JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Pengaruh Latihan Plyometric Box Jump Dan Squat Jump Terhadap Kekuatan Tungkai 1Bangbang Syamsudar, 2Dedi Kusmayadi, 3Hidayat Nurul Jaman 1Dosen Prodi. Magister Penjas STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia 2Mahasiswa Prodi. Magister Penjas STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia 3Mahasiswa Prodi. PJKR STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia bangbangsyamsudar87@gmail. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Plyometric Box Jump dan Latihan Squat Jump terhadap kekuatan tungkai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi yang digunakan adalah siswa ekstrakurikuler futsal di SMP Pasundan 12 Bandung yang berjumlah 16 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan standing broad jump. Dilakukan sore hari, 00 sampai dengan selesai bertempat di tempat Gor Pasundan. Hasil Penelitian ini, menunjukan bahwa ada pengaruh perlakuan latihan Plyometric Box Jump terhadap peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Kemudian ada pengaruh perlakuan latihan Squat Jump terhadap peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Latihan Squat Jump lebih efektif untuk meningkatkan power tungkai dari pada latihan Plyometric Box Jump pada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung Kata Kunci: Latihan Plyometrik. Kakuatan Tungkai ABSTRAC This study aims to determine the effect of Plyometric Box Jump and Squat Jump exercises on leg The research method used is the experimental method. The population used was students in futsal extracurricular activities at Pasundan 12 Bandung Middle School, totaling 16 The sampling technique used in this study was purposive sampling technique. The sample used in this study is students who take extracurricular activities. The instrument used for data collection in this study uses standing broad jump. Done in the afternoon, at 4:00 p. finished at the place of Gor Pasundan. The results of this study indicate that there is an effect of the treatment of Plyometric Box Jump training on the increase in limb power of futsal extracurricular students at Pasundan Middle School 12 Bandung. Then there is the effect of Squat Jump training on increasing the limb power of futsal extracurricular students at Pasundan Middle School 12 Bandung. Squat Jump exercises are more effective for increasing leg power than Plyometric Box Jump exercises in futsal extracurricular students at Pasundan Middle School 12 Bandung. Keyword: Gross Motor Skill. Outdoor Education Model Alamat Korespondensi: STKIP Pasundan Email: bangbangsyamsudar87@gmail. A 2020 STKIP Pasundan ISSN 2721-5660 (Ceta. Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman PENDAHULUAN Ekstrakurikuler futsal adalah kegiatan olahraga futsal yang dilaksanakan di luar jam mata pelajaran dan merupakan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan potensi, bakat dan minat mereka. Seiring dengan berkembangnya permainan futsal, seperti halnya di SMP Pasundan 12 Kota Bandung, kegiatan ekstrakurikuler futsal telah menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang lainnya. Ekstrakurikuler futsal di SMP Pasundan 12 Bandung merupakan suatu wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakatnya diluar kegiatan belajar dan mengajar. Ekstrakulikuler akan sangat bermanfaat bukan hanya pada sekolah tetapi juga akan sangat bermanfaat bagi siswa. Seorang siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan bakatnya melalui ekstrakurikuler yang tentunya bisa menjadi media bagi siswa untuk menerah prestasi. Pada permainan futsal, kekuatan otot khususnya pada otot tungkai sangatlah diperlukan dalam permainan futsal atau cabang olahraga yang lain. Ekstrakurikuler adalah tempat bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di luar mata pelajaran akademik di sekolah. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler antara lain bidang seni, spiritualitas, kepemimpinan, jurnalistik dan yang tidak kalah populer dan hampir setiap sekolah ada ekstrakurikuler olahraga. (Rasyono, 2. Berdasarkan pengamatan ini, khususnya pada siswa yang mengikuti pembinaan ekstrakurikuler futsal di SMP Pasundan 12 Kota Bandung. Ternyata, masih banyaknya siswa yang tidak menyadari dan memperhatikan betapa pentingnya usur fisik seperti, kecepatan, kekuatan bahkan daya ledak . Keadaan tersebut menimbulkan minat untuk diteliti, yakni melalui latihan Plyometric Box Jump dan Latihan Squat Jump pada para siswa yang mengikuti pembinaan ekstrakurikuler futsal di SMP Pasundan 12 Kota Bandung. Kondisi fisik merupakan salah satu faktor penting untuk diperhatikan dalam setiap cabang olahraga untuk mencapai prestasi tertinggi. Tujuan mempersiapkan fisik dalam latihan adalah meningkatkan komponen biomotor ke standar yang paling tinggi. Kemampuan biomotor explosive power dan kecepatan merupakan komponen penting yang diperlukan disetiap cabang (Perikles. Mintarto. , & Hasan. Pelatihan plyometric adalah jenis pelatihan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan otot untuk menghasilkan tenaga. Pelatihan plyometric menggunakan aktivitas seperti melompat, melompat, dan berlari. Pelatihan plyometrics telah terbukti meningkatkan kemampuan melompat dan gerakan daya tinggi lainnya. Tentang pentingnya kemampuan fisik bagi atlet yang memiliki fisik prima yang mampu berlatih secara optimal. Hanya atlet yang berlatih secara optimal yang memungkinkan perolehan prestasi optimal (Harsuki, 2003: . Latihan plyometrics adalah salah satu latihan favorit yang dilakukan oleh pelatih saat ini, terutama kepada cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan daya ledak . xplosive powe. Salah satunya adalah didalam cabang olahraga futsal. Plyometrics yaitu latihan di mana otot Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman mengerahkan kekuatan maksimum dalam interval waktu singkat, dengan tujuan meningkatkan daya . ecepatan-kekuatan. Latihan ini berfokus pada belajar untuk beralih dari ekstensi otot ke kontraksi secara cepat atau "eksplosif", seperti dalam melompat yang diulang secara khusus. Plyometrics digunakan oleh para atlet, terutama seniman bela diri, pelari cepat, pelompat tinggi, cabang olahraga permainan seperti futsal. Untuk dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai ada beberapa metode latihan yang bisa dilakukan. Antara lain. Latihan box jump. Latihan squat jump. Latihan side hop. Latihan depth jump, dan Latihan skipping role. Dari bermacam Ae macam metode latihan tersebut, penulis hanya mengambil 2 . macam metode yaitu, metode latihan box jump, dan metode latihan squat Alasan penulis mengambil 2 . latihan box jump dan squat jump adalah karena kedua metode latihan tersebut sangat efektif sekali untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Box jump adalah gerakan plyometrik yang memperkuat otot utama tubuh bagian bawah yang melibatkan otot glute, quads, betis, dan paha belakang. (Nick Harris-Fry, 2. Menurut Nurhasan . bahwa squat jump merupakan bentuk latihan untuk melatih dan meningkatkan komponen daya tahan kekuatan otot tungkai. Kondisi fisik sangat penting untuk mendukung pergerakan seorang pemain. Gerakan yang terampil bisa dilakukan apabila kondisi fisiknya baik. Menurut Harsono . Auapabila kondisi fisik atlet baik, maka atlet akan lebih cepat pula dalam menguasai teknik-teknik gerakan yang dilatihkan. Karena latihan teknik, taktik, dan keterampilan akan mampu dilakukan secara maksimal, artinya meskipun harus mengulang gerakan pola taktik tertentu atlit tidak cepat lelahAy. Mempersiapkan kondisi fisik merupakan suatu hal yang penting dalam masa persiapan sebuah tim untuk mencapai prestasi yang maksimal. Melalui latihan fisik, kondisi pemain yang kurang baik akan meningkat, setelah melakukan latihan fisik yang terprogram dengan baik, hasil dari latihan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya penampilan seorang pemain yang akhirnya berdampak positif pada penampilan tim dan dapat mencapai prestasi maksimal. Lhaksana mengemukakan bahwa Auberikut komponen kondisi fisik yang harus dimiliki pemain futsal, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya ledak, kelenturan, ketepatan, koordinasi, keseimbangan, reaksi. Komponen latihan fisik yang dominan dimiliki pemain futsal adalah daya tahan, kekuatan, kecepatan dan tentunya tanpa meninggalkan komponen fisik yang lainAy. METODE Penelitian yang dipergunakan adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah siswa ekstrakurikuler futsal di SMP Pasundan 12 Bandung yang berjumlah 16 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman kegiatan ekstrakurikuler. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan standing broad jump. Standing broad jump digunakan untuk mengambil power tungkai dengan satuan cm. Pelaksanaan tes standing broad jump yaitu sampel melakukan loncatan dengan maksimal kemudian diukur jarak jauh loncatanya dengan mengukur tumit belakang, sampel melakukan dua kali loncatan, kemudian diambil yang terbaik. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini pengujian hasil pretest dan posttest menggunakan uji t. Tabel group statistic menunjukan deskripsi dari hasil yang dilakukan. Tabel independent sample test adalah tabel yang menunjukan uji apakah ada perbedaan atau tidak nilai jauh lompatan antara pretest dan posttest. Pada pelaksanaan pretest dan posttest setiap siswa diberi dua kali kesempatan selanjutnya diambil hasil yang terbaik. Tes pengukuran dilakukan oleh dua kelompok, yaitu kelompok A dan B. Kelompok A (Plyometric Box Jum. 8 orang dan B (Squat Jum. sebanyak 8 Kelompok Perlakuan (Eksperimen Plyometric Box Jum. Deskripsi data kelompok perlakuan didasarkan hasil tes pengukuran pada saat tes pertama kali atau tes awal dan tes akhir. Adapun hasil penelitian disajikan dalam bentuk table seperti berikut: Pre Test Plyometric box Jump Dari data pre test Plyometrics Front Jump dapat dianalis hasil deskriptifnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Tabel 1. Hasil Output Pretest Plyometrics Box Jump Pretest 14,03 Berdasarkan hasil output data tabel di atas dapat diketahui nilai mean = 223,5, median = 222,5, std deviation = 14,031. Setelah dikonversikan ke dalam norma pengkategorian diperoleh distribusi frekuensi dengan bantuan SPSS versi 23 sebagai berikut : Tabel 2. Tabel Distribusi Frekuensi Interval Jurnal Master Penjas & Olahraga Frekuensi Persen Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman Post Test Plyometric Box Jump Dari data pre test plyometric box jump dapat dianalis hasil deskriptifnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Tabel 3. Hasil output Post Test plyometrics Box Jump Posttest 236,87 13,41 Berdasarkan hasil output data table di atas dapat diketahui nilai mean = 236,875, median = 239, std deviation = 13,410. Setelh dikonversikan ke dalam norma pengkategorian diperoleh distribusi frekuensi dengan bantuan SPSS versi 23 sebagai berikut : Table 4. Table Distribusi Frekuensi Interval Frekuensi Persen Kelompok Perlakuan (Eksperimen Squat Jum. Deskripsi data kelompok perlakuan didasarkan hasil tes pengukuran pada saat tes pertama kali atau tes awal dan tes akhir. Adapun hasil penelitian disajikan dalam bentuk table seperti berikut: Pre Tes Squat Jump Dari data pre test squat jump dapat dianalis hasil deskriptifnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Tabel 5. Hasil output Pre Test squat jump Jurnal Master Penjas & Olahraga Pretest 19,32 Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman Berdasarkan hasil output data tabel di atas dapat diketahui nilai mean = 230,5, median = 228,4, std deviation = 19,324. Setelah dikonversikan ke dalam norma pengkategorian diperoleh distribusi frekuensi dengan bantuan SPSS versi 23 sebagai berikut: Tabel 6. Distribusi Frekuensi Pre Test Squat Jump Interval Frekuensi Persen Post Test Squat Jump Dari data post test squat jump dapat dianalis hasil deskriptifnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Tabel 7. Hasil Output Post Test Squat Jump Posttest 247,75 20,27 Berdasarkan hasil output data tabel di atas dapat diketahui nilai mean = 247,75, median = 24,5, std deviation = 20,268. Setelah dikonversikan ke dalam norma pengkategorian diperoleh distribusi frekuensi dengan bantuan SPSS versi 23 sebagai berikut: Tabel 8. Distribusi Frekuensi Post Test Squat Jump Interval Frekuensi Persen Hasil Uji Prasyarat Uji Normalitas Uji normalitas diujikan pada masing-masing data penelitianyaitu data pretest dan posttest. Uji normalitas dilakukan menggunakanrumus Shapiro-Wilk dengan program SPSS 23. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikasi yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Berikut ini akan disajikan hasil uji normalitas yang diperoleh: Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman Tabel 9. Hasil Uji Normalitas Pre Test Box Jump Post Test Box Jump Pre Tes Squat Jump Post Test Squat Jump 0,809 0,936 0,454 0,200 Shapiro-Wilk Sig Keterangan 0,05 Normal 0,05 Normal 0,05 Normal 0,05 Normal Berdasarkan dari tabel diatas dapat dilihat bahwa semua data . retest dan posttes. memiliki nilai p (Sig. ) lebih dari 0. 05 (> 0. , maka ke dua variabel berdistribusi normal. Atau dapat diartikan nilai signifikasi pretest dan posttest lebih besar dari 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, karena data berdistribusi normal maka analisis dapat dilanjutkan. Uji Homogenitas Uji homogenitas berguna untuk menguji kesamaan sampel yaitu seragam atau tidak varian sampel yang diambil dari populasi. Kaidah homogenitas jika p > 0,05, maka tes dinyatakan homogen, jika p < 0. 05, maka tes dikatakan tidak homogen. Hasil uji homogenitas penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 10. Hasil Uji Homogenitas Levene Statistic 1,681 0,216 Berdasarkan analisis statistik uji homogenitas yang telah dilakukan, didapat nilai probabilitasnya 0,216 yang berarti > 0. 05, maka dapat disimpulkan data berasal dari populasi mempunyai varians sama atau homogen. Artinya, data layak untuk diolah menggunakan uji t. Hasil Analisis Data Dalam penelitian ini pengujian hasil pre test dan post test menggunakan uji t. Tabel group statistic menunjukan deskripsi dari hasil yang dilakukan. Tabel independent sample test adalah tabel yang menunjukan uji apakah ada perbedaan atau tidak nilai jauh lompatan antara pre test dan post test. Kriteria pengambilan keputusan I, yaitu perhitungan t hitung kurang dari skor t tabel, dengan taraf signifikan > 0. 05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai jauh lompatan antara pre test dan post test. Kriteria II, yaitu perhitungan t hitung lebih besar dari t tabel, dengan taraf signifikan <0. 05, maka terdapat perbedaan yang signifikan nilai jauh lompatan antara pretest dan post test (Abu Samah, 1999: . Perbedaan pre test dan post test Plyometric Box Jump Dari data pre test dan post test Plyometric Box Jump dapat dianalisis hasil deskriptifnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman Tabel 11. Perbedaan Pre Test dan Post Test Plyometric Box Jump Group Statistic Mean Data Pre Tes Box Jump Post Test Box Jump Std. Deviasi 14,03 13,410 223,50 236,88 Std. Error Mean 4,961 4,741 Dari hasil analisis di atas, diperoleh nilai t /hitung sebesar 1,949 > dari t tabel yaitu 1,8595 dan nilai signifikan 0. 0072 < dari taraf signifikansi 0. 05, dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara nilai pre test terhadap nilai post test Plyometric Box Jump. Perbedaan pretest dan posttest Squat Jump Dari data pretest dan posttest kelompok kontrol dapat dianalisis hasil deskriptifnya deengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Tabel 12. Perbedaan Pre Test dan Post Test Squat Jump Group Statistic Data Mean Pre Tes Squat Jump Post Test Squat Jump 230,50 247,88 Std. Deviasi 19,324 20,268 Std. Error Mean 6,8322 7,166 Independen Sample Test Squat Jump Equal varinces Equal variances not assumsed LeveneAos Test For Equality of Variances Sig. 0,002 0,00962 t-test for Equality of Means Sig. (-taile. Mean Difference Std. Error Difference Confidence Interval of th Difference -1,942 0,103 -17,250 -1,942 13,967 0,103 -17,250 9,901 9,901 Lower -38,485 Lower Ae 38,490 Upper 3,985 Upper 3,990 Dari hasil analisis di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 1,942 > dari t tabel yaitu 1,8595 dan nilai signifikan 0. 00962 < dari taraf signifikansi 0. 05, dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara nilai pre test terhadap nilai post test Squat Jump Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman Perbandingan Peningkatan antara Latihan Plyometric Box Jump dengan Squat Jump Dari data post test Plyometric Box Jump dan post test Squat Jump dapat dianalisis hasil deskriptifnya deengan menggunakan program SPSS versi 23. Berikut ini hasil outputnya: Tabel 13. Perbandingan Peningkatan Latihan Plyometric Box Jump dan Squat Jump Data Post Test Plyometric Box Jump Post Test Squat Jump Mean 236,875 247,75 Std. Deviasi 4,741 20,336 Std. Error Mean 6,8322 7,190 Independen Sample Test Squat Jump Equal Equal variances not LeveneAos Test For Equality of Variances t-test for Equality of Means Sig. 2,034 0,00176 Sig. (-taile. Mean Difference Std. Error Difference Confidence Interval of th Difference -1,910 0,250 -10,250 -1,910 12,120 0,257 -10,250 8,612 8,612 Lower 28,722 Upper 8,222 Lower 28,994 Ae Upper 8,494 Dari hasil analisis di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 1,910 > dari t tabel yaitu 1,8595 dan nilai signifikan 0. 00176 < dari taraf signifikansi 0. 05, dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara nilai post test Plyometric Box Jump dan post test Squat Jump. Kemudian jika dilihat dari nilai rata-rata . ean post test Squat Jump sebesar 247,75 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai rata-rata . post test Plyometric Box Jump sebesar 236,875. Nilai dari Mean Difference sebesar -10,250, artinya bahwa peningkatan nilai post test Squat Jump lebih tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan nilai post test Plyometric Box Jump. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Latihan Squat Jump lebih efektif untuk meningkatkan kekuatan tungkai siwa ekstrakurikuler SMP Pasundan 12 Bandung daripada latihan Plyometric Box Jump. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Plyometric Box Jump dan Squat Jump terhadap kekuatan tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Sampel penelitian ini dikelompokan ke dalam dua kelompok. Dari hasil statistik menunjukkan atlet kelompok A yang mendapatkan perlakuan latihan Plyometric Box Jump dan kelompok B yang mendapatkan perlakuan latihan Squat Jump selama 12 kali pertemuan keduanya mengalami Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman peningkatan power tungkai. Dengan mengikuti proses latihan selama 12 kali perlakuan dapat meningkatkan power tungkai, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya perubahan yang Peningkatan kekuatan tungkai dengan menggunakan latihan Plyometric Box Jump dan Squat Jump dalam penelitian ini mengalami peningkatan yang signifikan. Bisa dilihat dari hasil analisis data pretest dan posttest siswa yang mengikuti perlakuan: Pengaruh latihan Plyometric Box Jump terhadap kekuatan tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh power tungkai sebelum dan sesudah latihan Plyometric Box Jump. Hal ini ditunjukkan dengan nilai bahwa t hitung 1,949 dan t-tabel df = 14 sebesar 1,8595, sedangkan nilai signifikansi p 0072, karena t hitung = 1,949 > t tabel = 1,8595 dan nilai signifikansi p sebesar 0072 < 0. 05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Artinya latihan Plyometric Box Jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai siswa. Adanya peningkatan kekuatan tungkai pada siswa karena latihan Plyometric Box Jump bentuk aktivitasnya adalah meloncat keatas balok dengan gerakan eksplosif. Pengaruh latihan Squat Jump terhadap kekuatan tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan Squat Jump terhadap peningkatan kekuatan tungkai siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 1,042 dan t tabel df 14 sebesar = 1,8595 sedangkan nilai signifikansi p 0,00962, karena t hitung = 1,042 > t tabel = 1,8595 dan nilai signifikansi p 0,00962< 0. 05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi ada pengaruh latihan Squat Jump terhadap peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Adanya pengaruh latihan ini terhadap power tungkai dikarenakan gerakan latihan Squat Jump gerakannya lompat jongkok ke atas dengan berulang-ulang dengan menekan ujung kaki dan dorong tubuh ke udara setingginya, saat turun segera tekuk lutut turun krmbali ke posisi squat dan melompat lagi. Latihan Squat Jump lebih efektif untuk kekuatan tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Analisis diperoleh nilai t hitung sebesar 1,910 > dari t tabel yaitu 1,8595 dan nilai 00176 < dari taraf signifikansi 0. 05, dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara nilai posttest Plyometric Box jump dan posttest Squat Jump. Kemudian jika dilihat dari nilai rata-rata . posttest Squat Jump sebesar 247,75 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai rata-rata . posttest Plyometric Box jump sebesar 236,875. Nilai dari Mean Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Bangbang Syamsudar. Dedi Kusmayadi. Hidayat Nurul Jaman KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data, deskripsi, pengujian hasil penelitian, dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan yaitu: Ada pengaruh perlakuan latihan Plyometric Box Jump terhadap peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Ada pengaruh perlakuan latihan Squat Jump terhadap peningkatan power tungkai siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Latihan Squat Jump lebih efektif untuk meningkatkan power tungkai dari pada latihan Plyometric Box Jump pada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Pasundan 12 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut : Sebaiknya dilakukan penelitian yang menggunakan sampel yang lebih besar. Memberikan menu latihan kepada atlet dalam hal latihan plyometric sebagai bagian dari latihan latihan kondisi fisik. DAFTAR PUSTAKA