P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 METODE PENDIDIKAN DENGAN HIWAR PADA ANAK Siti Mastiyah IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Email: mastiyahs@gmail. Abstrak Pendidikan anak merupakan proses penting dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan berpikir sejak usia dini. Salah satu metode pendidikan yang efektif dalam pembelajaran anak adalah metode hiwar atau dialog. Metode hiwar merupakan pendekatan pendidikan yang dilakukan melalui percakapan, tanya jawab, dan komunikasi interaktif antara pendidik dan anak sehingga mampu menumbuhkan pemahaman, sikap kritis, serta nilai-nilai moral dan keagamaan. metode dialog merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang diterapkan oleh Nabi Muhammad AA. Metode ini dinilai mampu melatih kemampuan berpikir, memudahkan pemahaman makna, menampilkan kebenaran secara jelas, serta melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh metode dialog yang terdapat dalam sunnah adalah percakapan antara Nabi Muhammad A Adengan Malaikat Jibril as. mengenai rukun agama. Dialog tersebut mampu menarik perhatian para sahabat yang hadir, membangkitkan rasa ingin tahu mereka, serta mendorong mereka untuk menyimak dan memahami pembicaraan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias. Kata Kunci: Metode Hiwar. Pada Anak PENDAHULUAN Manusia lahir di dunia dengan keadaan fitrah dari Allah Swt, salah satu potensi utama utama yang dimiliki manusia adalah akal. Dengan akal tersebut, manusia menjadi makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk lainnya karena memiliki kemampuan untuk berpikir dan membedakan antara yang baik dan buruk. Oleh sebab itu, setiap manusia berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Pendidikan agama tidak hanya diperoleh dalam lingkungan keluarga, tetapi juga harus diberikan melalui lingkungan sekolah dan masyarakat serta dibiasakan sejak usia dini. Pendidikan di sekolah merupakan bagian penting dalam menanamkan nilaiJurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 nilai Islam kepada peserta didik. Tujuan pendidikan tersebut adalah membentuk kepribadian anak agar menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan bertakwa kepada Allah Swt. , serta mampu mengamalkan ilmunya demi kemaslahatan manusia. Dalam hal ini, pendidik memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian anak secara Oleh karena itu, tugas pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan agama, melainkan juga memberikan pendidikan agama yang mampu membentuk karakter dan akhlak peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang Seorang pembelajaran dalam menyampaikan pendidikan agama di sekolah. Beragam metode pembelajaran dapat digunakan untuk membantu proses pengajaran Pendidikan Agama Islam agar lebih efektif dan menarik. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode hiwar. Metode hiwar merupakan pendekatan pembelajaran yang bersumber dari Al-QurAoan dan Sunnah dengan menggunakan dialog atau percakapan sebagai sarana pendidikan. Metode ini banyak dicontohkan dalam Al-QurAoan sebagai cara yang efektif dalam mengajar dan mendidik anak. II. PEMBAHASAN Pengertian Metode Pendidikan Dengan Hiwar Metode hiwar berasal dari dua istilah, yaitu metode dan hiwar. Secara etimologis, metode berarti cara atau langkah yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan secara sistematis dengan memanfaatkan fakta dan konsep tertentu. Dalam penggunaannya, metode dipahami sebagai cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam proses pembelajaran maupun kegiatan lainnya. Sedangkan hiwar secara bahasa berarti percakapan, dialog, atau berbicara. Percakapan tersebut merupakan proses pertukaran pikiran dan pendapat mengenai suatu persoalan antara dua orang atau lebih. Dalam bahasa Arab, al-hiwar (A)EOA dapat dimaknai sebagai jawaban (A)EA, tanya jawab, percakapan, maupun dialog Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 (A)EIOA. Makna-makna tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran. Hiwar atau dialog adalah percakapan yang berlangsung secara bergantian antara dua pihak atau lebih mengenai suatu topik tertentu yang diarahkan pada tujuan yang diinginkan. 2 Dalam proses dialog, materi dialog tidak dibatasi pada satu bidang saja, melainkan dapat mencakup berbagai konsep seperti ilmu pengetahuan, filsafat, seni, maupun wahyu. Terkadang dialog menghasilkan suatu kesimpulan, namun tidak jarang pula berakhir tanpa kesimpulan karena adanya ketidakpuasan salah satu pihak terhadap pendapat yang disampaikan. Meskipun demikian, dari sisi pendidikan keduanya tetap memberikan manfaat karena masing-masing pihak dapat mengambil pelajaran dan menentukan sikap bagi dirinya sendiri. Metode hiwar memiliki pengaruh yang besar, baik bagi pembicara maupun pendengar. Adapaun pengaruh tersebut yaitu: 3 Dialog berlangsung secara aktif dan dinamis karena semua pihak terlibat langsung dalam pembicaraan sehingga suasana tidak membosankan. Setiap pihak saling memperhatikan agar dapat memahami alur pemikiran lawan bicara, sehingga kebenaran maupun kekeliruan dapat segera diketahui dan Metode ini pada dasarnya serupa dengan diskusi bebas, hanya saja pendidik berperan mengarahkan pembicaraan menuju tujuan tertentu, sebagaimana metode dialog yang digunakan oleh Socrates kepada muridmuridnya. Pendengar akan terdorong untuk terus mengikuti jalannya percakapan karena adanya rasa ingin tahu terhadap hasil atau kesimpulan dialog Hal ini membuat peserta lebih fokus, antusias, dan tidak mudah merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung. Abdul Fatah Jalal. Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,2. , h. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 Metode hiwar mampu menggugah perasaan serta memberikan kesan yang mendalam dalam jiwa seseorang, sehingga dapat membantu peserta didik menemukan pemahaman dan kesimpulan secara mandiri. Apabila hiwar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tuntunan akhlak Islam, maka proses dialog tersebut juga dapat menjadi sarana pendidikan Sikap dan cara berbicara para pihak yang terlibat akan memberikan pengaruh positif kepada peserta didik, seperti membiasakan sopan santun dalam berbicara, menghargai pendapat orang lain, dan membangun etika komunikasi yang baik. Menurut Al-Bantani, metode dialog merupakan salah satu metode pendidikan yang diterapkan oleh Nabi Muhammad A Adalam proses pembelajaran. Metode ini memiliki kelebihan karena mampu melatih kemampuan berpikir, mempermudah pemahaman terhadap makna, menampakkan kebenaran, serta melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan pendidikan. Salah satu contoh metode dialog yang terdapat dalam sunnah adalah percakapan antara Nabi Muhammad A Adengan Malaikat Jibril as. mengenai rukun agama. Dialog tersebut berhasil menarik perhatian para sahabat yang hadir serta mendorong mereka untuk menyimak, memahami, dan mengikuti jalannya percakapan dari awal hingga akhir dengan penuh perhatian dan antusiasme. Macam-macam Metode Hiwar Bentuk dialog dalam Al-QurAoan dan Sunnah sangat beragam. Namun, bentuk yang paling utama meliputi dialog khitabi dan taAoabudi, dialog deskriptif, dialog naratif, dialog argumentatif, serta dialog nabawi. Berbagai bentuk dialog tersebut bertujuan agar peserta didik mampu mengambil hikmah dan manfaat dari setiap proses komunikasi yang terjadi sehingga dapat mengembangkan aspek afeksi, penalaran, serta perilaku ketuhanan dalam diri mereka. Selain itu, pendidik juga dapat memanfaatkan metode dialog sebagai pelengkap dalam penyampaian Heri Gunawan. Pendidikan Islam: Kajian Teoritis dan Pemikiran Tokoh, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 berbagai disiplin ilmu lainnya. Berikut ini merupakan beberapa macam metode Dialog Khitabi dan TaAoabudi Dialog khitabi berlandaskan pada ajaran Al-QurAoan sebagai petunjuk dan pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam Al-QurAoan banyak ditemukan seruan Allah kepada hamba-Nya yang beriman melalui ungkapan Auyaa ayyuhalladzina amanuAy. Menurut An-Nahlawi, ketika seruan tersebut disampaikan, seorang mukmin akan menjawab dalam hatinya. AuYa Rabbi, aku memenuhi panggilan-Mu. Ay6 Hubungan antara seruan Allah dan respons seorang mukmin inilah yang membentuk suatu dialog antara Sang Pencipta dengan hamba-Nya. Hal yang sama juga terjadi ketika seorang mukmin berdoa kepada Allah Swt. , kemudian Allah memberikan jawaban sesuai dengan kehendak-Nya. Hiwar khitabi merupakan dialog antara Allah Swt. dan hamba-Nya yang diwujudkan melalui seruan-seruan tertentu. Bentuk dialog ini menunjukkan bahwa metode dialog dapat dijadikan sebagai metode pengajaran. Dengan demikian, metode hiwar termasuk metode pendidikan yang digunakan Allah Swt. dalam memberikan petunjuk kepada manusia. Dalam hiwar khitabi, dialog dimulai oleh satu pihak sebagai pembicara, sedangkan pihak lain merespons dengan perhatian, pikiran, dan perasaannya. An-Nahlawi membagi hiwar khitabi menjadi enam macam, yaitu sebagai . Hiwar Khitabi dengan Nidaut TaAorif bil Iman Dialog ini ditujukan kepada orang-orang beriman melalui seruan yang menegaskan keimanan mereka. Penyebutan unsur keimanan bertujuan untuk menyentuh hati dan kesadaran orang yang diajak berdialog. Dalam Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan. ,h. Abdurrahman an-Nahlawi. Pendidikan Islam di Rumah. Sekolah dan Masyarakat, (Jakarta: Gema Insani,2. , h. Abdurrahman an-Nahlawi. Pendidikan Islam di Rumah. Sekolah dan Masyarakat. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 pembelajaran, metode ini dapat diterapkan pada awal pelajaran untuk membangun kesadaran dan kesiapan peserta didik terhadap materi yang akan Selain itu, metode ini juga dapat digunakan pada akhir pembelajaran sebagai penguat keimanan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Hiwar Khitabi Tadzkiri Dialog ini bersifat mengingatkan manusia terhadap nikmat-nikmat Allah Swt. maupun pelajaran dari kaum terdahulu yang mendapatkan hukuman akibat dosa dan penyimpangan mereka. Dialog ini mengajak peserta didik untuk merenungkan nikmat yang telah diberikan Allah serta menyadari kesalahan yang pernah dilakukan. Secara psikologis, metode ini dapat menumbuhkan rasa syukur dan introspeksi diri. Dalam pembelajaran, hiwar tadzkiri lebih tepat digunakan di tengah pembahasan materi untuk memperkuat pemahaman peserta didik, khususnya pada materi akidah dan . Hiwar Khitabi Tanbihi atau Idhahi Dialog ini bertujuan untuk mengingatkan atau memberikan penjelasan melalui pertanyaan yang diikuti jawabannya. Pertanyaan tersebut berfungsi sebagai stimulus agar perhatian peserta didik lebih terfokus pada jawaban atau penjelasan yang akan diberikan. Tujuan utamanya adalah mengarahkan pola pikir seseorang sehingga suatu permasalahan menjadi lebih jelas. Dalam pembelajaran, metode ini biasanya diterapkan pada awal pelajaran untuk memusatkan perhatian dan membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang akan dipelajari. Hiwar Khitabi Athifi Hiwar ini menggunakan pertanyaan yang bertujuan menyentuh perasaan dan menggugah aspek emosional peserta didik sehingga mendorong mereka untuk berperilaku baik dan beramal saleh. Dialog ini lebih menekankan pada aspek afeksi, seperti rasa takut, harapan, kecemasan, maupun kebahagiaan. Dalam praktik pembelajaran, metode ini lebih tepat Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 diterapkan di tengah atau akhir pembelajaran agar peserta didik dapat merasakan pengaruh emosional yang mendalam sehingga muncul kesadaran untuk berperilaku sesuai nilai-nilai Islam. Hiwar Khitabi Athifi Tardidi Dialog ini bersifat afektif dan repetitif, yaitu melalui pengulangan pertanyaan tertentu untuk mempertegas makna yang ingin disampaikan. Pertanyaan yang diulang-ulang tersebut biasanya diselingi dengan penjelasan atau ayat-ayat yang menggugah hati sehingga memperkuat pesan yang terkandung di dalamnya. Menurut Fatah, metode pengulangan dengan berbagai sudut pandang dan argumentasi dapat menghilangkan keraguan serta memperkuat keyakinan terhadap kebenaran. Dalam pembelajaran, metode ini diterapkan setelah penyampaian materi pokok hingga akhir pembahasan guna memperkuat pemahaman peserta didik. Hiwar Khitabi TaAoridi Hiwar ini mengandung sindiran atau peringatan terhadap keburukan, kebatilan, dan kelemahan kaum tertentu. Melalui metode ini. Allah Swt. memberikan teguran kepada kaum musyrik melalui Rasulullah AA. Dalam pembelajaran, metode ini lebih tepat diterapkan pada akhir pembahasan setelah materi dijelaskan secara menyeluruh, khususnya pada materi akidah dan akhlak. Dialog Deskriptif Dialog deskriptif merupakan dialog yang disajikan melalui gambaran atau deskripsi mengenai pihak-pihak yang sedang berdialog8. Dalam metode ini dijelaskan secara rinci hubungan antara dua pihak yang terlibat sehingga tercipta suasana psikologis yang dapat dirasakan bersama oleh peserta didik. Melalui metode ini, peserta didik dapat memahami nilai kebaikan dan keburukan secara lebih nyata. Selain itu, deskripsi yang diberikan juga dapat memengaruhi mentalitas peserta didik sehingga berkembang sikap ketuhanan dan perilaku AbduArrahman an-Nahlawi. Pendidikan Islam. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 positif dalam diri mereka. Metode ini dapat diterapkan pada awal, tengah, maupun sepanjang proses pembelajaran. Dengan hiwar deskriptif, peserta didik diajak menemukan kebenaran bersama-sama sehingga seolah-olah mereka sendiri yang menemukan kesimpulan tersebut. Dialog Naratif Dialog naratif merupakan dialog yang dikemas dalam bentuk kisah dengan alur cerita yang jelas sehingga menjadi bagian dari gaya penyampaian kisah dalam Al-QurAoan. Kisah-kisah yang disampaikan melalui dialog memiliki unsur dramatik yang dapat menarik perhatian peserta didik. Hiwar ini biasanya digunakan setelah penyampaian materi pokok sebagai contoh penguat terhadap pesan yang terkandung dalam materi tersebut. Selain itu, kisah-kisah teladan juga dapat dijadikan sebagai materi utama pembelajaran agar peserta didik mampu menjadikannya sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini sangat sesuai diterapkan pada pembelajaran akidah dan akhlak. Dialog Argumentatif Dialog argumentatif dikenal pula sebagai metode diskusi atau perdebatan. Metode ini bertujuan untuk memperkuat hujjah atau argumentasi terhadap lawan 9 Dalam hiwar ini, aspek logika lebih dominan, meskipun unsur emosional tetap digunakan melalui pertanyaan-pertanyaan tertentu. Dialog argumentatif merupakan kegiatan bertukar informasi, pendapat, dan pengalaman secara teratur. Nawawi menjelaskan bahwa diskusi juga termasuk metode pemecahan masalah . roblem solvin. Oleh karena itu, metode ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas interaksi peserta didik dan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran karena melibatkan seluruh peserta didik secara aktif. Dialog Nabawi Ahmad Munjin Nasih. Metode dan Teknik Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT Refika Aditama 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 Hiwar nabawi adalah metode dialog yang digunakan oleh Nabi Muhammad A Adalam mendidik para sahabat. Rasulullah A Amendorong para sahabat untuk aktif bertanya sehingga tercipta komunikasi dua arah dalam proses Dialog nabawi dibagi menjadi dua bentuk, di antaranya sebagai berikut:10 . Dialog Nabawi Athifi Dialog ini bertujuan menyentuh dan mendidik perasaan peserta didik sehingga nilai-nilai yang disampaikan dapat tertanam menjadi sikap yang kuat dan kokoh dalam kehidupan mereka. Dialog Nabawi Iqnai Dialog nabawi iqnai bertujuan memberikan kepuasan berpikir dan memperkuat argumentasi kepada lawan bicara. Metode ini dilakukan melalui pertanyaan langsung kepada peserta didik mengenai sesuatu yang telah mereka ketahui sehingga peserta didik terdorong untuk berpikir dan memahami kebenaran secara logis. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pendidikan Hiwar Kelebihan dari metode hiwar antara lain: Dapat mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran telah dikuasai dan dipahami oleh siswa . Mendorong dan merangsang siswa untuk berfikir . Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan masalah yang belum dipahami. Kelemahan metode hiwar yaitu: Siswa akan merasa takut jika guru kurang mampu mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat Ahmad Munjin Nasih. Metode dan Teknik Pendidikan Agama Islam. , h. Nana Sudjana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung : Algensindo,2. , h. Sinar Baru Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 berpikir dan mudah dipahami siswa. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa. PENUTUP KESIMPULAN Hiwar atau dialog merupakan percakapan yang berlangsung secara bergantian antara dua pihak atau lebih mengenai suatu persoalan tertentu yang sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Metode hiwar memiliki beberapa bentuk. Pertama, hiwar khitabi atau taAoabbudi, yaitu dialog yang bersumber dari percakapan antara Allah Swt. dengan hamba-Nya. Hiwar jenis ini terbagi ke dalam beberapa bentuk, seperti hiwar khitabi nidaAout taAorif bil iman, hiwar khitabi tadzkiri, hiwar khitabi tanbihi atau idhahi, hiwar khitabi athifi, hiwar khitabi athifi tardidi, serta hiwar khitabi taAoridi. Kedua, hiwar washfyi . , yaitu dialog yang terjadi antara Allah Swt. dengan malaikat ataupun makhluk gaib lainnya. Ketiga, hiwar qishashi . , yakni dialog yang menjadi bagian dari gaya kisah dalam AlQurAoan. Keempat, hiwar jadali . , yaitu dialog yang bertujuan untuk memperkuat hujjah atau argumentasi. Kelima, hiwar nabawi, yaitu metode dialog yang digunakan oleh Nabi Muhammad A Adalam mendidik para sahabatnya. Metode hiwar memiliki beberapa kelebihan dalam proses pembelajaran. Melalui metode ini, pendidik dapat mengetahui sejauh mana peserta didik memahami dan menguasai materi yang telah disampaikan. Selain itu, metode hiwar juga mampu mendorong serta merangsang peserta didik untuk berpikir aktif dan kritis. Peserta didik pun diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan permasalahan yang belum mereka pahami. Namun demikian, metode hiwar juga memiliki beberapa kelemahan. Sebagian peserta didik terkadang merasa takut atau Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 Ae 7 0 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 6 0 - 7 0 kurang berani apabila pendidik tidak mampu menciptakan suasana yang mendukung. Di samping itu, pendidik juga tidak mudah menyusun pertanyaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Proses pembelajaran dengan metode hiwar pun memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan metode lainnya. DAFTAR PUSTAKA