Media Pertanian Vol. No. November 2020, pp. ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-8946 PERTUMBUHAN EKSPLAN IN VITRO ANGGREK HIBRIDA DENDROBIUM PADA BEBERAPA MEDIA DASAR DAN KONSENTRASI AIR KELAPA GROWTH OF DENDROBIUM HYBRID ORCHID IN VITRO EXPLANTS ON SEVERAL BASAL MEDIA AND COCONUT WATER CONCENTRATIONS Adam Saepudin1. Yanto Yulianto1. Rida Nurul Aeni2 Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Alumni Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Jl Siliwangi No. 24 Tasikmalaya Kotak Pos 164 Kode Pos 46115 Email: saepudinadam@unsil. ABSTRAK Anggrek termasuk dalam famili Orchidaceae . eluarga anggre. Pertumbuhan anggrek pada kultur jaringan ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya media dasar dan konsentrasi air kelapa yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interaksi antara media dasar dan konsentrasi air kelapa yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan eksplan tunas anggrek hibrida Dendrobium. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan RHIN Biotechnology Tegalega-Bandung dari bulan April sampai Juli 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu media dasar meliputi: MS penuh . A MS . , dan VW . Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa meliputi: 0 ml/L . , 50 ml/L . , 100 ml/L . , dan 150 ml/L . Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap saat muncul akar, jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi planlet. Jumlah daun dipengaruhi oleh MS penuh maupun setengahnya baik interaksinya dengan air kelapa konsentrasi rendah . ml/L), sedang . ml/L), maupun tinggi . ml/L). Interaksi media dasar MS dengan air kelapa konsentrasi rendah . ml/L) lebih berpengaruh ke peningkatan pertumbuhan akar. Peningkatan pertumbuhan tunas dan planlet lebih dipengaruhi oleh interaksi media dasar MS dengan konsentrasi air kelapa lebih tinggi . ml/L dan 150 ml/L). Kata kunci: anggrek Dendrobium, in vitro, jenis media, air kelapa, petumbuhan eksplan ABSTRACT Orchids included in the family Orchidaceae . amily of orchid. The growth of orchids in tissue culture is determined by many factors, including the basal medium and the concentration of coconut water used. This study aims to obtain the best interaction between the basal medium and the concentration of coconut water in increasing the growth of explant shoots of orchid hybrid Dendrobium. The experiment was conducted in the tissue culture laboratory of RHIN Biotechnology Tegalega-Bandung from April to July 2019. The experiment was compiled based on a Randomized Completely Block Design (RCBD) with 2 factors. The first factor is the basal medium include: full MS . A MS . , and VW . The second factor is the concentration of coconut water includings: 0 ml/L . , 50 ml/L . , 100 ml/L . , and 150 ml/L . The results showed an interaction between the basal medium and the concentration of coconut water on the time of the roots, number of shoots, number of roots, number of leaves, and height of plantlets. The number of leaves was affected by both interaction full and half MS with low concentrated coconut water . ml/L), moderate . ml/L), and high . ml/L). The Received November 23, 2020. Revised November 25, 2020. Accepted November 27, 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 interaction of MS basal medium with low concentrated coconut water . ml/L) was more influential to increase root growth. The increase in shoot and plantlet growth is more influenced by the interaction of MS basal medium with higher coconut water concentration . ml/L and 150 ml/L). Keywords: Dendrobium orchid, in vitro, basal medium, coconut water, explant growth PENDAHULUAN Anggrek termasuk dalam famili Orchidaceae . eluarga anggre. Di dunia ini terdapat kurang lebih 25. 000 jenis anggrek, dan sekitar 5000 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Dari 5. 000 jenis tersebut, di Pulau Sumatra terdapat 1. Pulau Jawa 731 jenis. Pulau Kalimantan (Borne. kurang lebih 2. Pulau Sulawesi dan Maluku 817 jenis, dan Pulau Papua lebih dari 3. jenis (Purwanto, 2. Keanekaragaman anggrek merupakan potensi yang sangat berharga bagi pengembangan anggrek di Indonesia, terutama berkaitan dengan sumberdaya genetik anggrek yang sangat diperlukan untuk menghasilkan anggrekanggrek silangan yang baik dan unggul (Sandra, 2. Indonesia mempunyai potensi dalam mengembangkan tanaman anggrek karena ditunjang oleh iklim yang cocok dan banyaknya jenis anggrek yang bermutu (Darmono, 2. Anggrek memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai bunga potong dan tanaman pot. Berdasarkan data BPS . , pada tahun 2013 sampai 2016 produksi tanaman anggrek sangat flukluatif, produksi tahun 2013 adalah 20. tangkai/tahun turun menjadi 19. tangkai/tahun pada tahun 2014, kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2015 789 dan pada tahun 2016 mengalami penurunan lagi menjadi 078 tangkai/tahun. Tanaman anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai keindahan bunga yang unik dan daya tahan bunga yang cukup lama jika dibandingkan Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 dengan bunga tanaman lainnya. Keindahan dan daya tarik anggrek terletak pada bentuk dan warna bunganya yang beranekaragam. Sifat-sifat bunga yang demikian ini menyebabkan anggrek banyak disenangi dan ditanam baik oleh para pengusaha tanaman hias maupun para penggemar anggrek (Rosdiana, 2. Anggrek Dendrobium adalah salah satu genus anggrek favorit bagi banyak penggemar anggrek, karena anggrek Dendrobium dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan salah satunya yaitu selama musim dingin. Dendrobium membutuhkan air yang sangat sedikit. Selain itu. Dendrobium memiliki bunga yang tahan lama, tidak mudah rontok dengan bentuk dan warna bunga yang sangat bervariasi, serta mudah dalam pengepakan untuk bunga potong (Tuhuteru. Hehanussa, dan Raharjo, 2. Perbanyakan vegetatif pada anggrek dapat dilakukan secara konvensional maupun dengan teknik kultur jaringan. Namun demikian, perbanyakan anggrek secara konvensional dinilai kurang efektif karena jumlah anakan yang dihasilkan Hingga perbanyakan anggrek secara in vitro terbukti efektif dalam penyediaan bibit anggrek yang lebih banyak dan seragam dalam waktu yang relatif singkat (Yusnita. Media merupakan faktor utama dalam perbanyakan melaui kultur jaringan. Keberhasilan dengan metode kultur jaringan sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh multiplikasi tunas anggrek pada kultur Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 jaringan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya (Tuhuteru dkk, 2. Komposisi media VW (Vacin dan Wen. merupakan komposisi media yang paling umum digunakan dalam perbanyakan anggrek secara in vitro. Selain media VW, menurut Yuliarti . media MS (Murashige dan Skoo. merupakan media yang banyak digunakan saat ini karena mengandung garam dan nitrat dengan kosentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan media lain. Proses penggandaan tunas yang dipelihara dalam kondisi tertentu sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan untuk proses berikutnya disebut multiplikasi. Dalam proses multiplikasi ini memerlukan adanya zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin seperti benzil adenin (BA), 2-iP (Dimethyl Allyl Amino Puri. dan kinetin (Yusnita, 2. Penambahan ZPT dalam kultur jaringan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya biaya produksi, hal ini dikarenakan harga ZPT sintetik cukup mahal dan tidak selalu tersedia saat dibutuhkan. Oleh karena itu dengan adanya ZPT alami dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan peran ZPT sintetik. ZPT alami dapat diperoleh dari berbagai buah-buahan salah satu diantaranya terdapat dari air kelapa karena memiliki kandungan sitokinin dan auksin (Seswita, 2. Pemanfaatan air kelapa sebagai ZPT alami terbukti efektif pada kultur jaringan temulawak (Seswita, 2010. Kristina dan Syahid, 2. , nilam (Surrachman, 2. , dan beberapa spesies tanaman lainnya. Seswita . menerangkan lebih lanjut bahwa penambahan air kelapa dapat multiplikasi temulawak sebanyak 3,4 tunas/2 bulan, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan ZPT BA 1,5 mg/L yaitu 2,4 tunas/2 bulan. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Penggunaan senyawa organik seperti air kelapa pada media kultur merupakan sumber zat pengatur tumbuh alami yang di dalamnya terdapat beberapa hormon tumbuh diantaranya kelompok sitokinin dan Zat pengatur tumbuh yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman maupun pembentukan anakan serta perpanjangan akar tergolong kedalam kelompok auksin. Sedangkan zat pengatur tumbuh yang berperan dalam menstimulasi pembelahan sel, menginduksi pembentukan tunas dan poliferasi tunas aksiler serta dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan eksplan termasuk golongan sitokinin. Penelitian yang telah dilakukan Untari dan Puspitaningtyas . , menggunakan ZPT yang berasal dari air kelapa, pisang ambon, kentang, ubi jalar dan kedelai menunjukkan bahwa dengan pemberian berbagai jenis bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah tunas anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lind. Pisesha . dalam penelitiannya menambahkan air kelapa 10% pada media MS kultur kastuba (Euphorbia pulcherrim. memberikan panjang akar dan dibandingkan dengan media MS yang ditambahkan IBA 4,9 AM dan air kelapa 10 Penelitian ini dilakukan untuk formulasi media dasar kultur . edia MS. A MS dan VW) dengan konsentrasi air kelapa sebanyak 0 ml/L, 50ml/L, 100 ml/L dan 150 ml/L yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman dalam pertumbuhan eksplan tunas secara in vitro anggrek hibrida Dendrobium. Adapun tujuannya adalah untuk memperoleh interaksi antara media dasar dan konsentrasi air kelapa yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan eksplan tunas anggrek hibrida Dendrobium. Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 BAHAN DAN METODE Percobaan Laboratorium Kultur Jaringan RHIN Biotechnology di Tegalega-Bandung. Jawa Barat pada bulan April sampai dengan Juli Sterilisasi alat dan persiapan air kelapa Semua peralatan yang digunakan seperti pinset, batang pengaduk, pipet, cawan petri, scalpel, gelas ukur dan botol kultur dalam kondisi steril dengan cara mencuci peralatan tersebut, kemudian Setelah itu, dibungkus rapi dengan kertas lalu disterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121CC tekanan 1,5 atm selama 60 menit. Setelah itu semua alat dan bahan dimasukkan ke Laminair Air Flow (LAF) yang sudah disemprot dengan alkohol 70%. Air kelapa yang ditambahkan dalam media, difilter dengan kertas saring millipore sebanyak tiga kali, lalu dimasukkan ke dalam botol yang steril setelah itu ditutup dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Persiapan media Media kultur yang digunakan dalam percobaan ini adalah MS. A MS, dan VW. Sebelum pembuatan media kultur, dilakukan terlebih dahulu pembuatan larutan stok dengan cara menimbang bahanbahan kimia sesuai komposisi media pada MS dan VW, kemudian larutan stok diencerkan dengan aquades. Larutan tersebut diaduk sampai homogen dengan magnetic stirrer, kemudian dimasukkan kedalam botol dan diberi label lalu disimpan ke dalam lemari pendingin. Larutan stok media, tidak disimpan lebih dari dua bulan sebelum dipergunakan. Stok vitamin dan zat pengatur tumbuh yang digunakan masih segar . urang dari dua mingg. , sedangkan zat pengatur tumbuh dari air kelapa digunakan kurang dari satu Sebelum membuat larutan stok. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ditentukan dahulu kebutuhan media, jadwal pembuatan media, dan semua sarana pembuatan media. Larutan stok yang telah mengalami pengendapan dan yang sudah . , tidak digunakan atau Semua alat-alat gelas . lat ukur, takar, wada. sebelum dipergunakan untuk membuat larutan, dibilas terlebih dulu dengan aquades. Selanjutnya dilakukan pembuatan media kultur dengan langkah-langkah sebagai berikut : Media MS. A MS dan VW ditambahkan air kelapa dengan masing-masing konsentrasi . anpa air kelap. , 50 ml/L, 100 ml/L, dan 150 ml/L. Media dibagi menjadi 3 taraf, untuk pembuatan media masing-masing larutan stok dipipet berdasarkan volume yang diperlukan untuk media MS penuh. A MS, dan VW. Masing-masing media perlakuan dibuat dengan melarutkan komponen senyawa media yang dituangkan ke dalam gelas ukur, ditambah air kelapa sesuai perlakuan dan ditera dengan air steril sampai 1 liter, selanjutnya larutan dituangkan ke dalam wadah panci lalu ditambahkan gula sebanyak 30 g/L untuk media MS dan A MS, sedangkan untuk media VW ditambahkan gula sebanyak 20 g/L dan diaduk sampai Larutan di ukur pada pH antara 5,7 sampai 5,8 dengan menambahkan KOH untuk menaikkan pH dan HCl untuk menurunkan pH. Menambahkan agar-agar 6 g/L dan arang aktif 3 g/L ke dalam larutan, diaduk dan dimasak di atas kompor sampai mendidih. Larutan media dimasukkan ke dalam botol kultur sebanyak 20 ml/botol. Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Botol kultur ditutup rapat. Botol yang sudah berisi media disterilisasi dengan autoclave selama 15 menit pada tekanan 1,5 atm dan suhu 121AC. Botol yang sudah steril diletakkan pada rak kultur di ruang inkubasi, dengan suhu ruang diatur untuk memastikan medium terhindar dari kontaminasi dan dapat digunakan. Kultur Hibrida Dendrobium Sumber eksplan yang digunakan Hibrida Dendrobium D12016 dari botol in vitro yang berumur 6 bulan yang diperoleh dari Laboratorium Kultur Jaringan RHIN Biotechnology di Tegalega-Bandung. Jawa Barat. Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah media dasar (M) yang digunakan dalam kultur tunas in vitro, terdiri dari 3 taraf yaitu: m1 (MS penu. , m2 (A MS), dan m3 . edia VW). Faktor kedua adalah konsentrasi air kelapa (K) terdiri dari 4 taraf yaitu: k0 . ml/L), k1 . ml/L), k2 . ml/L), dan k3 . ml/L). Setiap satu unit percobaan terdiri dari tiga botol kultur dengan satu eksplan setiap botol. Unit percobaan diulang sebanyak 3 kali, sehingga total botol yang digunakan dalam penelitian berjumlah 108 botol. Planlet dikeluarkan dari botol kultur dengan pinset steril satu persatu, lalu dibersihkan dan bagian akar dihilangkan dengan pisau Eksplan yang masing-masing sudah dipisahkan dari botol in vitro itu kemudian ditanam pada medium perlakuan, dimana setiap botol kultur terdiri dari 1 eksplan lalu ditutup botol tersebut di atas nyala api bunsen dengan rapat dan dilapisi dengan plastik wrap. Penanaman dilakukan meja cabinet steril . aminar air flo. pada suhu ruang tanam 24CC sampai 26CC. Selanjutnya botol kultur yang telah Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ditanami disimpan di rak dalam ruang kultur dengan pencahayaan optimal . ahaya 1000 lux atau setara dengan 1 lampu TL 40 Wat. dan suhu 24CC sampai 26CC. Pemeliharaan kultur dilakukan untuk meminimalisasi resiko kontaminasi dengan cara menyemprotkan alkohol 70 % ke botol-botol kultur setiap 2 hari sekali serta mengeluarkan botol-botol kultur yang terkontaminasi dari ruang inkubasi. Suhu ruang tanam dan ruang inkubasi antara 24CC sampai 26CC. Pengamatan dan analisis data Pengamatan selama kultur terbagi ke dalam . pengamatan penunjang meliputi kondisi umum pertumbuhan tanaman, kontaminasi kenampakan visual eksplan, dan lama waktu muncul akar, dan . pengamatan utama terdiri dari : jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi Pengamatan dilakukan hingga kultur berumur 60 hari setelah tanam . Data dari tiap parameter yang diamati menggunakan sidik ragam . , dan untuk menentukan perbedaan diantara nilai rata-rata perlakuan digunakan uji selang berganda duncan (DMRT) pada taraf 5% (P<0. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Pertumbuhan Eksplan Eksplan yang digunakan merupakan tunas anggrek hibrida Dendrobium D12016 dari botol in vitro yang telah berumur 6 bulan dengan tinggi sekitar 2 cm, jumlah daun 2 helai sampai 3 helai dan tanpa akar (Gambar . Eksplan yang ditanam pada setiap media perlakuan terdiri dari 1 eksplan anggrek, dimana setiap proses kegiatan penanaman dilakukan di atas nyala api bunsen. Setelah botol kultur ditutup dengan rapat, diberi label sesuai perlakuan dan tanggal penanaman. Botol kultur yang Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 telah ditanam, disimpan dalam rak ruang kultur selama 60 HST dan disusun berdasarkan letak percobaan dengan suhu antara 24CC sampai 26CC dengan penyinaran cahaya lampu (TL) 40 Watt sedangkan kelembapannya berkisar 49 %. Berdasarkan menunjukkan respon pertumbuhan tercepat pada kemunculan akar adalah 19 hari setelah tanam (HST). Eksplan terus mengalami pertumbuhan sampai akhir penelitian, yang ditandai dengan tumbuhnya tunas, akar, daun, dan pertambahan tinggi. Eksplan anggrek Dendrobium menunjukkan gejala hidup dicirikan dengan warna hijau tua, tegar, dan tidak mengalami browning . Secara umum, pertumbuhan planlet anggrek pada fase vegetatif berlangsung baik selama penelitian. Pertumbuhan eksplan pada media menunjukkan respon yang berbeda. Pada beberapa perlakuan, misalnya pada m 1k2 (MS penuh 100 ml/L) dengan jumlah tunas tertinggi sebanyak 4 buah, hal tersebut terjadi melalui proses morfogenesis secara langsung, dimana eksplan tumbuh langsung membentuk tunas disusul akar dan pertumbuhan daun, sedangkan pada beberapa perlakuan atau kombinasi lainnya tidak mengalami respon pertumbuhan sama Pertumbuhan planlet anggrek pada medium perlakuan dan konsentrasi air kelapa mengalami peningkatan setiap minggunya hingga selesai penelitian. Gambar 1. Eksplan yang digunakan untuk penanaman . Proses penanaman eksplan anggrek Dendrobium . Kondisi umum pertumbuhan eksplan Dendrobium in vitro . Planlet dalam media kultur yang diletakkan dalam rak dan disinari TL 40 Watt . Kondisi umum lainnya yang terjadi adalah ditemukan beberapa eksplan yang daunnya pucat dan memutih (Gambar . Hal tersebut dikarenakan ketika melakukan penanaman, pinset yang digunakan masih terlalu panas ketika mengambil eksplan. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Sehingga, eksplan yang telah ditanam mengalami perubahan warna menjadi putih Namun, eksplan tersebut masih bisa tumbuh meski terdapat bagian daun yang berwarna putih pucat. Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 Gambar 2. Bagian daun pada planlet yang mengalami perubahan warna menjadi putih pada perlakuan m1k1 (MS penuh 50 ml/L) Kontaminasi Selama percobaan berlangsung, faktor yang menjadi kendala utama adalah Kontaminasi yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri (Gambar . , selain itu dikarenakan terdapatnya kontaminasi mengakibatkan media perlakuan rusak dan planlet mati. Kontaminasi yang disebabkan mula-mula dipermukaan dan tepi media yang kontak langsung dengan dinding botol yang kemudian cendawan tersebut menutupi seluruh permukaan media. Kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri terjadi ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 langsung pada eksplan, yang ditandai dengan munculnya lendir berwarna putih keruh di sekeliling planlet. Adapun jumlah media perlakuan yang telah ditanami eksplan mengalami kontaminasi mencapai 19,4 % dan kontaminasi terjadi setelah planlet ditanam maupun selama proses percobaan berlangsung pada perlakuan media dasar yang ditambahkan air kelapa. Penyebab kontaminasi diduga berasal dari penanaman saat di laminar, dan aliran udara yang kurang bersih di ruang kultur. Penyebab lainnya adalah kurang bersihnya botol, peralatan saat pembuatan media dan suhu ruang kultur yang berubah-ubah saat botol disimpan di rak kultur. Menurut Hapsoro dan Yusnita . , media kultur steril yang disimpan teralu lama di tempat lembab dan kotor juga dapat terkontaminasi Hal ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme di udara ketika udara lembab, temperaturnya tinggi, atau kurang bersihnya pencucian botol kultur. Gambar 3. Kontaminasi oleh jamur atau cendawan pada perlakuan m1k0 (MS penuh kontro. dan Bakteri yang muncul di atas permukaan media pada perlakuan m 2k2 (A MS 100 ml/L) . pada penggunaan media dasar dan pemberian air kelapa yang digunakan Kenampakan Visual terhadap pertumbuhan planlet anggrek Pengamatan secara visual dilakukan Dendrobium secara morfologis, yaitu diakhir pengamatan yaitu 60 hari setelah penampakan secara fisik terhadap warna tanam (HST). Pengamatan visual planlet daun, normalitas dan morfologi daun. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Dapat dideskripsikan bahwa kenampakan visual planlet anggrek Dendrobium menunjukkan pada perlakuan media dasar dan konsentrasi air kelapa terhadap tingkat visual anggrek Dendrobium ini, tidak menunjukkan pengaruh yang bervariasi terhadap warna daun maupun normalitas dan morfologi daun (Gambar . Gambar 4. Keadan visual anggrek Dendrobium pada perlakuan m1k1 (MS penuh 50 ml/L) . dan akar pada perlakuan m2k0 (A MS kontro. Kenampakan visual planlet anggrek Dendrobium berdasarkan hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa pada semua perlakuan yang diamati memiliki daun berwarna hijau tua, bentuk daun normal, sedangkan untuk morfologi daun pada bagian tepi memiliki bentuk memanjang Hal ini diduga terjadi karena hara yang terdapat dalam media, baik yang diberikan dengan penambahan air kelapa maupun kontrol, sudah menencukupi kebutuhan eksplan dalam meningkatkan kenampakan visual anggrek hibrida Dendrobium. Lama waktu muncul akar Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, tampak bahwa saat muncul akar pada perlakuan media A MS dengan konsentrasi 150 ml/L merupakan interaksi terbaik yang menghasilkan pembentukan akar tercepat dengan rata-rata selama 21 HST. Sedangkan, perlakuan lainnya memerlukan pembentukan akar yang lebih lama, berkisar 21,67 sampai 26 hari. Perlakuan ini membuktikan bahwa meski media yang digunakan merupakan setengah dari konsentrasi media MS penuh, namun dengan pemberian air kelapa sebanyak 150 ml/L lebih baik dalam merangsang pertumbuhan akar anggrek Dendrobium. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Hal ini diduga karena hormon endogen yang terdapat dalam eksplan belum tercukupi, dengan adanya pemberian hormon eksogen dari air kelapa yang ditambahkan ke dalam media sangat dibutuhkan oleh eksplan, sehingga dengan adanya hormon eksogen maka kebutuhan ekplan akan hara dapat terpenuhi. Penelitian ini tidak sejalan dengan Kristiani. Kamsinah, dan Dwiati . bahwa perlakuan media kultur in vitro terhadap saat muncul akar stek krisan menunjukkan bahwa media MS dan air kelapa 150 ml/L mampu memacu muncul akar stek krisan paling cepat apabila dibandingkan dengan muncul akar stek pada media lainnya dengan rata-rata 6,5 hari. Faktor pemberian konsentrasi air kelapa pada eksplan memberikan interaksi yang beragam terhadap waktu muncul akar. Hal ini karena media yang telah diberikan memiliki nutrisi makro dan mikro yang untuk pertumbuhan anggrek diantaranya terdapat unsur P dan Ca. Menurut Kholidin. Rauf, dan Barus . fosfor berfungsi dalam reaksi pada fotosintesis, respirasi, komponen fosfolipid, merangsang pertumbuhan dan penyuburan akar dan tumbuh kuat sehingga tanaman Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 akan tahan kekeringan. Sesuai dengan yang telah diungkapkan oleh Sutedjo . bahwa kalsium penting bagi pertumbuhan akar dan berpengaruh baik pada pertumbuhan bulu-bulu akar, sedangkan pada air kelapa memiliki kandungan auksin yang berpengaruh dalam pembentukan akar. Menurut Lestari . , auksin sangat berpengaruh dalam induksi Auksin dan sitokinin yang rendah, cenderung akan mendorong pertumbuhan tunas dan daun. Sebaliknya, apabila auksin menumbuhkan akar, sedangkan auksin dan sitokinin yang seimbang akan mendukung bagi pertumbuhan tunas, daun dan akar yang berimbang pula. Konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin atau sitokinin untuk pertumbuhan tunas pada setiap tanaman tidak selalu sama. Jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh untuk memacu pertumbuhan tunas tergantung beberapa faktor, antara lain jenis tanaman, jaringan atau organ yang digunakan, keadaan fisiologi eksplan, serta kandungan sitokinin dan auksin endogen di dalam Menurut Brenner dkk. bahwa pembentukan akar umumnya dimulai dengan memindahkan indol acetic acid (IAA) yang diproduksi oleh pucuk tanaman ke bagian batang yang luka. Hal ini dapat menstimulasi pembentukan akar. Sel-sel penyusun akar aktif membelah diikuti dengan pembentukan primordia akar, pembentukan akar sampai akar tumbuh dan Auksin umumnya berperan penting dalam inisiasi pembentukan akar. Peran auksin akan optimal bila faktor lingkungan sekitar juga optimal. Jumlah tunas Hasil analisis statistik menunjukkan terjadi interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah tunas anggrek hibrid Dendrobium (Tabel . Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa media MS penuh, jumlah tunas tertinggi terdapat pada konsentrasi air kelapa 100 ml/L sebesar 2,33 tunas yang berbeda nyata dengan kontrol, 50 ml/L, dan 150 ml/L. Pada media A MS dan konsentrasi air kelapa 150 ml/L berbeda nyata dengan 50 ml/L dan kontrol, tetapi berbeda tidak nyata dengan 100 ml/L. Pada media VW semua taraf konsentrasi air kelapa menunjukkan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap jumlah tunas. Pengaruh faktor konsentrasi air kelapa kontrol dan 50 ml/L pada semua taraf media dasar menunjukkan perbedaan tidak nyata terhadap jumlah tunas. Pada perlakuan konsentrasi air kelapa 100 ml/L menunjukkan perbedaan nyata dengan semua taraf media dasar. Adapun konsentrasi air kelapa 150 ml/L yang ditambahkan pada media A MS berbeda nyata dengan VW, tetapi berbeda tidak nyata dengan MS penuh. Pada media dasar dengan pemberian konsentrasi air kelapa yang beragam memberikan interaksi yang nyata terhadap jumlah tunas anggrek hibrida Dendrobium. Hal ini disebabkan karena media yang digunakan sebagai perlakuan memiliki hara N dan K yang sesuai untuk pertumbuhan tunas anggrek Dendrobium. Menurut Lakitan . menambah tinggi tanaman dan merangsang jumlah daun serta anakan. Unsur K berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim yang essensial dalam reaksi fotosintesis dan respirasi. Sedangkan pada air kelapa yang ditambahkan ke dalam media terdapat sitokinin yang berfungsi sebagai hormon eksogen yang dibutuhkan eksplan, diduga dari hormon endogen pada eksplan masih belum optimal untuk mendorong pertumbuhan tunas, dengan demikian kerjasama antara nutrisi yang terdapat dalam media dan sitokinin dalam Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 air kelapa berpengaruh efektif dalam meningkatkan jumlah tunas in vitro yang Sitokinin adalah kelompok senyawa organik yang menyebabkan pembelahan sel yang dikenal dengan proses Pengaruh sitokinin di dalam kultur in vitro antara lain berhubungan ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 dengan proses pembelahan sel, mengawasi perkecambahan biji, proliferasi tunas penghambatan pertumbuhan akar, dan induksi umbi mikro. Pada konsentrasi tinggi, yang mendorong proliferasi tunas sebaliknya mengahambat pembentukan tunas (Widyastuti dan Deviyanti, 2. Tabel 1. Pengaruh media dasar dan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah tunas Jumlah tunas Konsentrasi Air Kelapa (K) Media Dasar (K) 0 . 50 ml/L 100 ml/L 150 ml/L 0,00 a 0,67 a 2,33 c 0,67 ab MS penuh 0,00 a 0,33 a 1,00 b 1,33 b A MS 0,00 a 0,00 a 0,00 a 0,00 a Keterangan: Angka yang diikuti huruf kecil yang sama arah vertikal dan huruf besar yang sama arah horizontal tidak berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 % Berdasarkan Uji Duncan tampak bahwa perlakuan MS penuh 100 ml/L menghasilkan jumlah tunas terbanyak, dengan rata-rata 2,33 tunas. Hal ini diduga terjadi karena media dasar dan sitokinin eksogen yang berasal dari air kelapa telah mencukupi kebutuhan eksplan untuk membentuk tunas, selain itu dapat terjadi karena disebabkan adanya kandungan sitokinin dalam air kelapa yang tinggi dibandingkan kandungan auksin . ormon endoge. yang terdapat pada eksplan, sehingga proses pembelahan sel lebih mengarah ke pembentukan tunas-tunas samping yang diikuti oleh meningkatnya jumlah asam nukleat yang dibentuk untuk dapat di ekspresikan menjadi protein . intesa protei. dan pengatur aktivitas enzim dalam hal diferensiasi sel untuk Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 pembentukan tunas anggrek hibrida Dendrobum. George dan Sherrington . menyatakan pada kultur jaringan, sitokinin dibutuhkan untuk aktifitas pembelahan sel Bila tidak ada sitokinin pada tahap metafase, pembelahan mitosis diperpanjang sehingga waktu terbentuknya tunas juga akan lebih lama. Hal ini sejalan dengan penelitian Tuhuteru dkk. terdapat interaksi yang sangat nyata antara modifikasi media MS dan pemberiaan air kelapa terhadap jumlah tunas anggrek Dendrobium anosmum dengan jumlah tunas tertinggi 2,96 dihasilkan pada media yang ditambah air kelapa 100 ml/L. Menurut Tiwery . kandungan auksin dan sitokinin yang terdapat dalam air kelapa mempunyai peran penting dalam membantu pembentukan tunas. Sitokinin akan memacu sel untuk membelah secara Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 cepat, sedangkan auksin akan memacu sel untuk memanjang. Pembelahan sel yang dipacu oleh sitokinin dan pembesaran sel yang dipacu oleh auksin menyebabkan Sel membelah akan mengalami pembentangan diferensiasi dan pemanjangan jaringan Pramanik dan Rachmawati . melaporkan kombinasi jenis media dan kandungan ZPT yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap inisiasi kalus, tunas, akar, dan umbi mikro pada Lili Cv. Donau. Setiap jenis media dan jenis eksplan menginduksi pertumbuhan ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 morfogenesis yang spesifik. Gunawan . menambahkan bahwa pertumbuhan dan morfogenesis tanaman secara in vitro dikendalikan oleh keseimbangan dan interaksi antara zat pengatur tumbuh baik yang terkandung dalam eksplan itu sendiri . maupun yang diserap dari media . Jumlah Akar Hasil analisis statistik menunjukkan terjadi interaksi antara media dasar dan air kelapa terhadap jumlah akar anggrek hibrida Dendrobium secara in vitro (Tabel Tabel 2. Pengaruh media dasar dan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah akar Jumlah akar Konsentrasi Air Kelapa (K) Media Dasar (K) 0 . 50 ml/L 100 ml/L 150 ml/L 0,00 a 4,00 b 0,33 a 2,33 b MS penuh 3,33 b 0,67 a 2,33 b 3,00 b A MS 0,00 a 0,00 a 0,00 a 0,00 a Keterangan: Angka yang diikuti huruf kecil yang sama arah vertikal dan huruf besar yang sama arah horizontal tidak berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 % Jumlah akar planlet pada konsentrasi 0 Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa . menunjukkan pengaruh pada jumlah akar planlet pada media MS penuh media dasar A MS yang berbeda nyata dengan konsentrasi air kelapa 50 ml/L dengan perlakuan MS penuh dan VW. Pada berbeda nyata dengan 100 ml/L dan konsentrasi air kelapa 50 ml/L dengan kontrol, namun berbeda tidak nyata dengan perlakuan MS penuh memiliki jumlah akar 150 ml/L. Pada media A MS yang terbanyak dengan rata-rata sebesar 4,00 ditambahkan dengan konsentrasi air kelapa akar yang berbeda nyata dengan media A 50 ml/L berbeda nyata dengan konsentrasi MS dan VW. Pada konsentrasi air kelapa air kelapa 100 ml/L, 150 ml/L dan kontrol, 100 ml/L, media A MS berbeda nyata Sedangkan dengan MS penuh dan VW. Adapun pada menunjukkan bahwa tidak terdapat konsentrasi air kelapa 150 ml/L dengan pengaruh antara faktor jenis media dasar media A MS berbeda nyata pada VW. VW dengan semua taraf konsentrasi air namun berbeda tidak nyata dengan MS Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 Terdapat interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah akar pada 60 HST. Hal ini disebabkan karena media dasar yang telah diberikan memiliki hara makro dan mikro yang sesuai untuk pertumbuhan anggrek salahsatu diantaranya terdapat unsur N dan Ca. Menurut Gardner dkk. bahwa jika unsur hara N yang diperlukan tanaman telah mencukupi maka proses metabolisme tanaman meningkat salah satunya dalam proses fotosintesis, dengan demikian translokasi fotosintat ke akar juga akan besar sehingga sistem perakaran tanaman berkembang mengikuti pertumbuhan tajuk, sehingga akan terjadi keseimbangan pertumbuhan tajuk dan akar. Sedangkan menurut Hendaryono . dalam Widiyatmanto. Nurhidayati, dan Nurfadilah . bahwa kalsium dapat memacu munculnya akar lebih cepat. Kalsium berfungsi mengatur permeabilitas membran Akibatnya, kalsium dapat melewati membran sel dengan baik. Kalsium pembentukan ujung bulu-bulu akar. Sedangkan pada air kelapa mengandung sitokinin, zeatin, dan auksin, serta vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan multiplikasi tanaman in vitro. Auksin yang terkandung di dalam air kelapa dapat merangsang pertumbuhan tanaman anggrek Menurut Armini. Wattimena, dan Gunawan . bahwa perbandingan antara sitokinin dan auksin yang tinggi akan mendorong pembentukan tunas dan akar dalam kultur jaringan, perbandingan antara sitokinin dan auksin yang tinggi akan mendorong pembentukan tunas, sedangkan perbandingan sitokinin dan auksin rendah akan mendorong pembentukan akar. Sebab air kelapa adalah endosperm yang kaya akan makanan, maka jika air kelapa tersebut ditambahkan dalam media kultur Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 jaringan, eksplan yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Tampak bahwa jumlah akar pada media MS penuh dengan pemberian air kelapa sebanyak 50 ml/L merupakan interaksi terbaik yang menghasilkan jumlah akar terbanyak dengan rata-rata sebanyak 4,00 akar. Perlakuan ini membuktikan memerlukan media penuh serta konsentrasi air kelapa sebanyak 50 ml/L pada eksplan anggrek Dendrobium. Hal ini diduga karena media MS penuh sangat baik dalam menumbuhkan akar anggrek Dendrobium. Selain itu penambahan air kelapa dengan konsentrasi 50 ml/L yang ditambahkan sudah mencukupi kebutuhan dalam eksplan sehingga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan akar anggrek Dendrobium, dimana hormon eksogen yang ditambahkan ke dalam media, kemudian diserap oleh ekplan dikarenakan hormon endogen pada menumbuhkan akar. Adanya interaksi dan perimbangan zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke dalam media kultur dan yang diproduksi oleh sel tanaman secara endogen menentukan kecepatan dan arah perkembangan suatu kultur. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian Pratama . yang menyatakan bahwa terdapat interaksi antara modifikasi media MS dan pemberian air kelapa secara in vitro yang menunjukkan bahwa jumlah akar tertinggi terletak pada kombinasi perlakuan media A MS 100 ml air kelapa yaitu sebanyak 2,55 helai pada umur 8 MST terhadap jumlah akar untuk subkultur anggrek Anggrek Cymbidium . Tuhuteru dkk. menambahkan bahwa pengaruh perlakuan pemberian konsentrasi air kelapa terhadap jumlah total akar plantlet anggrek D. anosmum, yakni media perlakuan dengan konsentrasi 50 dan 100 ml/L menghasilkan jumlah akar Menurut Mustakim dkk. pertumbuhan akar juga tergantung pada Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 peran unsur fosfor, kalsium, mangan, besi, dan boron. Selain itu thiamin yang terkandung dalam media MS berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem akar, serta berperan dalam koenzim dalam reaksi yang menghasilkan energi dan karbohidrat. ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Jumlah Daun Hasil analisis statistik menunjukkan terjadi interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah daun anggrek hibrida Dendrobium secara in vitro (Tabel . Tabel 3. Pengaruh media dasar dan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah daun Jumlah Daun Media Dasar Konsentrasi Air Kelapa (K) (M) 0 . 50 ml/L 100 ml/L 150 ml/L 1,33 a 3,67 b 3,67 b 2,33 a MS penuh 0,67 a 2,33 b 2,33 ab 3,67 a A MS 2,00 a 0,00 a 1,33 a 3,00 a Keterangan: Angka yang diikuti huruf kecil yang sama arah vertikal dan huruf besar yang sama arah horizontal tidak berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 % dengan VW, namun berbeda tidak nyata dengan A MS. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat Faktor bahwa media MS penuh dengan konsentrasi pemberian konsentrasi air kelapa yang air kelapa 50 ml/L berbeda tidak nyata beragam memberikan interaksi yang nyata dengan konsentrasi air kelapa 100 ml/L dan terhadap jumlah daun. Hal ini disebabkan 150 ml/L, tetapi berbeda nyata dengan karena media yang telah diberikan memiliki Pada media A MS, konsentrasi air nutrisi makro dan mikro yang sesuai untuk kelapa150 ml/L berbeda tidak nyata dengan pertumbuhan anggrek salahsatunya unsur N 50 ml/L dan 100 ml/L, namun berbeda yang terkandung dalam media MS penuh, nyata dengan kontrol. Pada media VW. A MS, dan VW merupakan unsur hara yang konsentrasi air kelapa 50 ml/L berbeda dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah nyata dengan konsentrasi air kelapa 100 yang besar. Menurut Brandy and weil ml/L, 150 ml/L dan kontrol. , dalam Nofrianinda. Yulianti dan Pada konsentrasi air kelapa kontrol Agustina . Nitrogen merupakan unsur dan 150 ml/L berbeda tidak nyata pada penting dalam pembentukan klorofil, semua taraf media dasar terhadap jumlah protoplasma, protein, dan asam-asam tunas anggrek hibrid Dendrobium. Pada Hal ini sesuai dengan yang telah konsentrasi air kelapa 50 ml/L, media MS diungkapkan Lakitan . bahwa unsur penuh berbeda nyata dengan media VW, hara yang paling berpengaruh terhadap namun berbeda tidak nyata dengan media A pertumbuhan dan perkembangan daun MS. Adapun pada konsentrasi air kelapa adalah Nitrogen yang berperan dalam 100 ml/L, media MS penuh berbeda nyata sintesis klorofil, protein, pembentukan selsel baru dapat dicapai sehingga mampu Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 membentuk organ-organ seperti daun. Konsentrasi Nitrogen tinggi umumnya menghasilkan daun yang besar. Gardner . menyebutkan bahwa mineral yang lain rupanya kurang berpengaruh jika dibandingkan dengan Nitrogen terhadap pertumbuhan daun. Semakin banyak jumlah daun yang dihasilkan maka klorofil semakin tersedia dan fotosintesis semakin Fungsi daun sebagai organ fotosintesis akan berjalan dengan baik sehingga fotosintat yang dihasilkan cukup dan dapat menyebabkan terbentuknya daundaun baru pada tanaman. Sedangkan pada air kelapa yang dijadikan sebagai hormon eksogen memiliki kandungan sitokinin yang berpengaruh dalam pertumbuhan Tampak pada jumlah daun, perlakuan MS penuh 50 ml/L. MS penuh 100 ml/L, dan A MS 150 ml/L merupakan kombinasi terbaik yang menghasilkan jumlah daun terbanyak dengan rata-rata jumlah yang sama sebesar 3,67 helai. Banyaknya daun yang tumbuh pada planlet disebabkan oleh pertumbuhan tunas yanga Jumlah daun erat kaitannya dengan jumlah tunas. Semakin panjang tunas semakin banyak daun yang dihasilkan. Jumlah daun akan bertambah seiring dengan banyaknya tunas yang muncul. Perlakuan ini membuktikan bahwa dalam konsentrasi media MS yang penuh namun memerlukan konsentrasi air kelapa yang Selain itu konsentrasi media A MS dengan konsentrasi air kelapa yang tinggi berpengaruh efektif terhadap petumbuhan daun anggrek Dendrobium. Hal ini diduga pada media MS penuh dengan konsentrasi air kelapa rendah maupun A MS memiliki hara makro dan mikro yang lengkap dibandingkan media VW yang memiliki kandungan hara yang lebih sedikit, namun meski pada media A MS hara yang dimilikinya setengah dari media MS penuh Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 dengan konsentrasi air kelapa yang tinggi masih efektif dalam pertumbuhan daun anggrek Dendrobium karena penambahan pembentangan sel berlangsung lebih optimal untuk menumbuhkan daun. Menurut Kristiani dkk. , perlakuan berbagai media kultur terhadap jumlah daun menunjukkan bahwa aplikasi media kultur cukup signifikan dalam memacu jumlah daun stek krisan, pada pembentukan daun paling banyak diperoleh pada stek yang dibutuhkan pada media MS, sebanyak 10 helai daun. Jumlah daun stek krisan yang ditanam pada media MS tidak berbeda jauh dengan jumlah daun pada media knudson sebanyak 9,62 helai daun. Matatula bahwa penambahan air kelapa dan media tanam dengan kadar yang rendah justru akan membantu proses pertumbuhan vegetatif tanaman karena kandungan N serta hormon lain yang dibutuhkan oleh tanaman anggrek sudah tercukupi. Unsur N berpengaruh terhadap pertumbuhan daun dengan cara menghasilkan daun dalam jumlah yang lebih banyak, helaian yang lebih lebar serta kelihatan mengkilap hijau Keadaan daun yang demikian akan baik sekali fungsinya dalam menjalankan fotosintesa, sehingga dapat menghasilkan fotosintat untuk pembentukan bunga dan Adapun. Nitrogen dapat diserap oleh bulu-bulu akar dalam bentuk (Hendaryono, 2. Tinggi Planlet Pada pengamatan tinggi planlet memperlihatkan terjadi interaksi antara media dasar dan konsentrasi air kelapa. Perlakuan media dasar dan konsentrasi air kelapa berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet anggrek Dendrobium. Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 Pada Tabel 4, terlihat media dasar menunjukkan berbeda nyata tergantung pada konsentrasi yang diberikan. Pada media MS penuh, konsentrasi air kelapa 150 ml/L menunjukkan tinggi planlet tertinggi sebesar 2,07 cm berbeda nyata dengan konsentrasi air kelapa 50 ml/L, 100 ml/L, dan kontrol. Pada media A MS, konsentrasi air kelapa 50 ml/L berbeda nyata dengan 100 ml/L, namun berbeda tidak nyata dengan 150 ml/L dan kontrol. Pada media VW, semua taraf konsentrasi ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 air kelapa menunjukkan berbeda tidak nyata Dendrobium. Pada taraf konsentrasi air kelapa kontrol dan 100 ml/L berbeda tidak nyata dengan semua taraf media dasar. Pada konsentrasi air kelapa 50 ml/L, media VW berbeda nyata dengan media MS penuh dan A MS. Adapun konsentrasi air kelapa 150 ml/L. MS penuh berbeda nyata dengan media A MS dan VW terhadap tinggi planlet anggrek Dendrobium. Tabel 4. Pengaruh penggunaan media dasar dan konsentrasi air kelapa terhadap tinggi planlet Tinggi planlet . Media Dasar Konsentrasi Air Kelapa (K) (M) 0 . 50 ml/L 100 ml/L 150 ml/L 0,93 a 1,23 b 1,17 a 2,07 b MS penuh 0,93 a 1,43 b 0,67 a 1,03 a A MS 0,37 a 0,53 a 1,00 a 0,77 a Keterangan: Angka yang diikuti huruf kecil yang sama arah vertikal dan huruf besar yang sama arah horizontal tidak berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 % kalium berperan sebagai aktivator dari Faktor berbagai enzim esensial dalam reaksi-reaksi pemberian konsentrasi air kelapa yang fotosintesis dan respirasi serta enzim yang beragam memberikan interaksi yang nyata berperan dalam sintesis pati dan protein. terhadap tinggi planlet. Hal ini disebabkan Fotosintat yang dihasilkan digunakan karena media yang telah diberikan memiliki tanaman untuk proses pembelahan sel nutrisi makro dan mikro yang sesuai untuk tanaman, sehingga tanaman bertambah pertumbuhan anggrek salahsatu diantaranya Menurut Gardner dkk. terdapat unsur N dan K yang terkandung pertumbuhan tinggi tanaman terjadi sebagai dalam media MS penuh. A MS, dan VW akibat meningkatnya jumlah sel serta merupakan unsur hara yang dibutuhkan meluasnya sel. oleh tanaman dalam jumlah yang besar. Pada pemberian air kelapa yang Menurut Lingga dan Marsono . bahwa unsur hara nitrogen merupakan berpengaruh dalam pertumbuhan tinggi protein dan pembentukan protoplasma sel Air kelapa mengandung zat atau yang dapat berfungsi dalam merangsang bahan-bahan seperti karbohidrat, vitamin, pertumbuhan tinggi tanaman. Lakitan mineral, serta zat tumbuh auksin, sitokinin . menyatakan bahwa unsur hara dan giberelin yang berfungsi sebagai Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 memperlancar metabolisme dan respirasi. Vitamin C yang terdapat di dalam air kelapa dapat membantu merangsang pertumbuhan batang tanaman (Widiastoety dan Purbadi, 2. Menurut Shoemaker . , pemanjangan batang terjadi pemanjangan dan pembesaran sel-sel baru yang terjadi pada meristem apikal dan ruas batang, yang menyebabkan tanaman bertambah tinggi. Dengan pemberian sitokinin ke dalam media kultur akan Dalam penelitian Erfa . , menjelaskan bahwa pengaruh penambahan air kelapa pada media menunjukkan makin menyebabkan pertumbuhan tinggi seedling semakin baik. Tampak bahwa tinggi planlet pada media dasar MS penuh dengan konsentrasi 150 ml/L merupakan interaksi terbaik yang menghasilkan tinggi planlet yang paling tinggi dibanding pada media dan konsentrasi air kelapa lainnya dengan ratarata yang dihasilkan sebesar 2,07 cm, yang berpengaruh nyata dengan semua taraf media dasar dan konsentrasi air kelapa. Hal ini membuktikan bahwa media MS yang penuh sangat baik dengan penambahan air kelapa sebanyak 150 ml/L sehingga lebih efektif terhadap pertambahan tinggi planlet Dendrobium. Pemberian konsentrasi air kelapa sebanyak 150 ml/L dan 50 ml/L merupakan konsentrasi yang sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan akar planlet. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi planlet yang lebih tinggi dengan diberikan dibandingakan pemberian air kelapa pada konsentrasi lainnya. Ini diduga karena kandungan sitokinin dalam media perlakuan dengan konsentrasi tersebut masih lebih tinggi daripada auksin yang terdapat dalam Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 97-115 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 Di sisi lain dikarenakan kandungan auksin yang terdapat pada air kelapa rendah dibanding sitokinin dalam eksplan, maka pada konsentrasi air kelapa sebanyak 50 pertumbuhan akar salah satunya terhadap pertambahan jumlah akar. Penelitian ini sejalan dengan yang telah dilakukan Pranata. Yunus, dan Pijiasmanto . bahwa penambahan air kelapa 22,5% memberikan pertumbuhan tinggi tanaman paling baik, kemudian diikuti dengan penambahan air kelapa 15%. Hal ini membuktikan bahwa pemberian air kelapa dengan konsentrasi lebih tinggi akan berpengaruh pada tinggi tunas tanaman secara in vitro. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara media dasar dengan konsentrasi air kelapa terhadap jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan tinggi planlet. Jumlah daun dipengaruhi oleh MS penuh maupun setengahnya baik interaksinya dengan air kelapa konsentrasi rendah . ml/L), sedang . ml/L), maupun tinggi . ml/L). Interaksi media dasar MS dengan air kelapa konsentrasi rendah . ml/L) lebih berpengaruh ke peningkatan Peningkatan pertumbuhan tunas dan planlet lebih dipengaruhi oleh interaksi media dasar MS dengan konsentrasi air kelapa lebih tinggi . ml/L dan 150 ml/L). SARAN Adapun saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Media MS penuh maupun A MS yang ditambah konsentrasi air Saepudin. Yulianto. Aeni. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 kelapa 100 ml/L maupun 150 ml/L dapat digunakan untuk kultur tunas Dendrobium. Diperlukan penelitian lebih lanjut kelapa lebih tinggi pada media MS maupun VW dengan waktu pengkulturan yang diperpanjang agar diperoleh multiplikasi tunas. DAFTAR PUSTAKA