K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN KELUARGA TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI PADA SEKTOR MANUFAKTUR DI BEI PERIODE 2013-2. Telisa Bemi Universitas Katolik Musi Charitas Email: telisabemi08@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan keluarga yang meliputi kontrol keluarga, generasi kepemimpinan, dan anggota keluarga terhadap kebijakan dividen yang diukur dengan dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan keluarga dalam industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Jumlah pengamatan yang digunakan sebanyak 130 pengamatan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa kontrol keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap DPR. Namun, generasi kepemimpinan berpengaruh negatif signifikan terhadap DPR. Sementara itu anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap DPR. Kata Kunci: Kontrol Keluarga. Generasi Kepemimpinan. Anggota Keluarga. Kebijakan Dividen. ABSTRACT This study aims to examine the effect of family firm which includes family control, generation of family leadership, and family members on dividend policy in Indonesia during period 2013-2017. Multiple linear regression results show that family control has a positive effect on dividend payout ratio (DPR). However generation of family leadership has a negative effect on DPR. Meanwhile family members has no significant effect on DPR. KeyWords: Family Controls. Generation of Family Leadership. Family Members. Dividend Policy. PENDAHULUAN Industri manufaktur merupakan pilar penting penopang kehidupan dan perekonomian negara. Hasil dari industri manufaktur memenuhi hampir setiap aspek didalam kehidupan, mulai dari barang konsumsi, elektronik. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (KEMENPERI) menyatakan bahwa UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 sektor manufaktur masih menjadi penyokong utama pertumbuhan negara. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KEMENPERI, sepanjang tahun 2017, sektor manufaktur menyumbang pertumbuhan perekonomian negara sebanyak 20,15% dari 5,07% total pertumbuhan ekonomi Indonesia . Sektor manufaktur merupakan salah satu sektor yang diminati Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya penanam modal yang menanamkan modalnya pada sektor Pada tahun 2016, sebanyak 51% dari total keseluruhan penanaman modal, baik penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing berinvestasi pada sektor manufaktur . Secara umum, setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan kekayaan para pemegang sahamnya. Manajer berusaha untuk mewujudkan hal ini melalui keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen. Kebijakan dividen merupakan sebuah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan sebagai laba ditahan guna pembiayaan P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 investasi dimasa mendatang (Sartono. Kebijakan dividen perusahaan dapat tercermin melalui presentase laba yang dibagikan sebagai dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR). Terdapat dua sudut pandang berbeda yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan mengenai kebijakan dividen yang akan dilakukan oleh manajer keuangan perusahaan yaitu sudut pandang dividen dimata investor dan dividen dimata perusahaan . Investor atau pemegang saham menganggap dividen sebagai suatu kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi sebagai imbalan . atas sejumlah dana yang telah diberikan kepada perusahaan sedangkan perusahaan menganggap dividen bukanlah suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Laba yang diterima oleh perusahaan dapat digunakan sebagai pembiayaan investasi dimasa yang akan datang. Peraturan mengenai kebijakan dividen di Indonesia diatur oleh Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berisi bahwa penggunaan laba bersih sebagai dividend an cadangan kas ditentukan didalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berarti kebijakan dividen diatur oleh internal perusahaan. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Gambar 1 Dividend Payout Ratio Sektor Manufaktur Periode 2013-2017 DPR DPR 2013 2014 2015 2016 2017 Sumber: w. ata diola. Gambar 1 menunjukkan bahwa pertumbuhan DPR pada sektor manufaktur mengalami tren peningkatan meskipun terjadi sedikit penurunan pada tahun 2015. Kebijakan dividen didalam perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah struktur kepemilikan yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur kepemilikan didalam perusahaan dapat mempengaruhi keputusan mengenai kebijakan dividen. Menurut penelitian yang dilakukan oleh La Porta et al . , 80% perusahaan-perusahaan di negara maju dikuasai oleh publik, sedangkan di Indonesia sendiri sebanyak 66% dimiliki keluarga (Achmad dkk, 2. Perusahaan keluarga merupakan perusahaan dengan salah satu cirinya adalah saham mayoritas dimiliki oleh pendiri atau keluargapendiri atau institusi yang direksinya adalah keluar- gadari pendiri perusahaan tersebut. Indonesia, besarnya saham mayoritas yang dimiliki oleh pendiri atau keluarga atau institusi di suatu perusahaan sangat beragam pada setiap perusahaan. Pada tahun 2007 hingga 2011, rata-rata kepemilikan keluarga berkisar antara 4. 48% sampai dengan 64% (Wijayanti, 2. Sedangkan untuk perusahaan terbuka atau perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia, perusahaan dapat dinyatakan sebagai perusahaan keluarga jika pendiri atau anggota keluarganya memiliki 25% bagian kepemilikan atas perusahaan (Andres, 2. , terdapat satu atau dua generasi didalam kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kebijakan (Donneley, 1. , serta terdapat setidaknya satu orang anggota keluargadalam manajemen (Donelly. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Gambar 2 Perusahaan Keluarga di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017 Sumber: w. ata diola. Gambar 2 menunjukkan grafik jumlah perusahaan keluarga yang berada didalam Bursa Efek Indonesia. Dari grafik tersebut terlihat bahwa perusahaan-perusahaan keluarga lebih banyak ditemukan pada sektor manufaktur dibandingkan dengan sektor Selain itu, selama periode 2013-2017, sekitar 70% perusahaan keluarga yang berada pada sektor manufaktur membagikan dividen. Keluarga sebagai pengendali utama . ontrolling shareholder. dapat mempengaruhi berbagai keputusan . ermasuk keputusan finansia. didalam perusahaan karena mereka memiliki kekuatan untuk memaksakan kehendaknya kepada direksi, manajemen dan pemegang saham minoritas (Setianto dan Sari, 2. Pengendalian yang besar atas perusahaan yang dimiliki oleh keluarga membuat perusahaan keluarga memiliki satu suara atau satu tujuan yang AubulatAy tentang pengambilan keputusan mengenai kebijakan dividen yang akan dilakukan oleh perusahaan. Preferensi controlling shareholders memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan dividen (De Angeloet al. Terdapat beberapa alasan yang mendasari perusahaan untuk membagikan keuntungan yang didapat sebagai dividen kepada investor. Salah satu alasan perusahaan membagikan dividen adalah hipotesis free cash flow (Thanatawee, 2. Hipotesis free cash flow menyatakan bahwa terdapat konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham. Free cash flow atau arus kas bebas merupakan aliran kas yang tersedia untuk dibagikan kepada investor dan kreditor setelah perusahaan menginvestasikannya kedalam aktiva tetap dan modal kerja yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan operasional perusa- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 haan (Bringham dan Daves, 2. Free cash flow yang tersedia dalam jumlah yang besar dapat disalah gunakan oleh manajer untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya maupun investasi pada proyek yang tidak Oleh karena itu, pembagian dividen dapat menjadi mekanisme untuk mencegah manajer dalam memaksimalkan kepentingan pribadinya (Setianto dan Sari, 2. Perusahaan dapat memutuskan untuk membagikan dividen dalam presentase yang besar sehingga semakin sedikit free cash flow yang dipegang perusahaan yang dapat disalahgunakan oleh manajer. Perusahaan keluarga memiliki beberapa dilema didalam penerapan kebijakan dividen. Pertama, teori keagenan menjelaskan hubungan antara pemegang saham . sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak oleh prinsipal untuk bekerja demi kepentingan prinsipal. Karena agen dipilih oleh prinsipal maka agen harus mempertanggungjawabkan semua pekerjaan yang dilakukannya kepada prinsipal (Jensen dan Meckling, 1. Masalah keagenan timbul saat agen tidak bertindak sesuai dengan keinginan prinsipal. Keluarga sebagai pengendali utama didalam perusahaan dapat mengurangi masalah keagenan yang terjadi antara pemegang saham dan manajer karena P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 adanya pengawasan dan partisipasi keluarga dalam manajemen atau dewan direksiperusahaan sehingga perusahaan tidak perlu membagikan dividen dalam presentase yang besar sebagaipengawasan penggunan free cash flow. Kedua, berdasarkan income needs theory, anggotakeluarga memiliki sejumlah besar kekayaan yang diinvestasikan dalam perusahaan dan keluargaingin tetap mengontrol perusahaan dalam jangka panjang sehingga anggota keluarga tidak dapat menjual saham untuk diversifikasi kekayaan mereka. Semakin banyak jumlah anggota keluargayang memiliki saham perusahaan dan menjabat sebagai dewan komisaris dan direksi maka semakintinggi tingkat dividen yang dituntut untuk memenuhi kebutuhan pendapatan pihak keluarga (Setianto dan Sari, 2. Selain itu generasi kepemimpinan didalam perusahaan juga turut berpartisipasi didalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan dividen di dalam perusahaan. Teori mengenai siklus hidup perusahaan menjelaskan bahwa pada umumnya perusahaan dengan kepemimpinan pada generasi pertama atau pendiri perusahaan cenderung untuk menarik investor dengan membagikan dividen dalam rasio yang besar sedangkan pada generasi penerus, rasio pembagian dividen akan menurun karena UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 perusahaan memerlukan pendanaan untuk ekspansi (Setianto dan Sari. Beberapa penelitian mengenai pengaruh perusahaan keluarga terhadap kebijakan dividen telah dilakukan, baik di Indonesia maupun di negara Penelitian yang dilakukan Yoshikawa dan Rasheed . di Jepang. Pindado . di sembilan negara kawasan Eurozone. Schmid et , . di Jerman yang merupakan negara-negara maju membuktikan bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh positif terhadap kebijakan Penelitian- penelitian serupa yang dilakukan di Indonesia masih menunjukkan hasil yang berbedabeda. Penelitian yang dilakukkan oleh Wijayanti . Atmaja . menunjukkan hasil bahwa kontrol keluarga berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, sedangkan hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Setianto dan Sari . menunjukkan hasil bahwa perusahaan keluarga . ontrol keluarga dan anggota keluarg. berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan latar belakang serta penelitian terdahulu, maka peneliti membuat rumusan masalah diantaranya: Apakah kontrol keluarga berpengaruh terhadap kebijakan dividen?. Apakah generasi kepemimpinan berpengaruh terhadap kebijakan dividen?, apakah anggota P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 keluarga berpengaruh tehadap kebijakan dividen? LANDASAN TEORI Teori Agensi Masalah keagenan akan timbul saat agen tidak bertindak sesuai dengan keinginan prinsipal. Agen diasumsikan selalu bertindak untuk kepentingan dirinya sendiri. Agen menggunakan wewenang yang dimiliki sesuai dengan apa yang menguntungkan mereka dan mengabaikan kepentingan prinsipal. Didalam perusahaan, konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham akan terjadi pada saat perusahaan memiliki kelebihan aliran kas . ree cash flo. yang besar. Manajemen cenderung menggunakan free cash flow tersebut untuk kepentingan pribadi maupun untuk investasi pada proyek diluar kegiatan utama yang dapat merugikan perusahaan tanpa sepengetahuan prinsipal. Bathala et al . yang mengungkapkan salah satu cara untuk mengurangi konflik kepentingan didalam perusahaan adalah dengan meningkatkan rasio dividen terhadap laba bersih. Peningkatan rasio dividen terhadap laba bersih akan mengurangi free cash flow yang tersedia didalam perusahaan sehingga manajer tidak dapat mengunakan kelebihan kas tersebut untuk kepentingannya sendiri. Perusahaan keluarga memiliki UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 kontrol terhadap kebijakan yang dilakukan perusahaan, selain itu dengan adanya partisipasi keluarga didalam manajemen akan membentuk keselarasan tujuan antara prinsipal dan agen karena prinsipal percaya agen tidak akan menyimpang dan merugikan perusahaan serta agen akan mengikuti keinginan prinsipal karena agen merupakan anggota keluarga prinsipal. Oleh sebab itu, perusahaan keluarga memiliki risiko terjadinya masalah keagenan yang rendah sehingga perusahaan keluarga tidak membagikan dividen dengan tingkat rasio yang tinggi. Income Needs Theory Perusahaan keluarga memiliki anggota keluarga yang menginvestasikan sejumlah besar kekayaannya kedalam perusahaan. Anggota keluarga ingin tetap mengontrol perusahaan dalam jangka panjang sehingga mereka tidak dapat mendiversifikasikan kekayaan mereka (Isakov dan Weisskopf, 2. Dividen merupakan salah satu bentuk pendapatan yang mereka dapatkan sebagai feedback atas kekayaan yang mereka investasikan. Jumlah anggota keluarga yang memiliki saham perusahaan maupun anggota keluarga yang menjabat sebagai anggota direksi maupun dewan komisaris dapat turut serta mempengaruhi kebijakan dividen didalam perusa- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Firm Life Cycle Theory Terdapat berbgai model siklus hidup yang berbeda-beda. Menurut Setianto dan Sari . , siklus hidup perusahaan terbagi menjadi 4, yaitu, fase pertama adalah fase perkenalan . Didalam fase ini, perusahaan yang dipimpin oleh generasi pertama baru saja merintis karir perusahaan dimana perusahaan baru saja mulai memperkenalkan perusahaannya kepada Fase kedua adalah fase perkembangan . rowth/ expansio. dimana pada fase ini perusahaan sudah dijalankan oleh generasi penerus. Pada tahap perkembangan perusahaan sedang membutuhkan dana untuk pengembangan produknya maupun ekspansi perusahaan. Fase ke tiga dan fase keempat adalah fase kematangan . dan fase penurunan . Perusahaan mengasumsikan diri bahwa perusahaan tidak akan mencapai fase kematangan apalagi fase penurunan karena perusahaan menginginkan agar perusahaan dapat terus bertumbuh seiring dengan pergantian generasi. Siklus hidup perusahaan akan mempengaruhi kebijakan dividen sesuai dengan di fase manakah perusahaan berada. Kebijakan Dividen Kebijakan dividen perusahaan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 melibatkan dua pihak, yaitu manajer dan pemegang saham. manajer bertanggung jawab untuk mengoptimalkan keuntungan pemegang saham, namun disisi lain manajer juga memiliki kepentingan untuk memaksimalkan kepentingannya sehingga manajer tidak selalu bertindak demi kepentingan pemegang saham (Setianto dan Sari, 2. Perbedaan kepentingan inilah yang akan menyebabkan masalah keagenan. Didalam perusahaan, kebijakan dividen dapat digunakan sebagai salah satu mekanisme untuk mengurangi masalah keagenan yang terjadi. Perusahaan Keluarga Kontrol Keluarga Kontrol keluarga merupakan jumlah atau presentase kepemilikan saham pemilik maupun anggota keluarga didalam perusahaan. Pada perusahaan keluarga, keluarga harus memiliki presentase saham minimum agar dapat disebut sebagai pengendali perusahaan. Sebuah perusahaan dapat dikategorikan sebagai perusahaan keluarga apabila kepemilikan saham keluarga baik pendiri dan/atau anggota keluarganya memiliki hak suara lebih dari 25% (Andres, 2. Generasi kepemimpinan Generasi kepemimpinan merupakan syarat lain yang harus P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 dimiliki oleh perusahaan agar perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai perusahaan keluarga. Generasi kepemimpinan adalah generasi keluarga yang memimpin perusahaan (Setianto dan Sari, 2. Generasi pertama biasanya merupakan pendiri perusahaan yang masih menjabat sebagai CEO atau pimpinan perusahaan. Generasi penerus merupakan pemimpin perusahaan selanjutnya, yang melanjutkan kepemimpinan pendiri perusahaan (Anderson dan Reeb, 2. Anggota keluarga Anggota keluarga merupakan jumlah anggota keluarga yang menduduki posisi penting didalam Perusahaan keluarga harus memiliki setidaknya satu orang anggota keluarga yang menduduki posisi penting tersebut. Anggota keluarga terlibat secara langsung didalam manajemen perusahaan baik sebagai dewan direksi maupun komisaris perusahaan. Selain peran didalam manajemen perusahaan, anggota keluarga didalam perusahaan juga digunakan sebagai control right atau kekuatan untuk mengontrol perusahaan yang tercermin didalm penentuan kebijakan strategis perusahaan dalam rapat umum pemegang saham, salah satunya adalah mengenai kebijakan dividen perusahaan. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Hipotesis H1: Kontrol Keluarga Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen H2: Generasi Kepemimpinan P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen H3: Anggota Keluarga Berpengaruh Positif Terhadap Kebijakan Dividen Kerangka Teoritis METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kausalitas atau hubungan yang bersifat sebab akibat (Sugiyono, 2012: . Variabel independen mempengaruhi variabel dependen yang berarti penelitian ini berfokus pada pengaruh kontrol keluarga, generasi kepemimpinan serta anggota keluarga sebagai variabel independen terhadap kebijakan deviden sebagai variabel dependen. Populasi Dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20132017. Penelitian ini hanya menggunakan sampel yang berasal dari sektor manufaktur. Sektor manufaktur dipilih karena sektor ini adalah sektor yang menyerap investor paling . , tren rasio pembagian dividen pada perusahaan ini cenderung meningkat, serta jumlah perusahaan keluarga pada sektor ini lebih banyak dibandingkan sektor Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 metode purposive sampling dengan syarat sampel adalah perusahaan yang memiliki kepemilikan keluarga minimal sebanyak 25% dari total saham yang beredar (Andres, 2. , memiliki minimal 1 anggota keluarga yang menduduki dewan komisaris maupun dewan direksi (Setianto dan Sari, 2. , memiliki minimal satu generasi kepemimpinan didalam perusahaan (Donnelly, 1. , memiliki laporan keuangan lengkap dan dalam bentuk rupiah, menghasilkan laba positif, serta membagikan deviden dalam bentuk tunai. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Jenis Data Penelitian Jenis data penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini berupa laporan keuangan . inancial repor. perusahaan manufaktur periode 2013-2017 yang listing di Bursa Efek Indonesia. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan cara mengunduh secara langsung laporan keuangan yang akan digunakan pada website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Teknik Analisis Data dan Model Penelitian Teknik analisa data yang digu-nakan adalah regresi panel dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan signifikansi 5%. Data akan diolah menggunakan aplikasi SPSS 23. Persamaan regresi dari penelitian ini adalah: DPRi,t = 0 1KKi,t 2DGKi,t 3AKi,t 4SIZEi,t 5GROWTHi,t 6AGEi,t 7ROICi,t Ai Keterangan: DPR : Dividend Payout Ratio : Konstanta 1- 8 : Koefisien Regresi Dari Setiap Variabel Independen : Kontrol Keluarga : Anggota Keluarga di Manajemen DGK : Dummy Generasi Kepemimpinan SIZE : Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan GROWTH : Variabel Kontrol Pertumbuhan Perusahaan AGE : Variabel Kontrol Umur Perusahaan ROIC : Variabel Kontrol Investasi Perusahaan Ait : Error Term Analisa data akan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Statistik deskriptif Statistik ini merupakan gambaran atas suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, maksimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2016:. Uji statistik deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran karakter distribusi data dari setiap variabel yang digunakan. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik terdiri dari beberapa uji yang harus dipenuhi sebagai berikut: Uji Normalitas (Residua. Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah variabel residual berdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan Kormogorrov-Smirnov pada SPSS dengan kriteria data resi-dual berdistribusi normal jika KS> Uji Multikolinieritas Untuk mengetahui apakah data terjadi multikolinieritas atau tidak, maka ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai Tolerance > 0,01 VIF < 10 Jika kedua asumsi tersebut terpenuhi, maka tidak terjadi P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Uji Autokorelasi Pada penelitian ini, uji autokorelasi yang digunakan adalah Uji Lagrange Multiplier (LM Tes. LM Test dipilih karena uji ini cocok digunakan pada sampel yang lebih dari 100 (Ghozali, 2. Untuk mengetahui data terjadi autokorelasi atau tidak. Unstandardized Residual digunakan sebagai variabel dependen saat melakukan uji regresi dan transformasi Lag_Res ditambahkan sebagai variabel Autokorelasi tidak terjadi jika coefficient sig. Lag_Res > 0,05. Uji Heterokedastisitas Penelitian ini mennggunakan Uji Glejser sebagai uji untuk Sebuah data dapat dikatakan tidak terjadi heterokedastisitas jika coefficient sig. Abs transform > 0,05. Uji Model Regresi Model regresi dapat dikatakan baik jika: C H1 ditolak jika F hitung > F Tabel. C H1 diterima jika F hitung < F Tabel. Uji Hipotesis Kriteria uji t adalah: C Ha diterima jika sig. < 0,05. C Ha ditolak jika sig. > 0,05. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Data Pengamatan Sub Sektor Basic Industry and Chemicals Consumer Goods Industry Miscelaneous Industry Jumlah Jumlah seluruh Pengamatan Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Hasil Statistik Deskriptif Dividend Payout Ratio (DPR) Dan Kontrol Keluarga (KK) Tabel 2 Statistik Deskriptif Dividend Payout Ratio Variabel Minimum Maksimum Mean Std. DPR 0,00 0,87 0,2791 0,21534 0,33 0,88 0,5938 0,14191 Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata dari dividend payout ratio (DPR) yang dimiliki oleh perusahaan keluarga pada sektor manufaktur di Indonesia 27,91% selama periode 2013-2017. Nilai terendah dari DPR adalah 0. Sedangkan untuk variabel kontrol keluarga (KK) rata- rata dari rasio kontrol keluarga adalah sebesar 59,38%. Nilai minimum rasio kontrol keluarga terhadap jumlah saham beredar terendah adalah 33% . , sedangkan nilai rasio kepemilikan keluarga terhadap jumlah saham beredar tertinggi adalah 88%. Hasil Statistik Deskriptif Generasi Kepemimpinan (GK) Tabel 3 Jumlah Generasi Kepemimpinan Perusahaan Keluarga (GK) Nilai Keterangan Generasi Pertama Generasi Penerus Total Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Jumlah Presentase 46,9% 53,1% UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai minimum dari generasi kepemimpinan (GK) adalah 0 sedangkan nilai maksimumnya adalah 1. Hal ini disebabkan karena variabel GK diproksikan menggunakan dummy dimana 0 adalah nilai untuk perusahaan yang dipimpin oleh generasi pertama dan 1 adalah nilai untuk perusahaan yang dipimpin oleh generasi selanjutnya. Pada penelitian ini, dengan jumlah pengamatan sebanyak 130 pengamatan, frekuensi untuk nilai 0 adalah sebanyak 61 dan frekuensi untuk nilai 1 sebanyak 69 pengamatan yang menunjukkan banyaknya perusahaan keluarga pada sektor manufaktur di Indonesia pada periode 2013-2017 sudah mulai dipimpin oleh generasi selanjutnya/ generasi penerus. Hasil Statistik Deskriptif Jumlah Anggota Keluarga (AK) Tabel 4 Jumlah Anggota Keluarga (AK) Total Nilai Jumlah Presentase 13,1 % 49,2 % 25,4 % 4,6 % 7,7 % Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga yang menduduki manajemen perusahaan paling sedikit berjumlah satu orang atau sesuai dengan syarat perusa- haan keluarga yaitu memiliki minimal 1 serta jumlah anggota keluarga yang menduduki posisi manajemen perusahaan paling banyak berjumlah 5 orang. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Kontrol (SIZE. GROWTH. AGE. ROIC) Tabel 5 Statistik Deskriptif Variabel Kontrol SIZE Minimum Maksimum Mean Std. 11,27 30,33 24,0832 5,64414 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 GROWTH -0,86 11,40 0,1827 1,01283 AGE 35,00 19,5538 8,21047 ROIC 0,00 0,42 0,1115 0,07855 Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 5 menunjukkan nilai minimum untuk variabel kontrol SIZE adalah 11,27 dan nilai maksimumnya sebesar 30,33 dengan rata-rata sebesar 24,08, nilai minimum variabel kontrol GROWTH adalah -0,86 dan nilai maksimumnya sebesar 11,40 dengan rata- rata sebesar 1,013, nilai minimum untuk variabel kontrol AGE adalah 1 dan nilai maksimumnya sebesar 35 dengan rata-rata sebesar 8,21 serta nilai minimum untuk variabel kontrol ROIC adalah 0,00 dan nilai maksimumnya sebesar 0,42 dengan rata-rata sebesar 0,08. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 6 Uji Normalitas Residual (Kolmogorov-Smirno. Unstandardized residual Test Statistic Asymp. Sig. -taile. 0,074 0,076c Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 6 menunjukkan bahwa Asymp. Sig. sebesar 0,076 yang lebih besar dari 0,05, sehingga data dapat dikatakan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 7 Statistik Multikolinearitas Variabel SIZE GROWTH Tolerance 0,939 0,856 0,882 0,729 0,986 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS VIF 1,065 1,168 1,134 1,372 1,014 K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 AGE ROIC 0,853 0,857 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 1,172 1,154 Dependant Variable: DPR. Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 7 menunjukkan Tolerance dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,1 dan VIF dari masing- masing variabel lebih kecil dari 10 sehingga dapat dipastikan bahwa data tidak terjadi multikolinearitas. Uji Autokorelasi Tabel 8 Uji Autokorelasi Lagrange Multiplier Varibel LAG_RES Sig. 0,724 Dependant Variable: Unstandardized Residual. Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 8 menunjukkan bahwa dapat dinyatakan bebas autokoreprobabilitassignifikansi LAG_RES sebesar 0,724 > 0,05, sehingga data Uji Heterokedastisitas Tabel 9 Uji Glejser Model Sig. 1,040 0,300 -1,787 0,076 -1,905 0,059 SIZE -1,252 0,213 GROWTH -0,507 0,613 AGE -0,617 0,539 ROIC -0,892 0,374 Dependant Variable: ABSUT. Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Berdasarkan tabel 9. Uji Glesjer yang dilakukan menghasilkan signifikansi yang ditunjukkan untuk KK. AK. GK. SIZE. GROWTH. AGE. ROIC masing- menunjukkan tingkat signifikasi > dari 0,05 sehingga data dapat dikatakan tidak terjadi UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Uji Model Regresi Tabel 10 Uji Model Regresi Sig. 4,626 0,000b Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Tabel 10 menunjukkan bah6. Hasil Analisis Data wa signifikansi sebesar 0,000 lebih Tabel 11 menampilkan hasil kecil dari 0,05 sehingga dapat diregresi linear berganda sebagai mosimpulkan bahwa variabel indedel analisis yang digunakan dalam penden mempengaruhi variabel penelitian ini. Tabel 12 Hasil Analisis Regresi Variabel Thitung Sig. Keterangan 2,711 0,008 DITERIMA -2,104 0,037 DITERIMA 0,536 0,583 DITOLAK SIZE -2,574 0,011 DITERIMA GROWTH 0,507 DITOLAK AGE -1,402 0,164 DITOLAK ROIC 1,869 0,064 DITOLAK Dependant Variable: DPR. Sumber: data sekunder yang diolah, 2019 Pengaruh Kontrol Keluarga terhadap Kebijakan Dividen Kontrol keluarga berpengaruh positif terhadap kebijakan Hal ini menunjukkan bahwa ketika sebuah perusahaan memiliki tingkat kepemilikan keluarga yang tinggi maka akan membagikan rasio deviden yang lebih besar, demikian sebaliknya jika kepemilikan keluarga rendah maka rasio deviden yang dibagikan akan lebih rendah pula. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Isakov dan Weisskopf . 5 dan Setianto dan Sari . yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kepemilikan keluarga yang diukur dengan kontrol keluarga, maka akan semakin tinggi pula kebijakan dividen perusahaan. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Tingginya dividend payout ratio di perusahaan keluarga dapat dipengaruhi oleh adanya motif kebutuhan pendapatan . ncome need. Keluarga sebagai pemegang saham pengendali memiliki dana dalam jumlah yang signifikan yang ditanamkan dalam perusahaan dan mereka tidak dapat menjual saham untuk mendiversifikasi kekayaannya karena keluarga ingin tetap memiliki kontrol terhadap perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, keluarga dapat menggunakan kebijakan dividen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendapatan . ncome need. mereka (Isakov dan Weisskopf, 2. Pengaruh Generasi Kepemimpinan terhadap Kebijakan Dividen Generasi kepemimpinan didalam perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan teori siklus hidup perusahaan, perusahaan pada sektor manufaktur di Indonesia lebih banyak dipimpin oleh generasi penerus, yang berarti kebanyakan perusahaan pada sektor manufaktur di Indonesia berada atau memasuki fase pertumbuhan (Growt. Perusahaan yang berada pada fase pertumbuhan memerlukan dana yang besar untuk melakukan ekspansi dan investasi sehingga ber- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 dampak pada rendahnya tingkat pembayaran dividen. Dengan demikian, semakin tinggi generasi maka semakin rendah tingkat pembayaran dividen. Pengaruh Anggota Keluarga terhadap Kebijakan Dividen Variabel anggota keluarga (AK) tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyebutkan bahwa family member berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Banyaknya jumlah anggota yang menjabat sebagai direksi di perusahaan tidak mempengaruhi jumlah dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Penelitian yang dilakukan oleh Schmid et al . memberikan hasil yang Partisipasi anggota keluarga didalam perusahaan tidak memberikan efek terhadap kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan melainkan kontrol keluarga yang dimiliki lebih berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Pengaruh Variabel Kontrol terhadap Kebijakan Dividen Variabel kontrol SIZE berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 rendah dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan. Sari . mengungkapkan bahwa perusahaan yang besar memiliki tingkat risiko yang besar sehingga lebih mengutamakan untuk menyimpan laba sebagai laba ditahan daripada dibagikan sebagai dividen. Sedangkan hasil regresi untuk variabel kontrol GROWTH. AGE, dan ROIC tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. PENUTUP Simpulan Kontrol keluarga (KK) berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur. Generasi kepemimpinan (GK) berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Anggota keluarga (AK) yang menjabat posisi manajemen didalam perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan Keterbatasan dan Saran Penelitian ini hanya dilakukan pada sektor manufaktur saja sehingga belum memperhatikan generalisasi objek atau lemah terhadap validitas eksternal. Sehingga bagi peneliti selanjutnya sebaiknya dapat memperluas populasi. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Penelitian ini tidak menghitung jumlah anggota keluarga dalam bentuk presentase. Setiap perusahaan memiliki jumlah anggota manajemen yang berbeda-beda, sehingga kemungkinan hal tersebut dapat mempengaruhi hasil Peneliti selanjutnya yang ingin menggunakan anggota keluarga sebagai salah satu variabelnya, sebaiknya menggunakan control rightsebagai Control right merupakan rasio anggota keluarga yang menduduki dewan komisaris maupun dewan direksi terhadap total anggota dewan komisaris maupun dewan direksi (Wijayanti, 2. Penelitian ini menggunakan umur perusahaan yang dihitung dari tahun perusahaan melakukan IPO sehingga umur perusahaan yang digunakan belum mencerminkan umur perusahaan yang sesungguhnya. Peneliti selanjutnya yang akan menggunakan variabel SIZE, sebaiknya menghitung umur perusahaan dari awal tahun perusahaan berdiri (Gumanti, 2. Koefisien determinasi pada penelitian ini hanya sebesar 0,21 atau 21%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan model regresi dalam menjelaskan variabel dependen hanya sebesar UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 21%, sedangkan sisanya sebesar 79% dijelaskan oleh variabel Bagi peneliti selanjutnya juga dapat menambahkan variabel lain yang memiliki hubungan dengan kebijakan dividen seperti variabel moderasi komisaris independen (Wijayanti, 2. dan beberapa variabel kontrol seperti TobinAos Q dan Leverage (Setianto dan Sari. DAFTAR PUSTAKA