Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Initial Public Offering (IPO) Pada PT Wijaya Karya Beton Tbk Pada Tahun 2010-2019 Vira Aurelia Annisa Mizan 1. Danna Solihin 2. Zilfana3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : viramizan7@gmail. Keywords : Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Financial Performance ABSTRACT The purpose of this study is to determine and analyze financial performance before and after conducting an initial public offering at PT Wijaya Karya Beton Tbk from 2010-2019. The data needed in this study is secondary data, namely the Financial Statements of PT Wijaya Karya Beton Tbk from 2010 to 2019, then calculated using the financial ratio formula Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Assets. Net Profit Margin. Based on the results of data analysis using 4 financial ratios, it was found that 4 financial ratios consisting of liquidity ratio . urrent rati. , solvency ratio . otal debt to equity ratio/debt to equity rati. , profitability ratio . eturn on assets rati. /return on asset. , and profitability ratios . et profit margi. From the four ratios, it is found that each financial ratio has increased, namely the liability ratio in terms of the current ratio, the solvency ratio in terms of the debt to equity ratio, and the profitability ratio in terms of return on assets. However, the profitability ratio in terms of net profit margin has decreased after the IPO, therefore the company must think about stabilizing the company's NPM value so that it is better above 5%. PENDAHULUAN Di negara yang sedang berkembang seperti halnya Indonesia, berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan mengadakan pembangunan di segala bidang. Semakin meningkatnya persaingan usaha di antara perusahaan-perusahaan yang ada saat ini, menyebabkan setiap perusahaan dituntut untuk selalu mengembangkan suatu strategi agar dapat bertahan hidup atau bahkan berkembang lebih baik. Oleh karena itu setiap perusahaan harus dapat menentukan arah pengelolaan aset-aset inti maupun aset tambahan dari bidang usaha yang dimiliki, sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal bagi perusahaan tersebut. Salah satu upaya atau strategi yang banyak diambil perusahaan-perusahaan saat ini adalah dengan melakukan initial public offering (IPO). Initial Public Offering (IPO) merupakan kegiatan perusahaan untuk menjual sahamnya kepada public melalui pasar modal untuk pertama kalinya. IPO merupakan salah satu peluang yang besar bagi perusahaan untuk memperoleh dana tambahan yang digunakan untuk ekspansi perusahaan. Kinerja perusahaan sebelum IPO merupakan informasi bagi investor mengenai pertumbuhan kinerja perusahaan berikutnya perusahaan melakukan IPO. Memasuki era globalisasi, kebutuhan mutlak akan sumber daya manusia yang tangguh tidak dapat di pungkiri dalam menghadapi abad baru ini, organisasi atau perusahaan akan memenuhi suatu bentuk persaingan yang semakin komplek dengan variasi, intensitas dan cakapan yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya, sehingga organisasi membutuhkan orang-orang yang tangguh, yang sanggup beradaptasi dengan cepat untuk setiap perubahan yang terjadi, yang sanggup bekerja dengan cara-cara baru melalui kecakapan dan tugas-tugas. Penelitian ini, penulis memilih PT. Wika Beton Tbk sebagai penelitian. PT. Wika Karya Beton Tbk merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Wijaya Karya (Perser. Tbk. WIKA Beton telah melaksanakan IPO pada 8 April 2014. IPO adalah kegiatan penawaran perdana saham perusahaan yang agar dapat dimiliki oleh masyarakat atau public. Penawaran saham kepada public ini menjadikan mengubah status perusahaan yang sebelumnya perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Selain agar saham suatu perusahaan dapat dimiliki public. IPO dilakukan agar perusahaan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik, menumbuhkan kedisiplinan perusahaan terhadap regulasi, mendorong transparansi kinerja perusahaan, meningkatkan citra perusahaan dan meningkatkan value atau nilau sebuah perusahaan. Dampak positif dari dilakukannya IPO yang dialami oleh banyak perusahaan membuat optimis bagi perusahaan lainnya untuk mengikuti jejak untuk melakukan IPO. Menurut Musthafa . AuManajemen keuangan merupakan suatu bidang pengetahuan yang cukup menyenangkan sekaligus menentang karena mereka yang senang dalam bidang manajemen keuangan akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan seperti corporate finance managers, perbankan, real estate, perusahaan asuransi, bahkan sector pemerintahan yang lain, sehingga karier mereka akan berkembangAy. Menurut Fahmi . AuIPO (Intial Public Offerin. adalah saat pertama sekali atau awal bagi perusahaan go public, sedangkan go public adalah suatu perusahaan telah memutuskan untuk menjual sahamnya kepada public dan siap untuk dinilai oleh public terbukaAy. Menurut Hery . Aupengukuran kinerja merupakan salah satu komponen didalam sistem pengendalian manajemen untuk mengetahui tingkat keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjangAy. Menurut Hery . Aurasio lancar merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan asset lancar yang tersediaAy. Menurut Kasmir . Audebt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari sengan cara membandingkan antar seluruh hutang termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaanAy. Menurut Hery . Aumerupakan rasio yang menunjukan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total asetAy. Menurut Martono dan Agus Harjito . Aunet profit margin atau marjin laba bersih merupakan keuntungan penjualan setelah menghitung seluruh biaya dan pajak Semakin tinggi net profit margin, semakin baik operasi suatu perusahaanAy. METODE Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumupulan data pada penelitian ini adalah teknik kepustakaan. Teknik kepustakaan yaitu mengumpulkan data yang bersifat mendukung atau yang berhubung dengan masalah penelitian maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian untuk mendapatkan data sekunder. Data yang dimaksud yaitu laporan keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan data penelitian ini diperoleh dari wika-beton. Menurut klasifikasi pengumpulan data, digunakan data panel. Data panel merupakan kombinasi dari time series . ntar wakt. dan data cross-sectional . ntar individu atau spas. Oleh karena itu, jumlah observasi lebih banyak. Rincian Data yang diperlukan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk yang terdaftar di Bursa efek Indonesia selama tahun 2010-2029. Adapun kriteria yang harus digunakan dalam penelitian ini yaitu : Gambaran umum PT Wijaya Karya Beton Tbk. Struktur umum PT Wijaya Karya Beton Tbk. Laporan keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk periode 2010-2019, yaitu : Neraca PT Wijaya Karya Beton Tbk periode 2010-2019. Laporan laba rugi PT Wijaya Karya Beton Tbk periode 2010-2019. Alat Analisis Analisis Rasio Keuangan Rasio Liabilitas Rasio Liabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban . jangka pendek. Current Ratio : Rumus dari Current Ratio adalah : Rasio Solvabilitas Rasio Solvabilitas mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Debt to Equity Ratio : Rumus dari Debt to Equity Ratio : Rasio Profitabilitas Rasio Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu. Return On Assets : Rumus dari Return On Assets : Rasio Rentabilitas Rasio Rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan untuk operasi tersebut . atau mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Net Profit Margin Rumus dari Net Profit Margin : HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Rasio Keuangan Rasio Keuangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rasio likuiditas . asio lancar/current rati. , rasio solvabilitas . asio total utang terhadap ekuitas/debt to equity rati. , rasio profitabilitas . asio pengembalian atas aset/return on asset. , dan rasio rentabilitas . argin laba bersih/net profit margi. Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk, berikut hasil perhitungan rasio keuangan dari beberapa variabel tersebut : Menjelaskan hasilnya dapat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, atau produk. Hasilnya juga mengungkapkan tingkat pencapaian dari kegiatan target. Jika dalam bentuk objek perlu ada penjelasan spesifikasi produk, kelebihan dan kekurangannya. Penulisan output harus mencakup foto, bagan, grafik, bagan, gambar dan banyak lagi. Diskusi ini berurutan dalam urutan tujuan, dan telah dijelaskan terlebih dahulu. Diskusi disertai dengan argumen logis dengan menghubungkan hasil dengan teori, hasil lain dan / atau hasil Rasio Liabilitas Tabel 1 : Data Aset Lancar dan Likuiditas Jangka Pendek PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 Ae 2019 Aset Lancar Likuiditas Jangka Pendek Tahun (Juta Rupia. (Juta Rupia. Sumber : w. wika-beton. Tabel 2: Rasio Kinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010-2019 Ditinjau Dari Nilai Current Ratio Antara sebelum dan Sesudah Melakukan Initial Public Offering (IPO) Nilai Current Ratio (%) Nilai Current Ratio (%) Sesudah Tahun Tahun Sebelum Melakukan IPO Melakukan IPO 102,01 136,88 100,08 130,91 100,90 103,20 105,67 111,86 140,90 115,72 RataRata109,91 119,72 Rata Rata Rasio Solvabilitas Tabel 3 : Data Jumlah Liabilitas dan Jumlah Ekuitas PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 Ae 2019 Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Tahun (Juta Rupia. (Juta Rupia. Sumber : w. wika-beton. Tabel 4: Rasio Kinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010-2019 Ditinjau Dari Nilai Debt to Equity Ratio Antara Sebelum dan Sesudah Melakukan Initial Public Offering (IPO) Nilai Debt to Equity Ratio (%) Nilai Debt to Equity Ratio (%) Tahun Tahun Sebelum Melakukan IPO Sesudah Melakukan IPO 326,89 96,87 327,94 87,18 297,32 157,21 310,50 183,15 72,64 194,66 RataRata267,06 143,81 Rata Rata Rasio Profitabilitas Tabel 5 : Data Laba Tahun Berjalan dan Jumlah Aset PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 Ae 2019 Laba Tahun Berjalan Jumlah Aset Tahun (Juta Rupia. (Juta Rupia. Sumber : w. wika-beton. Tabel 6 : Rasio Kinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 -2019 Ditinjau Dari Nilai Return on Assets Antara Sebelum dan Sesudah Melakukan Initial Public Offering (IPO) Nilai Return on Assets (%) Nilai Return on Assets (%) Tahun Tahun Sebelum Melakukan IPO Sesudah Melakukan IPO 7,62 3,86 7,85 6,05 7,47 4,82 8,27 5,48 8,51 4,94 RataRata7,94 5,03 Rata Rata Rasio Rentabilitas Tabel 7: Data Laba Tahun Berjalan dan Pendapatan Bersih PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 Ae 2019 Laba Tahun Berjalan Pendapatan Bersih Tahun (Juta Rupia. (Juta Rupia. Sumber : w. wika-beton. Tabel 8: Rasio Kinerja Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2010 Ae 2019 Ditinjau Dari Nilai Net Profit Margin Antara Sebelum dan Sesudah Melakukan Initial Public Offering (IPO) Nilai Net Profit Margin (%) Nilai Net Profit Margin (%) Tahun Tahun Sebelum Melakukan IPO Sesudah Melakukan IPO 9,95 6,48 8,83 8,10 RataRata RataRata 8,83 9,12 9,88 9,32 6,35 7,02 7,21 7,03 PEMBAHASAN Hipotesis 1 : Kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) di tinjau dari current ratio (CR). Ditinjau dari perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah melakukan initial public offering (IPO), terjadi peningkatan nilai current ratio meskipun belum dikatakan baik, karena ukuran current ratio yang dikatakan baik adalah sebanyak 200%. Oleh karena itu hipotesis pertama yang menyatakan bahwa kinerja keyangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) ditinjau dari current ratio (CR), maka diterima Hipotesis 2 : Kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) di tinjau dari debt to equity ratio (DER). Ditinjau dari perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah melakukan initial public offering (IPO), terjadi penurunan nilai debt to equity ratio yang dapat dikatakan baik, karena mendekati nilai kurang dari 100% dimana ukuran debt to equity ratio yang dikatakan baik adalah kurang dari 100%. Oleh karena itu hipotesis kedua yang menyatakan bahwa kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) ditinjau dari debt to equity ratio (DER), maka hipotesis diterima. Hipotesis 3 : Kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) di tinjau dari return on assets (ROA). Ditinjau dari perbedaan rata-rata sesudah melakukan initial public offering (IPO), terjadi penurunan nilai return on assets yang dapat dikatakan baik, karena mendekati nilai 5,98% dimana ukuran return on assets yang dikatakan baik adalah 5,98%. Oleh Karena itu hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) ditinjau dari return on assets (ROA), maka hipotesis diterima. Hipotesis 4 : Kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) di tinjau dari net profit margin (NPM). Ditinjau dari perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah melakukan initial public offering (IPO), terjadi penurunan nilai net profit margin dan tetap dapat dikatakan baik, karena melebihi nilai 5% dimana ukuran net profit margin yang dikatakan baik adalah di atas 5%. Oleh Karena itu hipotesis keempat yang menyatakan bahwa kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering (IPO) ditinjau dari net profit margin (NPM), maka hipotesis ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah di jelaskan di bab sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerja keuangan pada PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering ditinjau dari current ratio (CR). Kinerja keuangan pada PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering ditinjau dari debt to equity ratio (DER). Kinerja keuangan pada PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami peningkatan sesudah melakukan initial public offering ditinjau dari return on assets (ROA). Kinerja keuangan pada PT Wijaya Karya Beton Tbk mengalami penurunan sesudah melakukan initial public offering ditinjau dari net profit margin (NPM). Saran Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan pada penelitian ini, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut : Bagi Investor di harapkan memperhatikan rasio-rasio keuangan untuk keputusan dalam investasi terutama rasio profitabilitasnya. Bagi Peneliti dengan topik sejenis disarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut dengan memasukkan rasio fundamental lain yang dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, penelitian selanjutnya sebaiknya sumber literatur yang lebih banyak sehingga dapat memberikan pembahasan yang lebih baik. Serta, hendaknya menambah obyek penelitian, tidak hanya pada PT Wijaya Karya Beton Tbk, tetapi pada perusahaan lain yang baru saja melakukan initial public offering (IPO) dan diharapkan untuk menambah rentang waktu penelitian yang lebih panjang sehingga hasuk yang diperoleh nantinya dapat di generalisasikan. REFERENCES