Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Implementasi Kecerdasan Verbal Linguistik Kelompok B Di Tk Tunas Kusuma Bandar Lampung Befri Rahikmah1 . Ulwan Syafrudin2 . Renti Oktaria3 Abstrak Kecerdasan sama halnya dengan perkembangan anak usia dini yang berbeda-beda setiap anaknya. Kecerdasan verbal linguistik adalah kemampuan untuk memahami bahasa dan kata-kata dengan mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks, serta kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah dan mengembangkan sesuatu menggunakan bahasa secara efektif baik lisan maupun tertulis. Kecerdasan verbal linguistik pada anak usia dini dapat dikembangkan dengan menggunakan cara bernyanyi, bercerita, membaca buku, menulis, dan membuat atau membaca puisi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengamati dan mengetahui bagiamana penerapan untuk mengembangkan kecerdasan verbal-linguistik anak usia 5-6 tahun atau kelompok B di TK Tunas Kusuma Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi lapangan, penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Hubberman dimana proses proses penyederhanaan data dilakukan melalui 4 tahapan. Hasil pengamatan dan wawancara yang didapatkan saat ke TK Tunas Kusuma adalah implementasi atau penerapan yang dilakukan di TK tersebut untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistik itu dengan membaca secara rutin surat pendek dan hadist-hadist tentang kehidupan sebelum pembelajaran dimulai. Kecerdasan verbal linguistik dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar maupun masyarakat luas. Kata Kunci: kecerdasan . verbal linguistik . Abstract Intelligence is the same as early childhood development which varies from child to child. Linguistic verbal intelligence is the ability to understand language and words by expressing and appreciating complex meanings, as well as the ability to be able to solve problems and develop things using language effectively both spoken and written. Linguistic verbal intelligence in early childhood can be developed by using ways of singing, telling stories, reading books, writing, and making or reading poetry. The purpose of this study was to observe and find out how to develop verbal-linguistic intelligence of children aged 5-6 years or group B in Tunas Kusuma Kindergarten Bandar Lampung. This research uses observation, interview, and field study methods, this research also uses a qualitative description The data analysis technique in this study uses the Miles and Hubberman model where the process of simplifying data is carried out through 4 stages. The results of observations and interviews obtained when going to Tunas Kusuma Kindergarten are implementations or applications carried out in the kindergarten to develop linguistic verbal intelligence by Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. regularly reading short letters and hadiths about life before learning begins. Linguistic verbal intelligence can provide social skills and communicate with the surrounding environment and the wider community. Keywords: intelligence. linguistic verbal. PENDAHULUAN Usia dini adalah masa di mana anak tumbuh dan berkembang dengan pesat. Pada masa ini anak masih belajar untuk bereksplorasi lingkungan sekitarnya. Masa emas atau golden age ini adalah periode yang sangat penting untuk perkembangan anak, di mana orang tua harus sangat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa golden age ini. Pada masa ini juga keenam aspek perkembangan anak seperti, nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional, dan seni sudah mulai berkembang. Perkembangan setiap anak usia dini itu berbeda-beda karena setiap anak memiliki perkembangan yang dipengaruhi oleh makanan yang bergizi, vitamin dan stimulasi intensif yang sangat dibutuhkan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Kecerdasan sama halnya dengan perkembangan anak usia dini yang berbeda-beda setiap anaknya. Kecerdasan menurut banyaknya orang merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh sesorang. Kecerdasan pada anak usia dini tersebut dapat dimaksimalkan dengan menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan taraf umur anak usia dini. Dengan pendidikan tersebut maka anak tidak akan merasa terpaksa dan akan berkembang sebagaimana mestinya. Maka perlu adanya stimulasi yang diberikan kepada anak. Untuk menstimulasi kecerdasan yang dimiliki anak harus menggunakan pendekatan yang sesuai. Kecerdasan linguistik adalah sebuah kecerdasan untuk memakai kata dengan maksimal baik tulisan ataupun lisan. Kecerdasan mempunyai empat skill, yakni berbicara menyimak, menulis dan membaca. Menurut May Lwin, kecerdasan verbal linguistik merupakan kecakapan untuk menyusun pikiran secara runtur serta mampu menggunakan verbal sebagai kompetisi, contohnya saja menulis, bicara dan membaca. Amstrong berpendapat bahwasanya kecerdasan verbal linguistik merupakan kecerdasan dalam memasak kata atau kecakapan memakai verbal secara maksimal entah tulisan ataupun lisan. KAJIAN TEORI Menurut teori kecerdasan majemuk, seperti yang diungkapkan oleh Thomas Armstrong . 5: . , kecerdasan linguistik atau word smart adalah suatu kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, menurut Thomas Armstrong, memperlihatkan bahwa kecerdasan linguistik ini mencakup sedikitnya dua pertiga bagian dari interaksi belajar-mengajar yang mencakup kegiatan membaca dan menulis. Dalam dua kegiatan tersebut . embaca dan menuli. , terdapat cakupan luas kemampuan linguistik karena termasuk di dalamnya mengeja, kosakata, dan tata bahasa. Selain itu, kecerdasan linguistik juga berkaitan dengan kemampuan berbicara. Menurut (Handayani, 2. kecerdasan merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas, serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan. Kecerdasan pada anak usia dini dapat di definisikan sebagai kemampuan mental secara umum yang digunakan anak untuk belajar dan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. mengeksplor pengalaman yang di dapatkan di lingkungan sekitarnya. Sehingga anak dapat menggunakan kecerdasannya tersebut untuk belajar. Kecerdasan anak tersebut terbagi menjadi berbagai kecerdasan. Menurut (Moh. Alamsyah, 2. Kecerdasan merupakan istilah yang sulit untuk didefinisikan hingga menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda diantara para ilmuwan. Kecerdasan seringkali dimaknai sebagai kemampuan memahami sesuatu dan kemampuan berpendapat , dalam hal ini kecerdasan dipahami sebagai kemampuan intelektual yang menekankan logika dalam memecahkan Definisi lain tentang kecerdasan mencakup kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru atau perubahan lingkungan saat ini, kemampuan untuk mengevaluasi dan menilai, kemampuan untuk memahami ide-ide yang kompleks, kemampuan untuk berpikir produktif, kemampuan untuk belajar dengan cepat, belajar dari pengalaman, dan bahkan kemampuan untuk memahami hubungan. Kecerdasan dapat dikatakan sebagai salah satu faktor utama yang menentukan sukses atau tidaknya anak saat disekolah. Peserta didik dengan kecerdasan tinggi sering kali di harapkan mendapat prestasi yang baik sedanngkan anak yang memiliki kecerdasan rendah dipersepsikan sukar mendapat prestasi yang tinggi. Jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar disekolah merupakan anggapan yang keliru , sebab Setiap anak terlahir dengan memiliki lebih dari satu kecerdasan yang dimilikinya dan semua itu perlu dikembangkan agar dapat tumbuh dengan baik. Kecerdasan . merupakan sebuah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dari pengalaman. Manusia hidup bersosialisai dan berinteraksi di dalam lingkungannya yang kompleks. Oleh karena itu ketika manusia dihadapkan dengan sebuah persoalan hidup manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan belajar dari pengalaman untuk menyelesaikan sebuah persoalan menurut (Moh. Alamsyah, 2. Menurut (Cookson & Stirk, 2. kecerdasan verbal-linguistik adalah salah satu jenis kecerdasan majemuk yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan sistem bahasa untuk berkomunikasi secara efektif melalui katakata, atau kemampuan berpikir dalam bentuk katakata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks. Kecerdasan verbal-linguistik pada anak dapat menunjukkan sejauh mana kemampuan logika Sehingga, seorang anak yang cerdas dalam lingusitik memiliki kemampuan berbicara yang baik dan efektif. Menurut (Cookson & Stirk, 2. setiap anak mempunyai kecerdasan menggunakan strata berbeda-beda. Anak-anak yang mempunyai kecerdasan verbal linguistik bisa dicermati menurut bagaimana kemampuannya pada membaca, menulis, berbicara, berinteraksi, berdiskusi, mengemukakan pendapat dan seluruh bentuk komunikasi verbal dan tertulis lainnya (Kecerdasan et al. Tetapi disisi lain anak mempunyai kepekaan terhadap suara, struktur, fungsi dalam memaknai kata-kata. Karakteristik Kecerdasan Verbal Linguistik 1. Memiliki kosa kata lebih banyak dibanding anak lain seusianya. Senang diajak Mudah mengerti istilah kata kata baru. Suka berbicara di depan orang banyak. Senang membaca. Senang membacakan buku untuk orang Senang menceritakan ulang buku yang ia baca. Senang bercerita. Suka berdiskusi. Suka memberi tanggapan saat mendengar orang lain Menyukai seni peran. Senang menulis. Suka mempelajari bahasa asing. Kecerdasan verbal-linguistik bagi anak, yaitu: . kecerdasan verbal-linguistik dapat meningkatkan kemampuan membaca. kecerdasan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. verbal-linguistik dapat meningkatkan kemampuan menulis. kecerdasan linguistik dapat membangun pembawan-pembawaan diri dan keterampilan linguistik umum. kecerdasan linguistik dapat meningkatkan keterampilan Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengamati dan mengetahui bagiamana penerapan untuk mengembangkan kecerdasan verballinguistik anak usia 5-6 tahun atau kelompok B di TK Tunas Kusuma Bandar Lampung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi lapangan, dimana studi lapangan ini merupakan suatu penelitian yang dilakukan secara langsung ke lokasi kegiatan untuk mengetahui, menganalisis, serta mengumpulkan data yang sebenarnya sesuai kondisi di lapangan untuk mencapai titik temu dalam sebuah penelitian ini. Lokasi penelitian ini yaitu TK Tunas Kusuma pada hari Selasa, 06 Juni 2023 dari pukul 07. 00, terdapat 4 guru 3 guru perempuan dan 1 guru laki-laki, 4 guru tersebut sudah termasuk dengan kepala Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelompok B dan guru yang ada di TK Tunas Kusuma Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif, yaitu pendekatan penelitian dimana data-data hasil temuan yang dikumpulkan berupa hasil dari wawancara, observasi lapangan, foto maupun video, dokumentasi pribadi, catatan dan pengumpulan data dokumentasi (Moleong dalam Narto & Suparno, 2. Pengumpulan data ini secara menyeluruh, luas dan mendalam sehingga mencapai hasil yang sebenarnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara dengan beberapa anak dan guru yang berkaitan dengan kecerdasan verbal linguistik anak, observasi lapangan . yang dilakukan secara langsung mengamati proses kegiatan anak di TK Tunas Kusuma dari kegiatan masuk ke dalam kelas hingga anak kembali pulang, dan dokumentasi sebagai bukti fisik dari kegiatan wawancara dan pengamatan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Hubberman dimana proses proses penyederhanaan data dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu : . pengumpulan data, tahap ini dilakukan dengan mencatat hasil temuan di lapangan untuk kemudian dibuat deskripsi dan refleksi. reduksi data, tahap ini dilakukan untuk proses penyeleksian, pemusatan, serta memperhatikan pada langkah-langkah penyederhanaan dan transformasi data secara menyeluruh dari hasil catatan di lapangan. penyajian data, sebagaimana tahapan ini dilakukan untuk mengambil data yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya serta membatasi sekumpulan informan dan data yang telah tersusun yang memungkinkan adanya penarikan kesimpulan. dan terakhir . penarikan kesimpulan, yang merupakan langkah terakhir dalam suatu penelitian atau laporan untuk dapat memahami makna, penjelasan, serta titik temu dari suatu permasalahan yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang didapatkan saat ke TK Tunas Kusuma adalah implementasi atau penerapan yang dilakukan di TK tersebut untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistik itu dengan membaca secara rutin surat pendek dan hadist-hadist tentang kehidupan sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan pembiasaan ini dapat melatih anak dalam berbicara dan berbahasanya serta melatih anak untuk menghafal berbagai macam kosa kata baru. Dari hasil observasi penelitian ini juga terdapat 2 anak dari kelompok B yang masih belum bisa menulis namanya sendiri tetapi sudah bisa membaca, salah satu anak tersebut dalam menulis namanya masih melihat contoh di loker yang ada tulisan namanya tersebut. Kegiatan pembacaan surat pendek dan hadist ini dilakukan sejak awal peserta didik masuk ke sekolah. Awalnya menghafal mulai dari surat al-fatihah, alikhlas, al-falaq, an-nas dan beberapa hadist. Setelah melewati semester 1 dan ingin mengakhiri semster 2 anak-anak kelompok B sudah banyak mengafal surat pendek dan menghafal banyak hadist. Jadi, setelah anak lulus dari TK tersebut anak sudah bisa menghafal surat pendek atau juz amma dan hadist-hadist tentang Selain itu, di TK Tunas Kusuma anak diminta sebelum masuk ke kelas baris terlebih dahulu dan bernyanyi bersama-sama, saat di dalam kelas anak berdiskusi dengan temannya, saat belajar anak diminta membaca satu persatu kedepan Dengan pembiasaan tersebut bentuk penerapan untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistik anak kelompok B di TK Tunas Kusuma. Kecerdasan verbal linguistik adalah kemampuan untuk memahami bahasa dan kata-kata dengan mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks, serta kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah dan mengembangkan sesuatu menggunakan bahasa secara efektif baik lisan maupun tertulis. Kecerdasan verbal-linguistik mengacu pada kepekaan individu terhadap suara, irama, danmakna kata-kata, serta kepekaan terhadap berbagai fungsi Kecerdasan linguistik merupakan kecakapan berpikir melalui kata-kata, menggunakan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks. Para penulis, ahli bahasa, sastrawan, jurnalis, orator, wartawan adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan linguistik (Moh. Alamsyah, 2. Menurut (Moh. Alamsyah, 2. Kecerdasan linguistik atau kecerdasan Orang yang memiliki kecerdasan ini pandai mengolah kata-kata. Sebagian di antara mereka pandai berkata-kata . isalnya: presenter, rohaniwan, pendongeng, mc, ds. Sebagian lagi pandai menulis . isalnya: novelis, penulis buku, ds. Ciri-cirinya suka membaca, gemar menulis . uisi, cerpen, novel, diary, ds. , suka bermain scrable atau mengisi TTS, pandai bercerita, suka memelesetkan atau memarodikan katakata, lebih suka mendengar secara lisan . , mudah mengingat kata-kata aneh, suka menghibur orang lain atau diri sendiri dengan serangkaian kata/kalimat, suka berintonasi dalam berkata-kata, punya banyak perbendaharaan kata, mudah menemukan kejanggalan bahasa dalam tulisan atau kata-kata orang lain, suka menghabiskan waktu di toko buku. Cara utama untuk mengembangkan kecerdasan linguistik ini adalah dengan membaca berbagai buku, majalah, dan litaratur lainnya. Ada baiknya membiasakan diri menulis sesuatu . engalaman hidup sehari-hari, atau apa pun yang didapat ketika membaca sesuatu, menonton film, atau bersaat tedu. Kecerdasan verbal linguistik pada anak usia dini dapat dikembangkan dengan menggunakan cara bernyanyi, bercerita, membaca buku, menulis, dan membuat puisi. Dari beberapa cara tersebut anak bisa dengan mudah untuk Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 109 - 114 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. memperbanyak kosa kata baru dan melatih untuk bisa menulis denagn baik dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari pengamatan, hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa masa golden age yaitu masa dimana anak sedang berkembang dan bertumbuh secara pesat, yang dimana kecerdasan verbal linguistik atau kecerdasan lainnya dapat berkembang dengan baik dan pesat sesuai dnegan kebutuhan nutrisi dan penegtahuan yang diberikan. Kecerdasan verbal lingustik itu suatu kemampuan yang harus dikembangkan untuk memudahkan anak dalam membaca, menulis, serta menjadi perantara dalam mengembangakan kecerdasan anak dan untuk memberikan keterampilan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar maupun masyarakat Pengembangan kecerdasan verbal linguitik ini juga dapat dikembangkan melalui cara bernyanyi, bercerita, membaca, dan membaca/membuat puisi. SARAN Menurut hasil penelitian atau pengamatan berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang harus diterapkan untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik, antara lain : Guru dapat membuat metode yang menyenangkan dan bermakna untuk melatih kecerdasan verbal linguistiknya. Selalu melibatkan peserta didik dalam perlombaan yang dpat mengasah kecerdasan verballinguistiknya seperti, lomba bernyanyi, bercerita, puisi, dsb. DAFTAR PUSTAKA