet tematik integratif sebagai pendukung proses pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Worksheet tematik integratif yang telah dikembangkan telah memenuhi kriketeria kevalidan menurut ahli dan hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan ajar Worksheet tematik integratif tersebut dapat mendukung pembelajaran yang Tingkat kevalidan semua perangkat pembelajaran yang digunakan berada dalam kategori valid dan layak digunakan. Hasil uji coba satu menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa mencapai nilai rata-rata 76. 7 dengan katagori kritis, sedangkan uji coba dua mencapai ratarata 84. 4 katagori sangat kritis. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa worksheet tematik integratif yang dikembangakan dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis Kata Kunci : Worksheet tematik integratif. IPA terpadu. Berpikir kritis PENDAHULUAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku sejak tahun 2006 (Permendiknas No 22, 23 dan 24 tahun 2. , memiliki tujuan mendirikan dan mengembangkan kompetensi siswa sesuai kondisi lingkungan dengan memperhatikan lingkup standar nasional pendidikan (Wildan. Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan siswa dituntut untuk memiliki kompetensi berpikir kritis, keterampilan proses sains, literasi sains, kreatif, sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih baik agar mampu bersaing di era persaingan global di masa depan. Kreatifitas siswa dapat dilatih melalui pendidikan. Di sinilah pentingnya penyempurnaan kurikulum di Indonesia. Penyempurnaan KTSP Kurikulum 2013 merupakan bentuk perubahan paradigma belajar abad 21. Kurikulum 2013 menjadi tolak ukur kemajuan pendidikan di Indonesia dimasa yang akan datang. Inti dari Kurikulum 2013, adalah penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum mengedepankan pengalaman personal melalui Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy proses mengamati, bertanya, bernalar, dan mencoba . bservation based learnin. , serta meningkatkan kreativitas peserta didik, menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kritis, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap . ahu mengap. , keterampilan . ahu bagaiman. , dan pengetahuan . ahu ap. yang terintegrasi (SISDIKNAS, 2. Salah satu bentuk pelaksanaan kurikulum 2013 di tingkat SMP adalah lebih menekankan pengintegrasikan mata pelajaran biologi, kimia, dan fisika menjadi mata pelajaran IPA terpadu. Pengintegrasian mata pelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan mata pelajaran dan tematik-integratif. Upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA terpadu melalui kurikulum 2013 harus diikuti profesionalitas guru, serta terpenuhinya Hasil kajian di lapangan menunjukkan proses pembelajaran IPA masih jauh dari harapan karena guru-guru kurang dipersiapkan dengan baik. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Ermawati (Radar Lombok, 2. , bahwa di NTB masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Mempelajari IPA dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan BSNP menjelaskan bahwa mata pelajaran IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses. Mata IPA kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. Mata pelajaran IPA bertujuan agar semua siswa memiliki kemampuan . antara lain: berpikir kritis, membaguan literasi sains, dan membentuk sikap positif terhadap IPA dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, melalui kerja ilmiah, siswa dilatih untuk memanfaatkan fakta, membangun konsep, prinsip, teori sebagai dasar untuk berpikir kreatif, kritis, analitis, dan Kajian di lapangan ditemukan proses pembelajaran IPA cenderung menekankan pada aspek produk, sehingga aspek proses dan sikap kurang mendapat perhatian, hal ini juga menyebabkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, memahami konsep IPA dengan benar, dan kemampuan siswa dalam membangun literasi sains sangat rendah Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 (Gunawan, 2. Hal ini tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih menggunakan paradigma lama dan pembelajaran kurang inovatif dan kreatif. Selain dari kurangnya kesiapan guru, ketersediaan media dan bahan ajar yang mendukung mata pelajaran IPA terpadu yang tematik integratif tidak ada. Upanya menciptakan siswa yang kreatif, inovatif, berpikir kritis, memiliki literasi sains dan memiliki sikap yang positif, perlu didukung oleh media dan bahan ajar yang relevan dengan perkembangan kurikulum yang Salah satu sumber belajar yang diasumsikan dapat membangun kemampuan berpikir kritis, litersi sains, dan pemahaman konsep dengan benar adalah bahan ajar berupa Worksheet tematik-integratif yang berorietasi pada pengintegrasian IPA terpadu. Worksheet tematik-integratif termasuk media cetak hasil pengembangan teknologi cetak yang berupa buku dan berisi materi visual yang terintegrasi. Pembelajaran yang dilaksanakan di bangku sekolah harus mampu meningkatkan pemberdayaan aktivitas dan kreativitas siswa secara keseluruhan. Siswa sebagai individu yang unik dan berbeda memiliki kemampuan akademik yang berbeda pula. Perbedaan kemampuan akademik ini sangat penting diperhatikan dalam pembelajaran (Sidi, 2001. Winkel, 2. Pendapat senada juga dinyatakan Richards . , menyatakan bahwa berdasarkan kemampuan akademik, maka ada tiga kelompok siswa, yaitu siswa berkemampuan akademik tinggi, siswa berkemampuan akademik sedang, dan siswa berkemampuan akademik rendah. Menurut Anderson & Pearson . dan Nasution . dalam Mahanal . apabila siswa yang memiliki kemampuan akademik berbeda diberi pengajaran yang sama, maka hasil belajar akan berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan akademiknya. Berdasarkan perbedaan kemampuan akademik ini diharapkan dapat diketahui, penguasaan Pembelajaran IPA terpadu akan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam kurikulum 2013, tentunya diperlukan kesiapan guru, alat, media, dan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan kurikulum 2013 yakni tematik integratif. Berdasarkan kajian di atas maka dilakukan pengembangan Worksheet tematik-integratif Mata Pelajaran IPA Terpadu menumbuhkan keterampilan berpikir keritis Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Worksheet tematik Integratif. Selanjutnya Worksheet tematik Integratif yang dikembangkan di uji dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Proses pengembangan Worksheet tematik Integratif dikembangkan dengan mengadaptasi model dari Thiagarajan, et al. , . dalam Mahanal . , yaitu model 4-D (Define. Design. Develop, and Dessiminat. Rincian langkahlangkah sebagai berikut: Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 Adapun uji coba Worksheet Tematik-Integratif dilakukan di kelas VII MTsN 1 Mataram. Bentuk skema pembelajaran dibuat berdasarkan rancangan One Shoot Case Stady Uji coba di kelas menggunakan desain One Shoot Case Stady (Tuckman, 1. polanya adalah: Uji awal Perlakuan Define (Pendefinisia. Pada syarat-syarat pembuatan/penyusunan Worksheet Tematik-Integratif, dilakukan dengan analisis kurikulum meliputi analisis tugas dan analisis konsep. Kurikulum yang digunakan adalah KTSP yang mengacu pada Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan (Depdiknas, 2. Design (Perancanga. Tahap ini dilakukan untuk merancang Worksheet TematikIntegratif dan instrumentasi penelitian berupa tes untuk mengetahui pemahaman konsep siswa. Keterangan: O1 = Tahap Penyusunan Perangkat Uji akhir O2 = X = Memberikan perlakuan pada siswa, yaitu dengan menggunakan Worksheet Tematik-Integratif. merekam keterampilan berpikir kritis siswa terhadap topik topik yang diajarkan setelah diajarkan. Subjek dan Tempat penelitian Subjek uji coba awal atau uji coba 1 melibatkan siswa kelas VII Bio A MTs Negeri 1 Mataram. Uji coba lanjutan atau uji coba 2 melibatkan siswa kelas VII Bio B Mts Negeri 1 Mataram, yang tersebar dalam 2 kelas. keseluruhan subjek penelitian 30 orang siswa. Develop (Pengembanga. Tahap . bertujuan untuk menghasilkan Worksheet Tematik-Integratif. Worksheet TematikIntegratif yang dikembangkan divalidasi ahli sehingga perangkat dapat dianggap representatif dan memenuhi syarat validitas Guru mitra juga diberi kesempatan untuk mengecek Worksheet TematikIntegratif. Disseminate (Penyebara. Tahap penyebaran dilakukan melalui uji coba kelas untuk, melihat keepektifan perangkat Worksheet Tematik-Integratif yang telah dikembangkan terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa MTs. Uji Coba Produk Ujicoba dilaksanakan sebagai upaya untuk memperoleh masukan, koreksi, dan perbaikan terhadap WorksheetTematik-Integratif yang disusun dan untuk melihat keterlaksanaan di Instrumen Penelitian Lembar Observasi Kemampuan berpikir kritis Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan melalui worksheet yaitu untuk mengetahui berpikir kritis siswa setelah digunakannya worksheet dalam proses pembelajaran dengan mengunakan lebar observasi berpikir kritis. Lebar observasi berpikir kritis disusun berdasarkan tiga indikator berpikir kritis yaitu, memberi penjelasan membangun keterampilan dan menyimpulkan. Kemampuan berpikir kritis yang diukur mengacu Ennis . dan Arnyana . dengan mengambil 3 menganalisis, dan Induksi. (Depdiknas. Pengumpulan Data Tahap-tahap pengumpulan data dalam penelitian adalah sebagai berikut: Melakukan postes, digunakan untuk mengetahui hasil pemahaman konsep, setelah siswa mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran penelitian uji Jawaban siswa diberi skor Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AuLensaAy menggunakan rubrik yang telah Memberikan angket tanggapan siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap prosess pembelajaran Analisis Data Analisis Kevalidan Worksheet Kevalidan Worksheet TematikIntegratif ditentukan dari hasil penilaian para Vol. 1 No. ISSN 2338-4417 ahli yang berkompeten dan praktisi . uru MT. , yaitu dengan menghitung rata-rata nilai indikator dan nilai aspek untuk tiap-tiap ahli dan praktisi. Penilaian terhadap kevalidan perangkat pembelajaran terdiri dari 5 skala penilaian yaitu, sangat kurang=1, kurang baik=2, cukup baik=3, baik=4, dan sangat baik=5. Skor yang diperoleh dari penilaian ahli, kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala 5 pada tebel berikut. Tabel 1. Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif dengan Skala Lima Nilai Interval Skor Perhitungan Kategori X > Xi 1,8 Sbi X > 4,21 Sangat baik Xi 0,6 Sbi 4,21 Sangat Valid 3,40