LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya 1*Robertus Adi nugroho, 2Thyophoida W. Panjaitan, 3Dita Natasya Handriyani Soeprapto, 4Novi Puspita Kihie Halimaking 1,2,3,4Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika Email: robertusadi@ukdc. ABSTRACT: This community engagement program aims to empower the Perwakos Community (Persatuan Waria Kota Surabay. , a transgender community in Surabaya, by strengthening their financial literacy and facilitating the development of a structured community business plan. Initial assessments revealed two critical challenges faced by the community: limited financial management skills at both individual and collective levels, and the absence of a formal business plan to guide potential economic initiatives. To address these issues, the project introduced two tailored knowledge-based interventions: a Financial Literacy Module and a Community Business Plan Template. The program was implemented through three key stages: program socialization, capacity-building workshops, and follow-up mentoring. Training sessions focused on basic financial managementAiincluding budgeting, cash flow recording, and expenditure planningAiand on constructing a feasible business plan appropriate to the communityAos economic potential. Post-training mentoring demonstrated significant improvements, with participants beginning to apply systematic financial recording practices and producing a draft community business plan that reflects their developing entrepreneurial understanding. The project showcases the effectiveness of context-sensitive, non-digital knowledge tools in supporting marginalized communities toward greater economic autonomy. Keywords: Financial literacy, community empowerment, transgender community. Perwakos, business plan development, economic inclusion, community engagement. Surabaya. Pendahuluan Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwako. merupakan satu-satunya organisasi resmi yang mewadahi komunitas transpuan . di Kota Surabaya. Berdiri sejak 13 November 1978. Perwakos memiliki sejarah panjang sebagai ruang aman dan platform advokasi bagi kelompok waria untuk memperoleh hakhaknya sebagai warga negara, termasuk hak atas pekerjaan, layanan kesehatan. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 pendidikan nonformal, dan perlindungan hukum. 1 Di tengah konteks sosial yang masih sarat dengan stigma dan diskriminasi. Perwakos memainkan peran penting dalam membangun solidaritas internal komunitas serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat keberdayaan transpuan. Keberadaan Perwakos tidak hanya mencerminkan daya tahan sosial komunitas ini, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap marginalisasi yang sistemik dan berlapis. Secara struktural. Perwakos memiliki potensi yang besar untuk berkembang sebagai lembaga sosial-ekonomi berbasis komunitas. Banyak anggotanya memiliki keterampilan di sektor informal, seperti tata rias, menjahit, membuka usaha salon, serta kegiatan berbasis seni pertunjukan dan budaya. Namun demikian, potensi ini belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, pelatihan kewirausahaan, dan modal usaha. Sebagian besar anggota Perwakos berlatar belakang pendidikan rendah, dengan banyak di antara mereka yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar secara formal dan hanya memiliki ijazah setara Paket A atau B. Ketimpangan akses terhadap sumber daya ini menyebabkan anggota Perwakos sulit bersaing dalam pasar kerja formal maupun sektor ekonomi digital yang menuntut keterampilan adaptif dan teknologi. Dari sisi kelembagaan. Perwakos juga menghadapi tantangan yang signifikan. Keterbatasan sumber pendanaan menyebabkan ketidakstabilan operasional organisasi, termasuk dalam hal pengadaan sekretariat yang sering berpindah tempat karena tidak mampu membayar sewa jangka panjang. 4 Hal ini 1 Dalidjo. Panky Kenthut: Ketua Perwakos dan Perjuangan Transpuan di Kota Pahlawan. In Medium. https://medium. com/nurdiyansah-dalidjo/panky-kenthut-ketua-perwakosperjuangan-transpuan-di-kota-pahlawan-d0d411f703de 2 Benedicta. Citra. Ramadhani. Putri. , & Timur. Sexuality and Transgender Identity Through the PERWAKOS Community (Transgender Surabaya Associatio. Journal of Scientific Research. Education, and Technology, 4. , 748Ae756. 3 Nugroho. Angelina. , & Harefa. Penguatan Ketahanan Keuangan Lembaga dan Ekonomi Kelompok Transpuan di Kota Surabaya. Jurnal Abdimas Musi Charitas (JAMC), 9. , 52Ae 4 Utami. Erdiana. , & Fahminnansih. Pelatihan Perancangan Komunikasi Visual Di Media Sosial Untuk Komunitas Waria Surabaya (Perwako. Jurnal Kreativitas Dan Inovasi (Jurnal Kreanov. , 3. , 53Ae59. https://doi. org/10. 24034/kreanova. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 berimplikasi langsung pada kelangsungan program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi komunitas. Selain itu, belum adanya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur dan tidak tersedianya dokumen rencana bisnis komunitas menyebabkan inisiatif ekonomi sulit berkembang secara berkelanjutan. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota bersifat individual dan sporadis, tanpa perencanaan yang matang dan tanpa dukungan pengelolaan keuangan yang baik. Permasalahan ini diperparah dengan rendahnya literasi keuangan dan digital dalam komunitas. Banyak anggota Perwakos yang belum memahami prinsip dasar pencatatan keuangan, pengelolaan anggaran, maupun perhitungan keuntungan-rugi dari aktivitas usahanya. Di sisi lain, potensi ekonomi digital yang kini semakin berkembang, termasuk perdagangan daring . -commerc. dan promosi melalui media sosial, belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Beberapa pelatihan dasar terkait media sosial memang pernah dilakukan, namun belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam rencana bisnis yang solid dan berorientasi jangka panjang. Melihat kompleksitas tantangan dan sekaligus besarnya potensi yang dimiliki komunitas ini, maka Perwakos merupakan mitra yang sangat tepat untuk kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi. Penguatan literasi keuangan dan penyusunan rencana bisnis komunitas menjadi intervensi yang penting untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha anggota. Kegiatan ini dirancang sebagai lanjutan dari program pengabdian tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya, yang berfokus pada pelatihan bisnis online dan kemampuan berdagang melalui live session. Dalam tahap lanjutan ini, fokus diarahkan pada aspek perencanaan dan penguatan fondasi ekonomi, sehingga diharapkan akan memperkuat posisi Perwakos sebagai lembaga sosial sekaligus entitas ekonomi komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Analisis Mitra Meskipun memiliki potensi sosial dan ekonomi yang kuat, komunitas 5 Nugroho. Angelina. , & Harefa. Penguatan Ketahanan Keuangan Lembaga dan Ekonomi Kelompok Transpuan di Kota Surabaya. Jurnal Abdimas Musi Charitas (JAMC), 9. , 52Ae Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Perwakos menghadapi berbagai tantangan mendasar yang menghambat proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Tantangan pertama adalah stigma sosial dan diskriminasi struktural yang masih melekat kuat terhadap kelompok transpuan. Hal ini berdampak pada keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan formal, serta dokumen identitas resmi yang sah, yang menjadi prasyarat dalam banyak aktivitas ekonomi dan administrasi publik. Tantangan kedua adalah minimnya literasi keuangan dan digital dalam Sebagian besar anggota belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan yang sistematis, tidak memiliki kemampuan dalam menyusun anggaran, serta belum memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan usaha. Sementara itu, potensi perdagangan online yang sebenarnya bisa menjadi jalan keluar ekonomi belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan keterampilan digital dan perencanaan bisnis. Ketiga, tidak adanya rencana bisnis komunitas yang terstruktur menjadi hambatan signifikan dalam pengembangan usaha kolektif. Aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh anggota masih bersifat individual, sporadis, dan tidak memiliki strategi jangka panjang. Kegiatan sebelumnya telah mengenalkan konsep bisnis online dan pelatihan live selling, namun kegiatan tersebut belum didukung oleh kerangka kerja bisnis dan keuangan yang menyeluruh. Menghadapi tantangan-tantangan ini, diperlukan intervensi yang lebih mendalam dan terstruktur melalui pendampingan literasi keuangan serta penyusunan rencana bisnis komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pondasi yang memperkuat keberdayaan ekonomi anggota Perwakos sekaligus mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. 6 Mutiara. Kholil. , & Dewi. Penyuluhan dan Sosialisasi Lingkungan Sehat pada Komunitas Waria. Karangploso. Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Society Empowerment, 1. , 55Ae62. https://doi. org/10. 61105/jise. 7 Winter. Diamond. Green. Karasic. Reed. Whittle. , & Wylie. Transgender people: health at the margins of society. The Lancet, 388. , 390Ae400. https://doi. org/10. 1016/S0140-6736. 8 Nasution. Ulfa. , & Harahap. Strategi Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan. Trending: Jurnal Manajemen Dan Ekonomi, 2. , 208Ae216. https://jurnaluniv45sby. id/index. php/Trending/article/view/1943 9 Handayani. , & Rahman. Peningkatan Kapasitas Pengetahuan tentang Potensi Promosi Usaha melalui Sosial Media pada Transpuan Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah memperkenalkan dasar-dasar kewirausahaan digital kepada komunitas Perwakos, seperti pelatihan penggunaan platform digital dan simulasi sesi live selling. Namun, berdasarkan hasil evaluasi awal, diketahui bahwa anggota komunitas masih mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan usaha serta belum memiliki rencana bisnis yang terdokumentasi dan terstruktur. Oleh karena itu, program pengabdian lanjutan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui dua fokus utama, yaitu pelatihan literasi keuangan dan pendampingan penyusunan rencana bisnis komunitas, dengan pendekatan yang partisipatif dan aplikatif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas ekonomi anggota komunitas Perwakos melalui penguasaan keterampilan dasar dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha. Literasi keuangan diyakini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola sumber daya secara bijaksana, terutama dalam konteks usaha mikro dan kecil. 10,11 Dengan penguatan literasi keuangan, anggota komunitas diharapkan mampu menyusun anggaran, mencatat transaksi, serta memahami prinsip dasar alur kas dan laba-rugi usaha secara mandiri. Di sisi lain, penyusunan rencana bisnis akan membekali komunitas dengan panduan strategis untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha secara berkelanjutan, termasuk dalam hal analisis pasar, strategi promosi digital, dan proyeksi keuangan. 12,13 Mentari, 1. , 13Ae17. 10 Handayani. , & Rahman. Peningkatan Kapasitas Pengetahuan tentang Potensi Promosi Usaha melalui Sosial Media pada Transpuan Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 1. , 13Ae17. 11 Mutiara. Kholil. , & Dewi. Penyuluhan dan Sosialisasi Lingkungan Sehat pada Komunitas Waria. Karangploso. Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Society Empowerment, 1. , 55Ae62. https://doi. org/10. 61105/jise. 12 Benedicta. Citra. Ramadhani. Putri. , & Timur. Sexuality and Transgender Identity Through the PERWAKOS Community (Transgender Surabaya Associatio. Journal of Scientific Research. Education, and Technology, 4. , 748Ae756. 13 Nugroho. Angelina. , & Harefa. Penguatan Ketahanan Keuangan Lembaga dan Ekonomi Kelompok Transpuan di Kota Surabaya. Jurnal Abdimas Musi Charitas (JAMC), 9. , 52Ae Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Kegiatan ini juga memiliki nilai tambah dalam mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya dalam bentuk keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas pengabdian yang berbasis pada pemecahan masalah nyata di masyarakat. Mahasiswa yang dilibatkan merupakan individu yang telah menyelesaikan mata kuliah kewirausahaan dan akan bertugas sebagai pendamping lapangan dalam sesi pelatihan dan penyusunan rencana Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong integrasi antara teori dan praktik. 14 Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam indikator keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam aktivitas terdokumentasi dan terukur. Kegiatan ini selaras dengan prioritas pengabdian kepada masyarakat yang menekankan pada pemberdayaan ekonomi kelompok rentan dan penguatan kapasitas komunitas berbasis inklusi sosial. Komunitas Perwakos merupakan representasi kelompok marjinal yang memiliki keterbatasan struktural dalam mengakses sumber daya ekonomi, namun juga memiliki potensi kolektif yang besar untuk berdaya melalui dukungan dan pendampingan yang tepat. 15,16 Intervensi berbasis literasi keuangan dan perencanaan bisnis akan menjadi fondasi penting bagi terbentuknya sistem ekonomi komunitas yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan sosial maupun teknologi. Ruang Lingkup dan Strategi Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil mitra, yaitu komunitas Perwakos, dalam memperkuat kapasitas ekonomi dan 14 Nugroho. Inggawati. Wanty. Panjaitan. , & Rosyadi. Pendampingan Scaling Up dan Pengembangan Usaha UMKM Kedai Kopi Juita di Surabaya Mentoring for Scaling Up and Business Development of MSME : Juita Coffee Shop in Surabaya. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8. , 843Ae855. 15 Dalidjo. Panky Kenthut: Ketua Perwakos dan Perjuangan Transpuan di Kota Pahlawan. In Medium. https://medium. com/nurdiyansah-dalidjo/panky-kenthut-ketua-perwakosperjuangan-transpuan-di-kota-pahlawan-d0d411f703de 16 Sarmauli. Yohana. Oktavia. , & Anjini. Perspektif Studi Gender Terhadap Transagender di Indonesia. IJoEd: Indonesian Journal on Education, 1. , 49Ae54 Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 kelembagaan mereka. Ruang lingkup kegiatan mencakup dua fokus utama: . Pelatihan Literasi Keuangan, dan . Pendampingan Penyusunan Rencana Bisnis Komunitas. Kedua kegiatan ini saling terintegrasi dan bertujuan untuk membangun pondasi pengelolaan usaha komunitas yang lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan. Pelatihan keterampilan dasar pengelolaan keuangan, termasuk pencatatan keuangan sederhana, penganggaran, analisis aliran kas, serta pemahaman terhadap elemen dasar laporan laba rugi. Modul pelatihan disusun secara partisipatif dan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan serta kemampuan literasi peserta. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghasilkan sistem pencatatan keuangan sederhana yang dapat diterapkan oleh anggota komunitas secara mandiri maupun kolektif. Sementara itu, pendampingan penyusunan rencana bisnis komunitas akan difokuskan pada pengembangan model usaha berbasis potensi internal Perwakos, baik pada level individu maupun kelompok. Kegiatan ini mencakup identifikasi nilai jual utama . alue propositio. , pemetaan pasar, strategi promosi digital, proyeksi pendapatan dan biaya, serta evaluasi risiko usaha. Rencana bisnis ini akan disusun secara bertahap, mulai dari lokakarya identifikasi kebutuhan, penyusunan draft, hingga finalisasi dokumen rencana bisnis komunitas yang siap Selama proses ini, mahasiswa akan dilibatkan sebagai fasilitator dan pendamping, di bawah supervisi tim dosen dari bidang manajemen strategi dan Strategi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan berbasis partisipasi dan pemberdayaan . articipatory empowermen. , di mana anggota komunitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor utama dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan mencakup pelatihan tatap muka, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta evaluasi berkala untuk memastikan ketercapaian tujuan. Hasil akhir yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas anggota Perwakos dalam mengelola keuangan dan menyusun rencana usaha yang realistis dan terukur, serta terbentuknya satu Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 dokumen rencana bisnis komunitas yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan usaha bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model praktik pengabdian yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas ekonomi kelompok rentan, serta berkontribusi pada penguatan kelembagaan komunitas berbasis inklusi dan keberlanjutan. Permasalahan Prioritas Berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi kebutuhan bersama dengan pengurus dan anggota Perwakos (Persatuan Waria Kota Surabay. sebagai mitra kegiatan pengabdian, telah disepakati dua permasalahan utama yang menjadi prioritas untuk diselesaikan dalam program ini. Kedua permasalahan ini berkaitan langsung dengan kapasitas dasar yang dibutuhkan oleh komunitas untuk membangun keberdayaan ekonomi secara berkelanjutan, yaitu literasi keuangan dan perencanaan bisnis komunitas. Rendahnya Literasi Keuangan Pribadi dan Komunal Permasalahan pertama yang dihadapi komunitas mitra adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam hal pengelolaan keuangan, baik secara pribadi maupun secara komunal. Hal ini berdampak pada lemahnya kontrol terhadap aktivitas ekonomi individu maupun kelompok, serta menyulitkan anggota dalam menjaga kesinambungan usaha atau pengelolaan dana internal. Sub-permasalahan: Sebagian besar anggota belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sistematis, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha mikro yang dijalankan. Tidak adanya pemahaman tentang konsep penganggaran, manajemen kas, dan laporan sederhana seperti laba-rugi, yang diperlukan untuk menilai kesehatan finansial usaha. Belum tersedia sistem pencatatan atau pengelolaan keuangan internal organisasi, termasuk untuk kegiatan kas komunitas, dana sosial, atau modal usaha bersama. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Ketiadaan Rencana Bisnis Komunitas Permasalahan kedua yang menjadi fokus adalah belum adanya dokumen rencana bisnis komunitas yang dapat menjadi panduan strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi anggota. Meskipun Perwakos memiliki anggota dengan berbagai keterampilan . ata rias, menjahit, hiburan, dll. belum ada arah dan strategi usaha yang disepakati dan dirancang bersama untuk meningkatkan nilai tambah secara kolektif. Sub-permasalahan: Belum dilakukan pemetaan potensi ekonomi komunitas secara menyeluruh, termasuk jenis keterampilan, aset, serta sumber daya yang bisa dikembangkan sebagai usaha bersama. Tidak tersedia dokumen rencana usaha yang mencakup model bisnis, segmentasi pasar, strategi promosi, dan proyeksi keuangan. Kedua permasalahan ini merupakan hasil pemetaan kebutuhan bersama antara tim pengabdian dan pengurus Perwakos, dan telah ditetapkan sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan organisasi dan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang secara spesifik untuk menjawab kedua permasalahan tersebut melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan terstruktur yang berbasis kebutuhan aktual mitra. Solusi Untuk menjawab dua permasalahan prioritas yang dihadapi oleh mitra pengabdian, yaitu rendahnya literasi keuangan pribadi dan komunal serta ketiadaan rencana bisnis komunitas, tim pengabdian menawarkan serangkaian solusi berbasis pelatihan partisipatif, pendampingan intensif, dan penyusunan dokumen strategis. Seluruh solusi dirancang untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelembagaan komunitas Perwakos agar lebih siap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Solusi ini dibangun berdasarkan pengalaman pengabdian sebelumnya yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 hingga pertengahan 2025, yang berfokus Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 pada pelatihan live selling dan perencanaan bisnis online dasar. Evaluasi kegiatan tahap awal menunjukkan bahwa komunitas menunjukkan antusiasme tinggi, namun masih mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha jangka panjang. Hal ini menjadi dasar perumusan solusi lanjutan yang lebih fokus dan terukur. Hasil Riset dan Abdimas Terdahulu Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 hingga pertengahan 2025. Pada fase tiga awal tersebut, tim pengabdian telah memperkenalkan konsep toko online dan melakukan pelatihan live selling kepada anggota Perwakos sebagai bentuk respons awal terhadap kebutuhan ekonomi komunitas. Respons dari peserta menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik dan partisipatif sangat sesuai untuk konteks komunitas transpuan, yang umumnya mengalami keterbatasan dalam hal akses pendidikan dan pelatihan formal. Namun, berdasarkan hasil evaluasi dan observasi lapangan, ditemukan bahwa dua aspek penting belum sepenuhnya terjangkau dalam kegiatan sebelumnya, yaitu: kemampuan mengelola keuangan secara sistematis, dan ketiadaan rencana bisnis komunitas yang terstruktur. Oleh karena itu, kegiatan lanjutan ini dirancang secara strategis untuk menjawab dua kekosongan tersebut, dengan pendekatan yang lebih mendalam dan berbasis data. Analisis terhadap permasalahan komunitas dan perumusan solusi dalam kegiatan pengabdian ini juga diperkuat oleh hasil penelitian dan publikasi ilmiah dari tim pengusul sendiri, yang selama ini aktif dalam riset tentang pemberdayaan ekonomi, manajemen SDM, dan penguatan kelembagaan komunitas rentan. Misalnya, penelitian Nugroho et al. secara khusus menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi dan sistem keuangan komunitas dalam mendukung keberlangsungan lembaga berbasis transpuan. Penelitian ini menjadi fondasi utama dalam merancang solusi berupa pelatihan literasi keuangan dan sistem pencatatan sederhana yang akan di9terapkan dalam kegiatan ini. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Selain itu, riset Nugroho . dan Ferdinan & Lindawati . mengenai manajemen sumber daya manusia dalam ekosistem digital juga menjadi rujukan penting dalam merancang strategi pelatihan berbasis kompetensi mikro, yang berorientasi pada pengembangan usaha berbasis jasa dan keterampilan individu. Temuan ini sangat relevan dengan karakteristik usaha yang dijalankan oleh sebagian besar anggota Perwakos, seperti salon, tata rias, dan seni pertunjukan. Lebih lanjut, penelitian Khuan et al. tentang pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan pengembangan karier dalam industri kreatif menguatkan pentingnya membangun rencana bisnis komunitas yang tidak hanya memetakan pasar dan operasional, tetapi juga memfasilitasi distribusi peran, pembagian tanggung jawab, serta regenerasi organisasi. Kerangka ini akan diadaptasi dalam penyusunan rencana bisnis komunitas Perwakos untuk menjamin keberlanjutan inisiatif ekonomi secara kolektif. Metode Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menyelesaikan dua permasalahan utama yang dihadapi mitra, yaitu rendahnya literasi keuangan pribadi dan komunal, serta ketiadaan rencana bisnis komunitas yang terstruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris dan aplikatif berbasis komunitas (Asadi et al. , 2020. Coy et al. , 2021. Redko, 2. , dengan pelaksanaan kegiatan yang dibagi dalam lima tahap utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sosialisasi Program Tahap awal dimulai dengan sosialisasi program kepada komunitas mitra, yaitu Perwakos (Persatuan Waria Kota Surabay. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan tatap muka yang bersifat informal namun terstruktur, bertujuan untuk membangun pemahaman awal, menjelaskan tujuan, manfaat, dan bentuk keterlibatan mitra dalam setiap tahapan kegiatan. Dalam tahap ini, tim pelaksana juga mengidentifikasi kebutuhan spesifik anggota komunitas berdasarkan hasil observasi dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang bersifat partisipatif. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Proses sosialisasi tidak hanya menyampaikan rencana kegiatan, tetapi juga membangun rasa kepemilikan program oleh komunitas. Dengan pendekatan berbasis empati dan inklusi, tim berupaya menciptakan suasana yang terbuka agar setiap peserta merasa nyaman untuk berkontribusi aktif. Sosialisasi dilakukan secara langsung di sekretariat Perwakos, serta disertai distribusi materi visual dan digital untuk memperkuat pemahaman. Literasi Keuangan dan Perencanaan Bisnis Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan yang terbagi ke dalam dua tema utama, sesuai fokus masalah: Pelatihan Literasi Keuangan Pribadi dan Komunal: Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar tentang pengelolaan uang, pencatatan pengeluaran dan pemasukan harian, pembedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pengelolaan tabungan dan utang. Modul pelatihan disusun berbasis kebutuhan komunitas, dengan pendekatan yang mudah dipahami dan menggunakan contoh kehidupan nyata mereka. Pelatihan ini akan dilakukan dalam bentuk workshop interaktif, permainan simulasi keuangan sederhana, dan studi kasus. Pelatihan Penyusunan Rencana Bisnis Komunitas: Sesi ini akan memfasilitasi anggota komunitas untuk menyusun rencana bisnis bersama yang realistis dan berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup analisis peluang usaha komunitas, penentuan model bisnis sederhana (Business Model Canva. , perhitungan kebutuhan modal, strategi promosi dan pemasaran, serta pengelolaan risiko usaha. Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen akan memfasilitasi kegiatan ini dengan metode partisipatif. Pelatihan dirancang dengan model campuran . , yaitu tatap muka dan pendampingan daring menggunakan grup WhatsApp komunitas, agar akses informasi dapat terus berlanjut di luar sesi formal. Penerapan Teknologi dan Sistem Pencatatan Digital Sebagai solusi terhadap lemahnya sistem pencatatan keuangan komunitas, tim pengabdian akan memperkenalkan penggunaan aplikasi keuangan sederhana Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 berbasis smartphone, seperti Catatan Keuangan Harian atau Money Manager yang gratis dan mudah digunakan. Tim akan melatih anggota komunitas dalam mengoperasikan aplikasi ini untuk mencatat transaksi pribadi maupun usaha Untuk penyusunan rencana bisnis komunitas, tim akan membantu dokumentasi digital melalui template rencana bisnis berbasis Google Docs atau Microsoft Word, yang bisa diakses dan disunting bersama-sama. Strategi ini tidak hanya mendukung efisiensi pengelolaan, tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif. Implementasi mempertimbangkan kemampuan masing-masing anggota komunitas. Bagi yang belum terbiasa menggunakan smartphone, akan diberikan pendampingan secara personal oleh mahasiswa yang bertugas sebagai pendamping komunitas. Pendampingan dan Evaluasi Setelah pelatihan dan penerapan sistem dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan tahap pendampingan intensif selama 3 bulan. Pendampingan dilakukan oleh tim pengabdian, termasuk mahasiswa, dengan sistem rotasi mingguan. Kegiatan ini meliputi pemantauan penerapan pencatatan keuangan, evaluasi berkala rencana bisnis, serta fasilitasi diskusi reflektif untuk menilai capaian dan Evaluasi dilakukan dalam dua bentuk: Evaluasi formatif selama proses pendampingan, menggunakan lembar observasi dan wawancara singkat. Evaluasi sumatif di akhir program, mencakup kuisioner dan FGD untuk mengukur perubahan dalam pemahaman dan praktik keuangan serta kesiapan bisnis komunitas. Keberlanjutan Program Untuk menjamin keberlanjutan program, tim akan membentuk kelompok kerja komunitas . yang terdiri dari perwakilan Perwakos dan mahasiswa Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Pokja ini akan menjadi pusat penggerak kegiatan lanjutan seperti pelatihan mini, pengembangan usaha bersama, dan advokasi dukungan dari lembaga lain . isalnya dinas sosial, koperasi, atau CSR loka. Selain itu, akan dibuat dokumentasi digital berupa video dan modul pelatihan yang dapat diakses komunitas secara mandiri. Tim juga akan merekomendasikan Perwakos untuk menjalin kemitraan strategis dengan pelaku usaha lokal maupun LSM untuk mendukung pengembangan bisnis kelompok ke depan. Peran dan Tugas Anggota Tim Berikut adalah pembagian peran dalam tim pelaksana: Tabel 1. Pembagian Peran Tim Pelaksana Nama dan Jabatan Ketua Tim (Dosen Manajeme. Anggota 1 (Dosen Manajeme. Anggota 2 (Mahasiswa . Anggota 3 (Mahasiswa . Peran Koordinasi program, fasilitasi pelatihan rencana bisnis, pembuatan modul Koordinasi program, fasilitasi pelatihan rencana bisnis, pembuatan modul Pendamping pelatihan keuangan pribadi, dokumentasi kegiatan, fasilitator diskusi Pendamping pelatihan keuangan pribadi, dokumentasi kegiatan, fasilitator diskusi Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2025 Pembagian tugas ini disesuaikan dengan keahlian dan kapasitas masing-masing Dosen sebagai tenaga ahli akan menjadi fasilitator utama, sementara mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktik lapangan sebagai bentuk penguatan kompetensi sosial dan kewirausahaan. Potensi Rekognisi Kegiatan bagi Mahasiswa Dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa dari Program Studi Manajemen Universitas Katolik Darma Cendika akan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tahap perencanaan, pelatihan, hingga evaluasi. Keterlibatan ini tidak hanya bertujuan mendukung kelancaran Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 program, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu manajemen, kewirausahaan, dan komunikasi dalam konteks sosial yang sesungguhnya. Meskipun keterlibatan mahasiswa dalam program ini tidak diakui dalam bentuk Satuan Kredit Semester (SKS) pada mata kuliah reguler, partisipasi mereka akan dicatat dan dinilai sebagai bagian dari pengembangan Kredit Poin Kegiatan Kemahasiswaan (KPKK) yang dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan. Sistem KPKK merupakan skema penilaian non-akademik yang diadopsi oleh Universitas Katolik Darma Cendika kepemimpinan, dan keterlibatan sosial mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan untuk: Mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal dalam lingkungan lintas budaya dan sosial. Meningkatkan kapasitas analisis dan pemecahan masalah riil yang dihadapi masyarakat marginal. Mempraktikkan teori kewirausahaan, perencanaan bisnis, dan literasi keuangan dalam kegiatan lapangan. Membentuk kepedulian sosial dan empati terhadap komunitas rentan, khususnya kelompok transpuan. Semua aktivitas yang dijalankan mahasiswa akan didokumentasikan dan dilaporkan sebagai portofolio kegiatan, yang kemudian diajukan sebagai bagian dari penilaian KPKK. Poin yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung persyaratan kelulusan dan pengajuan prestasi mahasiswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman pembelajaran bermakna, tetapi juga terdorong untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang sejalan dengan nilainilai universitas: jujur, tanggung jawab, dan peduli. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berjudul AuModal Literasi. Menuju Mandiri: Program Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Perwakos di SurabayaAy telah berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dirumuskan dalam proposal. Secara umum, program tersusun atas tiga tahapan inti, yaitu tahap sosialisasi, tahap pelatihan literasi keuangan dan perencanaan bisnis, serta tahap pendampingan dan evaluasi. Seluruh tahapan berlangsung dengan partisipasi aktif dari pengurus PERWAKOS dan didampingi oleh tim pelaksana dari Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC). Adapun hasil dari setiap tahapan dijabarkan sebagai berikut. Tahap Sosialisasi Program Tahap sosialisasi merupakan langkah awal yang bertujuan memastikan bahwa komunitas PERWAKOS memahami secara utuh tujuan, alur, serta keluaran yang diharapkan dari program pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara luring pada tanggal 10 November 2025 di shelter PERWAKOS, yang selama ini menjadi pusat aktivitas komunitas. Tim UKDC hadir secara langsung dan memulai kegiatan dengan memperkenalkan tujuan program, yaitu meningkatkan kapasitas literasi keuangan dan menyusun rencana bisnis komunitas sebagai fondasi bagi kemandirian ekonomi Dalam sesi ini, perwakilan PERWAKOSAiterdiri dari pimpinan dan sejumlah anggota aktifAimenyampaikan kondisi terkini komunitas, termasuk tantangan dalam mengelola keuangan komunitas dan inisiatif ekonomi yang sedang dirintis. Melalui diskusi terbuka, tim pelaksana mendapatkan penegasan mengenai dua kebutuhan pokok: pertama, perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan baik pada tingkat individu maupun komunitas. kedua, keinginan komunitas untuk memiliki dokumen rencana bisnis yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menjalankan atau mengembangkan usaha kolektif. Tahap sosialisasi ini menghasilkan penyelarasan ekspektasi antara tim pengabdian dan komunitas mitra. Selain itu, sosialisasi membantu membangun rasa kepemilikan program di kalangan anggota PERWAKOS, sehingga mempermudah proses kolaborasi Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 pada tahapan berikutnya. Kehadiran tim UKDC secara langsung juga memperkuat hubungan emosional dan profesional antara kedua pihak. Tahap Pelatihan Literasi Keuangan dan Perencanaan Bisnis Tahap kedua dilaksanakan pada 5 Desember 2025 dalam bentuk pelatihan intensif yang mencakup dua materi utama, yaitu . pengelolaan keuangan pribadi dan komunal, serta . penyusunan rencana bisnis komunitas. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di lokasi PERWAKOS dan difasilitasi oleh dua dosen dari Program Studi Manajemen UKDC, dibantu oleh dua mahasiswa yang bertugas sebagai co-fasilitator dan pendamping teknis. Peserta pelatihan berjumlah 5 orang, yang merupakan pimpinan dan perwakilan inti komunitas. Pemilihan peserta inti dilakukan dengan pertimbangan bahwa mereka memiliki kapasitas kepemimpinan dan dapat menjadi trainer bagi anggota lainnya melalui mekanisme peer teaching. Gambar 1. Pelatihan Literasi Keuangan dan Perencanaan Bisnis (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pada sesi literasi keuangan, peserta dilatih untuk memahami konsep dasar pemasukan, pengeluaran, pencatatan kas, penganggaran, serta simulasi sederhana arus kas . ash Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Modul yang digunakan merupakan adaptasi dari hasil penelitian tim pengabdian dan penyesuaian kebutuhan komunitas. Selama pelatihan, peserta terlibat aktif dalam praktik pencatatan dan melakukan diskusi untuk menyelaraskan praktik keuangan pribadi dengan kebutuhan kolektif komunitas. Sementara itu, pada sesi penyusunan rencana bisnis, peserta dikenalkan pada struktur dasar proposal bisnis, mulai dari identifikasi peluang usaha, penyusunan deskripsi usaha, analisis potensi pasar, perencanaan operasional, hingga estimasi biaya dan proyeksi pendapatan. Peserta bekerja dalam kelompok kecil untuk merancang draft awal rencana bisnis komunitas berdasarkan potensi ekonomi yang dimiliki PERWAKOS, seperti jasa tata rias, salon, dan produksi aksesori sederhana. Hasil utama dari tahap ini adalah tersusunnya draft awal Rencana Bisnis Komunitas Perwakos, yang kemudian menjadi dasar dalam proses pendampingan lanjutan. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memahami konsep keuangan dan bisnis secara praktisAiterlihat dari kemampuan mereka melakukan simulasi dan diskusi tanpa hambatan. Tahap Pendampingan dan Evaluasi Setelah pelatihan selesai, tim pengabdian memasuki tahap ketiga, yaitu pendampingan dan evaluasi. Tahap ini merupakan bagian penting karena memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan dapat diterapkan secara Pendampingan dilakukan dalam rentang waktu beberapa minggu setelah pelatihan, melalui kunjungan berkala ke sekretariat PERWAKOS dan diskusi tindak lanjut dengan peserta inti. Dalam tahap pendampingan, fokus diarahkan pada dua hal utama: Penerapan sistem pencatatan keuangan yang telah dipelajari, baik untuk keuangan pribadi maupun keuangan komunitas. Penyempurnaan dokumen rencana bisnis komunitas, termasuk penyesuaian berdasarkan masukan tim UKDC serta realitas operasional komunitas. Peserta diminta untuk mempraktikkan pencatatan secara harian dan menyusun ringkasan arus kas mingguan. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa beberapa peserta mulai terbiasa mencatat transaksi kecil yang sebelumnya tidak diperhatikan. Hal ini Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 menunjukkan peningkatan literasi keuangan di tingkat perilaku, bukan hanya Pada aspek rencana bisnis, peserta berhasil menyelesaikan sebagian besar komponen penting, termasuk identifikasi kegiatan usaha prioritas dan perhitungan kebutuhan modal. Tim UKDC memberikan umpan balik terkait kelayakan usaha, risiko, serta strategi pemasaran dasar. Tahap pendampingan ditutup dengan sesi evaluasi kolektif yang mengevaluasi capaian, kendala, dan rekomendasi keberlanjutan program. Gambar 2. Foto Bersama Setelah Kegiatan Pelatihan Program pengabdian berjalan dengan baik dan menghasilkan peningkatan kapasitas yang nyata pada komunitas PERWAKOS, terutama dalam pemahaman pengelolaan keuangan dan penyusunan rencana bisnis komunitas. Hasil pencatatan keuangan peserta dan draft rencana bisnis komunitas menjadi bukti konkret dari peningkatan kapasitas yang berhasil dicapai. Selain itu, terbangunnya hubungan kolaboratif antara UKDC dan PERWAKOS membuka peluang keberlanjutan program pemberdayaan pada periode berikutnya. Produk Teknologi dan Inovasi Produk teknologi dan inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada dua instrumen utama, yaitu Modul Literasi Keuangan Pribadi dan Komunal serta Template Rencana Bisnis Komunitas. Keduanya merupakan Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 hasil integrasi antara temuan empiris kegiatan lapangan, hasil penelitian tim pengusul, serta proses adaptasi kebutuhan spesifik komunitas PERWAKOS. Modul Literasi Keuangan Pribadi dan Komunal Modul ini dirancang sebagai panduan praktis bagi anggota PERWAKOS untuk meningkatkan kemampuan dasar pengelolaan keuangan. Inovasi modul terletak pada pendekatan berbasis konteks sosial-komunitas transpuan, penggunaan bahasa non-teknis, ilustrasi visual sederhana, serta contoh kasus yang relevan dengan keseharian peserta. Modul disusun dalam format A5 dengan 20Ae25 halaman, sehingga mudah dibawa, dibaca, dan digunakan secara mandiri. Template Rencana Bisnis Komunitas Template ini merupakan inovasi non-digital yang disusun dalam bentuk lembar kerja sederhana dan sistematis. Desain template mencakup kolom dan panduan isian untuk memetakan potensi ekonomi komunitas, mendeskripsikan ide usaha, merumuskan strategi operasional dan pemasaran, serta menghitung proyeksi keuangan dasar. Template ini dapat dicetak dan digunakan secara berulang oleh komunitas sehingga bersifat berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi lapangan. Kedua produk teknologi dan inovasi ini tidak bergantung pada perangkat atau konektivitas digital sehingga cocok diterapkan pada kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses teknologi, seperti PERWAKOS. Produk ini menjadi Aualat transformasiAy yang mengubah pengetahuan abstrak menjadi instrumen praktis yang mudah digunakan sehari-hari. Penerapan Teknologi dan Inovasi Kepada Masyarakat (Relevansi dan Partisipasi Masyaraka. Penerapan kedua produk teknologi dan inovasi tersebut dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur, dimulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan lanjutan. Kegiatan penerapan IPTEKS berlangsung dengan relevansi tinggi terhadap kebutuhan aktual komunitas Perwakos. Berdasarkan hasil asesmen awal, komunitas ini menunjukkan dua kebutuhan mendesak, yaitu peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan kebutuhan untuk memiliki dokumen rencana bisnis kelompok yang dapat dijadikan pedoman dalam mengembangkan usaha kolektif. Modul literasi Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 keuangan dan template rencana bisnis dipilih dan dikembangkan secara khusus untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dalam proses penerapannya, anggota Perwakos terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Pada tahap sosialisasi, peserta turut memberikan masukan mengenai desain materi dan format penyampaian modul. Respons peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan materi yang konkret dan berbasis praktik. Pada tahap pelatihan, lima orang pimpinan komunitas mengikuti kegiatan secara intensif. Mereka terlibat dalam simulasi pencatatan keuangan harian, diskusi kasus, dan latihan menyusun draft rencana bisnis berdasarkan potensi ekonomi yang mereka miliki. Kegiatan ini menunjukkan bahwa modul dan template yang diberikan relevan dan mudah diadaptasi oleh peserta. Partisipasi komunitas juga terlihat dalam tahap pendampingan. Peserta menerapkan pencatatan keuangan secara mandiri dan membawa hasilnya untuk dievaluasi bersama tim UKDC. Dalam diskusi evaluatif, peserta menyampaikan sejumlah perubahan yang mereka alami, termasuk mulai terbiasanya melakukan pencatatan harian dan meningkatnya kesadaran mengenai aliran pengeluaran yang tidak produktif. Selain itu, dalam penyusunan rencana bisnis komunitas, peserta aktif menyampaikan ide dan pengalaman usaha mereka sebagai dasar penyusunan dokumen bisnis kolektif. Interaksi ini menunjukkan bahwa produk IPTEKS yang diterapkan tidak hanya relevan secara substansial, tetapi juga mampu mendorong partisipasi aktif komunitas sebagai subjek Impact (Kebermanfaatan dan Produktivita. Implementasi produk teknologi dan inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap kebermanfaatan dan produktivitas komunitas Perwakos. Dari sisi peningkatan kapasitas literasi keuangan, peserta pelatihan menunjukkan perkembangan nyata dalam kemampuan mengelola keuangan pribadi. Penerapan modul literasi keuangan membuat peserta mulai terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih sistematis. Peserta melaporkan bahwa dengan melakukan pencatatan harian, mereka dapat mengidentifikasi kebiasaan konsumsi yang tidak efisien dan mulai membuat perencanaan pengeluaran yang lebih terarah. Pada aspek keuangan Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 komunitas, kegiatan ini menghasilkan terbentuknya sistem kas sederhana yang mulai digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran kegiatan kolektif, yang sebelumnya tidak pernah dilakukan secara konsisten. Hal ini menunjukkan penguatan kapasitas pengelolaan kelembagaan komunitas melalui teknologi sosial yang Dari sisi perencanaan bisnis, penerapan Template Rencana Bisnis Komunitas memberikan dampak nyata bagi komunitas dalam merumuskan arah usaha mereka. Draft rencana bisnis yang disusun peserta mencerminkan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur usaha, kebutuhan modal, strategi pemasaran, dan proyeksi keuangan Bagi komunitas yang selama ini menjalankan usaha secara spontan dan tanpa perencanaan, dokumen rencana bisnis ini menjadi instrumen baru yang membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara lebih terstruktur dan berorientasi pada Peserta menyampaikan bahwa rencana bisnis yang disusun membantu mereka memvisualisasikan potensi usaha kolektif seperti jasa salon, pembuatan aksesori, serta kegiatan berbasis keterampilan individu yang selama ini belum dimaksimalkan. Kebermanfaatan lainnya terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengambil keputusan ekonomi. Interaksi berkelanjutan dengan tim UKDC serta keberhasilan menyelesaikan modul dan template memperkuat kapasitas kepemimpinan internal komunitas. Mereka kini memiliki instrumen praktis yang dapat digunakan dalam pertemuan komunitas untuk mengembangkan usaha bersama dan melatih anggota lain melalui mekanisme peer teaching. Program ini juga memberikan dampak produktivitas jangka panjang dengan memperkuat fondasi ekonomi komunitas. Dengan adanya sistem pencatatan keuangan yang konsisten dan rencana bisnis yang terstruktur. Perwakos memiliki peluang lebih besar untuk mengakses bantuan, kolaborasi, atau program penguatan usaha dari pihak eksternal seperti pemerintah daerah, program CSR perusahaan, maupun lembaga sosial lainnya. Dampak dari penerapan teknologi dan inovasi ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga sosial. Program ini menghasilkan peningkatan kapasitas individu, memperkuat kelembagaan komunitas, dan membuka peluang keberlanjutan ekonomi bagi komunitas Perwakos. Dengan fondasi yang sudah diletakkan dalam kegiatan ini, komunitas memiliki Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 kemampuan lebih baik untuk mengembangkan diri secara mandiri maupun berkolaborasi pada program lanjutan di masa mendatang. Simpulan Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berjudul AuModal Literasi. Menuju Mandiri: Program Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Perwakos di SurabayaAy telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas ekonomi dan kelembagaan komunitas Perwakos sebagai kelompok rentan yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pelatihan formal, pendampingan usaha, dan keterampilan pengelolaan Melalui tiga tahapan utamaAisosialisasi program, pelatihan literasi keuangan dan penyusunan rencana bisnis, serta pendampingan dan evaluasiAiprogram ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan komunal, sekaligus menghasilkan draft rencana bisnis komunitas yang dapat dijadikan pedoman dalam mengembangkan usaha kelompok. Modul literasi keuangan dan template rencana bisnis komunitas yang dikembangkan dalam program ini terbukti relevan dan efektif dalam menjawab kebutuhan aktual komunitas. Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mencatat arus kas, menyusun anggaran, dan merencanakan pengeluaran secara lebih Sementara itu, draft rencana bisnis yang dihasilkan mencerminkan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur usaha, potensi pasar, strategi operasional, dan proyeksi keuangan sederhana. Dampak program ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga sosial, terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengelola kegiatan ekonomi dan kontribusi mereka dalam penguatan kelembagaan komunitas. Program ini juga membuka ruang kemitraan jangka panjang antara UKDC dan Perwakos, yang berpotensi menghasilkan kegiatan lanjutan untuk memperkuat fondasi ekonomi komunitas dan meningkatkan taraf hidup anggotanya. Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat menjadi acuan bagi program lanjutan maupun pengembangan kebijakan pemberdayaan komunitas rentan. Pertama, diperlukan pendalaman dan perluasan pelatihan literasi keuangan agar seluruh anggota Perwakos, tidak hanya peserta inti. Modal Literasi Menuju Kemandirian: Sebuah Program Pemberdayaan bagi Komunitas Perwakos Kota Surabaya Robertus Adi nugroho. Thyophoida W. Panjaitan. Dita Natasya Handriyani Soeprapto. Novi Puspita Kihie Halimaking LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 mendapatkan manfaat yang merata. Pendekatan training of trainers (ToT) sangat direkomendasikan agar peserta inti dapat bertindak sebagai pelatih internal yang memperluas dampak program dengan biaya dan sumber daya minimal. Kedua, komunitas memerlukan pendampingan implementasi rencana bisnis secara lebih intensif untuk memastikan bahwa rencana usaha yang telah disusun dapat dijalankan secara nyata dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut dapat mencakup simulasi operasional usaha, perhitungan modal yang lebih rinci, penilaian risiko sederhana, hingga pengembangan strategi pemasaran berbasis konteks lokal. Ketiga, penguatan kelembagaan perlu dilakukan melalui penyusunan SOP keuangan komunitas, pembentukan struktur organisasi usaha, serta mekanisme monitoring keuangan yang dapat diterapkan secara berkala. Saran selanjutnya adalah perlunya kolaborasi dengan mitra eksternal, seperti dinas sosial, lembaga pendamping UMKM. CSR perusahaan lokal, maupun organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan komunitas rentan. Kolaborasi ini berpotensi membuka akses pendanaan bagi usaha komunitas, memperluas jejaring pemasaran, serta menyediakan dukungan jangka panjang yang tidak dapat ditanggung oleh komunitas secara mandiri. Terakhir, disarankan agar UKDC mempertahankan dan mengembangkan kemitraan strategis dengan Perwakos melalui program pengabdian berkelanjutan atau skema service learning mahasiswa, sehingga manfaat program tidak berhenti pada satu periode kegiatan tetapi terus berkembang seiring kebutuhan komunitas. Referensi