Jurnal Pendidikan Biologi Volume 7. Nomor 1. Maret 2024 . p-ISSN: 2623-0143, e-ISSN: 2657-2184 Open Access: https://ejournals. id/index. php/binomial PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI EKOSITEM *Bungawati 1 Institut Agama Islam Negeri Palopo, bungawati@iainpalopo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengerjakan soal berbasis literasi sains standar PISA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Madani Alauddin Makassar pada semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian 25 siswa kelas XI MIA 3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan instrumen soal yang terdiri dari sepuluh butir soal pilihan ganda pada tiga aspek literasi Data penelitian yang diperoleh kemudian dibahas secara deskriptif berdasarkan pencapaian masing-masing aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perolehan tes literasi sains siswa sebesar 56% berada pada kategori rendah, dengan rincian rata-rata hasil perolehan pada tiap aspek yakni aspek proses sains sebesar 32% berada pada kategori rendah, aspek konten sains sebesar 44,8% berada pada kategori sedang, dan aspek konteks sains sebesar 35% berada pada kategori sedang. Penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal yakni siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal, kemampuan siswa untuk memaknai bacaan masih rendah serta kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Kata kunci: ekosistem, konten sains, literasi sains Abstract This study aims to measure students' ability to work on PISA standard science literacy-based This study uses a quantitative approach using descriptive analysis. This research was conducted at Madrasah Aliyah Madani Alauddin Makassar in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The research subjects were 25 students of class XI MIA 3. Research data collection techniques used multiple choice questions as many as ten items on three aspects of scientific literacy. The results showed that 56% of students' science literacy test scores were in the low category, with details of the average results obtained in each aspect, namely the science process aspect of 32% was in the low category, the science content aspect of 44. 8% was in the medium category, and aspects of science context by 35% are in the medium category. The low ability of students to work on questions, namely students are in a hurry to solve problems, the ability to interpret reading is still low and the ability to critical thinking is still low. Keyword: ecosystem, science content, science literacy atau konsep sains merupakan mata rantai PENDAHULUAN Kualitas pendidikan di Indonesia tertinggal 128 tahun dari negara maju berhubungan dengan fisika, kimia, biologi (Okezone. Sejalan Proses kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kemampuan untuk memprediksi fenomena juga masih tertinggal jauh dari Malaysia ilmiah, memahami penyelidikan ilmiah yakni 20 tahun lamanya (Sindonews, serta penarikan kesimpulan berdasarkan Kemampuan berpikir tingkat tinggi Sedangkan konteks sains yaitu siswa akan berpengaruh besar terhadap keterampilan untuk mengidentifikasi sains kemampuan literasi sains (Angraini, 2. dalam kehidupan dan kesehatan, sains di Berdasarkan fakta dan perkembangansains, bumi dan lingkungan serta sains dan Pada abad 21 identik dengan (Dichev & Dicheva, 2. Anderson Perkembangan . mengemukakan istilah literasi sains semakin pesat memaksa manusia untuk berpikir dan bekerja lebih keras dalam pengetahuan, praktek dan nilai-nilai yang Meningkatkan pemikiran yang berhubungan dengan sains sewaktu siswa membutuhkan kemampuan berpikir kritis, belajar tentang ilmu pengetahuan. Literasi sains merupakan kemampuan pada banyak perkembangan dalam dunia sains (Nofiana, dimensi keilmuan diantaranya pengetahuan Svensson et al. , 2. Sejalan . eliputi: kosa kata, fakta-fakta maupun dengan perkembangan teknologi pada era konse. , keterampilan proses . revolusi industri 4. 0, keterampilan masa kini dapat dikembangkan melalui literasi . serta mengaitkannya dengan fakta- Literasi sains menurut PISA . pengetahuan alam (Turiman et al. , 2. (Wenning. Murti et al. , 2. Siswa yang meguasai sains akan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan memecahkan masalah sehingga mampu proses sains untuk berpartisipasi dalam bertahan hidup terhadap perubahan yang Pengetahuan 44 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Bungawati maupun keterampilan dimanapun ia berada mencakup fenomena alam, masalah yang (Zuriyani. Huryah et al. , 2. terjadi pada lingkungan serta bukti-bukti Salah satu masalah yang dihadapi ilmiah sehingga siswa dituntut agar mampu oleh siswa di Indonesia yang perlu menganalisis materi secara detail dan mendapatkan perhatian yakni kemampuan Materi ini dianggap cocok literasi sains. Masalah ini muncul dari untuk melatih kemampuan literasi sains berbagai sumber baik dari dalam diri siswa Memberikan evaluasi dapat menjadi meupun masalah dari lingkungan belajar langkah yang ditempuh oleh guru untuk siswa itu sendiri. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa dapat dipengaruhi oleh terhadap materi yang telah dipelajari. Kemampuan untuk membuat soal berbasis literasi sains merupakan langkah awal mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan untuk melatih kemampuan literasi sains implementasi literasi sains (Fuadi et al. siswa (Bungawati & Rahmadani, 2. , siswa tidak diberikan kesempataan Sebelum melaksanakan evaluasi tentu guru harus menyiapkan alat evaluasi yang kemampuan literasi sains (Angraini, 2014. berbasis literasi sains sesuai standar PISA. Sutrisna. Merujuk pemberian evaluasi yang berbasis literasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian sains dikarenakan guru kurang memahami karakteristik soal berbasis literasi sains kemampuan siswa dalam mengerjakan soal sesuai dengan standar PISA (Fraenkel et berbasis literasi sains standar PISA. Hal ini , 2. Sains masukan bagi pihak sekolah terutama bagi penemuan konsep atau prinsip melainkan guru agar dapat merancang pembelajaran proses penemuaan yang dilakukan oleh siswa melalui pengumpulan fakta-fakta kemampuan literasi sains pada siswa. Pembelajaran tidak sekedar tugas implementasi sikap ilmiah untuk mencapai keterampilan literasi sains (Yuliati, 2. Pada materi ekosistem terdapat materi yang METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif untuk menggali informasi yang sebenarnya terjadi tanpa adanya manipulasi atau rekayasa dengan 45 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Bungawati Tabel 1. Kriteria capaian literasi Informasi yang dimaksud pada penelitian ini yakni gambaran tentang kemampuan siswa dalam menjawab soal berbasis Interval nilai Keterangan Tinggi Sedang <33 Rendah (Sumber: Hasan et al. , 2. literasi sains standar PISA pada mata pelajaran biologi materi ekosistem. Subjek penelitian bersumber dari 25 siswa kelas XI MIA 3 yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan di MA Madani Alauddin Makassar pada semester gasal 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa instrumen soal pilihan ganda yang diadopsi dari (Dinata et al. , 2. sebanyak sepuluh butir soal pada tiga aspek literasi sains. Ketiga aspek tersebut yakni proses sains, konten sains dan konteks sains. Data Hasil kemampuan siswa dalam menjawab soal berbasis literasi sains disajikan pada Tabel Tabel 2. Hasil Tes Literasi Sains Siswa Interval <33 Persentase Kategori Tinggi Sedang Rendah Tabel 2. Menunjukkan bahwa nilai perolehan tes literasi sains siswa sebesar pencapaian masing-masing aspek. Skor perolehan tes literasi sains dihitung melalui Perolehan nilai tes literasi sains berkisar teknik persentase menggunakan rumus pada rata-rata dibawah 33 sehingga secara Purwanto . umum kemampuan literasi sains siswa ycI NP= ycIycA x 100% Keterangan: = Nilai persen yang diperoleh = Skor yang diperoleh = Skor maksimal = Bilangan tetap masih tergolong kategori rendah. Penyebab rendahnya nilai perolehan siswa yaitu siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal terlihat dari rata-rata durasi waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal kurang dari 30 menit, kemampuan membaca dan Selanjutnya hasil tes literasi sains yang diperoleh siswa diinterpretasikan sesuai dengan Tabel 1. 46 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Bungawati kemampuan untuk memaknai bacaan yang terdapat pada soal masih kurang, siswa cenderung tidak sabar untuk memecahkan masalah sehingga mengambil keputusan mengidentifikasi masalah yang terjadi. yang keliru. Senada dengan pernyataan Pada aspek ini siswa diharapkan memaknai yang menyatakan bahwa minat baca siswa bacaan yang terdapat pada soal sehingga yang masih rendah (Sutrisna, 2. mampu untuk menarik sebuah kesimpulan. Penyebab lainnya yakni siswa belum Senada dengan (Fadilah et al. , 2. yang memerlukan penalaran tinggi sehingga kemampuan siswa disebabkan kurangnya kemampuan dalam menjawab soal masih pemberdayaan siswa oleh guru dalam tergolong rendah mengingat pada saat mengaplikasikan proses mempelajari materi ekosistem berlangsung Kemampuan menarik sebuah kesimpulan secara daring karena pandemi covid-19. Kemampuan pembelajaran yakni guru harus aktif mengerjakan soal berbasis literasi sains mengajak siswa untuk menyimpulkan pada tiap aspek terlihat pada gambar 1. sebuah konsep pada setiap masalah yang Persentase disajikan (Ridho et al. , 2. Konten sains Pada menunjukkan rata-rata persentase sebesar 44,8% berada pada kategori sedang. Hal ini Proses Konten berarti bahwa siswa sudah mampu untuk Aspek perubahan-perubahan yang terjadi pada Gambar 1. Profil kemampuan literasi sains Dalam proses pembelajaran yang terjadi guru terpaku pada konsep-konsep Proses sains Pada aspek literasi sains yang yang dimuat pada buku ajar dengan keadaan terjadi sebenarnya, sehingga kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal yang kemampuan siswa untuk menjawab soal berkaitan dengan fenomena alam yang pada aspek ini menunjukan rata-rata terjadi belum optimal. Pembelajaran yang persentase sebesar 32% berada pada kategori rendah. Hal ini berarti bahwa melibatkan siswa secara langsung dan 47 | Jurnal Binomial Vol. No. 1, 2024: Bungawati nyata (Sammel, 2. Pengalaman siswa kemampuan siswa dalam menyelesaikan di kehidupan sehari-hari yang beragam soal berbasis literasi sains menjadikan terhadap perubahan ilmiah yang berbeda permasalahan dan fenomena yang terjadi pula (Irani et al. , 2. pada lingkungan alam sekitar (Nofiana & Konteks sains Julianto, 2. Pada menunjukkan rata-rata persentase sebesar KESIMPULAN 35% berada pada kategori sedang. Hal Kemampuan tersebut berarti bahwa kemampuan siswa mengerjakan soal berbasis literasi sains untuk melihat siklus perubahan yang terjadi standar PISA berada pada kategori rendah. pada bidang teknologi dan perkembangan Aspek konten sains memiliki persentase sains, pengetahuan untuk mengaplikasikan paling tinggi, selanjutnya konten sains dan sains masih perlu ditingkatkan. Siswa aspek proses sains memiliki persentase diharapkan mampu untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapatkan di kemampuan siswa dalam mengerjakan soal sehari-hari Adapun terburu-buru sehingga memiliki sikap tanggap dan menyelesaikan soal, kemampuan untuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar memaknai bacaan masih rendah serta (Dwisetiarezi & Fitria, 2. kemampuan untuk berpikir kritis masih Kemampuan mengerjakan soal berbasis literasi sains Peneliti berdasarkan ketiga aspek yang digunakan, peneliti selanjutnya untuk membahas upaya maka dapat kita lihat bahwa persentase tertinggi secara berturut-turut yakni aspek meningkatkan kemampuan literasi sains konten sains, aspek konteks sains dan aspek pada siswa. proses sains. Sejalan dengan (Irwan, 2020. Sari et al. , 2. yang menyatakan bahwa DAFTAR PUSTAKA