Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Peningkatan Kualitas Manajemen Keuangan UMKM Melalui Pelatihan Pencatatan Sederhana Di Desa Banyuresmi. Sukahening. Tasikmalaya Rika Mustika1. Tria Rizki Maisa2. Putri Nuer Asiah3. Fathiyyah Nurauliya Fitri4 1,2,3 Ekonomi syariah. STAI Idrisiyyah. Tasikmalaya. Indonesia Manajemen Pendidikan Islam. STAI Idrisiyyah. Tasikmalaya. Indonesia Email Korespondensi: rikamstka883@gmail. ABSTRAK Laporan keuangan sederhana digunakan untuk memudahkan para pelaku UMKM dalam mengelola Hal ini merupakan strategi yang digunakan sebagai upaya mewujudkan kerapian pengelolaan usaha dengan menerapkan sistem pencatatan keuangan. Informasi keuangan memiliki pengaruh yang begitu penting demi mencapai kesuksesan usaha, bahkan bagi pengusaha kecil dan menengah. Para pelaku usaha banyak yang belum memiliki literasi mengenai pengelolaan keuangan dan banyak pula diantara masyarakat pelaku usaha yang belum cukup memahami pentingnya mengatur modal dan pendapatan dengal baik. Khususnya yang terjadi di Desa Banyuresmi. Kecamatan Sukahening. Pelaku UMKM masih banyak yang belum mengetahui bagaimana sistem pencatatan keuangan sederhana untuk memaksimalkan keuntungan dalam usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan pemanfaatan pengelolaan keuangan kepada UMKM sehingga dapat mendukung kemajuan UMKM khususnya dalam hal Sekaligus sebagai upaya mencerdaskan masyarakat pelaku UMKM di Desa Banyuresmi. Metode pelaksanaan kegiatan KKM ini yaitu dengan mengadakan pelatihan secara langsung dengan mengundang 25 masyarakat pelaku UMKM di Desa Banyuresmi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari berbagai literatur, seperti jurnal/artikel dan halaman. (Tafsir dkk. , 2. Kata Kunci: Laporan Keuangan. Pembukuan Sederhana. UMKM ABSTRACT Simple financial statements are used to make it easier for MSME actors to manage their businesses. This is a strategy used as an effort to realize neat business management by implementing a financial recording Financial information has such an important influence in order to achieve business success, even for small and medium entrepreneurs. Many business actors do not have literacy about financial management and there are also many business actors who do not fully understand the importance of managing capital and income properly. Especially what happened in Banyuresmi Village. Sukahening District. Many MSME actors still do not know how to make a simple financial recording system to maximize profits in their business. The purpose of this study is to introduce the use of financial management to MSMEs so that they can support the progress of MSMEs, especially in terms of finance. At the same time, it is an effort to educate the community of MSME actors in Banyuresmi Village. The method of implementing this KKM activity is by holding training directly by inviting 25 MSME actors in Banyuresmi Village. The research method used in this study is a qualitative method using a descriptive approach by utilizing secondary data from various literature, such as journals/articles and pages. (Tafsir et al. , 2. Keywords: Financial Statements. Simple Bookkeeping. MSMEs Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Kuliah Khidmah Mahasantri (KKM) intrakurikuler yang merupakan program akhir Mahasantri STAI sebelum menyelesaikan studinya dengan strategi pemberian pengalaman kerja dan belajar mahasiswa dalam proyek pemberdayaan Alhasil. Kuliah Kerja Nyata (KKM) menjadi contoh nyata KKM Mahasantri berpartisipasi dalam proyek pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pengalaman ilmiah di bidang pembukuan dan ekonomi, serta bimbingan keterampilan pemecahan masalah dan penanganan masalah, pemberdayaan dan pengembangan UMKM masyarakat, yang terletak di daerah Kecamatan Sukahening Desa Banyuresmi. Kegiatan ini bertujuan untuk: Menerapkan ilmu pengetahuan: Mahasiswa diajak untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku Pengabdian Mahasiswa berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, baik itu masalah Pengembangan diri: Melalui KKM, mahasiswa dapat mengembangkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Vol. 9 No. Mei 2025 dikelola oleh individu atau kelompok kecil, dan memiliki skala yang lebih UMKM di Desa Banyuresmi, seringkali menghadapi kendala dalam Kurangnya keuangan yang sistematis menyebabkan profitabilitas usaha, mengelola arus kas, dan membuat keputusan bisnis yang Pelatihan pencatatan sederhana diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terdapat banyak UMKM di Desa Banyuresmi, yang terletak di kecamatan Sukahening, sehingga peneliti tertarik untuk melihat bagaimana masyarakat UMKM mengelola usahanya dari segi pencatatan keuangannya. Menurut observasi, banyak pelaku usaha bergerak di bidang perdagangan dan beberapa di bidang pertanian, tetapi dalam penelitian ini peneliti akan lebih fokus pada bidang perdagangan, khususnya di bidang UMKM diantaranya usaha produksi kelontong. Saroja, sistik/kue bawang, pertanian jamur dan toko kolontong. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting Indonesia, termasuk di wilayah Desa Banyuresmi. Sukahening. Tasikmalaya. UMKM tidak hanya berperan dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Usaha-usaha ini biasanya dimiliki dan Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas manajemen keuangan UMKM di Desa Banyuresmi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pelatihan ini bertujuan untuk keterampilan dasar kepada pelaku UMKM dalam mencatat transaksi keuangan, menyusun laporan keuangan sederhana, dan menganalisis kinerja keuangan usaha. Dengan demikian, diharapkan pelaku UMKM dapat mengelola keuangan usahanya secara lebih baik dan meningkatkan daya saing usaha mereka Keuntungan yang diperoleh UMKM dari pencatatan keuangan adalah kemampuan untuk mengidentifikasi tingkat keuangan perusahaan. Dalam beberapa kasus. UMKM belum mengakui keuntungan riil dari penjualan Para pelaku UMKM biasanya hanya perlu mengetahui jumlah produk dan volume penjualan yang akan mereka dapatkan. Namun seiring berjalannya waktu, tentunya mereka menyadari bahwa usahanya merugi karena pengeluaran lebih besar dari Dengan catatan keuangan yang baik. UMKM sebenarnya dapat mengidentifikasikan naik turunnya pengeluaran lebih cepat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk untuk memenuhi kegiatan akhir perkuliahan, dan pelatihan ini merupakan kegiatan akhir dari KKM yang di tujukan kepada pelaku UMKM di Desa Banyuresmi dengan tujuan agar dapat memberikan masyarakat dapat memahami pentingnya pencatatan keuangan bagi usaha yang Berdasarkan masalah tersebut, maka program kerja KKM yang ditetapkan AuPeningkatan Kualitas Manajemen Keuangan UMKM Melalui Pelatihan Pencatatan Sederhana di Desa Banyuresmi. Sukahening. TasikmalayaAy Tujuan Meningkatkan kesadaran pelaku UMKM pencatatan keuangan Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mencatat Membantu UMKM sederhana untuk mengetahui kondisi keuangan usaha. Meningkatkan kemampuan pelaku UMKM keputusan bisnis berdasarkan data Pendahuluan berisikan . ecara beruru. latar belakang, kajian pustaka terdahulu . tate of the ar. sebagai dasar pernyataan kebaruan ilmiah dari artikel, pernyataan kebaruan ilmiah, dan permasalahan pengabdian atau Di bagian akhir pendahuluan harus dituliskan tujuan kajian artikel Di dalam format artikel ilmiah tidak diperkenankan adanya tinjauan pustaka sebagaimana di laporan pengabdian, tetapi diwujudkan dalam bentuk kajian literature terdahulu . tate of the ar. untuk menunjukkan kebaruan ilmiah artikel tersebut. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sebagian besar masih menggunakan metode pencatatan manual yang tidak terorganisir, seperti mencatat transaksi dalam buku tulis atau bahkan hanya mengingat-ingat aliran kas secara lisan. Hal ini menyebabkan banyak pelaku UMKM kesulitan untuk mengetahui posisi keuangan usaha mereka secara akurat, dan lebih buruk lagi, banyak yang tidak dapat menghitung laba atau kerugian dengan benar. Selain itu, keuangan ini juga berdampak pada keputusan-keputusan usaha yang tidak optimal, seperti pengeluaran yang tidak terkontrol dan pengelolaan stok yang tidak efisien. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan mengenai pencatatan keuangan yang sederhana dan mudah dipahami oleh para pelaku UMKM di desa ini. Dalam hal ini kegiatan pengabdian masyarakat memliki tujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen keuangan UMKM di Desa Banyuresmi. Sukahening. Tasikmalaya, melalui workshop edukasi pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi para pelaku UMKM setempat. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu mereka dalam mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih terstruktur dan Pelatihan pencatatan keuangan sederhana dimulai dengan memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya kelangsungan usaha. Para pelaku UMKM diberi penjelasan mengenai cara menghitung harga pokok produksi, cara mencari profit perbulannya, serta bagaimana pencatatan yang baik dapat membantu mereka dalam merencanakan dan mengevaluasi keuangan usaha. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas manajemen keuangan UMKM di Desa Banyuresmi pelatihan langsung. Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM yang dipilih berdasarkan jenis usaha mereka, pembuatan makanan ringan, dan Pelatihan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Banyuresmi yang mudah diakses oleh peserta dan dilengkapi dengan sarana pendukung, seperti proyektor dan alat tulis. Materi konsep dasar manajemen keuangan, seperti pengelolaan arus kas, laba rugi, dan pemisahan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Selain itu, peserta juga sederhana menggunakan buku kas harian, tabel manual, serta pengenalan aplikasi pencatatan berbasis digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Banyuresmi yang terletak di Kecamatan Sukahening. Tasikmalaya, merupakan salah satu desa dengan mayoritas masyarakat yang bekerja di sektor UMKM, seperti usaha makanan ringan, kerajinan tangan, perdagangan, dan pertanian. Namun, sebagian besar UMKM di desa ini belum memiliki sistem manajemen keuangan yang Berdasarkan pengamatan awal dan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM, kami menemukan bahwa para pelaku UMKM masih kesulitan dalam Beberapa UMKM tidak mencatatkan pengelolaan dana usahanya sesuai dengan kaidah akuntansi, sehingga sering terjadi pencampuran hasil usaha dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Meskipun demikian, kami memberikan pendampingan dan tutorial agar mereka dapat lebih mudah mengakses dan memanfaatkan aplikasi Pelatihan mengenalkan pentingnya pencatatan keuangan bagi kelangsungan usaha UMKM. Para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar manajemen keuangan, seperti aliran kas, pendapatan, biaya, dan laba. Kemudian, pencatatan yang sederhana dan mudah diikuti, berupa buku kas harian dan catatan penerimaan serta pengeluaran yang terstruktur. Peserta diajarkan cara mencatat setiap transaksi keuangan secara sistematis, mulai dari mencatat mencatat stok barang. Pelatihan juga dilengkapi dengan contoh kasus nyata yang dihadapi UMKM di desa, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan pencatatan keuangan tersebut. Pelaku UMKM diperkenalkan dengan prinsip dasar pencatatan keuangan sederhana, seperti pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan anggaran, serta pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Kami menekankan bahwa pencatatan yang baik merupakan langkah awal yang penting untuk mengelola keuangan usaha dengan lebih efektif. Setelah pemahaman dasar tentang keuangan, kami melanjutkan dengan pelatihan pencatatan transaksi keuangan seharihari yang sederhana namun efektif. Peserta diajarkan cara mencatat transaksi pendapatan dan pengeluaran dalam format yang mudah dipahami, menggunakan buku kas harian dan tabel Buku kas harian ini mencatat setiap transaksi yang terjadi, baik berupa . iaya operasiona. Selain pencatatan manual, kami juga memperkenalkan beberapa aplikasi keuangan sederhana yang dapat membantu pelaku UMKM dalam mencatat dan memantau keuangan mereka secara digital. Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan, meskipun sebagian besar pelaku UMKM masih awam dengan teknologi KESIMPULAN Bagian simpulan jawaban atas hipotesis, tujuan pengabdian dan temuan pengabdian serta saran terkait ide lebih lanjut dari pengabdian. Simpulan disajikan dalam bentuk REFERENSI