NATAR (Jurnal Prodi Seni Murn. Vol. 1 No. 1 Maret 2022. Page 25 Ae 40 DOI : Kembali Ke AuHalaman RumahAy Tawaran Perspektif Untuk Seni Urban Anwar Jimpe Rachman thejimpe@gmail. Komunitas Tanahindie ABSTRAK Kajian ini fokus pada Studi yang mengkaji masalah budaya Urban dalam bidang seni rupa. Hal yang dikaji yaitu fungsi halaman rumah, sebagai ruang terdekat bagi masyarakat urban, sekaligus ranah yang sejak lama diabaikan dan dapat didayagunakan. Salah satu komunitas yang memiliki kesadaran dalam mengangkat fenomena tersebut adalah komunitas Tanahindie, yang berada Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Komunitas ini memiliki beberapa program potensial antara lain dalam bidang penelitian maupun agenda seni seperti Makassar Biennale. Cara ini untuk menyiasati keterbatasan ruang dan menguatkan ikatan dan hubungan sosial di perkotaan, perihal yang menjadi salah satu fondasi utama untuk melakukan perubahan sosial. Metode penelitian menggunakan deskripstif kualitatif dengan pendekatan teknik snowball, yakni perluasan dari responden satu ke responden lainnya untuk mengumpulkan data lewat wawancara mendalam. Data yang terkumpul kemudian dikelompokkan sehingga memudahkan analisis. Hasil kajian menunjukan bahwa peran komunitas sangat besar dalam upaya memajukan seni rupa urban berbasis komunitas, dengan pemanfatan halaman rumah sebagai media ekspresi dan komunikasi. Keywords: halaman rumah, seni urban, perubahan sosial. Makassar Biennale Abstract This study focuses on studies that examine urban cultural issues in the field of art. What is studied is the function of the home page, as the closest space for urban communities, as well as a domain that has long been neglected and can be utilized. One community that has awareness in raising this phenomenon is the Tanahindie community, which is located in Makassar City. South Sulawesi. This community has several potential programs, including in the field of research and the arts agenda, such as the Makassar Biennale. This method is to get around the limitations of space and strengthen social bonds and relationships in urban areas, which is one of the main foundations for carrying out social change. The research method uses a qualitative descriptive approach with a snowball technique, which is an extension from one respondent to another to collect data through in-depth interviews. The collected data is then grouped to facilitate analysis. The results of the study show that the role of the community is very large in efforts to advance community-based urban art, by utilizing the home page as a medium of expression and communication. Keywords: yard, urban art, social change. Makassar Biennale Pendahuluan Pembangunan . Kota Makassar baru menampak setelah Reformasi 1998. Dasawarsa 2000 merupakan kurun waktu arus modal besar masuk ke Makassar. Bappeda Kota Makassar menyebut, pertumbuhan ekonominya dalam satu dasawarsa mengalami tren yang begitu positif . ihat Gambar . 1 Kecenderungan ini berlanjut pada 2015-2019 dengan catatan pertumbuhan mencapai rerata 8,09 persen. 2 Pertumbuhan inilah yang paling menampak setelah momentum perkembangan setelah Walikota H. M Daeng Patompo menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 yang mendorong wilayah Kota Makassar bertambah dari 2. 140 Ha menjadi 17. 570 Ha. Gambar 1 Pertumbuhan Ekonomi Makassar 2004-2013 (Sumber: Bappeda Kota Makassa. Banyak atau sedikit, pertumbuhan ekonomi itu memberi penghidupan yang lapang bagi 1,6 juta penghuninya. Namun pola konsumsi pun berubah pesat. Mobilitas manusia kian Pada tahun 2012, jumlah kendaraan yang beroperasi di Makassar mencapai 2 juta Tanahindie Ae British Council. Laporan Riset Pemetaan Ekonomi Kreatif Kota Makassar 2015. Moh. Ramdhan Pomanto. Makassar Recover: Inovasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar. Maret 2021, hal. Syafaat Rahman Musyaqqat. AuPermukiman Selatan Kota Makassar: Perumahan BTN Minasa Upa 1980-2015Ay dalam Pangadereng (Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humanior. November 2019, hal. unitAi1,3 juta di antaranya roda empat. Angka ini menandakan kenaikan tiga kali lipat dibanding tahun 2004 yang berjumlah 527. 040 unit. Namun kecenderungan tahun-tahun setelah Reformasi bukan cuma pertumbuhan ekonomi yang menanjak, tapi jumlah kelompok berisi anak-anak muda yang menunjukkan pertumbuhan, ditandai dengan berdirinya Tanahindie . dan Ininnawa . di Makassar. Di Indonesia, kelahiran ruang dan inisiatif baru semacam ini menjadi sebentuk perayaan atas kebebasan berekspresi serta pencarian identitas. Para pegiat komunitas semacam ini lantas banyak mendiskusikan kenyataan-kenyataan yang terjadi demikian cepat di depan mata mereka. Perihal ini pula kemudian menjadi sebagai topik yang masuk dalam eksplorasi dalam bentuk program komunitas. Proyeksiproyeksi kerja mereka dibangun atas kenyataan bahwa kota-kota di Jawa telah Aoberlari meninggalkan dirinya sendiriAo, menjelma sebagai semata tumpangan atau penampungan. Data BPS menyebut pada tahun 2020, penduduk Indonesia yang terkonsentrasi di Jawa sebesar 151,6 juta jiwa atau 56,1 persen. 6 Sumber daya menjadi terbatas karena ledakan penduduk menjadikan pulau tersebut karena menjadi titik konsentrasi utama permukiman di Indonesia. Ini diperparah juga kebijakan pemerintah yang mengutamakan pulau ini sejak lama, terutama membangun sekisar 57 persen industri,7 mengharuskan para penghuninya bergantung pada kerja-kerja padat karya atau memburuh. Garis besar kenyataan itu menjadi perbandingan kelompok-kelompok anak muda itu, sekaligus kesempatan bagi warga Makassar untuk melihat dirinya. Ada juga baiknya pembangunan fisik di kota ini . an Indonesia Timu. diabai sejak lama oleh Pemerintah Pusat. Merumuskan diri dengan menyamaratakan dengan kota seperti Jakarta tentu tindakan bunuh diri. Desakan modal jelas terasa. Ruang-ruang manusia kian menyusut. Lalu lintas Anwar Jimpe Rachman. AuKemarin Plat Hitam. Sekarang Plat KuningAy, dalam Makassar Nol Kilometer (DotCo. : Jurnalisme Plat Kuning. Tanahindie, 2014, hal. Baca lebih lanjut terkait pertumbuhan komunitas anak muda di Indonesia dalam Ibrahim Soetomo. Buku Direktori: Peta Kolektif Indonesia 2010-2020. Jakarta: Whiteboard Journal & British Council, 2020. Vincent Fabias Thomas, "Kepadatan Penduduk Pulau Jawa Sentuh 8 Kali Rata-Rata Nasional", https://tirto. id/kepadatan-penduduk-pulau-jawa-sentuh-8-kali-rata-rata-nasional-f9tP, diakses pada 9 Oktober 2021, 02. 06 Wita Taufik Fajar. Au112 Kawasan Industri Sudah Beroperasi. Mayoritas Pulau JawaAy, https://economy. com/read/2020/02/20/320/2171473/112-kawasan-industri-sudah-beroperasimayoritas-di-pulau-jawa, diakses pada 9 Oktober 2021, 03. 19 Wita. sebagai salah satu potongan wajah akibat serbuan kapital itu membuat Makassar semerawut. Pada dekade pertama tahun 2000, karena melihat kacau dan rumitnya lalu lintas Makassar, seorang kawan berkata. AuMakassar mengingatkan saya pada Jakarta tahun 1990-an. Ay Metode Penelitian Metode yang didayagunakan dalam menyusun tulisan ini adalah sepenuhnya kualitatif dengan mendekati aktor menggunakan teknik snowball, yakni perluasan dari responden satu ke responden lainnya untuk mengumpulkan data lewat wawancara mendalam. Data yang terkumpul kemudian dikelompokkan sehingga memudahkan analisis. Metode kualitatif dalam tulisan ini juga ditopang oleh data-data yang diperoleh menggunakan pendekatan observasi partisipatif, metode yang menekankan keterlibatan peneliti yang mengambil bagian dalam kegiatan sehari-hari, ritual, interaksi, dan peristiwa kelompok masyarakat tertentu sebagai sarana mempelajari segi yang eksplisit maupun hal tersirat dari rutinitas kehidupan dan budaya bersangkutan. Pengamatan terlibat ini dipandang sebagai metode utama dan menentukan bagi penelitian etnografi dan dasar dalam antropologi kebudayaan, kendati ini juga memiliki akar awal dalam sosiologi dan dimasukkan ke penelitian kualitatif di sejumlah disiplin sejak paruh kedua abad ke-20. Pembahasan Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan, halaman rumah merupakan basis material hunian sekaligus produksi. Saya tumbuh dan besar dalam lingkungan masyarakat desa Bugis, di pertetanggaan yang hampir seluruhnya berwujud rumah panggung. Saya jadi saksi bagaimana kolong rumah panggung, bagian rumah yang paling sejuk, menjadi tempat bermain anak-anak sepanjang hari . palagi bila hari teri. , tempat para perempuan muda bercengkerama dan kaum ibu mengasuh serta menidurkan anak, atau sebagai ruang kerja kaum pria dewasa. Sedang kalangan anak muda laki-laki membangun kampus, istilah untuk bilik berdinding gedek/papan . an bagian dalamnya berlapis kertas seme. yang berfungsi sebagai kamar tidur sekaligus tempat nongkrong dengan sebaya. Kathleen Musante. AuParticipant ObservationAy dalam H. Russel Bernard & Clerence C. Gravies. Handbook of Methods in Cultural Anthropology . disi kedu. Maryland: Rowman & Littlefield, 2015, hal. Komunitas anak muda sejenis itu, yang awalnya bersembunyi di kampus perguruan tinggi yang cenderung bebas gravitasi militer, memberanikan keluar tak lama usai Reformasi bergulir dan menghuni rumah-rumah keluarga yang kosong. Proses obrolan perkembangan kota dan kerja-kerja rangkaiannya berlangsung di halaman rumah, segelintir ruang yang tersisa di wilayah urban dan bisa diakses tanpa-bayar. Persentuhan dengan halaman rumah dalam waktu yang lama, seraya memeriksa perbandingan Makassar dengan kota seperti Jakarta itulah yang menjelma sebagai deretan poin rangkuman penting bagi Tanahindie tatkala merancang agenda-agenda yang berkaitan dengan dunia literasi dan seni dalam bingkai kebudayaan perkotaan. Halaman rumah merupakan orientasi arsitektural orang-orang Indonesia. Oesrifoel Oesman, arsitek yang mendalami arsitektural situs-situs kuno, menyebut, fungsi rumah hanya untuk tidur. 9 Namun kemudian ruang yang awalnya privat itu memiliki fungsi gandaAi sekaligus sebagai Aoruang publikAo, ranah yang oleh Jyrgen Habermas sebut elemen fungsional di wilayah politik yang memikul status normatif sebuah organ yang menjadi media pengartikulasian kebutuhan-kebutuhan masyarakat sipil di dalam otoritas negara. Pertimbangan-pertimbangan ini pula mendorong Tanahindie lantas menitikberatkan kuratorial dan kerja-kerja kebudayaannya dalam ruang . dan ranah . halaman 11 Ini berpadanan dengan deskripsi Henri Lefebvre perihal relasi dialektis antara ruang . pasial dan sosia. yang hidup, ruang yang dipersepsikan, dan ruang yang dikonsepsikan . conceptual triad of social space productio. Konsep ini lantas dikembangkan Tanahindie sejak 2014 kemudian menjadi proyek penelitian dan kerja bingkai seni berbasis komunitas. Metode ini berupaya mengembalikan warga sebagai subjek, dengan pengembangannya yang ditopang oleh fondasi pengetahuan Melalui ajakan terbuka dalam berbagai bentuk dan ekspresi demi pengembangan isu halaman rumah, setiap orang diharapkan bisa berkontribusi untuk kehidupan yang lebih bermutu, terutama di wilayah urban. Bagaimanapun pertumbuhan kota menjadi sesuatu yang Disari dari Mahandis Y. Thamrin. AuMetropolitan yang HilangAy, dalam National Geographic Indonesia . disi September 2012, hal. Jyrgen Habermas. Ruang Publik: Sebuah Kajian tentang Kategori Masyarakat Borjuis . IV). Kreasi Wacana. Mei 2012, hal. Baca lebih lanjut, baca Anwar Jimpe Rachman . Halaman Rumah / Yard. Makassar: Tanahindie, 2017. Arie Setyaningrum Pamungkas. AuProduksi Ruang dan Revolusi Kaum Urban Menurut Henri Lefebvre . ttps://indoprogress. com/2016/01/produksi-ruang-dan-revolusi-kaum-urban-menurut-henri-lefebvre/), diakses pada 12 Oktober 2021, 14:36 Wita. tak terhindarkan. Akan tetapi, upaya ini dipelajari dan diterapkan untuk memperlambatnya di lingkup yang terkecil, terutama keluarga dan lingkungan terkarib. Sebagaimana kesemerawutan pun terjadi di lini hidup penduduknya. Hunian yang tumpang tindih dan menurunkan kualitas lingkungan sekitar, diperparah oleh gedung-gedung tinggi yang merangsek dan mempersempit ruang-ruang hidup manusia. Kebudayaan permukiman di Asia yang cenderung horizontal harus berhadap-hadapan dengan Authe block attackAy, gempuran dan pertumbuhan bangunan-bangunan vertikal di banyak tempat di Asia sejak dasawarsa 1930. Bentuk-bentuk arsitektural menjulang itu dibangun oleh insinyur Eropa yang tidak mengerti konteks budaya lokal, yang meski dengan akomodatif menampung pertambahan penduduk masif di Benua Kuning, tetapi mengeliminasi karakter Asia yang kaya keberagaman dan Lantaran itulah halaman rumah menekankan perlunya kesadaran akan tindakantindakan individu warga yang diharapkan bisa berkontribusi pada ekosistem, baik lingkungan hidup maupun bagi segi hubungan manusia. Dalam ranah lingkungan hidup, perbaikan ekosistem melalui pengelolaan sampah, pemanfaatan dan penanaman di halaman rumah dan Sementara di ruang hidup sesama manusia, halaman rumah direvitalisasi sebagaimana fungsinya di pedesaan, sebagai bentangan yang memberi peluang tumbuh irisan-irisan sosial, budaya, politis, sampai ekonomi. Namun konsep halaman rumah tidak berupaya AofrontalAo dan berorientasi ke ranah Ia lebih memberi tekanan pada kesadaran tindakan ketimbang kehendak untuk vis a vis dengan negara. Dalam era kehidupan politik mengharuskan warga berhadapan dengan warga . rmas dan sebangsanya, ditambah perkembangan ranah media sosial yang melahirkan kaum pendengung . ),14 membuat siapa Aolawan politikAo kian mengabur. Bila membandingkan pergerakan pada masa Orde Baru yang amat tegas memberi garis demarkasi antara negara dan warga, inisiatif ini terasa lebih bersesuai gerak perkembangan Halaman rumah di wilayah urban bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengenal Disari dari Winy Maas . The Vertical Village: Individual. Informal. Intense. Rotterdam: NAI Publishers. Pendengung ini berasal dari kalangan profesional yang dipakai untuk mempromosikan atau mengampanyekan Kezia Prasetya Christividya. AuPengertian Buzzer dan Cara Kerjanya di Media SosialAy, https://w. com/lifestyle/read/4513410/pengertian-buzzer-dan-cara-kerjanya-di-media-sosial pada 9 Oktober 2021, 12. 55 Wita, menyebut istilah ini mulai dikenal di Indonesia kala Pemilu 2019 tatkala mengampanyekan tokoh dan kelompok politik demi memenangkan kompetisi, bahkan bisa dijadikan sebagai jasa untuk menjatuhkan kredibilitas lawan politik. siapa AotetanggaAo kita. Ia mengajukan definisi pertetanggaan sebagai sebentuk hubungan yang bukan lagi terkait garis koordinatnya Aosiapa yang paling dekat dari rumahAo . melainkan bertaut dan mengumpar karena kesamaan pandangan . sikologis dan politi. Perkembangan fisik kota lantas mengurangi durasi interaksi tatap-muka, kian diperparah oleh pertumbuhan fasilitas internet yang pelan-pelan mereduksi pertemuan manusia dan perjumpaan gagasan. Kenyataan ini jelas menggerus peluang terjadinya perubahan sosial. Sayangnya, pengorganisasian yang menjadi syaratnya, menurut Roem Topatimasang, hanya bisa dilakukan lewat dunia nyata. AuMereka harus bertemu, bertatap muka, menyusun program bersama, melakukan evaluasi. Dan itu tidak mungkin dilakukan di dunia maya. Itu hanya bisa dilakukan di dunia nyata. Ay16 Apalagi, aktivisme berbasis media sosial dibangun oleh ikatan yang longgar karena kebanyakan orang-orang itu tidak pernah bersua sebelumnya, kata Malcolm Gladwell, dan bisa menggiring ke aktivisme berisiko Catatan sejarah seni rupa di Makassar bermula dasawarsa 1950-1960. Ali Walangadi, seniman Makassar yang merupakan salah seorang angkatan pertama yang mengenyam pendirikan di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesi. Yogyakarta pada pertengahan 1950, menceritakan bahwa Affandi pernah berpameran di Makassar. Pada era yang kurang lebih sama. JE Tatengkeng, sastrawan Angkatan 45 pernah bermukim di Makassar bersama sejumlah figur seniman. Menurut mendiang Ali Walangadi yang juga pencipta logo provinsi Sulawesi Selatan ini, pameran zaman itu menjadi pembicaraan bukan saja lantaran peristiwa kesenian langka, tapi lebih dari itu sebuah pameran senirupa berusaha untuk mencari Aujiwa IndonesiaAy dan menancapkan apa yang disebut peran, fungsi serta posisi seni rupa di dalam kehidupan kebudayaan di dalam tumbuhnya bayi republik yang sedang merangkak. Pada awal dasawarsa 1970, pemerintah Indonesia secara aktif mempromosikan tujuan wisata di Indonesia, termasuk Tana Toraja, dan berhasil menarik kunjungan lebih banyak ke dataran tinggi bagian utara Sulawesi Selatan itu. Nama Tana Toraja pun semerbak dalam kesadaran pariwisata tingkat nasional . an internasiona. pada 1984 tatkala Joop Ave. Dirjen Pariwisata Indonesia, mendeklarasikan Tana Toraja sebagai Autujuan wisata primadona Anwar Jimpe Rachman. AuDi Kota Kita Meraya. Di Halaman Kita BerjayaAy, dalam Halaman Rumah, hal. Puthut EA. Oposisi Maya. Yogyakarta: Insist Press & The Asia Foundation, hal. Malcolm Gladwell. AuSmall RevolutionAy dalam The New Yorker . disi Oktober 2. Halim HD. AuSeni Rupa di Makassar: Labirin MasalahAy . ttps://mantagisme. com/2007/04/seni-rupadi-makassar-labirin-masalah. , diakses pada 12 Oktober 2021, 18. 50 Wita. Sulawesi SelatanAy dan Makassar menjadi AuPintu gerbang ke Tana TorajaAy. 19 Keadaan itu jelas sebentuk harapan bagi perupa Sulawesi Selatan kala itu. Dunia seni rupa wilayah ini, yang tak memiliki kolektor partikelir, hanya mengandalkan pesanan dari kolektor kalangan pejabat pemerintahan, militer, dan kantor-kantor BUMN/swasta, ikut mendulang kesempatan dalam pertumbuhan pariwisata lewat peluang pengoleksian dari kalangan turis. 20 Namun tentu kenyataan tentang Aolukisan pesananAo menjadi sebuah kenyataan hidup yang tidak boleh dilupakan manakala orang ingin mengetahui lebih mendalam tentang segi-segi yang mempengaruhi perkembangan seni di suatu daerah. 21 Dengan demikian, lapisan konsumenkonsumen inilah yang menjadi salah satu penentu proses dan citra yang muncul di permukaan kanvas para seniman kawasan ini. Seni rupa di Makassar mulai menyita perhatian luas warga dengan beberapa bentuk performance dan happening arts yang digagas oleh Firman Djamil pada pertengahan Dengan metode yang demonstratif dan melibatkan banyak orang, serta menarik perhatian . tamanya bagi media mass. , corak seni publik di ruang kota ini menampakkan gagasannya sebagai sebentuk pernyataan sikap. Bisa jadi karena dunia seni rupa pada masa-masa penghujung sampai berakhirnya pemerintahan Soeharto itu merupakan salah satu jalan AuamanAy untuk menyalurkan suara dan kritik terhadap kekuasaan Orde Baru dan isu lainnya seperti lingkungan hidup. Contoh terlihat jelas dalam karya Firman Djamil berjudul Tujuh Manusia I La Galigo yang dipentaskan tahun 1998 di ruas-ruas jalan penting Makassar menuju halaman kantor Gubernur Sulawesi Selatan atau News on the Road . yang melibatkan ratusan seniman, pengemis, anak jalanan, sampai warga biasa yang berarakan jalan kaki sampai berkendara roda dua dan empat. Meski terjadi dua puluhan tahun lalu, tapi cerita tentang karya ini terus ada dan teringat baik oleh beberapa orang, serta, tentu saja, karena adanya pengarsipan oleh peliputan dari media massa setempat dan peneliti. Kathleen M Adams. Art as Politics: Re-crafting Identities. Tourism, and Power in Tana Toraja. Indonesia. Honolulu: University of HawaiAoi Press, 2006, hal. Wawancara Ahmad Anzul . Desember 2. dan Mike Turusy . Desember 2. Sofyan Salam. AuMenelusuri Perjalanan Seni Rupa Sulawesi SelatanAy. Katalog Pameran Bentara 2003, t. Cek dokumentasi News Paper on the Road di tautan: https://w. com/watch?v=lth0dc7I6cs. Cukup sulit untuk mencari arsip agenda pameran di Makassar pada tahun-tahun lampau. Ini masih memerlukan pelacakan lebih jauh. Beberapa institusi seperti Perpustakaan Wilayah Sulawesi Selatan dan Kantor Harian Fajar yang pernah saya datangi kurun 2015-2017 belum menyediakan ruang arsip yang memadai. Beda era jelas berbeda energi dan arah pencapaiannya. Keadaannya akan jelas berlainan bila membandingkan dengan inisiatif seni di wilayah urban lainnya seperti yang dilakukan Quiqui, komunitas perajut yang didominasi perempuan. Meski juga melibatkan warga, tapi skalanya lebih kecil dan di wilayah tertentu saja. Intensi proyek Bom Benang (Yarn Bombin. 2012-2017 yang dikerjakan Quiqui adalah demi penguatan dan pemberdayaan anggota komunitas dan lingkungan terdekat, yakni ruang publik . , halaman rumah . , lingkungan hidup . , isu kekerasan domestik . , dan sungai dan pemanfaatan sampah . Menampak kemudian perbedaan ciri antara gerakan seni urban dalam dua waktu itu, antara lain: Ciri Firman Djamil Quiqui Masa Sebelum 1998 Setelah 1998 Orientasi Eksternal Internal Karakter Protes Sosial Penguatan Komunitas Tempat Kota Wilayah (Kot. Tertentu Pelaksanaan Event/Program Sekali Sinambung Pelibatan Warga Terbuka Terbatas Arsip Terbatas Banyak Komunitas Quiqui lahir pada 2011 dilatari oleh halaman rumah, meski baru menyatakan secara eksplisit halaman rumah dalam proyek AuBenang di Halaman (Yarn on Yar. Ay pada tahun 2014. Para anggotanya bersepakat untuk bertemu di Kampung Buku, perpustakaan komunitas yang berada di Panakkukang, wilayah tengah Makassar, yang memungkinkan pertemuan dengan banyak kalangan dari jarak relatif sama untuk menggodok rencana dan gagasan individu maupun komunitas. Itu didukung pula oleh Makassar, kota yang masih memungkinkan warganya berpindah ke beberapa tempat dalam satu hari sebab kemacetan dan kendaraan tidak separah di Jakarta Masih tersedia ruang dan waktu yang lebar untuk berbincang tatap-muka. Peluang seperti ini jelas sebuah kemewahan. Pertemuan-pertemuan macam itu membuahkan sejumlah gagasan dan masukan dari kalangan komunitas dan jejaringnya untuk memperkuat kerjanya, sebagaimana juga dalam pengalaman Tanahindie selama ini. Metode bekerja bersama itulah lalu membentuk dorongan bagi Tanahindie untuk menjadi pelaksana Makassar Biennale (MB) pada 2017, sekaligus sebagai upaya berkontribusi bagi perkembangan seni rupa di Makassar dan wilayah-wilayah sekitarnya. Pada tahun 2017. Makassar Biennale menetapkan AuMaritimAy sebagai tema abadi. Ini diangkat dilatari bahwa sejarah Makassar dan wilayah sekitarnya dibangun oleh budaya Makassar, kota yang tumbuh oleh arus kapal dan manusia yang berlayar sepanjang masa-masa perdagangan rempah-rempah pada abad ke-16 dan ke-17. Makassar kala itu dipandang sebagai pelabuhan terpenting sebab jadi wilayah tambatan paling teduh yang memudahkan kapal-kapal mengambil pasokan kebutuhan, terutama beras . enanda wilayah ini sejak dulu dikenal sebagai lumbung panga. , sebelum mengangkat sauh menuju Kepulauan Maluku, tempat asal cengkeh dan pala. Kendati dua komoditas itu kemudian meredup, kota ini masih menjadi poros penting seiring semaraknya perdagangan teripang selama dua abad sampai kurun redupnya awal abad ke-20. Spirit maritim ini diperkuat oleh letak Makassar yang berada di Garis Wallace, yang disebut Lawrence Blair, menandai pemisahan antara dua jenis akal budi yang amat berbeda: AobenuawiAo dan AosamudrawiAo. Masyarakat samudrawi yang terpisah dari bagian-bagian dunia lain oleh lautan berkarakter holistik, politeistik, dan demokratik. sedang komunitas benuawi lebih logis, monoteistik, dan otokratik. Kendati tema abadi itu ditetapkan dengan meninjau akar sejarah, akan tetapi Tanahindie melihatnya sebagai definisi yang luas. Ia tidak terbatas pada laut saja, melainkan mencakup sebentang ekosistem . ari hulu sampai hili. , perihal yang memberi penegasan tentang betapa fundamentalnya elemen lingkungan hidup, isu lokal, dan kehidupan yang berkelanjutan dalam agenda Makassar Biennale. Pengertian ini juga semacam upaya mempertebal garis-garis jejaring kebudayaan yang sudah terbentuk sebelumnya melalui aktivitas-aktivitas dunia literasi, dengan menggunakan lokomotif seni rupa sebagai penggerak gerbong gagasan dan wacana terkait hal-hal tersebut. Pembacaan Hilmar Farid terhadap platform ini dalam Simposium Makassar Biennale 2019 menguatkan itu, sebagai berikut: Lawrence Blair & Lorne Blair. Ring of Fire: Indonesia Dalam Lingkaran Api. Jakarta: Ufuk Press, 2012, hal. Saya berpikir (Makassa. Biennale sesungguhnya bukan tujuan. Kegiatannya sendiri bukan tujuan, tapi Biennale jadi metode. Biennale di sini jadi kemungkinan baru untuk membentuk Ada semacam keinginan untuk mencari nalar maritim di dalam masyarakat kita, dan nalar maritim ini yang dianggap, diduga, menjadi semacam bingkai untuk banyak ekspresi yang bermunculan. Dengan begitu. Makassar Biennale ini mengajak kita keluar dari kategori-kategori, konseptualisasi, dan juga kotak-kotak pengertian kita tentang seni. Jadi kesenian bukan semata-mata wujud ekspresi, atau cerminan, tafsir terhadap realitas, tapi alat kita untuk menginterogasi realitas itu sendiri. Dengan kesenian sebagai metode, kita bisa masuk memperhatikan produksi pemikiran, konstruksi pengetahuan di tingkat lokal yang selama ini tidak terdeteksi. Apa yang hidup dalam masyarakat lokal seringkali sampai kepada kita sudah dalam bentuk yang tersanitasi. Pemaknaan Hilmar Farid tadi menegaskan bahwa MB menyebarkan ajakan urunan gagasan seluruh dimensi yang berkait dengan seni rupa dengan mendasarinya dengan isu-isu yang dialami oleh warga. Batas-batas teritorial negara, provinsi, kabupaten, dan satuan sejenisnya direduksi bahkan dihilangkan dalam agenda-agendanya. Kita tahu, isu dalam konstalasi hubungan internasional seperti krisis pangan, lingkungan hidup, energi, air, dan seterusnya melanda manusia tanpa mengenal batas-batas teritorial. Persoalan sampah di wilayah pesisir Samudera Hindia sama dengan yang menimpa masyarakat yang mendiami pantai-pantai yang dijilati air dari Samudera Pasifik. Kendati berbicara jauh tentang panggung politik antar-bangsa, hal ini tetap dalam koridor elaborasi lanjutan konsep halaman rumah dan tesis Lawrence Blair soal spirit masyarakat samudrawi, sebagaimana yang tampak dalam penggambaran di bawah ini: Bagan 1 Hilmar Farid et. Simposium Makassar Biennale 2019: AuMaritim: Migrasi. Sungai. KulinerAy. Makassar: Yayasan Makassar Biennale. November 2019, hal. Bagan 2 Dua tahun berikutnya, pada 2019, konsep MB berkembang dengan menggelar MB di tiga kota lain selain Makassar, yakni Bulukumba dan Parepare (Sulawesi Selata. , dan Polewali Mandar (Sulawesi Bara. Latar pikirnya adalah Makassar, seperti ibu kota provinsi lainnya di Indonesia yang AodibebaniAo fungsi ibu kota politik-pemerintahan, memiliki Aotanggung jawabAo sebagai ibu kota kebudayaan. Sebab itu kemudian seperti menjadi keharusan bahwa sebagai ibu kota kebudayaan. Makassar mesti menjadi titik moderasi atau gelanggang yang melahirkan seniman atau pelaku dunia seni. Sayangnya, pada kenyatannya, pameran sebagai salah satu arena untuk itu jarang berlangsung di kota yang berjudul Kota Daeng ini. MB berinisiatif untuk memecah beban tersebut dengan melangsungkan MB di kota-kota lain . iasat yang juga bisa dibaca sebagai upaya Aomendekati khalayakAoAitidak menjadi program yang didatangi penonto. , dengan menggunakan jejaring literasi yang sejak lama terjalin. Tim tiap kota yang terlibat MB sejatinya kelompok kerja yang otonom. Meski berkoordinasi dengan tim kerja MB di Makassar, tapi proses perancangan model, agenda, dan kegiatan seputar MB di tiap kota berbeda-beda dengan menyesuaikan pertimbangan lokasi setempat, termasuk kebebasan setiap kota untuk membiayai pameran dari sumber-sumber lokalAitanpa perlu berkoordinasi dengan Makassar. Metode ini mengharuskan adanya penelitian singkat atau lama terkait pelaku dan praktik yang berbingkai seni secara umum. Dari sinilah menampak keuntungan cara ini, yakni sejumlah pelaku, baik nama baru atau nama lama, yang AotertimbunAo karena tidak terpindai oleh agen-agen seni dari ibu kota . rovinsi maupun negar. , bisa terdeteksi, dimunculkan dan dihubungkan ke khalayak, serta diarsipkan. Demikian pula kemudian keterlibatan sejumlah praktisi dan akademisi dalam memperkaya setiap penyelenggaraannya. Pada tahun 2021, konsep MB dikembangkan lebih jauh, dengan melibatkan enam kota: Makassar. Parepare. Pangkep, dan Bulukumba (Sulawesi Selata. Labuan Bajo (NTT), dan Nabire (Papu. Persiapan keenam kota ini diawali dengan pra-event AuMenghambur Menyigi Sekapur SirihAy, berlangsung pada September-Desember 2020, program penelitian dan penulisan yang melibatkan 40 peneliti muda dari enam kota tersebut dengan metode daring dan luring. Proyek ini menghasilkan buku Ramuan di Segitiga Wallacea: Siasat Pengobatan Warga Selat Makassar. Laut Flores, hingga Teluk Cendrawasih (Makassar Biennale Ae Tanahindie. Desember 2. Agenda ini merupakan cara Tanahindie dan jejaringnya menyikapi pandemi. Berdasarkan pengamatan lewat media sosial, ketika pagebluk terjadi pada triwulan pertama 2020, saya menyaksikan langsung bagaimana warga tetap optimistik mengarungi hidup dalam situasi serba yang tidak pasti. Ini berlainan keadaannya di tataran domestik dan terjadi kebuntuan karena berbasis pada pengobatan modern yang mengharuskan adanya validasi dan intervensi dari peneliti dan tenaga medis yang butuh waktu lama untuk penelitian dan uji laboratorium obat penangkalnya. Mereka membuka kembali memori dan kekayaan-kekayaan berupa warisan pengetahuan dari sesepuh mereka. Benda-benda yang gambarnya mereka sebar itu memang beragam jenis dan cara pakainya. Ada yang diminum, lainnya diiris dan diremuk agar menguarkan bau yang disebut-sebut bisa menangkal virus, atau dicampur dalam sajian makanan. Bila melihat semua bahan-bahan tersebut, sesungguhnya asalnya sangatlah dekat. Seluruhnya diambil dari alam. Elemen resep-resep itu mudah mereka peroleh di dapur, ditanam dan tumbuh di halaman rumah mereka, atau paling jauh dipetik dari hutan di belakang rumah. Selain menjadi bahan mengemukakan kembali metode pengobatan lama yang terkubur, hasil-hasil penelitiannya memberi AopemanasanAo bagi tim kerja masing-masing kota dalam berkegiatan dan merancang program untuk MB 2021, sekaligus bahan-bahan bagi siapa pun yang akan berkarya visual. Kendati dalam prosesnya tidak menggunakan temuan-temuan tersebut, agenda-agenda yang berlangsung atau siapapun yang terlibat menggunakan metode yang telah dipelajari dalam kegiatan tersebut. Simpulan Halaman rumah, sebagai ruang eksplorasi agenda komunitas dan laboratorium untuk percobaan ekspresi seni di wilayah urban sekaligus lokus penelitian, menampakkan dan menyediakan dirinya sebagai ruang yang masih perlu dieksplorasi terus menerus. Ini bersesuai dengan orientasi hidup masyarakat Asia yang cenderung komunal . engan ikatan sosial yang kua. ketimbang tegakan . masih perlu dikembangkan lebih lanjut atau dikaji ulang. Lanskap berbentangan luas dan ikatan sosial ini kemudian menjadi kekuatan besar di tengah masa pandemi yang entah berakhir kapan dan dengan ekstrem mengurangi pertemuanpertemuan maha penting yang berbasis tatap-muka. Meski banyak komunitas yang juga harus menghentikan kegiatan dan program mereka selama pagebluk, tapi dengan pokok-pokok pikiran inilah kemudian agenda MB 2021 menjelma obat yang dipakai bersama, sekaligus membangun imunitas-bersama . o-imunita. 25 Ketika harapan sekaitan dengan penangkal virus Corona belum ada, cara yang paling mungkin dilakukan adalah bersibuk dan bekerja yang bisa menyehatkan mental dengan ikatan dan jejaring sosial yang kian melebar, sekaligus melatih individu bergulat dengan kerja komunitas bagi kalangan muda yang baru membangun inisiatif di kota masing-masing. Demikianlah yang terjadi, kian mendaraskan kota, begitu Orhan Pamuk dalam AuKita akan kembali ke titik permulaan, apa pun yang kami katakan tentang esensi kota, lebih banyak mengungkapkan kehidupan kami dan keadaan pikiran kami. Kota ini tidak memiliki pusat selain diri kami sendiri. Ay Hanya pusat-pusat itulah yang layak merayakan halaman rumah, ruang dan ranah yang tersisa dari laju perkembangan kota-kota. Sumber Referensi Adams. Kathleen M. Art as Politics: Re-crafting Identities. Tourism, and Power in Tana Toraja. Indonesia. Honolulu: University of HawaiAoi Press Rachman . dalam Hazel Meghan B. Hamile. AuOur Community is our ImmunityAy: The BIMP-EAGA Artists in the Time of COVID-19 Pandemic AeImpact. Resilience, and the Road to Recovery, 2020. Blair. Lawrence & Lorne Blair. Ring of Fire: Indonesia Dalam Lingkaran Api. Jakarta: Ufuk Press EA. Puthut . , 2010. Oposisi Maya. Yogyakarta: Insist Press & The Asia Foundation Farid. Hilmar et. Simposium Makassar Biennale 2019: AuMaritim: Migrasi. Sungai. KulinerAy. Makassar: Yayasan Makassar Biennale Gladwell. Malcolm. AuSmall RevolutionAy dalam The New Yorker . disi Oktober 2. Habermas. Jyrgen. Ruang Publik: Sebuah Kajian tentang Kategori Masyarakat Borjuis . IV). Yogyakarta: Kreasi Wacana Hamile. Hazel Meghan B. AuOur Community is our ImmunityAy: The BIMP-EAGA Artists in the Time of COVID-19 Pandemic AeImpact. Resilience, and the Road to Recovery Maas. Winy . The Vertical Village: Individual. Informal. Intense. Rotterdam: NAI Publishers Musante. Kathleen. AuParticipant ObservationAy dalam H. Russel Bernard & Clerence C. Gravies. Handbook of Methods in Cultural Anthropology . disi kedu. Maryland: Rowman & Littlefield, hal. Pamuk. Orhan. Istanbul: Kenangan Sebuah Kota. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta Pomanto. Moh. Ramdhan. Makassar Recover: Inovasi Penanggulangan Pandemi Covid-19 Kota Makassar. Makassar: Pemerintah Kota Makassar Rachman. Anwar Jimpe. Dalam Hazel Meghan B. Hamile. AuOur Community is our ImmunityAy: The BIMP-EAGA Artists in the Time of COVID-19 Pandemic AeImpact. Resilience, and the Road to Recovery, 2020. Rachman. Anwar Jimpe . Halaman Rumah / Yard. Makassar: Tanahindie Rachman. Anwar Jimpe. AuDi Kota Kita Meraya. Di Halaman Kita BerjayaAy, dalam Halaman Rumah / Yard. Makassar: Tanahindie. Rachman. Anwar Jimpe. AuKemarin Plat Hitam. Sekarang Plat KuningAy, dalam Makassar Nol Kilometer (DotCo. : Jurnalisme Plat Kuning. Makassar: Tanahindie Salam. Sofyan. AuMenelusuri Perjalanan Seni Rupa Sulawesi SelatanAy, dalam Katalog Pameran Bentara 2003 Soetomo. Ibrahim. Buku Direktori: Peta Kolektif Indonesia 2010-2020. Jakarta: Whiteboard Journal & British Council. Tanahindie & British Council, 2015. Laporan Riset Pemetaan Ekonomi Kreatif Kota Makassar Thamrin. Mahandis Y. AuMetropolitan yang HilangAy, dalam National Geographic Indonesia . disi September 2. Tapak Maya Christividya. Kezia Prasetya. AuPengertian Buzzer dan Cara Kerjanya di Media SosialAy, dalam https://w. com/lifestyle/read/4513410/pengertian-buzzer-dan-carakerjanya-di-media-sosial, diakses pada 9 Oktober 2021, 12. 55 Wita Fajar. Taufik. Au112 Kawasan Industri Sudah Beroperasi. Mayoritas di Pulau JawaAy, https://economy. com/read/2020/02/20/320/2171473/112-kawasan-industrisudah-beroperasi-mayoritas-di-pulau-jawa, diakses pada 9 Oktober 2021, 03. Wita. HD, Halim. AuSeni Rupa Makassar: Labirin MasalahAy . ttps://mantagisme. com/2007/04/seni-rupa-di-makassar-labirinmasalah. , diakses pada 12 Oktober 2021, 18. 50 Wita. Pamungkas. Arie Setyaningrum. AuProduksi Ruang dan Revolusi Kaum Urban Menurut Henri Lefebvre . ttps://indoprogress. com/2016/01/produksi-ruang-dan-revolusikaum-urban-menurut-henri-lefebvre/), diakses pada 12 Oktober 2021, 14:36 Wita. Staab. Roy. News Paper on the Road, https://w. com/watch?v=lth0dc7I6cs, diakses pada 9 Oktober 2021, 13. 29 Wita. Thomas. Vincent Fabias. "Kepadatan Penduduk Pulau Jawa Sentuh 8 Kali Rata-Rata Nasional", https://tirto. id/kepadatan-penduduk-pulau-jawa-sentuh-8-kali-rata-ratanasional-f9tP, diakses pada 9 Oktober 2021, 02. 06 Wita Wawancara Ahmad Anzul, 29 Desember 2018 Mike Turusy, 31 Desember 2018