Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI PERIODE 2013-2015 Susanti 1Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Jl. ZA Pagar Alam No. 93 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142 susanti@darmajaya. ABSTRACT Intellectual capital is the result of three main elements of an organization . uman capital, structural capital, and customer capita. as science and technology manifestation which can provide more positive value for companies in the form of competitive advantages of the The objective of this study was empirically to demonstrate the effect of the intellectual capital on the banking value. Independent variables in this study were the intellectual capital and a dependent variable was the banking value which provided by Tobin's Q. PBV and PER. Population of this study was the 43 banks banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013 to 2015. Sample collecting method used in this study was a purposive sampling method. Data analysis technique used in this study was PLS (Partial Least Squar. The result of this study showed that the intellectual capital had no significant effect on banking value. Keywords: Intellectual Capital. Banking Value, and PLS. ABSTRAK Intellectual capital terdiri dari tiga elemen utama organisasi . uman capital, structural capital, customer capita. yang berkaitan dengan perusahaan berupa keunggulan yang kompetitif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh Intellectual Capital terhadap Nilai Perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Intellectual Capital dan variabel dependen adalah Nilai Perusahaan yang diproksikan dengan TobinAos Q. PBV dan PER. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 yang berjumlah 43 perusahaan. Penentuan sampel digunakan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan PLS (Partial Least Squar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Intellectual Capital. Nilai Perusahaan, dan PLS. PENDAHULUAN Setiap perusahaan memiliki aktiva untuk kegiatan operasi, pembiayaan maupun Tanpa kegiatan-kegiatannya. Pada dasarnya, aktiva atau aset merupakan sumber daya atau Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan memiliki manfaat ekonomisnya. kemampuan berinovasi dan berkreasi. Aset sendiri terbagi menjadi tiga yaitu aset lancar . urrent asset. , aset tetap . ixed asset. , dan aset tidak berwujud . ntangible Pengukuran yang tepat intellectual capital perusahaan belum bisa Sehingga Pulic . Intellectual capital sebagai aset tidak Ulum Sebagian peneliti misalnya (Bukh, intellectual capital perusahaan, tetapi Pulic 2. dalam ulum . menyebut bahwa mengajukan suatu ukuran untuk menilai Intellectual capital dan aset tidak berwujud efisiensi dari nilai tambah sebagai hasil dari kemampuan intelektual perusahaan (Value Sementara peneliti lainnya Added Intellectual Coefficients Ae VAICTM). (Edvinsson dan Malone, 1997. Boekestein. Physical capital (VACA - Value Added 2. menyatakan bahwa Intellectual capital Capital Employe. , human capital (VAHU Ae adalah bagian dari aset tidak berwujud Value Added Human Capita. , dan Structural . ntangible Capital (STVA Ae Structural Capital Value merupakan bagian dari pengetahuan yang Adde. merupakan komponen utama dari mampu memberikan kontribusi dan dapat VAICTM, (Ulum, 2. Intellectual memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Didalam Suwarjuwono dan Kadir . mengartikan Intellectual capital sebagai jumlah dari apa yang dihasilkan oleh tiga elemen utama organisasi . uman capital, structural capital, customer capita. yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan Intellectual capital tidak hanya seperti kemampuan dan keterampilan dari para Intellectual capital dapat digunakan sebagai salah satu faktor untuk menentukan nilai Intellectual perusahaan yang dapat menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. Intellectual capital diyakini dapat berperan penting dalam peningkatan nilai perusahaan maupun kinerja Perusahaan memanfaatkan modal intelektualnya secara efisien, maka nilai pasarnya akan meningkat. Suatu perusahaan mempunyai nilai yang baik apabila kinerja perusahaan juga baik. Nilai perusahaan dapat tercermin dari harga sahamnya, jika nilai saham tinggi bisa Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 Ihyaul Ulum (Gapensi, 1996 dalam Sunarsih dan Mendra. Nilai perusahaan dapat memberikan pengungkapan informasi Intellectual capital dalam laporan tahunan. Hasil penelitian maksimum apabila harga saham perusahaan Semakin tinggi harga saham, komponen-komponen maka makin tinggi kemakmuran pemegang didalam laporan tahunan relatif tinggi. Nilai perusahaan dalam penelitian ini Fransiskus Randa dan S. Ariyanto Solon diukur menggunakan tiga rasio yaitu. TobinAos . Q, karena rasio ini lebih teliti tentang pengaruh modal intellectual capital terhadap seberapa efektif manajemen memanfaatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian yang sumber-sumber Price Book Value (PBV), karena menggambarkan besarnya premi yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil diberikan pasar atas modal intelektual yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi rasio ini dilakukan oleh Rendy Cahyo Hadiwijaya, menunjukkan bahwa pasar semakin percaya akan prospek perusahaan tersebut. Price Earning Ratio (PER), dikarenakan ingin Kajian Teori Signalling Theory menunjukkan besarnya harga yang harus dibayarkan oleh investor untuk aliran earning yang akan diperoleh. Ketiga rasio ini digunakan sebagai pengukur nilai tambah Dalam menggunakan sub sektor perbankan. Sub sektor perbankan dipilih karena menurut Firer dan William dalam Ulum adalah salah satu sektor yang paling intensif IC-nya. Selain itu, dari aspek intelektual, secara keseluruhan karyawan di sektor perbankan lebih homogen dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya (Kubo dan Saka, 2002: 265 dalam Ulum, 2. Khlifi dan Bouri . menyebutkan bahwa signaling theory dikemukakan oleh Spence . Ross kemudian diadopsi oleh Leland dan Pyle . ke dalam penelitian pasar perdana. Wahyu Widardo. Pada penawaran umum saham perdana terdapat asimetri informasi antara pemilik lama dengan investor potensial mengenai prospek perusahaan di masa depan (Hartono, 2006 dalam Wahyu Widardo, 2. Signaling theory mengindikasikan bahwa perusahaan akan berusaha untuk menunjukkan sinyal berupa informasi positif kepada investor Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 laporan keuangan (Miller dan Whiting 2005. Resource Based Theory Wahyu Widardo, 2. Leland dan Pyle Wernerfelt . dalam Wahyu Widardo, . menurut pandangan Resource-Based Theory menyatakan bahwa sinyal adalah tindakan perusahaan akan unggul dalam persaingan yang dilakukan oleh pemilik lama dalam usaha dan mendapatkan kinerja keuangan yang baik dengan cara memiliki, menguasai dimilikinya kepada investor. Pemilik lama dan memanfaatkan aset-aset strategis yang memiliki motivasi untuk mengungkapkan penting . set berwujud dan tak berwuju. informasi privat secara sukarela karena Belkaoui . dalam Wahyu Widardo mereka berharap informasi tersebut dapat . menyatakan strategi yang potensial . mengenai kinerja perusahaan dan mampu adalah dengan menyatukan aset berwujud mengurangi asimetri informasi. dan aset tak berwujud. Resource-Based Williams . dan Miller dan Whiting . dalam Wahyu Widardo, . menyatakan bahwa pengungkapan memungkinkan investor dan stakeholder lainnya untuk lebih baik dalam menilai Theory berkembang dalam teori manajemen strategik dan keunggulan kompetitif perusahaan yang meyakini bahwa perusahaan akan mencapai keunggulan apabila memiliki sumber daya yang unggul (Solikhah et al. kemampuan perusahaan di masa depan. Pulic . dalam Wahyu Widardo melakukan penilaian yang tepat terhadap . berpendapat bahwa tujuan utama perusahaan, dan mengurangi persepsi risiko perekonomian yang berbasis pengetahuan adalah menciptakan nilai tambah. Untuk intellectual capital pada laporan keuangan dapat menciptakan nilai tambah tersebut, mereka dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi investor, serta meningkatkan nilai mengenai modal fisik yang berupa dana-dana perusahaan (Miller dan Whiting 2005 dalam keuangan dan potensi intelektual yang Wahyu Widardo, 2. Sinyal positif dari direpresentasikan oleh karyawan dengan organisasi diharapkan akan mendapatkan segala potensi dan kemapuan yang melekat respon positif dari pasar, hal tersebut dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi Resource-Based Theory dapat disimpulkan perusahaan serta memberikan nilai yang bahwa sumber daya yang dimiliki perusahaan lebih tinggi bagi perusahaan. berpengaruh terhadap kinerja perusahaan Perusahaan Informatics and Business Institute Darmajaya Berdasarkan Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai yang bersedia di bayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan dapat memberikan Nilai Perusahaan kemakmuran pemegang saham apabila harga Tujuan jangka panjang perusahaan Semakin adalah memaksimumkan nilai perusahaan tinggi harga saham, maka semakin tinggi sekaligus untuk pertumbuhan perusahaan dalam menghadapi tantangan tantangan dan Sehingga jika nilai perusahaan tinggi maka pesaing yang ada. Pertumbuhan perusahaan kemakmuran pemilik pun akan tinggi, karena bukan hanya sekedar mampu bertahan namun nilai perusahaan yang tinggi menggambarkan mampu mengembangkan berbagai aset dan harga saham yang tinggi dan optimalnya kinerja perusahaan. Nilai dari perusahaan sehingga nilai perusahaan bisa meningkat. tidak hanya bergantung pada kemampuan Sehingga apabila suatu perusahaan dianggap memiliki nilai maka perusahaan itu berharga bergantung pada karakteristik operasional atau dalam artian memiliki prospek masa dan keuangan dari perusahaan. Sehingga Optimalisasi nilai perusahaan yang nilai perusahaan menggambarkan seberapa merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai baik atau buruk manajemen mengelola kekayaannya, hal ini bisa dilihat dari keuangan, dimana satu keputusan keuangan pengukuran kinerja keuangan yang diperoleh. yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai Intelectual Capital perusahaan (Fama dan French, 1998 dalam Restuti dan Sudibya, 2. capital seringkali dimaknai secara berbeda. Suatu perusahaan akan berusaha untuk memaksimalkan nilai perusahaannya yang tercermin dari harga pasar sahamnya. Semakin Hingga saat ini definisi intellectual menggambarkan semakin sejahtera Menurut Suad . dalam Restuti dan Sudibya . yang dimaksud dengan nilai perusahaan merupakan harga Sebagai sebuah konsep intellectual capital merujuk pada modal-modal non fisik atau modal tidak berwujud . ntangible asse. atau tidak kasat mata . yang terkait manusia serta teknologi yang digunakan. Pada PSAK No. dinyatakan bahwa berdasarkan eksistensinya aktiva tak berwujud dikelompokkan dalam dua kategori yaitu aktiva tidak berwujud yang Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 eksistensinya dibatasi oleh ketentuan tertentu, perusahaan di masa yang akan datang. misalnya hak paten, hak cipta, hak sewa. Pramestiningrum . dalam Restuti dan franchise yang terbatas, lisensi dan aktiva Sudibya . mendefinisikan sebagai tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas dan tidak dapat dipastikan masa berwujud yang merupakan sumber daya berakhirnya, seperti merk dagang, proses dan formula rahasia, perpetual franchise dan mempengaruhi kinerja suatu perusahaan goodwill (IAI, 2. Sedangkan edisi revisi baik dalam pembuatan keputusan untuk IAI . , definisi seperti dijelaskan pada saat ini maupun manfaat dimasa depan. paragraf diatas yaitu aktiva tidak berwujud Dan adalah aktiva non moneter yang tidak mendefinisikan intellectual capital sebagai memiliki bentuk yang digunakan untuk jumlah dari apa yang dihasilkan oleh tiga mendukung operasi perusahaan dimana aktiva elemen utama organisasi . uman capital, structural capital, customer capita. yang Sawarjuwono Kadir Yang didalamnya mengandung teknologi yang dapat memberikan nilai penjelasan bahwa aktiva atau sumber daya lebih bagi perusahaan berupa keunggulan tidak berwujud disebutkan seperti ilmu bersaing organisasi. Dari definisi tersebut pengetahuan dan teknologi, desain dan peneliti mendefinisikan intellectual capital implementasi sistem atau proses baru, lisensi, merupakan nilai dari tiga elemen utama . keteridentifikasian, pengendalian dan manfaat . uman mengenai psar dan merek dagang . ermasuk capital, customer capita. yang dapat merek produk atau brandname. memberikan manfaat lebih dimasa yang Menurut Bontis . Sudibya Restuti akan datang. Beberapa (Stewart, intelektual adalah seperangkat aset tidak Sveiby, 1997. Saint-Onge, 1996. Bontis 200 dalam Sawarjuwono dan Kadir, 2. intelektual yang terdiri Human Capital. Sedangkan Mouritsen Restuti Structural elemen-elemen Capital Relational Organizational Capital Sudibya . modal intelektual adalah Customer Capita. suatu proses pengelolaan teknologi yang intellectual capital dibagi menjadi tiga, yaitu mengkhususkan untuk menghitung prospek Human Capital yang mencakup pengetahuan Informatics and Business Institute Darmajaya Jadi, secara umum Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 dan keterampilan pegawai, sructural capital H1: Intellectual Capital berpengaruh yang mencakup teknologi dan infrastruktur signifikan terhadap Nilai Perusahaan. informasi yang mendukungnya, customer capital dengan membangun hubungan yang II. METODE PENELITIAN baik dengan konsumen. Ketiga elemen ini akan berinteraksi secara dinamis, serta terus Desain Metode Pengambilan Data (Sawarjuwono dan Kadir, 2. Penelitian Penelitian asosiatif dengan menggunakan pendekatan Hipotesis Tehnik pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan Intellectual Capital berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria Penelitian yang dilakukan Fransiskus Randa Dan S. Ariyanto Solon . pengaruh modal intelektual terhadap nilai perusahaan menemukan bahwa intellectual teknik purposive sampling yaitu pengambilan yang telah ditentukan, adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2013-2015. Definisi Operasional dan Pengukuran terhadap nilai perusahaan. Variabel Dalam . alue creatio. diperlukan pemanfaatan seluruh Potensi . uman Metode pengukuran dalam penelitian ini untuk variabel dependen menggunakan 3 rasio pengukuran nilai pasar yaitu PBV. PER TobinAos Sedangkan . hysical capita. dan structural capital. Value added yang dihasilkan dari proses menggunakan value added yang diciptakan value creation akan menciptakan keunggulan oleh physical capital (VACA) human capital Dengan (VAHU) dan structural capital (STVA). Kombinasi dari ketiga value added tersebut persepsi pasar terhadap nilai perusahaan akan disimbolkan dengan nama VAICTM yang meningkat karena diyakini bahwa perusahaan dikembangkan oleh Pulic . mampu bersaing dan bertahan di lingkungan bisnis yang dinamis. Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 dianalisa dengan menggunakan uji t-statistik Uji Analisis Data Analisis metode Partial Least Square (PLS). Metode PLS yang diperoleh melalui uji bootstrapping. Uji Outer Model Uji pertimbangan bahwa dalam penelitian ini terdapat variabel laten yang dibentuk dengan indikator formative dan bukan reflektif. Model konstruk atau variabel laten mempengaruhi indikator, dimana arah hubungan kausalitas dari konstruk ke indikator atau manifes (Ghozali, 2006 dalam Ulum 2. Lebih lanjut (Ghozali, 2006 dalam ulum, 2. hubungan antara indikator dengan variabel Indikator sebagai pembentuk variabel dependen dan independen dalam penelitian ini, oleh karena diasumsikan bahwa antar indikator tidak saling berkorelasi, maka ukuran internal konsistensi reliabilitas . ronbach alph. tidak diperlukan untuk menguji reliabilitas konstruk formatif (Ghozali, 2006 dalam mengasumsikan bahwa indikator-indikator Ulum, dasarnya merupakan hubungan regresi dari indikator ke konstruk, maka cara menilainya Konstruk adalah dengan melihat nilai koefisien regresi Pengambilan keputusan dalam outer pengujian akan dilakukan dengan dua model model yaitu dengan melihat nilai outer Pengukuran weight masing-masing indikator dan nilai Nilai weight yang disarankan adalah di atas 0. 50 dan nilai T-statistic di atas 282 untuk a = 0. ne taile. Model struktural atau inner model digunakan untuk menguji hipotesis, yaitu Uji Inner Model pengaruh antar variabel laten dan dapat Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan Pengujian terhadap model antara variabel laten, nilai signifikansi dan R- struktural juga dilakukan dengan melihat nilai R-square yang merupakan uji goodness struktural dievaluasi dengan menggunakan of fit model. Stabilitas dari estimasi ini R-square untuk konstruk dependen dan uji t Model serta signifikansi dari koefisien parameter Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 jalur struktural. Dalam menilai model dengan perbankan memiliki nilai terkecil adalah PLS dimulai dengan melihat R-square untuk Dan nilai terbesarnya setiap variabel laten dependen. Perubahan Sedangkan nilai nilai R-square dapat digunakan untuk menilai rata-rata VACA. VAHU. STVA berturut- pengaruh variabel laten independen tertentu turut sebesar 0. terhadap variabel laten dependen apakah (Ghozali, 2006 dalam Ulum, 2. Nilai rata-rata pada indikator VACA adalah sebesar 0. 687 dengan standar deviasi 230279 yang menunjukkan bahwa aset milik perusahaan mampu memberikan value i. HASIL DAN PEMBAHASAN added sebesar 69% kali lipat dari nilai aset Hasil statistik deskriptif atas variabel dependen VAIC dan komponen-komponen yang membentuknya, yaitu: VACA. VAHU. STVA, untuk periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. yang dimiliki perusahaan tersebut. Nilai ratarata dari indikator VAHU sebesar 6. STVA memiliki rata-rata sebesar 0. 813 yang menunjukkan structural capital memberikan 81% value added pada perusahaan. Statistik Deskriptif VAICTM Berdasarkan dari tiga komponen IC Min Max (VAIC Mean Std. TM) VAHU memiliki nilai tertinggi dibanding kedua komponen lainnya. Hal ini Deviation VACA VAHU STVA VAICTM VAHU yang paling besar terhadap penciptaan value added dimana VAHU diindikasikan dari karyawan. Statistik Deskriptif Nilai Perusahaan Sumber: Data sekunder diolah, 2017 Variabel yang digunakan dalam penelitian ini Min Max adalah Intellectual Capital (VAICTM) yang terdiri dari 3 buah indikator yaitu VACA. TobinsAo VAHU dan STVA. Dari output tabel diatas rata-rata Sedangakan Std. Deviation PBV PER (VAICTM) pada perusahaan perbankan adalah Rata- Sumber: Data sekunder diolah, 2017 VACA. VAHU dan STVA di perusahaan Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 Berdasarkan hasil pada tabel diatas nilai perusahaan yang diproksikan dengan TobinAos Q. PBV, dan PER menunjukkan nilai minimum sebesar 0. Dan besarnya nilai maksimum 1. Sedangkan nilai rata-ratanya adalah Berdasarkan hasil data tersebut nilai rata-rata Berdasarkan hasil pengujian dengan PLS TobinAos Q sebesar 0. 860 dengan standar sebagaimana ditunjukkan gambardi at as, 188646 yang menunjukkan suatu diketahui bahwa dari 3 indikator yang kinerja perusahaan sebesar 0. Dan rata- membentuk NP, hanya Q yang memiliki rata PBV sebesar 1. 219 dengan standar nilai t-statistics signifikan pada p < 0. deviasi sebesar 1. Sementara indikator-indikator untuk IC bahwa setiap lembar saham dengan nilai tidak satupun yang signifikan. Untuk lebih buku Rp. 1 dihargai oleh pasar dengan nilai detailnya dapat dilihat pada tabel berikut : tinggi yaitu sbesar 7. Sedangkan rata-rata Nilai Outer Weight H1 PER sebesar 15. 092 dengan standar deviasi 95571 yang menunjukkan besarnya harga yang dibayar investor sebesar 15. 092 untuk Hasil Uji Analisis Data Uji Outer Model Berdasarkan hasil pengujian dengan PLS Gambar berikut ini merupakan hasil estimasi perhitungan dengan menggunakan PLS untuk data tahun 2013-2015. Hasil Outer Model H1 2015 sebagaimana ditunjukkan pada tabel diatas, membentuk IC hanya VACA yang memilki nilai weight diatas 0. 50 dan mendekati sedangkan indikator pembentuk . , perusahaan hanya Q yang memilki nilai weight diatas 0. 50 dan siqnifikan pada alfa 10% . Oleh karena terdapat indikator yang memiliki nilai weight rendah dan Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 tidak signifikan, maka perlu dilakukan Hasil Uji Innerr Model pengujian ulang dengan mengeliminasi indikator-indikator yang tidak signifikan dan atau hanya melibatkan indikatorindikator yang mendekati signifikan. Hasil pengujian ulang yang dilakukan terhadap indikator VACA dan Q ditunjukkan pada Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa intellectual capital berpengaruh tidak gambar dan tabel diatas. signifikan terhadap nilai perusahaan sebesar 338 . dengan T-statistic sebesar Outer Model H1 (Recalculat. 812 yang tidak signifikan pada alfa 10% . Intellectual Capital Signifikan Terhadap Nilai Perusahaan Nilai Outer Weight H1 (Recalculat. Berdasarkan tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa intellectual capital berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan sebesar 338 . dengan T-statistic sebesar 812 yang tidak signifikan pada alfa 10% . Nilai R-square sebesar 0. 174 berarti Sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, diketahui bahwa variabel VACA dan Q hanya memiliki satu indikator dengan nilai weight sebesar 1. 000 dan nilai t-statistics Hal bahwa variabel intellectual capital mampu 4%, sedangkan sisanya 82. dijelaskan oleh variabel lain diluar model. disebabkan oleh karena variabel tersebut Berdasarkan hasil pengujian Partial merupakan variabel observed yang tidak Least Squares (PLS) di atas menunjukkan diukur dengan indikator-indikator. Dimana bahwa intellectual capital berpengaruh tidak untuk menilai variabel laten dengan satu signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil indikator formatif tersebut, nilai loading dan pengujian hipotesis diatas ternyata mampu signifikansi antar indikator tidak dianalisis mendukung Resource-Based Theory yang dan hanya koefisien regresi antar variabel dikemukakan oleh Pulic laten yang dianalisis (Ghozali dalam Ulum. Widardo . yang menyatakan bahwa sumber daya yang dimiliki perusahaan Informatics and Business Institute Darmajaya . dalam Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai investor kurang mempertimbangkan adanya pengaruh intellectual capital yang dimiliki signifikan intellectual capital dalam nilai perusahaan mungkin menjadi salah satu perusahaan karena dalam penelitian ini hanya VACA yang signifikan membentuk konstruk perusahaan investor hanya melihat dari faktor Adanya (VAICTM). Hal Sehingga menunjukkan bahwa perusahaan perbankan Semakin tinggi harga saham perusahaan lebih berfokus mengelola capital employed investor akan menempatkan nilai yang tinggi yang dimilikinya dalam menciptakan value terhadap perusahaan tersebut. Meskipun hanya VACA saja yang valid mengukur konstruk intellectual capital intellectual capital. mengindikasikan bahwa sistem operasional manajemen dan semua bentuk yang ada perusahaan tidak terlalu efisien dan ekonomis VAHU yang tidak siqnifikan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan maka penelitian ini Nilai STVA yang memiliki nilai IV. SIMPULAN Sedangkan perusahaan indikator yang signifikan adalah Jika kekayaan intelektual yang dimiliki intellectual capital terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor perbankan. Dalam penelitian ini terdaspat tiga indikator Intellectual Capital yaitu VACA. VAHU dan STVA, dimana indikator VACA yang paling (VAIC ) Intellectual Capital Hal opersional perusahaan perbankan tampaknya masih didominasi oleh penggunaan aset fisik dan keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan serta nilai perusahaan. Dan Proksi TobinAos Q yang bisa mengukur Nilai Perusahaan dengan baik. oleh perusahaan dan dikelola secara efisien akan meningkatkan apresiasi pasar terhadap kinerja perusahaan sehingga nilai perusahaan juga akan meningkat. Akan tetapi faktanya. Informatics and Business Institute Darmajaya Susanti Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 02 No. Juli 2016 Puspita. Pentingkah Pengungkapan DAFTAR PUSTAKA