Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 65-72 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Pelatihan dan Pendampingan Desain Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi untuk Guru Madrasah Tsanawiyah Mayang Gadih Ranti UIN Antasari Banjarmasin-Jl. Yani. Km. 4,5 Banjarmasin E-mail: mayanggadih@uin-antasari. Abstrak Tantangan guru saat ini adalah dapat memfasilitasi berkembangnya kemampuan literasi numerasi siswa. Tuntutan ini belum diiringi dengan cukupnya pengetahuan atau wawasan serta keterampilan yang dimiliki oleh guru dalam mendesain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membekali para guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan atau workshop yang diikuti dengan pendampingan yang dilakukan melalui komunikasi secara online. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2023 di Aula MTs Muhammadiyah Martapura. Hasil dari kegiatan ini adalah ada peningkatan pemahaman guru terhadap desain pembelajaran berbasis literasi numerasi sebesar 17,89 %, dan dapat dihasilkan sebuah desain pembelajaran literasi numerasi. Guru peserta kegiatan pengabdian juga telah mampu menyusun soal Penilaian Akhir Semester (PAS) yang berbasis literasi Pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi positif dalam upaya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Kata Kunci: desain pembelajaran. literasi numerasi. guru matematika Abstract The current challenge for teachers is to facilitate the development of students' numeracy literacy skills. This demand has not been accompanied by sufficient knowledge and skills possessed by teachers in designing numeracy literacy-based learning. The aim of this community service is to equip mathematics teachers who are members of the Banjar Regency MTs Mathematics MGMP with knowledge and skills in developing numeracy literacy-based learning designs. Service activities are carried out in the form of training or workshops followed by mentoring carried out through online communication. Training activities were held on August 22, 2023 in the MTs Muhammadiyah Martapura Hall. The result of this activity is that there is an increase in teacher understanding of numeracy literacy-based learning designs by 17. 89%, and a numeracy literacy learning design can be produced. Teachers participating in service activities have also been able to prepare Final Semester Assessment questions based on numeracy literacy. This community service contributes positively to efforts to improve students' numeracy literacy skills Keywords: learning design. numeracy literacy. mathematics teachers This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Pengembangan kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi isu yang hangat diperbincangkan saat ini (Oktaviana & Rosyidi, 2. Literasi sendiri berarti kemampuan mengelola informasi untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan masalah, sedangkan numerasi berarti berpikir menggunakan fakta, prinsip, prosedur dan keterampilan yang ada pada matematika untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks. Berdasarkan pengertian literasi dan numerasi, maka literasi numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk berpikir kritis dalam mengelola informasi melalui penerapan alat matematika berupa perhitungan dan pengukuran yang melibatkan angka atau simbol matematika dalam berbagai bentuk representasi . abel, grafik, diagra. dan Literasi numerasi meliputi penalaran matematis serta peggunaan fakta, konsep dan prosedur https://doi. org/ 10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 matematis untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena (Rakhmawati & Mustadi. Kemampuan ini akan mengantarkan pada pola berpikir yang konstruktif dan reklektif. Literasi numerasi menjadi salah satu literasi dasar yang harus dimiliki oleh siswa (Izzatin et al. , 2. Numerasi sendiri merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh siswa pada pembelajaran di sekolah (Quinn, 2. Hasil pengukuran kemampuan literasi numerasi yang mengacu pada PISA (Programme for International School Asessmen. menunjukkan hasil yang belum menggembirakan. Pada keikutsertaannya mulai tahun 2000 hingga 2018. Indonesia selalu berada pada peringkat terbawah dalam kemampuan literasi, khususnya literasi numerasi. Di awal keikutsertaannya Indonesia berpada pada peringkat 39 dari 41 negara. Pada gelaran terakhir tes PISA pada tahun 2018. Indonesia berada pada peringkat 73 dari 79 negara pada literasi matematika. Hasil ini turun dari peringkat 63 dari 69 negara pada tahun 2015 (OECD, 2. Hasil riset juga menunjukkan kemampuan literasi numerasi di salah satu madrasah Tsanawiyah di kabupaten Banjar yaitu di MTsN 6 Banjar menunjukkan bahwa nilai ratarata kemampuan literasi matematis masih berada pada 61,03 (Ranti, 2. Kenyataan ini menunjukkan kemampuan literasi numerasi siswa saat ini rata-rata masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan literasi numerasi ini memerlukan upaya penanganan khusus untuk Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pengintegrasian literasi numerasi dalam proses pembelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan melalui penggunaan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Desain pembelajaran literasi numerasi menggunakan langkah-langkah pembelajaran dan soal-soal yang dapat mendorong meningkatnya kemampuan literasi numerasi siswa. Salah satu strategi penguatan literasi numerasi adalah dengan menekankan penalaran pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika (Dewayani et al. , 2. Meningkatkan kemampuan literasi numerasi berarti meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami informasi, merepresentasikan objek matematika, memecahkan masalah, menalar dan memberi alasan serta menginterpretasikan hasil yang Ini berarti siswa harus dibiasakan mengerjakan soal-soal non-rutin berbasis pemecahan Dalam hal ini, proses pembelajaran harus mampu memfasilitasi penanaman budaya literasi bagi siswa. Guru memegang peranan penting dalam merancang proses pembelajaran. Kompetensi guru dalam merencanakan proses pembelajaran merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan pembelajaran secara spesifik maupun makro (Razaq & Umiarso, 2. Untuk menciptakan budaya literasi, kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran juga sangat diperlukan (Mahulette et al. , 2. Untuk dapat mengubah level kemampuan literasi numerasi siswa maka terlebih dahulu guru harus memahami konsep literasi secara mendalam (Erfan et al. , 2. Guru harus memiliki wawasan literasi dasar yang mendukung serta mampu merancang pembelajaran guna mencapai kompetensi literasi numerasi. Kecakapan literasi siswa sangat dipengaruhi kecakapan literasi guru (Dewayani et al. , 2. Permasalahan yang ada saat ini guru belum memiliki wawasan dasar literasi numerasi yang mendukung dan mampu menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Hasil penelitian (Erfan et al. , 2. menunjukkan dari 30 orang guru, hanya 3 orang yang hasil tes literasi dasarnya lebih Guru juga terkadang kurang mampu mendesain pembelajaran dengan baik di kelas, diantaranya karena faktor lingkungan sosial budaya dan kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, termasuk dalam penguasaan IPTEK (Sayangan, 2. Kaitannya dengan literasi numerasi, saat ini belum banyak digunakan model pembelajaran dan soal-soal berbasis literasi numerasi yang dapat mendorong siswa melatih kemampuannya. Motivasi guru dalam melakukan inovasi pembelajaran cenderung rendah (Nenohai et al. , 2. Soal-soal yang dihadirkan dalam pembelajaran cenderung bukan soal-soal berbasis pemecahan masalah dan non rutin. Hal ini menyebabkan siswa menjadi tidak terbiasa ketika menghadapi soal-soal literasi numerasi yang berbentuk HOTS dan berbasis pemecahan Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan di atas adalah dengan membekali guru dengan pengetahuan dan kemampuan mendesain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Desain pembelajaran berbasis literasi numerasi adalah rancangan atau skenario pembelajaran yang memuat tujuan pembelajaran, model pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, media pembelajaran, dan soal evaluasi yang mengintegrasikan literasi numerasi di dalamnya. Pembekalan ini dilakukan dengan kegiatan pengabdian berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran matematika berbasis literasi numerasi bagi guru-guru matematika MTs. Harapannya kemudian guru dapat memiliki kemampuan mendesain pembelajaran yang terdiri atas skenario atau langkah-langkah pembelajaran Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 serta mengembangkan bahan ajar dan soal-soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill. yang dapat diimplementasikan untuk menumbuhkembangkan kemampuan literasi numerasi siswa. Beberapa pengabdian terdahulu yang relevan antara lain (Amelia & Yulita, 2. yang mengadakan pelatihan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi sains bagi guru kimia dan Selain itu (Faridatul Munawaroh et al. , 2. juga mengadakan pelatihan untuk membekali guru ponpes Daarul Rahman Tempuling dengan kemampuan membuat media pembelajaran berbasis literasi Terakhir, ada pelatihan desain kelas literasi umerasi bagi guru SD IT Padang Islamic School oleh (Hendriani et al. , 2. yang dapat meningkatkan wawasan guru tentang literasi numerasi sebanyak 44 % dan dapat menghasilkan produk desain kelas literasi numerasi yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas. Kebaruan kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan ini berupa pelatihan yang diikuti dengan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi bagi guru matematika MTs. Selain itu kegiatan ini tidak hanya berupa pelatihan saja yang biasa diikuti oleh guru tanpa ada produk yang dihasilkan, tetapi ada tindak lanjut berupa kegiatan pendampingan. Pendampingan dilakukan agar guru dapat benar-benar menghasilkan produk berupa desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dapat diimplementasi di kelas. Fokus pengabdian ini adalah bagaimana pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi bagi guru matematika MTs Kabupaten Banjar dan apa manfaat dan hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dengan metode ceramah, diskusi, penugasan dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi 3 . bagian yaitu . pelatihan atau workshop, . pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi, dan . refleksi atau evaluasi kegiatan. Kegiatan pertama berupa pelatihan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi secara tatap muka. Kegiatan selanjutnya berupa penugasan mandiri mendesain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dikerjakan secara mandiri atau berkelompok. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi secara online, baik melalui email ataupun whatsapp. Kegiatan terakhir berupa refleksi kegiatan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang telah dilakukan untuk mengevaluasi dan membahas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Pada kegiatan pelatihan atau workshop, dilakukan pertemuan secara klasikal melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan peserta yaitu guru-guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar yang berjumlah sekitar 30 orang. Pertemuan ini berisi pemaparan materi yang akan disampaikan oleh narasumber tentang bagaimana menyusun desain pembelajaran dan soal-soal matematika berbasis literasi numerasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di salah satu sekolah peserta MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar. Pada pelatihan ini guru juga diminta mengisi angket pemahaman tentang desain literasi numerasi. Berikut kriteria pemahaman desain literasi numerasi yang digunakan sebagai acuan: Tabel 1. Kriteria Pemahaman Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Persentase (%) Kriteria 80 - 100 Sangat Baik 70 Ae 79 Baik 60 Ae 69 Cukup 50 Ae 59 Kurang 0 Ae 49 Sangat Kurang (Arikunto, 2. Selanjutnya para guru secara mandiri mengerjakan tugas mendesain pembelajaran matematika berbasis literasi numerasi. Pada kegiatan ini guru-guru peserta masih dapat berkonsultasi dengan Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 narasumber atau fasilitator secara online. Guru dapat berkonsultasi saat menyusun desain pembelajaran dan soal berbasis literasi numerasi. Terakhir, dievaluasi sejauh mana hasil yang telah mereka peroleh. Guru-guru juga mengevealusi kesulitan-kesulitan yang dialami selama merancang desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan mulai bulan Agustus Ae Desember tahun 2023. Luaran atau produk yang diharapkan dari kegiatan ini adalah desain pembelajaran matematika berbasis literasi numerasi dari masing-masing guru. Kegiatan dilakukan seperti ini agar pelatihan yang diberikan benar-benar berdampak pada adanya hasil desain pembelajaran berbasis literasi numerasi, tidak hanya sekadar pelatihan yang hanya memberikan materi di awal tanpa ada tindak lanjut kemudian. Stakeholder pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Guru-guru Matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika MTS Kabupaten Banjar. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Desain Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi dimulai dengan diadakannya pelatihan atau workshop secara tatap muka yang dilaksanakan di Aula MTs Muhammadiyah Martapura yang berlamat di Jln. Belahan RT 05 RW 03 Kelurahan Pesayangan. Kecamatan Martapura. Kab. Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2023. Kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop atau pelatihan berupa ceramah dan tanya jawab yang diisi oleh 2 . narasumber yang ahli di bidang literasi numerasi Gambar 1. Narasumber menjelaskan materi tentang Desain Pembelajaran Berbasis literasi numerasi Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta guru matematika MGMP yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Se Kabupaten Banjar, serta dihadiri oleh pengawas dari Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin. Peserta terlihat antusias mendengarkan pemaparan yang disampaikan pemateri. Narasumber 1 menyampaikan materi tentang wawasan dasar literasi numerasi, dan narasumber 2 menyampaikan materi tentang bagaimana menyusun desain pembelajaran matematika berbasis literasi Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta kegiatan saat sesi Tanya jawab. Guru kebanyakan mengeluh tentang ketidaksiapan dan kurangnya wawasan dalam menyusun desain pembelajaran literasi numerasi, dan minimnya desain pembelajaran yang mereka miliki. Guru mersepon secara positif kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dilaksanakan, walaupun hanya sedikit guru yang mampu menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis literasi numerasi sampai menjadi produk akhir. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Gambar 2. Peserta antusias mengikuti kegiatan Gambar 3. Foto bersama Narasumber & Peserta Kegiatan Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan bagi guru Matematika di MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar tentang bagaimana menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Pendampingan dilakukan dengan memberi layanan diskusi secara online melalui whatsapp atau e-mail. Guru dapat bertanya dan berdiskusi terkait kesulitan mereka dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi, sampai terakhir dapat menghasilkan produk berupa desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Dokumentasi Kegiatan secara lengkap dapat dilihat pada link youtube https://youtu. be/COjrYGLMCN4. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan atau waawasan guru tentang literasi numerasi. Sebelum kegiatan pelatihan, sebanyak 31,25 % guru menyatakan belum pernah sebelumnya mendengar tentang literasi numerasi. Sebelum tingkat pemahaman guru matematika MTs Kabupaten Banjar adalah sebesar 62,15 %, dan sesudah kegiatan pelatihan, tingkat pemahaman guru terhadap literasi numerasi sebesar 80,04 %. Adapun rincian peningkatan pemahaman dan keterampilan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Peningkatan Pemahaman tentang literasi numerasi & desain pembelajaran berbasis literasi numerasi sebelum & sesudah pelatihan Aspek Pemahaman terhadap pengertian literasi numerasi Pemahaman terhadap desain pembelajaran berbasis literasi Pemahaman terhadap cara membuat soal-soal berbasis literasi numerasi Pemahaman terhadap cara menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi Rata-rata Sebelum 61,43 % 61,43 % Sesudah 65,71 % 81,42 % 78,57 % 62,15 % 80,04% Gambar 4. Contoh Tampilan Desain Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Berdasarkan hasil di atas diperoleh bahwa ada kenaikan pemahaman guru terhadap literasi sebesar 17,89 %. Terjadi Peningkatan dari kategori cukup menjadi sangat baik. Guru yang sebelumnya belum memahami tentang literasi numerasi atau bahkan belum pernah mendengar tentang literasi numerasi sudah mulai memahami tentang apa itu literasi numerasi dan bagaimana cara menyusun desain pembelajaran serta soal-soal berbasis literasi numerasi. Hasil dari kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi ini tentunya adalah produk yaitu berupa desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Adapun contoh produk desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dihasilkan dapat dilihat pada gambar 4. Selain itu, guru juga telah mampu menyusun desain soal berbasis literasi numerasi yang digunakan pada Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil tahun ajaran 2023/2024. Evaluasi kegiatan menunjukan hanya beberapa guru yang mampu menghasilkan produk akhir desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kesulitan yang dialami guru saat ini adalah kurangnya referensi atau contoh dalam mendesain pembelajaran inovatif. Pembelajaran Inovatif sangat diperlukan dalam mendorong kemampuan literasi siswa, seperti discovery learning, problem based learning dan project based learning. Selain itu, kesulitan utama guru dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi adalah menyediakan waktu khusus untuk mempersiapkan desain pembelajaran khusus berbasis literasi numerasi. Guru saat ini cenderung disibukkan dengan tuntutan administrasi yang banyak, sehingga terkadang tidak sempat mengupgrade keterampilan atau kemampuan masing-masing. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi yang dilakukan terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Sebelumnya wawasan literasi numerasi guru tergolong rendah. Kegitan pelatihan yang direspon dengan baik olehguru ini diawali dengan materi wawasan dasar literasi numerasi, sehingga dapat menambah pengetahuan guru terlebih dulu tentang literasi numerasi. Selain itu juga dihasilkan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Ini merupakan produk nyata dari kegiatan pengabdian yang dapat diimplementasikan di kelas sebagai bentuk tanggung jawab guru yaitu menjaga kualitas pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan (Zulfika. Tanpa desain pembelajaran yang baik maka kegiatan pembelajaran tidak dapat berjalan sesuai harapan, sebagaimana yang diungkapkan (Putrianingsih et al. , 2. bahwa perencanaan memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Dengan perencanaan yang baik dapat menciptakan ruang kreativitas dan keaktifan bagi siswa. Keberhasilan seorang guru merencanakan atau menyusun desain pembelajaran menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran. Guru harus mampu menggunakan model pembelajaran multi metode, media pembelajaran dan sebagainya (Fathonah et al. , 2. Guru memegang peranan penting sebagai pendesain pembelajaran di kelas. Adanya desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dihasilkan oleh guru menjadi acuan atau skenario dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa. Guru harus mampu merancang dan mendesain pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Seorang guru harus mampu menyiapkan pembelajaran yang tepat melalui model pembelajaran yang sesuai dengan memperhatikan lingkungan sekitar (Rahman, 2. Guru Matematika MTs Kabupaten Banjar juga telah mampu menyusun soal-soal berbasis literasi numerasi pada soal penilaian akhir semester. Ini merupakan hasil yang sangat positif mengingat penggunaan soal-soal berbasis literasi numerasi sangat penting dalam mendukung pengembangan kemampuan literasi numerasi. Pengembangan kemampuan literasi numerasi harus dilakukan secara berkesinambungan dan (Novita et al. , 2. menyatakan bahwa untuk dapat menumbuhkan kemampuan literasi numerasi tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi perlu dilatih secara intensif. Oleh karena itu, desain pembelajaran berbasis literasi numerasi harus terus disusun dan diterapkan secara intensif dan berkelanjutan di kelas guna mendukung berkembangnya kemampuan literasi numerasi siswa. Siswasiswa juga harus terus dihadirkan soal-soal berbasis literasi numerasi atau HOTS. Dengan mengenalkan dan menerapkan soal-soal tersebut maka siswa akan menjadi lebih siap dan terbiasa dalam mengerjakan soal berbasis literasi numerasi (Taufik et al. , 2. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 SIMPULAN Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah Pelatihan dan pendampingan penyusunan desain pembelajaran berbasis literasi numerasi dilaksanakan dalam bentuk pelatihan atau workshop bagi guru matematika yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Kabupaten banjar secara tatap muka ada hari selasa, 22 Agustus 2023, dan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan untuk melayani guru peserta yang mengalami kesulitan dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi yang dilakukan secara online melalui whatsapp atau email. Kemudian dilakukan evaluasi tentang kesulitankesulitan guru dalam menyusun desain pembelajaran berbasis literasi numerasi. Hasil kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman guru matematika MTs Kabupaten Banjar terhadap desain pembelajaran literasi numerasi yaitu sebanyak 17,89 % dan mampu menghasilkan desain pembelajaran literasi numerasi pada materi tertentu serta dapat membuat desain soal Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis literasi numerasi. Kontribusi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat menambah wawasan dan keterampilan guru dalam menyusun desain pembelajaran dan soal berbasis literasi numerasi. Dengan adanya desain pembelajaran dan soal berbasis literasi numerasi dapat membuat kemampuan literasi numerasi siswa menjadi meningkat. Berbagai pihak terkait baik seperti madrasah, guru atau lainnya untuk dapat terus memfasilitasi berkembangnya kemampuan literasi Pelatihan-pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara terjadwal dan intensif, agar wawasan dan keterampilan literasi numerasi dan literasi-literasi lainnya terus meningkat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada MGMP Matematika MTs Kabupaten Banjar dan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin melalui LP2M atas kerja sama dan segala dukungannya sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. DAFTAR PUSTAKA