1387 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN STEM-PBL BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENT (AI) UNTUK MGMP KIMIA SMA KABUPATEN DELI SERDANG Oleh Dwy Puspita Sari1. Ratu Evina Dibyantini2. Agnes Irene Silitonga3. Ani Sutiani4. Mutiara Agustina Nst5. Mutia Ardila6 1,2,4,5,6Pendidikan Kimia FMIPA. Universitas Negeri Medan 3Bisnis Digital FE. Universitas Negeri Medan E-mail: 1dwypuspita@unimed. id, 2ratuevina@unimed. 3agnesirenesilitonga@unimed. id, 4anisutiani@unimed. 5mutiaraagustina@unimed. id, 6mutiaardilaa@unimed. Article History: Received: 21-08-2025 Revised: 11-09-2025 Accepted: 24-09-2025 Keywords: Learning Media. STEM. PBL. AI. MGMP Kimia Abstract: This activity aimed to enhance partnersAo expertise in developing AI-based STEM-PBL learning materials, thereby advancing education, science, technology, and human resource It also provided training, technology application, and support to improve the quality of education through innovative learning media. Key issues identified included teachersAo low motivation to create technology-based resources, studentsAo lack of enthusiasm, limited technology use in chemistry classes, and teachersAo insufficient skills in utilizing digital tools. To address these challenges, strategies such as socialization, training, technology deployment, mentorship, and evaluation were These efforts focused on encouraging teachers and students to engage in problem-solving and innovative learning The programAos effectiveness was reflected in the improvement of participantsAo understanding, shown by an increase in the mean pretest score . to the posttest score . Thus, the objectives of enhancing mastery of the material and applying knowledge in practice were successfully achieved. PENDAHULUAN Media pembelajaran memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Pendidik harus lebih kreatif untuk mencegah pembelajaran menjadi monoton dan mendorong minat siswa untuk fokus pada pelajaran (Sutanto, 2. Media dapat membantu guru melakukan pekerjaan mereka dengan memberi siswa media yang menarik. AI . rtificial intelligenc. dapat digunakan dalam pendidikan untuk menilai kebutuhan siswa untuk pembelajaran. Media pembelajaran berbasis multimedia adalah salah satu contoh penggunaan AI dalam pendidikan (Pangestu, 2. Menurut Ratama . , kecerdasan buatan (AI) adalah subbidang ilmu komputer yang berfokus pada pembuatan software dan hardware yang serupa dengan otak manusia. AI bertujuan untuk membantu manusia memecahkan masalah yang membutuhkan pemikiran, analisis, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu. AI dapat membuat pendidik menjadi lebih otomatis (Pongtambing, 2. Oleh karena itu, penggunaan AI dapat membantu guru membuat media pembelajaran yang lebih modern dan menarik bagi siswa. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Ini akan menjadi lebih efektif jika digunakan bersama dengan model pembelajaran STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. -PBL (Problem Based Learnin. (Sembiring, 2. STEM-PBL adalah pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang menggabungkan sains, teknik, matematika, dan teknologi untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Ariani, 2. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya akan lebih baik dalam matematika dan sains secara keseluruhan, tetapi mereka juga akan lebih baik secara keseluruhan (Ariani, 2. Pembelajaran STEM-PBL melibatkan penilaian, evaluasi, diskusi, proses memecahkan masalah, dan pembelajaran kooperatif (Febrianti, 2. Karena itu, media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI memiliki keunggulan dalam menciptakan pembelajaran yang personal, adaptif, dan interaktif. AI juga membantu memberikan umpan balik otomatis, mendukung pemecahan masalah kreatif, dan menyesuaikan materi dengan kemampuan Kombinasi antara pendekatan STEM-PBL dan teknologi AI juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, kolaboratif, serta memahami konsep kompleks melalui simulasi dan visualisasi interaktif. Dengan demikian, media ini efektif dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran abad 21. Dalam konteks ini, salah satu permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dalam membuat media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI). Padahal, penggunaan AI dalam dunia pendidikan menjadi tren global yang dapat meningkatkan efektivitas, interaktivitas, dan personalisasi proses belajar mengajar. Minimnya pemahaman ini menyebabkan mitra masih bergantung pada metode konvensional dan kesulitan mengintegrasikan teknologi terbaru ke dalam media ajar. Oleh karena itu, analisis kondisi eksisting mitra akan difokuskan pada aspek kemampuan teknologi, ketersediaan sumber daya, serta tingkat literasi digital yang dimiliki. Hasil analisis ini menjadi dasar untuk merancang program pendampingan dan penguatan kapasitas, sehingga mitra mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis AI yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Beberapa permasalahan mitra, masalah pertama, kurangnya motivasi guru untuk mempelajari dan membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Rasa takut gagal atau malu saat mencoba teknologi baru di depan siswa juga menjadi penghambat, terutama bagi yang belum terbiasa (Putri, 2. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan yang lebih konkret dalam bentuk pelatihan berkala, fasilitas yang memadai, serta apresiasi bagi guru yang berupaya mengembangkan media pembelajaran digital. Masalah kedua, banyak guru yang belum memiliki keterampilan dalam menggunakan teknologi dan media pembelajaran yang digunakan di sekolah masih konvensional. Keterbatasan pelatihan, kurangnya fasilitas pendukung, serta minimnya pengalaman dalam mengintegrasikan teknologi menjadi faktor utama yang menghambat pemanfaatannya. Selain itu, penggunaan metode ceramah, buku teks, serta papan tulis masih mendominasi tanpa adanya kombinasi dengan teknologi atau strategi pembelajaran yang lebih interaktif. Hal ini dapat mengurangi minat belajar siswa, terutama di era digital yang menuntut pendekatan lebih dinamis dan kreatif. Oleh karena itu, diperlukan pembekalan guru dengan keterampilan teknologi dan mengintegrasikan media pembelajaran inovatif, seperti video edukatif dan aplikasi pembelajaran guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif (Khairunnisa, 2. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 1 Contoh media pembelajaran Masalah ketiga adalah ketidakmampuan siswa untuk memecahkan masalah selama pembelajaran kimia. Ketidakmampuan siswa untuk berpikir kritis secara kritis, kesulitan memahami konsep abstrak, dan pendekatan pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa kurang aktif dalam mencari solusi untuk masalah yang diberikan. Akibatnya, guru diwajibkan untuk menerapkan pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Aplikasi kimia, simulasi digital, dan video eksperimen dapat membantu siswa memahami konsep dengan lebih jelas dan memecahkan masalah (Suyidno, 2. Masalah keempat, minimnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran kimia, menyebabkan proses belajar mengajar kurang interaktif dan menarik bagi siswa. Selain itu pembuatan media pembelajaran terdapat resiko implementasi seperti akses internet dan kesiapan perangkat mitra. Jika teknologi dapat dimanfaatkan degan mudah, siswa dapat lebih aktif dalam mengeksplorasi materi, melakukan eksperimen secara aman, dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mereka. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan akses serta pelatihan dalam penggunaan teknologi guna menciptakan pembelajaran inovatif dan efektif. Untuk itu dipelukan inovasi untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan inovatif, salah satunya adalah dengan adanya media pembelajaran (Ardiansyah, 2. METODE Metode pelaksanaan pada kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan. Metode pelaksanaan kegiatan dapat dilihat sebagai berikut : Tahapan Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap penyusunan rencana kegiatan seperti jadwal pelaksanaan pengabdian, berkordinasi dengan mitra, merancang dan membuat media pembelajaran, serta mempersiapkan alat dan bahan lainnya. Sosialisasi (Tahapan Pelaksanaa. Tahap ini merupakan eksekusi kegiatan pengabdian yaitu terjun langsung ke lokasi Kegiatan pelaksanaan merupakan kegiatan formal yang diikuti seluruh tim pengabdian, mahasiswa yang terlibat, mitra, serta pengawas dari LPPM Unimed. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari atau bisa berubah sesuai dengan kondisi di lapangan. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Pelaksanaan kegiatan dimulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan Sosialisasi merupakan kegiatan memberikan informasi atau transfer materi kepada mitra. Pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan Pelatihan adalah suatu kegiatan dalam rangka melatih atau mengembangkan suatu keterampilan dan pengetahuan kepada orang lain yang terkait dengan kompetensi tertentu (R. Gustiana, 2. Penerapan Teknologi dan Pendampingan Pendampingan adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh fasilitator dalam mendampingi yang sedang dilatih terhadap suatu kegiatan. Pada tahap pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan akan dilakukan secara bersama-sama karena ketiga bagian ini tidak terpisahkan satu sama lain. Tahapan Evaluasi Pada tahap evaluasi, tim pengabdian dapat melihat peningkatan motivasi guru dapat diukur dengan angket motivasi yang berkaitan dengan pentingnya penggunaan media pembelajaran terutama yang berbasis dengan teknologi, hal lain yang menjadi evaluasi adalah meningkatnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi, ketersediaan media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI, meningkatnya kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa. Untuk mengukur motivasi dan keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran STEM-PBL Berbasis AI, menggunakan angket yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan. Sehingga dengan metode ini, dapat diukur kemampuan guru tentang pembuatan media pembelajaran STEM-PBL Berbasis AI sebelum dan sesudah pelaksanaan. A Penetapan jadwal pengabdian A Persiapan dokumen administrasi A Merancang dan mendesign media pembelajaran STEM-PBL Berbasis A Menyiapkan alat dan bahan Tahap Persiapan HASIL Tahap Pelaksanaan A Pemberian sosialisasi tentang media pembelajaran STEM-PBL Berbasis AI kepada mitra A Memberikan pelatihan penerapan teknologi berbasis AI A Mitra melaksanakan A Mendampingi pembuatan media pembelajaran A Mengukur keberhasil kegiatan A Pelaporan Evaluasi Gambar 2. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 3 kali pertemuan. Pertemuan 1 (Tahap Perencanaan Kepada Mitr. Pertemuan ke-1 dilaksanakan pada hari Kamis/ 11 September 2025. Kegiatan dihari pertama adalah dengan melakukan persiapan untuk peserta serta sarana dan prasarana ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 berupa tahap penyusunan rencana kegiatan seperti jadwal pelaksanaan pengabdian, berkordinasi dengan mitra, merancang dan membuat media pembelajaran, serta mempersiapkan alat dan bahan lainnya. Memberikan informasi kepada mitra tentang rundown acara kegiatan pengabdian. Gambar 3. Foto bersama ketua MGMP Kimia Deli Serdang Sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tim pelaksana menyerahkan buku kepada mitra. Pemberian buku ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi tambahan bagi guru maupun peserta didik dalam mengembangkan wawasan, memperkaya materi, serta mempermudah proses pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi simbol nyata dari kerja sama yang terjalin antara tim pengabdian dengan mitra dalam upaya menciptakan pendidikan yang lebih baik. Gambar 4. Pemberian buku STEM-PBL kepada mitra Pertemuan 2 (Tahap Pelaksanaa. Pertemuan ke-2 dilaksanakan sosialisasi pada hari Jumat/ 12 September 2025 namun sebelum dilakukan kegiatan pengabdian, mitra diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang materi pembuatan media pembelajaran STEM-PBL Berbasis AI. Setelah pretest dilaksanakan kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi dan Focus Discussion Group (FGD) dengan materi Peran Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Digital. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 5. Pelaksanaan Pretest Instrumen yang digunakan berupa angket pemahaman dengan tingkat jawaban 1 sampai 4 . = tidak paham, 2 = kurang paham, 3 = paham dan 4 = sangat paha. hasil evaluasi tingkat pemahaman peserta disajikan pada gambar 5. Grafik hasil pretest Nilai Pretest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Gambar 6. Grafik hasil pretest Peserta PkM kegiatan PkM Hasil tes awal memiliki skor rata-rata 51,43, dengan skor terendah 39 dan skor Selanjutnya, mitra diberikan penjelasan tentang materi yang disampaikan Narasumber pada pelatihan pengabdian kepada masyarakat. Dokumentasi dari sosialisasi hari kedua pelaksanaan pengabdian disertakan. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 7. Pemaparan Materi oleh Narasumber Fokus dari kegiatan ini adalah untuk memberikan guru pengetahuan dan keterampilan untuk membuat media pembelajaran yang inovatif dan mudah digunakan. Diharapkan dengan sosialisasi ini, guru dapat membuat media yang dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar dan membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran mereka dengan cara terbaik. Gambar 8. Kegiatan Sosialisasi hari kedua Pada kegiatan dihari kedua ini merupakan kegiatan sosialisasi kepada mitra yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Melalui sosialisasi ini, peserta diperkenalkan pada konsep, langkah, dan praktik langsung dalam merancang media berbasis digital maupun konvensional, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan bermakna. Pertemuan 3 (Tahap Pelaksanaa. Pertemuan ke-3 dilaksanakan Pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan. Namun sebelum dilaksanakan kegiatan tersebut, mitra diberikan sosialisasi terlebih dahulu tentang media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI. Materi yang diberikan adalah tentang keterkaitan pembelajaran kimia dengan STEM-PBL, penggunaan teknologi AI yaitu Canva. Wordwall dan Fliphtml 5, pada tahap ini mitra juga diberikan pengetahuan bagaimana cara pembuatan media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 9. Sosialisasi hari ketiga Setelah diberikan materi sosialisasi kedua, maka dilakukan pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan pembuatan media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi sebagai penunjang proses pembelajaran. Melalui pelatihan, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar penggunaan teknologi pendidikan. Selanjutnya, penerapan teknologi dilakukan secara langsung agar peserta mampu mengintegrasikan media digital ke dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tim juga memberikan pendampingan intensif guna memastikan mitra dapat menguasai, mempraktikkan, serta mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai kebutuhan zaman. Gambar 10. pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan Tahap terakhir pada kegiatan pengabdian ini adalah evaluasi dengan memberikan postest kepada peserta pengabdian. Kegiatan ini berfungsi untuk melihat peningkatan motivasi guru dapat diukur dengan angket motivasi yang berkaitan dengan pentingnya penggunaan media pembelajaran terutama yang berbasis dengan teknologi, hal lain yang menjadi evaluasi adalah meningkatnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi, ketersediaan media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI Nilai Pretest-Postest J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 11. Pelaksanaan Postest Hasil Pretest-Postest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930 Peserta PkM Gambar 12. Grafik hasil pretest-postest Grafik post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Mayoritas peserta memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pelatihan, yang menandakan bahwa materi dan pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mereka. Nilai terendah pada postest adalah 66 dan nilai tertingginya adalah 92, dengan rata-rata 79,13. Hasil post-test ini juga menjadi indikator bahwa tujuan kegiatan tercapai, yaitu memberikan dampak positif dalam penguasaan materi serta penerapan pengetahuan secara praktis. Berikut juga diberikan dokumentasi media pembelajaran yang disajikan dengan flipbook dan memiliki komponen teknologi didalamnya, video pembelajaran, video praktikum, materi pelajaran yang mudah untuk dipahami, gambar yang sesuai dengan materi, diberikan soal dan penyelesaian dengan lengkap dan yang paling utama adalah media pembelajaran ini merupakan intgerasi STEM-PBL dan AI. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 13. Media Pembelajaran STEM-PBL Berbasis AI yang menggunakan Fliphtml 5 dan Canva ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 14. Media Pembelajaran Wordwall Hasil pengembangan media pembelajaran STEM-PBL berbasis AI, yang dimaksudkan untuk mendukung proses belajar mengajar secara lebih interaktif dan kontekstual, digambarkan di atas. Media ini memadukan konsep matematika, sains, teknologi, dan rekayasa dalam bentuk masalah nyata yang dapat digunakan siswa untuk berbicara dan memecahkan masalah. DISKUSI