Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 3 Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut Azizah Norsafitri. Wiwik Indrasari*. Aslamiah. Rizky Amelia Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin. Indonesia *Coresponding Author: wiwikindra914@gmail. Dikirim: 18-11-2025. Direvisi: 18-12-2025. Diterima: 23-12-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembelajaran mendalam hal ini berguna untuk melihat sejauh mana pembelajaran mendalam diterapkan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, sumber daya, kemampuan mengajar dan hasil belajar peserta didik. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui metode evaluasi model CIPP (Context,Input,Process,Produc. di UPTD SDN 3 Asam-Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Kalimantan Selatan pada tanggal 5 November 2025 . Model CIPP diterapkan dengan cara observasi dan wawancara dengan informan terkait untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya pembelajaran mendalam diterapkan secara efektif dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menangani permasalahan dengan berpikir kritis. Meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dan penguasaan kelas, meningkatkan kemitraan pembelajaran dengan bekerja sama dengan guru dan orangtua,yang sebelumnya kemitraan itu belum nampak,setelah adanya kerangka pembelajaran mendalam,kemitraan mulai nampak dimulai dari siswa,guru dan orangtua. Namun demikian, meskipun hasil positif ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, studi mengidentifikasi beberapa tantangan: ketidakkonsistenan dalam menggunakan metode pengajaran, keterbatasan kompetensi guru, keterbatasan sarana prasarana dan dukungan masyarakat. Sebagai upaya mengatasi tantangan ini, beberapa strategi diusulkan: menerapkan prinsip prinsip dalam pembelajaran mendalam, memperkuat komunitas belajar, menerapkan aktivitas pembelajaran berbasis digital. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi tantangan yang diidentifikasi dan meningkatkan dampak pembelajaran mendalam. Kata Kunci: CIPP. Evaluasi. Kompetensi Guru. Pembelajaran Mendalam. Sekolah Dasar Abstract: This study evaluates the impact of deep learning at UPTD SDN 3 Asam Asam using the CIPP evaluation model (Context. Input. Process. Produc. Assessing the impact of this deep learning is very important for improving the quality of education, resources, teaching abilities, and student learning outcomes. A qualitative approach using the CIPP method was applied, involving interviews to collect data from informants. Analysis shows that the effective implementation of deep learning can enhance students' abilities to solve problems through critical thinking. It improves teacher competence in the learning process and classroom Although these positive results indicate significant improvements, the study identifies several challenges: inconsistency in using teaching methods, limited teacher competence, inadequate infrastructure, and lack of community support. To address these challenges, several strategies are proposed: applying the principles in deep learning, strengthening the learning community, implementing digital-based learning activities. This strategy aims to reduce identified challenges and enhance the impact of deep learning. Keywords: CIPP. Evaluation. Teacher Competency. Deep Learning. Elementary school @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA PENDAHULUAN November 2024. Mendikdasmen memperkenalkan Pendekatan Mendalam sebagai arah baru dalam kebijakan Pendidikan Indonesia. Prof. Mu'ti menekankan bahwasanya Audeep learningAy termasuk pendekatan pembelajaran yang berbeda dari Kurikulum Merdeka sebelumnya, bukan kurikulum yang benar-benar baru. Dalam konteks pendidikan, deep learning berfokus pada pengembangan lingkungan beserta pengalaman belajar yang menunjang pemahaman, keterampilan berpikir tingkat tinggi, beserta implementasi informasi siswa dalam beragam situasi dunia nyata. Sehingga prinsip Pembelajaran Mendalam . eep learnin. BBM ( Berkesadaran. Bermakna dan Menggembirakan ) dapat diterapkan. Kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam untuk menciptakan pengalaman belajar serta lingkungan yang mendukung pemahaman siswa, yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan mengaitkan pengetahuan dengan kondisi nyata. (Anwar, 2. menyimpulkan bahwa pembelajaran praktik, pembentukan pengetahuan, penerapan pengetahuan, beserta keterampilan masa depan semuanya tercakup dalam pembelajaran mendalam. Pembelajaran mendalam dapat membantu siswa untuk lebih memahami kekuatan, kelemahan, serta minat mereka sekaligus membentuk karakter mereka selaku Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmandani et al . menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam merupakan sebuah proses yang dimana membangun pemahaman mendalam terkait konsep-konsep pembelajaran, pada kegiatan ini melibatkan keterampilan kritis seperti mengevaluasi infoemasi yang di peroleh, mengciptakan ide baru dan terlibat langsung dalam kegiatan Kemudian untuk mengembangkan nilai kepercayaan antar kelompok belajar, dan dapat bersinergi belajar dengan peserta didik lainnya, penerapan kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari evaluasi yang harus dilakukan. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah pembelajaran mendalam sudah sesuai dan sudah mencapai tujuan yang telah disepakati. Fullan & Langworthy . menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam ialah pembelajaran yang memanfaatkan kemitraan baru untuk melibatkan para siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui pengetahuan yang ada dan menggunakan pengetahuan baru di dunia. Kesimpulan dari paparan tersebut yakni bahwa Pembelajaran Mendalam yang saat ini diterapkan bisa menumbuhkan keterampilan siswa guna mengkaji kelebihan beserta kelemahan dalam dirinya. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari evaluasi yang berguna untuk menilai apakah pembelajaran mendalam sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang semestinya. Pembelajaran mendalam dikenal dengan Deep Learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang diterapkan guna menangani permasalahan mutu pendidikan di Indonesia, dengan menciptakan pendidikan yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan Muchson et al . menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam merupakan cara yang transformatif untuk menghadapi tantangan kualitas dunia pendidikan, hal ini dikarenakan pembelajaran mendalam mengubah pengalaman belajar dari yang hanya sekedar ceramah menjadi proses aktif dalam memahami, menerapkan serta merefleksikan pengetahuan dalam dunia nyata. Sehingga hal ini lah yang menjadikan pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatakan ini bersifat @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA universal, yang dapat diterapkan pasa setiap proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran Mendalam memiliki prinsip BBM yaitu Berkesadaran. Bermakna dan Menggembiraka. Penelitian yang dilakukan oleh Rosidah & Sugianti . menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam memiliki prinsip seperti keterlibatan aktif, hubungan bermakna, evaluasi kritis serta perbaikan berkelanjutan. Sehingga, keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi tetapi juga desain pembelajaran dan budaya kelas. Beberapa negara telah menerapkan prinsip pembelajaran mendalam seperti Inggris . Finlandia . Jerman ,Australia ,Jepamg ,Korea Selatan dan beberapa negara lainnya dengan menciptakan pembelajaran yang berkesadaran,bermakna dan menggembirakan. Ini berarti bahwa Pembelajaran Mendalam secara utuh dan sistematis tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tetapi juga menjadi katalisator transformasi yang mendorong kesadaran kolektif dan mempercepat tujuan pendidikan nasional. (Menengah & Indonesia, 2. Dimensi olah rasa dan olah hati memperkuat nilai Ae nilai moral, etika, integritas, empati, dan berkomitmen pada keadilan. Dimensi Olahraga melengkapi Pembelajaran Mendalam dengan mengedepankan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Prinsip berkesadaran dimana peserta didik mempunyai kesadaran untuk belajar dan paham tujuan pembelajaran. Prinsip bermakna dimana peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan kedalam situasi nyata, prinsip menggembirakan artinya pembelajaran dilaksanakan dengan suasana belajar yang positif, menyenangkan dan memotivasi (Mustaghfirin & Zaman, 2. Fitriani & Santiani . mendefinisikan pembelajaran mendalam dalam dunia Pendidikan merujuk pada pembelajaran yang dilakukan untuk mendorong peserta didik untuk menggali pengetahuan lebih dalam, tidak hanya itu pembelajaran dilakukan secara aktif, kolaboratif dan berkelanjutan. Siswa belajar cara memahami konteks, menganalisis informasi secara kritis, mengembangkan solusi yang inovatif menurut pemahaman konseptual yang kuat. Pembelajaran mendalam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang bertujuan guna melatih keterampilan berpikir kritis siswa dalam menerima informasi, kemudian menganalisis permasalahan dan menemukan Solusi berdasarkan fakta dan data, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Panca & Parisu . menyimpulkan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami konsep pembelajaran secara bermakna tidak hanya menghafal Pada tingkatan sekolah dasar, pendekatan ini relevan hal ini dikarenakan pembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta Pembelajaran mendalam dapat memberikan pengalaman peserta didik melalui kemandirian dan peserta didik dilatih keterampilan kolaboratifnya. Sejalan dengan hasil penelitian oleh (Ratnasari, dkk 2025 ) peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan mendalam mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan siswa yang menerima pembelajaran secara (Nurvicalesti & Wati, 2. Pembelajaran mendalam diharapkan dapat menjadi transformasi yang dapat meningkatkan kesadaran dalam bermasyarakat dan mempercapat tercapainya tujuan Pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pembelajaran mendalam memberdayakan peserta didik untuk berfikir lebih kritis, mendalam, dan kolaboratif, sehingga dengan pelaksanan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan, pembelajaran mendalam dapat mempercepat transformasi pendidikan. Hal ini ditunjang oleh tujuan pendidikan nasional dalam membentuk individu yang @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA berkarakter, kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang (Isnayanti et al. , 2025. Khotimah & Abdan, 2. Penerapan pembelajaran mendalam tentu memiliki tantangan tersendiri khususnya dalam dunia pendidikan sekolah dasar, penerapan pembelajaran mendalam tentu harus sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Untuk mengetahui apakah pembelajaran mendalam sudah mewujudkan tujuan yang hendak dicapai ataupun belum dapat dilakukan evaluasi. Fionita et al . menyimpulkan bahwa kegiatan evaluasi terhadap kebijakan pendidikan dilakukan agar dapat mengetahui seberapa akurat dan baik hasil yang telah di capai, sehingga dapat melakukan perbaikan untuk Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak pembelajaran mendalam yang diterapkan disekola, khususnya pada UPTD 3 SDN Asam-Asam dan untuk menganalisis evaluasi tujuan pembelajaran, konten pembelajaran dan pendekatan pembelajaran. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui model CIPP (Context. Input. Process, and Produc. , model CIIP yang di kenalkan oleh Stufflebeam pada tahun 1960an, model CIIP (Context,Input. Process, and Produc. bisa diterapkan untuk 2 jenis evaluasi yakni evaluasi sumatif dan formatif. Hal penting pada model ini ialah mampu untuk memberikan pandangan secara mendalam terhadap tiap komponen dengan mengevaluasi konteks, masukan, proses dan hasil dari berbagai perspektif. Penerapan model ini bisa membuat evaluasi menjadi sistematis. Adapaun fokus model ini yaitu evaluasi proses pembelajaran dan pengembangan (Stufflebeam, 1. Penelitian ini menerapkan pendekatan analisis perbandingan, dimana tiap data indikator pada pembelajaran mendalam akan di bandingkan dengan sejumlah standar yang tersedia. Penerapan pendekatan ini memungkinkan perolehan pemahaman komprehensif oleh peneliti terhadap konteks dimana pembelajaran mendalam Data penelitian ini berupa data primer yang didapakan dari wawancara secara mendalam bersama informan untuk mendapatkan informasi sebanyak banyaknya dan sedalam dalamnya terkait dengan pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan ini, penelitian ini hendak menghadirkan pemahaman dan pengetahuan yang mendalam terkait keefektifan beserta kesesuaian pembelajaran mendalam dengan tujuan dan standar yang ditetapkan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak pembelajaran mendalam yang diterapkan disekolah, khususnya pada UPTD 3 SDN Asam-Asam dan untuk menganalisis evaluasi tujuan pembelajaran, konten pembelajaran dan pendekatan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di UPTD SDN 3 Asam-Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut dengan subjek penelitian berjumlah 48 responden yang terdiri dari . Kepala Sekolah. Laki Laki, 59 tahun, . tenaga pendidik laki laki beserta tenaga pendidik perempuan dengan usia antara 36-50 tahun. Tenaga tata usaha, perempuan, 37, . Siswa, laki-laki, beserta . Siswa perempuan, . Komite sekolah. Perempuan, 30 tahun. Data terkumpul melalui metode observasi informan, wawancara mendalam, dokumentasi beserta Focus Group Discussion (FGD). Member check terdiri dari 13 pertanyaan yang sesuai dengan model CIPP: 3 pertanyaan untuk Konteks, 4 untuk masukan, 3 untuk proses, 3 untuk evaluasi produk, tujuannya guna mengetahui tingkatan kesesuaian perolehan data dengan apa yang diberikan oleh @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA pemberi data. Adapun indicator dalam penelitian ini dan sudah sesuai dengan konsep Model CIPP ialah sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Skala Penilaian Sub Variabel Konteks Masukan Proses Produk Indikator Kesesuaian tujuan pembelajaran mendalam Kesesuaian dukungan masyarakat Kesesuaian materi pembelajaran Pihak yang terlibat Sarana dan Prasarana Kompetensi guru Tanggapan siswa Strategi dan metode pembelajaran Penggunaan teknologi . Asesmen dan refleksi Capaian tujuan pembelajaran pemenuhan kebutuhan pembelajaran Penanaman dimensi profil lulusan Skala penilaian yang dipilih berkisar dari 25% hingga 100% dikategorikan sebagai berikut Tabel 2. Kategori Skala Penilaian Skala Persentase 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 0% - 25% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi adalah alat ukur atau proses yang digunakan untuk mengetahui tingkatan dari capaian keberhasilan yang telah dicapai peserta didik atas bahan ajar atau materi yang telah dipelajari, sehingga adanya evaluasi maka tujuan pembelajaran dapat terlihat secara akurat dan tepat. Evaluasi pada program pembelajaran memerlukan data tentang pelaksanaan pembelajaran dan tingkat tercapainya tujuan pembelajaran, hal ini dikarenakan evaluasi merupakan salah satu fondasi dari sistem pendidikan yang harus dilaksanakan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan di capai dalam proses pembelajaran. (L, Evaluasi merupakan usaha sistematis yang dilakukan guna memperbaiki suatu program yang masih dalam tahap pengembangan maupun program yang telah diterapkan agar menjadi lebih baik untuk kedepannya, salah satu model evaluasi yaitu model CIPP (Context. Input. Process, and Produc. (Arofah, 2. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam menerapkan Model CIPP pada proses evaluasi pembelajaran mendalam ini berawal dari evaluasi Context sampai evaluasi Product berikutnya tiap aspek akan dianalisis untuk mengetahui perbaikan apa saja dalam pelaksanaan Pembelajaran Mendalam. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA Tabel 3. Distribusi Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berdasarkan Evaluasi Metode CIIP Sub Variabel Konteks Masukan Proses Produk Indikator Kesesuaian tujuan pembelajaran mendalam Kesesuaian dukungan masyarakat Kesesuaian materi pembelajaran Persentase Pihak yang terlibat Sarana dan Prasarana Kompetensi guru Tanggapan siswa Strategi dan metode pembelajaran Penggunaan teknologi . Asesmen dan refleksi Capaian tujuan pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Pembelajaran Penanaman Dimensi Profil Lulusan Evaluasi Context Tujuan Evaluasi Context yakni guna mengevaluasi apakah kebutuhan pihak terpenuhi dari prioritas beserta tujuan yang ditetapkan selaku sasaran organisasi. Evaluasi Context didapatkan dari menganalisis tujuan pembelajaran dengan visi sekolah, dukungan masyarakat, dan materi pembelajaran pada pembelajaran Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya dampak pembelajaran mendalam di UPTD SDN 3 Asam Asam Kecamatan Jorong pada aspek evaluasi Context termasuk dalam level berhasil. Keberhasilan ini diraih pada indikator kesesuaian tujuan pembelajaran mendalam dengan visi sekolah sebesar 78% dengan level AuSangat BaikAy sementara kesesuaian dukungan masyarakat sebesar 83% dengan level AuSangat BaikAy dan kesesuaian materi pembelajaran dengan sebesar 72% dengan level AuBaikAy. Ini di dukung oleh hasil wawancara dengan Bapak Agus Salim (Kepala Sekolah UPTD SDN 3 Asam Asam ) bahwa salah satu tujuan pembelajaran mendalam adalah mendukung siswa untuk berpikir kritis,hal ini selaras dengan visi sekolah yaitu mewujudkan siswa yang berakhlak ,jujur dan berwawasan global. Selain itu,dukungan penuh dari masyarakat sekitar juga semakin kuat,hal ini terlihat dari beberapa kegiatan sekolah yang tidak lepas dari bantuan walimurid. Dan yang penting lagi yaitu kesesuaian materi pembelajaran yang di sesuaiakan dengan 8 Dimensi Profil Lulusan, pengalaman belajar, prinsip pembelajaran, beserta kerangka pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik dan sesuai harapan. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Safitri & Rokhimawan . menyimpulkan bahwa hasil yang memperoleh capaian kategori Ausangat baikAy menunjukkan kesesuaian yang baik antara KOSP, hasil belajar dan bahan Selain itu, evaluasi yang menunjukkan kesesuaian bahan pembelajaran kategori AubaikAy merupakan indicator bahwa pendekatan ini berhasil. Oleh karena itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aspek konteks berhasil mendukung dampak pembelajaran mendalam. Hal ini berarti komponen konteks terpenuhi yakni dari tujuan pembelajaran dengan visi sekolah, dukungan masyarakat yang kuat untuk @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA program-program maupun kegiatan sekolah, serta materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Evaluasi Input Tujuan dari evaluasi input yakni guna menjamin potensi ketersediaan aset ataupun sumber daya, strategi alternatif yang potensial, beserta cara paling efektif untuk memenuhi kebutuhan yang teridentifikasi. Kemudian, tujuan lain dari evaluasi ini yakni guna menetapkan potensi ketersediaan sumber daya, menunjang pengorganisasian pilihan ataupun opsi yang akan dibuat, strategi ataupun rencana guna mewujudkan tujuan, beserta proses kerja untuk mencapainya. Analisis evaluasi input melalui pertanyaan umumnya difokuskan untuk menemukan jawaban ataupun menangani permasalahan terkait pembelajaran yang sudah terlaksana. Tingkat kesiapan sekolah, kondisi infrastruktur, keterlibatan sejumlah pihak, kompetensi guru, beserta reaksi siswa terhadap pembelajaran mendalam semuanya diukur guna memperoleh evaluasi input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pembelajaran mendalam di UPTD SDN 3 Asam Asam Kecamatan Jorong pada aspek evaluasi input termasuk dalam level Keberhasilan ini dapat dilihat pada indikator pihak yang terlibat sebesar 89% level Ausangat BaikAy, ketersediaan sarana prasarana sebesar 67% level AuBaikAy, sementara tingkat kompetensi guru sebesar 89% level Ausangat BaikAy dan sebesar 83% level Ausangat BaikAy pada indicator tanggapan siswa. Didukung oleh hasil wawancara dengan Bu Sri Prihatin bahwa pihak pihak yang terlibat dalam pembelajaran mendalam sangat membantu dalam mewujudkan tujuan Kita sebagai guru tidak berjalan sendiri dan merasai sangat dihargai keberadaan kita. Pihak pihak yang terkait tidak hanya siswa dan rekan guru,namun orangtua yang sepenuhnya mendukung kegiatan pembelajaran anak, membuat guru lebih tenang dan happy dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Meski sarana prasarana belum lengkap,namun kami tetap bisa melaksanakan pembelajaran mendalam dengan baik, karena kami memanfaatkan sarana prasarana yang ada untuk dijadikan hal yang bermanfaat. Kegiatan ini juga didukung oleh rekan guru yang hampir semuanya sudah bersertifikasi. Hal ini memudahkan kami untuk saling sharing dalam hal pembelajaran. Kesimpulan dari paparan tersebut yakni bahwa komponen indikator aspek input sudah terpenuhi dan cukup baik guna menunjang kesiapan sekolah terhadap pembelajaran Mendalam. Hal ini bisa dilihat dari indikator kemitraan sangat baik dalam mendukung pembelajaran dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran baik didalam kelas maupun sekitar lingkungan yang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, pada aspek ketersediaan sarana prasarana khususnya toilet siswa dan tempat ibadah perlu ditingkatkan agar pelaksanaan pembelajaran mendalam dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan. Evaluasi Process Tujuan evaluasi process yakni guna memastikan kesesuaian pembelajaran yang diimplementasikan dengan tujuan beserta rencana strategi. Analisis terhadap proses pembelajaran pendekatan Pembelajaran Mendalam ( Deep Learning ) termasuk dasar dari evaluasi process. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA Temuan penelitian menunjukkan bahwasanya dampak Pembelajaran Mendalam di UPTD SDN 3 Asam Asam Kecamatan Jorong pada aspek evaluasi process dalam level cukup berhasil dalam menunjang keterlaksanaan process pembelajaran Keberhasilan ini terlihat pada indikator strategi beserta metode pembelajaran sebesar 78% level Ausangat BaikAy, pemanfaatan media digital sebesar 72% level AuBaikAy, sedangkan penilaian asesmen dan refleksi sebesar 72% level AuBaikAy. Hal ini didukung oleh wawancara yang dilakukan Bapak Abdul Basid bahwa dengan adanya pembelajaran mendalam, saya sebagai guru kelas 5A lebih kreatif lagi dalam memanfaatkan media digital yang ada di sekolah. Tidak hanya itu, saya juga melakukan refleksi bersama peserta didik disetiap akhir pembelajaran,yang mana dulu saya sering terlewat tidak melaksanakan refleksi setelah pembelajaran. Namun saat ini refleksi menjadi hal yang menyenangkan bagi anak anak, karena dari refleksi kita bisa saling mengoreksi hal hal yang sudah ataupun kurang baik selama proses Hattarina & Agustin . menyimpulkan bahwa penggunaan model CIPP pada dimensi proses dikatakan berhasil dan terpenuhi sebab indicator aspek menunjukkan kategori cukup baik, sejalan dengan Safitri & Rokhimawan . menyimpulkan bahwa evaluasi proses dianggap berhasil dalam mendukung implementasi pembelajaran. Sehingga, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komponen indikator aspek proses terpenuhi dan cukup baik namun masih perlu perbaikan Hal ini terlihat dari indikator penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru ada kecenderungan yang masih monoton menggunakan metode ceramah. Hal ini sesuai dengan hasil rapot Pendidikan yang menunjukkan pada kemampuan pedagogi guru masih dalam prioritas benahi Evaluasi Product Tujuan evaluasi product yakni guna menetapkan apakah tujuan yang sudah ditetapkan berhasil dicapai oleh suatu kurikulum ataupun proses pembelajaran. Tujuan lainnya dari evaluasi ini yakni guna menetapkan apakah program telah berhasil memenuhi kebutuhannya. Ketika memutuskan apakah akan melanjutkan, mengembangkan, memodifikasi, ataupun bahkan menghentikan program pembelajaran yang sudah diadopsi, rekomendasi selaku tindak lanjut bisa ditawarkan oleh peneliti kepada para pengambil keputusan. Analisis hasil implementasi pembelajaran dalam pembelajaran mendalam termasuk dasar evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pembelajaran mendalam di UPTD SDN 3 Asam Asam Kecamatan Jorong dalam ketercapaian tujuan pembelajaran sebesar 72% level AuBaikAy, pemenuhan kebutuhan belajar murid sebesar 78% level AuBaikAy, sementara penanaman Dimensi Profil Lulusan sebesar 72% level AuBaikAy. dukung oleh wawancara yang dilakukan dengan Pak Subki bahwa setelah mempraktekkan pendekatan pembelaran mendalam, anak anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan aktif dalam berdiskusi. Hal ini sesuai dengan 8 Dimensi Profil Lulusan yaitu komunikasi dan kolaborasi. Hambatan Pelaksanaan Implementasi Pembelajaran Mendalam Salah satu tantangan utama adalah ketidaksiapan sistem dan kebijakan (Hariyati et al. , 2. Implementasi pembelajaran mendalam dianggap premature karena belum ada stabilitas sosial dan dukungan kebijakan yang jelas. Hal ini menciptakan kebingungan dikalangan pendidik mengenai bagaimana menerapkan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Norsafitri dkk. Evaluasi Dampak Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah DasarA pendekatan ini secara efektif. Kemudian, keterbatasan sumber daya juga dijadikan masalah signifikan. Masih banyak sekolah khususnya di daerah terpencil yang belum mempunyai akses memadai terhadap teknologi beserta materi pembelajaran (Rakuasa et al. , 2. Keterbatasan inilah yang menghambat kemampuan guru untuk menerapkan metode pembelajaran mendalam secara optimal. Isnayanti et al . Di samping itu, belum semua sekolah mendapatkan pelatihan pembelajaran. Untuk tahun 2025 sekolah yang mendapatkan Bos Kinerja Terbaik yang dapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam, itupun tidak semua gurunya karena dibatasi setiap sekolah 1 kepala sekolah dan 2 guru untuk jenjang SD. KESIMPULAN Pembelajaran mendalam membawa dampak yang signifikan dari hanya menghafal informasi menuju pemahaman dan keterampilan berpikir kritis. Dengan pembelajaran mendalam, siswa aktif berkolaborasi dalam diskusi dan kegiatan lainnya, mereka tidak hanya mengerti materi secara hapalan saja tetapi juga menghubungkan pengetahuan yang ia dapat dengan kenayataan pada kehidupan sehari-hari. Pembelajaran mendalam bukan sekadar trend semata dalam dunia pendidikan, tetapi merupakan kebutuhan strategis bagi lembaga pendidikan yang ingin terus maju dan berkembang di era digital. Pembelajaran Mendalam berpotensi untuk melahirkan generasi lulusan yang terdidik sekaligus mampu berinovasi, mempunyai daya saing serta mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan pada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA