Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT ULUSUSUA KABUPATEN NIAS SELATAN Yana Putri Laia Mahasiswa Propgram Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya yannalaia01@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Ulususua Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif bersifat kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Ulususua Kabupaten Nias Selatan, hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung . > ttabel . Saran dalam penelitian ini yaitu Agar komunikasi antara pemimpin dengan pegawai terjalin dengan baik, maka pegawai menghargai setiap pendapat atau tindakan para pegawainya dan bersikap professional dalam bekerja. Untuk meningkatkan hasil kerja pegawai, maka atasan memberikan tugas sesuai dengan kemampuan pegawai, atasan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memberikan setiap idea atau gagasan dalam organisasi. Kata Kunci: Komunikasi. Kinerja. Pegawai Abstract This research aims to determine the effect of communication on employee performance at the Ulususua sub-district office. South Nias Regency. This type of research is causal quantitative The sample in this study amounted to 31 people. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. The results of this research show that there is an influence of communication on employee performance at the Ulususua Subdistrict Office. South Nias Regency, this can be proven by the value of tcount . > ttable . The suggestion in this research is that in order for communication between leaders and employees to be established well, employees respect every opinion or action of their employees and act professionally at work. improve employee work results, superiors assign tasks according to the employee's abilities, superiors provide opportunities for employees to provide any ideas or thoughts within the Keywords: Communication. Employee. Performance Pendahuluan Penjelasan tentang arti kinerja karyawan Salah satu sumber daya atau elemen dalam kaitannya dengan sumber daya yang paling krusial dalam mencapai kinerja manusia diperlukan bagi perusahaan untuk tinggi adalah sumber daya manusia. Salah mengelola, mengatur, dan menggunakan satu variabel produksi yang sebenarnya tenaga kerjanya sedemikian rupa sehingga potensial adalah sumber daya manusia. Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X membantu mereka mencapai tujuan. Sebuah organisasi membutuhkan kinerja karyawan yang kuat, atau karyawan yang melakukan pekerjaannya dengan dapat diandalkan, agar dapat berfungsi secara efisien dan sejalan dengan tujuan Organisasi adalah tempat di mana para spesialis di bidang tertentu berkumpul untuk bekerja mencapai tujuan bersama. Suatu korporasi tentunya mempunyai target atau sasaran yang harus dicapai. namun demikian, memenuhi tuntutantuntutan ini tidak selalu mudah dan memerlukan rencana tindakan yang Hubungan yang baik antar rekan kerja sangat penting bagi keberhasilan perusahaan mana pun karena hubungan tersebut menumbuhkan lingkungan yang Jika terdapat komunikasi internal yang baik antara rekan kerja dan dipersepsikan ada dalam organisasi. Kemampuan berkomunikasi dengan karyawannya dapat memberi mereka arahan dan bimbingan, serta memberi tahu mereka tentang tujuan dan strategi yang akan digunakan untuk Hal mendorong karyawan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja sehingga akan meningkatkan produktivitas. Komunikasi yang efektif menumbuhkan rasa memiliki di antara karyawan dengan menyediakan platform pemikiran mereka dan dengan membina hubungan kerja yang positif. Hal ini masuk akal karena kurangnya komunikasi dapat menimbulkan masalah dalam organisasi, seperti perselisihan antar rekan kerja. Transparansi antara anggota staf dan supervisor terhadap bawahannya sangat penting bagi organisasi. Komunikasi digunakan untuk menerapkan skenario ini dengan mendorong keterbukaan dan transparansi mengenai tujuan utama Dalam organisasi yang menempatkan prioritas tinggi pada keberhasilan pencapaian tujuan organisasi melalui koordinasi, komunikasi dipandang sebagai hal yang penting. Karena kinerja karyawan merupakan salah satu faktor yang membantu bisnis terpenting yang perlu diperhatikan oleh manajemen dan kepemimpinan dalam Keberhasilan masa depan suatu organisasi sangat ditentukan oleh seberapa baik kinerja karyawannya saat ini. Hal ini karena karyawan yang berkinerja tinggi lebih memberikan manfaat bagi organisasi dibandingkan karyawan yang berkinerja rendah, sehingga memfasilitasi kelancaran pencapaian tujuan organisasi. Namun kinerja staf yang buruk akan berdampak buruk bagi perusahaan, sehingga semakin menjalankan operasionalnya, dan pada akhirnya menyebabkan kegagalan. Status dipengaruhi oleh kinerja karyawannya. Suatu organisasi harus mempunyai tekad dan mempunyai komunikasi internal yang baik agar dapat memperoleh hasil maksimal dari tenaga kerjanya. Karena dengan adanya kedua komponen tersebut dapat membantu pelaku usaha dalam Komunikasi merupakan suatu kegiatan komunikasi yang berlangsung dalam suatu perusahaan. Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Tujuannya hubungan intim antara pemimpin dan karyawan sehingga pemimpin dapat menginspirasi pemimpin. Observasi awal penulis di Kantor Bupati Ulususua Kabupaten Nias Selatan menunjukkan kinerja aparatur yang buruk. Kurangnya komunikasi internal organisasi Buruknya komunikasi antara atasan dan bawahan, ketika tidak ada kontak vertikal langsung dan komunikasi yang terjadi tidak timbal balik, menjadi penyebab permasalahan ini. Tidak adanya komunikasi formal dan informal yang efektif antar karyawan membuat mereka sulit berkolaborasi Hal ini berdampak pada kinerja karyawan, yang menyebabkan hasil kerja di bawah standar karena pekerja tidak menyelesaikan tugas dengan baik dan tidak mempunyai cukup uang. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk AuMengetahui Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Ulususua Kabupaten Nias Selatan,Ay sesuai dengan rumusan masalah Kerangka Konseptual Konsep Komunikasi (X) Informasi yang dapat dipahami oleh dua orang atau lebih ditransmisikan melalui proses yang disebut komunikasi. Dalam Siregar dkk. Aukomunikasi adalah proses penyampaian pesan antar anggota organisasi untuk kepentingan utama organisasi. Ay AuKomunikasi adalah komunikasi antar individu dalam suatu organisasi,Ay ungkap Sudarmanto . Apalagi Aukomunikasi adalah kemampuan seseorang dalam berinteraksi baik sebagai individu maupun sebagai orang yang menduduki suatu jabatanAy. Prabawani, dkk. Konsep Kinerja Pegawai (Y) Kinerja karyawan menjadi tolok ukur Menurut Setiono dan Sustiyatik 9:19 Aukinerja keseluruhan keberhasilan seseorang selama jangka waktu atau waktu tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan telah telah disepakati bersama. Ay AuKinerja pegawai merupakan suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang pegawai yang dimaknai untuk mencapai tujuan yang diharapkan,Ay ungkap Busro . Lebih lanjut sebagaimana dikemukakan Adamy . Aukinerja mengacu pada hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ay Indikator Komunikasi (X) Mentransfer konsep atau data dari seseorang ke orang lain merupakan proses komunikasi. Banjarnaho dkk. 2:189:. mencakup hal-hal Komunikasi Pemimpin organisasi berkomunikasi dengan bawahannya dengan cara ini, dan mereka biasanya melakukannya dengan cara yang berwibawa. Dalam situasi ini, komunikasi dari para pemimpin harus kuat. Berbicara dengan orang lain. Bawahan mengkomunikasikan informasi ini kepada pimpinan. Tujuan dari menginformasikan kepada pimpinan tentang berbagai kejadian dan keadaan Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X yang mempengaruhi bawahan. Selain itu, kepemimpinan dapat menilai kemanjurannya dengan informasi ini. Komunikasi di Cakrawala. Rekan kerja di unit kerja yang sama dapat memanfaatkan komunikasi ini untuk berkoordinasi satu sama lain ketika menjalankan tugas atau aktivitas yang berbeda untuk mencapai tujuan dan mendapatkan hasil terbaik. Selain itu, komunikasi vertikal dan horizontal merupakan dua jenis indikator komunikasi, menurut Riinawati . Komunikasi Komunikasi yang bersifat timbal balik antara pemimpin dan bawahan disebut dengan komunikasi vertikal. Dalam memberikan arahan, arahan, informasi, pembenaran kepada bawahannya, dan Bawahan melaporkan kepada pimpinan mengenai gagasan, keluhan, laporan, dan lain Tingkat komunikasi vertikal dalam suatu organisasi dapat bervariasi kompleksitasnya, namun hal ini dapat terjadi baik secara langsung antara manajemen puncak dan setiap individu dan secara bertahap melalui beberapa Interaksi secara horizontal. Komunikasi yang terjadi antara pegawai dengan pegawai lain, pegawai dengan pegawai lain, dan lain sebagainya disebut dengan komunikasi horizontal. Komunikasi bersifat informal dibandingkan dengan komunikasi vertikal yang lebih bersifat Indikator Kinerja Pegawai (X) Apabila suatu organisasi konsisten indikasi-indikasi Khaeruman . menemukan berbagai tanda, antara lain sebagai berikut: Kuantitas. Kuantitas dihasilkan, dinyatakan dengan kata-kata seperti jumlah total siklus aktivitas yang Kuantitas pekerjaan yang diselesaikan adalah apa yang diukur oleh karyawan. Kualitas. Kualitas adalah kesesuaian terhadap sejauh mana hasil kerja memenuhi tujuan yang diantisipasi suatu kegiatan. Pegawailah menentukan kualitas pekerjaan yang dihasilkannya dan seberapa sempurna mereka menyelesaikan suatu tugas dengan memanfaatkan bakat dan Kerjasama. Kapasitas kemampuan individu untuk bekerja menyelesaikan tugas yang diberikan dengan cara yang memaksimalkan produktivitas dan hasil. Selain itu, berikut indikator kinerja pegawai menurut Asnawi . 9:14Ae. Kuantitas pekerjaan. Hal ini menunjukkan kuantitas pekerjaan yang kelompok sebagai prasyarat yang berubah menjadi jumlah pekerjaan yang menyelesaikan tugas sesuai dengan target output yang harus dipenuhi oleh setiap pegawai untuk setiap jam kerjanya. Kualitas produk kerja. Untuk dapat menghasilkan pekerjaan yang memenuhi kriteria kualitas suatu proyek, setiap individu dalam bisnis harus memenuhi persyaratan tertentu. Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Tepat waktu. Setiap proyek adalah unik, dan beberapa tugas harus bergantung pada tugas lain yang Memenuhi tenggat waktu untuk menyelesaikan tugas. Kehadiran. Karyawan harus hadir untuk jenis pekerjaan tertentu agar dapat menyelesaikan tugas dalam jam kerja yang dijadwalkan dan tepat waktu. Kemampuan kolaborasi. Bentuk kolaborasi dua orang atau lebih untuk beberapa tugas tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal, yaitu menganalisis hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih melalui metode penelitian Teknik Pengumpulan Data Kuesioner pengumpulan data dari partisipan penelitian yang terdiri dari sekumpulan Sugiyono menyatakan bahwa Auskala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosialAy. Menurut Sugiyono . , peneliti secara khusus menentukan fenomena sosial tersebut dalam penelitiannya, yang disebut sebagai variabel penelitian. Ini memberikan skor mulai dari positif hingga sangat negative: Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Ragu-Ragu (RR) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Proses pengumpulan data dan informasi dari buku, arsip, kertas tertulis dengan angka, foto, laporan, dan sumber lain yang dapat membantu dalam penelitian disebut dokumentasi. Uji Instrumen Uji Validitas. Sejauh mana suatu instrumen dapat memaparkan sesuatu yang menjadi fokus utama pengukuran yang dilakukan dengan instrumen tersebut disebut validitasnya. Rumus berikut digunakan untuk menghitung uji (Sugiyono 2012:. Keterangan: = Koefisien korelasi yang dicari = Jumlah responden = Jumlah skor variabel bebas = Jumlah skor variabel terikat Uji Reliabilitas. Periksa Keandalan. Pengujian keandalan dilakukan untuk mengetahui apakah alat pengukur cukup konsisten dan dapat diandalkan untuk bertahan seiring waktu ketika Menurut Sugiyono . , uji Cronbach Alpha dapat digunakan untuk menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: : Reliabilita instrumen : Jumlah item dalam instrumen : Mean skor total Ksi : Variansi total Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. AuUji normalitas data digunakan untuk mengetahui data setiap berdasarkan distribusi normal,Ay klaim Sugiyono . Jika nilai sisa secara Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X umum normal atau tidak maka dianggap berdistribusi normal. Hal ini dapat ditentukan dengan menggunakan uji statistik non-parametrik KolmogorovSminorv (K-S). Data sisa berdistribusi normal apabila nilai signifikan diatas 0,05 ditunjukkan pada hasil K-S. Sedangkan data sisa tidak berdistribusi normal apabila hasil K-S kurang dari 0,05. Uji Heteroskedastisitas. Untuk memastikan apakah varians dan residual setiap observasi dalam model regresi tidak merata digunakan uji skedastisitas. Disebut homoskedastisitas jika varians dari residu atau data lainnya konstan. Tes Glejser pelaksanaan penelitian ini. Karena uji Glejser lebih akurat dan menghasilkan matematika daripada representasi visual, maka uji ini digunakan sebagai metode Meregresi variabel independen dengan nilai absolut residunya adalah cara uji Glejser Jika nilai signifikan lebih dari 0,05 dan nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka data tidak menunjukkan tanda-tanda. Uji Hipotesis Uji Sebagian (Uji . (Suliyanto, 2018:. menyatakan bahwa Auuji t digunakan untuk menguji apakah suatu variabel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat atau tidakAy. Gunakan rumus berikut untuk menentukan nilai thitung: Uji Koefisien Determinasi (R. Sejauh mana variabel independen dapat determinasi (R. Koefisien determinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. Suliyanto, hal. R2 = 1R2 = Koefisien determinasi = Kuadrat selisish nilai Y rill dengan nilai Y prediksi = Kuadrat selisish nilai Yrill dengan nilai Y rata-rata Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana sebagai alat analisis untuk menguji hipotesis. Satu variabel bebas dan satu variabel terikat digunakan untuk menguji hubungan sebab akibat dengan menggunakan regresi linier Berikut model yang digunakan sederhana: . Suliyanto: Y = a bX e Keterangan : = Nilai yang diramalkan = Konstanta/intrcept = Koefisisen regresi/slope = Variabel bebas = Nilai Residu . Temuan Penelitian dan Pembahasan Uji Validitas dan Uji Reliabel Uji Validitas dan Reliabel Variabel Komunikasi (X) Tabel 1 Uji Validitas Variabel Komunikasi Keterangan: = Nilai thitung = Koefisien regresi sbj = Kesalahan baku koefisien regresi Keterangan Uji Coba Penelitian Rhitung Rtabel Rhitung Rtabel 15 Res 15 Res 31 Res 31 Res 0,876 0,514 0,728 0,355 0,735 0,514 0,704 0,355 0,706 0,514 0,701 0,355 0,636 0,514 0,574 0,355 0,650 0,514 0,446 0,355 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X 0,657 0,847 0,791 0,735 0,514 0,514 0,514 0,514 0,548 0,423 0,465 0,370 0,355 0,355 0,355 0,355 Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel . 1 pada perhitungan Sumber: Hasil Olahan Peneliti Untuk item pernyataan 1 sampai 9, nilai koefisien korelasi R yang dihitung bernilai positif, menunjukkan bahwa total item statistik valid. R tabel sebesar 0,514 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari uji coba yang dilakukan di Kantor Kecamatan Toma terhadap 15 responden, sedangkan R tabel sebesar 0,355 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Kantor Kecamatan Ulususua dengan jumlah responden 31 Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa butir pernyataan 1 sampai dengan 9 dianggap asli karena R hitung > R tabel, artinya seluruh pernyataan dalam daftar pernyataan yang berkaitan dengan variabel komunikasi (X) dianggap valid karena koefisien korelasi. Tabel 2. Uji Reliabilitas Variabel Komunikasi Uji Coba Penelitian Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's N of Cronbach's N of Alpha Items Alpha Items Sumber: Hasil Olahan Peneliti . Tabel 2 menampilkan hasil pengolahan data yang menunjukkan nilai Cronbach Alpha penelitian sebesar 0,711 > 0,60 dan nilai Cronbach Alpha uji coba sebesar 0,755 > 0,60. AuSuatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel apabila memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60,Ay ungkap Sunyoto . Reliabilitas instrumen penelitian dapat disimpulkan dari nilai Cronbach Alpha yang lebih dari 0,60. Uji Validitas dan Reliabel Variabel Kinerja Pegawai (Y) Tabel 3 Uji Validitas Variabel Kinerja Pegawai Keterangan Uji Coba Penelitian Rhitung Rtabel Rhitung Rtabel 15 Res 15 Res 31 Res 31 Res 0,783 0,514 0,706 0,355 0,718 0,514 0,577 0,355 0,779 0,514 0,651 0,355 0,861 0,514 0,579 0,355 0,644 0,514 0,587 0,355 0,647 0,514 0,534 0,355 0,783 0,514 0,562 0,355 0,786 0,514 0,424 0,355 0,860 0,514 0,626 0,355 Sumber: Hasil Olahan Peneliti . Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Untuk item pernyataan nomor 1 sampai dengan nomor 9, nilai koefisien korelasi R hitung bernilai positif, sesuai tabel 3 perhitungan uji validitas total item R tabel sebesar 0,514 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari uji coba yang dilakukan di Kantor Kecamatan Toma dengan jumlah responden sebanyak 15 orang, sedangkan R tabel sebesar 0,355 dengan tingkat signifikansi 0,05 diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Kantor Kecamatan Ulususua dengan 31 responden. Oleh karena itu, dapat dikatakan item pernyataan 1 sampai dengan 15 dianggap dapat diterima karena R hitung > R tabel. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan pada daftar pernyataan yang berkaitan dengan variabel kinerja karyawan (Y) dianggap valid karena koefisien korelasinya bertanda Tabel 4 Uji Reliabilitas Variabel Komunikasi Uji Coba Penelitian Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's N of Cronbach's N of Alpha Items Alpha Items Sumber: Hasil Olahan Peneliti . Ketika menunjukkan nilai Cronbach Alpha pada penelitian sebesar 0,750 > 0,60 dan nilai uji coba sebesar 0,909 > 0,60. AuSuatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel apabila Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60,Ay ungkap Sunyoto . Reliabilitas item instrumen penelitian dapat disimpulkan dari nilai Cronbach Alpha yang lebih dari 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Hasil olahan peneliti . Test distribution is Normal. Calculated from data. (Constan. Komunikasi (X) Dependent Variable: Abs_RES Sumber: Peneliti . Tabel 7 menunjukkan bahwa variabel kinerja pegawai (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh hasil pengolahan data secara parsial variabel komunikasi (X), dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai t yang diperoleh sebesar 6,770, sedangkan nilai t tabel adalah a = 0,05 dengan derajat kebebasan n-k . = 30 adalah 1,697. Ditentukan H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai thitung . > ttabel . Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai di Kantor Ulususua. Tabel berikut menampilkan hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Sig. Sig. (Constan. Komunikasi (X) Sumber: Hasil olaha peneliti . Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Coefficientsa Coefficientsa Uji Heteroskedastisitas Tabel 6 Hasil Uji Heterokedastisitas Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel 7 Hasil Uji Parsial (Uji . Model Sampel yang diambil dari populasi berdistribusi normal, sesuai tabel 5 setelah dilakukan pengolahan data, ditunjukkan dengan nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,601 dan signifikansi KolmogorovSmirnov sebesar 0,863 > 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan terdapat sebaran normal pada data sisa. Model heteroskedastisitas, yang menunjukkan bahwa persamaan tersebut memenuhi premis klasik mendasar bahwa residu untuk setiap observasi adalah sama. Model Summaryb Model Adjusted R Square Square Sumber: Hasil olahan peneliti . Predictors: (Constan. Komunikasi (X) Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Temuan uji Tabel 6 menunjukkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas karena nilai signifikansi 0,998 > 0,05 dan nilai thitung (-0,. < ttabel . Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa model regresi Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,613 . ,3%) yang menunjukkan Copyright . Yana Putri Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X bahwa variabel komunikasi memberikan 61,3% keberagaman variabel terikat . inerja karyawa. , dan sisanya sebesar 38,7% dijelaskan oleh faktor di luar model. Tabel berikut menampilkan keseluruhan hasil pengolahan data: Persamaan Regresi Tabel 9 Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. Komunikasi (X) Sumber: Hasil olaha peneliti . Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Y = 5,125 0,875X1 Koefisien regresi untuk variabel komunikasi mempunyai tanda positif, hal ini masuk akal mengingat persamaan dasar regresi linier sebelumnya. Nilai kinerja karyawan (Y) diwakili oleh nilai konstanta . sebesar 5,125, yang dapat dipahami dengan menafsirkan persamaan di atas. Nilai kinerja karyawan (Y) akan naik sebesar 0,875 atau 87,5% jika ada nilai (X). Hal dikarenakan nilai komunikasi (X) atau koefisien . sebesar 0,875. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa di Kantor Ulususua Kabupaten Nias Selatan, komunikasi sangat berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penutup Simpulan Kinerja pegawai Kantor Kecamatan Ulususua dipengaruhi oleh komunikasi, berdasarkan temuan penelitian dan diskusi yang telah disajikan. Model persamaan regresi linier lurus menghasilkan nilai Y = 5,125 0,875X. Temuan tes berikut menguatkan hal ini: Mengingat nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung . > ttabel . , maka terdapat pengaruh positif dan besar komunikasi terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,613 yang menunjukkan bahwa 61,3% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh komunikasi, dan sisanya sebesar 38,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Saran Agar komunikasi antara pemimpin dengan pegawai terjalin dengan baik, maka pegawai menghargai setiap pegawainya dan bersikap professional dalam bekerja. Untuk meningkatkan komunikasi yang baik antara rekan kerja, maka setiap pegawai mendengarkan setiap pendapat orang lain, memberikan waktu untuk berkomunikasi dengan efektif. Untuk pegawai, maka atasan memberikan tugas sesuai dengan kemampuan pegawai, atasan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memberikan setiap idea atau gagasan dalam organisasi. Untuk pegawai, maka pegawai harus saling percaya satu sama lain, membangun komunikasi antara sesama pegawai maupun dengan atasan, menghargai mendorong partisipasi aktif oleh setiap Daftar Pustaka