Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9. No. Mei 2024, hal. ISSN 2528-3901, eISSN 2657-0335 https://ejournal. com/index. php/nabla LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) STATISTIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING Angel Santri1. Malalina2. Rika Firma Yenni3 1,2,3 Universitas Tamansiswa Palembang *email: malalina@unitaspalembang. Abstract: This study discusses Student Worksheets (LKPD) on statistics material based on Problem Solving. The aim is to produce the process and results of developing Problem Solvingbased LKPD on statistical material, as well as to determine students' responses to the attractiveness of the LKPD that has been developed. This writing was carried out as a starting point for Research and Development (R & D) research or what is usually called development research, which will be carried out in class Vi of SMP Bina Tama Palembang. Development research was carried out using 4-D research procedures (Define. Design. Development and Disseminat. The results of this study will be developed in subsequent research and it is hoped that they can be realized in other studies, and can become a tool for educators and students in the learning process at school. Keywords: LKPD. Statistics. Problem Solving Abstrak: Kajian ini membahas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) materi statistika berbasis Problem Solving. Tujuannya adalah untuk menghasilkan proses dan hasil pengembangan LKPD berbasis Problem Solving pada materi statistika, serta untuk mengetahui respon peserta didik terhadap kemenarikan LKPD yang telah dikembangkan. Penulisan ini dilakukan sebagai titik awal penelitian Research and Development (R & D) atau yang biasa disebut dengan penelitian pengembangan, yang akan dilaksanakan di kelas Vi SMP Bina Tama Palembang. Penelitian pengembangan yang dilakukan menggunakan prosedur penelitian 4-D (Define. Design. Development, dan Disseminat. Hasil kajian ini akan dikembangkan dalam penelitian berikutnya dan diharapkan dapat direalisasikan pada penelitian-penelitian lain, serta dapat menjadi salah satu sarana bagi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran di Kata Kunci: LKPD. Statistika. Problem Solving PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya manusia (BSNP, 2. Mengingat pentingnya matematika dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari membuat matematika menjadi objek vital yang harus ada dalam sistem Pendidikan di seluruh dunia. Isnaini . menyatakan bahwa Angel Santri. Malalina. Rika Firma Yenni / Nabla Dewantara 9 . 14-20 matematika adalah salah satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum di sekolah, yang nantinya akan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat hal tersebut sangatlah penting untuk mempelajari, memahami dan menguasai ilmu matematika serta menggunakannya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Menurut Branca (Sumartini, 2. kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki oleh setiap siswa karena: . pemecahan masalah merupakan tujuan umum pengajar matematika. pemecahan masalah yang meliputi metode, prosedur, dan strategi merupakan proses inti dan utama dalam kurikulum matematika. pemecahan masalah merupakan dasar dalam belajar matematika. Selain itu kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam matematika, bukan saja bagi mereka yang dikemudian hari akan mendalami atau mempelajari matematika, melainkan juga bagi mereka yang akan menerapkannya dalam bidang studi lain dan dalam kehidupan sehari-hari. Statistika dapat digunakan untuk menguraikan dan memprediksi fenomena dengan menggunakan data hasil dari suatu pengukuran yang telah dilakukan (Yusuf, 2. Salah satu kegunaan statistika dalam hal memprediksi adalah pada saat diadakannya pemilihan umum. Pada pemilihan umum, kita bisa memprediksi siapa yang nantinya unggul ketika pemungutan Prediksi tersebut muncul berdasarkan data-data hasil survei yang telah dilakukan. Hasil survei biasanya disajikan dalam bentuk grafik atau bagan statistik. Untuk mengetahui hasil dari survei tersebut, maka kita harus bisa membaca dan memahami data yang disajikan, sehingga kita dapat memberikan kesimpulan dan mengambil suatu keputusan. Oleh sebab itu, untuk membaca dan memahami hasil survei dibutuhkan kemampuan berfikir statistik (Abdullah & Surhatini, 2. Tetapi prediksi yang ada dalam statistika tidak selalu benar, namun masyarakat akan memahami arti dari sebuah data. Pada dasarnya kemampuan berfikir statistik merupakan pengambilan keputusan yang menggabungkan pemahaman tentang variasi ke dalam pengambilan keputusan (Paulk & Hyder. Dalam pengambilan suatu keputusan tidak dilakukan dengan cara asal memutuskan, akan tetapi terlebih dahulu memperhatikan variasinya dan berusaha meminimalkan variasi tersebut dalam pengambilan keputusan. Pemilihan metode dalam suatu proses pembelajaran sangat penting, karena ketika pemilihan metode pembelajaran itu tepat dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan, maka akan memudahkan guru untuk menyampaikan materi Banyak sekali jenis metode pembelajaran yang bisa digunakan oleh seorang guru untuk melaksanakan proses pembelajaran. Salah satunya adalah metode pembelajaran Problem Solving. Problem Solving adalah suatu metode pembelajaran yang memfokuskan siswa melalui kerja kelompok . sehingga diperoleh suatu kesimpulan (Supriadie & Darmawan, 2. Pemilihan metode tertentu dapat mempengaruhi jenis media yang akan digunakan dan salah satu media yang dapat digunakan dalam metode Problem Solving adalah LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. LKPD atau yang sering disebut dengan LKS (Lembar Kerja Sisw. merupakan lembaran-lembaran yang berisi masalah yang harus diselesaikan oleh siswa (Majid, 2. Hal ini sejalan dengan metode pembelajaran Problem Solving dimana pada proses pembelajaran memfokuskan pada permasalahan. Dalam penyajiannya LKPD berbasis Problem Solving yang akan dikembangkan bisa membuat peserta didik lebih mudah dalam memahami konsep dari Sehingga, dengan adanya pengembangan LKPD berbasis Problem Solving dapat Angel Santri. Malalina. Rika Firma Yenni / Nabla Dewantara 9 . 14-20 mempermudah peserta didik dalam memahami dan mempelajari bagaimana konsep materi Jadi penulisan kajian ini bertujuan untuk menghasilkan proses dan hasil pengembangan LKPD berbasis Problem Solving pada materi statistika, serta untuk mengetahui respon peserta didik terhadap kemenarikan LKPD yang telah dikembangkan. METODE Penulisan artikel ini dilaksanakan sebagai titik awal penelitian Research and Development (R & D) atau yang biasa disebut dengan penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D) (Pea dkk, 2. Terdapat tiga komponen utama yaitu . model dari pengembangan. prosedur pengembangan. uji coba produk. Model pengembangan ini terdiri dari empat tahap (Arumningtyas, 2. yaitu, tahap pendefenisian . , tahap perancangan . , tahap pengembangan . , dan tahap penyebaran . Penggunaan model ini dikarenakan memiliki tahapan-tahapan yang mampu memberikan arahan dan bersifat detail sehingga dapat memberikan informasi yang jelas terhadap media yang akan dikembangkan. Pada penelitian ini nantinya. LKPD yang dikembangkan kemudian diuji kelayakannya oleh ahli media dan ahli materi serta uji coba kelompok kecil sekitar 10 orang peserta didik untuk mengetahui respon setelah LKPD yang dikembangkan digunakan dalam proses pembelajaran. Setelah itu baru dilakukan penelitian dalam kelompok besar di sekolah. Penelitian ini akan dilaksanakan pada siswa kelas Vi di SMP Bina Tama Kota Palembang. Sumatera Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada kajian ini. LKPD yang dikembangkan menggunakan metode pembelajaran Problem Solving, yang memfokuskan siswa melalui kerja kelompok . sehingga diperoleh suatu LKPD merupakan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik baik berupa soal maupun kerja (Syamsu, 2. LKPD ini memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam melakukan proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan seharihari pada materi statistika. LKPD ini dikemas dengan menarik menggunakan variasi warna, beberapa gambar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari serta bahasa yang mudah dipahami. LKPD disusun secara sistematik berdasarkan tahapan metode pembelajaran Problem Solving. Tahap Pendefenisian (Defin. merupakan tahap awal dalam pengembangan LKPD yang bertujuan untuk menetapkan dan mendefenisikan syarat kebutuhan pembelajaran dengan menganalisis tujuan dan batasan materi. Tahap ini terdiri dari lima tahapan analisis yang dilakukan, yaitu analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan pembelajaran. Tahap Perancangan (Desig. bertujuan untuk menghasilkan rancangan awal pada LKPD yang dikembangkan menggunakan metode pembelajaran Problem Solving yang menarik melalui variasi-variasi yang diberikan. Pembuatan LKPD menggunakan aplikasi Canva seperti Angel Santri. Malalina. Rika Firma Yenni / Nabla Dewantara 9 . 14-20 Gambar 1 Halaman Sampul Gambar 2 Halaman Petunjuk Kerja Gambar 3 Halaman Analisis Data Gambar 4 Halaman Pembahasan Angel Santri. Malalina. Rika Firma Yenni / Nabla Dewantara 9 . 14-20 Gambar 5 Halaman Menentukan Mean Gambar 6 Halaman Soal Gambar 6 Halaman Menentukan Median & Modus Setelah dilakukan Tahap Perancangan (Desig. maka langkah selanjutnya adalah ke Tahap Pengembangan (Developmen. yang bertujuan untuk menghasilkan LKPD yang telah direvisi berdasarkan masukan para ahli/pakar pada LKPD yang sudah dikembangkan. Tahap ini mencakup validasi ahli dan uji coba pengembangan. Sugiyono . menyatakan bahwa validasi produk dapat dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang baru dirancang. Setelah melalui proses validasi dan revisi oleh para pakar/ahli maka LKPD tersebut layak digunakan sebagai bahan ajar. Selanjutnya akan dilakukan uji coba pada kelompok kecil yang berjumlah 10 orang peserta Dalam hal ini peserta didik diminta melakukan penilaian terhadap LKPD yang telah dikembangkan menggunakan angket yang telah disediakan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan respon peserta didik, maka LKPD yang telah dikembangkan memenuhi Angel Santri. Malalina. Rika Firma Yenni / Nabla Dewantara 9 . 14-20 syarat kevalidan untuk sebuah media pembelajaran, dan setelahnya bisa dilanjutkan ke Tahap Penyebaran (Disseminat. Tahap akhir dari pengembangan LKPD ini adalah Tahap Penyebaran (Disseminat. , yaitu penyebarluasan produk LKPD yang telah dikembangkan. Produk sudah bisa dikatakan mencapai tahap akhir ketika pada Tahap Pengembangan (Developmen. menghasilkan produk yang mendapat penilaian positif dari para pakar/ahli. Setelah terbukti layak untuk digunakan, maka produk siap untuk digunakan secara luas. Tujuan utama tahap ini adalah untuk menyebarluaskan produk penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan. Menurut Nasrulloh M. , dkk . dan Saraswati. , dkk . menyatakan bahwa hasil validasi yang menyatakan valid dapat disimpulkan LKPD dapat disebarluaskan untuk dipergunakan dalam pembelajaran. selain itu SIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa LKPD yang telah dikembangkan pada materi statistika, dapat membantu siswa dalam memahami materi statistika. Hasil kajian ini akan dikembangkan dalam penelitian berikutnya dan diharapkan dapat direalisasikan pada penelitian-penelitian lain, serta dapat menjadi salah satu sarana bagi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran di UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah dan seluruh guru di SMP Bina Tama Kota Palembang. Tanpa dukungan, bimbingan, dan kerjasama yang luar biasa penelitian ini tidak akan mungkin terjadi. DAFTAR PUSTAKA